Anda di halaman 1dari 11

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN KEWIRAUSAHAAN PADA PASAR GLOBAL

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Istilah wirausaha pertama kali digunakan oleh Richard Catillon (Irlandia) yang
berdiam di Prancis dalam bukunya essai sur la nature du commerce en generale. Dalam
buku tersebut ia menjelaskan bahwa wirausaha adalah seorang yang menanggung risiko.
Pada awalnya istilah wirausaha merupakan sebutan bagi para pedagang yang membeli
barang di daerah-daerah yang kemudian menjualnya dengan harga yang tidak pasti.
Istilah maupun isu kewirausahaan menjadi populer dalam dunia perdagangan atau bisnis
modern di hampir seluruh dunia pada tahun 1980.
Pembicaraan tentang kewirausahaan sebagai suatu fokus perhatian dan
ketertarikan kembali ditekankan oleh Soeharto Prawirokusumo (1997) dalam Suryana
(2006), sebagai sebuah kajian yang sangat penting bagi para mahasiswa bisnis dan
manajemen, para pelaku bisnis, akademis, dan pemerintah di berbagai tingkat di seluruh
dunia. Hal ini disebabkan karena dianggap dan diyakini bahwa kemajuan dan kekuatan
perekonomian suatu bangsa sangat tergantung pada kemajuan perdagangan dan bisnis.
Perdagangan dan bisnis tersebut dapat muncul, maju dan meluas karena peran yang
dimainkan oleh faktor kewirausahaan.
Jika diamati dari proses perkembangannya, sejak awal abad ke-20, kewirausahaan
sudah dikenal di beberapa Negara. Di Belanda kewirausahaan dikenal dengan sebutan
“ondernemer”, sedangkan di Jerman dikenal dengan sebutan “unternehmer”. Secara
umum, dalam mempelajari ilmu kewirausahaan, kita akan memahami bahwa dalam
kewirausahaan banyak tanggung jawab yang harus ditangani, antara lain: tanggung jawab
dalam mengambil keputusan yang menyangkut kepentingan teknis, kepemimpinan
organisasi dan komersial, penyediaan modal, penerimaan dan penanganan tenaga kerja,
pembelian, penjualan, pemasangan iklan, dan lain-lain.
Sebagai suatu disiplin ilmu, kewirausahaan dapat dipelajari dan diajarkan,
sehingga setiap individu memiliki peluang untuk tampil sebagai seorang wirausahawan
(entrepreneur). Untuk menjadi wirausahawan sukses, memiliki bakat saja tidak cukup,
tetapi juga harus memiliki pengetahuan mengenai segala aspek usaha yang akan
ditekuninya. Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, tugas dari wirausaha sangat
banyak, antara lain tugas mengambil keputusan, kepemimpinan teknis, dan lain-lain.
Hal ini didukung pula oleh pendapat Chruchill (1987), masalah pendidikan
sangatlah penting bagi keberhasilan wirausaha. Bahkan dia mengatakan bahwa kegagalan
pertama dari seorang wirausaha adalah karena dia lebih mengandalkan pengalaman
daripada pendidikan. Namun pengalaman juga sangat penting bagi seorang wirausaha,
karena sumber kegagalan kedua adalah jika seorang wirausaha hanya bermodalkan
pendidikan tapi miskin pengalaman lapangan. Oleh karena itu, perpaduan antara
pendidikan dan pengalaman adalah faktor utama yang menentukan keberhasilan
wirausaha.
Transformasi pengetahuan kewirausahaan terus berkembang. Seiring dengan
perkembangan zaman, semakin banyak dilakukan penelitian mengenai teori maupun
praktik kewirausahaan. Di Indonesia pun pengetahuan kewirausahaan telah diajarkan
baik di sekolah menengah, perguruan tinggi dan berbagai tempat pelatihan maupun
kursus bisnis. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan baik secara
keilmuan maupun praktik dapat diajarkan (Suryana, 2006). Pada akhirnya dapat
disimpulkan bahwa seorang wirausaha yang memiliki potensi sukses adalah mereka yang
mengerti kegunaan pendidikan untuk menunjang kegiatan serta mau belajar untuk
meningkatkan pengetahuan. Lingkungan pendidikan dimanfaatkan oleh wirausaha
sebagai sarana untuk mencapai tujuan, pendidikan di sini berarti pemahaman suatu
masalah yang dilihat dari sudut keilmuan atau teori sebagai landasan berpikir.
Kemudian, kewirausahaan dapat meningkatkan daya saing dalam menyediakan
lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Kewirausahaan diredifinisi
sebagai “gairah mengembangkan bisnis baru”. Bisnis yang dikembangkan bisa berupa
independen yang dimiliki oleh seseorang atau lebih wirausaha, atau bisa juga yang
dikembangkan dalam perusahaan tempatnya bekerja. Kebijakan kewirausahaan adalah
salah satu bentuk intervensi pemerintah yang berperanan positif dalam pengembangan
kewirausahaan, yang tidak hanya memberi perhatian pada wirausaha yang sudah jadi,
tetapi juga kepada wirausaha yang lain yang dengan serius sedang mempertimbangkan
untuk memulai suatu usaha.
Untuk menjadi wirausaha perlu mempunyai modal dasar yang kuat, konsep dan
strategi dalam menghadapi situasi sulit untuk dapat bersaing dalam menghadapi
tantangan terutama dalam perekonomian saat ini maupun yang akan dating. Wirausaha
saat ini tidak bisa lagi menghindar dari situasi dan kondisi perdagangan bebas dunia,
apalagi kalau ingin berperan lebih besar diperekonomian dunia. Wirausaha perlu akses
pasar sebesar-besarnya ke pasar dunia, dan sebaliknya juga dituntut oleh pelaku usaha
global untuk membuka pasar domestik,
Kewirausahaan dirasakan semakin penting peranannya dalam pengembangan
perekonomian nasional. Kewirausahaan efektif untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat
melalui kontribusinya pada peningkatan pertumbuhan perekonomian sekaligus
pemerataan pertumbuhan ekonomi. Negara-negara yang perekonomiannya sedang
tumbuh seperti China dan India adalah contoh negara yang punya jutaan wirausaha yang
tangguh dan berdaya saing global.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat disusun rumusan masalah
sebagai berikut:
1. Bagaimana strategi menjangkau pasar global?
2. Bagaimana keuntungan kewirausahaan pada pasar global?
3. Bagaimana kerugian kewirausahaan pada pasar global?

C. Tujuan
Berdasarkan latar belakang serta rumusan masalah tersebut, maka dapat disusun
tujuan sebagai berikut:
1. Mengetahui strategi menjangkau pasar global.
2. Mengetahui keuntungan kewirausahaan pada pasar global.
3. Mengetahui kerugian kewirausahaan pada pasar global.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kewirausahaan
Menurut Drucker (1994) dalam Suryana (2006) kewirausahaan adalah
kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Secara epistemologi,
kewirausahaan merupakan nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha atau proses
dalam mengerjakan sesuatu yang baru dan berbeda.
Kewirausahaan atau entrepreurship adalah bentuk usaha menciptakan nilai lewat
pengakuan terhadap peluang bisnis, manajemen pengambilan risiko yang sesuai dengan
peluang yang ada, dan lewat keterampilan komunikasi dan memobilisasi manusia,
keuangan, dan sumber daya yang diperlukan untuk membawa sebuah proyek sampai
berhasil (Peter Kilby, 1971 dalam Suryana, 2006).
Menurut Zimmerer (1996) dalam Suryana (2006) kewirausahaan adalah
penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan upaya memanfaatkan
peluang yang dihadapi setiap hari. kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas,
inovasi dan keberanian untuk menghadapi risiko yang dilakukan dengan cara kerja keras
untuk membentuk dan memelihara usaha baru.
Berkaitan dengan berbagai pengertian kewirausahaan tersebut, kewirausahaan
pada hakikatnya merujuk pada sifat, watak, dan ciri-ciri yang melekat pada seseorang
yang memiliki kemauan keras untuk mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia usaha
yang nyata (secara kreatif) dan dapat mengembangkannya dengan tangguh (Drucker,
1994 dalam Suryana 2006).
M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993:6-7) dalam Suryana (2006)
mengemukakan delapan karakteristik kewirausahaan sebagai berikut.
1. Desire for responsibility, yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-
usaha yang dilakukannya. Seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab
akan selalu mawas diri.
2. Preference for moderate risk, yaitu lebih memiliki risiko yang moderat
artinya selalu menghindari risiko, baik yang terlalu rendah maupun terlalu
tinggi.
3. Confidence in their ability to success, yaitu memiliki kepercayaan diri
untuk memperoleh kesuksesan.
4. Desire for immediate feedback, yaitu selalu menghendaki umpan balik
dengan segera.
5. Desire for immediate feedback, yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk
mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik
6. Future orientation, yaitu berorientasi serta memiliki perspektif dan
wawasan jauh ke depan.
7. Skill at organizing, yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan
sumber daya untuk menciptakan nilai tambah.
8. Value of achievement over money, yaitu lebih menghargai prestasi daripada
uang.

B. Pengertian Pasar Global


Secara sederhana, pengertian pemasaran global adalah suatu strategi pemasaran
yang dilakukan dan diikuti oleh banyak negara di dunia. Jadi pemasaran global
merupakan kegiatan ekonomi yaitu jual beli produk dalam global market yang dilakukan
oleh masyarakat dunia. Sedangkan menurut para ahli yaitu Philip Kotler & Kevin Lane
Keller, pemasaran global adalah suatu upaya dalam mengutamakan seluruh sumber daya
yang meliputi sumber daya manusia, aset fisik atau modal dana, dan berbagai tujuan
perusahaan lainnya demi menindaklanjuti ancaman pasar global dan untuk meraih potensi
yang sama di pasar global.
Dari kedua pengertian di atas, bisa disimpulkan bahwa pemasaran global adalah
sesuatu yang penting dan tidak bisa dihindari karena merupakan tuntutan perkembangan
zaman dan pola bisnis masyarakat dunia. Perusahaan yang masuk dalam global market
harus mempunyaimanajemen pemasaran internasionalsebagai salah satu modal untuk
meniti kesuksesan dalam perdagangan antar banyak negara tersebut.

C. Strategi Menjangkau Pasar Global


Scarborough Et Al (2009) mengidentifikasikan sembilan strategi utama yang
dapat dipilih ketika wirausaha memutuskan untuk memasuki pasar global
1. Membuat Situs Website
Pilihan yang mudah dan hemat biaya bagi wirausaha untuk memperluas bisnisnya
secara global adalah dengan membuat situs web dan mulai memasarkan produknya
melalui media internet.
2. Bergantung Pada Perantara Perdagangan
Perantara perdagangan merupakan agen-agen domestik yang berfungsi sebagai
distributor di luar negeri bagi perusahaan domestik dari segala ukuran. Bentuk
perantara perdagangan diantara lain adalah :
a. Perusahaan perdagangan Ekspor
b. Agen ekspor manufaktur
c. Pedagang Ekspor
d. Badan Pembelian Komunitas
e. Distributor asing
3. Membentuk Perjanjian Lisensi Asing
Selain menjual produk secara langsung kepada pelanggan di pasar global, wirausaha
dapat memasuki pasar global dengan cara memberikan lisensi bagi perusahaan di
negara lain untuk menggunakan hak paten, merek dagang, hak cipta, teknologi, proses
atau produk mereka. Dengan memberikan lisensi aset-aset tersebut, perusahaan berhak
atas royalti dari penjualan lisensinya di luar negeri.
4. Waralaba
Bentuk bisnis global yang cukup dikenal adalah Waralaba. Meskipun semakin banyak
waralaba yang tertarik pada pasar global karena telah mengalami kejenuhan bisnis di
pasar domestik, perlu diperhatikan pula kompleksitas pengelolaan bisnis yang
meningkat karena berbagai hal speerti perbedaan budaya, konversi biaya, jarak yang
luas dan lain-lain.
5. Menggunakan Countertrade dan Barter
Countertrade adalah sebuah transaksi dimana perusahaan yang menjual barang di luar
negeri setuju untuk mendorong investasi dan perdagangan di negara tersebut.
Transaksi ini bertujuan untuk membantu mengimbangi terkurasnya modal pembelian
luar negeri.
6. Mengekspor Produk dan Jasa
Ekspor adalah praktik menjual produk produk atau jasa yang dihasilkan ke pihak lain
di luar negeri.
7. Mendirikan Lokasi Internasional
Perusahaan yang telah memiliki bisnis yang mantap di pasar global selanjutnya dapat
mendirikan lokasi permanen di negara-negara yang dituju.

D. Keuntungan Kewirausahaan Pada Pasar Global


Terdapat beberapa alasan mengapa seorang wirausaha memutuskan untuk
memperluas bisnisnya ke pasar global. Menurut Scarborough Et Al (2009), kesuksesan
berbisnis di pasar global dapat membawa sejumlah manfaat di antara lain :
1. Mengimbangi penurunan penjualan dalam pasar domestik
2. Meningkatkan penjualan dan laba
3. Memperpanjang daur hidup produk
4. Mengurangi biaya manufaktur
5. Menurunkan biaya produk

E. Kerugian Kewirausahaan Pada Pasar Global


Di balik besarnya manfaat yang dijanjikan oleh pasar global, terdapat sejumlah
tantangan yang perlu diatasi oleh para wirausaha. Berbagai tantangan yang ada berpotensi
menghambat kesuksesan bisnis yang dijalankan jika tidak dapat ditangani secara bijak.
Sejumlah tantangan tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
1. Hambatan domestik
Sering kali hambatan utama yang dihadapi wirausaha saat ingin mengglobal adalah
hambatan yang berasal dari dalam negeri. Hambatan domestik ini terdiri atas sikap,
informasi, dan pembiayaan.
2. Hambatan internasional
Terdapat sejumlah hambatan internasional yang perlu diatasi oleh wirausaha global:
a. Hambatan bea masuk
b. Hambatan non-bea masuk
c. Kuota
d. Embargo
e. Dumping
3. Hambatan bisnis
Manajemen bisnis yang berbeda di negara lain, kebiasaan-kebiasaan yang dijalankan
di negara lain, perbedaan biaya tenaga kerja, serta perbedaan kualitas tenaga kerja
merupakan salah satu hambatan yang signifikan dalam pengelolaan bisnis secara
global.
4. Hambatan kultural
Budaya meliputi keyakinan, nilai, pandangan hidup, dan adat istiadat yang dianut
masyarakat suatu negara. Perbedaan budaya antarnegara dapat menciptakan
hambatan dalam praktik bisnis global. Perbedaan bahasa, filosofi bisnis, praktik, dan
tradisi menjadikan perdagangan internasional lebih kompleks dibandingkan sekadar
menjual langsung ke pelanggan.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Menjalankan bisnis secara global tentu saja adalah hal didambakan oleh banyak
orang terutama para pebisnis atau perintis sebuah usaha. Tentu hal ini adalah sebuah
langkah besar dalam sebuah usaha, karena jika mencakup kata ‘global’ saja yang artinya
mendunia, dimana maksudnya adalah produk atau jasa yang dijualkan tentu akan dikenal
oleh banyak orang. Namun sebelum melakukan hal tersebut, tentu banyak strategi yang
harus dilakukan agar bisnis dapat berjalan dengan baik. Strategi diantara lain adalah,
Membuat Situs Website, Bergantung Pada Perantara Perdagangan, Melakukan Impor
Untuk Produksi, Menciptakan Usaha Patungan, Membentuk Perjanjian Lisensi Asing,
Waralaba, Menggunakan Countertrade dan Barter, Mengekspor Produk dan Jasa dan
Mendirikan Lokasi Internasional. Keuntungan yang dapat dirasakan dari kewirausahaan
pada pasar global yaitu mengimbangi penurunan penjualan dalam pasar domestik,
meningkatkan penjualan dan laba, memperpanjang daur hidup produk, mengurangi biaya
manufaktur, dan menurunkan biaya produk. Sedangkan kerugiannya terdiri atas sikap,
informasi, dan pembiayaan.

B. Saran
Dalam rangka pengembangan kewirausahaan nasional yang lebih efektif perlu
dipertimbangkan untuk membentuk lembaga koordinasi pengembangan kewirausahaan
nasional yang tetap menjaga aspek sinergi dan kebersamaan dari segenap komponen
bangsa dengan memberikan akses koordinasi yang lebih terstruktur.
Potensi pengembangan kewirausahaan yang sudah tersedia di banyak
kementerian, lembaga, dunia usaha, BUMN, perguruan tinggi, sekolah dan masyarakat
pada umumnya akan menghasilkan jutaan wirausaha baru yang kreatif, inovatif dan
berdaya saing global bila dikoordinasikan dengan baik.
Referensi

Buchari Alma. (2007). Kewirausahaan Untuk Mahasiswa Dan Umum. Bandung: Alfabeta.
Fadhilah, A., & Khumairah, L. (2021). Manajemen Strategi Bisnis Global.
Suryadi, D. (2018). Peran Dan Strategi Perkembangan Kewirausahaan Dan Tantangannya Dalam
Menghadapi Perekonomian Di Masa Yang Akan Datang.
Suryana. (2006). Kewirausahaan , Pedoman Praktis: Kiat Dan Proses Menuju Sukses. Jakarta:
Salemba Empat.
Waznan Ridha. (2008). Kreativitas Dan Inovasi. Posted June 7th, 2008 By Waznan Ridha,
Indoskripsi.
Wiarsih Febriani. (2011). Disiplin Ilmu Kewirausahaan Dan Perkembangannya. Posted On
November 14th, 2011, Monday. Wiarsih.Blogspot.Com/2011/11/Disiplin-Ilmu-
Kewirausahaan-Dan.Html.
Zimmerer & Scarborough. (2008). Buku 1: Kewirausahaan Dan Manajemen Usaha Kecil.
Jakarta: Salemba Empat.
Z. Heflin Frincess. (2004). Kewirausahaan Dan Inovasi Bisnis. Yogyakarta: Darusaalam Offset.

Anda mungkin juga menyukai