Anda di halaman 1dari 5

Sistem Ekonomi di Indonesia

Sistem perekonomian Pancasil sudah dianut bangsa Indonesia sejak awal


kemerdekaan hingga saat ini. Akan tetapi yang menjadi sebuah kemirisan dan
menghawatirkan adalah bahwa sistem tersebut ditempatkan hanya sebagai sebuah wacana
atau konsep belaka. Seiring perkembangan zaman secara evolusi maupun revolusi bangsa ini
perlahan telah menerapkan sistem ekonomi yang lain dalam menjalankan roda
perekonomiannya, yaitu terutama sistem kapitalis.
Pemerintah lewat kebijakannya sangat mendewakan sistem ini. Lihat saja sudah
banyak aset negara ( BUMN) yang harus rela menjadi korban jual beli kepada kapitalis hanya
sekedar untuk mendapatkan dana segar sesaat. Padahal jika dilihat lagi dalam UUD 1945
sangat jelas tertulis pada pasal 33 bahwa “bumi,air dan kekayaan alam yang terkandung
didalamnya yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai sepenuhnya oleh negara
untuk dikelola demi kesejahteraan rakyat”. 
Dampak terhadap kesejahteraan rakyat pun akan terwujudkan jika sistem ekonomi
Pancasila yang kita anut itu dapat berjalan dengan benar. Misalnya saja pada sila
kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, jika hal tersebut bisa diwujudkan
maka keadilan antar wilayah (daerah), yang memungkinkan seluruh wilayah di Indonesia
dapat berkembang sesuai potensi masing-masing.

Sistem Ekonomi di Amerika


Salah satu budaya politik Amerika adalah sistem perekonomian kapital. Kapitalisme
adalah metode alternative untuk mendistribusikan keuntungan dan kerugian ekonomi.
Kapitalisme mengharuskan pemerintah untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi seminimal
mungkin.

Bebas berusaha dan kepercayaan diri adalah prinsip-prinsip dasar dari kapitalisme.
Firma atau perusahaan diperbolehkan untuk beroperasi di pasar bebas dan terbuka, dan
individu-individu diharapkan mampu berusaha dengan inisiatif mereka sendiri untuk
membangun keamanan stabilitas ekonomi mereka. Perusahaan menentukan apa yang akan
mereka produksi dan harga untuk barang dan jasa mereka sementara pembeli menentukan apa
yang akan mereka beli dengan harga berapa.

Menanggapi hal ini, sistem ekonomi kapitalis yang dianut Amerika benyak membawa
dampak negatif  bagi Amerika sendiri maupun negara lain. Bagaimana tidak, semua kegiatan
produksi, konsumsi, maupun distribusi diatur bebas oleh masing-masing individu dan
pemerintah tidak ikut campur tangan akan masalah ini. Individu tersebut akan menentukan
harga beserta labanya sendiri sesuai keinginannya. Hal ini bisa dimanfaatkan individu untuk
mengambil laba sebanyak-banyaknya. Jika hal ini terjadi, tidak lain, Amerika bisa mengalami
krisis ekonomi dan aset negara yang harus dikorbankan.
Jadi ekonomi kapitalis sangat merendahkan derajad si miskin. Bisa dikatakan, yang
kaya makin kaya, yang miskin makin tertindas karena kemiskinannya. Hal ini dirasa sangat
tidak adil memang.

            Susah memang untuk menyejahterakan masyarakat dengan ekonomi kapitalis ini.


Sudah jelas sekali ini sangat merugikan negara atau pihak-pihak rendah (buruh, dll). Dampak
positif  yang mungkin ditimbulkan adalah dapat meningkatkan inisiatif dan kreatifitas di
masyarakat. Dan masyarakat bisa bersaing dengan menghasilkan produk yang sangat
berkualitas. Ini adalah keuntungan-keuntungan yang bisa diperoleh. Namun hal tersebut tidak
seberapa dengan kelemahan-kelemahan yang diakibatkan. Dampak negatifnya akan jauh
lebih besar dan jauh lebih menghancurkan ekonomi negara yaitu krisis ekonomi.

Investasi di Indonesia
Di Indonesia juga banyak investor properti yang berhasil, tapi dengan cara yang
berbeda. Aturan perpajakan yang mengenakan PPh dan BPHTB sebenarnya merupakan
hambatan investor untuk mendapatkan pinjaman dari bank. Investasi tanpa modal menjadi hal
yang tidak mungkin, khususnya di market sekunder.

Untuk investasi properti yang cepat menghasilkan, investor properti bermain di


market primer. Biasanya, saat developer / pengembang menjual produknya dengan harga jual
pre launching. Booking fee yang relatif kecil. Cara pembayaran uang muka bertahap,
angsuran juga dibuat jangka panjang. Bagi investor yang membeli cepat akan mendapat
keuntungan dalam hitungan bulan atau minggu, bahkan hari. Investasinya akan mendapatkan
keuntungan berlipat bila segera dijual kembali. Permainan jangka pendek tersebut tentu tidak
terjadi terus menerus, karena setelah masa booming properti lewat, investasinya menjadi sulit
terjual kembali. Sebetulnya properti harus dipahami adalah investasi jangka panjang.
Keuntungan baru bisa diperoleh lebih dari 2 (dua) tahun atau bahkan 5 (lima) tahun.

Investasi di Amerika

Di Amerika Serikat, investor dapat memperoleh pinjaman lebih dari satu pihak untuk
satu jaminan surat hak yang sama (First mortgage, secondary mortgage dan third mortgage).
Tentu hal ini didukung oleh aturan hukum yang ada. Pihak bank juga bersedia memberikan
pinjaman dengan jaminan seperti itu. Pinjaman juga bisa diatur, tanpa angsuran 2 tahun
pertama, pada tahun ketiga mulai diangsur sampai tahun kesepuluh. Hutang – piutang
nampaknya dapat dilakukan dengan banyak variasi, karena didukung oleh peraturan hukum
yang lengkap.

Potensi pasar sewa apartemen disana memberikan persentasi pendapatan sewa yang
sangat menguntungkan secara cash flow (aliran tunai). Membeli properti dalam bentuk
apartemen kecil (dengan 10 Unit S/d 15 Unit), bisa memberikan aliran dana tunai bulanan
yang bahkan mampu membayar angsuran dari pinjaman dengan jaminan properti tersebut.
Hal ini dimungkinkan karena bunga pinjaman yang rendah dan masa / lamanya pinjaman.
Investor bahkan bisa memperoleh pinjaman tanpa uang muka dan mendapat kelebihan hasil
sewa setelah dipotong angsuran sebagai penghasilannya.

Tentu masih ada investasi properti yang lain, misalnya dengan menjual kembali
properti yang didapat dengan murah. Kemudahan mengalihkan kredit / pinjaman, hal ini
mendukung investor yang mendapat properti murah dengan pinjaman bank dan menjual
kembali dengan keuntungan. Hampir tanpa modal. Semua transaksi yang begitu mudah tentu
didukung oleh aspek hukum yang kuat.
Ilmu Pengetahuan Sosial
Perbedaan Ekonomi Indonesia dan Amerika

Kelompok : Ekonomi
Anggota : M. Fauzan Asyari
Revy Muhammad Sunaji
Ramdha Kharisma Pamungkas
Maryam Muneer
M. Faisal Akbar
Dimas Arya Pradana

Anda mungkin juga menyukai