Anda di halaman 1dari 121

BAB I

BIDANG STUDI ILMU EKONOMI

Hal-hal yang diterangkan :


 Masalah pokok perekonomian dan kebutuhan untuk membuat pilihan
 Definisi ilmu ekonomi dan bentuk analisisnya
 Sifat-sifat teori ekonomi dan alat-alat analisis dalam ilmu ekonomi
 Peranan ahli-ahli ekonomi dalam kebijakan ekonomi
 Ruang lingkup analisis mikroekonomi dan makroekonomi

Ilmu ekonomi adalah suatu bidang studi yang sudah cukup lama berkembang.
Sebagai satu bidang ilmu pengetahuan, perkembangannya bermula sejak tahun 1776,
yaitu setelah Adam Smith—seorang pemikir dan ahli ekonomi inggris menerbitkan
bukunya yang berjudul “An Inquiry into the Nature and Cause of the Wealth og
Nations.” Beberapa pandangan dalam buku beliau masih tetap mendapat perhatian
dalam pemikiran ahli-ahli ekonomi pada masa kini. Adam Smith dapat dianggap
sebagai “Bapak Ilmu Ekonomi”.
Sebelum era adam smith sebenarnya sudah banyak pemikiran-pemikiran yang
dikemukakan mengenai persoalan-persoalan ekonomi yang dihadapi oleh suatu
negara.Tetapi tulisan-tulisan itu tidak dikemukakan secara sistematik. Topik-topik yang
dibahas masih terbatas dan belum ada anlisis yang menyeluruh tentang berbagai aspek
kegiatan perekonomian dalam suatu masyarakat. Keterbatasan analisis itu menyebabkan
pila pemikiran-pemikiran ekonomi masih belum dapat dipandang sebagai satu cabang
ilmu yang berdiri sendiri.
Dalam dua abad setelah zamannya adam smith dunia telah menjadi sangat
berkembang. Dalam masa hidup Adam Smith, Revolusi Industri baru saja akan
bermula. Ssekarang ini kegiatan industri sudah sangat canggih dan teknologi yang
digunakan sudah sangat berbeda dengan yang terdapat pada zamannya Adam Smith.
Juga organisasi perusahaan sudah jauh lebih kompleks dan sistem kegiatan
memproduksi sudah jauh lebih rumit. Corak kegiatan perekonomian negara secara

1
keseluruhannya juga sudah sangat berbeda. Pertumbuhan dan modernisasi kegiatan
ekonomi di berbagai negara sangat mempengaruhi perkembangan pemikiran-pemikiran
ekonomi sejak penerbitan buku adam smith seperti dinyatakan di atas.
Pada masa ini berbagai analisis dalam ilmu ekonomi telah menjadi lebih
kompleks dan memberi gambaran yang lebih lengkap mengenai kegiatan suatu
perekonomian. Secara garis besarnya , analisis utama dalam ilmu ekonomi dapat
dibedakan kepada dua bentuk teori mikroekonomi dan teori makroekonomi.
Ruang lingkup dan cara analisis teori mikroekomomi dan makroekonomi akan
diterangkan dalam bagian yang terakhir dari bab ini. Terlebih dahulu bab ini akan
menerangkan empat aspek yang erat hubungannya dengan metodologi dalam analisis
ekonomi. Aspek aspek tersebut adalah:
 Masalah pokok ekonomi yang dihadapi setiap masyarakat, yaitu masalah
kelangkaan atau kekurangan. Berdasarkan uraian mengenai masalah ekonomi
pokok tersebut akan dirumuskan definisi ilmu ekonomi.
 Jenis-jenis analisis ekonomi.
 Ciri-ciri utama suatu teori ekonomi dan kegunaan teori ekonomi.
 Bentuk-bentuk analisis yang digunakan ahli-ahli ekonomi dalam menerangkan
teori ekonomi dan menganalisis berbagai peristiwa dalam perekonomian.

MASALAH EKONOMI DAN KEBUTUHAN UNTUK MEMBUAT PILIHAN

Dalam kehidupan sehari-hari setiap individu, perusahaan-perusahaan dan


masyarakat secara keseluruhannya akan selalu menghadapi persoalan-persoalan yang
bersifah ekonom, yaitu persoalan yang menghendaki seseorang atau suatu perusahaan
ataupun suatu masyarakat membuat keputusan tentang cara yang terbaik untuk
melakukan suatu Kegiatan Ekonomi.
Kegiatan Ekonomi adalah kegiatan seseorang atau suatu perusahaan ataupun
suatu masyarakat untukl memproduksi barang dan jasa maupun mengkonsumsi
(menggunkan) barang dan jasa tersebut.

2
MASALAH POKOK PEREKONOMIAN: KEKURANGAN

Masalah Kelangkaan
Kelangkaan atau kekurangan berlaku sebagai akibat dari dari
ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat dengan factor-faktor produksi yang
tersedia dalam masyarakat.
Disatu pihak, dalam sebuah masyarakat selalu terdapat keinginan yang relative
tidak terbatas untuk menikmati berbagai jenis barang dan jasa yang dapat memenuhi
kebutuhan mereka. Sebaliknya di lain pihak, sumber-sumber daya atau factor-faktor
produksi yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang-barang tersebut adalah
relatif terbatas.

Kebutuhan Masyarakat
Kebutuhan msayarakat adalah keinginan masyarakat untuk memperoleh barang dan
jasa. Sebagian barang dan jasa ini diimport dari luar negeri. Tetapi kebanyakan
diproduksikan di dalam negeri. Keinginan untuk memperoleh barang dan jasa dapatr
dibedakan menjadi dua bentuk:
 Keinginan yang disertai oleh kemampuan untuk membeli (permintaan efektif)
 Keinginan yang tidak disertai keinginan untuk membeli

Barang yang dibutuhkan manusia terdiri dari benda yang dapat dilihat dan diraba secara
fisik seperti baju, sepatu,makanan dan minuman. Jasa bukanlah berbentuk benda sebab
ia merupakan layanan seseorang atau suatu barang yang akan memenuhi kebutuhan
masyarakat. Beberapa jenis “jasa” yang dibutuhkan masyarakat antara lain adalah:
kegitan tukang pangkas, pelayan di restoran, kegiatan pengangkutan orang atau pun
siaran radio dan televisi yang memberi hiburan.

Jenis-jenis Barang
Pertama sekali perlu dibedakan antara barang ekonomi dan barang cuma-cuma. Barang
Ekonomi adalah barang yang memerlukan usaha untuk memperolehnya ( contoh:
beras,makanan lain, dan barang-barang produksi industry. Sedangkan barang cuma-

3
cuma seperti udara, oksigen, sinar matahari dan air hujan, adalah barang yang dapat
dinikmati tanpa melakukan kegiatan memproduksi. Barang Ekonomi dapat pula
dibedakan kepada barang konsumsi ( contoh: makanan, pakaian, dan sepeda motor) dan
barang modal ( contoh: mesin, pealatan bengkel dan bangunan perkantoran). Barang
Ekonomi juga dapat dibedakan antara barang akhir ( contoh: roti, kursi, dan mobil) dan
barang setengah jadi (contoh: tepung gandum, karet, dan minyak kelapa sawit.
Teori Ekonomi terdapat dua acara penggolongan lain yaitu:
1. Berdasarkan kepentingan barang tersebut dalam kehidupan manusia. Barang-
barang tersebut dibedakan kepada barang inferior ( contoh: ikan asin dan ubi
kayu), barang esensial ( contoh: beras, gula, dan kopi), barang normal (contoh:
baju dan buku) dan barang mewah ( contoh: mobil dan emas)
2. Berdasarkan cara penguunaan barang tersebut oleh masyarakat. Barang-barang
tersebut dibedakan menjadi barang pribadi ( contoh: makanan, pakaian dan
mobil) dan barang public ( contoh: jalan raya, lampu lalu lintas dan mercu suar)

Faktor-Faktor Produksi
Faktor-faktor produksi adalah benda-benda yang disediakan oleh alam atau diciptakan
oleh manusia yang dapat digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Faktor faktor
produksi yang tersedia dalam perekonomian akan menentukan sampai dimana suatu
negara dapat menghasilkan barang dan jasa. Faktor produksi yang tersedia dalam
perekonomia dibedakan kepada empat jenis, yaitu seperti yang diterangkan di bawah
ini.
1. Tanah dan sumber alam faktor produksi ini disediakan alam. Faktor produksi ini
meliputi tanah, berbagai jenis barang tambang, hasil hutan dan sumber alam
yang dapat dijadikan modal seperti air yang dibendung untuk irigasi atau untuk
pembangkit tenaga listrik.
2. Tenaga kerja faktor produksi ini bukan saja berarti jumlah buruh yang terdapat
dalam perekonomian. Pengertian tenaga kerja meliputi juga keahlian dan
keterampilan yang mereka miliki. Dari segi keahlian dan pendidikannya, tenaga
kerja dibedakan kepada tiga golongan berikut:
Tenaga kerja kasar adalah tenaga kerja yang tidak berpendidikan atau rendah
pendidikannya dan tidak memiliki keahlian dalam suatu bidang pekerjaan.

4
Tenaga kerja terampil adalah tenaga kerja yang memiliki keahlian dari pelatihan
atau pengalaman kerja seperti montir mobil, tukang kayu dan ahli mereparasi TV dan
radio
Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki pendidikan cukup
tinggi dan ahli dalam bidang tertentu seperti dokter, akuntan, ahli ekonomi dan insinyur.

Modal faktor produksi ini merupakan benda yang diciptakan oleh manusia dan
digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang mereka butuhkan.
Beberapa contohnya adalah sistem pengairan, jaringan jalan raya, bangunan pabrik dan
pertokoan, mesin-mesin dan peralatan pabrik dan alat-alat pengangkutan.

Keahlian Keusahawanan Faktor produksi ini berbentuk keahlian dan


kemampuan pengusaha untuk mendirikan dan mengembangkan berbagai kegiatan
usaha. Dalam menjalankan suatu kegiatan ekonomi, para pengusaha akan memerlukan
ketiga faktor produksi yang lain yaitu tanah, modal dan tenaga kerja. Keahlian
keusahawanan meliputi kemahirannya mengorganisasi berbagai sumber atau faktor
produksi tersebut secara efektif dan efisisen sehingga usahanya berhasil dan
berkembang serta dapat menyediakan barang dan jasa untuk masyarakat.

Keterbatasan Kemampuan memproduksi


Kemampuan untuk memproduksi barang dan jasa adalah jauh lebih rendah daripada
jumlah “keinginan” masyarakat tersebut.
MEMBUAT PILIHAN UNTUK MEMAKSIMUMKAN KESEJAHTERAAN
Pada setiap kegiatan mereka harus menentukan pilihan terbaik dari beberapa alternatif
pilihan yang telah dibuat. Dalam setiap kegiatan ekonomi, yaitu dalam kegiatan
memproduksi maupun mengkonsumsi (menggunakan) barang dan jasa, setiap pelaku
kegiatan ekonomi harus membuat pilihan-pilihan. Tujuannya adalah agar sumber daya
yang tersedia akan digunakan secara efisien dan dapat mewujudkan kesejahteraan yang
paling maksimum kepada individu dan masyarakat.
Pilihan dalam Mengkonsumsi
Dari segi penggunaan sumber-sumber daya yang dimiliki dan dari segi mengkonsumsi
barang-barang yang dihasilkan.Setiap individu harus memikirkan cara terbaik dalam

5
menggunakan sumber-sumber daya yang dimilikinya. Usaha ini bertujuan untuk
memaksimumkan pendapatan yang akan dinikmatinya dengan menggunakan sumber-
sumber daya yang dimilikinya tersebut. Seterusnya, dengan pendapatan yang diterima
dari penggunaan sumber-sumber daya yang dimilikinya, setiap individu akan
menentukan jenis-jenis dan jumlah barang yang akan dibelinya. Dengan pendapatan
yang diperolehnya, setiap individu tidak dapat memiliki semua barang yang
diinginkannya. Oleh sebab itu mereka harus menentukan pilihan. Persoalan yang harus
mereka selesaikan adalah: dengan menggunakan pendapatan mereka, barang-barang
apakah yang perlu dibeli dan berapa jumlahnya agar pembelian dan penggunaan barang-
barang tersebut akan memberi kepuasan yang maksimum bagi diri dan keluarganya?
Pilihan dalam Memproduksi
Dalam penjualan barang, para pengusaha akan menentukan tingkat produksi yang
memberi keuntungan paling banyak kepada kegiatannya. Sedangkan dalam penggunaan
faktor-faktor produksi, yang perlu difikirkan adalah menentukan kombinasi faktor
produksi yang akan meminimumkan biaya produksi.
Masalah Membuat Pilihan dalam Kegiatan Pemerintah
Setiap negara mempunyai banyak tujuan dalam mengatur maupun menjalankan
kegiatan ekonomi. Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang cepat dan mantap,
mengatasi masalah pengangguran, menaikkan taraf hidup penduduknya, dan
menyamaratakan pendapatan adalah beberapa tujuan penting dari kegiatan pemerintah.
Sumber-sumber daya yang dapat digunakan pemerintah untuk mencapai tujuan-tujuan
ini secara sekaligus adalah terbatas. Maka, seperti individu dan perusahaan , pemerintah
perlu membuat pilihan-pilihan. Sumber-sumber daya yang tersedia dan dapat
digunakannya harus diatur penggunaannya sehingga dapat secara maksimal mencapai
tujuan-tujuan dari menjalankan kegiatan ekonomi individu-individu dan perusahaan-
perusahaan.

DEFINISI ILMU EKONOMI


Ilmu Ekonomi adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang sangat luas liputannya. Oleh
sebab itu sangatlah sukar untuk membuat definisi yang akan memberikan gambaran
yang tepat mengenai analisis-analisis yang diliputi oleh ilmu ekonomi.

6
Profesor P.A Samuelson, salah seorang ahli ekonomi yang terkemuka di dunia—yang
menerima hadiah Nobel untuk ilmu ekonomi pada tahun 1970—memberikan definisi
ilmu ekonomi secara berikut:
Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai individu-individu dan masyarakat membuat
pilihan, dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan sumber-sumber
daya yang terbatas—tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan
berbagai jenis barang dan jasa dan mendistribusikannya untuk kebutuhan konsumsi,
sekarang dan dimasa dating, kepada berbagai individu dan golongan masyarakat.

JENIS-JENIS ANALISIS EKONOMI


Analisis ekonomi dapat dibedakan kepada tiga golongan yaitu : ekonomi deskriptif,
teori ekonomi dan ekonomi terapan (applied economics).

EKONOMI DESKRIPTIF
Bidang ilmu ekonomi ini adalah analisis ekonomi yang menggambarkan keadaan yang
sebenarnya wujud dalam perekonomian.Analisis mengenai keadaan petani di Jawa
Tengah adalah tergolong sebagai ilmu ekonomi deskriptif. Setiap ilmu pengetahuan
bertujuan untuk menganalisis kenyataan yang wujud di alam semesta dan di dalam
kehidupan manusia.
TEORI EKONOMI
Teori ekonomi adalah pandangan-pandangan yang menggambarkan sifat hubungan
yang wujud,dalam kegiatan ekonomi, dan ramalan tentang peristiwa yang terjadi apabila
suatu keadaan yang mempengaruhinya mengalami perubahan.
EKONOMI TERAPAN
Ekonomi terapan adalah cabang ilmu ekonomi yang menelaah tentang kebijakan yang
perlu dilaksanakan untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi. Salah satu peranan teori
ekonomi yang adalah berfungsi sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan-
kebijakan ekonomi. Dalam perekonomian tujuan-tujuan yang ingin dicapai adalah:
Mencapai pertumbuhan ekonomi yang cepat
Menciptakan kestabilan harga-harga
Mengatasi masalah pengangguran
Mewujudkan distribusi pendapatan yang merata

7
PERNYATAAN POSITIF DAN PERNYATAAN NORMATIF
Pernyataan Positif
Pernyataan positif adalah pernyataan mengenai fakta-fakta yang wujud dalam
masyarakat dan oleh sebab itulah kebenarannya dapat dibuktikaan dengan
memperhatikan kenyataan yang berlaku,” kalua produksi beras turun maka harganya
aakan naik” dan “ kalau beras dijual ke kota maka harganya lebih mahal daripada dijual
di desa” adalah contoh dari pernyataan positif.
Pernyataan Normatif
Pernyataan normatif adalah suatu pandangan subjektif atau suatu value judgement.
Pernyataan itu bukanlah mengemukakan pendapat menganai keadaan yang akan wujud
tetapi menyatakan tentang apa yang sebaiknya harus wujud.
Pernyataan, hipotesis dan pendapat-pendapat dalam ilmu ekonomi ada yang berbentuk
pernyataan positif dan ada pila yang merupakan pernyataan normatif. Pernyataan (i)
“kalau harga naik maka permintaan barang akan berkurang”,(ii)”kalau permintaan
terhadap barang dan jasa dalam masyarakat berkurang maka tingkat kegiatan ekonomi
akan menurun” dan (iii)”kalau tingkat kegiatan ekonomi menurun maka ini akan
mengurangi investasi”.

SIFAT-SIFAT TEORI EKONOMI


Variabel
Variable adalah unsur yang penting dalam setiap teori.Sebagai contoh variable dalam
teori harga, teori ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana harga barang ditentukan.
Dalam teori harga antara lain diterangkan sifat permintaan daripada pembeli ini dikenal
dengan hukum permintaan.
Bunyi hukum permintaan:”Kalau harga suatu barang berubah maka jumlah permintaan
terhadap barang itu juga akan berubah.
Asumsi
Asumsi adalah salah satu syarat peting dalam membuat teori ilmu sosisal. Suatu
peristiwa dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, dan menerangkan bagaimana faktor
tersebut akan mempengaruhi peristiwa itu menjadi sangat rumit.Maka gambaran yang

8
sederhana mengenai bagaimana hubungan diantara peristiwa dengan faktor-faktor yang
mempengaruhinya harus dibuat.
Hipotesis
Hipotesis adalah suatu pernyataan mengenai bagaimana variable-variabel yang
dibicarakan berkaitan satu sama lain.sifat hubungan dibedakan menjadi dua:
Hubungan langsung yaitu keadaan dimana perubahan nilai-nilai variabel yang
dibicarakan bergerak ke aarah yang bersamaan. Kalau pendapatan masyarakat
bertambah, maka konsumsi mereka akan bertambah, merupakan suatu contoh hubungan
langsung
Hubungan terbalik yaitu apabila nilai-nilai variabel yang dibicarakan berubah
kea rah yang bertentangan. Contohnya: kenaikan harga yang menyebabkan permintaan
menurun.

Alat-Alat Analis Ekonimi


Ilmu ekomomi memerlukan beberapa alat analisis untuk menerangkan teori-
teorinya dan untuk menguji kebenaran teori-teori tersebut. Grafik dan kurva adalah alat
analisis yang utama dalam teori ekonomi.
Sifat-Sifat Grafik
Suatu grafik mempunyai dua sumbu: sumbu datar dan sumbu tegak. Sumbu datar adalah
yang letaknya horizontal, sedangkan sumbu tegak adalah sumbu yang tegak lurus pada
sumbu horizontal. Pertemuan di antara kedua sumbu tersebut dinamakan “origin” atau
“titik asal” dan nilainya adalah 0.
Tiap sumbu menjelaskan nilai suatu variabel. Pada titik 0 nilai variabel adalah 0, dan
makin jauh dari titik 0 nilai variabel menjadi bertambah tinggi. Dengan demikian pada
sumbu tegak, makin keatas kedudukannya, nilai yang ditunjukkan adalah makin besar.
Pada sumbu datar, makin ke kanan kedudukannya, nilainya semakin tinggi. Sifat
hubungan yang ciri-cirinya adalah seperti yang diterangkan diatas, ditunjukkan pada
Gambar 1.1. Dalam gambar itu ditunjukkan ttik P. Titik itu menggambarkan bahwa
pada waktu nilai variabel yang diterangkan oleh sumbu tegak (variabel II) adalah Y,
nilai variabel yang diterangkan oleh sumbu datar ( variabel I) adalah X.

9
Hubungan Antara Variabel
Bagaimana grafik tersebut membantu menerangkan teori-teori ekonomi? Untuk
menjawab pertanyaan ini suatu gambaran hipotesis mengenai sifat hubungan antara dua
variabel perlu ditunjukkan. Terdahulu telah diterangkan mengenai hukum permintaan,
yaitu apabila harga mengalami perubahan maka jumlah barang yang diminta juga akan
mengalami perubahan.
Dalam table 1.1. ditunjukkan gambaran yang lebih spesifik mengenai bagaimana harga
berkaitan dengan besarnya permintaan. Contoh yang digambarkan adalah mengenai
jumlah permintaan sejenis baju pada berbagai tingkat harganya.

Keadaan yang ditunjukkan oleh (A) menggambarkan bahwa apabila harga baju Rp 50
ribu jumlah yang akan dibeli adalah 300 helai. Sedangkan keadaan yang ditunjukkan
oleh (B) menunjukkan kalau harga baju turun menjadi Rp 40 ribu, jumlah yang akan
diminta menjadi semakin bertambah besar lagi. Ini dapat dilihat dari keadaan yang
ditunjukkan oleh (C),(D) dan (E) dalam tabel 1.1.

Peranan Ilmu statistik Dalam Analisis Ekonomi


Ilmu statistic adalah ilmu yang memegang peranan sangat penting dalam
mengumpulkan data mengenai berbagai aspek kegiatan perekonomian.
Dalam hubungannya dengan ilmu ekonomi, ilmu statistik memegang dua peranan
penting berikut:
Menyediakan berbagai jenis angka indeks untuk menunjukan kecenderungan
perkembangan variabel-variabel tertentu dari waktu ke waktu.
Menguji atau menyelidiki kebenaran pandangan dalam teori-teori ekonomi.

Angka Indeks
Angka indeks adalah angka yang menunjukkan perubahan rata-rata sekumpulan data
tertentu dari waktu ke waktu. Dua angka indeks yang terpenting mengenal perubahan
keadaan kegiatan ekonomi adalah indeks harga dan indeks produksi

10
Indeks harga menunjukkan besarnya perubahan rata-rata harga sekumpulan
barang dari suatu waktu ke waktu lainnya.
Indeks produksi menunjukkan perubahan tingkat produksi, juga menghadapi
masalah yang sama seperti menunjukkan perubahan tingkat harga.

Menguji Kebenaran Teori-Teori ekonomi:


Ilmu statistik dalam analisis ekonomi adalah untuk menguji kebenaran dari teori-teori
ekonomi. Seterusnya, apabila teori ini benar, maka ilmu statistic dapat pula digunakan
untuk menyatakan lebih denga lebih spesifik (secara angka-angka) sifat hubungan
antara veriabel-variabel dalam teori tersebut.
Peranan Ahli Ekonomi Dalam Kebijakan Ekonomi
Tugas dari ahli-ahli ekonomi adalah memikirkan cara-cara dengan menggunakan teori-
teori ekonomi sebagai landasannya untuk menghindari pertentangan yang mungkin
timbul dalam mencapai berbagai tujuan tersebut secara serentak.
Didalam memikirkan cara-cara mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi dan
mewujudkan tujuan-tujuan ekonomi yang ditentukan, analisis yang dibuat haruslah
meliputi persoalan-persoalan berikut:
Tujuan-tujuan dari kebijakan yang dijalankan
Cara-cara yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut
Jenis pengorbanan yang harus dibuat untuk mencapai tujuan tersebut
Akibat buruk yang mungkin berlaku apabila suatu Langkah atau kebijakan
ekonomi dilaksanakan
Menjajaki Langkah alternatif lain yang lebih baik untuk mencapai tujuan-tujuan
yang ingin dicapai.

MIKROEKONOMI DAN MAKROEKONOMI


TEORI MIKROEKONOMI
Mikroekonomi adalah salah satu bidang studi dalam ilmu ekonomi yang melihat dan
menganalisis tentang kegiatan ekonomi yang berlaku dengan cara melihat bagian-
bagian kecil dari keseluruhan kegiatan dalam perekonomian.
Teori mikroekonomi menganalisis hal-hal berikut:

11
Interaksi penjual dan pembeli dipasar barang
Tingkah lau pembeli dan penjual dalam melakukan kegiatan ekonomi
Interaksi penjual dan pembeli dipasaran faktor.

TEORI MAKROEKONOMI
Makroekonomi adalah salah satu bidang studi dalam ilmu ekonomi yang melihat dan
menganalisis tentang kegiatan ekonomi yang berlaku dalam negara melalui analisis
yang bersifat menyeluruh (agrerat)
Teori makroekonomi menganalisis hal-hal berikut:
Penentuan kegiatan perekonomian dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
Masalah inflasi dan pengangguran dan faktor yang menyebabkannya
Bentuk-bentuk kebijakan pemerintah dalam menghadapi masalah-masalah
ekonomi yang timbul

BAB 2
POLA KEGIATAN PEREKONOMIAN

HAL-HAL YANG DITERANGKAN


Uang, perdagangan dan spesialisasi
Pelaku-pelaku kegiatan ekonomi
Sirkulasi aliran pendapatan dalam ekonomi pasar
Mekanisme pasar sebagai pengantar kegiatan ekonomi
Kegagalan pasar dan campur tangan pemerintah

Secara garis besar, Sistem Ekonomidibedakan menjadi tiga bentuk:


Ekonomi pasar adalah perekonomian yang kegiatannya dikendalikan
sepenuhnya oleh interaksi antara pembeli dan penjual di pasar.

12
Ekonomi campuran adalah system ekonomi pasar yang disertai campur tangan
pemerintah.
Ekonomi perencanaan pusat adalah system ekonomi yang kegiatannya diatur
bsepenuhnya oleh pemerintah.

Produksi Dan Perdagangan Dalam Perekonomian Subsisten


Produksi untuk memenuhin kebutuhan sendiri, maksudnya tingkat produktivitas
kegiatannya relative rendah dan tingkat produksinya hanya cukup untuk kehidupan
yang sederhana.
Perdagangan barter, yaitu perdagangan secara pertukaran barang dengan barang.
Pola perdagangan perekonomian subsisten, pada masa ini tidak melakukan
barter lagi, tetapi menggunakan alat perantara dalam tukar menukar,yaitu uang.

Pola Kegiatan Ekonomi Dalam Perekonomian Uang


Uang akan diperhatikan dalam dua aspek: yaitu, ciri-ciri perekonomian uang, dan
peranan spesialisasi dalamn mengem,bangkan perdagangan.
Ciri-ciri perekonomian uang, Suatu perekonomian yang menggunakan uang
disebut sebagai perekonomian uang.
Spesialisasi dan perdagangan, Maksudnya adalah dengan melakukan spesialisasi
dalam memproduksi barang-barang sehingga dapat dihasilkan dengan cara yang paling
efisien. Wujudnya uang sebagai alat untuk tukar menukar dan perdagangan yang lancar
akan memberikan perangsang kepada masyarakat untuk meningkatkan spesialisasi
sesuai keahlian.
Spesialisasi dan Perdagangan

Kebaikan-Kebaikan Spesialisasi
Mempertinggi efisiensi penggunaan factor produksi.
Mempertinggi efisiensi memproduksi.
Mendorong perkembangan teknologi.

Pelaku-Pelaku Kegiatan Ekonomi

13
Rumah tangga,pemilik berbagai factor produksi.
Rumah tangga adalah pemilik berbagai faktor produksi yang tersedia dalam
perekonomian. Sektor ini menyediakan tenaga kerja dan tenaga usahawan. Selain itu
sektor ini memiliki faktor-faktor produksi yang lain, yaitu barang-barang modal,
kekayaan alam, dan harta tetap seperti tanag dan bangunan.
Perusahaan
Perusahaan-perusahaan adalah organisasi yang dikembangkan oleh seseorang atau
sekumpulan orang dengan tujuan untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa
yang dibutuhkan masyarakat. Seorang atau sekumpulan orang tersebut dikenal sebagai
pengusaha.

Pemerintah
Pemerintah adalah badan-badan pemerintah yang bertugas untuk mengatur kegiatan
ekonomi. Badan-badan seperti itu termasuklah berbagai departemen pemerintah, badan
yang mengatur penanaman modal, bank sentral,parlemen, pemerintah daerah angkatan
bersenjata, dan sebagainya. Badan-badan tersebut akan mengawasi kegiatan rumah
tangga dan perusahaan supaya mereka melakukan kegiatan dengan cara yang wajar dan
tidak merugikan masyarakat secara keseluruhan
Disamping mengatur dan mengawasi kegiatan-kegiatan ekonomi rumah tangga dan
perushaaan, pemerintah juga melakukan sendiri beberapa kegiatan ekonomi. Salah satu
kegiatan yang demikian adalah kegiatan mengembangkan prasaranaekonomi seperti
jalan-jalan, jembatan, Pelabuhan dan lapangan terbang. Kegiatan-kegiatan lain yang
biasanya dilakukan pemerintah adalah mengembangkan prasarana sosial seperti institusi
Pendidikan, badan-badan penyelidikan, menjaga ketertiban dan keamanan negara, dan
menyediakan jasa-jasa yang penting peranannya dalam perekonomian ( jasa nagkutan
kereta api dan udara, menyediakan jasa pos, telepon dan telegram dan sebagainya.

Sektor ekonomi dapat dibedakan menjadi dua:

Sektor pemerintah berarti hasil-hasil kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh


badan-badan pemerintah

14
Sektor swasta berarti hasil-hasil kegiatan ekonomi yang dilakukan perushaan-
perusahaan yang dimiliki masyarakat.
Untuk membiayai pengeluarannya, pemerintah mengenakan berbagai jenis pajak kepada
rumah tangga dan perushaan. Secara garis besarnya, pajak yang dipungut pemerintah
dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu :
Pajak langsung adalah pajak yang secara langsung dipungut atau dibebankan
kepada orang-orang atau badan-badan yang memperoleh pendapatan atau keuntungan
dalam kegiatan ekonomi. Jenis pajak yang tergolong pajak langsung adalah pajak
pendapatan perseorangan dan pajak perusahaan.
Pajak tak langsung adalah pajak yang dikenakan tanpa dikaitkan kepada
individua tau perusahaan tertentu. Yang termasuk dalam golongan pajak tak langsung
ini adalah pajak penjualan dan pajak impor atau ekspor.

Disamping dari pajak pemerintah mendapatkan pula pendapatan dari:


Pembayaran royalti yang dipungut dari perushaan-perusahaan yang
mengeksploetasi kekayaan alam ( seperti minyak dan hasil hutan)
Keuntungan perusahan-perusahaan yang dimilikinya.

Jenis-Jenis Aliran Wujud, dalam penawaran dan penggunaan factor-faktor produksi


mewujudkan dua aliran,yaitu Aliran Barang dan Aliran Uang.

Pasar Barang Dan Pasar Faktor


Pasar barang adalah tempat dimana para pembeli dan para penjual dari suatu
barang dan jasa melakukan interaksi untuk menentukan jumlah harga barang atau jasa
yang diperjualbelikan
Pasar faktor adalah tempat dimana pengusaha mengadakan interaksi
denganpemilik-pemilik faktor produksi untuk menentukan harga dan jumlah faktor
produksi dalam menghasilkan barang dan jasa yang diminta masyarakat.

Mekanisme Pasar
Mekanisme pasar adalah system yang cukup efisien di dalam mengalokasikan faktor
produksi dan mengembangkan perekonomian.

15
Kebaikan Mekanisme Pasar
pasar dapat memberikan informasi yang lebih tepat
memberikan perangsang untuk mengembangkan kegiatan usaha,
memberi perangsang untuk memperoleh keahlian modern,
menggalakkan penggunaan barang dan faktor produksi secara efisien,
memberikan kebebasan yang tinggi kepada masyarakat untuk melakukan
kegiatan ekonomi.

Kelemahan Mekanisme Pasar


kebebasan yang tidak terbatas menindas golongan tertentu,
kegiatan ekonomi sangat tidak stabil keadaanya,
system pasar dapat menimbulkan monopoli,
mekanisme pasar tidak dapat menyediakan beberapa jenis barang secara
efisien.dan kegiatan konsumen

Kegagalan Pasar adalah ketidakmampuan dari suatu perekonomian pasar untuk


berfungsi secara efisien dan menimbulkan keteguhan dalam kegiatan dan pertumbuhan
ekonomi.

Tujuan Campur Tangan Pemerintah


menjamin agar kesamaan hak untuk setiap individu tetap wujud dan penindasan
dapat dihindarkan
menjaga agar perekonomian tumbuh dan mengalami perkembangan yang teratur
dan stabil
mengawasi kegiatan-kegiatan perusahaan
menyediakan “barang bersama” yaitu, seperti jalan raya polisi dan tentara untuk
mensejahterakan social masyarakat.
Mengawasi agar “eksternalitas” yang merugikan masyarakat dihindari atau
dikurangi masalahnya.

Bentuk-Bentuk Campur Tangan Pemerintah

16
Membuat peraturan,
Tujuan pokok dari peraturan-peraturan pemerintah adalah agar kegiatan-kegiatan
ekonomi dijalankan secara wajar dan tidak merugikan khalayak ramai. Sebagai contoh,
peraturan mengenai syarat-syarat kerja kepada para pekerja di sektor industri adalah
dibuat untuk menjamin agar para pekerja diberi gaji, upah dan tunjangan lain yang
wajar serta tidak ditindas majikan.

Menjalankan kebijakan fiskal dan moneter


Kebijakan fiskal adalah strategi dan langkah-langkah pemerintah dalam pengeluarannya
dan dalam sistem dan cara-cara mengumpulkan pajak. Sedangkan kebijakan moneter
adalah Langkah-langkah pemerintah untuk mempengaruhi situasi keuangan dalam
perekonomian yaitu mempengaruhi suku bunga, operasi bank-bank dan mengatur
jumlah uang yang beredar dalam masyarakat.

Secara langsung melakukan kegiatan ekonomi.


Kegiatan-kegiatan yang bisa dilaksanakan oleh pemerintah dengan tujuan mengurangi
keuntungan perorangan dan memaksimumkan keuntungan sosial adalah (i) kegiatan
pengangkutan kereat api, (ii) perusahaan jasa untuk menyediakan air bersih, listrik dan
telepon, dan (iii) perusahaan jasa pos.

BAB 3
Masalah Ekonomi dan Sistem Pengaturan Perekonomian
HAL-HAL YANG DITERANGKAN
Tiga masalah pokok perekonomian.
Membentuk kurva batas kemungkinan produksi.
Kurva kemungkinan produksi dan masalah perekonomian.
Sistem-sistem perekonomian.
Penyelesaian masalah ekonomi dalam berbagai sistem ekonomi.

17
Masalah ekonomi timbul sebagai akibat dari ketidakseimbangan di antara keinginan
manusia untuk mendapat barang dan jasa dengan kemampuan faktor-faktor produksi
mennghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi keinginan tersebut. Setiap masyarakat
menghadapi dan mengatasi masalah-masalah ekonomi tersebut dengan cara yang
berbeda
BEBERAPA MASALAH POKOK DALAM PEREKONOMIAN
Kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat modern adalah sangat kompleks. Kegiatan
tersebut meliputi berbagai jenis kegiatan produksi, konsumsi dan perdagangan. Oleh
karena corak kegiatan yang sangat kompleks tersebut maka banyak orang mungkin
berpendapat bahwa membuat gambaran mengenai berbagai masalah ekonomi yang
dihadapi masyarakat adalah tidak mungkin dilakukan.
MENENTUKAN BARANG DAN JASA YANG HARUS DIPRODUKSI
Persoalan ini maha penting karena ia merupakan faktor yang terutama yang akan
menentukan corak penggunaan faktor-faktor produksi. Barang dan jasa yang dihasilkan
dalam suatu perekonomian sangat banyak jenisnya, yaitu dari barang yang sangat
sederhana (misalnya beras dan tape) kepada barang yang sangat kompleks (misalnya
kapal terbang).
Masalah yang pertama ini adalah akibat langsung daripada ketidakmampuan
sumber-sumber daya yang tersedia untuk memproduksi semua barang yang dibutuhkan
masyarakat. Masyarakat haruslah menentukan keinginan mana yang harus dipenuhi dan
keinginan mana yang harus dikorbankan atau ditunda untuk memenuhinya. Pilihan-
pilihan tersebut akan menentukan penggunaan faktor-faktor produksi.
MENENTUKAN CARA BARANG DIPRODUKSI
Dalam sector pertanian, sejumlah produksi tertentu dapat dihasilkan tertentu dapat
dihasilkan dengan menggunakan tanah yang luas. Dalam menghadapi pilihan yang
demikian, yaitu apakah menggunakan lebih banyak tanah atau menggunakan lebih
banyak modal dan teknologi modern.
MASALAH EKONOMI DAN SISTEM PENGATURAN PEREKONOMIAN
Dalam memikirkan masalah efisiensi kegiatan memproduksi, yang harus dipikirkan
tidaklah terbatas hanya kepada masalah efisiensi dari segi teknik. Penggunaan teknik
yang paling up to date belum tentu menghasilkan keuntungan lebih besar. Faktor lain

18
yang perlu diperhatikan adalah besarnya jumlah permintaan. Apabila permintaan sangat
besar maka penggunaan teknik yang sangat modern akan menaikkan efisiensi.
MENENTUKAN UNTUK SIAPA BARANG-BARANG DIPRODUKSI
Sekiranya pendapatan individu-individu didasarkan kepada pembayaran untuk faktor-
faktor produksi yang mereka miliki dan mereka tawarkan, maka masalah
ketidakseimbangan dalam distribusi pendapatan akan timbul.
Batas kemungkinan produksi dalam angka
Dua langkah perlu di buat untuk menentukan batas kemungkinan dan kurva
kemungkinan produksi.
Beberapa Pemisalan yang Digunakan
Dalam menerangkan batas kemungkinan produksi dan kurva kemungkinan produksi
perlu digunakan beberapa pemisalan penyederhanaan berikut:
Semua faktor produksi sepenuhnya digunakan. Maksudnya adalah bahwa (i)
semua tenaga kerja yang tersedia dipekerjakan dan (ii) kapasitas alat-alat produksi
sepenuhnya digunakan. Sebagai akibat dari pemisalan ini tingkat produksi mencapai
jumlah (nilai) yang paling maksimum.
Jumblah faktor faktor produksi tidak dapat di tambah. Tetapi gabungan
penggunaan mereka boleh diubah-ubah sehingga dapat menghasilkan barang-barang
yang sesuai dengan keinginan masyarakat.
Tingkat teknologi tidak mengalami perubahan. Sebagai akibat dari pemisalan ini
produktivitas berbagai faktor produksi adalah tetap.
Dalam perekonomian hanya dapat dihasilkan dua jenis barang. Dalam contoh
dimisalkan barang itu adalah barang industri dan barang pertanian.
Biaya kesempatan semakin meningkat. Yang diartikan dengan biaya kesempatan
adalah besarnya pengurangan produksi suatu barang yang harus dilakukan untuk
menambah produksi barang lain. Konsep ini akan diterangkan lenih lanjut dalam bagian
lain dari bab ini.
Pertumbuhan Ekonomi
Pertambahan dalam faktor-faktor produksi
Kemajuan Teknologi
Kurva memungkinkan produksi dan masalah ekonomi
Memilih barang yang harus diproduksi

19
Masalah pengangguran
Masalah pertumbuhan ekonomi
Memilih Jenis Barang yang Harus Diproduksi
Faktor-faktor produksi sepenuhnya digunakan
Faktor-faktor produksi tetap jumlahnya
Teknologi tidak mengalami perubahan
Hanya dua macam barang produksi
Biaya kesempatan semakin meningkat.
Sistem-Sistem Perekonomian
Sistem Pasar Bebas atau Laissez-Faire
Laissez-Faire berasal dan bahasa prancis dan ia pada hakikatnya berarti “biarlah
mereka melakukan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan mereka.
Sistem Ekonomi Campuran
Sistem Ekonomi Campuran adalah sistem eknomi yang dikendalikan dan diawasi oleh
pemerintahan tetapi masyarakat masih mempunyai kebebasan yang cukup luas untuk
menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan.
Peranan Campur Tangan Pemerintah
Campur tangan pemerintahan dalam perekonomian dapat dibedakan dalam tiga bentuk:
Berupa peraturan-peraturan yang bertujuan untuk mengaturkan dan mengawasi
kegiatan ekonomi agar mereka dijalankan dalam norma-norma yang wajar.
Berupa secara langsung melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi.
Melaksanakan kebijakan fiksal(kebijakan mengubah pajak dan pengeluaran
pemerintah) dan kebijakan monoter(mengatur dan mengawasi kegiatan sector
keuangan).
BAB 4
Permintaan, Penawaran, dan Keseimbangan Pasar
Teori permintaan menerangkan tentang sifat permintaan para pembeli terhadap suatu
barang. Sedangkan teori penawaran menerangkan sifat para penjual dalam menawarkan
suatu barang yang akan dijualnya.

TEORI PERMINTAAN DAN KURVA PERMINTAAN

20
Teori permintaan menerangkan tentang ciri hubungan antara jumlah permintaan dan
harga. Berdasarkan ciri hubungan antara permintaan dan harga dapat dibuat grafik kurva
permintaan. Analisis dalam bagian ini akan menerangkan ciri perhubungan antara
permintaa dan harga dan pembentukan kurva permintaan.
BEBERAPA PENENTU PERMINTAAN
Harga barang itu sendiri.
Harga barang lain yang berkaitan erat dengan barang tersebut.
Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat.
Corak distribusi pendapatan dalam masyarakat.
Cita rasa masyarakat.
Jumlah penduduk.
Ramalan mengenai keadaan di masa yang akan dating.
Dalam analisis ekonomi dianggap bahwa permintaan suatu barang terutama dipengaruhi
oleh tingkat harganya. Oleh sebab itu, dalam teori permintaan yang terutama dianalisis
adalah hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dengan harga barang tersebut.
Dalam analisis tersebut diasumsikan bahwa “factor-faktor lain tidak mengalami
perubahan” atau cateris paribus. Setelah menganalisis hubungan antara jumlah
permintaan dan tingkat harga maka kita selanjutnya boleh mengasumsikan bahwa harga
adalah tetap dan kemudian menganalisis bagaimana permintaan suatu barang
dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya. Permintaan terhadap suatu barang akan
berubah apabila-sebagai contoh, cita rasa atau pendapatan atau harga barang-barang lain
mengalami perubahan pula.

HARGA DAN PERMINTAAN


Hukum Permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang
menyatakan: makin rendah harga suatu barang maka makin banyak permintaan terhadap
barang tersebut. Sebaliknya, makin tinggi harga suatu barang maka makin sedikit
permintaan terhadap barang tersebut. Kenaikan harga barang menyebabkan para
pembeli mencari barang lain yang dapat digunakan sebagai pengganti barang yang
mengalami kenaikan harga. Sebaliknya, apabila harga turun maka orang akan
mengurangi pembelian terhadap barang lain yang sama jenisnya dan menambah

21
pembelian terhadap barang yang mengalami penurunan harga. Kenaikan harga
menyebabkan pendapatan riil para pembeli berkurang.
Daftar Permintaan
Daftar permintaan ialah suatu tabel yang memberi gambaran dalam angka-angka
tentang hubungan antara harga dengan jumlah barang yang diminta masyarakat. Satu
contoh dari daftar permintaan ditunjukkan dalam table 4.1 (buku cetak hal 77).
Kurva Permintaan
Berdasarkan angka-angka dalam table 4.1, dapat dilihat kurva permintaan
terhadap buku tulis. Kurva Permintaan adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat
hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang
diminta para pembeli. Dalam menganalisis perlu disadari perbedaan antara dua istilah
berikut: permintaan dan jumlah barang yang diminta. Apabila ahli ekonomi
mengatakan “permintaan” maka yang mereka maksud adalah keseluruhan dari pada
kurva permintaan. Jadi permintaan menggambarkan keadaan keseluruhan dari hubungan
antara harga dan jumlah permintaan. Sedangkan “jumlah barang yang diminta”
dimaksudkan sebagai banyaknya permintaan pada suatu harga tingkat tertentu.
Kurva permintaan berbagai jenis barang umumnya menurun dari kiri atas atau
kanan bawah. Hal itu disebabkan oleh sifat hubungan antara harga dan jumlah barang
yang diminta, yang mempunyai sifat hubungan yang terbalik. Kalau salah satu variabel
naik (misalnya harga) maka variabel lainnya akan turun (misalnya jumlah yang
diminta).
PERMINTAAN PERSEORANGAN DAN PERMINTAAN PASAR
Permintaan terhadap suatu barang dapat dilihat dari dua sudut, yaitu permintaan yang
dilakukan oleh seseorang dan permintaan yang dilakukan oleh semua orang dalam
pasar. Oleh karena itu, dalam analisis perlu dibedakan antara kurva permintaan
perseorangan dan kurva permintaan pasar. Kurva permintaan pasar diperoleh dengan
menjumlahkan permintaan individu-individu dalam pasar. Contoh: table 4.2 (buku cetak
hal 78).

EFEK FAKTOR BUKAN-HARGA TERHADAP PERMINTAAN


Faktor penting lainnya yang dapat mempengaruhi permintaan:
HARGA BARANG-BARANG LAIN

22
Hubungan antara suatu barang dengan berbagai jenis-jenis barang lainnya dapat
dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu: (i) barang lain itu merupakan pengganti, (ii)
barang lain itu merupakan pelengkap, dan (iii) kedua barang tidak mempunyai kaitan
sama sekali (barang netral).

Barang Pengganti
Suatu barang dinamakan barang pengganti apabila ia dapat menggantikan fungsi
barang lain. Contoh, kopi dan teh adalah barang yang dapat saling menggantikan
fungsinya. Harga barang pengganti dapat mempengaruhi permintaan barang yang dapat
digantikannya. Jika harga barang pengganti bertambah murah maka permintaan barang
yang digantikan akan mengalami penurunan. Misalkan harga kopi turun maka
permintaan terhadap the akan berkurang, begitupun sebaliknya.
Barang pelengkap
Apabila suatu barang selalu digunakan bersama dengan barang lainnya, maka
barang tersebut dinamakan barang pelengkap. Contoh, gula adalah barang pelengkap
kopi dan teh. Kenaikan atau penurunan terhadap barang pelengkap selalu sejalan dengan
perubahan permintaan barang yang dilengkapinya.
Barang Netral
Apabila dua macam barang tidak mempunyai hubungan yang rapat maka
perubahan terhadap permintaan salah satu barang tersebut tidak akan mempengaruhi
permintaan harga barang lainnya. Itulah yang dinamakan barang netral.
PENDAPATAN PARA PEMBELI
Perubahan terhadap pendapatan selalu menimbulkan perubahan terhadap permintaan
berbagai jenis barang. Berdasarkan perubahan permintaan barang dapat dibedakan
menjadi empat golongan, yaitu: barang inferior, barang esensial, barang normal dan
barang mewah.
Barang Inferior
Barang inferior adalah barang yang banyak diminta oleh orang-orang yang
berpendapatan rendah. Kalau pendapatan bertambah tinggi maka permintaan terhadap
barang-barang yang tergolong barang inferior akan berkurang. Contoh, ubi kayu. Pada
pendapatan rendah orang-orang mengkonsumsi ubi kayu sebagai pengganti beras atau
makanan ringan.

23
Barang Esensial
Barang esensial adalah barang yang sangat penting artinya dalam kehidupan
masyarakat sehari-hari. Biasanya terdiri dari kebutuhan pokok (beras,gula,kopi) dan
pakaian yang utama.
Barang Normal
Barang normal adalah apabila ia mengalami kenaikan dalam permintaan sebagai
akibat dari kenaikan pendapatan. Contoh, pakaian, sepatu, peralatan rumah tangga dan
makanan. Ada dua faktor yang menyebabkan barang-barang seperti itu akan mengalami
kenaikan jika pendapatan pembeli bertambah, yaitu (i) pertambahan pendapatan
menambah kemampuan untuk membeli banyak barang, dan (ii) pertambahan
pendapatan memungkinkan para pembeli menukar konsumsi mereka dari barang yang
kurang baik mutunya ke barang yang lebih baik.
Barang Mewah
Jenis-jenis barang yang dibeli orang apabila pendapatan mereka sudah relative
tinggi. Contoh, emas, intan, mobil dan barang mewah lainnya.
BEBERAPA FAKTOR LAIN
Beberapa faktor lain yang cukup penting peranannya dalam mempengaruhi permintaan
terhadap suatu barang adalah:
Distribusi pendapatan,
Cita rasa,
Jumlah penduduk, dan
Ekpetasi mengenai keadaan masa depan.
“GERAKAN SEPANJANG” DAN PERUBAHAN KURVA PERMINTAAN
GERAKAN SEPANJANG KURVA PERMINTAAN
Perubahan sepanjang kurva permintaan berlaku apabila harga barang yang
diminta menjadi makin tinggi atau makin menurun. Perhatikan gambar 4.3 (buku cetak
hal 8buku cetak hal 83) dapat dilihat bahwa perubahan harga tersebut menyebabkan
keadaan permintaan berubah, yaitu dari yang ditujukkan oleh titik R kepada titik S.
PERGESERAN KURVA PERMINTAAN
Kurva permintaan akan bergerak ke kanan dank e kiri, yaitu seperti pada gambar
4.4, apabila terdapat perubahan permintaan yang ditimbulkan oleh faktor bukan-harga.
Jika harga barang lain, pendapatan para pembeli dan berbagai faktor bukan –harga

24
lainnya mengalami perubahan, maka perubahan ini akan menyebabkan kurva
permintaan pindah ke kanan atau kiri. Contoh ini menunjukkan bahwa, apabila kurva
permintaan bergerak ke sebalah kanan, maka perpindahan itu menunjukkan
pertambahan dalam permintaan. Sebaliknya jika pergeseran kurva permintaan ke
sebelah kiri berarti bahwa permintaan telah berkurang.
TEORI PENAWARAN DAN KURVA PENAWARAN
Pada tingkat ini analisis hanya dibatasi oleh dua hal :
Sifat hubungan antara harga dan penawaran.
Faktor-faktor penting yang mempengaruhi penawaran.

PENENTU-PENENTU PENAWARAN
Keinginan para penjual dalam menawarkan barangnya pada berbagai tingkat harga
ditentukan oleh beberapa faktor:
Harga barang itu sendiri.
Harga barang-barang lain.
Biaya produksi.
Tujuan-tujuan operasi perusahaan tersebut.
Tingkat teknologi yang digunakan.
CIRI HUBUNGAN ANTARA HARGA DAN PENAWARAN
Harga suatu barang selalu dipandang sebagai faktor yang sangat penting dalam
menentukan penawaran barang tersebut. Oleh sebab itu, teori penawaran terutama
menumpukkan perhatiannya kepada hubungan antara tingkat harga dengan jumlah
barang yang ditawarkan.
Hukum Penawaran
Hukum penawaran adalah suatu pernyataan yang menjelaskan tentang sifat hubungan
antara harga suatu barang dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan para penjual.
Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa makin tinggi harga suatu barang,
semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya,
makin rendah harga suatu barang semakin sedikit jumlah barang yang ditawarkan.
Daftar Penawaran

25
Daftar penawaran adalah gambaran yang menunjukkan jumlah penawaran pada
berbagai tingkat harga. Contoh ada dalam tabel 4.3 (halaman 86).
Kurva penawaran
kurva penawaran adalah suatu kurva yang menunjukkan hubungan di antara harga
sesuatu barang tertentu dengan jumlah barang yang ditawarkan. Contoh tabel 4.3.
seperti ketika menganalisis kurva penawaran perlu dibedakan antara dua pengertian:
“Penawaran” dan “jumlah barang yang ditawarkan”. Dalam analisis ekonomi,
penawaran berarti keseluruhan kurva penawaran. Sedangkan jumlah barang yang
ditawarkan adalah jumlah barang yang ditawarkan pada suatu tingkat harga tertentu.
Pada umumnya kurva penawaran menaik dari kiri bawah ke kanan atas. Berarti arah
pergerakan berlawanan dengan kurva permintaan. Bentuk kurva penawaran bersifat
seperti itu karena terdapat hubungan yang positif antara harga dan jumlah barang yang
ditawarkan, yaitu makin tinggi harga makin banyak jumlah yang ditawarkan.

PENGARUH FAKTOR BUKAN-HARGA TERHADAP PENAWARAN


Peranan faktor-faktor lain dalam mempengaruhi jumlah barang yang ditawarkan:
Harga Barang Lain
Telah diterangkan –dalam membahas teori permintaan-bahwa barang-barang ada yang
saling bersaingan (barang-barang pengganti) satu sama lain dalam memenuhi kebutuhan
masyarakat. Barang-barang seperti itu dapat menimbulkan pengaruh yang penting
terhadap suatu barang.
Biaya Untuk Memperoleh Faktor Produksi
Tanpa adanya kenaikna produksi dan efisiensi, kenaikan harga-harga faktor produksi
akan mwnaikkan biaya produksi. Di beberapa perusahaan kenaikan pengeluaran untuk
memperoleh faktor-faktor produksi akan menyebabkan biaya produksi melebihi
penjualannya dan mereka mengalami kerugian. Di perusahaan lainnya, kenaikan harga
faktor-faktor produksi mengurangi keuntungan mereka.
Tujuan Perusahaan
Dalam teori ekonomi selalu dimisalkan perusahaan berusaha memaksimumkan
keuntungannya. Dengan pemisalan ini tiap perusahaan tidak berusaha untuk

26
menggunakan kapasitas produksinya secara maksimal, tetapi akan menggunakannya
pada tingkat kapasitas yang memaksimumkan keuntungannya.
Tingkat Teknologi
Kenaikan ekonomi dan perkembangan teknologi yang pesat diberbagai Negara terutama
disebabkan pleh penggunaan teknologi yang semakin modern. Kemajuan teknologi
telah dapat mengurangi biaya produksi, mempertinggi produktivitas, mempertinggi
mutu barang dan menciptakan barang-barang yang baru. Dalam hubungannya dengan
penawaran suatu barang, kemajuan teknologi menumbulkan dua efek berikut: (i)
produksi dapat ditabah dengan lebih cepat, (ii) biaya produksi semakin murah.
Berdasarkan kepada dua akibat ini dapat disimpulkan bahwa kemajuan teknologi
cenderung untuk menimbulkan kenaikan penawaran.
GERAKAN SEPANJANG KURVA PENAWARAN DAN PERGESERAN KURVA
PENAWARAN
Analisi penawaran perlu dibedakan antara pengertian gerakan sepanjang kurva
penawaran dan pergeseran kurva penawaran.
Perubahan harga menimbulkan gerakan sepanjang kurva penawaran.
Perubahan faktor-faktor lain di luar harga menimbulkan pergeseran kurva
tersebut.
Perhatikan gambar 4.6 (buku cetak halaman 89) perubahan ini menggambarkan gerakan
sepanjang kurva penawaran. Perubahan dalam jumlah yang ditawarkan dapat pula
berlaku sebagai akibat dari pergeseran kurva penawaran.

PENENTUAN HARGA DAN JUMLAH YANG DIPERJUALBELIKAN


Didapati tiga keadaan yang mungkin wujud:
Keadaan pertama adalah keadaan kelebihan penawaran, yaitu jumlah yang
ditawarkan dipasar melebihi jumlah yang diminta oleh pembeli.
Keadaan kedua adalah keadaan dimana permintaan sama dengan penawaran,
yaitu jumlah yang ditawarkan para penjual sama dengan jumlah yang diminta oleh
pembeli.
Keadaan ketiga adalah keadaan kelebihan permintaan, yaitu jumlah yang
diminta para pembeli melebihi jumlah yang ditawarkan oleh penjual.

27
Keadaan yang wujud tersebut adalah eadaan yang kekal, dan dikenal sebagai keadaan
keseimbangan atau ekuilibrium. Syarat unruk mendapatkan keseimbangan ialah: jumlah
yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta.
MENENTUKAN KESEIMBANGAN SECARA GRAFIK
Perhatikan gambar 4.7 (buku cetak halaman 91).
Kurva penawaran berada disebelah kanan kurva permintaan; berarti penawaran melebihi
permintaan. Keadaan ini tidak stabil dan harga akan mengalami penurunan. Kurva
permintaan berada disebelah kanan kurva penawaran, yang berarti permintaan melebihi
penawaran. Ketidakseimbangan ini menyebabkan harga tidak stabil, yaitu cenderung
mengalami kenaikan. Kurva permintaan dan penawaran saling berpotongan. Itu berarti
permintaan sama dengan penawaran, dan dengan demikian keadaan keseimbangan
tercapai.
MENENTUKAN KEADAAN KESEIMBANGAN SECARA MATEMATIK
Pendekatan ini diterangkan dalam contoh:
Persamaan Permintaan dan Penawaran
Ditentukan dua persamaan, yaitu persamaan permintaan dan persamaan penawaran.
Persamaan permintaan :
Qd = c – Dp
Persamaan penawaran :
Qs = -m + Np
Dimana :
c adalah suatu angka tetap. Nilainya menunjukkan jumlah barang yang diminta
apabila tingkat harga adalah 0. Nilai c selalu positif.
d adalah kecondongan kurva permintaan. Nilainya selalu negatif (-d) karena
kurva permintaan menurun dari kiri ke kanan.
m adalah suatu angka tetap. Nilainya menunjukkan jumlah barang yang
ditawarkan apabila tingkat harga adalah 0. Biasanya nilai m adalah negatif (-m).
n adalah kecondongan kurva penawaran. Nilainya selalu positif karena kurva
penawaran naik dari kiri ke kanan.
Qd adalah kuantitas yang diminta, Qs adalah kuantitas yang ditawarkan dan P
adalah tingkat harga.

28
Keseimbangan pasaran dapat dicapai apabila kuantitas yang diminta sama dengan
kuantitas yang ditawarkan. Dengan demikian secara matematik, syarat keeimbangan
adalah :
Qd = Qs
Atau c – dP = -m + nP
Contoh Penghitungan
Andaikan persamaan permintaan karet alam di suatu kampong adalah Qd = 22000 – 2P
dan penawarannya adalah Qs = -3000 + 3P. berapakah harga karet alam dan kuantitas
karet yang diperjualbelikan?
Berdasarkan persamaan di atas keseimbangan dalam pasar itu akan dicapai apabila:
-3000 + 3p = 22000 – 2P
5p = 25000
P = 5000
Penghitungan diatas menunjukkan bahwa tingkat harga adalah 5000 (rupiah). Untuk
menentukan kuantitas yang diperjualbelikan, Qd pada harga keseimbangan perlu
ditentukan. Didapati:
Qd = 22000 – 2P
= 22000 – 2 (5000)
= 12000
Perhitungan ini menunjukkan sebanyak 12000 (kilogram) karet alam diperjualbelikan.
Dengan menggunakan persamaan penawaran, nilai yang sama akan diperoleh, yaitu:
Qs = -3000 + 3P
= -3000 + 3 (5000)
= 12000

BEBERAPA KASUS PERUBAHAN KESEIMBANGAN


Terdapat empat kemungkinan perubaham/ pergeseran kurva permintaan dan penaearan,
yaitu:
Permintaan bertambah (kurva permintaan bergeser ke kanan).

29
Permintaan berkurang (kurva permintaan bergeser ke kiri).
Penawaran bertambah (kurva penawaran bergeser ke kanan).
Penawaran berkurang (kurva penawaran bergeser ke kiri).
Masing-masing perubahan yang dinyatakan di atas dapat (i) berubh secara tersendiri
(yaitu hanya salah satu perubahan dari keempat kemungkinan itu yang berlaku), atau (ii)
permintaan dan penawaran berubah serentak. Akibat dari masing-masing corak
perubahan tersebut terhadap keseimbangan.
PERUBAHAN PERMINTAAN ATAU PENAWARAN
Dalam gambar 4.8 ditunjukkan dua macam berikut:
Pergeseran kurva permintaan ke sebelah kanan.
Pergeseran kurva penawaran ke sebelah kanan.
Efek Pertambahan Permintaan
Pergeseran kurva permintaan ke kanan, menggabarkan berlakunya pertambahan
permintaan- yaitu seperti ditujukan dalam grafik (i) pada buku cetak halaman 94.
Perubahan ini menyebabkan keadaan keseimbangan pindah. Perpindahan ini
menunjukkan bahwa kenaikan permintaan menyebabkan harga naik dan barang yang
diperjualbelikan bertambah
Efek Pertambahan Penawaran
Dalam grafik (ii) ditunjukkan kurva penawaran bergeser dan perubahan ini berarti
penawaran telah bertambah. Kenaikan penawaran ini menyebabkan keadaan
keseimbangan berubah. Berarti harga turun dan dan jumlah yang diperjualbelikan
bertambah.
Kesimpulan
Berdasarkan kedua contoh, dapat pula dibuat dua kesimpulan: (i) penguranga
permintaan (kurva permintaan bergeser ke kiri) menyebabkan harga turun dan jumlah
barang yang diperjualbelikan berkurang; (ii) pengurangan penawaran (kurva penawaran
bergeser ke kiri) menyebabkan harga naik dan jumlah barang yang diperjualbelikan
berkurang.
PERUBAHAN SERENTAK PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Ada beberapa kemungkinan perubahan serentak permintaan dan penawaran yang dapat
berlaku. Perubahan mungkin berlaku ke arah yang sama, yaitu sama-sama mengalami
kenaikan atau sama-sama menurun. Tetapi mungkin juga ia berlaku kea rah yang

30
bertentangan, yaitu misalnya permintaan turun tetapi penawaran bertambah atau
permintaan bertambah tetapi penawaran turun. Tiap-tiap perubahan tersebut akan
menimbulkan efek yang berbeda kepada perubahan harga dan jumlah barang yang
diperjualbelikan.
Dalam grafik (buku cetak halaman 96) digambarkan tingkat perubahan permintaan
adalah lebih besar dan tingkat perubahan penawaran. Perubahan seperti itu ternyata
mengakibatkan:

Harga naik.
Jumlah barang yang diperjualbelikan bertambah.
Disamping itu terdapat dua kemungkinan:
Apabila pertambahan permintaan sama dengan pertambahan penawaran maka
tingkat harga tidak berubah.
Apabila pertambahan permintaan kurang dari pertambahan penawaran harga
akan merosot.
Kedua keadaan ini ditunjukkan dalam gambar 4.10.
Grafik (i) menunjukkan keadaan dimana pertambahan dalam permintaan adalah sama
dengan pertambahan dalam penawaran. Perubahan ini menyebabkan harga tidak
mengalami perubahan, yaitu tetap besar. Grafik (ii) menunjukkan keadaan dimana
perubahan penawaran melebihi perubahan permintaan. Perubahan ini menyebabkan
harga menurun.

Bab 5
Elastisitas Permintaan dan Penawaran
Hal-hal yang akan diterangkan:
Elastisitas permintaan dan koefisien elastisitas permintaan
Elastisitas permintaan sepanjang kurva permintaan
Elastisitas permintaan dan hasil penjualan
Jenis elastisitas harga yang lain
Elastisitas penawaran dan koefisien elastisitas penawaran

31
SUMBANGAN ANALISIS ELASTISITAS PERMINTAAN
Dua Kasus Perubahan Penawaran

Perbedaan dalam kurva permintaan di antara kedua kasus di atas ternyata menimbulkan
akibat yang berbeda terhadap perubahan harga dan jumlah barang yang diperjual
belikan walaupun bentuk kurva penawaran adalah sama dan pergeserannya juga
bersamaan. Secara umum kita dapat mengemukakan dua kesimpulan berikut :
Apabila permintaan agak datar bentuknya ( landai), suatu pergeseran kurva
penawaran akan menimbulkan perubahan harga yang sedikit, tetapi perubahan jumlah
yang diperjualbelikan cukup besar
Apabila permintaan bentuknya menurun dengan sangat curam, suatu pergeseran
ke atas kurva penawaran akan menimbulkan perubahan harga yang besar, tetapi
perubahan jumlah yang diperjualbelikan adalah relatif kecil

Manfaar dari Menaksir Elastisitas Permintaan


Kepada perusahaan faktor tersebut menjadi landasan dalam menyusun kebijakan
penjualannya. Kepada pemerintah dapat menjadi alat untuk meramalkan kesuksesan dan
kebijakan ekonomi yang akan dilaksanakannya.
Koefisien Elastisitas Permintaan Harga
Rumus untuk penghitungan koefisien elastisitas
Koefisien elastisitas permintaan dihitung dengan menggunakan rumus:

Cara menghitung koefisien elastisitas yang disempurnakan


Rumus yang disempurnakan untuk mencara koefisien elastisitas berubah menjadi
seperti berikut :

KURVA PERMINTAAN DAN ELASTISITAS PERMINTAAN


Perhitungan ini menunjukkan bahwa sepanjang suatu kurva permintaan garis lurus, nilai
elastisitas permintaannya berbeda
Tingkat Elastisitas Permintaan

32
Faktor Penentu Elastisitas Permintaan
Tingkat kemampuan barang-barang lain untuk menggantikan barang yang
bersangkutan
Presentasi pendaptan yang akan dibelanjakan untuk membeli barang tersebut
Jangka waktu di dalam mana pernintaan itu dianalisis
Banyaknya Barang Pengganti yang Tersedia
Sekiranya sesuatu barang mempunyai banyak barang pengganti, permintaannya
cenderung untuk bersifat elstis, sedangkan permintaan terhadap bagang yang tidak
banyak mempunyai barang pengganti adalah bersifat tidak elastis. Dari uraian di atas
dapat dibuat rumusan berikut: semakin banyak jenis barang pengganti terhadap sesuatu
barang, semakin elastis sifat permintaannya.
Presentasi Pendapatan yang Dibelanjakan
Semakin besar bagian pendapatan yang diperlukan untuk membeli sesuatu barang,
semakin elastis permintaan terhadap batang tersebut.
Jangka Waktu Analisis
Semakin lama jangka waktu di mana permintaan itu dianalisis,semakin elastis sifat
permintaan suatu barang.
ELASTISITAS PERMINTAAN DAN HASIL PENJUALAN
Kaitan antara Perubahan Harga dan Hasil Penjualan
Pembuktian secara grafik:

Keadaan ini membuktikan bahwa kalau permintaan adalah tidak elastis kenaikan harga
akan menambah hasil penjualan. Dapat kita simpulkan bahwa : apabila elastisitas
permintaan adalah uniter (Ed=1), perubahan harga (bertambah tinggi atau
menurun)tidak akan mengubah hasil penjualan.
JENIS ELASTISITAS PERMINTAAN YANG LAIN
Elastisitas Permintaan Silang
Rumus:
Elastisitas Permintaan Pendapatan
ELASTISITAS PENAWARAN
Koefisien Elastisitas Penawaran
Rumus :

33
Tingkat Elastis Kurva Penawaran
Grafik:
Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran: sifat dari perubahan biaya
produksi dan jangka waktu di mana penawaran tersebut dianalisis.
Sifat Perubahan Biaya Produksi
Jika pengeluaran biaya sangat tinggi maka penarawan akan bersifat tidak elastis tetapi
jika pengeluaran biaya tidak terlalu besar maka penawaran akan bersifat elastis.
Jangka Waktu Analis
Masa amat singkat : jangka waktu dimana para penjual tidak dapat menambah
penawarannya
Jangka pendek
Jangka panjang

BAB 6
Aplikasi Teori Permintaan dan Penawaran
Hal-hal yang diterangkan:
Masalah jangka Panjang yang dihadapi sektor pertanian
Permintaan lambat pertambahannya
Perkembangan teknologi pesat
Masalah fluktuasi harga yang besar dalam jangka pendek
Kebijakan pemerintah untuk menstabilkan harga dan pendapatan hasil pertanian
Kebijakan harga maksimum dan efeknya
Efek pajak penjualan dan subsidi terhadap harga dan jumlah barang yang dijual

Teori permintaan dan penawaran terutama berguna untuk menerang interaksi


antara penjual dan pembeli di pasar persaingan sempurna, yaitu di dalam pasar-pasar
dimana terdapat banyak penjual dan pembeli.
MASALAH JANGKA PANJANG SEKTOR PERTANIAN

34
Di negara industri yang modern hanya sebagian kecil penduduk melakukan kegiatan
disektor pertanian. Sedangkan dinegara yang baru saja mulai berkembang biasanya
sebagian besar penduduknya hidup dan bekerja di sektor pertanian.
Penyebab kemunduran peranan sektor pertanian dalam perekonomian yang semakin
berkembang yaitu kemunduran peranan sektor pertanian dalam perekonomian yang
telah mencapai tingkat kemajuan yang tinggi ditimbulkan oleh 2 faktor yaitu faktor
permintaan terhadap hasil pertanian yang lambat perkembangannya dan kemajuan
teknologi di sektor pertanian yang memungkinkan pertambahan produktivitas yang
tinggi.
Pertambahan Permintaan Barang Pertanian Lambat
Corak permintaan masyarakat mengalami perubahan yang sangat drastis dalam
perekonomian yang mengalami pertumbuhan. Kenaikan pendapatan akan menaikan
konsumsi berbagai macam barang, baik barang industri maupun barang pertanian.
Pertambhan konsumsi barang bukan pertanian (barang pakaian, perumahan, barang
tahan lama, hiburan) mengalami pertambahan yang lebih cepat daripaa pertambahan
pendapatan. Berarti barang tersebut memiliki elastisitas permintaan pendapatan yang
tinggi. Sebaliknya, permintaan terhadap hasil-hasil pertanian bertambah lebih lambat
daripada pertambahan kenaikan pendapatan yang berarti elastisitas permintaan
pendapatan renndah.
Kemajuan Teknologi yang Pesat
Perkembangan teknologi yang cepat disektor pertanian memungkinkan kenaikan
produktivitas yang sangat tinggi. Kenaikan produktivitas prtanian dapat dinaikan
dengan cepat apabila terdapat cukup banyak permintaan. Tetapi ternyata permntaan
terhadap barang pertanian mengalami perkembangan yang jauh lebih lambat daripada
kemampuannya untuk menambah produksi pertanian.
Masalah Jangka Panjang Pertanian Dalam Grafik
Kenaikan pendapatan dan pertambahan penduduk dalam jangka panjang akan
menambah permintaan. Tetapi, karena elastisitas permintaan pendapatan untuk barang
pertanian adalah rendah, maka pertambahan permintaan terhadap hasil pertanian tidak
begitu besar.
MASALAH JANGKA PENDEK DALAM SEKTOR PERTANIAN

35
Dalam jangka pendek harga hasil-hasil pertanian cenderung naik turun yang relatif
besar. Ketidak stabilan harga tersebut dapat disebabkan oleh permintaan dan penawaran
terhadap barang pertanian yang sifatnya tidak elastis. Faktor yang menyebabkan
ketidakstabilan harga pertanian dalam jangka pendek dapat dibedakan kepada dua
sumber berikut: naik turunnya permintaan dan naik turunya penawaran.
Ketidakstabilan yang Bersumber Dari Perubahan Penawaran
Produksi pertanian sangat dipengaruhi oleh faktor alamiah. Produksi hasil pertanian
selalu berubah-ubah dari satu musim ke musim lainnya. Perubahan musiman ini
terutama dipengaruhi oleh keadaan cuaca dan iklim dan faktor alamiah seperti
banjir,serangan hama. Faktor ini dapat menyebabkan tingkat produksi pertanian
cenderung mengalami perubahan yang relatif besar kalau dibandingkan dengan
perubahan produksi barang industri.
Dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang, permintaan terhadap barang
pertanian bersifat tidak elastis. Dalam jangka panjang ini disebabkan karena elastisitas
permintaan pendapatan setiap barang pertanian adalah rendah, yaitu kenaikan
pendapatan hanya menimbulkan kenaikan yang kecil pada permintaan.
Sifat permintaan ke atas barang pertanian yang tidak elastis, harga akan mengalami
perubahan yang sangat besar sekitaranya penawaran hasil pertanian mengalami
perubahan.
Ketidakstabilan yang Ditimbulkan Oleh Perubahan Permintaan
Perubahan perminaan yang disebabkan oleh naik turunnya kegiatan ekonomi ini akan
menimbulkan perubahan harga. Barang pertanian cenderung megalami perubahan harga
yang lebih besar dari pada harga barang industri. Sifat perubahan ii diebabkan karena
penawaran terhadap barang pertanian, seperti juga dengan sifat permintaanya, adalah
tidak elastis.
Faktor penyebabkan penawaran terhaap barang pertanian bersifat tidak elastis:
Barang prtanian dihasilkan secara bermusim
Kapasitas produksi sektor pertanian cenderung untuk mencapai tingkat yang
lebih tinggi dan tidak terpengaruh oleh perubahan permintaan.
Beberapa jenis tanaman memerlukan waktu bertahun-tahun sebelum hasilnya
dapat diperoleh.

36
Kesimpulanya bahwa dalam kegiatan industri perubahan peminatan lebih
mempengaruhi kecepatan kerja sedangkan pendapatan (terutama pendapatan tiap
pekerja) tidak mengalami perubahan sebesar pada sektor petanian.
Permintaan, Pendapatan dan Penggunaan Tenaga Kerja
Dalam kegiatan pertanian perubahan permintaan lebih mempengaruhi
pendapatan daripada kesempatan kerja
Dalam kegiatan industri perubahan permintaan lebih mempengaruhi kesempatan
kerja sedangkan pendapatan (terutama pendapatan tiap pekerja) tidak mengalami
perubahan sebesar pada sektor pertanian.

MENSTABILKAN HARGA DAN PENDAPATAN PERTANIAN


Untuk menstabilkan harga dan pendapatan produsen hasil pertanian berbagai
negara melakukan campur tangan dalam penentuan produksi dan harga. Campur tangan
tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
Membatasi (menentukan kuota) tingkat produksi yang dpat dilakukan tiap-tiap
produsen.
Melakukan pembelian barang yang ingin distabilkan harganya di pasaran bebas.
Mmberikan subsidi kepada para produsen apabila harga pasar adalah lebih
rendah daripada harga yang dianggap sesuai oleh pemerintahan.
Membatasi Jumlah Produksi
Untuk manjaga agar produksi tidak mencapai tingkat yang berlebihan,
pemerintah dapat membatasi jumlah produksi yang diberikan dicapai para produsen.
Penentuan produksi secara pasar bebas menimbulkan 2 macam perubahan, yaitu: Harga
barang akan naik, tetapi Jumlah yang boleh diproduksi dan dijual para petani berkurang.
Kebijakan membatasi produksi dengan tujuan untuk menaikkan pendapatan para petani
akan mencapai sasarannya hanya apabila permintaannya terhadap barang yang dibatasi
produksinya adalah bersifat tidak elastis.
Campur Tangan Dalam Jual Beli
Cara untuk menstabilkan harga dan menjaaga agar petani menerima harga yang
wajar adalah dengan melakukan jual beli hasil pertanian yang harganya akan
distabilkan.
Menstabilkan harga keseimbangan pasar bebas

37
Pemerintah berpendapat bahwa harga yang ditentukan oleh pasar bebas sudah cukup
wajar dan tidak perlu diubah.
Menetapkan harga yang lebih tinggi dari harga keseimbangan
Menstabilkan pendapatan dengan subsidi
Menstabilkan Harga pada Keseimbangan Pasar Bebas
Dalam kegiatan ini yang diusahakan pemerintah adalah “didalam jangka panjang
tingkat harga adalah sama dengan harga keseimbangan yang ditentukan dalam pasar
bebas.” Jadi, pemerintah berpendapat bahwa harga yang ditentukan dalam pasar bebas
sudah cukup wajar dan tidak perlu diubah.

Menetapkan Harga yang lebih tinggi dari Harga Keseimbangan


Kebijakan yang sering ditetapkan pemerintah adalah menetapkan harga pada
tingkat lebih tinggi dari tingkat yang ditemtukan pasar bebas biasa disebut Kebijakan
harga minimum atau kebijakan harga rendah.
Ciri kebijakan Harga Maksimum
Dalam psar bebas, permintaan dan penawaran akan menentukan tingkat harga
yang belaku dipasar.adakalany, pemerintah merasa bahwa harga yang ditetapkan oleh
pasar bebas itu adalah terlalu tinggi dan menimbulkan implikasi yang buruk kepada
kegiatan ekonomi secara keseluruhan.
Implikasi Kebijakan Harga Maksimum
Karena kebijakan harga maksimum menyebabkan wujudnya kelebihan
permintaan maka kebijakan seperti itu berkecenderungan unuk menciptakan pasar
gelap, yaitu kegiatan jual beli yang dilakukan tidak secarab terbuka dan bertentangan
dengan kebijakan harga maksimum yang dilaksanakan.
Salah satu cara untuk mengurangi kegiatan pasar gelap adalah dengan
mengenakan hukuman atau benda yang berat kepada pihak yang melakukannya,
penjatahan (pembeli diperbolehkan membeli sejumlah tertentu saja dan jumlahnya
kurang dari yang diinginkan).
Kelebihan permintaan yang wujud sebagai akibat kebijakan harga maksimun
akan terus menerus bertambah besar dari waktu ke waktu. Oleh karena itu pasar gelap
makin lama akan menjadi semakin besar dari waktu ke waktu.

38
PENGARUH PAJAK PENJUALAN
Pajak Penjualan adalah pajak yang dkenakan oleh pemerintah dan dibayar pada
waktu jual beli ke atas barang-barang yang dikenakan pajak penjualan itu dilakukan.
Pembagian beban pajak diantara pembeli dan penjual dinamakan insiden atau tax
incidence. Proporsi beban pajak dianttara penjual dan pembeli pada masing keadaan:
Akibat elastisitas permintaan yang berbeda ke atas beban pajak yang ditanggung
pembeli dan penjual
Akibat elastisitas penawaraan yang berbeda ke atas beban pajak yang
ditanggung pembeli dan penjual
Kasus Permintaan Elastisitas dan Tidak Elastisitas
Semakin elastis kurva permintaan semakin sedikit beban pajak yang akan ditanggung
oleh para pembeli. Apabila kurva permintaan adalah elastis sempurna maka seluruh
pajak penjualan dibayar oleh penjual. Apabila kurva permintaan tidak elastis sempurna
maka seluruh pajak penjualan ditanggung pembeli.
Semakin elastis kurva permintaan semakin banyak penurunan jumlah barang
yang diperjualbelikan sebagai akibat dari pemungutan pajak penjualan oleh pemerintah.
Insiden Pajak dan Elastisitas Penawaran
Kasus penawaran elastis dan tidak elastis:
Semakin elastisitas kurva penawaran, semakin banyak beban pajak penjualan
yang akan ditanggung pembeli. Seluruh beban pajak akan ditanggung pembeli apabila
kurva penawaran bersifat elastis sempurna. Sebaliknya, seluruh beban pajak akan
ditanggung penjual apabila kurva penawaran bersifat tidak elastis sempurna.
Pajak penjualan akan mengurangi jumlah barang yang diperjualbelikan.
Semakin elastis kurva penawaran, semakin banyak pengurangan jumlah barang yang
diperjualbelikan

Bab 7
Teori Tingkah Laku Konsumen: Teori Nilai Guna (Utiliti)

Hal-hal yang diterangkan:


Teori nilai guna (utility) dan pemaksimuman nilai guna

39
Syarat untuk mencapai kepuasan maksimum
Teori nilai guna dan teori permintaan
Paradoks nilai
Surplus konsumen

Teori tingkah laku konsumeen dapat dibedakan dalam dua macam pendekatan
yaitu pendekatan nilai guna (utuliti) cardinal dan pendekatan nilai guna ordinal. Dalam
pendekatan nilai guna cardinal diaanggap manfaat atau kenikmatan yang diperoleh
seorang konsumen dapat dinyatakan secara kuantitatif. Dalam pendekatan nilai guna
ordinal, manfaat atau kenikmatan yang diperoleh masyarakat dari mengkonsumsikan
barang-barang tidak kuantifikasi. Tingkah laku seorang konsumen untuk memilih
barang-barang yang akan memaksimumkan kepuasannya ditunjukkan dengan bantuan
kurva kepuasan sama, yaitu kurva yang menggambarkan gabungan barang yang akan
memberikan nilai guna (kepuasan) yang sama.

TEORI NILAI GUNA (UTILITI)


Dalam membahas mengenai nilai guna perlu dibedakan di antara dua pengertian:
nilai guna total dan nilai guna marjinal. Nilai guna total dapat diartikan sebagai jumlah
seluruh kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsikan sejumlah barang tertentu.
Sedangkan nilai guna marjinal berarti pertambahan (atau pengurangan) kepuasan
sebagai akibat dan pertambahan (pengurangan) penggunaan satu unit barang tertentu.

Hipotesis Utama Teori Nilai Guna


Hipotesis utama teori nilai guna, atau lebih dikenal sebagai hukum nilai guna
marjinal yang semakin menurun, menyatakan bahwa tambahan nilai guna yang akan
diperoleh seseorang dan mengkonsumsikan suatu barang akan menjadi semakin sedikit
apabila orang tersebut terus menerus menambah konsumsinya keatas barang tersebut.
Pada akhirnya tambahan nilai guna akan menjadi negatif-yaitu apabila konsumsi keatas
barang tersebut ditambah satu unit lagi, maka nilai guna total akan menjadi semakin
sedikit.

40
PEMAKSIMUMAN NILAI GUNA
Salah satu pemisalan penting dalam teori ekonomi adalah: setiap orang akan
berusaha memaksimumkan persoalan yang dapat dinikmatinya.

Cara Memaksimumkan Nilai Guna


Kerumitan yang timbul untuk menentukan susunan atau komposisi dan jumlah
barang yang akan mewujudkan nilai guna yang maksimum bersumber dari perbedaan
harga-harga berbagai barang. Kalau harga setiap barang adalah bersamaan, nilai guna
akan mencapai tingkat yang maksimum apabila nilai guna merjinal dari setiap barang
adalah sama besarnya.

Syarat Pemaksimuman Nilai Guna


Syarat yang harus dipenuhi adalah setiap rupiah yang dikeluarkan untuk
membeli unit tambahan berbagai jenis barang akan memberikan nilai guna marjinal
yang sama besarnya. Apabila seseorang mengkonsumsi banyak barang, syarat
pemaksimuman kepuasan adalah :

〖MU〗_A/P_A = 〖MU〗_B/P_B = 〖MU〗_C/P_C


Di mana :
MUA , MUB , dan MUC adalah nilai marjinal barang A, B dan C
PA, PB, dan PC dalah harga barang A, B dan C.
TEORI NILAI GUNA DAN TEORI PERMINTAAN
Dengan menggunakan teori nilai guna dapat diterangkan sebabnya kurva
permintaan bersifat menurun dari kiri atas ke kanan bawah-yang menggambarkan
bahwa semakin rendah harga suatu barang, semakin banyak permintaan ke atasnya. Ada
dua faktor yang menyebabkan permintaan ke atas suatu barang berubah apabila harga
barang itu mengalami perubahan : efek penggantian dan efek pendapatan.

Efek Penggantian
Perubahan harga suatu barang mengubah nilai guna marjinal per rupiah dari barang
yang mengalami perubahan harga tersebut. Kalau harga mengalami kenaikan, nilai guna
marjinal per rupiah yang diwujudkan oleh barang tersebut menjadi semakin rendah.

41
Efek Pendapatan
Kalau pendapatan tidak mengalami perubahan maka kenaikan harga menyebabkan
pendapatan riil menjadi semakin sedikit. Dengan perkataan lain, kemampuan
pendapatan yang diterima untuk membeli barang-barang menjadi bertambah kecil dari
sebelumnya.

PARADOKS NILAI
Mengapakah harga barang yang vital sangat murah sedangkan barang yang tidak terlalu
banyak gunanya sangat mahal? Terdapat dua alas an yang dapat digunakan untuk
menerangkan keadaan tersebut. Yang pertama adalah alas an yang sudah lama disadari
oleh ahli-ahli ekonomi, yaitu perbedaan dalam biaya produksi. Air merupakan benda
yang mudah didapat di berbagai tempat sehingga untuk memperolehnya tidak
diperlukan biaya yang terlalu besar. Tetapi tidak demikian hal nya dengan berlian sebeb
ia merupakan barang yang sangat sukar untuk diperoleh dan biaya untuk
memproduksinya sangat tinggi.
Teori nilai guna memberikan penjelasan yang lebih tepat mengenai sebabnya terdapat
perbedaan yang sangat nyata antara harga air dan berlian. Perbedaan tersebut
disebabkan oleh nilai guna marjinal mereka yang sangat berbeda. Nilai guna marjinalah
yang menentukan apakah suatu barang itu mempunyai harga yang tinggi atau rendah.

SURPLUS KONSUMEN
Teori nilai guna dapat pula menerangkan tentang wujudnya kelebihan kepuasan
yang dinikmati oleh para konsumen. Kelebihan kepuasan ini, dalam analisis ekonomi,
dikenal sebagai surplus konsumen. Surplus konsumen pada hakikatnya berarti
perbedaan di antara kepuasan yang diperoleh seseorang di dalam mengkonsumsikan
sejumlah barang dengan pembayaran yang harus dibuat untuk memperoleh barang
tersebut. Kepuasan yang diperoleh selalu lebih besar daripada pembayaran yang dibuat.

BAB 8
TEORI TINGKAH LAKU KONSUMEN :
ANALISIS KURVA KEPUASAN SAMA

42
Hal-hal yang diterangkan:
Kurva kepuasan sama dan peta kepuasan sama
Garis anggaran pengeluaran
Keseimbangan konsumen
Faktor-faktor yang mengubah keseimbangan konsumen
Efek penggantian dan efek efek pendapatan
Menentukan kurva permintaam

Secara historis, teori nilai guna (utility) merupakan teori yang terlebih dahulu
dikembangkan untuk menerangkan kelakuan individu dalam memilih barang-barang
yang akan dibeli dan dikonsumsinya. Dapat dilihat bahwa analisis tersebut telah
memberi gambaran yang cukup jelas tentang prinsip-prinsip pemaksimuman kepuasan
yang dilakukan oleh orang-orang yang berpikir secara rasional dalam memilih berbagai
barang keperluannya. Akan tetapi, telah lama orang melihat suatu kelemahan penting
dari teori tersebut, yaitu: menyatakan kepuasan dalam angkaangka adalah kurang tepat
oleh karena kepuasan adalah sesuatu yang tidak mudah untuk diukur, Untuk
menghindari kelemahan ini Sir John R. Hicks telah mengembangkan satu pendekatan
baru Untuk mewujudkan prinsip pemaksimuman kepuasan oleh seorang konsumen yang
mernpunyai Pendapatan terbatas. Analisis ini dikenal sebagai analisis kurva kepuasan
sama, yang meliputi Penggambaran dua macam kurva, yaitu kurva kepuasan sama dan
garis anggaran pengeluaran.

KURVA KEPUASAN SAMA


Untuk menggambarkan kurva kepuasan sama perlu dimisalkan bahwa seseorang
konsumen hanya akan membeli dan mengkonsumsi dua macam barang saja, Dalam
contoh yang akan digunakan kedua barang tersebut adalah makanan dan pakaian.
Pemisalan-pemisalan lain adalah cita rasa masyarakat tidak berubah dan konsumen
bebas untuk menentukan kombinasi barang Makanan dan pakaian yang diingininya.
KOMBINASI BARANG YANG MEWUJUDKAN KEPUASAN SAMA

43
Gabungan manapun akan memberikan kepuasan yang sama besarnya. Artinya, kalau
konsumen itu mengkonsumsi sebanyak 10 makanan dan 2 pakaian maka kepuasan yang
diperoleh dari melakukan konsumsi tersebut tidak berbeda.
Oleh karena gabungan barang masing-masing memberikan kepuasan yang sama
besarnya maka dikatakanlah konsumen itu bersikap “Indifference”-yaitu bersikap tak
acuh dalam membuat pilihan tersebut. Berdasarkan sikap ini, dalam bahasa Inggris,
analisis ini dinamakan indifference curue analysis.
Dengan demiktan kurva kepuasan sama dapat didefinisikan sebagai suatu kurva yang
menggambarkan gabungan barang-barang yang akan memberikan kepuasan yang sama
besarnya.

TINGKAT PENGGANTIAN MAJRINAL


Untuk mempertahankan tingkat kepuasan yang dinikmati konsumen tersebut (ingat:
setiap gabungan memberikan kepuasan yang sama besarnya) maka kenaikan konsumsi
satu unit pakaian harus dibayar dengan pengurangan 3 unit konsumsi makanan.

Penggantian ini menggambarkan besarnya pengorbanan ke atas konsumsi sesuatu


barang (makanan) untuk menaikkan konsumsi satu barang lainnya (pakaian) dan pada
waktu yang sama tetap mempertahankan tingkat kepuasan yang diperolehnya.
Pengorbanan yang dilakukan tersebut dinamakan tingkat penggantian marjinal.
Perubahan tersebut merupakan tingkat penggantian marjinalnya adalah 3.

Untuk memperoleh satu unit lagi pakaian dan agar tingkat kepuasan tidak mengalami
perubahan, sebanyak 2 unit makanan harus dikorbankan. Dengan perubahan konsumsi
tersebut maka tingkat penggantian marjinalnya adalah 2.

Nyata terlihat bahwa tingkat pengertian majrinal bertambah kecil. Pengertian majrinal
yang semakin kecil ini disebabkan oleh faktor yang berikut :

1. Pada waktu konsumen mempunyai sesuatu barang Y yang relatif banyak jumlahnya
dan barang X yang relatif sedikit jumlahnya, diperlukan pengurangan konsumsi yang
besar ke atas barang Y untuk memperoleh satu tambahan barang X; akan tetapi

44
2. Semakin banyak barang X yang telah diperoleh, semakin sedikit pengurangan
konsumsi barang Y yang harus dilakukan untuk memperoleh satu barang X.

Akibat dari tingkat penggantian marjinal yang semakin kecil tersebut maka kurva
kepuasan sama semakin lama semakin kurang kecondongannya atau bentuk kurva
kepuasan sama adalah cekung ke titik 0.

PETA KURVA KEPUASAN SAMA


Kurva kepuasan sama adalah salah satu dari sekumpulan kurva kepuasan sama yang
dapat dibuat. Kumpulan kurva kepuasan sama akan memberi gambaran yang lebih
lengkap mengenai keinginan seorang konsumen untuk mengkonsumsi dua barang yang
memberi kepuasan maksimum kepadanya. Setiap kurva kepuasan sama
menggambarkan suatu tingkat kepuasan tertentu. Kurva yang lebih tinggi
menggambarkan tingkat kepuasan yang lebih besar dari kurva yang di bawahnya

GAMBAR 8.2
PETA KURVA KEPUASAN SAMA

Tingkat kepuasan yang digambarkan oleh U4 , adalah lebih besar daripada kurva-kurva
lain. Yang digambarkan oleh U3, lebih besar daripada yang digambarkan oleh U1, dan
U2. Sedangkan yang digambarkan oleh U2, adalah lebih besar daripada yang
digambarkan oleh U1. Bahwa setiap kurva kepuasan sama yang lebih tinggi
menggambarkan tingkat kepuasan yang lebih besar tidak sukar untuk membuktikannya.
Cobalah anda tentukan suatu titik pada suatu kurva kepuasan sama. Perhatikanlah
gabungan jumlah barang yang digambarkan oleh titik tersebut. Bandingkanlah
gabungan tersebut dengan gabungan jumlah barang yang dapat dikonsumsikan yang
ditunjukkan oleh kurva yang di bawah atau di atas kurva yang pertama tadi. Anda akan
memperoleh kesimpulan berikut:

45
Gabungan yang digambarkan oleh kurva yang berada di bawah kurva yang
pertama adalah lebih sedikit jumlahnya. Ini berarti kepuasan yang diperoleh lebih kecil.
Gabungan yang digambarkan oleh kurva yang berada di atas kurva yang pertama
adalah lebih banyak jumlahnya. Maka kepuasan dari mengkonsumsinya juga lebih
banyak.

GARIS ANGGARAN PENGELUARAN


Kurva kepuasan sama menggambarkan keinginan konsumen untuk memperoleh barang-
barang dan kepuasan yang akan dinikmatinya dari mengkonsumsi barang-barang
tersebut. Di dalam kenyataannya, konsumen tidak dapat memperoleh semua barang
yang diingininya, sebab ia dibatasi oleh pendapatan yang dapat dibelanjakan. Dengan
demikian persoalan yang dihadapi oleh setiap konsumen adalah: “Bagaimanakah ia
harus membelanjakan pendapatan yang ada padanya sebingga pengeluaran tersebut
menciptakan kepuasan yang paling maksimum kepadanya?” Dengan menggunakan
kurva kepuasan sama saja masalah ini tidak dapat dipecahkan. Analisis yang dibuat
perlu pula menggambarkan garis anggaran pengeluaran (budget line) yang
“menunjukkan berbagai gabungan barang-barang yang dapat dibeli oleh sjumlah
pendapatan tertentu.

CONTOH ANGKA
Seperti juga halnya dalam penggambaran kurva kepuasan yang sama, dalam
menggambarkan garis anggaran dan pengeluaran perlu dimisalkan bahwa konsumen
akan membeli dua jenis barang saja. Dalam analisis ini dimisalkan akan membeli
barang berikut; makanan dan pakaian.

Misalkan seorang konsumen menyediakan uang sebanyak Rp.90000 untuk membeli


makanan dan pakaian. Harga makanan adalah Rp 6000 setiap unit dan harga pakaian
adalah Rp.9000 setiap unit. Berdasarkan kepada pemisalan ini ditunjukkan beberapa
gabungan makanan dan pakaian yang dapat dibeli oleh uang (sebanyak Rp.90000) yang
dimiliki konsumen tersebut.

46
EVEK PERUBAHAN HARTA ATAU PENDAPATAN
Akibat Perubahan Harga
Perubahan garis anggaran pengeluaran yang disebabkan oleh perubahan harga.
Dimisalkan pendapatan konsumen adalah Rp.90000, harga makanan Rp.6000 dan harga
pakaian Rp.9000.
Bagaimanakah bentuk perubahan terhadap garis anggaran pengeluaran apabila harga
berubah secara proporsional? Perubahan harga yang seperti itu menyebabkan perubahan
yang Sejajar, yaitu garis anggaran pengeluaran yang baru adalah sejajar dengan yang
lama. Untuk membuktikannya, lukislah sendin garis anggaran pengeluaran yang baru
sekiranya harga makanan dan pakaian masing-masing mengalami penurunan sebanyak
50 persen, yaitu berturut-turut sekarang telah menjadi Rp 3000 dan Rp 4500.
Akibat Perubahan Pendapatan
Akibat Perubahan Pendapatan menunjukkan akibat dari perubahan pendapatan
konsumen ke atas kemampuannya untuk membeli makanan dan pakaian. Pemisalan
permulaan dalam gambaran tersebut adalah tama seperti dalam menerangkan akibat
perubahan harga, yaitu pendapatan adalah Rp 90000,

makanan adalah Rp 6000 dan harga pakaian adalah Rp 9000. Kalau harga tetap dan
pendapatan menurun menjadi tp 54000, apakah akibatnya? Dengan pendapatan
sebanyak Rp 54000, sebanyak 9 unit makanan Yau 6 unit pakaian dapat dibeli.
Sebaliknya pula, tentunya kenaikan pendapatan menyebabkan garis anggaran
pengeluaran pindah sejajar ke kanan. Sebagai contoh, misalkan pendapatan bertambah
menjadi Rp 108000 sedangkan harga makanan dan pakaian tidak berubah. Pendapatan
tersebut akan dapat membeli 18 unit mnakanan atau 12 unit pakaian.

SYARAT UNTUK MENCAPAI KEPUASAN MAKSIMUM


Dengan diketahuinya cita rasa konsumen (yang ditunjukkan oleh kurva kepuasan sama)
dan berbagas gabungan barang yang mungkin dibeli konsumen dapatkah sekarang
ditunjukan keadaan dimana konsumen akan mencapai kepuasan yang maksimum. Kurva
ini berada di atas garis anggaran pengeluaran. Dengan demikian gabungan makanan dan
pakaian yang ditunjukkannya tidak dapat dibeli oleh pendapatan yang tersedia. Jadi
kurva ini menunjukkan tingkat kepuasan yang tidak dapat dijangkau konsumen. Bahwa

47
seorang konsumen akan mencapai kepuasan yang maksimum apabila ia mencapai titik
di mana garis anggaran pengeluaran menyinggung kurva kepuasan sama.

EVEK PERUBAHAN PENDAPATANAN


Keseimbangan pemaksimuman kepuasan konsumen akan berubah apabila pendapatan
atau harga mengalami perubaha. Kalau titik-titik keseimbangan yang diwujudkan oleh
perubahan pendapatan dihubungkan maka akan terdapat suatu kurva yang dinamakan
garis pendapatan-konsumsi. Suatu kurva juga diperoleh apabila dihubungkan titik titik
keseimbangan yang diwujudkan oleh perubahan harga dan kurva itu dinamakan garis
harga konsumsi.

GARIS PENDAPATAN-KONSUMSI
Perubahan pendapatan seperti yang telah diterangkan dapat memindahkan garis
anggaran pengeluaran sejajar dengan yang asal. Pertambahan pendapatan akan
memindahkan garis itu ke atas dan pengurangan pendapatan memindahkan garis itu ke
bawah. Pada setiap garis anggaran pengeluaran akan terdapat satu kurva kepuasan sama
yang menyinggung garis tersebut. Titik persinggungan tersebut adalah keseimbangan
pemaksimuman kepuasan yang baru. Bagaimana keseimbangan-keseimbangan tersebut
terwujud digambarkan oleh contoh dalam Gambar 8.6.

Pada waktu pendapatan adalah Y, garis anggaran pengeluaran adalah seperti


ditunjukkan oleh garis a. Dengan demikian E adalah keseimbangan yang
menggambarkan pemaksimuman kepuasan. Selanjutnya dimisalkan pendapatan naik ke
Y1 dan ini menyebabkan garis anggaran pengeluaran telah menjadi garis b.
Keseimbangan yang baru adalah E1. Pertambahan pendapatan lebih lanjut
memindahkan keseimbangan, misalnya ke E2. Garis pendapatan-konsumsi adalah garis
yang bermula dari titik origin (0) dan melalui titik-titik keseimbangan E, E1, E2, dan
seterusnya.

GAMBAR 8.6
Garis Anggaran Pengeluaran

48
GARIS HARGA KONSUMSI
Perubahan harga akan mengubah kecondongan garis anggaran pengeluaran. Dimisalkan
pada mulanya garis anggaran pengeluaran. Garis itu disinggung oleh kurva kepuasan
sama yang menunjukkan kedudukan yang menciptakan kepuasan maksimum kepada
konsumen.

Selanjutnya dimisalkan pendapatan tetap dan harga makanan tetap, tetapi harga pakaian
berubah-dimisalkan harga pakaian naik. Akibatnya, garis anggaran pengeluaran pindah
menjadi garis dan garis ini disinggung oleh kurva kepuasan sama ,di titik lain, dan ini
merupakan titik keseimbangan kepuasan konsumen yang baru. Harga pakaian
dimisalkan naik kembali sehingga garis anggaran pengeluaran berubah menjadi seperti
yang ditunjukkan oleh garis . Apabila titik-titik keseimbangan seperti itu dihubungkan
maka diperoleh kurva yang dinamakan garis harga-konsumsi.

EVEK PENGGANTIAN DAN EVEK PENDAPATAN


Teori permintssn telah diuraikan bahwa hokum permintaan, yang menyatakan bahwa
ceteris paribus, kalau harga naik permintaan berkurang atau sebaliknya kalau harga
turun permintaan bertambah, dapat diterangkan dengan menganalisis dua factor : efek
penggantian dan efek pendapatan. Dalam uraian tersebut diterangkan bahwa penurunan
harga akan menambah permintaan karena :
Konsumen lebih banyak mengkonsumsi barang itu dan mengurangi konsumsi
barang lain (efek penggantian).

Penurunan harga menambah pendapatan riil konsumen dan kenaikan pendapatan


riil ini akan menambah konsumsi berbagai barang (efek pendapatan).

Dengan menggunakan analisis kurva kepuasan sama, kedua faktor ini dapat dipisahkan,
yaitu dapat ditunjukkan bagian dari pertambahan permintaan yang disebabkan oleh efek

49
penggantian dan bagian dari pertambahan permintaan yang disebabkan oleh efek
pendapatan.

Untuk memisahkan evek penggantian dan evek pendapatan tersebut perlulah dilihat
keadaan keseimbangan yang tidak dipengaruhi oleh evek pendapatan. Keadaan seperti
itu dapat dibuat dengan menetukan keadaan keseimbanga dimana pendapatan riin
konsumen dianggap tetap. Pendapatan riil dapat dianggap tidak mengalami perubahan
harga.

Telah diterangkan bahwa evek penggantian menyebabkan konsumen menambah


konsumsi barang yang telah menjadi lebih murah dan mengurangi konsumsi barang
lain. Sedangkan evek pendapatan yaitu sebagai akibat dari kenaikan pendapatan riil,
konsumsi ke atas kedua barang bertambah.

MEMBENTUK KURVA PERMINTAAN


Telah ditunjukkan bahwa sifat permintaan konsumen, yaitu kalau harga turun-ceteris
paribuspermintaan bertambah dan kalau harga naik permintaan berkurang, dapat
diterangkan dengan menggunakan teori nilai guna. Selain dengan cara itu sifat
permintaan konsumen dapat pula diterangkan dengan menggunakan analisis kurva
kepuasan sama.
Perubahan harga pakaian mengakibatkan perubahan ke atas jumlah pakaian yang dibeli
dan dikonsumsi.

BAB 9
Teori Produksi dan Kegiatan Perusahaan
Hal-hal yang diterangkan:
Bentuk-bentuk organisasi perusahaan
Perusahaan ditinjau dari sudut teori ekonomi
Fungsi produksi
Fungsi produksi dengan satu faktor produksi berubah
Fungsi produksi dengan dua faktor produksi berubah

50
Bentuk – bentuk organisasi perushaan
Perusahaan perseorangan
Perusahaan perseorangan adalah organisasi perusahaan yang terbanyak jumlahnya
dalam setiap perekonomian. Tetapi sumbangannya kepada keseluruhan produksi
nasional tidaklah terlalu besar. Di perusahaan ini termasuk perusahaan kecil – kecilan
yang modalnya tidak begitu besar. Seperti penjual sate, restoran, dan took kelontong.
Perusahaan perkongsian atau firma
Perusahaan ini adalah organisasi perusahaan yang dimiliki oleh beberapa orang. Mereka
sepakat bersamaan untuk menjalankan suatu usaha dan membagikan keuntungan yang
diperoleh berdasarkan perjanjian yang telah disepakati dan kemungkinan modal yang
dikeluarkan lebih banyak dan perusahaan ini merupakan tanggung jawab bersama.
Perseroan terbatas
Organisasi perusahaan ini merupakan bentuk perusahaan yang paling penting karena
perusahaan besar kebanyakan berbentuk perseroan terbatas. Kebaikan dalam perusahaan
ini dapat memperoleh modal secara mengeluarkan saham berbentuk surat berharga yang
menyatakan pemegangnya adalah menjadi salah seorang oemilik perusahaan yang
mengeluarkan sahan tersebut.
Bentuk lain organisasi perusahaan :
Perusahaan milik negara
Perusahaan ini lebih dikenal sebagai BUMN. Umumnya perusahan milik negara
dikelola oleh perusahaan perseroan terbatas. Perbedaannya terletak pada pemilik
perusahaan itu yaitu saham – saham dari perusahaan negara dimiliki oleh pemerintah.
Perusahaan koperasi
Perusahaan ini merupakan perusahaan yang didirikan bukan untuk mencari keuntungan
tetapi untuk melindungi kepentingan para anggotanya. Perusahaan koperasi dibedakan
menjadi tiga jenis: koperasi konsumsi, kopersi prosuksi dan koperasi kredit.
Perusahaan ditinjau dari sudut teori ekonomi
Dalam teori ekonomi tidak membedakan perusahaan – perusahaan. Tetapi dalam teori
ekonomi berbagai jenis perusahaan dipandang sebagai unit – unit badan usaha yang
mempunyai tujuan yang sama yaitu mencapai keuntungan yang maksimum. Untuk
tujuan tersebut dijalankan usaha yang bersamaan dengan mengatur penggunaan faktor –

51
faktor produksi dengan cara efisien sehingga usaha memaksimumkan keuntungan dapat
dicapai dengan cara yang dari sudut ekonomi dipandanf sebagai cara yang paling
efisien.
Tujuan perusahaan: memaksimumkan keuntungan
Tujuan ini bukanlah satu – satunya tujuan dari perusahaan ada perusahaan yang
menekankan volume penjualan, memasukkan pertimbangan politik dalam menentukan
produksi, menekankan untuk mengabdi kepentingan masyarakat, dan kurang
memperhatikan mencari keuntungan maksimum tetapi tujuan memaksimumkan
keuntungan tetaplah tujuan yang penting
Cara mencapai tujuan memaksimumkan keuntungan
Masalah pokok yang dipecahkan adalah bagaimanakan komposisi dari faktor – faktor
produksi yang digunakan dan untuk masing – masing faktor produksi tersebut
berapakah jumlah yang akan digunakan? Dalam memecahkan persoalan ini dua aspek
harus dipikirkan, yaitu:
Komposisi faktor produksi yang bagaimana perlu digunakan untuk menciptakan
tingkat produksi yang tinggi?
Kompisisi faktor produksi yang bagaimana akan meminimumkan biaya produksi
yang dikeluarkan untuk mencapai satu tingkat produksi tertentu?
Fungsi produksi: tenaga kerja, tanah, modal, dan keahlian keusahawan
Peminimuman biaya produksi: besarnya pembayaran kepada faktor produksi
tambahan yang akan digunakan dan besarnya pertambahan hasil penjualan yang
diwujudkan oleh faktor produksi yang ditambahkan.
Jangka pendek dan jangka Panjang
Jangka pendek apabila Sebagian dari faktor produksi diangap tetap jumlahnya,
perusahaan tidak dapat menambah jumlah faktor produksi yang dianggap tetap tersebut.
Jangka panjang semua faktor produksi dapat mengalami perubahan. Berarti bahwa
dalam jangka panjang faktor produksi dapat ditambahkan jumlahnya jika memang hal
tersebut diperlukan.
Firma dan industri
Firma adalah suatu badan usaha yang menggunakan faktor – faktor produksi untuk
menghasilkan barang – barang yang dibutuhkan masyarakat dan Industri adalah

52
perusahaan yang menjalankan operasi dalam bidang kegiatan ekonomi yang tergolong
ke dalam sector sekunder.
Fungsi produksi
Dalam rumus : Q = f ( K, L, R, T )
K: Jumlah stok modal
L: Jumlah tenaga kerja
R: Kekayaan alam
T: Tingkat teknologi yang digunakan
Pernyataan diatas berupa pernyataan mamematik yang berarti tingkat produksi suatu
barang tergantung kepada jumlah modal, jumlah tenaga kerja, jumlah kekyaan alam dan
tingkat teknologi yang digunakan.
Teori produksi dalam ilmu ekonomi:
Teori produksi dengan satu faktor berubah
Teori produksi dengan dua faktor berubah
Teori produksi dengan satu faktor
Menggambarkan tentang hubungan antara tingkat produksi suatu barang dengan jumlah
tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang
tersebut. Dalam analisis tersebut misalkan faktor – faktor produksi lainnya tetap
jumlahnya yaitu modal dan tanah jumlahnya dianggap tidak mengalami perubahan juga
teknologi dianggap tidak mengalami perunahan dan satu – satunya faktor produksi yang
dapat diubah adalah tenaga kerja.
Hukum hasil lebih yang semakin berkurang
Hukum hasil lebih yang semakin berkurang menyatakan bahwa apabila faktor produksi
yang dapat diubah jumlahnya terus menerus ditambah sebanyak satu unit, pada mulanya
produksi total akan semakin banyak pertambahannya, tetapi sesudah mencapai suatu
tingkat tertentu produksi tambahan akan semakin berkurang dan akhirnya mencapai
nilai negative. Sifat pertambahan produksi seperti ini menyebabkan pertambahan
produksi total semakin lambat dan akhirnya ia mencapai tingkat yang maksimum dan
kemudian menurun.
Hubungan diantara tingkat produksi dan jumlah tenaga kerja yang digunakan dapat
dibedakan dalam tiga tahap:
Tahap pertama: Produksi total mengalami pertambahan semakin cepat

53
Tahap kedua: Produksi total pertambahannya semakin lambat
Tahap ketiga: Produksi total semakin lama semakin berkurang
Produksi total, produksi rata – rata dan produksi marjinal
Produksi total yaitu jumlah produksi yang dihasilkan oleh sejumlah tenaga kerja
tertentu.
Produksi marginal yaitu tambahan produksi yang diakibatkan oleh pertumbuhan
satu tenaga kerja yang digunakan.
Dalam rumus : MP = ΔTP/ΔL
MP: Produksi marjinal
ΔTP: Pertambahan produksi total
ΔL: Pertambahan tenaga kerja
Produksi rata – rata yaitu produksi yang secara rata – rata dihasilkan oleh setiap
pekerja.
Dalam rumus: AP = TP/L
AP: Produksi rata – rata
TP: Produksi total
L: Jumlah tenaga kerja
Kurva produksi total, produksi rata – rata dan produksi marjinal
Kurva TP adalah kurba produksi total. Menunjukan hubungan antara jumlah produksi
dan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan produksi tersebut. Bentuk
TP cenderung ke atas apabila tenaga kerja yang digunakan masih sedikit bila tenaga
kerja kurang dari 3.
Teori produksi dengan dua faktor berubah
dalam analisis ini dimisalkan terdapat dua jenis faktor produksi yang dapat diubah
jumlahnya. Misalnya yang dapat diubah adalah tenaga kerja dan modal. Misalkan pula
bahwa kedua faktor produksi yang dapat berubah ini dapat dipertukar – tukarkan
penggunaannya yaitu tenaga kerja dapat menggantikan modal atau sebaliknya. Apabila
misalkan pula harga tenaga kerja dan pembayaran per unit kepada faktor modal
diketahui, analisis tentang bagaimana perusahaan akan meminimumkan biaya dalam
usahanya untuk mencapai tingkat produksi tertentu dapat ditunjukan
Kurva produksi sama (ISOQUANT)

54
Suatu kurva yang menggambarkan gabungan dua faktor produksi yang berbeda yang
akan menghasilkan satu tingkat produksi tertentu. Misalkan seorang pengusaha ingin
memprosuksi suatu barang sebanyak 1.000 unit. Untuk memproduksi barang tersebut ia
menggunakan tenaga kerja dan modal penggunaannya dapat dipertukarkan.
Garis biaya sama (ISOCOST)
Suatu kurva yang menggambarkan gabungan dua faktor produksi, yang digunakan
untuk menghasilkan sesuatu barang yang memerlukan biaya yang sama. Untuk
menghemat biaya produksi dan memaksimumkan keuntungan, perusahaan harus
meminimumkan biaya produksi. Untuk membuat analisi mengenai minimum biaya
produksi perlulah dibuat garis yang sama (Isocost). Untuk dapat membuat garis biaya
sama data diperluka:
Harga faktor – faktor produksi yang digunakan
Jumlah uang yang tersedia untuk memberli faktor – faktor produksi
Minimumkan biaya atau memaksimumkan produksi
Apabila jumlah pengeluaran untuk membiayai produksi sudah ditentukan,
keadaan yang bagaimanakah yang akan memaksimumkan produksi?
Apabila jumlah produksi yang ingin dicapai telag ditentukan, keadaan yang
bagaimanakah yang meminimumkan biaya?
Memaksimumkan produksi
Misalkan biaya yang dibelanjakan untuk membeli per unit modal adalah Rp15.000,
upah tenaga kerja adalah Rp10.000 dan biaya yang disediakan oleh produsen adalah
Rp30.000. dengan uang sebanyak Rp300.000 produsen daoat sekiranya ia membeli satu
jenis faktor produksi saja memperoleh 20 unit modal atau 30 tenaga kerja. Garis biaya
sama 〖 TC 〗 _3 menggambarkan gabungan tenaga kerja dan modal yang dapat
diperoleh dengan menggunakan uang yang tersedia. Manakah gabungan yang akan
dapat menghasilkan produksi yang paling minimum, terdapat 5 titik yang terletak pada
berbagai kurva produksi sama yang merupakan titik perpotongan atau titik
persinggungan dengan garis 〖TC〗_2 yaitu A, B, C, D dan E dari lima titik ini, titik E
terletak di kurva produksi sama yang paling tinggi, yaitu kurva produksi sama pada
tingkat produksi sebanyak 2.500 unit. Ini berarti gabungan yang diwujudkan oleh titik E
akan memaksimumkan jumlah produksi yang dapat dibiayai Rp300.000. gabungan
tersebut terdiri dari 12 unit modal dan 12 unit tenaga kerja.

55
Meminimumkan biaya
Misalkan mengenai tingkat produksi yang ingin dicapai. Produsen ingin memproduksi
sebanyak 1.500 unit. Kurva itu dipotong oleh garis – garis biaya sama di 5 titik ( A, B,
Q, R, dan P). Titik – titik ini menggambarkan gabungan – gabungan tenaga kerja dan
modal yang dapat digunakan untuk menghasilkan produksi sebanyak yang diinginkan.
Yang biaya paling minimum adalah gabungan yang ditunjukan oleh titik yang terletak
pada garis biaya sama yang paling rendah. Titik P adalah pada garis biaya sama yang
paling rendah adalah garis TC. Dengan demikian titik ini menggambarkan gabungan
tenaga kerja dan modal yang akan membutuhkan biaya yang paling minimum untuk
menghasilkan 1.500 unit. Faktor produksi itu terdiri dari 9 tenaga kerja dan 8 unit modal
dan biaya yang paling dikeliuarkan adalah Rp210.000.

BAB 10
Biaya Produksi

Hal-hal yang diterangkan:


Biaya produksi dalam jangka pendek
Beberapa konsep biaya jangka pendek
Berbagai bentuk kurva biaya jangka pendek
Biaya produksi dalam jangka Panjang dan kurva biaya jangka Panjang
Skala ekonomi dan skala tidak ekonomi

BIAYA PRODUKSI DALAM JANGKA PENDEK


Telah diterangkan bahwa didalam menganalisis biaya produksi perlu dibedakan dua
jangka waktu: (i)jangka pendek,yaitu jangka waktu dimana sebagian faktor produksi
tidak dapat ditambah jumlahnya,dan (ii) jangka panjang, yaitu jangka waktu dimana
semua faktor produksi dapat mengalami perubahan.

BERBAGAI PENGERTIAN BIAYA PRODUKSI JANGKA PENDEK

56
Tabel 10.1 menunjukkan nilai-nilai berbagai pengertian biaya produksi yang
dikeluarkan ungtuk menghasilkan suatu barang. Apabila jumlah sesuatu faktor produksi
yang digunakan selalu berubah-ubah,maka biaya produksi yang digunakan adalah tetap,
maka biaya produksi yang dikeluarkan untuk memperolehnya adalah tetap nilainya.
Dengan demikian keseluruhan jumlah biaya produksi yang dikeluarkan produsen dapat
dibedakan kepada dua jenis pembiayaan yaitu biaya yang selalu berubah dan biaya
tetap.
Analisis mengenai biaya produksi akan memperhatikan juga tentang (i) biaya produksi
rata-rata yang meliputi biaya produksi total rata-rata,biaya produksi tetap rata-rata, dan
biaya biaya produksi berubah rata-rata, dan (ii) biaya produksi marjinal, yaitu tambahan
biaya produksi yang harus dikeluarkan untuk menambah satu unit produksi.

BIAYA TOTAL DAN JENIS-JENIS BIAYA TOTAL


Biaya total adalah keseluruhan jumlah biaya produksi yang dikeluarkan. Konsep biaya
total dibedakan kepada tiga pengertian: biaya total (Total costs), biaya tetap total (Total
Fixed Costs) dan biaya berubah total (Total Variable Costs).

Biaya Total (TC)


Keseluruhan jumlah biaya produksi yang dikeluarkan dinamakan biaya total. biaya yang
dikeluarkan oleh produsen pada berbagai jumlah tenaga kerja yang digunakan. Biaya
produksitotal atau biaya total (total Costs) didapat dari menjumlahkan biaya tetap total
(TFC dari perkataan Total Fixed Costs) dan biaya berubah total (TVC dari perkataan
Total Variable Costs). Biaya total dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
TC = TFC + TVC

Biaya Tetap Total (TFC)


Keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi (input) yang
tidak dapat diubah jumlahnya dinamakan biaya tetap total. Membeli bensin, mendirikan
bangunan pabrik adalah contoh dari faktor produksi yang dianggap tidak mengalami
perubahan dalam jangka pendek.

Biaya Berubah Total (TVC)

57
Keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktorproduksi yang dapat
diubah jumlanya dinamakan biaya berubah total.

BIAYA RATA-RATA DAN MARJINAL


Biaya rata-rata dibedakan kepada tiga pengertian : Biaya Tetap Rata-Rata (Average
fixed Costs), Biaya berubah rata-rata (Average Variable Costs) dan Biaya Total Rata-
rata (Average Total Costs).
Konsep biaya lain: Biaya Marjinal atau Marginal Cost. Definisi dan arti setiap konsep
tersebut dan contoh perhitungannya diterangkan dalam uraian dibawah ini.
Biaya Tetap Rata-rata (AFC)
Apabila biaya tetap total (TFC) untuk memproduksi sejumlah barang tertentu (Q) dibagi
dengan jumlah produksi tersebut, nilai yang diperoleh adalah biaya tetap rata-rata.
Rumus untuk menghitung biaya tetap rata-rata atau AFC:
AFC = TFC/Q

Biaya Berubah Rata-rata (AVC)


Apabila biaya berubah total (TVC) untuk memproduksi sejumlah barang (Q) dibagi
dengan jumlah produksi tersebut, nilai yang diperoleh adalah biaya berubah rata-rata.
Biaya berubah rata-rata dihitung dengan rumus:
AVC = TVC/Q

Biaya Total Rata-rata (AC)


Apabila biaya total (TC) untuk memproduksi sejumlah barang tertentu (Q) dibagi
dengan jumlah produksi tersebut, nilai yang diperoleh adalah biaya total rata-rata. Nilai
nya dihitung menggunakan rumus:
AFC = TC/Q Atau
AC =AFC + AVC

Biaya Marjinal (MC)


Kenaikan biaya produksi yang dikeluarkan untuk menambah produksi sebanyak satu
unit dinamakan Biaya Marjinal. Menggunakan rumus:
MCn = TCn – TCn-1

58
Dimana MCn adalah biaya marjinal produksi ke-n adalah biaya total pada waktu jumlah
produksi adalah n,dan TCn-1 adalah biaya total pada waktu jumlah produksi adalah n-1.
Apabila rumus seperti yang telah diterangkan sebelum ini tidak dapat digunakan,
rumus yang akan digunakan untuk menghitung biaya marjinal adalah:
MCn = ∆TC / ∆Q

Di mana MCn adalah biaya marjinal produksi ke-n, ∆TC adalah pertambahan jumlah
biaya total, dan ∆Q adalah biaya pertambahan jumlah produksi.

KURVA BIAYA-BIAYA TOTAL


Grafik yang menggambarkan kurva-kurva tersebut akan dibedakan kepada dua bagian,
yaitu yang menggambarkan (i) kurva-kurva biaya total (ii) kurva-kurva biaya rata-rata
dan biaya marjinal. Dilukiskan tiga jenis kurva yang termasuk dalam golongan (i) yaitu:
Kurva TFC, yang menggambarkan biaya tetap total
Kurva TVC, yang menggambarkan biaya berubah total
Kurva TC, yang menggambarkan biaya total

KURVA BIAYA RATA-RATA


Kurva-kurva biaya tetap rata-rata (AFC), biaya berubah rata-rata (AVC), biaya total
rata-rata (ATC atau AC), dan biaya marjinal

HUBUNGAN KURVA MC DENGAN AVC DAN AC


Dalam menggambarkan kurva-kurva biaya rata-rata perlulah disadari dan diingat bahwa
kurva AVC dan AC dipotong oleh kurva MC pada titik terendah dari masing-masing
kurva tersebut.
Hal itu harus dibuat agar tidak menyalahi hokum matematik. Contoh ini pada
hakikatnya menunjukkan bahwa:
Apabila MC<AVC, maka nilai AVC menurun (berarti kalau kurva MC dibawah
kurva AVC, maka kurva AVC sedang menurun)
Apabila MC>AVC maka nilai AVC akan semakin besar (berarti kalau kurva
MC di atas AVC makan kurva AVC sedang menaik)

59
MENGGAMBARKAN KUVA MC
Kurva MC menimbulkan sedikit masalah dalam menggambarkan, karena ia
menunjukkan pertambahan biaya kalau produksi naik satu unit. Dengan demikian ada
dua tingkat produksi yang berkaitan dengan nilai tersebut,tingkat produksi sebelum dan
sesudah kenaikan produksi. Disebabkan oleh hal ini, titik-titik yang menggambarkan
biayan marjinal harus digambarkan diantara kedua-dua tingkat produksi tersebut.

BIAYA PRODUKSI DALAM JANGKA PANJANG


Dalam jangka panjang perubahan dapat menambah semua faktor produksi atau input
yang akan digunakannya. Biaya produksi tidak perlu lagi dibedakan antara biaya tetap
dan biaya berubah. Didalam jangka panjang tidak ada biaya tetap, semua jenis biaya
yang dikeluarkan merupakan biaya berubah.

CARA MEMINIMUMKAN BIAYA DALAM JANGKA PANJANG


Karena dalam jangka panjang perusahaan dapat memperluas kapasitas produksinya,ia
harus menentukan besarnya kapasitas pabrik (plant size) yang akan meminimumkan
biaya produksi. Dalam analisis ekonomi kapasitas pabrik digambarkan oleh kurva biaya
total rata-rata (AC).
Factor yang akan menentukan kapasitas produksi yang digunakan adalah tingkat
produksi yang ingin dicapai. Dapat disimpulkan bahwa peminimuman biaya jangka
panjang tergantung kepada dua faktor berikut:
Tingkat produksi yang ingin dicapai
Sifat dari pilihan kapasitas pabrik yang tersedia

KURVA BIAYA TOTAL RATA-RATA JANGKA PANJANG


Uraian yang baru saja dilakukan mengenai caranya seorang produsen menentukan
kapasitas produksi yang akan digunakannya akan memberikan petunjuk tentang bentuk
kurva biaya total rata-rata jangka panjang atau kurva LRAC (Long Run Average Cost).
Kurva LRAC dapat didefinisikan sebagai kurva yang menunjukkan biaya rata-rata yang
paling minimum untuk berbagai tingkat produksi apabila perusahaan dapat selalu
mengubah kapasitas memproduksinya.

60
SKALA EKONOMI DAN TIDAK EKONOMI
Kurva LRAC dan AC hampir bersamaan bentuknya, yaitu sama-sama berbentuk huruf
U. bedanya hanya: bentuk AC jauh lebih mirip huruf U,sedangkan LRAC lebih
berbentk kuali.

SKALA EKONOMI
Skala kegiatan produksi jangka panjang dikatakan bersifat mencapai skala ekonomi
(economies of scale) apabila pertambahan produksi menyebabkan biaya produksi rata-
rata menjadi semakin rendah. Produksi yang semakin tinggi menyebabkan kegiatan
memproduksi bertambah efisien.

Spesialis Faktor-faktor produksi


Dalam perusahaan kecil ukuranya para pekerja harus menjalankan beberapa tugas. Oleh
sebab itu, mereka tidak dapat mencapai keterampilan yang tinggi di dalam mengerjakan
pekerjaan tertentu. Setiap pekerja diharuskan melakukan suatu pekerjaan tertentu
saja,dan ini menambah keterampilan mereka.

Pengurangan Harga Bahan Mentah Dan Kebutuhan Produksi Lain


Setiap perusahaan membeli bahan mentah, mesin-mesin, dan berbagai jenis peralatan
untuk melakukan kegiatan memproduksi. Harga bahan-bahan tersebut akan menjadi
bertambah murah apabila pembelian bertambah banyak. Makin tinggi produksi, makin
banyak bahan-bahan mentah dan peralatan produksi yang digunakan. Menyebabkan
biaya per unit akan semakin murah.

Memungkinkan Produk Sampingan (by-products) Diproduksi


Di dalam perusahaan-perusahaan adakalanya terdapat bahan-bahan yang terbuang
(waste) , yaitu barang-barang yang tidak terpakai yang merupakan residu yang
diciptakan oleh proses produksi.

Mendorong Perkembangan Usaha Lain

61
Kalau sesuatu perusahaan telah menjadi sangat besar, timbul permintaan yang cukup
ekonois untuk mengenangkan kegiatan di bidang usaha lain yang menghasilkan barang-
barang atau fasilitas yang dibutuhkan perusahaan yang besar tersebut.

SKALA TIDAK EKONOMI


Kegiatan memproduksi suatu perusahaan dikatakan mencapai skala tidak ekonomi
(diseconomies of scale) apabila pertambahan produksi menyebabkan biaya produksi
rata-rata menjadi semakin tinggi.
Keadaan ini diwujudkan oleh kegiatan memproduksi yang menurun efisiensinya.
BAB 11
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
HAL-HAL YANG DITERANGKAN
CIRI PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
PEMAKSIMUMAN KEUNTUNGAN JANGKA PENDEK
BIAYA MARJINAL DAN KURVA PENAWARAN
OPERASI PERUSAHAAN DAN INDUSTRI DALAM JANGKA PANJANG
KEBAIKAN DAN KEBURUKAN PASAR PERSAINGAN SEMPURNA.
Persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling edial, karena dianggep
sistem pasar ini adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan
memproduksi barang atau jasa yang tinggi (optimal) efesiennya.
Pasar persaingan sempurna dapat didefinisakan sebagai struktur pasar atau industry di
mana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual ataupun pembeli tidak
dapat mempengaruhi keadaan di pasar.
Ciri-Ciri Pasar Persaingan Sempurna
Pengambilan harga
Mudah keluar masuk
Menghasilkan barang serupa (identical/homogenous)
Terdapat banyak perusahaan di pasar
Pembeli mempunyai pengetahuan sempurna mengenai pasar
Permintaan dan Hasil Jualan
Didalam menganalisis usaha suatu perusahaan untuk memaksimumkan keuntungan,
dua hal yang harus di perhatikan:

62
Biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan
Hasil penjualan dari barang yang dihasilkan perusahaan itu.
Permintaan Pasar dan Perusahaan
Sifat tersebut adalah setiap perushaan adalah pengambil harga, yaitu sesuatu
perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk menentukan harga.
Hasil Penjualan Marjinal, Rata-Rata dan Total
Hasil Penjualan Rata-Rata
Kurva permintaan pada dasarnya digambarkan dengan tujuan untuk menjelaskan
tentang jumlah permintaan terhadap sesuatu barang pada berbagai tingkat harga.
Hasil Penjualan Marjinal
Satu konsep (istilah) mengenai hasil penjualan yang sangat penting untuk diketahui
dalam analisis penentuan harga dan produksi oleh suatu perusahaan adalah pengertian
hasil penjualan marjinal (MR__perusahaan dari menjual singkatan dari perkataan
Marjinal Revenue), yaitu tambahan hasil penjualan yang diperoleh perusahaan dari
menjual satu unit lagi barang yang diproduksinya.
Hasil Penjualan Total
Seluruh jumblah pendapatan yang di terima perusahaan dari menjual barang yang
diproduksinnya dinamakan hasil penjualan total(TR__yaitu dari perkataan total
revenue).telah di terangkan bahwa dalam persaingan sempurna harga tidak akan
berubah walaw bagaimanapun banyaknya jumblah barang yang di jual perusahaan.
Pemaksimuman Keuntungan Jangka Pendek
Dalam bagian ini secara serentak akan di tunjukan contoh angka tentang biaya
produksi,hasil penjualan dan penentuan keuntungan.
Syarat Pemaksimunan Keuntungan
Membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total.
Menunjukan keadaan di mana hasil penjualan marjinal sama dengan biaya
marjinal.
Jumlah Produksi dan Biaya Produksi
Analisis penentuan produksi yang akan di buat dalam bab ini dan beberapa bab
kemudian akan menggambarkan kurva sebagai jenis biaya berdasarkan sifat-sifatnya.
Hasil Penjualan Total,Biaya Total Dan Keuntungan
Keuntungan = Hasil Penjualan total – Biaya produksi total

63
Hasil Perjualan Marjinal, Biaya Marjinal dan Keuntungan
Tambah untung = Tambahan penjualan total – Tambahan biaya
Grafik Pemaksimuman Keuntungan Jangka Pendek
Dengan grafik yang menggambarkan biaya total dan hasil penjualan total.
Dengan grafik yang menunjukan biaya marjinal dan hasil penjualan marjinal.
Pendekata Biaya Total-Hasil Penjualan Total
Perpotongan di antara kurva TC dan kurva TR dinamakan titik impas (break-even point)
yang menggambarkan biaya total yang dikeluarkan perusahaan adalah sama dengan
hasil penjualan total yang diterimanya.
Pendekatan Biaya Marjinal-Hasil Penjualan Marjinal
Dalam jangka pendek terdapat empat kemungkinan dalam corak keuntungan atau
kerugian perusahaan (atau keadaan keseimbangan perusahaan), yaitu:
Mendapat untung luar biasa(untung melebihi normal)
Mendapat untung normal
Mengalami kerugian tetapi masih dapat membayar biaya berubah
Dalam keadaan menutup atau membubarkan perusahaan.
Biaya Marjinal dan Kurva Penawaran
Dalam bagian ini akan diterangkan bahwa semenjak ia memotong kurva AVC,
kurva biaya marjinal MC dari suatu perusahaan dalam pasar persaingan sempurna,
adalah merupakan kurva penawaran dari perusahaan tersebut.
Operasi Perusahaan dan Industri Dalam Jangka Panjang
Dalam jangka Panjang perusahaan dan industry dapat membuat beberapa
perubahan tertentu yang didalam jangka pendek tidak dapat dilakukan. Perusahaan
dapat menambah faktor-faktor produksi yang didalam jangka pendek adalah tetap
jumlahnya.
.
Analisis dalam bagian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penyesuaian-
penyesuaian yang berlaku menimbulkan perubahan dalam keadaan pasar. Dua keadaan
berikut akan diperhatikan:
Keadaan yang wujud apabila permintaan bertambah.
Keadaan yang wujud apabila permintaan berkurang.
Kebaikan dan Keburukan Persaingan Sempurna

64
Kebanyakan analisis ekonomi menganggap bahwa persaingan sempurna adalah
struktur pasar yang lebih ideal dari jenis-jenis pasar lainnya.
Persaingan Sempurna Memaksimumkan Efisiensi
Diterapkan dua konsep efisiensi: - efisiensi produktif dan – efisien alakatif
Efisien Produktif mempunyai 2 syarat:
Untuk setiap tingkat produksi, biaya yang dikeluarkan adalah yang paling
minimum.
Industri secara keseluruhan harus memproduksikan barang pada biaya rata-rata
yang paling rendah.
Efisiensi Alokatif
Alokasi sumber-sumber daya mencapai efisiensi yang maksimum apabila dipenuhi
syarat sebagai berikut: harga setiap barang sama dengan biaya marjinal untuk
memproduksikan barang tersebut (harga = biaya marjinal).

BAB 12
MONOPOLI

Hal-hal yang diterangkan:


Ciri-ciri monopoli dan faktor-faktor yang menimbulkannya
Pemaksimuman keuntungan dalam monopoli
Kemungkinan monopoli mendapat untung yang berlebihan
Ketiadaan kurva penawaran dalam monopoli
Diskriminasi harga dalam monopoli
Kebijakan pemerintah dalam monopoli alamiah
Kebaikan dan kelemahan monopoli

65
Monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu perusahaan saja dan
perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang
sangat dekat. Biasanya keuntungan yang dinikmati oleh perusahaan monopoli adalah
keuntungan melebihi normal dan ini diperoleh karena terdapat hambatan yang sangat
tangguh dihadapi perusahaan-perusahaan lain untuk memasuki industri tersebut.
Analisis perusahaan monopoli akan menggunakan dua cara, yaitu: (1) dengan
Pendekatan Biaya total dan Hasil Penjualan Total (2) dengan Pendekatan Biaya
Marjinal dan Hasil Biaya Marjinal. Hal-hal lain mengenai operasi perusahaan monopoli
yang akan diterangkan dalam bab ini adalah: kurva penawaran dalam monopoli,
diskriminasi harga, monopoli alamiah dan tingkat operasinya, dan penilaian terhadap
kebaikan dan kelemahan pasar monopoli.
CIRI-CIRI PASAR MONOPOLI
1. Pasar monopoli adalah industri satu perusahaan
2. Tidak mempunyai barang pengganti yang mirip
3. Tidak terdapat kemungkinan unt
uk masuk dalam industri
4. Dapat mempengaruhi penentuan harga
5. Promosi iklan kurang diperlukan

FAKTOR-FAKTOR YANG MENIMBULKAN MONOPOLI


Terdapat tiga faktor yang dapat menyebabkan wujudnya pasar (perusahaan) monopoli.
Ketiga faktor tersebut adalah:
1. Perusahaan monopoli mempunyai suatu sumber daya tertentu yang unik dan tidak
dimiliki oleh perusahaan lain.
2. Perusahaan monopoli pada umumnya dapat menikmati skala ekonomi (economies
of scale) hingga ke tingkat produksi yang sangat tinggi
3. Monopoli wujud dan berkembang melalui undang-undang, yaitu pemerintah
memberi hak monopoli kepada perusahaan tersebut. Peraturan-peraturan yang seperti itu
adalah: (1) Peraturan Paten dan Hak Cipta, dan (2) Hak Usaha Eksklusif

PEMAKSIMUMAN KEUNTUNGAN DALAM MONOPOLI

66
Dalam menggambarkan prinsip penentuan pemaksimuman keuntungan dalam monopoli
dengan cara menggunakan angka-angka dan secara grafik. Untuk masing-masing cara
ini akan ditunjukkan prinsip penentuan pemaksimuman keuntungan berdasarkan
pendekatan (i) biaya total dan hasil penjualan total (ii) biaya marjinal dan hasil
penjualan marjinal.

PRODUKSI, HARGA DAN PENJUALAN


Permintaan dalam industri adalah juga permintaan ke atas produksi perusahaan
monopoli tersebut. Sifat umum dari permintaan barang-barang, yaitu: makin tinggi
harga sesuatu barang, makin sedikit jumlah yang diminta. Sifat ini menyebabkan kurva
permintaan ke atas suatu barang adalah bersifat menurun dari kiri atas ke kanan bawah.
Permintaan ke atas produksi monopoli tidak menyimpang dari sifat umum. Berarti suatu
monopoli akan dapat memperoleh harga penjualan yang tinggi apabila produksinya
sedikit, dan harga penjualan semakin rendah apabila produksi semakin banyak. Harga =
Hasil Penjualan Marjinal – yaitu P = MR. Dalam monopoli akan diterangkan bahwa
harga selalu lebih tinggi dan hasil penjualan marjinal.
CONTOH ANGKA
Tabel 12.1
Produksi, harga dan hasil penjualan (ribu rupiah)

Rumus:
*Hasil Penjualan Total = Harga x Produksi
*Hasil Penjualan Marjinal = Selisih Hasil Penjualan Total
KESIMPULAN
• Hasil Penjualan Total akan mengalami pertambahan, tetapi pertambahan itu
semakin berkurang apabila produksi bertambah banyak. Setelah mencapai satu tingkat
produksi tertentu pertambahannya akan menjadi negatif.
• Pada umumnya hasil penjualan marjinal nilainya adalah lebih rendah daripada
harga. Hanya pada waktu produksi mencapai satu unit hasil penjualan marjinal = harga.

PENDEKATAN HASIL PENJUALAN TOTAL – BIAYA TOTAL


CONTOH ANGKA

67
Tabel 12.2
Hasil Penjualan, Biaya Produksi dan Keuntungan (ribu rupiah)

KESIMPULAN
Data tersebut dihitung dengan formula berikut: Keuntungan = Hasil Penjualan
Total dikurangi biaya total. Sebab dari kesimpulan ini telah diterangkan dalam bab yang
lalu dan akan dilihat kembali dalam pendekatan penentuan keuntungan dengan
menggunakan pendekatan: MC = MR.

PENDEKATAN HASIL PENJUALAN MARJINAL – BIAYA MARJINAL


CONTOH ANGKA
Tabel 12.3
Menentukan Keuntungan dengan Pendekatan MC = MR (ribu rupiah)

Rumus :
*Data dalam kolom (3) dihitung dengan formula berikut MC = TC2 – TC1

PEMAKSIMUMAN KEUNTUNGAN SECARA GRAFIK


Penentuan produksi yang akan memaksimumkan untung dapat dilakukan dengan dua
cara berikut: (i) Pendekatan Hasil Penjualan Total – Biaya Total, dan (ii) Pendekatan
Biaya Marjinal – Hasil Penjualan Marjinal. Ciri perkaitan diantara kurva permintaan (D
= AR), kurva hasil penjualan total (TR) dan kurva hasil penjualan marjinal (MR).
KURVA PERMINTAAN, PENJUALAN TOTAL DAN PENJUALAN MARJINAL
Gambar 12.1
Kurva Hasil Penjualan Total, Rata-Rata dan Marjinal

Hasil penjualan total yang seperti itu sifatnya, apabila digambarkan adalah seperti yang
ditunjukkan oleh kurva TR dalam Gambar 12.1 (i), yaitu berbentuk huruf U yang
terbalik. Kurva TR akan selalu berbentuk seperti itu di dalam keadaan dimana kurva
permintaan DD adalah seperti yang terdapat pada Gambar 12.1 (ii), yaitu yang
menggambarkan bahwa kalau harga semakin rendah maka jumlah yang diminta
semakin banyak. Sepanjang kurva permintaan berlaku sifat berikut: (i) apabila

68
elastisitas permintaan <1 akan="" harga="" hasil="" maka="" mengurangi=""
penjualan="" penurunan="" span="">, dan (ii) apabila elastisitas permintaan >1 maka
penurunan harga akan menambah hasil penjualan. Dapat dibuat kesimpulan yang
berikut:
• Karena OA menggambarkan hasil penjualan total yang semakin bertambah pada
harga yang semakin menurun, maka bagian kurva permintaan DD yang terletak di
bagian atas titik C (lihat grafik ii) mempunyai elastisitas permintaan >1
• Karena AB menggambarkan hasil penjualan total yang semakin berkurang pada
harga yang semakin menurun, maka bagian kurva permintaan yang terletak di bagian
yang lebih ke bawah dari titik C mempunyai elastisitas permintaan <1 span="">
• Pada titik C elastisitas permintaan adalah satu atau uniter
MENENTUKAN KEUNTUNGAN MAKSIMUM
Gambar 12.2
Penjualan Total, Biaya Total dan Keuntungan
Gambar 12.3
Hasil Penjualan Marjinal, Biaya Marjinal, dan Keuntungan Maksimum

Di dalam Gambar 12.2 keuntungan maksimum firma ditentukan dengan menggunakan


bantuan kurva hasil penjualan total dan biaya total. Sedangkan dalam Gambar 12.3
keuntungan maksimum tersebut ditentukan dengan menggunakan pertolongan kurva
biaya marjinal dan hasil penjualan marjinal.
Kurva TR dalam Gambar 12.2 menggambarkan hasil penjualan total, dan kurva TC
menggambarkan kurva biaya total. Di sebelah kiri dari titik A, dan di sebelah kanan dari
titik B, kurva TC berada di atas kurva TR. Keadaan ini berarti biaya total melebihi hasil
penjualan total, yaitu kedudukan yang merugikan perusahaan. Keuntungan hanya akan
dinikmati apabila TR – TC > 0, dan ini berlaku diantara titik A dan B. Perbedaan
diantara TR dan TC adalah paling maksimum apabila garis tegak diantara kurva TR dan
TC adalah yang paling panjang. Oleh karena CD merupakan jarak TR dan TC yang
paling panjang, maka tingkat produksi yang akan memaksimumkan keuntungan adalah
4 unit.
Gambar 12.3 menunjukkan cara untuk menentukan tingkat produksi dimana keuntungan
maksimum dicapai dengan menggunakan pendekatan hasil penjualan marjinal sama

69
dengan biaya marjinal (MR = MC). Kurva AC, MC, D = AR, MR dibuat berdasarkan
kepada bentuk kurva-kurva tersebut seperti yang diterangkan dalam bab-bab yang lalu
dan uraian sebelum ini. Seterusnya telah diterangkan bahwa keuntungan maksimum
dapat ditentukan dengan melihat pada tingkat produksi yang mana keadaan MR = MC
wujud. Kurva MR dan MC berpotongan pada waktu tingkat produksi sebanyak Q unit.
Hasil penjualan total adalah OP x OQ, atau sama dengan OPAQ. Sedangkan biaya total
adalah OC x OQ, atau sama dengan OCBQ. Dengan demikian keuntungan maksimum
ditunjukkan oleh kotak PABC.

ADAKAH MONOPOLI KEUNTUNGANNYA BERLEBIHAN


Gambar 12.4
Monopoli yang memperoleh untung normal dan kerugian

Dalam Gambar 12.3 telah ditunjukkan keadaan dimana monopoli memperoleh


keuntungan, keadaan lainnya ditunjukkan dalam Gambar 12.4. Gambar 12.4 (i)
menunjukkan keadaan dimana monopoli tidak mendapat keuntungan tetapi juga tidak
menderita kerugian (berarti mendapat untung normal), yaitu hasil penjualannya sama
dengan biaya totalnya. Keadaan seperti ini akan berlaku apabila kurva biaya total
menyinggung kurva permintaan pada tingkat produksi dimana hasil penjualan marjinal
= biaya marjinal. Dalam Gambar 12.4 (i) kurva AC0 menyinggung kurva D0D0 = AR0
di titik E dan titik singgung ini tepat di atas perpotongan kurva MR0 dan MC0. Maka
adalah paling baik kepada perusahaan monopoli untuk memproduksi sebanyak Q0.
Hanya pada keadaan ini ia dapat menikmati keuntungan normal. Dalam keadaan lain
(apabila jumlah produksinya berbeda dari Q0) perusahaan akan mengalami kerugian.
Gambar 12.4 (ii) menggambarkan keadaan dimana monopoli mengalami kerugian.
Kerugian adalah yang paling minimum apabila perusahaan monopoli memproduksikan
sebanyak Q1, karena pada tingkat produksi tersebut MR1 = MC1. Biaya total yang
dikeluarkan adalah OQ1 x OP1. Dengan demikian kerugian yang diderita oleh
perusahaan monopoli tersebut adalah seperti yang ditunjukkan oleh kotak P1ABC.
Kerugian ini adalah yang paling minimum. Apabila perusahaan monopoli memproduksi
lebih tinggi atau lebih rendah dari Q1, kerugian yang akan dialami akan lebih besar lagi.

70
MONOPOLI DAN KURVA PENAWARAN
Gambar 12.5
Pembuktian tentang ketiadaan kurva penawaran dalam monopoli

Gambar 12.5 pada mulanya permintaan adalah D0D0 dan hasil penjualan marjinal
adalah MR0, sedangkan biaya marjinal adalah MC. Maka keuntungan maksimum akan
dicapai apabila produksi adalah sebanyak Q. Pada tingkat produksi ini harga akan
mencapai P0. Selanjutnya misalkan permintaan berubah menjadi D1D1 dan hasil
penjualan marjinal adalah MR1. Biaya produksi tidak berubah, berarti biaya marjinal
adalah tetap seperti yang ditunjukkan oleh MC. Dalam keadaan yang baru ini, untuk
memaksimumkan keuntungan, perusahaan sekali lagi harus memproduksikan sebanyak
Q. Tetapi sekarang tingkat harga telah mencapai P1. Dengan demikian sekarang kita
mendapati ada dua tingkat harga (P0 dan P1), tetapi hanya satu jumlah
produksi/penawaran (Q). Keadaan ini menyebabkan kurva penawaran untuk suatu
perusahaan monopoli tidak dapat digambarkan/ditunjukkan.
KESIMPULAN
Di dalam perusahaan monopoli, atau perusahaan dalam pasar lainnya yang kurva
permintaan ke atas hasil produksinya bersifat menurun dari kiri atas ke kanan bawah,
kurva penawarannya tidak dapat ditunjukkan karena tidak terdapat sifat hubungan yang
tetap diantara harga dan jumlah yang ditawarkan/diproduksikan oleh perusahaan
tersebut.

MONOPOLI DAN DISKRIMINASI HARGA


Perusahaan monopoli menjual barangnya di dalam dua pasar (misalnya pasar dalam dan
luar negeri) yang sangat berbeda sifatnya. Biasanya sifat permintaan dikedua pasar itu
juga sangat berbeda. Untuk memaksimumkan keuntungannya perusahaan monopoli
dapat menjalankan kebijakan diskriminasi harga.

PENENTUAN HARGA DI SETIAP PASAR


Gambar 12.6
Kebijakan Diskriminasi Harga

71
Persoalan yang pertama yang harus dipecahkan adalah: berapakah harga yang akan
ditetapkan ditiap-tiap pasar supaya keuntungan dapat dimaksimumkan? Jawabannya
diterangkan di Gambar 12.6. Untuk memperoleh jawabannya diperlukan data berikut:
(i) biaya produksi yang dikeluarkan, dan (ii) sifat permintaan di setiap pasar untuk pasar
dalam negeri dan luar negeri.
Misalkan kurva biaya total rata-rata (AC) dan biaya marjinal (MC) monopoli adalah
seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 12.6 (iii). Seterusnya misalkan pula hasil
produksi perusahaan monopoli tersebut dijual di dua pasar, yaitu:
• Pasar dalam negeri, yang kurva permintaan (Dd) dan hasil penjualan marjinalnya
(MRd) adalah seperti ditunjukkan dalam grafik (i)
• Pasar luar negeri, yang kurva permintaan (Dw) dan hasil penjualan marjinalnya
(MRw) adalah seperti dalam grafik (ii)
Gabungan permintaan dikedua pasar tersebut Dd + Dw ditunjukkan dalam Gambar 12.6
(iii) yaitu kurva D = AR. Berarti D = AR adalah sama dengan Dd + Dw. Kurva MR
adalah kurva hasil penjualan marjinal apabila hasil penjualan dikedua pasar tersebut
digabungkan. Berarti MR = MRd + MRw.
Perusahaan monopoli akan memaksimumkan keuntungan apabila MR = MC, dan dalam
Gambar 12.6 (iii) ditunjukkan bahwa keadaan itu dicapai apabila perusahaan
memproduksi sebanyak Q. Biaya marjinal pada jumlah produksi tersebut adalah OM.
Ditiap-tiap pasar penjualan harus mencapai keadaan dimana biaya marjinal OM adalah
sama dengan hasil penjualan marjinal dimasing-masing pasar. Berarti syarat
pemaksimuman keuntungan di pasar dalam negeri adalah OM = MRd dan syarat
pemaksimuman keuntungan di pasar luar negeri adalah OM = MRw. Dengan demikian
keuntungan maksimum dikedua pasar akan dicapai apabila di pasar dalam negeri dijual
sebanyak Qd dan di pasar luar negeri dijual sebanyak Qw. Perlu diingat bahwa Q = Qd
+ Qw. Harga pasar di dalam negeri adalah Pd dan harga pasar di luar negeri Pw. Oleh
karena biaya total rata-rata adalah OC (lihat grafik iii), maka jumlah keuntungan yang
diperoleh perusahaan tersebut adalah PdCAB (di pasar dalam negeri) tambah PwCMN
(di pasar luar negeri).

SYARAT – SYARAT DISKRIMINASI HARGA

72
1. Barang tidak dapat dipindahkan dari satu pasar ke pasar lain
2. Sifat barang atau jasa itu memungkinkan dilakukan diskriminasi harga
3. Sifat permintaan dan elastisitas permintaan dimasing-masing pasar haruslah sangat
berbeda
4. Kebijakan diskriminasi harga tidak memerlukan biaya yang melebihi tambahan
keuntungan yang diperoleh tersebut
5. Produsen dapat mengeksploiter beberapa sikap tidak rasional konsumen

CONTOH – CONTOH KEBIJAKAN DISKRIMINASI HARGA


• Kebijakan diskriminasi harga oleh perusahaan monopoli pemerintah
Perusahaan listrik Negara misalnya menggunakan tarif yang berbeda untuk listrik yang
dipakai rumah tangga dan yang dipakai perusahaan
• Kebijakan diskriminasi harga oleh jasa-jasa profesional
Dokter spesialis, dokter praktek umum, ahli hokum dan guru kursus privat misalnya
mempunyai tarif yang fleksibel. Kepada orang yang relatif tak mampu mereka
mengenakan tarif yang rendah, sedangkan kepada orang kaya tarifnya ditinggikan
• Kebijakan diskriminasi harga di pasar internasional
Harga penjualan ke luar negeri pada umumnya lebih rendah karena di pasaran
internasional terdapat banyak saingan, dan untuk mempertinggi kemampuannya untuk
bersaingan perusahaan perlu menekan harga hingga ke tingkat yang serendah mungkin

PENGENDALIAN HARGA DALAM MONOPOLI ALAMIAH


Arti dari monopoli alamiah adalah: perusahaan yang terus menerus menikmati skala
ekonomi hingga pada tingkat produksi yang sangat banyak jumlahnya, berarti AC terus
menerus turun hingga ke tingkat produksi yang sangat tinggi.

MONOPOLI ALAMIAH DAN PEMAKSIMUMAN KEUNTUNGAN


Gambar 12.7
Kebijakan Pemerintah dalam Mengatur Monopoli Alamiah

Sekiranya perusahaan monopoli ingin memaksimumkan keuntungannya, yang harus


dilakukan oleh perusahaan itu adalah mencapai tingkat produksi dimana MC = MR.

73
Keadaan itu akan berlaku apabila perusahaan memproduksikan sebanyak Q0 dan pada
tingkat produksi ini harga barang adalah P0. Jumlah keuntungan yang diperoleh
monopoli adalah C0P0E0A dan keuntungan tersebut adalah keuntungan yang paling
maksimum yang dapat diperoleh perusahaan monopoli. Maka, sekiranya pemerintah
tidak mengatur kegiatan monopoli, perusahaan monopoli hanya akan memproduksi
sebesar Q0. Ini merupakan tingkat produksi yang relatif rendah kalau dibandingkan
dengan kapasitas optimal dari perusahaan monopoli tersebut, yaitu sebanyak Qx.
(Kapasitas optimal adalah penggunaan kapasitas perusahaan sehingga mencapai tingkat
dimana biaya produksi mencapai tingkat yang paling minimum).

CAMPUR TANGAN PEMERINTAH


Untuk menghindari kerugian pemerintah perlu campur tangan, yaitu dengan
menetapkan harga yang wajar, dan dengan itu meringankan beban para konsumen
barang yang dihasilkan monopoli tersebut.
Penggunaan faktor-faktor produksi dalam suatu perusahaan adalah paling efisien
apabila biaya marjinal sama dengan harga (P = MC). Sekiranya tujuan ini yang akan
dicapai pemerintah, yaitu mengharuskan perusahaan monopoli untuk bekerja seefisien
mungkin, keadaan seperti ini ditunjukkan dalam Gambar 12.7, tingkat produksi haruslah
mencapai Qm. Pada tingkat produksi tersebut harga yang akan berlaku di pasar adalah
Pm. Qm adalah jauh lebih besar daripada Q0 dan Pm adalah lebih rendah dari P0. Akan
tetapi, untuk perusahaan monopoli, ini bukanlah keadaan yang paling menguntungkan.
Walaupun biaya produksi rata-rata hanya mencapai sebesar OC1 – yaitu lebih rendah
dari OC0 dan masih memperoleh keuntungan, tetapi jumlahnya tidak sebanyak pada
produksi Q0. Monopoli hanya memperoleh untung sebanyak ClPmElB. Adakalanya,
apabila pemerintah menetapkan produksi pada keadaan dimana biaya marjinal sama
dengan harga, perusahaan akan mengalami kerugian. Dalam keadaan seperti ini
pemerintah akan memberi subsidi.
Cara lain yang dapat dilakukan pemerintah di dalam usaha untuk menetapkan harga
yang wajar dan jumlah penawaran barang yang mencukupi adalah menetapkan harga
pada tingkat dimana harga = biaya rata-rata (P = AC). Dalam Gambar 12.7 keadaan itu
dicapai pada titik E2, yang berarti harga yang ditetapkan haruslah mencapai tingkat P2
dan monopoli akan memproduksi sebanyak Q2. Dengan memproduksi sebanyak Q2

74
perusahaan monopoli akan mendapat untung normal, yaitu keadaan dimana hasil
penjualan total adalah sama dengan biaya total.

PENILAIAN KE ATAS MONOPOLI


• Sampai dimanakah efisiensi monopoli di dalam menggunakan sumber-sumber
daya, di dalam menghasilkan barang, dan dalam meminimumkan biaya per unit?
• Sampai dimanakah monopoli memberikan perangsang untuk melakukan inovasi
(pembaruan) dan perkembangan teknologi?
• Apakah implikasi dari adanya monopoli terhadap distribusi pendapatan?

EFISIENSI KEGIATAN MONOPOLI


Perusahaan memperoleh masih dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dari
keuntungan normal, dan ia dicapai pada waktu harga masih lebih besar dari biaya
marjinal. Ini berarti penggunaan sumber-sumber daya adalah lebih tidak efisien dalam
monopoli kalau dibandingkan dengan dalam persaingan sempurna. Penggunaan sumber-
sumber daya yang tidak optimum ini menimbulkan dua akibat yang tidak
menguntungkan, yaitu: (i) produksi dan penawaran barang adalah relatif sedikit dan ini
meninggikan harga, dan (ii) biaya produksi adalah lebih tinggi daripada biaya rata-rata
yang optimum.

PERBANDINGAN EFISIENSI MONOPOLI DAN PERSAINGAN SEMPURNA


Perbandingan ini akan dilakukan dengan melihat dua keadaan, yaitu: (i) apabila
biaya produksinya sama, dan (ii) apabila biaya produksinya berbeda
Gambar 12.8
Perbandingan Efisiensi Monopoli dan Persaingan Sempurna (Biaya Sama)

1. Biaya produksi sama


Dalam Gambar 12.8 (i) ditunjukkan permintaan (DD) dan penawaran (SS) di dalam
pasar persaingan sempurna. Dengan demikian harga adalah Ps dan jumlah barang yang
diperjualbelikan di pasar adalah Qs. Telah diterangkan bahwa (i) kurva penawaran pasar
persaingan sempurna adalah gabungan kurva biaya marjinal perusahaan-perusahaan,
dengan demikian SS = ∑MC, dan (ii) setiap perusahaan memperoleh keuntungan

75
normal, berarti harga adalah sama dengan biaya produksi per unit yang paling
minimum.
Misalkan seluruh perusahaan dalam persaingan sempurna bergabung dan menjadi satu
perusahaan monopoli. Dalam gabungan ini juga biaya produksi tidak mengalami
perubahan. Oleh sebab itu kurva SS sama dengan ∑MC dari pasar persaingan sempurna
sekarang berubah menjadi kurva biaya marjinal perusahaan monopoli (SS = MCm).
Perubahan ini ditunjukkan dalam Gambar 12.8 (ii). Gambar tersebut menunjukkan
keadaan sebelum dan sesudah perusahaan monopoli diwujudkan. Harga dan jumlah
barang yang diperjualbelikan sebelum perusahaan-perusahaan bergabung berturut-turut
adalah Ps dan Qs.
Sesudah perusahaan-perusahaan itu menjadi perusahaan monopoli harga tidak sama
dengan hasil penjualan marjinal. Dengan permintaan pasar seperti DD, hasil penjualan
marjinal adalah MR. Maka perusahaan monopoli akan memaksimumkan keuntungan
apabila jumlah produksi adalah Qm. Pada tingkat produksi ini harga akan mencapai Pm.
KESIMPULAN
• Persaingan sempurna menggunakan sumber-sumber daya dengan lebih efisien
dari monopoli. Dalam monopoli Pm lebih besar dari MC sedangkan dalam persaingan
sempurna Ps = MC
• Harga dalam monopoli lebih tinggi dari harga dalam pasar persaingan sempurna
• Jumlah produksi dalam pasar persaingan sempurna lebih tinggi daripada dalam
monopoli
• Biaya produksi per unit dalam monopoli adalah lebih tinggi dari dalam
persaingan sempurna
Dalam persaingan sempurna perubahan hanya memperoleh untung normal, berarti biaya
produksi per unit sama dengan Ps. Karena dimisalkan kurva biaya untuk pasar
persaingan sempurna adalah sama dengan kurva biaya monopoli, maka Ps adalah biaya
rata-rata yang paling rendah dalam perusahaan monopoli. Biaya per unit sebesar itu
akan dibelanjakan monopoli apabila produksi adalah sebesar Qs. Tetapi monopoli
memproduksikan Qm maka biaya produksinya per unit harus lebih tinggi dari Ps.
2. Biaya produksi berbeda
Gambar 12.9
Perbandingan Efisiensi Monopoli dan Persaingan Sempurna Apabila Biaya Berbeda

76
Monopoli dapat menikmati skala ekonomi sehingga ke tingkat produksi yang
sangat tinggi, kurva biaya rata-rata akan berbeda dari yang dimisalkan di atas. Besar
kemungkinan ia berada di bawah kurva biaya rata-rata dari pasar persaingan sempurna.
Walaupun produksi telah mencapai Qs biaya produksi rata-rata masih tetap menurun.
Apabila kurva biaya produksi rata-rata mempunyai sifat seperti itu, kurva MC-nya akan
terletak di sebelah kanan dari MC dalam pasar persaingan sempurna. Sebagai akibat
dari keadaan seperti ini, perusahaan monopoli mungkin akan memproduksi lebih
banyak dan harga juga lebih rendah dari dalam pasar persaingan sempurna.
Dalam Gambar 12.9 ditunjukkan efek dari biaya produksi yang berbeda diantara
pasar persaingan sempurna dan monopoli terhadap harga dan jumlah produksi dalam
monopoli. Kurva DD menggambarkan permintaan dikedua pasar, MC adalah biaya
marjinal dikedua pasar apabila dimisalkan biaya produksi adalah sama, dan MR adalah
hasil penjualan marjinal dalam pasar monopoli. Dengan demikian maka (i) produksi dan
harga di persaingan sempurna adalah Qs dan Ps, dan (ii) produksi dan harga di
monopoli adalah Qm dan Pm.
Dimisalkan monopoli dapat menikmati skala ekonomi (misalnya sebagai akibat
kemajuan teknologi dan inovasi) sehingga kurva biaya berubah menjadi AC1 dan MC1.
Kurva LRAC dan LRMC menggambarkan kurva biaya jangka panjang. Keuntungan
yang maksimum akan dicapai monopoli apabila memproduksi sebanyak Qn, dan pada
tingkat produksi itu harga pasar akan mencapai Pn. Ini menunjukkan bahwa (i) harga
dalam pasar monopoli lebih rendah dari dalam pasar persaingan sempurna, dan (ii)
jumlah produksi dalam pasar monopoli adalah lebih besar.

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN INOVASI


Pandangan I: Monopoli Tidak Merangsang Inovasi
Ketiadaan persaingan menimbulkan keengganan kepada monopoli untuk
melakukan perubahan. Perubahan dalam teknologi dan inovasi tidak akan dilakukan
oleh monopoli. Keengganan melakukan perubahan disebabkan juga karena
perkembangan teknologi dan inovasi mungkin menimbulkan pengorbanan yang besar
kepada monopoli, yaitu berupa pengeluaran untuk membeli mesin dan peralatan yang
baru, dan harus mempercepat penyusutan mesin dan peralatan yang lama.

77
Pandangan II: Monopoli Merangsang Inovasi
• Perkembangan teknologi dan inovasi adalah suatu cara untuk mengurangi biaya
per unit dan meninggikan keuntungan. Seperti telah ditunjukkan Gambar 12.9,
bersamaan dengan keuntungan yang bertambah tinggi tersebut juga harga dapat
diturunkan dan jumlah produksi diperbanyak. Berarti kemajuan teknologi bukan saja
menambah keuntungan perusahaan tetapi juga kesejahteraan masyarakat.
• Memiliki teknologi yang lebih baik dari perusahaan lain adakalanya merupakan
sumber dari terwujudnya monopoli. Dengan demikian, untuk perusahaan-perusahaan
yang memperoleh kekuasaan monopoli dengan cara itu, mengadakan penyelidikan dan
mengembangkan teknologi secara terus-menerus merupakan syarat penting untuk
mempertahankan kekuasaan monopolinya.

MONOPOLI DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT


Monopoli akan memperoleh keuntungan yang lebih dari normal, dan ini akan
dinikmati oleh pengusaha monopoli dan pemegang-pemegang sahamnya. Mereka pada
umumnya terdiri dari penduduk yang berpendapatan tinggi atau menengah. Para
pekerja, yang merupakan golongan yang relatif miskin, tidak akan memperoleh sesuatu
apapun dari keuntungan monopoli yang lebih tinggi dari keuntungan normal tersebut.
Tanpa ada hak eksklusif untuk berusaha sebagai perusahaan monopoli, akan
wujud kemungkinan berlakunya keadaan dimana beberapa perusahaan baru pada
akhirnya beroperasi dalam pasar. Dalam keadaan seperti itu pasaran telah berubah
menjadi oligopoli. Ini menyebabkan setiap perusahaan tidak dapat menikmati skala
ekonomi secara maksimum. Maka setiap perusahaan akan menetapkan harga/tarif yang
tinggi ke atas barang/jasa yang dihasilkannya. Keadaan seperti ini menimbulkan
kerugian kepada masyarakat, karena mereka harus membayar dengan harga yang tinggi
tersebut.
Hak eksklusif yang menjamin adanya perusahaan tunggal dalam pasar belum
menjamin bahwa harga ditetapkan pada tingkat yang rendah. Walaupun perusahaan
tersebut dapat mengecap skala ekonomi dengan sepenuhnya, yang menyebabkan biaya
produksi berada pada tingkat yang rendah sekali, belum tentu perusahaan akan menjual
hasil produksinya dengan harga yang rendah. Sadar bahwa ia mempunyai kekuasaan
monopoli mungkin menyebabkan ia akan menetapkan harga yang tinggi juga. Untuk

78
mengatasi masalah ini, pemerintah di samping memberikan hak monopoli akan
menetapkan harga/tarif penjualan dari barang/jasa yang disediakan perusahaan tersebut.
Dengan cara ini dapatlah kepentingan para konsumen dilindungi, yaitu para konsumen
dapat membeli barang yang dihasilkan perusahaan monopoli pada tingkat harga yang
relatif rendah.

BAB 12
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu perusahaan saja.
Dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang
sangat dekat. Atau bias disebut suatu pelaku usaha atau penjual yang menjadi pusat
kekuatan ekonomi yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas
barang dan jasa tertentu sehingga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan dapat
merugikan kepentingan umum.
Selepas dari larangan dari monopoli, ada juga monopoli yang tidak dilarang yaitu:
Monopoli by Law & Monopoli by License, meskipun begitu nyatanya ini juga kurang
efektif dan bertentangan dengan teori ekonomi klasik dan hokum syariat islam.

B. SARAN

Dengan terselesainya makalah ini semoga bermanfaat bagi teman-teman yang mau
mempelajarinya dan dalam pembuatan makalah ini banyak terdapat kesalahan maupun
kekurangannya mohon kritik dan saran untuk dikemudian hari lebih membangun lagi.
BAB 13
Persaingan Monopolistis

Hal-hal yang diterangkan:


Ciri-ciri pasar persaingan monopolistis
Keseimbangan dalam pasar persaingan monopolistis

79
Penilaian keatas persaingan monopolistis
Persaingan bukan-harga
Kebaikan dan keburukan pengiklanan
CIRI-CIRI PERSAINGAN MONOPOLISTIS
Pasar persaingan monopolistis pada dasarnya adalah pasar yang berada di antara dua
jenis pasar yang ekstrem, yaitu persaingan sempurna dan monopoli. Oleh sebab itu sifat-
sifatnya mengandung unsur-unsur sifat pasar monopoli, dan unsur-unsur sifat pasar
persaingan sempurna. Pasar persaingan monopolistis dapat didefinisikan sebagai suatu
pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang yang berbeda corak
(differentiated products). Ciri-cirinya sebagai berikut:
Terdapat Banyak Penjual
Terdapat cukup banyak penjual dalam pasar persaingan monopolistis, namun demikian
ia tidaklah sebanyak seperti dalam pasar persaingan sempurna.
Barangnya Bersifat Berbeda Corak
Produksi dalam pasar persaingan monopolistis berbeda coraknya (differentiated
product) dan secara fisik mudah dibedakan di antara produksi suatu perusahaan. Ada
juga perbedaan dalam bentuk “jasa perusahaan setelah penjualan” (after-sale service)
dan perbedaan dalam cara membayar barang yang dibeli.
Perusahaan Mempunyai Sedikit Kekuasaan Mempengaruhi Harga
Kekuasaan mempengaruhi harga oleh perusahaan monopolistis bersumber dari sifat
barang yang dihasilkannya, yaitu yang bersifat berbeda corak atau differentiated
product.
Kemasukan ke dalam Industri Relatif Mudah
Beberapa faktor menyebabkan hal ini. Yang pertama ialah karena modal yang
diperlukan relatif besar. Yang kedua ialah karena perusahaan harus menghasilkan
barang yang berbeda coraknya dengan yang tersedia di pasar.
Persaingan Mempromosi Penjualan Sangat Aktif
Persaingan yang dilakukan adalah persaingan bukan-harga (non-price competition)
untuk memperbaiki mutu dan desain barang, melakukan kegiatan iklan yang terus
menerus, memberikan syarat penjualan yang menarik, dan sebagainya.
KESEIMBANGAN DALAM PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIS

80
Kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan dalam persaingan monopolistis adalah
lebih elatis dari yang dihadapi monopoli, tetapi elastisitasnya tidak sampai mencapai
elastis sempurna- yaitu kurva permintaan sejajar sumbu datar-yang merupakan kurva
permintaan yang dihadapi suatu perusahaan dalam persaingan sempurna.
Kurva permintaan persaingan monopolistis adalah bersifat menurun secara sedikit demi
sedikit (lebih mendatar dan bukan turun dengan curam). Dalam persaingan monopolistis
kurva MR adalah sama seperti yang terdapat dalam monopoli, yaitu kurva tersebut
terletak di bawah kurva permintaan.
KESEIMBANGAN JANGKA PENDEK
Di dalam monopoli yang dihadapi adalah permintaan dari seluruh pasar, sedangkan
dalam persaingan monopolistis, permintaan yang dihadapi perusahaan adalah Sebagian
dari keseluruhan permintaan pasar.

(Gambar i) Keuntungan yang maksimum diperoleh apabila perusahaan memproduksi


pada tingkat di mana keadaan MC=MR tercapai. Maka keuntungan maksimum tercapai
apabila jumlah produksi adalah Q dan pada tingkat produksi ini tingkat harga adalah P.
Gambar (ii) menunjukkan perusahaan mengalami kerugian.
KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG
Seperti halnya dengan perusahaan dalam persaingan sempurna, dalam persaingan
monopolistis setiap perusahaan hanya mendapat keuntungan normal di dalam jangka
panjang.
Corak kegiatan perusahaan dalam persaingan monopolistis ketika mendapat keuntungan
normal berbeda dengan corak kegiatan perusahaan dalam persaingan sempurna yang
juga memperoleh untung yang normal. Perbedaan itu adalah:
Harga dan biaya produksi di pasar persaingan monopolistis lebih tinggi.
Kegiatan memproduksi di pasar persaingan monopolistis belum mencapai
tingkat yang optimal (mencapai tingkat di mana biaya produksi per unit adalah paling
rendah).
PENILAIAN KE ATAS PERSAINGAN MONOPOLISTIS
EFISIENSI DALAM MENGGUNAKAN SUMBER DAYA

81
Dibuat sebuah perbandingan yang ditunjukkan pada gambar 13.3. Kedua keadaan
keseimbangan tersebut adalah di dalam jangka panjang. Dalam membuat perbandingan
tersebut biaya produksi dalam perusahaan persaingan sempurna dan perusahaan
monopolistis adalah bersamaan. Dengan demikian ACs = ACm dan MCs = MCm.
Keadaan gambar 13.3 (i) menunjukkan bahwa:
Biaya produksi per unit adalah pada tingkat yang paling minimum. Biaya per
unit adalah Ps.
Harga yang berlaku di pasar adalah Ps.
Jumlah barang yang diproduksikan adalah Qs.
Sedangkan keadaan dalam gambar 13.3 (ii) menunjukkan bahwa:
Biaya produksi per unit perusahaan monopolistis adalah lebih tinggi dari biaya
produksi per unit yang paling minimum. Biaya per unit adalah Pm.
Harga yang berlaku di pasar adalah Pm.
Jumlah barang yang diproduksikan adalah Qm.
Kesimpulan pokok yang dapat dibuat dari membuat perbandingan tersebut adalah:
Walaupun perusahaan persaingan sempurna dan perusahaan monopolistis sama-sama
mendapat keuntungan normal, tetapi dalam perusahaan monopolistis biaya produksi per
unit lebih tinggi, harga barang lebih tinggi, dan jumlah produksi lebih rendah (sehingga
menyebabkan kapasitas memproduksi yang digunakan adalah di bawah tingkat yang
optimal).
EFISIENSI DAN DIFERENSIASI PRODUKSI
Persoalannya sekarang adalah: manakah yang lebih baik kepada masyarakat? Barang
yang diproduksikan secara efisien sehingga dapat dijual dengan harga murah? Ataukah
harga yang lebih mahal sedikit tetapi masyarakat dapat menentukan barang yang akan
dikonsumsinya dari pilihan jenis barang yang lebih banyak? Ini merupakan persoalan
normatif, yang jawabannya sangat tergantung kepada value judgement masyarakat
tersebut.
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN INOVASI
Pasar persaingan monopolistis memberikan dorongan yang sangat terbatas untuk
melakukan perkembangan teknologi.
DISTRIBUSI PENDAPATAN

82
Pasar persaingan monopolistis menimbulkan corak distribusi pendapatan yang lebih
merata.
PERSAINGAN BUKAN-HARGA
Persaingan bukan-harga pada hakikatnya mengandung arti usaha-usaha di luar
perubahan harga yang dilakukan oleh perusahaan untuk menarik lebih banyak pembeli
ke atas barang yang diproduksikannya. Persaingan ini dapat dibedakan kepada dua
jenis:
Diferensiasi produksi, yaitu menciptakan barang sejenis tetapi berbeda coraknya
dengan produksi perusahaan-perusahaan lain.
Iklan dan berbagai bentuk promosi penjualan.
DIFERENSIASI PRODUKSI
Diferensiasi produksi memungkinkan seorang produsen dalam pasar monopolistis untuk
tetap menjual produksinya (tetapi jumlahnya semakin sedikit) apabila ia menaikkan
harga. Tetapi sebaliknya, produsen itu dapat menarik Sebagian dari langganan
perusahaan-perusahaan lain, sekiranya ia menurunkan harga penjualan barangnya.
PROMOSI PENJUALAN MELALUI IKLAN
Tujuan kegiatan pengiklanan:
Untuk memberikan informasi mengenai produk (information advertising)
Untuk menekankan kualitas suatu produk secara persuasif (competitive
advertising)
Untuk memelihara hubungan baik dengan para konsumen
KEBAIKAN DAN KEBURUKAN PENGIKLANAN
Beberapa argumen penting dalam perdebatan kegunaan iklan sebagai berikut.
IKLAN DAN BIAYA PRODUKSI

Biaya rata-rata jangka panjang dari suatu perusahaan monopolistis sebelum melakukan
kegiatan pengiklanan adalah AC. Permintaan ke atas barang yang diproduksi oleh
perusahaan itu adalah D1. Maka keseimbangan jangka panjang dari suatu perusahaan
monopolistis yang melakukan kegiatan iklan akan dicapai di titik C. Ini berarti jumlah
penjualan yang cukup banyak, yaitu dari Q1 menjadi Q3.
PANDANGAN LAIN YANG MENYOKONG PENGIKLANAN

83
Di samping karena biaya produksi yang mungkin akan menjadi lebih rendah, golongan
yang menekankan tentang kebaikan iklan mengemukakan kebaikan-kebaikan berikut:
Pengiklanan membantu konsumen untuk membuat keputusan yang lebih baik di
dalam menentukan jenis-jenis barang yang akan dibelinya.
Iklan akan menggalakkan kegiatan memperbaiki mutu suatu barang.
Iklan membantu membiayai perusahaan komunikasi masa seperti radio, televisi,
surat kabar dan majalah.
Iklan menaikkan kesempatan kerja.
PANDANGAN YANG MENGKRITIK PENGIKLANAN
Promosi secara iklan adalah suatu penghamburan Ia akan menaikkan biaya
produksi per unit tanpa menimbulkan perubahan apa pun ke atas suatu barang.
Iklan tidak selalu memberi informasi yang betul Tidak selalu iklan dibuat
dengan jujur, dan menerangkan sifat-sifat sebenarnya dari barang yang diiklankan.
Iklan bukanlah suatu cara yang efektif untuk menambah jumlah pekerjaan dalam
perekonomian Misalnya usaha menambah pekerjaan akan lebih efektif hasilnya dengan
menggunakan kebijakan fiskal dan moneter.
Iklan dapat menjadi penghambat kepada perusahaan-perusahaan baru untuk
masuk ke dalam industri Apabila kampanye iklan sangat berhasil dan produksi
mengalami pertambahan yang sangat besar, perusahaan lain akan mengalami
kekurangan permintaan dan efisiensi kegiatannya menurun.
PENGIKLANAN: SUATU KESIMPULAN
Untuk memaksimumkan efek positif dari pengiklanan, haruslah efek-efek buruk yang
mungkin timbul dihindarkan. Beberapa langkah penting untuk mencapai tujuan tersebut
adalah:
Iklan haruslah terutama bertujuan untuk memberi keterangan yang benar dan
jujur mengenai barang yang dipromosikan penjualannya.
Peraturan-peraturan yang tujuannya mengawasi agar perusahaan-perusahaan
membuat lebih banyak iklan yang bersifat memberikan penerangan perlu dibuat.
Kegiatan pengiklanan harus diatur secara demikian rupa sehingga ia tidak
menjadi penghambat kepada perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri tersebut.

84
BAB 14

Oligopoli

HAL-HAL YANG DITERANGKAN


Ciri-ciri pasar oligopoli
Kurva permintaan oligopoli.
Pemaksimuman keuntungan dalam perusahaan oligopoli.
Hambatan-hambatan untuk memasuki pasar oligopoli.
Kebaikan dan kelemahan pasar oligopoli.

Pembahan mengenai bentuk-bentuk pasar akan diakhiri dalam bab ini dengan
menguraikan tentang pasar oligopoli, yaitu pasar yang terdiri hanya beberapa produsen
saja. Adakalanya pasar oligopoli terdiri dari dua perusahaan saja dan pasar seperti itu
dinamakan duopoli.
Menerangkan dengan sikap seseorang pengusaha di dalam pasar oligopoli
adalah lebih rumit daripada menerangkan sifat pengusaha di pasar-pasar lainnya. Ini
disebabkan karena tidak terdapat keseragaman dalam sifat-sifat berbagai industri dalam
pasar oligopoli. Kelakuan perusahaan akan sangat berbeda apabila dalam pasar hanya
ada tiga perusahaan, dengan apabila dalam pasar terdapat lima belas perusahaan. Juga
kelakuan perusahaan akan berbeda apabila perusahaan tersebut bersepakat untuk
membuat perjanjian membagi-bagi pasar dengan apabila kesepakatan tersebut tidak
terdapat. Oleh karena itu perbedaan-perbedaan seperti yang baru saja dinyatakan, maka
suatu analisis yang bersifat umum yang akan menerangkan keseimbangan perusahaan
dalam pasar oligopoli tidak dapat dibuat. Sedikit-dikitnya perlulah dibedakan dua
variasi pasar yang mungkin wujud dalam pasar oligopoli, yaitu pasar oligopoli di mana
perusahaan-perusahaan saling bersepakat untuk melakukan tindakan bersama di dalam
menentukan harga dan tingkat produksi, dan pasar oligopoli di mana perusahaa-
perusahaan tida melakukan persepakatan.

85
CIRI-CIRI PASAR OLIGOPOLI

Pasar oligopoli hanya terdiri dari sekelompok kecil perusahaan. Biasanya stuktur dari
industri dalam pasar oligopoli adalah: terdapat beberapa perusahaan rasasa yang
menguasai sebagian besar pasar oligopoli – katakanlah 70 sampai 80 persen dari seluruh
produksi atau nilai penjualan dan disamping itu terdapat pula beberapa perusahaan
kecil. Beberapa perusahaan golongan yang pertama (yang menguasai pasar) sangat
saling mempengaruhi satu sama lain, karena keputusan dan tindakan oleh salah satu
daripadanya sangat mempengaruhi perusahaan-perusahaan lainnya. Sifat saling
mempengaruhi (mutual interdependence) ini merupakan sifat yang khusus dari
perusahaan dalam pasar oligopoli, yang tidak terdapati dalam bentuk pasar lainnya.
Ciri-ciri tersebut diterangkan dalam uraian berikut.
Menghasilan barang standar maupun barang berbeda corak (standardized
product) menghasilkan bahan mentah seperti produsen bensin, industri baja dan
alumunium dan industri bahan baku seperti industri semen dan bahan bangunan.
(differentiated product) barang seperti itu pada umumnya adalah barang akhir adalah
industri mobil dan truk, industri rokok, dan industri sabun cuci dan sabun mandi.

Kekuasaan menentukan harga adakalanya lemah dan adakalanya sangat tangguh


Dari kedua kemungkinan ini, yang mana yang akan wujud tergantung kepada bentuk
kerjasama di antara perusahaan-perusahaan dalam pasar oligopoli. Tanpa ada
kerjasama, kekuasaan menentukan harga menjadi lebih terbatas. Apabila suatu
perusahaan menurunkan harga, dalam waktu yang sangat singkat ia akan menarik
banyak pembeli.

Pada umumnya perusahaan oligopoli perlu melakukan promosi secara iklan


Kegiatan promosi secara iklan yang sangat aktif tersebut adalah untuk dua tujuan, yaitu
menarik pembeli baru dan mempertahankan pembeli lama. Perusahaan oligopoli yang
menghasilkan barang standar membuat pengeluaran untuk iklan yang lebih sedikit.
Iklan tersebut terutama untuk memelihara hubungan baik dengan masyarakat.

86
PENENTUAN HARGA DAN
PRODUKSI TANPA PERSEPAKATAN

Di dalam membuat analisis itu perlu disadari bahwa walaupun tidak terdapat
persepakatan, setiap perusahaan dalam pasar sebagai akibat dari jumlahnya yang sangat
sedikit sangat erat kaitannya dan saling mempengaruhi satu sama lain.

CIRI PERKAITAN DI ANTARA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN


Setiap perusahaan oligopoli menyadari bahwa apabila ia mengubah harga penjualannya,
langkah ini akan sangat mempengaruhi penjualan dari perusahaan-perusahaan lain.
Keadaan ini mendorong perusahaan lain menurunkan harga, untuk menjaga agar
langganan mereka tidak pindah membeli barang dari perusahaan yang memulai
melakukan penurunan harga.

KURVA PERMINTAAN TERPATAH (KINKED DEMAND CURVE)


Mengenai reaksi perusahaan-perusahaan lain apabila suatu perusahaan oligopoli
mengubah harga barangnya, dapatlah diterangkan bentuk kurva permintaan dari suatu
perusahaan oligopoli apabila dimisalkan perusahaan-perusahaan tidak melakukan
persepakatan. Dalam Gambar 14.1 ditunjukkan kurva permintaan yang dihadapi oleh
perusahaan oligopoli yang sifatnya adalah seperti yang dinyatakan.

Keseimbangan Asal
Dalam gambar 14.1 kurva D1D1 menggambarkan permintaan yang dihadapi suatu
perusahaan oligopoli apabila dimisalkan perusahaan-perusahaan lain tidak melakukan
perubahan harga, walaupun perusahaan yang pertama melakukan hal itu (mengubah
harga). Sedangkan kurva D2D2 adalah permintaan yang dihadapi suatu perusahaan
oligopoli apabila dimisalkan perubahan harga yang dilakukannya akan diikuti oleh
langkah yang sama oleh perusahaan-perusahaan lain. Seterusnya misalkan pada
pemulaannya harga yang berlaku di pasar adalah P0. Maka jumlah permintaan adalah
seperti yang ditunjukkan oleh titik E, yaitu jumlahnya adalah sebanyak Q0.

87
GAMBAR 14.1
Kurva Permintaan dalam Oligopoli

D1 D2
P3 A2
Harga
E
P0

P1 C1
C

P2 B1
B
D2 D1

O Q0
Jumlah barang

Efek Penurunan Harga


Sekiranya perusahaan dalam pasar oligopoli tersebut menurunksn harga penjualannya
ke P1, maka permintaan ke atas produksinya akan bertambah. Kalau perusahaan lain
tidak turut menurunkan harga, maka permintaan akan bertambah ke tingkat seperti yang
ditunjukkan oleh titik C1.

88
Efek Peningkatan Harga
Perhatikan pula sekarang keadaan yang sebaliknya, yaitu perusahaan oligopoli tersebut
menaikkan harga ke P3. Sekiranya perusahaan-perusahaan lain tidak menubah harga,
dan tetap menjual pada P0 maka perusahaan yang menaikkan harga akan kehilangan
banyak langganan. Pada harga P3 jumlah barang yang dapat dijualnya adalah seperti
yang ditunjukkan titik A1. Akan tetapi sekiranya perusahaan-perusahaan lain juga turut
menaikkan harga, perusahaan yang menaikkan harga tidak akan kehilangan langganan
dan oleh sebab itu dapat menjual barangnya sampai ke tingkat yang ditujunkkan oleh
titik A.

Kurva Permintaan Terpatah


Persoalannya sekarang adalah: kurva permintaan yang bagaimanakah yang paling
mungkin dihadapi oleh suatu perusahaan dalam oligopoli? Adalah wajar untu
menganggap bahwa perusahaan tidak akan suka kehilangan langganan dan akan merasa
gembira mendapat langganan baru. Oleh karena reaksi perusahaan lain adalah seperti ini
sifatnya, maa permintaan yang dihadapi oleh suatu perusahaan dalam oligopoli adalah
suatu kurva terpatah seperti ditunjukkan oleh urva D1ED2 dalam Gambar 14.1 dan
14.2.
Apabila kurva terpatah D1ED2 adalah bentuk kurva permintaan yang dihadapi
oleh suatu perusahaan dalam pasar oligopoli. Bentuk kurva hasil penjualan marjinalnya
ditunjukkan dalam Gambar 14.2. Kurva MR1 adalah kurva hasil penjualan marjinal
apabila kurva hasil penjualan marjinal apabila kurva permintaan adalah D1D1 dan
kurva MR2 adalah

GAMBAR 14.2
Kurva MR dalam Oligopoli

D1 D2
MR1
Harga E

89
A1

A2
D2
D1

O Q0 MR2
Jumlahn barang

Kurva hasil penjualan marjinal apabila kurva permintaan adalah kura terpatah D1ED2,
maka kurva hasil penjualan marjinal adalah kurva MR1 dan ditebalkan (dari atas
sehingga ke titik A1) dan kurva MR2 yang ditebalkan (dari titik A2 ke bawah).

PEMAKSIMUMAN KEUNTUNGAN PERUSAHAAN


Dalam keadaan di mana kurva permintaan yang dihadapi perusahaan adalah kurva
terpatah, dan kurva hasil penjualan marjinal adalah kurva terputus seperti yang terdapat
dalam Gambar 14.2, bagaimanakah pemaksimuman keuntungan oleh suatu perusahaan
aan dipengaruhi? Jawaban dari persoalan ini dapat ditunjukkan dengan menggunakan
bantuan Gambar 14.3.
Misalkan pada mulanya biaya marjinal adalah MC0. Untuk memaksimumkan
keuntungan MC0 harus sama dengan MR, maka berdasarkan keadaan dalam Gambar
14.3 keuntungan maksimum dicapai apabila harga adalah P0 dan jumlah produksi
adalah Q0. Sekiranya terjadi perubahan ke atas biaya produksi, bagaimanakah
kedudukan keseimbangan akan dipengaruhinya? Misalkan biaya produksi mengalami
kenaikan sehingga menyebabkan kurva biaya marjinalnya menjadi seperti yang
ditunjukkan oleh MC2. Dari keadaan Gambar 14.3 dapat dilihat bahwa keuntungan
yang maksimum masih akan tetap dicapai oleh perusahaan itu pada ketika harga adalah
P0 dan jumlah dan jumlah barang yang diproduksinya adalah Q0. Hanya setelah biaya
kurva marjinal berada di atas MC2 keseimbangan untuk memaksimumkan keuntungan
akan mengalami perubahan. Dari keadaan dalam Gambar 14.3 dapat disimpulkan pula
bahwa selama perubahan biaya produksi tidak menyebabkan kurva biaya marjinal
berada di atas MC2 atau di bawah.

90
GAMBAR 14.3
Keseimbangan Perusahaan dalam Oligopoli

D1
MR1
MC2
P0
MC0

MC1
Harga
A2

A1

D2

MR2

O Q0 Jumlah barang

91
MC1, keseimbangan pemaksimuman keuntungan yang dinyatakan di atas tidak akan
mengalami perubahan. Dengan demikian, selama kurva biaya marjinal memotong MR
di antara titik A1 dan A2, harga dan jumlah produksi perusahaan tidak akan mengalami
perubahan.

BENTUK-BENTUK HAMBATAN KEMASUKAN OLIGOPOLI

Terdapat jumlah perusahaan yang terbatas di dalam pasar merupaan suatu bukti nyata
bahwa perusahaan-perusahaan baru adalah sangat suar untuk masuk ke pasar oligopoli.
Faktor-faktor penting yang menyebabkan kesukaran memasuki pasar oligopoli adalah:
Skala eonomi
Perbedaan biaya produksi
Sifat-sifat produksi yang mempunyai keistimewaan yang sukar diimbangi oleh
perusahaan baru.

SKALA EKONOMI
Skala ekonomi yang dinikmati oleh perusahaan yang terdapat dalam pasar oligopoli
dapat menjadi penghambat yang sangat penting kepada perusahaan baru untuk masuk
ke dalam industri ity. Apabali suatu perusahaan dapat menikmati skala ekonomi
sehingga ke tingkat produksi yang sangat besar, ini berarti semakin banya produksinya
semakin rendah biaya produksi per unit.

BIAYA PRODUKSI YANG BERBEDA


Yang di jelaskan di atas adalah biaya produksi per unit yang berbeda sebagai akibat dari
tingkat (jumlah) produksi yang berbeda. Disamping itu biaya produksi dapat pula
berbeda pada tingkat produksi yang sama.
KEISTIMEWAAN HASIL PRODUKSI
Keistimewaan yang dimiliki oleh barangyang diproduksikan oleh perusahaan lama
merupakan sumber lain yang dapat menghambat kemasukan perusahaan baru.
Keistimewaan ini dapat dapat dibedakan dalam beberapa bentuk. Yang pertama ialah

92
karena barang tersebut sudah sangat terenal (product recognition) dan keistimewaan
yang kedua adalah apabila barang tersebut sangat rumit (product complexity).

PENILAIAN KE ATAS PASAR OLIPOLOGI

Di dalam menilai kebaikan pasar oligopoli tiga aspek dari kegiatan perusahaan-
perusahaan dalam pasar oligopoli akan diperhatikan, yaitu:
Efisiennya dalam menggunakan sumber-sumber daya.
Kegiatan mereka dalam mengembangkan teknologi dan inovasi.
Tingat keuntungan yang mereka peroleh.

EFISIENSI DALAM MENGGUNAKAN SUMBER-SUMBER DAYA


Dalam bab-bab yang lalu telah ditekankan bahwa efesiensi penggunaan sumber-sumber
daya akan tercapai apabila biaya marjinal = harga. Dan di dalam perusahaan yang
memaksimumkan untung, biaya marjinal = hasil penjualan marjinal. Dengan demikian
efesiensi penggunaan sumber-sumber daya akan tercapai apabila biaya marjinal hasil
penjualan marjinal = harga. Keadaan ini hanya mungkin tercapai apabila tingkat harga
adalah sama dengan biaya rata-rata yang paling rendah (ditunjukan oleh titik paling
rendah pada kurca AC).

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN INOVASI


Dua alasan penting dapat digunakan untuk menyokong pandangan ini, yaitu: (i) adanya
untung yang lebih dari normal, dan (ii) menekankan pada persaingan harga aan
menimbulkan efek yang kurang menguntungkan kedudukan perusahaan di dalam
industri. Seperti dalam pasar monopoli, di dalam pasar oligopoli perusahaan akan
mendapatkan untung lebih normal. Dengan demikian dalam perusahaan oligopoli
terdapat dana yang cukup untuk membiayai penyelidikan yang diperlukan untuk
mengembangkan teknologi dan melaukan inovasi.

KEUNTUNGAN PERUSAHAAN
Kepada para konsumen, kemungkinan mengurangi persaingan dan memperoleh untung
yang lebih normal ini menimbulkan dua akibat yang kurang mengunrungkan. Yang

93
pertama, harga barang menjadi lebih tinggi daripada apabila persaingan adalah lebih
luas. Kedua, jumlah barang-barang yang dinikmati masyarakat adalah kurang daripada
yang dapat diperoleh dalam pasar persaingan sempurna. Keburukan ini telah mendorong
pemerintah melakukan pengawasan ke atas kegiatan perusahaan-perusahaan dalam
oligopoli.

BAB 15
PERMINTAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI

Hal-hal yang diterangkan:


Manfaat dari memahami penentuan harga faktor produksi
Hubungan antara produktivitas dan permintaan faktor produksi
Penentu-penentu permintaan faktor produksi
Elastisitas permintaan faktor produksi

PENTINGNYA ANALISIS HARGA FAKTOR


Alasan yang menyebabkan kebutuhan untuk menganalisis permintaan dan penawaran ke
atas faktor-faktor produksi diantaranya :
PENGALOKASIAN FAKTOR PRODUKSI
Keinginan masyarakat adalah hal tidak terbatas, sedangkan sumber-sumber daya yang
tersedia mempunyai kemampuan yang terbatas dalam menghasilkan barang-barang
yang diingini tersebut. Maka yang dapat diusahakan adalah memaksimumkan produksi
yang dapat diciptakan oleh sumber-sumber daya yang tersedia tersebut. Tujuan ini akan
tercapai apabila mereka dapat dialokasikan ke berbagai kegiatan ekonomi secara
optimal, yaitu corak penggunaannya adalah sedemikian rupa sehingga produksi yang
mereka ciptakan, mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang paling maksimum.
PENENTUAN PENDAPATAN DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN
Pemiliknya menyediakan faktor produksi tersebut untuk digunakan oleh para
pengusaha, dan sebagai balas jasanya mereka akan memperoleh pendapatan. Tenaga
kerja mendapat gaji dan upah, tanah memperoleh sewa, modal memperoleh bunga dan
keahlian keusahawanan memperoleh keuntungan. Pendapatan yang diperoleh masing-

94
masing jenis faltor produksi tersebut tergantung kepada harga dan jumlah masing-
masing faktor produksi yang digunakan.
Jumlah pendapatan yang diperoleh berbagai faktor produksi yang digunakan untuk
menghasilkan sesuatu barang adalah sama dengan harga dari barang tersebut. Dengan
demikian, di dalam suatu perusahaan hasil penjualannya adalah merupakan jumlah dari
seluruh pendapatan faktor-faktor produksi yang digunakan dalam perusahaan tersebut.
TEORI PRODUKTIVITAS MARJINAL
Sesuatu faktor produksi akan menciptakan keuntungan yang paling maksimum apabila
memenuhi persyaratan berikut :
Biaya produksi tambahan yang dibayarkan kepada faktor produksi itu sama dengan
hasil penjualan tambahan yang diperoleh dari hasil produksi tambahan yang diciptakan
oleh faktor produksi tersebut.
MENENTUKAN JUMLAH FAKTOR PRODUKSI YANG DIGUNAKAN
Syarat Pemaksimuman Keuntungan
Apabila penggunaan faktor produksi terus ditambah, keuntungan akan
berkurang, dan apabila jumlah tenaga kerja yang digunakan dikurangi, juga keuntungan
akan berkurang.
Pemisalan dalam Teori Permintaan terhadap Faktor Produksi
Analisis ini dinamakan teori permintaan terhadap faktor produksi.
Peusahaaan menjual barangnya dalam pasar persaingan sempurna, berarti harga
barang tidak berubah walaupun jumlah yang dijual bertambah.
Hanya satu saja faktor produksi yang jumlah penggunaannya dapat diubah-ubah.
Misalnya faktor produksi ini adalah tenaga kerja.
Perusahaan membeli faktor produksi yang dapat mengalami perubahanitu dalam
pasar faktor produksi yang bersifat persaingan sempurna.
TINGKAT PRODUKSI DAN HASIL PENJUALAN
Jumlah produksi fisik (TPP atau Total Physical Produk)
Produksi fisik marjinal (MPP atau Marjinal Physical Produk)
Hasil penjualan produksi total (TRP atau Total Revenue Product)
Hasil penjualan produksi marjinal (MRP atau Marjinal Revenue Product)
KURVA, TPP, MPP, DAN MRP

95
Hukum hasil lebih yang semakin berkurang mempengaruhi faktor produksi.
Pengaruhnya tersebut dapat dilihat dari bentuk kurva yang kenaikannya semakin lama
semakin kurang menanjak. Keadaan ini menggambarkan bahwa penambahan tenaga
kerja yang terus menerus akan menambah produksi, tetapi pertambahan tersebut
semakin lama semakin kecil. Rumusan yang baru dinyatakan, yaitu hukum hasil lebih
yang berkurang memengaruhi fungsi produksi. Bentuk kurva MPP yang menurun
menggambarkan bahwa tenaga kerja yang ditambahkan kemampuan memproduksinya
adalah lebih rendah daripada tenaga kerja yang sebelumnya.
JUMLAH FAKTOR PRODUKSI YANG DIGUNAKAN
Seorang produsen akan memaksimumkan keuntungannya apabila hasil penjualan
produksi marjinal = harga faktor atau MRP = W, (dalam kasus ini W adalah upah
tenaga kerja).
Secara grafik penentuan jumlah faktor produksi yang digunakan dapat dilakukan dengan
menggunakan kurva MRP dan kurva W, yaitu kurva upah tenaga kerja. Kurva W
menggambarkan biaya produksi marjinal yang dibayarkan perusahaan untuk
memperoleh satu unit tambahan faktor produksi (tenaga kerja). Maka kurva W
dinamakan juga kurva biaya marjinal faktor atau kurva MCF(Marginal Cost of Factor).
Di samping itu kurva W dapat dipandang sebagai kurva penawaran tenaga kerja(faktor
produksi). Penggunaan jumlah faktor produksi ditentukan oleh perpotongan kurva W
dengan kurva MRP . perpotongan tesebut adalah di titik E, dan menggambarkan bahwa
harga faktor (biaya marjinal faktor) = hasil penjyalan produksi marjinal atau W = MRP.
Maka perpotongan kurva W dengan kurva MRP menentukan jumlah tenaga kerja yang
harus digunakan untuk mencapai keuntungan yang maksimum.
Kurva MRP dapat pula dipandang sebagai kurva permintaan tenaga kerja. Kurva MRP
dapat juga dinyatakan sebagai MRP = Df dimana Df dimaksudkan sebagai permintaan
tenaga kerja oleh suatu perusahaan yang akan memproduksi barang.

PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA DAN PERMINTAANN FAKTOR


PRODUKSI
PERMINTAAN FAKTOR : CONTOH ANGKA
Dalam pasar barang yang bersifat persaingan tidak sempurna harga akan menjadi
semakin rendah pada tingkat produksi/penjualan barang yang semakin tinggi. Harga

96
yang semakin rendah ini menyebabkan hasil penjualan total dan hasil penjualan
marjinal pada setiap tingkat penggunaan tenaga kerja adalah lebih rendah dari yang
terdapat dalam pasar persaingan sempurna.
MRP = TRPn - TRPn-1
GRAFIK PERMINTAAN FAKTOR
Kurva hasil penjualan produksi marjinal di dalam pasar persaingan tidak sempurna akan
selalu terletak di sebelah kiri dari kurva hasil penjualan produksi marjinal di dalam
persaingan sempurna. Keadaan itu disebabkan karena pada tingkat penggunaan tenaga
kerja yang lebih tinggi, harga barang menjadi lebih murah. Maka pada setiap tingkat
penggunaan tenaga kerja , tambahan hasil penjualan dalam pasar persaingan tidak
sempurna adalah lebih rendah dari yang diperoleh dalam pasar persaingan sempurna.

SIFAT PERMINTAAN FAKTOR PRODUKSI


PERMINTAAN TERKAIT
Permintaan tersebut dipengaruhi oleh keinginan pengusaha untuk menghasilkan barang-
barang yang akan dijualnya ke pasar untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Banyaknya
faktor produksi yang akan digunakan pengusaha tergantung kepada keuntungan yang
mungkin diperolehnya. Selama pertambahan penggunaan sesuatu faktor produksi akan
menambah keuntungannya, lebih banyak faktor produksi tersebut akan digunakannya.
BENTUK KURVA PERMINTAAN FAKTOR
Kurva permintaan ke atas faktor produksi bersifat : menurun dari kiri atas ke kanan
bawah. Kurva seperti itu menggambarkan bahwa makin tinggi harga produksi, makin
sedikit permintaan ke atas faktor tersebut.
Permintaan pasar terhadap sesuatu faktor produksi merupakan jumlah dari
permintaan seluruh produsen yang ada dalam pasar faktor produksi tersebut. Oleh
karena permintaan seorang produsen terhadap faktor produksi berbentuk menururn dari
kiri atas ke kanan bawah, sudah tentulah permintaan pasar (permintaan dari seluruh
produsen) akan mempunyai sifat yang demikian juga. Ini berarti pula bahwa permintaan
pasar terhadap sesuatu faktor produksi sifatnya adalah : apabila harga faktor semakin
tinggi, permintaannya akan menjadi semakin rendah.
Faktor penyebab :
Perubahan Harga Faktor ke Atas Permintaan Barang

97
Apabila harga faktor produksi menjadi semakin tinggin, biaya produksi untuk
menhasilkan barang tersebut juga semakin tinggi. Biaya produksi yang telah mengalami
kenaikan itu akan menaikkan harga barang tersebut, dan menyebabkan jumlah barang
yang terjual menjadi semakin sedikit.produsen harus mengurangi produksi, dan
pengurangan produksi ini akan menurunkan jumlah faktor produksi yang digunakan.
Efek Penggantian
Akibat dari keadaan ini penyesuaian akan berlaku di dalam penggunaan faktor-faktor
produksi. Pada waktu harga faktor tersebut semakin tinggi, faktor-faktor produksi lain
menjadi relatif lebih murah dan lebih menguntungkan apabila digunakan. Produsen
akan mengurangi penggunaan faktor-faktor produksi yang mengalami kenaikan harga.
Dengan demikian, semakin tinggi harga sesuatu faktor produksi semakin sedikit
permintaan terhadap faktor produksi tersebut, dan sebaliknya semakin rendah harga
sesuatu faktor produksi semakin banyak permintaannya.
Hukum Hasil yang Semakin Berkurang
Kurva permintaan faktor produksi yang semakin menurun disebabkan pula oleh
berlakunya hukum hasil lebih yang semakin berkurang. Kurva MRP menurun dari kiri
atas ke kanan bawa karena kurva MPP, yang sangat memengaruhi bentuk kurva MRP
adalah juga bersifat seperti itu. Dan kurva MPP berbentuk seperti itu karena dipengaruhi
oleh hukum hasil lebih yang semakin berkurang.
PERGESERAN KURVA PERMINTAAN FAKTOR PRODUKSI
Faktor yang dapat menggeser kurva permintaan produsen terhadap faktor-faktor
produksi :
Perubahan Permintaan terhadap Barang yang Diproduksikan
Kenaikan permintaan sesuatu barang mendorong pengusaha untuk menaikkan produksi,
dan kenaikan produksi memerlukan banyak faktor produksi. Sbaliknya, apabila
permintaan suatu barang berkurang, pengusaha terpaksa mrngurangkan produksi dan
permintaan faktor produksi.
Perubahan Harga dari Faktor Produksi Lain yang Digunakan
Sekiranya faktor produksi lain menjadi semakin murah, biaya produksi akan dapat
diturunkan apabila mereka lebih banyak digunakan. Ini akan mengurangi penggunaan
faktor produksi yang harganya idak mengalami perubahan. Kenaikan produktivitas
sesuatu faktor produksi lain juga dapat menyebabkan faktor produksi itu lebih banyak

98
digunakan dan mengurangi penggunaan faktor produksi yang produktivitasnya tidak
mengalami perubahan.

ELASTISITAS PERMINTAAN FAKTOR PRODUK


ELASTISITAS PERMINTAAN DARI BRANG YANG DIHASILKAN
Semakin elastisitas permintaan terhadap barang yang dihasilkan semakin elastasitas
pula permintaan terhadap faktor produksi.
PERBANDINGAN ANTARA BIAYA FAKTOR PRODUKSI DENGAN
BIAYA TOTAL
Semakin besar bagian dari biaya produksi total yang ibayarkan sesuatu faktor produksi,
semakin lebih slastis permintaan faktor produksi tersebut.
TINGKAT PERGANTIAN DI ANTARA FAKTOR PRODUKSI
Semakin banyak faktor-faktor produksi lainnya yang dapat menggantikan sesuatu faktor
produksi, semakin elastis permintaan ke atas faktor produksi tersebut.
TINGKAT PENURUNAN PRODUKSI FISIK MARJINAL (MPP)
Semakin cepat penurunan produksi fisik marjinal, semakin tidak elastis permintaan
terhadap faktor produksi yang bersangkutan.

SYARAT PENGGUNAAN OPTIMUM FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI

GABUNGAN FAKTOR PRODUKSI YANG TETAP MEMINIMUKAN


BIAYA
Syarat untuk Kasus Harga Faktor yang Sama
Masing-masing faktor produksi harus digunakan sehingga mencapai tingkat dimana
MPPC = MPP1
Syarat untuk Kasus Harga Faktor Berbeda
Penggunaan faktor – faktor produksi akan meminimumkan biaya apabila setiap rupiah
yang dubayarkan kepada faktor produksi menghasilkan produksi marjinal yang sama
besarnya.
MPPC/PC=MPPL/PL

99
Dimana Pc adalah harga per unit modal dan PL harga per unit tenaga kerja.

GABUNGAN FAKTOR YANG MEMAKSIMUMKAN KEUNTUNGAN


Syaratnya adalah harga faktor produksi harus sama dengan hasil penjualan produksi
marjinal (MRP).

MPPC/PC=(MPPL )/PL=1

BAB 16
PENENTUAN UPAH DI PASAR TENAGA KERJA

Hal-hal yang diterangkan:


Upah uang dan upah rill
Sumber-sumber kenaikan produktivitas
Penentuan upah diberbagai bentuk pasar tenaga kerja
Faktor-faktor yang menimbulkan perbedaan upah

UPAH UANG DAN UPAH RIIL


Di dalam teori ekonomi upah di artikan sebagai pembayaran ke atas jasa-jasa fisik
maupun mental yang disediakan oleh tenaga kerja kepada para pengusaha.
Upah uang adalah jumlah uang yang diterima para pekerja dari para pengusaha
sebagai pembayaran ke atas tenaga mental atau fisik para pekerja yang digunakan dalam
proses produksi.
Upah riil adalah tingkat upah pekerja yang diukur dari sudut kemampuan upah
tersebut membeli barang-barang dan jasa-jasa yang diperlukan untuk memenuhi
kebutuhan para pekerja.

Cara menghitung upah riil pekerja

100
Tahun Upah Uang Indeks Harga Upah riil
[1] [2] [3] [4]
1995 100.000 100 100/100xRp100.000=Rp100.000
1997 150.000 125 100/125xRp150.000=Rp120.000
2000 200.000 150 100/150xRp200.000=Rp125.000
2005 600.000 400 100/400xRp600.000=Rp150.000

Setiap negara biasanya menggambarkan perubahan harga-harga di dalam


perekonomiannya dengan menciptakan indeks harga, yaitu suatu indeks yang
memberikan gambaran tentang tingkat rata-rata dari perubahan harga-harga dari waktu
ke waktu. Salah satu dari indeks harga tersebut adalah indeks harga barang konsumen.
Indeks harga ini dapat digunakan untuk menaksir upah riil para pekerja dari tahun ke
tahun.

HUBUNGAN ANTARA PRODUKTIVITAS DAN UPAH


Upah riil yang diterima tenaga kerja terutama tergantung kepada produktivitas dari
tenaga kerja tersebut. Data mengenai kenaikan upah di berbagai negara, terutama di
negara-negara maju, menunjukan bahwa terdapat perkaitan perkaitan yang erat antara
kenaikan upah riil para pekerja dengan kenaikan produktivitas mereka.

Sumber-Sumber Kenaikan Produktivitas


Produktivitas dapat didefinisikan sebagai produksi yang diciptakan oleh seorang pekerja
pada suatu waktu tertentu. Kenaikan produktivitas berarti pekerja itu dapat
menghasilkan lebih banyak barang pada jangka waktu yang sama, atau suatu tingkat
produksi tertentu dapat dihasilkan dalam waktu yang lebih singkat. Kenaikan
produktivitas disebabkan oleh beberapa faktor, yang terpenting adalah :
¬

Kemajuan teknologi memproduksi.


Pertambahan kepandaian dan ketrampilan tenaga kerja.
Perbaikan dalam organisasi perusahaan dan masyarakat.

101
Kemajuan Teknologi Memproduksi
Kemajuan teknologi menimbulkan dua akibat penting kepada kegiatan memproduksi
dan produktivitas. Yang pertama, kemajuan teknologi memungkinkan penggantian
kegiatan ekonomi dari menggunakan binatang dan manusia kepada tenaga mesin.
Sebagai contoh, pengganti kereta lembu dengan kereta api dan truk sangat
mempertinggi produktivitas sektor pengangkutan. Yang kedua, kemajuan teknologi
memperbaiki mutu dan kemampuan mesin-mesin yang digunakan. Dalam
perekonomian modern setiap perusahaan selalu berusaha mengembangkan teknologi.
Untuk memastikan agar mereka selalu dapat bersaing dengan perusahan-perusahaan
lain, mereka selalu berusaha mengembangkan teknologi dan melakukan inovasi. Salah
satu tujuannya yang penting ialah untuk memperbaiki efisiensi memproduksi, dan ini
akan meninggikan produktivitas kegiatan produksi.

Perbaikan Sifat-Sifat Tenaga Kerja


Faktot-faktor ini besar sekali peranannya dalam mempertinggi produktivitas tenaga
kerja. Berdasarkan kepada efek positif yang diperoleh dari perbaikan taraf Kesehatan,
taraf Pendidikan, dan taraf keterampilan ke atas kegiatan memproduksi, pengeluaran
pemerintah di dalam bidang tersebut selalu digalakkan dan dikembangkan. Pengeluaran
pemerintah dalam bidang ini dinamakan investasi ke atas modal manusia.

Perbaikan dalam Organisasi Perusahaan dan Masyarakat


Pada mulanya pemilik merupakan juga pimpinan perusahaan. Tetapi semakin maju
perekonomian, semakin banyak perusahaan yang yang diserahkan kepada manajer
professional. Dengan perubahan ini juga organisasi perusahaan diperbaiki, dan
diselenggarakan menurut cara-cara manajemen yang modern. Langkah seperti itu
meninggikan produktivitas.

PENENTUAN UPAH DI BERBAGAI BENTUK PASAR TENAGA KERJA

Seperti juga dengan pasar barang, pasar tenaga kerja dapat dibedakan dalam beberapa
jenis. Bentuk-bentuk pasar tenaga kerja yang terpenting adalah :

102
Pasar tenaga kerja yang bersifat persaingan sempurna.
Pasar tenaga kerja sempurna dalam pasaran tenaga kerja berarti di dalam pasar
terdapat banyak perusahaan yang memerlukan tenaga kerja, dan tenaga kerja yang ada
dalam pasar tidak menyatukan diri dalam serikat-serikat buruh yang akan bertindak
sebagai wakil mereka. Di dalam pasar tenaga kerja yang seperti itu sifat-sifat
permintaan dan penawaran tenaga kerja tidak berbeda dengan sifat-sifat permintaan dan
penawran di pasar barang.

Pasar tenaga kerja monopsoni.


Monopsoni berarti hanya terdapat satu pembeli di pasar sedangkan penjual
jumlahnya banyak. Berarti pasar tenaga kerja seperti ini bersifat monopoli di pihak
perusahaan. Dengan demikian pasar tenaga kerja yang monopsoni, seperti telah
dinyatakan sebelum ini, berarti di dalam pasar hanya terdapat satu perusahaan yang
akan menggunakan tenaga kerja yang di tawarkan. Pasar tenaga kerja yang seperti ini
terwujud apabila di suatu tempat / daerah tertentu terdapat suatu firma yang sangat
besar, dan ia satu-satunya perusahaan modern di tempat tersebut.

Pasar tenaga kerja monopoli di pihak pekrja.


Dengan tujuan agar mereka dapat memperoleh upah dan fasilitas bukan
keuangan yng lebih baik, tenaga kerja dapat menyatukan diri di dalam serikat buruh
atau persatuan pekerja. Serikat buruh adalah organisasi yang didirikan dengan tujuan
agar para pekerja dapat, sebagai suatu kesatuan, membicarakan atau menuntut syarat-
syarat kerja tertentu dengan para pengusaha. Setelah bermufakat dengan anggota-
anggotanya, pimpinan persatuan pekerja akan menuntut upah dan syarat-syarat kerja
lain kepada para pengusaha antara lain :
- Menuntut upah yang lebih tinggi dari yang dicapai pada keseimbangan permintaan dan
penawaran.
- Membatasi penawaran tenaga kerja.
- Menjalankan usaha-usaha yang bertujuan menaikan permintaaan tenaga kerja.

103
Pasar tenaga kerja monopoli bilateral
Monopoli bilateral yaitu di dalam pasar tenaga kerja di mana tenaga kerja
bersatu dalam suatu serikat buruh, dan di dalam pasar tenaga kerja di mana hanya
terdapat satu perusahaan saja yang menggunakan tenaga kerja.

FAKTOR-FAKTOR YANG MENIMBULKAN PERBEDAAN UPAH

Faktor-faktor penting yang menjadi sumber dari perbedaan upah di antara pekerja-
pekerja di dalam suatu jenis kerja tertentu, dan di antara berbagai golongan pekerjaan
adalah:

Perbedaan corak permintaan dan penawaran dalam berbagai jenis pekerjaan.


Perbedaan dalam jenis-jenis pekerjaan.
Perbedaan kemampuan, keahlian dan pendidikan.
Terdapatnya pertimbangan bukan keuangan dalam memilih pekerjaan.
Ketidaksempurnaan dalam mobilitas tenaga kerja.

PERMINTAAN DAN PENAWARAN TENAGA KERJA


Permintaan dan penawaran tenaga kerja dalam sesuatu jenis pekerjaan sangat besar
peranannya dalam menentukan upah di sesuatu jenis pekerjaan. Di dalam sesuatu
pekerjaan dimana terdapat penawaran tenaga kerja yang cukup besar tetapi tidak banyak
permintaannya, upah cenderung untuk mencapai tingkat yang rendah. Sebaliknya di
dalam sesuatu pekerjaan dimana terdapat penawaran tenaga kerja yang terbatas tetapi
permintaannya sangat besar, upah cenderung untuk mencapai tingkat yang tinggi.

PERBEDAAN CORAK PEKERJAAN


Kegiatan ekonomi meliputi berbagai jenis perkerjaan. Ada diantara pekerjaan tersebut
merupakan pekerjaan yang ringan dan sangat mudah dikerjakan. Tetapi ada pula

104
pekerjaan yang harus dikerjakan dengan mengeluarkan tenaga fisik yang besar, dan ada
pula pekerjaan yang harus dilakukan dalam lingkungan yang kurang menyenangkan.

PERBEDAAN KEMAMPUAN, KEAHLIAN DAN PENDIDIKAN


Kemampuan, keterampilan dan keahlian para pekerja di dalam sesuatu jenis pekerjaan
adalah berbeda. Secara lahiriah segolongan pekerja mempunyai kepandaian,ketekunan,
dan ketelitian yang lebih baik. Sifat tersebut menyebabkan mereka mempunyai
produktivitas yang lebih tinggi. Maka para pengusaha biasanya tidak segan-segan untuk
memberikan upah yang lebih tinggi kepada pekerja yang seperti itu.

PERTIMBANGAN BUKAN KEUANGAN


Daya Tarik sesuatu pekerjaan bukan saja tergantung pada besarnya upah yang
ditawarkan. Ada tidaknya perumahan yang tersedia, jauh dekatnya kepada rumah
pekerja, apakah ia ada dikota besar atau ditempat yang terpencil. Faktor-faktor bukan
keuangan tersebut mempunyai peranan yang cukup penting dalam waktu seseorang
memilih pekerjaan. Seseorang sering kali berserdia menerima upah yang lebih rendah
apabila beberapa pertimbangan bukan keuangan sesuai dengan keinginannya.
Sebaliknya pula, apabila faktor-faktor bukan keuangan banyak yang tidak sesuai
dengan keinginan seorang pekerja, ia akan menuntut upah yang lebih tinggi sebelum ia
bersedia menerima pekerjaan yang ditawarkan.

MOBILITAS TENAGA KERJA


Dalam konteks mobilitas tenaga kerja pemisalan ini berarti: kalau dalam pasar tenaga
kerja terjadi perbedaan upah, maka tenaga kerja akan mengalir ke pasar tenaga kerja
yang upahnya lebih tinggi. Perpindahan tersebut akan terus berlangsung sehingga tidak
terdapat lagi perbedaan upah. Permisalan ini adalah sangat berbeda dengan kenyataan
wujud di dalam praktek. Upah dari sesuatu pekerjaan diberbagai wilayah dan bahkan di
sesuatu wilayah tidak selalu sama. Salah satu factor yang menimbulkan perbedaan
tersebut adalah ketidaksempurnaan dalam mobilitas tenaga kerja.

FAKTOR GEOGRAFIS

105
Faktor geografis merupakan salah satu sebab yang menimbulkan ketidaksempurnaan
mobilitas tenaga kerja. Adakalanya ditempat-tempat tertentu terdapat masalah
kekurangan buruh walaupun tingkat upah lebih tinggi, sedangkan di tempat lain terdapat
pengangguran dan tingkat upahnya relatif rendah.

FAKTOR INSTITUSIONAL
Tujuannya adalah untuk menjamin supaya pendapatan mereka tetap berada pada tingkat
yang tinggi.

BAB 17
SEWA, BUNGA, DAN KEUNTUNGAN

Hal-hal yang diterangkan:


Definisi sewa ekonomi
Perbedaan antara sewa ekonomi dan pendapatan pindahan
Sewa tanah sebagai satu surplus
Permintaan terhadap modal dan produktivitas modal
Penentuan tingkat harga dan perbedaan harga nominal dan bunga rill
Teori-teori yang menerangkan sebab-sebab pengusaha memperoleh keuntungan

Definisi umum sewa ekonomi adalah sebagai harga yang dibayar ke atas penggunaan
tanah dan faktor faktor produksi lainnya yang jumlah penawarannya tidak dapat
ditambah
Definisi lain sewa ekonomi adalah bagian pembayaran ke atas sesuatu faktor produksi
yang melebihi dari pendapatan yang diterimanya dari pilihan pekerja lain yang mungkin
dilakukannya
Pendapatan yang dibayarkan kepada suatu faktor produksi yang dapat dibedakan dalam
dua bagian

106
Pertama, pendapatan pindahan atau transfer earnings, yaitu bagian dari
pendapatan yang menggunakan untuk mencegah faktor produksi tersebut digunakan
untuk kegiatan ekonomi lainnya
Kedua, sewa ekonomi yatu bagian dari pendapatan yang merupakan perbedaan
di antara pendapatan yang diterima dengan pendapatan pindahan
Tanah merupakan faktor produksi yang jumlahnya tidak dapat diubah, yaitu jumlahnya
tidak dapat ditambah atau dikurangi tetapi bisa memperbaiki mutu dari tanah tersebut
Pandangan David Ricardo analisis mengenai sewa ekonomi “pada masa hidupnya
terdapat perdebatan tentang sebab sebabnya harga jagung sangat tinggi”, namun
menurut pandangan Richardo “harga jagung yang tinggi disebabkan oleh permintaan
yang banyak, sedangkan penawaranya kurang mencukup, dengan demikian harga
jagung yang tinggi menyebabkan sewa tanah yang tinggi
Apabila sewa rumah, bangunan perkantoran dan bangunan pertokoan mengalami
kenaikan yang cukup tinggi maka akan timbul perangsang kepada para pengusaha untuk
menambah penawaran bangunan tersebut. Sebaliknya apabila sewa bangunan tersebut
rendah kalua disbanding dengan modal yang di tanamkan untuk menyediakan bangunan
tersebut, para pemilikmodal tidak akan menanamkan modalnya ke sektor bangunan
Sifat penawaran tanah yang seperti itu menyebabkan ahli ekonomi menganggap sewa
tanah sebai suatu surplus, maksutnya sewa tanah bukanlah suatu pembayaran atau
perangsang untuk menjamin agar tanah dapat disesuaikan jumlah dan penawarannya
dengan yang diperlukaan dalam berbagai kegiatan ekonomi
Dalam pengertian yang sudah lebih disempurnakan, sewa ekonomi juga dinikmati oleh
faktor-faktor produksi lain yang penawarannya semakin bertambah apabila harganya
naik
Analisis yang sama dapat digunakan untuk menerangkan bagaimana pendapatan dari
tanah untuk sesuatu kegunaan tertentu terbagi menjadi sewa ekonomi dan pendapatan
pindahan
Pembayaran ke atas modal yang dipinjam dari pihak lain dinamakan bunga, analisis
dalam bagian ini bertujuan untuk menerangkan hal hal:
Faktor utama yang menentukan permintaan dana modal
Faktor utama yang menentukan penawaran tabungan oleh masyarakat
Teori teori yang menerangkan penentu suku bunga

107
Sebab sebabnya terdapat beberapa tingkat bunga didalam perekonomian
Perbedaan di antara suku bunga nominal dan suku bunga riil
Investasi atau penambahan modal adalah pengeluaran sektor usaha untuk
membeli/memperoleh barang barang modal yang baru yang lebih modern atau untuk
menggantikan barang barang modal lama yang sudah tidak digunakan lagi atau yang
sudah usang
Produktivitas dari modal dihitung dengan cara menentukan besarnya pendapatan rata
rata tahunan neto (yaitu setelah dikurangi dengan penyusutan modal yang digunakan)
dan dinyatakan sebagai persentasi dari modal yang ditanamkan, dan dinamakan tingkat
pengembalian modal atau rate of returns
Suku bunga dan tabungan masyarakat:
Pandangan Klasik terdapat dua pandangan tentang faktor penting menentukan
jumlah tabungan dalam masyarakat, pandangan tradisional salah satunya, yaitu
pandangan ahli ahli ekonomi yang digolongkan sebagai ahli ekonomi klasik
berkeyakinan bahwa jumlah tabungan yang dilakukan masyarakat ditentukan oleh suku
bunga
Pandangan Keynes, yaitu pandangan sesudah masa Klasik, yaitu bahwa jumlah
tabungan tergantung kepada pendapatan nasional
Penentu suku bunga:
Pandangan Klasik, ditentukan oleh permintaan ke atas tabungan dan penawaran
tabungan
Pandangan Keynes, beberapa sokongan kepada pendapat Keynes yaitu bahwa
suku bunga bergantung kepada:
Jumlah uang yang beredar (penawaran uang)
Preferensi lukuiditas (permintaan uang), preferensi likuiditas yang dimaksut
adalah permintaan ke atas uang oleh seluruh masyarakat dalam perekonomiannya
Keynes menyatakan bahwa permintaan uang oleh masyarakat mempunyai tiga
motivasi/tujuan
Untuk berjaga jaga, yaitu untuk menghadapi masalah yang tidak diduga duga
Untuk spekulasi, untuk ditanamkan ke saham saham atau surat berharga lainnya,
permintaan uang untuk tujuan spekulasi tergantung kepada suku bunga dan sifatnya
adalah; pada waktu suku bunga tinggi hanya sedikit uang yang akan ditahan masyarakat

108
untuk spekulasi, tetapi kalua suku bunga lebih rendah maka lebih banyak uang yang di
spekulasikan (jadi dipegang oleh pemiliknya)
Faktor penyebab perbedaan suku bunga:
Perbedaan resiko
Jangka waktu pinjaman
Biaya administrasi pinjaman
Suku bunga nominal dan suku bunga riil, dalam meminjamka uang pemilik modal
bukan saja harus memperhatika suku bunga yang diterima, tetapi juga tingkat inflasi
(presentasi tahunan kenaikan harga-harga) yang berlaku, apabila tingkat inflasi adalah
lebih tinggi dari suku bunga, pemiliik modal akan mengalami kerugian dalam
meminjamkan uangnya karena modal ditambah bunganya, nilai riilnya adalah lebih
rendah dari nilai riil modal sebelum dibungakan. Suku bunga perlulah dibedakan
diantara suku bunga nominal dan suku bunga riil,
Suku bunga nominal, suku bunga yang digunakan sebagai ukuran untuk
menentukan besarnya bunga yangharus dibayar oleh pihak peminjam dana modal
Suku bunga riil, presentasi kenaikan nilai riil dari modal ditambah bunganya
dalam setahun, dinyatakan sebagai presentasi dari nilai riil modal sebelum dibungakan
Ditinjau dari sudut pandangan perusahaan/pembukuan keuntungan adalah perbedaan
nilai uang dari hasil penjualan yang diperoleh dengan seluruh biaya yang dikeluarkan,
keuntungan menurut pandangan pembukuan, apabila dikurangi lebih lanjut oleh biata
tersembunyi, akan menghasilkan keuntungan ekonomi atau keuntungan murni (pure
profit)
Keuntungan merupakan pembayaran kepada “keahlian keusahawanan” yang disediakan
oleh para pengusaha, keahlian tersebut akan digunakan dalam membuat keputusan:
Menentukan barang apa yang perlu di produksi dan dijual ke pasar dan berapa
banyaknya
Menentukan cara memproduksi yang terbaik dan kombinasi faktro faktor
produksi paling efisien dalam memproduksikan barang tersebut. Dengan menggunakan
keahlian keusahawanan yang dimiliki, fungsi para pengusaha dalam proses produksi
adalah menentukan cara paling efisien didalam menyediakan barang yang dibutuhkan
masyarakat

109
Keuntungan adalah pendapatan yang diperoleh para pengusaha sebagai bayaran dari
melakukan kegiatan berikut;
Menghadapi resiko ketidakpastian di masa yang akan datang
Melakukan inovasi/pembaruan di dalam berbagai kegiatan ekonomi
Mewujudkan kekuasaan monopoli di dalam pasar
Ditinjau dari sudut risiko yang dihadapi oleh setiap jenis usaha, keuntungan di pandang
sebagai pembayaran untuk menghadapi resiko
Kegiatan perusahaan untuk melakukan inovasi, yaitu mengadakan pembaruan dalam
manajemen, pemasaran dan Teknik memproduksi, memegang peranan penting didalam
menjamin kesuksesan usaha tersebut, dengan melakukan inovasi Teknik memproduksi
yang baru dapat diperkenalkan, mutu produksi dapat diperbaiki, biaya produksi
diturunkan lebih lanjut, dan barang baru diperkenalkan

BAB 18
Pasar Bebas dan Kebijakan Pemerintah

Hal-hal yang diterangkan:


Pola kegiatan ekonomi dalam sistem pasar bebas
Pengertian keseimbangan Sebagian dan keseimbangan umum
Kebaikan perekonomian pasar bebas
Kegagalan (kelemahan) perekonomian pasar bebas
Bentuk-bentuk campur tangan pemerintah dalam sistem pasar
POLA KEGIATAN PEREKONOMIAN PASAR BEBAS
Sebagai permulaan dari usaha membuat penilaian terhadap efisiensi sistem pasar bebas
pertulah diperhatikan tiga hal berikut:
CIRI-CIRI UTAMA SISTEM PASAR BEBAS
Dalam analisis ekonomi yang didapati pada masa ini, sistem ekonomi seperti yang
diterangkan oleh Adam Smith dinamakan sistem ekonomi pasar bebas, Dalam sistem
ekonomi ini kegiatan-kegiatan dalam perekonomian. sepenuhnya diatur oleh mekanisme
pasar atau invisible hand, Interaksi di antara penjual dan pembeli di pasar (pasar barang
dan pasar faktor produksi) akan menentukan corak produksi nasional yang akan
diwujudkan dan caranya produksi nasional tersebut akan dihasilkan.

110
Apabila diperhatikan corak pengaturan kegiatan ekonomi yang dijalankan di berbagai
negara, satu kesimpulan yang dapat dibuat dari pengamatan itu adalah bahwa sebagian
besar negara di dunia ini mempraktekkan sistem ekonomi campuran. Ini berarti di
kebanyakan negara kegiatan ekonomi sebagiannya diatur dan ditentukan oleh sistem
pasar, akan tetapi disamping itu-secara langsung dan secara tidak langsung-pemerintah
ikut campur di dalam berbagai kegiatan ekonomi.
KRITIK-KRITIK TERHADAP SISTEM PASAR BEBAS
Semenjak akhir abad ke-19 telah timbul pandangan yang mengkritik keyakinan bahwa
sistem pasar bebas merupakan sistem ekonomi yang mewujudkan kegiatan ekonomi
yang paling efisien dan kemakmuran masyarakat yang paling optimum. Kritik dan
kesadaran tersebut berisi tentang kelemahan-kelemahan sistem pasar bebas telah
mendorong pemerintah untuk melakukan lebih banyak campur tangan dalam kegiatan
ekonomi. Kritik yang paling ekstrem terhadap sistem pasar bebas telah mewujudkan
pemerintah Komunis dan sistem ekonomi perencanaan pusat. Seperti telah diuraikan
dalam Bab Dua, dalam sistem pasar bebas setiap pelaku kegiatan ekonomi sepenuhnya
bebas untuk menentukan jenis barang yang akan mereka hasilkan dan jual. Dalam
sistem perencanaan pusat, penentuan corak kegiatan dan jenis barang yang akan
diproduksikan sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah dan diatur oleh perencanaan
pusat. Kegagalan bekas negara-negara Komunis dalam membangun ekonominya dan
keruntuhan sistem tersebut pada akhir tahun 1980-an dan permulaan tahun 1990-an,
membuktikan bahwa sistem tersebut bukanlah pilihan yang baik untuk menggantikan
sistem pasar.
ANALISIS KESEIMBANGAN SEBAGIAN DAN UMUM
Teori mikroekonomi dapat memberikan gambaran tentang bagaimana suatu sistem
pasar bebas beroperasi. Analisis tersebut dibedakan menjadi dua yaitu:
Analisis keseimbangan sebagian atau partial equilibrium analysis, analisis
kegiatan ekonomi yang dibuat secara berasingan tanpa memperhatikan hubungan kait-
mengait di antara berbagai aspek kegiatan ekonomi tersebut. Analisis ini digolongkan
kepada teori permintaan dan penawaran,teori struktur pasar dan teori penentuan harga
faktor produksi
Analisis keseimbangan umum atau general equilibrium analysisadalah analisis
yang merangkumi interaksi di antara berbagai kegiatan ekonomi . Analisis ini akan

111
menerangkan bagaimana perubahan dalam sesuatu pasar barang akan mewujudkan
perubahan di pasar faktor. Analisis ini juga akan menerangkan akibat perubahan dalam
suatu pasar barang terhadap pasar barang lainnya
Uraian mengenai sirkulasi aliran pendapatan dalam bab dua telah memberikan suatu
gambiarn tentang interaksi diantara prusahaan-peruasahaan dan rumah tangga. Dalam
uraian tersebut telah diterangkan bahwa suatu perekonomian dibedakan menjadi dua
sektor, yaitu:
Sektor perusahaan, yang meliputi perusahaan dalam berbagai kegiatan ekonomi,
akan menggunakan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang
diperlukan sektor rumah tangga.
Maka sektor rumah tangga akan memperoleh ganjaran/ pendapatan dari
menyediakan faktor-faktor produksi tersebut. Pendapatan tersebut akan digunakan oleh
rumah tangga untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa.
Berdasarkan kepada sirkulasi aliran pendapatan tersebut, interaksi di antara sektor
perusahaan dan rumah tangga dapat dibedakan menjadi dua bentuk interaksi yang
utama, yaitu interaksi di pasar barang dan interaksi di pasar faktor. Analisis
keseimbangan umum akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang corak
interaksi di antara sektor perusahaan dan sektor rumah tangga. Dengan menggunakan
analisis tersebut dapatlah diterangkan bagaimana suatu perekonomian menyelesaikan
masalah ekonomi pokok.
KESEIMBANGAN SEBAGIAN: PASAR BARANG DAN PASAR FAKTOR
Dalam analisis berikut akan digambarkan kegiatan di pasar barang dan pasar faktor.
Untuk tujuan ini dua pendekatan akan dibuat. Pendekatan yang pertama secara umum
menerangkan tentang bagaimana sistem pasar bebas menyelesaikan masalah-masalah
pokok dalam perekonomian.
PEMECAHAN MASALAH APA, BAGAIMANA, DAN UNTUK SIAPA DALAM
PASAR BEBAS .
barang apakah yang perlu diproduksikan di pasar?
Dalam suatu perekonomian pasar, keinginan konsumen penting peranannya dalam
menentukan corak kegiatan ekonomi. Keinginan konsumen akan memberikan petunjuk
kepada perusahaan-perusahaan dalam menentukan jenis-jenis barang dan jasa-jasa yang
perlu diproduksikan di pasar.

112
bagaimanakah barang-barang yang diperlukan rumah tangga dalam
perekonomian akan diproduksikan?
mengenai cara-cara produksi yang terbaik untuk menyediakan barang dan jasa yang
dibutuhkan sektor rumah tangga akan memberikan petunjuk kepada mereka tentang
jenis-jenis serta jumlah faktor produksi yang akan digunakan dalam proses produksi
yang akan mereka lakukan.Perusahaan-perusahaan akan pergi ke pasar faktor untuk
menentukan jumlah tenaga kerja yang akan digunakan, tanah dan bangunan yang
diperlukan dan jumlah modal yang perlu disediakan untuk mewujudkan barang modal
tambahan sekiranya barang-barang modal yang sudah tersedia tidak mencukupi untuk
memenuhi permintaan para konsumen
untuk siapakah barang-barang dan jasajasa akan di produksikan?
interaksi di antara sektor perusahaan dan sektor rumah tangga di pasar faktor pada
mulanya akan menentukan jumlah berbagai faktor produksi yang digunakan dan
pendapatan yang mereka terima. Seterusnya pendapatan berbagai faktor produksi ini
akan dibelanjakan oleh pemilik-pemilik faktor produksi tersebut (sektor rumah tangga)
untuk membeli barang dan jasa.
POLA KEGIATAN PEREKONOMIAN DALAM SISTEM PASAR BEBAS
Corak kegiatan ekonomi yang akan wujud dalam suatu perekonomian pasar bebas
terutama ditentukan oleh interaksi di antara sektor perusahaan dan sektor rumah tangga
di pasar barang.Misalkan pada mulanya permintaan rumah tangga ke atas sesuatu
barang adalah seperti yang ditunjukkan oleh D₀=ΣMU₀.Bentuk D₀=ΣMU₀ sangat
dipengaruhi oleh cita rasa rumah tangga dalam menggunakan barang tersebut yang
dapat dilihat dari nilai guna marginal yang dinikmati rumah tangga dalam menggunakan
barang tersebut (yang digambarkan oleh kurva ΣMU).Kurva penawaran sektor
perusahaan adalah S₀=ΣMC₀, yaitu kurva penawaran pasar yang dibentuk dengan cara
menjumlahkan kurva biaya marginal (MC) semua perusahaan yang ada dalam
pasar.Seperti telah diterangkan dalam Bab Sebelas kurva MC suatu perusahaan dalam
pasar persaingan sempurna merupakan juga kurva penawaran dari perusahaan
tersebut.Berdasarkan kepada kurva permintaan dan penawaran seperti dimisaikan di
atas, maka pada mulanya keseimbangan di pasar barang adalah pada E₀.
Keseimbangan yang dicapai dalam pasar barang terscbut akan menentukan corak
permintaan ke atas faktor-faktor produksi.Keseimbangan itu menunjukkan bahwa harga

113
faktor produksi (upah) adalah W₀ dan jumlah faktor produksi yang digunakan adalah
q₀.

KESEIMBANGAN UMUM: INTERAKSI DI ANTARA BERBAGAI PASAR


BENTUK INTERAKSI DI BERBAGAI PASAR

Anak panah A, yang menggambarkan permintaan barang, menunjukkan


permintaan sektor rumah tangga ke atas barang-barang tersebut.
Anak panah B menggambarkan reaksi sektor perusahaan terhadap permintaan ke
atas berbagai jenis barang tersebut, yaitu mereka akan menawarkan padi, karet, baju,
dan sepatu kepada sektor rumah tangga. Interaksi mereka (perusahaan dan rumah
tangga) akan menentukan harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan di berbagai
pasar barang yang dinyatakan di atas.
Aliran-aliran dalam bagian C, yaitu permintaan faktor, menggambarkan
keinginan perusahaan-perusahaan dalam membeli faktor-faktor produksi.
Aliran-aliran dalam bagian D menggambarkan penawaran faktor-faktor produksi
oleh sektor rumah tangga. Interaksi di antara aliran-aliran dalam Bagian C dan D
mewujudkan pasar faktor.
HUBUNGAN DI ANTARA BERBAGAI PASAR
Mengamati keadaan kegiatan ekonomi yang sebenarnya dengan mudah akan dapat
disadari bahwa berbagai pasar dalam perekonomian mempunyai hubungan yang erat
satu sama lain. Ini bukan saja benar untuk barang-barang yang mempunyai perhubungan

114
yang rapat, seperti barang pengganti dan barang penggenap, tetapi juga ia benar untuk
barang-barang yang kelihatannya tidak mempunyai kaitan sama sekali. Mekanisme
pasar atau “tangan gaib” akan membuat penyesuaian-penyesuaian dalam pasar sehingga
pada akhirnya keseimbangan di berbagai pasar akan tercapai.
KEBAIKAN UTAMA PEREKONOMIAN PASAR BEBAS
Semenjak lama ahli-ahli ekonomi berkeyakinan bahwa sistem ekonomi pasar bebas
mempunyai beberapa kelebihan dan keistimewaan jika dibandingkan dengan sistem-
sistem ekonomi yang lain. Kebaikan-kebaikan utama dari sistem pasar bebas adalah:
Faktor-faktor produksi akan digunakan dengan efisien.
Kegiatan ekonomi dalam pasar diatur dan diselaraskan dengan efisien.
Pertumbuhan ekonomi yang teguh akan dapat diwujudkan.
Pelaku kegiatan ekonomi diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi
yang disukainya.
EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI
Dalam uraian mengenai pasar persaingan sempurna telah diterangkan bahwa setiap
perusahaan akan dapat mencapai efisiensi alokatif dan efisiensi produktif.
Efisiensi Alokatif
Suatu perusahaan dikatakan mencapai efisiensi alokatif apabila tingkat harga = biaya
marjinal. Telah ditunjukkan bahwa di dalam jangka panjang, setiap perusahaan dalam
persaingan sempurna mencapai keadaan di mana harga biaya marjinal. Apabila keadaan
ini dicapai maka kemakmuran masyarakat dalam pasar persaingan sempurna akan
mencapai maksimum.
Tujuh perbedaan
Efisiensi Produktif
Untuk mencapai efisiensi produktif, biaya produksi perusahaan-perusahaan dalam pasar
mestilah mencapai biaya produksi yang paling minimum, yaitu pada titik yang paling
rendah dari AC. Operasi perusahaan pada biaya yang paling minimum hanya dicapai
dalam pasar persaingan sempurna.
KEBAIKAN-KEBAIKAN LAIN
Di samping mencapai dua jenis efisiensi, yaitu efisiensi alokatif dan efisiensi produktif,
sistem ekonomi pasar bebas mempunyai beberapa kebaikan lain. Yang terpenting
adalah:

115
» Dapat secara efisien menyelaraskan berbagai kegiatan ekonomi.
» Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang teguh dalam jangka panjang.
» Setiap pihak (produsen atau konsumen) mempunyai kebebasan dalam memilih
kegiatan ekonomi yang ingin dijalankannya dan membeli barang dan jasa yang ingin
dinikmatinya.
MENYELARASKAN KEGIATAN EKONOMI DENGAN EFISIEN
Telah dinyatakan perekonomian pasar terdiri dari beribu-ribu jenis pasar, yaitu berbagai
pasar bahan makanan, bahan pertanian lain, barang pertambangan, berbagai jenis barang
industri dan berbagai jenis jasa-jasa. Berbagai pasar ini adalah saling berhubungan satu
sama lain, dan mereka terus menerus mengalami perubahan. Perubahan di sesuatu pasar
akan memerlukan penyesuain di pasar-pasar yang lain.
Perbandingan dan pengamatan yang dilakukan ke atas berbagai sistem ekonomi
menunjukkan bahwa sistem ekonomi pasar bebas merupakan sistem yang paling
canggih dalam mengatur operasi sesuatu ekonomi dan mewujudkan penyesuaian-
penyesuaian sebagai akibat perubahan di sesuatu atau beberapa pasar. Salah satu
kebaikan penting dari pasar bebas ialah kemampuannya membuat penyesuaian dengan
serta-merta tanpa menunggu perintah atau pengaturan dari sesuatu penguasa pusat.
MEWUJUDKAN PERTUMBUHAN EKONOMI YANG LEBIH CEPAT
cari-ciri khas yang akan mendorong kepada pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.
Kebebasan individu dalam menjalankan kegiatan ekonomi yang mereka sukai
menggalakkan mereka untuk bekerja dengan lebih efisien dan lebih giat. produktivitas
individu akan dapat ditingkatkan dan ini akan memberikan sumbangan penting ke arah
pertumbuhan ekonomi yang cepat dan teguh.
Pasar bebas juga menggalakkan individu-individu untuk melakukan pembaruan-
pembaruan (inovasi) dalam kegiatan ekonomi mereka supaya (i) mereka mampu
bersaing dengan pihak-pihak lain dan (ii) untuk mendapatkan pendapatan dan
keuntungan yang lebih besar dari kegiatan ekonominya.
fleksibilitas yang tinggi dari sistem pasar bebas menyebabkan penyesuaian-
penyesuaian yang diperlukan dapat dijalankan dengan cepat dan secara terus menerus
dilakukan, tanpa terlebih dahulu menunggu perintah dari suatu penguasa pusat. Keadaan
ini akan menggalakkan pertumbuhan ekonomi.
KEBEBASAN DALAM MELAKUKAN KEGIATAN EKONOMI

116
Suatu perekonomian mempunyai banyak pilihan dalam menentukan kombinasi barang
yang perlu diproduksikan. Kombinasi yang bagaimana yang akan diwujudkan sangat
tergantung kepada cita rasa masyarakat. Khalayak ramailah yang akan menentukan
jenis-jenis barang yang perlu diwujudkan. Mereka diberi kebebasan untuk menentukan
keinginan mereka, dan keinginan mereka inilah yang seterusnya akan menentukan corak
kegiatan ekonomi yang akan wujud di pasar.
Kebebasan yang luas juga wujud di dalam menentukan kegiatan yang akan dilakukan
oleh seseorang. Apakah seseorang itu ingin tetap hidup secara sederhana dan lebih
menikmati masa lapang, atau bekerja keras agar dapat menikmati lebih banyak barang
dan memberi kebahagiaan kepada keluarganya, sepenuhnya tergantung kepada individu
yang bersangkutan.
Perusahaan-perusahaan juga mendapat kebebasan yang luas dalam menjalankan
kegiatan mereka. Terdapat kebebasan kepada setiap perusahaan untuk menentukan jenis
barang yang akan diproduksikannya, kapasitas produksi yang akan digunakan dan
tingkat produksi yang akan dicapai. Dalam perekonomian pasar tidak terdapat sesuatu
badan tertentu yang akan mengatur perusahaan-perusahaan melakukan berbagai aspek
dari operasi produksi mereka.
KEGAGALAN PEREKONOMIAN PASAR BEBAS
Dalam kegiatan ekonomi yang sebenarnya terdapat beberapa bentuk kegagalan dari
sistem pasar untuk mewujudkan kegiatan ekonomi yang teguh dan efisien. Kegagalan
tersebut terutama bersumber dari factor-faktor berikut:
Akibat-akibat ekstern (eksternality) yang merugikan.
Kekurangan produksi barang public dan barang merit.
Kewujudan kekuasaan monopoli dalam pasar.
Kegagalan membuat penyesuaian dengan efisien.
Distribusi pendapatan tidak seimbang.

AKIBAT-AKIBAT EKSTERN YANG MERUGIKAN


Biaya pribadi dan Biaya sosial
Biaya pribadi adalah biaya yang dibelanjakan oleh produsen yang digunakan
untuk mewujudkan barang yang dihasilkan.

117
Biaya sosial meliputi perbelanjaan ditambah biaya-biaya lain yang mesti dibayar
masyarakat seperti kerugian-kerugian.
Akibat-akibat ekstern yang merugikan,atau eksternality yang merugikan, akan wujud
apabila biaya sosial melebihi biaya pribadi.
Manfaat sosial bersih yang menguntungkan
Manfaat sosial bersih (net social benefit) merupakan keuntungan yang diperoleh
masyarakat setelah ditolak oleh keburukannya yang diakibatkan oleh operasi
perusahaan-perusahaan menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan masyarakat.
Biaya sosial bersih yang merugikan
Contoh yang nyata dalam hal ini adalah kegiatan memproduksi dan menjual narkoba.
Pihak-pihak yang menjalankan kegiatan tersebut akan memperoleh keuntungan pribadi
yang tinggi karena produksi dan penjualan narkoba akan member pendaptan dan
keuntungan yang tinggi kepada yang menjalankannya.tetapi penggunaan narkoba sangat
merugikan masyarakat Karen menyebabkan orang menjadi malas, tidak mampu bekerja
dan merusak kesehatan.
BARANG PUBLIK DAN BARANG MERIT
Barang Publik yaitu barang yang penggunaannya dilakukan secara bersama, seperti
jalan raya,siaran radio,dll. Untuk mengtasi masalah kekurangan barang publik
diperlukan campur tangan pemerintah untuk menyediakannya.
Barang Merit
Barang merit baik (merit goods): Barang yang sangat penting artinya kepada
kemakmuran masyarakat, pemerintah perlu lebih banyak menggalakn
produksinya.contohnya pendidikan.
Barang merit buruk (merit bad): Barang yang tidak baik untuk masyarakat,produksinya
harus dikurangi atau dilarang.contohnya perjudian.
AKIBAT BURUK KEGIATAN MONOPOLI
Dalam perekonomian yang mengalami pertumbuhan akan terdapat perusahaan-
perusahaan yang berkembang lebih pesat dari yang lainnya.Pada akhirnya perusahaan-
perusahaan tersebut akan menjadi badan yang mempunyai kekuasaan untuk
memengaruhi keadaan dipasar.
MEWUJUDKAN PENYESUAIAN SEGERA DAN EFISIEN

118
Perkembangan ekonomi yang tidak seimabng diberbagai kegiatan ekonomi dan
diberbagai wilayah adalah contoh dari ketidakefisienan system pasar.Berkenaan dengan
pembangunan diberbagai wilayah ahli-ahli ekonomi telah menunjukan bahwa kawasan
yang lebih kaya akan dapat berkembang dengan lebih cepat, sedangkan kawasan yang
lebih miskin akan menhadapi banyak masalah dalam mengembangkan kegiatan
ekonomi mereka. Penyesuaian yang lebih lambat dari yang dimisalkan dalam teori
menyebabkan mekanisme pasar tidak dapat mengembalikan keadaan keseimbangan
dengan cepat.Dalam pasar terdapat berbagai jenis kekakuan (rigidities) yang
menyebabkan penyesuain akan beralku secara perlahan atau tidak berlaku sama sekali.
KETIDAKSETARAAN DISTRIBUSI
Dalam perekonomian pasar yang mengalami pertumbuhan, akan terdapat golongan
masyarakat yang memperoleh pendapatan sangat tinggi, dan ada pule golongan lainnya
yang memperoleh pendapatan yang sangat rendah.golongan yang memperoleh
pendapatan yang sangat rendah ini biasanya metupakan golongan terbesar.
Tujuan dari kegiatan setiap perekonomian adalah mewujudkan keadilan ekonomi, yaitu
setiap golongan dan individu dalam masyarakat dapat menikmati hasil-hasil kegiatan
ekonomisecara merata. Maka wujudnya ketidaksetaraan yang nyata dalam distribusi
pendapatan dan kekayaan menimbulkan ketidakpuasan terhadap opersi dan efisiensi
system ekonomi pasr bebas.
BENTUK CAMPUR TANGAN PEMERINTAH
Tujuan campur tangan pemerintah:
Mengawasi agar eksternaliti kegiatan ekonomi yang merugikan dapat dihindari
atau akibat buruknya dapat dikurangi.
Menyediakan barang publik yang cukup sehingga masyarakat dapat memperoleh
barang tesebut dengan mudah dan dengan biaya yang murah.
Mengawasi kegiatan-kegiatan perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan
yang besar yang dapat nenpengaruhi pasar,agar mereka tidak mempunyai kekuasaan
monopoli yang merugikan khalayak ramai.
Menjamin agar kegiatan ekonomi yang dilakukan tidak menmbulakn penindasan
dan ketidaksetarana dalam masyarkat.
Memastikan agar pertumbuhan ekonomi dapat diwujudkan dengan efisien.
Campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi

119
Membuat dan melaksanakan peraturan dan Undang-Undang
Secara langsung melakukan beberapa kegiatan ekonomi (membuat perusahaan)
Melakukan kebijakan fiskal dan moneter
UNDANG-UNDANG UNTUK MEMPERINGGI EFISIENSI
Yang pertama, peraturan dan undang-undang akan dapat menciptakan suasana
ekonomi dan sosial yang akan memberikan galakan kearah terciptanya sistem
mekanisme pasar yang efisien dan lancer.
Yang kedua, peraturan dan undang-undang dapat digunakan untuk memastikan
agar persaingan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dilakukan sebebas
mungkin dan kekuasaan monopoli sedapat mungkin dilenyapkan.
CAMPUR TANGAN LANGSUNG
Memproduksi barang publik
Salah satu faktor penting yang mendorong pemerintah ikut serta secara langsung
menjalankan kegiatan ekonomi adalah untuk menyediakan barang bersama atau barang
publik.Terdapat juga beberapa kegiatan yang banyak dilakukan oleh pihak pemerintah
akan tetapi sebenarnya dapat juga dijalankan oleh pihak swasta.Terbatasnya usaha
swasta dalam kegiatan-kegiatan seperti itu disebabkan karena cara-cara memungut
pembayaran dari para penggunanya akan menimbulkan ketidakefeksienan dalam
perekonomian dan menimbulkan biaya sosial yang besar.Oleh karena itu, lebih tepat
apabila kegiatan itu disedikan pemerintah,karena pemerintah dapat menutupi biaya-
biaya tersebut melalui sistem perpajakan.
Tujuan lain Campur Tangan Langsung
Untuk menjamin supaya barang atau jasa itu dapat disediakan kepada
masyarakat dengan harga yang murah, tetapi tanpa mengurangi efesiensi pelayanannya.
Untuk meratakan atau menyeimbangkan pembangunan diantara berbagai
golongan masyarakat, berbagai sector ekonomi atau berbagai wilayah.
KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER
Kebijakan Moneter : Kebiajakan yang dijalankan oleh bank sentral untuk
mengatur jumlah uang dalam perekonomian
Kebijakan fiskal : Kebijakan pemerintah didalam memungut pajak dan
membelanjakan pendapatan pajak tersebut untuk membiayai kegiatan-kegiatannya.

120
Didalam perekonomian kedua kebijakan ini digunakan oleh pemerintah untuk mencapai
beberapa tujuan, yaitu :
Untuk mengatasi masalah-masalah pokok makroekonomi yang selalu timbul,
yaitu masalah pengangguran, masalah kenaikan harga-harga dan masalah menciptakan
pertumbuhan ekonomi yang memuaskan.
Untuk menjamin agar faktor-faktor produksi digunakan dan dialokasikan ke
berbagai kegiatan ekonomi secara efisien
Untuk memperbaiki keadaan distribusi pendapatan yang tidak seimbang yang
selalu tercipta didalam masyarakat yang kegiatan-kegiatan ekonominya terutama diatur
oleh sistem pasar bebas.

121

Anda mungkin juga menyukai