Anda di halaman 1dari 15

PENGARUH DBE (DEEP BREATHING EXERCISE) TERHADAP

PENURUNAN INTENSITAS NYERI DISMENORE


PADA REMAJA PUTRI DI DUKUH KLECO
NGARUM NGRAMPAL SRAGEN

Naskah Publikasi

Oleh:
KHARISMA ISMI SABILLA
20012

AKADEMI KEPERAWATAN YAPPI SRAGEN


JAWA TENGAH
2022

1
NASKAH PUBLIKASI

PENGARUH DBE (DEEP BREATHING EXERCISE) TERHADAP


PENURUNAN INTENSITAS NYERI DISMENORE
PADA REMAJA PUTRI DI DUKUH KLECO
NGARUM NGRAMPAL SRAGEN

Dipersiapkan dan disusun oleh:


KHARISMA ISMI SABILLA
20012

Telah disetujui untuk dijadikan naskah publikasi

Pembimbing

Warti Ningsih, S.Kep., Ns., M.Kep

2
PENGARUH DBE (DEEP BREATHING EXERCISE) TERHADAP
PENURUNAN INTENSITAS NYERI DISMENORE PADA
REMAJA PUTRI DI DUKUH KLECO
NGARUM NGRAMPAL SRAGEN

THE EFFECT OF DBE (DEEP BREATHING EXERCISE) ON REDUCING


THE PAIN INTENSITY OF DYSMENORRHEA IN
ADOLESCENT WOMEN IN HAMLET KLECO
NGARUM NGRAMPAL SRAGEN

Kharisma Ismi Sabilla1, Warti Ningsih2, Kunaryanti2


kharismaismisabilla@gmail.com

Abstrak
Latar Belakang : Dismenore berasal dari Bahasa Yunani dys yang berarti sulit, nyeri, abnormal;
meno, yang berarti bulan; dan rhea, yang berarti aliran atau arus. Sehingga, dismenore didefinisikan
sebagai aliran menstruasi yang sulit (difficult menstrual flow) atau menstruasi yang nyeri (painful
menstruation). Dismenore dapat terjadi karena adanya kontraksi otot-otot rahim sehingga terasa nyeri
di perut bagian bawah. Dismenore dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti bekerja, sekolah dan
lain-lain. Total jumlah kunjungan pasien dismenore di Puskesmas wilayah Kabupaten Sragen pada
tahun 2015 terdapat 569 kasus. Oleh karena itu diperlukan intervensi DBE (Deep Breathing Exercise)
untuk mengurangi intensitas nyeri dismenore. Tujuan : Mengetahui Pengaruh DBE (Deep Breathing
Exercise) Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di Dukuh Kleco
Ngarum Ngrampal Sragen. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, penelitian ini
menggunakan desain penelitian quasi experimental dengan one grup pretest-posttest. Analisa data
yang digunakan menggunakan uji wilcoxon. Cara pengambilan sampel dilakukan secara total sampling
dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden remaja putri. Hasil penelitian : Sebelum melakukan
DBE (Deep Breathing Exercise) setengah lebih responden mengalami nyeri sedang yaitu ada 17 orang
(56.7%). Setelah dilakukan DBE (Deep Breathing Exercise) didapatakan data setengah lebih
responden yang mengalami penurunan intensitas nyeri yaitu menjadi nyeri ringan sebanyak 20 orang
(66.7%). Analisa bivariat menggunakan uji wilcoxon diketahui Asymp.Sig (2-tailed) nilai sig 0,000,
nilai tersebut <0,05 maka bisa disimpulkan bahwa ada pengaruh DBE (Deep Breathing Exercise)
terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore. Kesimpulan : Terdapat pengaruh DBE (Deep
Breathing Exercise) terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di Dukuh Kleco
Ngarum Ngrampal Sragen.

Kata Kunci : DBE (Deep Breathing Exercise), Dismenore, Nyeri

Abstract
Background: Dysmenorrhea comes from the Greek word dys which means difficult, painful,
abnormal; meno, meaning month; and rhea, meaning flow or current. Thus, dysmenorrhea is defined
as difficult menstrual flow or painful menstruation. Dysmenorrhea can occur due to contractions of
the uterine muscles so that you feel pain in the lower abdomen. Dysmenorrhea can interfere with daily
activities such as work, school and others. The total number of dysmenorrhea patient visits at the
Health Center in Sragen Regency in 2015 was 569 cases. Therefore, DBE (Deep Breathing Exercise)
intervention is needed to reduce the intensity of dysmenorrhea pain. Objective: To determine the effect
of DBE (Deep Breathing Exercise) on Reducing the Intensity of Dysmenorrhea Pain in Young Women
in Kleco Ngarum Ngrampal Hamlet, Sragen. Method: The type of research used is quantitative, this

3
research uses a quasi-experimental research design with one pretest-posttest group. Analysis of the
data used using the Wilcoxon test. The sampling method was carried out in total sampling with a total
sample of 30 young female respondents. Results of the study: Before doing DBE (Deep Breathing
Exercise) more than half of the respondents experienced moderate pain, namely there were 17 people
(56.7%). After the DBE (Deep Breathing Exercise) was carried out, it was found that more than half
of the respondents experienced a decrease in pain intensity, namely mild pain, as many as 20 people
(66.7%). Bivariate analysis using the Wilcoxon test found that Asymp.Sig (2-tailed) had a sig value of
0.000, the value was <0.05, so it could be concluded that there was an effect of DBE (Deep Breathing
Exercise) on reducing dysmenorrhea pain intensity. Conclusion: There is an effect of DBE (Deep
Breathing Exercise) on reducing the intensity of dysmenorrhea pain in young women in Kleco Ngarum
Ngrampal Sragen hamlet.

Keywords: DBE (Deep Breathing Exercise), Dysmenorrhea, Pain

Pendahuluan
Masa remaja merupakan masa Jawa Tengah mencapai 56%. Karena
peralihan antara masa anak-anak kejadian dismenore merupakan
menuju masa dewasa, pada awal masa kejadian alamiah yang terjadi setiap
remaja akan mengalami berbagai bulan pada wanita. Walaupun pada
perubahan yang mencolok baik secara umumnya tidak berbahaya, namun
fisik maupun psikis, tahap ini disebut acapkali dirasa mengganggu bagi
dengan pubertas. Salah satu tanda wanita yang mengalaminya
pubertas pada remaja perempuan (Fatmawati dkk, 2016).
adalah menstruasi pertama kali atau Berdasarkan data yang diperoleh
menarche (Musmiah dkk, 2019). dari Dinas Kesehatan Kabupaten
Dismenore merupakan nyeri perut Sragen, di Puskesmas wilayah
bagian bawah yang terkadang rasa Kabupaten Sragen pada tahun 2015,
nyeri tersebut meluas hingga ke total jumlah kunjungan pasien
pinggang, punggung bagian bawah dan dismenore yaitu sebanyak terdapat 569
paha (Putinah, 2019). kasus (Aryani dkk, 2016). Salah satu
Angka kejadian dismenore pada terapi yang dapat digunakan dalam
remaja di Asia adalah 74,5%. mengurangi nyeri dismenore adalah
Sedangkan angka kejadian di penggunaan kompres hangat dan
Indonesia adalah 55% (Setyowati, latihan napas dalam (deep breathing
2018). Angka kejadian dismenore di exercise) (Karisma, 2018). DBE (Deep

4
Breathing Exercise) mampu mengalami dismenore. Ada 16 orang
merangsang tubuh untuk yang mengalami dismenore dengan
mengeluarkan opioid endogen nyeri sedang, dampaknya mereka tidak
sehingga terbentuk sistem penekan fokus dalam menjalani aktivitas sehari
nyeri yang akan menurunkan – hari seperti bekerja, sekolah, dan
dismenore. DBE (Deep Breathing belajar karena menahan nyeri
Exercise) yang mempunyai efek dismenore. Ada 14 orang yang
rileksasi juga dapat meningkatkan mengalami dismenore ringan, mereka
pembentukan endorphin dalam sistem masih bisa melakukan aktivitas sehari
kontrol desenden. DBE (Deep – hari dengan lancar. Dari hasil
Breathing Exercise) dapat membuat wawancara pada remaja putri di Dukuh
pasien lebih nyaman karena membuat Kleco Ngarum Ngrampal Sragen, 4
relaksasi otot (Trisnabari & Wahyuni, orang remaja putri mengatasi nyeri
2018). Penelitian Syafitri (2018), dengan tidur saja, 7 orang mengatasi
menyatakan bahwa seluruh responden nyeri dengan minum jamu kunyit, dan
mengalami penurunan intensitas nyeri 19 orang lainnya tidak melakukan
setelah diberikan intervensi relaksasi upaya penanganan, hanya ditahan dan
nafas dalam yang menggunakan durasi dibiarkan saja
intervensi selama 15 menit, pada menit Metode Penelitian
ke 15 seluruh responden mengatakan Jenis penelitian ini adalah
sudah merasa lebih baik dan rasa nyeri penelitian kuantitatif, penelitian ini
hilang, penurunan nyeri pada masing- menggunakan desain penelitian quasi
masing responden berada pada durasi experimental dengan one groups
dan tingkat nyeri yang berbeda-beda. pretest posttest, yaitu mengukur
Hasil studi pendahuluan yang intensitas nyeri dismenore remaja putri
dilakukan peneliti dengan metode sebelum dan setelah DBE (Deep
wawancara didapatkan remaja putri di Breathing Exercise) untuk
Dukuh Kleco Ngarum Ngrampal mengidentifikasi pengaruh penurunan
Sragen sebanyak 30 remaja putri intensitas nyeri dismenore pada remaja

5
putri sebelum dan setelah dilakukan intervensi.

Hasil
Tabel 1 Karakteristik responden berdasarkan usia, pendidikan terakhir, pekerjaan,
menarche, dan lama haid
Karakteristik Frekuensi Persentase (%)
Usia
12 tahun 4 13.3
13 tahun 4 13.3
15 tahun 1 3.3
17 tahun 1 3.3
18 tahun 6 20.0
20 tahun 2 6.7
21 tahun 7 23.3
22 tahun 4 13.3
25 tahun 1 3.3
Total 30
Pendidikan
Terakhir
SD 9 30.0
SMP 6 20.0
SMA 3 10.0
SMK 12 40.0
Total 30 100
Pekerjaan
Pelajar 16 53.3
Admin 1 3.3
Karyawan 4 13.3
Pelayan 3 10.0
Mahasiswa 6 20.0
Total 30 100
Usia menarche
10 tahun 6 20.0
11 tahun 8 26.7
12 tahun 7 23.3
13 tahun 8 26.7
15 tahun 1 3.3
Total 30 100
Lama Haid
5 3 10.0
6 9 30.0
7 18 60.0
Total 30 100
Sumber: data primer 2022

6
Berdasarkan tabel didapatkan orang (53.3%), usia haid pertama
data responden paling banyak berusia responden paling banyak terjadi pada
21 tahun yaitu ada 7 orang (23.3%), usia 11 tahun ada 8 orang (26.7%) dan
pendidikan terakhir responden paling usia 13 tahun ada 8 orang (26.7%),
banyak SMK yaitu ada 12 orang lama haid pada responden paling
(40.0%), pekerjaan responden paling banyak terjadi selama 7 hari yaitu ada
banyak adalah pelajar yaitu ada 16 18 orang (60.0%).
Tabel 2 Intensitas nyeri sebelum dan sesudah DBE (Deep Breathing Exercise)
Intensitas Sebelum Sesudah intervensi
nyeri intervensi
dismenore
F % F %
Tidak nyeri 0 0 6 20.0
Nyeri ringan 9 30.0 20 66.7
Nyeri sedang 17 56.7 3 10.0
Nyeri berat 3 10.0 1 3.3
Nyeri sangat 1 3.3 0 0
berat
Total 30 100 30 100

Sumber: hasil olah data responden di Dukuh Kleco Ngarum Ngrampal Sragen
Berdasarkan tabel intensitas intervensi Deep Breathing Exercise
nyeri dismenore sebelum intervensi responden banyak yang mengalami
Deep Breathing Exercise responden penurunan intensitas nyeri menjadi
paling banyak mengalami nyeri sedang nyeri ringan 20 orang (66.7%).
17 orang (56.7%). Setelah dilakukan
Tabel 3 Pengaruh DBE (Deep Breathing Exercise) terhadap penurunan intensitas
nyeri dismenore
Skala nyeri post DBE - Skala nyeri pre DBE
Z -4.868b
Asymp. Sig. (2-tailed) .000

7
Sumber:
hasil olah
a. Wilcoxon Signed Ranks Test
b. Based on positive ranks.
Berdasarkan hasil uji sejalan dengan penelitian Yani
Wilcoxon didapatkan nilai Asymp Sig. (2016), didapatkan hasil penelitian
(2-tailed) sebesar 0.000, nilai tersebut responden yang berusia 21-23
lebih kecil dari 0,05 maka bisa tahun sebanyak 12 orang (40,0%)
disimpulkan bahwa ada pengaruh menderita dismenore, kejadian
DBE (Deep Breathing Exercise) dismenore sangat dipengaruhi usia
terhadap penurunan intensitas nyeri wanita, rasa sakit yang dirasakan
dismenore sehingga Ha diterima. beberapa hari sebelum menstruasi
Pembahasan dan saat menstruasi biasanya
1. Karakteristik responden karena meningkatnya hormon
berdasarkan usia, pendidikan prostaglandin. Semakin tua
terakhir, pekerjaan, usia seseorang semakin tua leher rahim
menarche dan lama haid maka sekresi hormon
Berdasarkan hasil prostaglandin semakin berkurang.
penelitian didapatkan bahwa Berdasarkan penelitian
responden yang paling banyak didapatkan hasil pendidikan
mengalami dismenore berusia 21 terakhir responden paling banyak
tahun sebanyak 7 orang (23,3%) yaitu SMK 12 orang (40,0%),
semakin muda usia seseorang semakin tinggi pendidikan terakhir
semakin rentan mengalami nyeri seseorang maka semakin mudah
haid itu terjadi karena ada dalam menerima informasi
peningkatan kadar prostaglandin penanganan dismenore, sehingga
yang menyebabkan kontraksi mempermudah penurunan
rahim sehingga terasa nyeri di intensitas nyeri dismenore.
bagian perut bawah, dismenore Penelitian ini sejalan dengan
juga terjadi karena emosional penelitian Setiawati (2015),
yang tidak stabil. Penelitian ini didapatkan hasil penelitian

8
pendidikan terakhir responden berkonsentrasi dalam belajar atau
paling banyak yaitu SMK 17 bekerja dan motivasi belajar atau
orang (53%), penanganan bekerja menurun karena nyeri
intensitas nyeri dismnenore yang dialami.
bergantung pada pendidikan Berdasarkan penelitian
terakhir responden, karena hasil yang didapatkan usia
responden yang pendidikan menarche responden paling
terakhirnya tinggi akan cenderung banyak berusia 11 tahun ada 8
lebih mudah menerima dan orang (26,7%) dan usia 13 tahun
mempraktekkan informasi ada 8 orang (26,7%) pada usia
penanganan dismenore. tersebut organ-organ reproduksi
Berdasarkan hasil belum terlalu siap mengalami
penelitian didapatkan hasil perkembangan, sehingga dapat
pekerjaan responden paling menimbulkan dismenore.
banyak sebagai pelajar sebanyak Penelitian ini sejalan dengan
16 orang (53,3%), nyeri penelitian Nurwana dkk (2017),
dismenore dapat mengganggu menyatakan bahwa menarche pada
aktivitas sehari-hari responden usia awal (<12 tahun) merupakan
seperti saat sekolah dan kerja. umur beresiko remaja perempuan
Nyeri dismenore menimbulkan mengalami dismenore, menarche
efek tidak nyaman bagi responden pada awal usia menyebabkan alat-
sehingga konsentrasi responden alat reproduksi belum berfungsi
dalam melakukan aktivitas secara optimal dan belum siap
terganggu. Menurut Larasati & mengalami perubahan dan masih
Alatas (2016), dismenore menjadi terjadi penyempitan leher rahim
suatu kondisi yang merugikan sehingga timbul nyeri ketika
bagi banyak wanita dan memiliki menstruasi.
dampak besar seperti penurunan Dari penelitian ini
produktivitas karena tidak dapat didapatkan hasil sebanyak

9
setengah lebih responden yaitu 18 perut saat sebelum haid sampai
responden (60,0%) lama haidnya hari pertama haid dan aktivitas
adalah 7 hari, dan 18 responden sedikit terganggu. Penelitian ini
tersebut mengalami dismenore. sejalan dengan penelitian Silviani
Lama haid 7 hari adalah hal dkk (2019), didapatkan hasil
normal dan seharusnya tidak penelitian sebelum dilakukan
menimbulkan dismenore, hal teknik relaksasi lebih dari
tersebut berbeda dengan teori dari setengah (68,8%) responden
penelitian Ediningtyas (2019), mengalami nyeri sedang dengan
bahwa lama haid > 7 hari adalah ciri-ciri secara objektif, dapat
faktor penyebab dismenore karena menunjukkan lokasi nyeri, dapat
lama haid > 7 hari menimbulkan mendeskripsikannya, dari hasil
kontraksi uterus terjadi lebih lama penelitian penyebab terjadinya
dan semakin banyak prostaglandin dismenore yaitu dikarenakan
yang dikeluarkan sehingga stress dan aktifitas fisik yang
menyebabkan dismenore. kurang.
2. Intensitas nyeri dismenore 3. Intensitas nyeri dismenore
sebelum DBE (Deep Breathing setelah DBE (Deep Breathing
Exercise) Exercise)
Berdasarkan hasil Berdasarkan hasil
penelitian didapatkan bahwa penelitian didapatkan bahwa
sebelum melakukan DBE (Deep setelah melakukan DBE (Deep
Breathing Exercise) responden Breathing Exercise) responden
paling banyak mengalami nyeri paling banyak mengalami nyeri
sedang, yaitu ada 17 orang ringan 20 orang (66.7%), artinya
(56.7%). Sebelum dilakukan DBE lebih dari setengah responden
(Deep Breathing Exercise) mengalami nyeri ringan setelah
mayoritas responden mengatakan melakukan DBE (Deep Breathing
merasa nyeri dismenore di bagian Exercise). Setelah dilakukan

10
intervensi DBE (Deep Breathing Penelitian ini juga sejalan
Exercise) selama 15 menit dan dengan penelitian Syafitri (2018),
mengulangi DBE (Deep didapatkan hasil penelitian bahwa
Breathing Exercise) sebanyak 15 setelah diberikan relaksasi nafas
kali, didukung lingkungan yang dalam ada sebanyak 16 responden
tenang dan kondisi tubuh rileks yang mengalami nyeri ringan,
dapat menciptakan kenyamanan artinya ada penurunan nyeri
sehingga terjadi penurunan dismenore setelah dilakukan
intensitas nyeri dismenore dan relaksasi nafas dalam. Nyeri
aktivitas responden sudah tidak dismenore dapat mengalami
terganggu. Penelitian ini sejalan penurunan karena responden yang
dengan penelitian Aningsih dkk mengalami dismenore dituntut
(2018), didapatkan hasil penelitian pada saat melakukan relaksasi
bahwa terjadi penurunan terhadap nafas dalam harus dalam keadaan
intensitas nyeri dengan kategori rileks, posisi nyaman bisa dengan
ringan 34,8% serta ada responden posisi berbaring atau duduk,
yang mengalami nyeri sangat tenang dan tidak terdapat beban
berat menjadi tidak nyeri lagi hal pikiran. Ulangi sampai 15 kali
tersebut terjadi karena responden relaksasi nafas dalam dengan
melakukan relaksasi nafas dalam diselingi istirahat singkat (kurang
yang diaplikasikan selama 15 lebih 5 detik) setiap 3 kali
menit dapat memberikan efek relaksasi nafas dalam.
berupa nyaman, menurunkan 4. Pengaruh DBE (Deep Breathing
ketegangan uterus dan Exercise) terhadap penurunan
melancarkan peredaran darah intensitas nyeri dismenore
sehingga nyeri yang dirasakan saat Berdasarkan hasil
haid berkurang dan berangsur penelitian didapatkan bahwa
menghilang. terdapat perbedaan sebelum
dilakukan DBE (Deep Breathing

11
Exercise) dan setelah dilakukan menurunkan intensitas nyeri
DBE (Deep Breathing Exercise). dismenore.
Sebelum intervensi DBE (Deep Penelitian ini sejalan
Breathing Exercise) responden dengan penelitian Silviani dkk
paling banyak mengalami nyeri (2019), bahwa didapat nilai
sedang, yaitu ada 17 orang Asymp.sig. (p) = 0,000 <0,05,
(56.7%). Setelah dilakukan maka Ho ditolak dan Ha diterima.
intervensi DBE (Deep Breathing Jadi ada pengaruh teknik relaksasi
Exercise) responden banyak yang nafas terhadap dismenore di SMA
mengalami penurunan intensitas Negeri Purwodadi Kabupaten
nyeri menjadi nyeri ringan, yaitu Musi Rawas Sumatera Selatan.
ada 20 orang (66.7%). Hasil uji Jadi skala nyeri dismenore
statistik didapatkan nilai Asymp sebelum dan sesudah relaksasi
Sig. (2-tailed) sebesar 0.000, nilai nafas memiliki median berbeda,
tersebut lebih kecil dari 0,05 maka artinya rata-rata dismenore
bisa disimpulkan bahwa ada sebelum dan sesudah relaksasi
pengaruh DBE (Deep Breathing nafas adalah tidak sama.
Exercise) terhadap penurunan Simpulan
intensitas nyeri dismenore. Dari Seluruh responden dalam
hasil tersebut, peneliti berasumsi penelitian ini terdiri dari 30 responden
bahwa DBE (Deep Breathing yang sebagian besar berusia 21 tahun
Exercise) yang diaplikasikan yaitu ada 7 orang (23.3%), pendidikan
secara maksimal dengan cara terakhir responden paling banyak
melakukan intervensi 15 menit, SMK yaitu ada 12 orang (40.0%),
mengulangi DBE (Deep pekerjaan responden paling banyak
Breathing Exercise) sebanyak 15 adalah pelajar yaitu ada 16 orang
kali, menciptakan lingkungan (53.3%), usia haid pertama responden
yang tenang, dan membiarkan paling banyak terjadi pada usia 11
tubuh untuk rileks dapat efektif tahun ada 8 orang (26.7%) dan usia 13

12
tahun ada 8 orang (26.7%), lama haid Aningsih, F., Sudiwati., & Dewi, N.
(2018). Pengaruh Pemberian
pada responden paling banyak terjadi
Teknik Relaksasi Nafas Dalam
selama 7 hari yaitu ada 18 orang Terhadap Penurunan Intensitas
Nyeri Haid (Dismenore) Pada
(60.0%).
Mahasiswi Di Asrama Sanggau
Sebelum melakukan DBE Landungsari Malang. Nursing
News.
(Deep Breathing Exercise) lebih dari
https://publikasi.unitri.ac.id/ind
setengah responden mengalami nyeri ex.php/fikes/article/view/756
diakses 12 Oktober 2022.
sedang yaitu ada 17 orang (56.7%).
Setelah dilakukan DBE (Deep Aryani., Nafiah, Ariska., & Wahyuni.
(2016). Pengaruh Pemberian
Breathing Exercise) didapatakan data
Back Exercise dan Slow-Stroke
setengah lebih responden yang Back Massage Terhadap
Penurunan Nyeri Haid Primer.
mengalami penurunan intensitas nyeri
Skripsi. Surakarta: Universitas
yaitu menjadi nyeri ringan sebanyak Muhammadiyah Surakarta.
https://eprints.ums.ac.id/47832/
20 orang (66.7%).
diakses 10 April 2022.
Ada pengaruh DBE (Deep
Edinintyas, Alifa, N. (2019). Analisis
Breathing Exercise) terhadap
faktor Penyebab Dismenore
penurunan intensitas nyeri dismenore primer di kalangan mahasiswa
kedokteran UNS. Junal
pada remaja putri di Dukuh Kleco
Medicine and Health Science.
Ngarum Ngrampal Sragen, https://osf.ic/preprints/inarxiv/c
42dh diakses 20 November
berdasarkan hasil uji Wilcoxon
2022.
didapatkan nilai Asymp Sig. (2-tailed)
Fatmawati, M., Riyanti, E., &
sebesar 0.000, nilai tersebut lebih kecil
Widjanarko, Bagoes. (2016).
dari 0,05 maka bisa disimpulkan Perilaku Remaja Putri Dalam
Mengatasi Dismenore. Jurnal
bahwa ada pengaruh DBE (Deep
Kesehatan
Breathing Exercise) terhadap Masyarakat(Undip).
https://doi.org/10.14710/jkm.v4
penurunan intensitas nyeri dismenore
i3.13711 diakses 10 April
sehingga Ha diterima. 2022.
Daftar Pustaka
Karisma, P. (2018). Pengaruh
Pemberian Kompres Hangat

13
dan Latihan Nafas Dalam https://neliti.com diakses 20
(Deep Breathing Exercise) November 2022.
Terhadap Pengurangan Nyeri
Dysmenorrhea Primer. Skripsi. Putinah. (2019). Penatalaksanaan
Surakarta: Universitas Kejadian Dismenore
Muhammadiyah Surakarta. Berdasarkan Pengetahuan Dan
https://eprints.ums.ac.id Sikap Mahasiswi. Jurnal
diakses tanggal 17 April 2022. Ilmiah Multi Science
Kesehatan. https://
Kursani & Putri. (2020). Pengaruh Jurnal.Stikes-Aisyiyah-
Pemberian Teknik Nafas Palembang.Ac.Id diakses 19
Dalam Terhadap Penurunan November 2022.
Nyeri Dismenorhoe Pada
Remaja di Panti Asuhan Al - Setiawati, Yeni. (2015). Penurunan
Islam Pekanbaru. Jurnal Intensitas Nyeri Dismenore
Kesehatan Al - Irsyad. Primer Dengan Terapi
https://e- Relaksasi Nafas Dalam Pada
jurnal.stikesalirsyaddp.ac.id Remaja. Jurnal Ilmiah
diakses 17 April 2022. Kesehatan Oksitosin.
https://Journal.ibrahimy.ac.id/i
Larasati & Alatas. (2016). Dismenore ndex.php/oksitosin/article/view
Primer Dan Faktor Dismenore /418 diakses 6 Desember 2022.
Primer Pada Remaja. Medical
Journal Of Lampung Setyowati., H. (2018). Akupresure
University. Untuk Kesehatan Wanita
https://Juke.Kedokteran.Unila.a Berbasis Hasil Penelitian.
c.id diakses 20 November Magelang: UNIMMA PRESS.
2022.
Silviani, E, Y., Karaman, Buyung., &
Musmiah, B, S., Rustaman, N., & Septiana, Puput. (2019).
Saefudin. (2019). Selamat Pengaruh Teknik Relaksasi
Datang Masa Remaja. Nafas Terhadap Dismenore.
Yogyakarta: Budi Utama. Hasanuddin Journal Of
Midwifery.
Nurwana., Sabilu, Y & Fachlevy, A. https://Pasca.Unhas.Ac.Id/Ojs/I
(2017). Analisis Faktor Yang ndex.Php Diakses 11 Oktober
Berhubungan Dengan Kejadian 2022.
Dismenore Pada Remaja Putri
Di SMA 8 Kendari Tahun Syafitri, F. (2018). Pengaruh Relaksasi
2016. Jurnal Ilmiah Nafas Dalam dan Massage
Mahasiswa Kesehatan Efflurage Terhadap Penurunan
Masyarakat Unsyiah. Intensitas Nyeri Dismenore
Pada Remaja Putri Di SMA N

14
13 Medan. Skripsi. Medan: http://repository.urecol.org/ind
Politeknik Kesehatan Medan. ex.php/proceeding/article/view/
https://repo.poltekkes- 261/257 diakses 22 April 2022.
medan.ac.id diakses 7 April
2022. Yani, D, N. (2016). Pengaruh Terapi
Relaksasi Nafas Dalam
Trisnabari, H & Wahyuni. (2018). Terhadap Tingkat Dismenore
Manfaat Deep Breathing Pada Karyawati Bimbingan
Exercise Terhadap Haid Prima Belajar Quantum Kids.
Pada Mahasiswa S1 Fisioterapi Pontianak: Skripsi. Pontianak:
Universitas Muhammadiyah Universitas Tanjungpura.
Surakarta. The 17 th University https://
Research Colloqium 2018. Jurnal.Untan.ac.id/index.php/J
Surakarta: LPPM STIKES mkeperawatan diakses 20
PKU Muhammadiyah November 2022.
Surakarta.

15

Anda mungkin juga menyukai