Anda di halaman 1dari 6

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Agroindustri merupakan salah satu tulang punggung pembangunan ekonomi Indonesia. Indonesia kaya akan berbagai macam sumberdaya hayati, yang jika kita pandai memanfaatkannya maka akan mendatangkan keuntungan yang sangat besar bagi kita semua. Agroindustri merupakan kegiatan yang mengubah bahan baku hasil pertanian menjadi sesuatu yang memberikan nilai tambah (added value). Sebagai contoh adalah industri gula yang menggunakan tebu sebagai bahan bakunya. Gula merupakan satu dari sembilan bahan pokok (sembako) di Indonesia. Bahan pokok yang dikategorikan ke dalam sembilan bahan pokok diantaranya beras, telur, terigu, minyak goring, gula, kedelai, xxxxxx, xxxxxx, dan xxxxxx. Bahan-bahan pokok ini dalam produksi dan pendistribusiannya senantiasa menndapat pengaturan dan perlindungan dari pemerintah. Alasan kebijakan semacam ini diterapkan adalah demi kepentingan masyarakat. Melihat terjadinya peningkatan jumlah masyarakat yang meningkat pesat menyebabkan permintaan akan sembako pun meningkat juga. Hal ini menyebabkan mekanisme pasar harus diatur sedemikian rupa agar jumlah yang dinutuhkan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau. Saat ini gula sebagai salah satu bahan pokok sebagian masih diimpor dari negara lain sebab produksi dalam negeri masih belum mengimbangi permintaan dari masyarakat. Cara ini sebenarnya bukanlah suatu pemecahan yang tepat untuk mengatasinya. Cara yang terbaik adalah dengan memantapkan produksi gula lam negeri. Cara ini memiliki banyak dampak positif diantaranya dapat menghema devisa dalam negeri akibat berkurangnya impor gula dan meningkatnya penjualan di Indonesia. Pengembangan teknologi proses produksi yang tepat guna dengan manajemen yang baik merupakan alternatif penyelesaian masalah. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses produksi sehingga kualitas gula lebih baik. Oleh karena itu perlu dipahami betul setiap bagian dan juga proses dalam pembuatan gula. Oleh karena itu praktik lapangan dilakukan di Pabrik Gula Madukismo sebagai produsen gula dengan tujuan untuk mempelajari aspek proses produksi mulai dari bahan baku hingga menjadi gula.

B. Tujuan Secara umum tujuan Praktik Lapangan adalah: a. Tujuan Instruksional 1).Meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mahsiswa melalui latihan kerja dan aplikasi ilmu yang telah diperoleh sesuai dengan bidang keahliannya. 2).Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi, merumuskan, dan memecahkan permasalahan sesuai dengan bidang keahliannya di lapangan secara sistematis dan interdisiplin

b. Tujuan Institusional Memperkenalkan dan mendekatkan IPB, khususnya Fakultas Teknologi Pertanian IPB dengan masyarakat, dan mendapatkan masukan bagi penyusunan kurikulum dan peningkatan kualitas pendidikan yang sesuai dengan kemajuan IPTEK dan kebutuhan masyarakat pengguna. Adapun tujuan khusus dari kegiatan Praktek Lapang ini, yaitu : 1. 2. Mempelajari aspek proses pengolahan gula serta teknologi yang digunakan dan faktor faktor kritis yang mempengaruhinya di PG. Madukismo PT. Madu Baru, Yogyakarta. Menganalisis, melakukan observasi, dan memberikan solusi terhadap masalah yang ada dalam industri berdasarkan disiplin ilmu yang dipelajari. 3. Memperoleh keterampilan serta pengalaman kerja sesuai dengan profesi dan pengetahuan yang diterima di bangku kuliah, terutama sesuai dengan topik yang diangkat.

C. Waktu dan tempat pelaksanaan Praktek Lapangan ini dilaksanakan di PG. Madukismo PT. Madubaru dengan waktu praktek lapangan selama 40 hari kerja efektif antara tanggal 27 Juni 2011 sampai dengan 13 Agustus 2011.

D. Metodologi pelaksanaan Metode yang digunakan dalam praktek lapangan adalah penjelasan singkat, pengamatan di lapangan, wawancara, praktek langsung, telaah pustaka, dan pembahasan dan penulisan laporan.  Penjelasan singkat. Penjelasan singkat dari pembimbing lapangan atau wakil dari perusahaan. Hal ini bertujuan untuk memberikan wacana awal.  Pengamatan di Lapangan Kegiatan yang dilakukan dengan mengamati secara langsung dengan menitikberatkan pada manajemen perencanaan dan pengendalian produksi industri terkait.  Wawancara Wawancara dilakukan sebagai upaya pengumpulan informasi dan data yang berhubungan dengan aspek yang dipelajari. Dimana wawancara ini dilakukan terhadap pihakpihak terkait dengan topik yang ada.  Praktek Langsung Kegiatan praktek langsung dilakukan dengan ikut terlibat atau membantu dalam kegiatan produksi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperoleh kerja dan melatih kemampuan mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari di perkuliahan.  Studi Pustaka

Studi pustaka dilakukan dengan mencari referensi dan literatur yang berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan, baik berasal dari studi pustaka maupun data dan informasi yang diperoleh dari industri.  Pembahasan dan Penulisan Laporan Laporan dibuat dengan menganalisis data dan informasi yang diperoleh dan dituangkan secara sistematis dan jelas dalam bentuk laporan Praktik Lapangan.

LAPORAN PRAKTIK LAPANGAN

MEMPELAJARI TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI GULA DI PG. MADUKISMO PT. MADU BARU

Oleh ARIS FREDY F34080043

DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2011

DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR MEMPELAJARI TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI GULA DI PG. MADUKISMO PT. MADU BARU

LAPORAN PRAKTIK LAPANGAN

Oleh ARIS FREDY F34080043

Bogor, XXXXXXX 2011 Mengetahui, Dosen Pembimbing Akademik,

Ir. Andes Ismayana, MT NIP. 19701219 199802 1001

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat, rahmat, dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Praktik Lapangan yang berjudul MEMPELAJARI ASPEK MANAJEMEN PRODUKSI DI PG MADUKISMO PT MADU BARU dapat diselesaikan. Penyusunan laporan praktik lapangan ini, tidak akan berhasil tanpa bantuan dari semua pihak. Penulis menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada : 1. Ir. Andes Ismayana, MT selaku dosen pembimbing akademik atas bimbingan dan pengarahannya membimbing penulis dalam menyelesaikan laporan Praktik Lapangan. 2. 3. Dr. Ir. Wayan Astika, M.Si dan panitia pelaksana praktik lapangan yang memberikan pembekalan praktek lapangan. Bapak Jayadi selaku pembimbing lapangan di PG Madukismo atas segala bantuan, pengarahan dan bimbingannya selama melaksanakan praktik lapangan. 4. Seluruh karyawan Pabrik Gula Madukismo yang telah banyak membagi ilmu dan pengalamannya. 5. Teman seperjuangan selama praktek lapangan serta teman-teman Teknologi Industri Pertanian Angkatan 45. Penulis menyadari laporan ini masih memerlukan saran dan kritik yang membangun dalam penyempurnaannya. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian serta bagi siapapun yang membacanya.

Bogor, 28 Agustus 2011

Penulis