KITAB MANUNGGALING KAWULA GUSTI

WALIYULLAH SYEIKH SITI JENAR

ILMU TASHAWUF
Tasawuf merupakan ilmu halus yang sangat tinggi dan tidak bisa dengan mudah dipelajari. Tasawuf bukan ilmu hapalan yang dipelajari dengan otak akan tetapi merupakan ilmu praktek dan merupakan teknologi Al-Qur¶an yang Maha Dahsyat. Hasil pengamalan tasawuf akan melahirkan manusia-manusia berkualitas tinggi, tidak pernah lepas sedetikpun hubungan dengan Allah sebagai sumber kebaikan. Salah satu tujuan Allah mengutus para nabi adalah untuk memperbaiki akhlak manusia. Para nabi bukan sekedar menyampaikan firman Allah, akan tetapi juga berfungsi sebagai pembawa wasilah (wasilah carrier) sebagai media penyambung antara manusia dengan Tuhan. Nabi adalah teknolog Al Qur¶an yang mengerti bagaimana menyalurkan power maha dahsyat menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat untuk manusia. Kemampuan nabi Musa membelah laut, kehebatan Nabi Isa menghidupkan orang mati dan menyembuhkan segala jenis penyakit dan kehebatan Nabi Muhammad SAW membelah bulan bukan terjadi dengan serta merta. Mereka diajarkan oleh Allah teknologi Maha Dahsyat, teknologi metafisika dan siapapun menggunakan teknologi yang sama maka hasilnya pasti akan sama. Kalau kita perhatikan bagaimana hebatnya teknologi fisika. Air yang tenang bisa diubah menjadi listrik lewat teknologi turbin. Air dipanaskan menjadi uap mampu menggerakkan gerbong kereta api yang beratnya ratusan ton. Air juga bisa mendongkrak mobil yang dengan memakai ujung jari tentu saja lewat teknologi hidrolika. Air juga apabila di pisahkan inti atomnya akan terjadi ledakan sangat hebat, menjadi sebuah bom yang daya rusaknya luar biasa. Air sifat dasarnya memadamkan api bisa berubah menjadi bahan bakar yang hebat. Masih banyak teknologi lain yang hebat hasil penemuan manusia. Berbicara tentang teknologi al-Qur¶an, alam metafisika tentu hasilnya berpuluh, beratus bahkan berjuta kali lebih hebat dari teknologi fisika. Sampai saat ini belum ada teknologi yang mampu membelah laut seperti yang dilakukan oleh nabi Musa atau menghidupkan orang mati. Teknologi fisika akan selalu tertinggal jauh oleh teknologi metafisika. Menyadari potensi yang sangat hebat terkandung dalam al-Qur¶an maka para kaum orientalis berusaha memisahkan ummat Islam dengan teknologi Al-Qur¶an. Al-Qur¶an hanya untuk di baca dan dilombakan, dialun-alunkan dengan suara merdu. Ilmu untuk mengeluarkan power Al-qur¶an itu tidak lain adalah Tarekatullah dibawah bimbingan Mursyid Kamil Mukamil, yang ahli di bidangnya, ahli tentang teknologi Al Qur¶an. Kalau Mursyidnya tidak ahli dan tidak mendapat izin dari guru-guru sebelumnya, tidak mempunyai silsilah bersambung kepada Rasulullah SAW maka Tarekat hanyalah sebuah praktek zikir kosong tanpa power. Sudah sekian lama tarekat dikucilkan, tasawuf didebatkan terus menerus bahkan dengan tanpa rasa bersalah memasukkan tasawuf sebagai ajaran di luar Islam, sungguh sangat menyedihkan. Sangat berbahaya mendalami tarekat kalau Gurunya tidak mendapat izin dari Allah. Ibarat pilot pesawat tanpa izin terbang dan tidak mempunyai sama sekali pengalaman terbang tentu sangat berbahaya, bukan rahmat kita dapat tapi malah celaka. Orientalis dengan sekuat tenaga berusaha agar ummat Islam berpandangan buruk terhadap tasawuf dengan menciptakan tarekat-tarekat palsu. Tarekat palsu tersebut kemudian disebarkan keseluruh dunia dengan tujuan untuk menjelekkan tarekat. Ajaran-ajaran yang menyimpang dari nilai-nilai Al-Qur¶an dan hadist sehingga dengan mudah kalangan yang selama ini miring melihat tarekat mendapat angin segar. Pilihlah Gurumu yang kamil mukamil khalis mukhlisin, yang dicerdikkan Tuhan, tidak setengah kasih akan dunia, kuat berpegang teguh kepada Tali Allah dan tentu saja mempunyai silsilah sebagai tanda sah ilmu yang diajarkannya.

Tasawuf bukan ilmu hapalan, bukan pula ilmu yang dipelajari lewat membaca. Tasawuf adalah ilmu rasa dan rasa itu datang dari Allah SWT atas ikhtiar sungguh2 dari sang murid. Sebagai contoh, kalau hanya sekedar dibaca, letak maqam yang 7 tempat bisa dibaca dalam satu malam bahkan seluruh kaji dalam suluk selesai dipelajari dalam 1 malam. Pertanyaannya apakah bisa ³duduk´ amalan tersebut dalam satu malam? Jawabannya tidak, membutuhkan waktu bertahun-tahun baru bisa amalan tersebut melekat dalam diri kita. Mungkin kita telah berulang kali suluk, kalau masih ada unsur sombong dalam diri, berarti belum sempurna maqam ke-5, begitu juga kalau masih suka memperturutkan hawa nafsu berarti suluk kita masih belum benar. Mungkin banyak tarekat yang menulis tentang amalan dari awal suluk sampai selesai. Tapi Guru saya sangat melarang karena amalan itu datang dulu baru dijelaskan. Sebagai kiasan, seorang anak lahir dulu kedunia baru diberi nama. Tasawuf merupakan keinginan kuat untuk mendapatkan ridho Allah dalam bentuk perkataan, perbuatan, niat, dan dalam pemikiran dunia dan akhirat. Tasawuf dalam pengertian ini menempatkan manusia pada kedududkan yang tinggi. Inilah bagian dari wahyu ilahi dan agama itu sendiri karena dengan karakteristik ajaran ini akan munculpencarian kesempurnaan dari dalam. Ajaran ini merupakan penyembuhan dari penyakit jiwa. Tiada suatu manusiapun kecuali mereka yang terlindungi, pasti terjangkit penyakit jiwa dan moral ini, sedikit atau banyak. Seluruh risalah ilaahiyah datang untuk mengobati penyakit jiwa dan moral yang merupakan penyakit pertama pada keturunan Adam. Para orientalis dan para oran-orang yang menulis tentang tasawuf islam berusaha untuk mengembalikan sejarah kehidupan rohani para sufi dalam islam pada suatu sumber islam lain, diantaranya Al-Qur¶adan kehidupan Rasulullah saw. Sebagian dari mereka berusaha untuk bersifat moderat (tengah-tengah). Mereka berpendapat bahwa faktor pertama timbulnya ajaran tasawuf adalah Al-Qur¶an dan kehidupan rasulullah saw./ dari keduanya, terambil benih-benih tasawuf yang pertama. Kemudian diikui kebudayaan asing, yaitu india, Yunani, dan Persia. Itulah yang mempengaruhi tasawuf dan menjadikanya berkembang. Hingga muncul berbagai pendapat yang menurut sangkaan mereka, tasawuf jauh sekali dari roh (jiwa) dan watak islam. Pendapat yang mengatakana bahwa umat islam tidak mengenal tasawuf sebelum abad ke-3 Hijriyah merupakan pemutarbalikkan pengetahuan dan fakta sejarah tanpa alasan yang dibenarakan.Jika yang dimaksud adalah tidak dikenalnyua ilmu tasawuf sebelum asbad ke-3 Hijriyah, juga tidak dapat dibenarkan. Para linguistik dan ahli sejarah bangsa Arab sepakat bahwa kata tasawuf telah dikenal jauh sebelum datangnya islam. Hanya saja penggunaan istilah tasawuf bagi ahli sufi muncul pada ´ kodifikasi ilmu-ilmu islam. Ketika itu, mereka dikenal dengan semangat yang keras dan kejantananya, simbol pemakaiaan pakaian yang terbuat dari bulu domba yang kasar, dan semangat berjihat. Pada masa ini praktik ilmu tasawwuf yang dipakai umat islam adalah ajakan memperkuat diri, kebebasan persamaan, solidaritas, persaudaraan, persatuan, dan ajakan-ajakan lain untuk membangun kepribadian muslim yang sempurna. Masa kodifikasi ilmu-ilmu islam ini ditandai dengan penulisan hadis Nabi saw. Masa ini berkembang hingga mencapai puncaknya dipenghujung abad pertama dan permulaan abad kedua, yang ditandai dengan penulisan hadis, tafsir, fiqih dan bahasa.Jika yang dimaksud pndapat tersebut tidak dikenalnya titik materi, hakekat, dasar-dasar, dan pokok bahasan ajaran tasawuf, pandangan ini juga tidak benar. Materi ajaran tasawuf dilihat dari segi ibadah dan akhlaq, dalam pemngertian yang luas, sudah terdapat dalam Al-Qur¶an dan sunnah sebagaiiman keberadan ilmu agama yang lain. Jika ilmu taswuf tidak ditemukan pada masa ini, ajaran tentang ibadah, akhlaq, pendidikan jiwa, hubungan dengan Allah, dan ketinggian nilai-nilai kemanusiaan, semuanya diatur dalam Islam. Ajaranajaran itulah yang disebut dengan tasawuf sebagaimaman yang dikenal oleh masyarakat pada waktu itu. Bisa jadi ilmu tasawuf itu menjadi ilmu yang baru, tetapi materi dan cakupan bahasanya merupakan sesuatu yang lama, seiring lamanya Al-Qur¶an dan Sunnah. Demikian juga dengan keberadaan ilmu islam lainya.Hal ini bukanlah sesuatu yang baru.

Pada awal abad islam, belum ada ilmu-ilmu yang dinamakan fiqih, ushul fiqih, dan mustalakhul hadis. Namun, materi ilmu itu sudah ada dalam Al-Qur¶an dan Sunah. Ketika ilmu itu dikodifikasin dan dirumuskan kaidah-kaidah dan istilah-istilah keilmuanya, lahirlah berbagai nama dan istilah ilmu sesuai dengan cakupan bahsanya masing-masing. Oleh karena itu, mengapa kita harus mengingkari penamaan tasawuf, sedangkan kita kita tidak mengingkari penamaan ilmu-ilmu agama lainya, padahal keberadaan ilmu-ilmu tersebutadalah satu kesatuan. Mengapa pula kita mengingkari penamaan tasawuf, sedangkan kita tidak mengingkari penamaan tasawuf? Dalam kitab Lisanul Arab karya Ibnu Mundzur, kata suf bermakna bulu domba, sedagkan kata sufah bermakna lebih khusus, yakni digunakan bagi orang-orang yang mengurusi pekerjaan AlBait Al-Haram. Maka mereka biasa disebut dengan istilah as-Sufan. Pada masa jahiliyah, sufah daerah suku Mudar biasa mengabdikan dirinya untuk mengurusi Ka¶bah, dan pekerjaan ini pada waktu itu umumnya dipimpin oleh mereka. Demikian pula dengan sufah daereh suku Tamim, mereka biasa membantu para haji pada masa jahiliah yang datang dari Mina, bahkan mereka adalah orang pertama yang membantu mereka.Muhammmad bin Naser menuturkan dari Abu Ishaq Ibrahim bin Sa¶id Al-Habbal bahwa Abu Muhammad bin sa¶id Al-Hafidz bertanya kepaada Walid bin Qasim, ³pada kata apakah kata sufi disandarkan?´ Ia menjawab, ³pada orang-oarng yang menganut ajaran Nabi Ibraim, yaitu pada masa jahiliyah. Mereka disebut sufah. Mereka semua mencurahkan hidupnya untuk Allah, dan memakai kain katun pada Ka¶bah. Orang-orang yang menyerupai mereka yang disebut dengan sufiyah´. Kemudia ia berkata, ³mereka itulah yang disebut sufah«´. Dalam Mu¶jam Al-Wasit, kalimat sawafa fulanan bermakna menjadikan sufi. Kalimat tasawafa fulanan bermakna ia telah menjadi sufi. Jadi, tasawuf adalah suatu jalan sulukiyah (ibadah), yang mendasarkan ajaran pada pembersihan dan penghiasan diri dengan moral yang terpuji agar jiwa menjadi bersih, dan roh menjadi tinggi. Adapun ilmu tasawuf merupakan sekumpulan prinsip-prinsip yang diyakini kebenaranya oleh para sufi, baik hubungan vertikal maupun horizontal. Jadi, sufi ialah manusia yang mengikuti prinsip-prinsip jalan tasawuf. Kata tasawuf sebenarnya merupakan istilah bahasa Arab lama. Jadi, pendapat yang merujuk kata tasawuf pada istilah yunani, sufyah telah picik dalam berpendapat, menyeleweng dari makna tasawuf yang sebenarnay dan telah mengikuti pendapat yang buta arah. Adapun yang berpendapat bahwa tasawuf adalah istilah baru, mereka lebih picik, bahkan telah keluar dari arah yang sebenarnya. Tasawuf sebagai ajaran moral, ibadah, dakwah jihad, dan ibadah secara teknis, merupakan dari kebenaran wahyu dan ajarn islam itu sendiri.Kata tasawuf sangat jauh dari pengaruh Yunani, baik dari sisi makna teks maupun konstek. Kta ini telah digunakan sebelum akhir abad II Hijriyah untuk sebutan Abu Hasyim (w. 150 H.). Sesungguhnya bentuk tasawuf adalah manifestasi dari gerakan islam itu sendiri. Selain itu masyarakat Arab menyandarkan pengetahuan mereka-pertama kali- pada filsafat Aristoteles melalui pemikiran plotinus modern, tidak langsung dari buku Anthology Aristoteles yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Arab sekitar tahun 840 Masehi. Pengetahuan mereka hanyalah ringkasan pemikiran Aristoteles dalam perspektif madzhab Plotinus modern (new-plotinus).Pendapat ini diperkuat oleh Abbas Mahmud Aqqad dalam bukunya Al-Falsafah Al-Qur¶aniyah. Ia mengatakan, ³pada hakikatnya, tasawuf tidak termasuk dalam kaidah islam sebagaimana yang telah kami kemukakan dalam buku Atsar Al-Arab fi Al-HadarahAl-Urubuiyah, yang terampil dari ayat-ayat Al-Qur¶an dan dasar-dasar pemikiran yang terkait dengan akidah yang jelas. Seorang muslim selalu membaca kitab sucinya bahwa ³tidak ada yang serupa dengan-Nya. Dia maha mendengar dan melihat´ (QS Asy-Syura:11). Dan membaca dan memahami simpulan pengetahuan yang diajarkan oleh Allah, tuhan pengajar Al-Hikmah Al-Ilahiyah. Dia juga membaca ³maka larilah menuju Allah. Sesunguhnya aku bagi kalian (dari-Nya) sebagai pemberi peringatan yang jelas´ (QS Adz-Dzariat: 50.). Oleh karena itu, dia mengetahui sesuatu sebagaimana yang diketahui para murid Asketis yang beraghama Budha, yaitu ketika mereka meyakini bahwa pakaian-pakaian ilmuan (dari sisi fisik) akan mengotori kebahahiaan roh. Jadi, menjauh darinya atau lari menuju Allah adalah pintu keselamatan. Muslim yang membaca ayat-ayat ini akan terpatri untuk mengikuti jalan tasawuf dan mengetahui rahasia-rahasia serta kedalaman hikmah ajaran agama Islam.

Ini semua termasuk laku (hal) Nabi. permulaannya adalah ilmu. . karena hal ini bukan sekadar ajakan-ajakan. orang yang telah memiliki keteguhan keyakinan. Maqam mutawassit. Barangsiapa yang tidak menjaga Alquran dan tidak dapat menulis hadis. menjauhi segala bagian-bagian nafsu. Inilah yang disebut dengan pertambahan karunia (ziyadah). Dan ketiga. Seseorang yang telah mencapai tahap muntaha (final) diibaratkan seperti busur anak panah yang dilepaskan di atas puncak bukit yang tinggi mengenainya. mukabadah (mengekang nafsu). Ahli tasawwuf terdiri dari tiga tingkatan. dan akhirnya adalah mawhibah (anugerah). sementara mawhibah merupakan tercapainya maksud dan tujuan. karena ia telah berhasil melewati tahapan-tahapan sebelumnya. . tengahnya adalah amal. dilarang atau diberikan.. menikmati kepahitan dan kesengsaraan hidup. perbuatan. dan angin kencang menerpanya. Dia juga disebut dengan sahibut at-talwin. Mengikuti paham ini harus-lah dengan sikap wara¶ dan ketakwaan. Dengan ilmu maksud yang dikandungnya akan tersingkap. Kenyangnya sama seperti ketika ia merasa lapar. Dalam tasawwuf. Atas segala rahasia-rahasia mereka. dan tidak pula dipengaruhi oleh keadaan apapun. Maqam seorang Murid adalah mujahadah (bergiat melawan hawa nafsu) dengan segala upaya. adalah menaiki bahtera cobaan dan ujian untuk dapat mencapai apa yang dicari. karena ia telah melakukan dakian dari satu fase ke fase selanjutnya. sedangkan amal mewujudkan apa yang dicari. dia tidak akan bisa meng¬ikuti tasawwuf. gagal ataupun berhasil. Ada yang mensinyalir bahwasanya orang-orang dinamakan sufi karena mereka menempad barisan utama dan pertama di sisi Rabb-nya lantaran hasrat mereka yang luhur. Yang kedua disebut mutawassit sair. Keutamaan bagi mereka adalah ketika melawan hawa nafsu. dan perintah-perintahnya. karena ilmu kita berkaitan dengan Alquran dan As-sunnah. dan mapan dengan aturan-aturan ibadah. Dan maqamah wasil adalah kembali pada perasaan inderawi setelah lebur dalam kegaiban. dan semua hal yang dapat menghantarkan pada nafsu duniawi. Tingkat pertama disebut murid talib. Dia berada dalam posisi tetap yang tidak dipengaruhi oleh ujian dan cobaan. dari satu perilaku ke perilaku lain. Adapun murid. maka tak sedikit pun ia bergeming karenanya. apakah ia dalam kondisi susah atau senang. adalah seorang yang mampu memegang kendali waktunya. sedangkan mutawassit. Dimensi kedirian telah sirna. dengan menjaga kejujuran. . Dimensi lahirnya hadir bersama manusia. dan menjawab panggilan dari Yang Maha-Haqq. dan selalu beradab dalam setiap fase. yang mengamalkan perbuatan. di samping kepasrahan mereka terhadap Allah Swt. tidurnya pun sama seperti ketika ia terjaga. meski sehelai rambut pun.Fondasi dari amalan tasawwuf adalah memakan makanan yang halal dan mengikuti sunnah Rasulullah baik dalam akhlak. Tidak ada lagi perbedaan. sementara wasil. wasil. namun dimensi badaniahnya larut bersama Yang Haqq.

Sebagaimana banyak mazhab hukum Islam (fiqh) tidak lagi dipropagandakan sehingga berakhir. Kongo. demikian pula tarekat-tarekat sufi yang muncul dalam periode yang sama bermaksud menegaskan jalan yang sederhana bagi praktik penyucian batin. ke Nabi Muhammad SAW. sebagai bukti keotentikan dan wewenangnya. yang muncul pada abad-abad awal setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Sama halnya dengan berbagai mazhab hukum Islam. Satu-satunya kekecualian adalah tarekat Naqsyabandiyah yang silsilah penyampaiannya melalui Abu Bakar. dan karena tarekat-tarekat itu belum ditegaskan sebagai tarekat. kaum sufi tidak terorganisasi dalam lingkungan-lingkungan khusus atau tarekat.TAREKAT SUFI Tarekat sufi atau kelompok-kelompok sufi berkembang secara bertahap dan tidak secara langsung. dalam perjalanan waktu. . termasuk Suriah. dimaksudkan untuk menegaskan suatu jalan yang jelas untuk penerapan hukum tersebut. Selain itu. Di abad kesembilan terdapat lebih dari tiga puluh mazhab fiqh Islam. beberapa bagian Afrika seperti Kamerun. Di abad ke-12 Anda tak dapat menghitung jumlah tarekat sufi. Yang berikut ini hanya contoh dari beberapa tarekat sufi yang secara pribadi telah akrab dengan penulis. ajaran dan teladan pribadi kaum sufi yang menjalani kehidupan menurut aturan-aturan yang telah ditetapkan agama mulai banyak menarik kelompok manusia. antara lain karena banyaknya. dan di wilayah Kaukasus. sering saling memperkuat dan kadang saling melemahkan. Namun. Ketika tarekat sufi. Kebanyakan tarekat sufi memelihara catatan tentang silsilahnya. tetapi kemudian jumlah tersebut berkurang hingga lima atau enam saja. yakni rantai penyampaian pengetahuan dari syekh ke syekh. terpeliharanya tarekat-tarekat sufi sebagian sering merupakan akibat dari pengasingan diri (uzlah) secara fisik dan arah yang diambil oleh kecenderungan Islam Suatu kecenderungan yang nampak pada tarekat-tarekat sufi ialah bahwa banyak diantaranya telah saling bercampur. Irak. sekolah atau tempat kerja sang pemimpin spiritual. Tarekat Qadiriyah Tarekat Qadiriyah didirikan oleh Syekh µAbdul Qadir al-Jailani (m. Orang Turki menamakan tempat perlindungan orang sufi sebagai Tekke. Pusat pertemuan kaum sufi biasanya disebut Khaneqah atau Zawiyya. Setelah wafatnya.tempat lain. nama yang juga digunakan untuk menggambarkan kubu atau benteng tentara sufi yang membela jalan Islam dan berjuang melawan orang-orang yang hendak menghancurkannya. karena memang mereka sering mengikuti lebih dari seorang syekh sufi. Di antara abad kesembilan dan kesebelas. atau persaudaraan sufi ini muncul. Namun. Sebagian besar syekh dan guru spiritual dalam tarekat sufi dan mazhab hukum tidak mengharapkan ajaran mereka akan diberikan penafsiran yang terbatas dan sering kaku pada masa setelah kematian mereka. pusat sufi disebut Jama¶at Khana atau Khaneqah. pusat kegiatan sufi bukan lagi di rumah-rumah pribadi. khalifah pertama di Madinah. yang meliputi para ahli dari segala lapisan masyarakat. tarekatnya disebarkan oleh putraputranya. dan tarekat-tarekat sufi mulai menggunakan pusat-pusat yang sudah ada khusus untuk pertemuan-pertemuan ini. struktur yang lebih bersifat kelembagaan pun diberikan pada pertemuan-pertemuan mereka. yang sering tertelusuri sampai kepada salah satu Imam Syi¶ah dan karenanya kembali melalui Imam µAli ke Nabi Muhammad SAW. Mauritania dan Tanzania. Para pencari pengetahuan mungkin menjadi anggota dari satu atau beberapa tarekat. Chechnya dan Ferghana di Asia Tengah. mulai muncul berbagai tarekat sufi. Di anak-benua India. demikian pula banyak tarekat besar menghadapi situasi yang serupa. Di Afrika Utara tempat semacam itu disebut Ribat. Di abad-abad awal Islam. Tarekat Qadiriyah telah menyebar ke banyak tempat. masing-masing dengan ciricirinya yang menonjol. 1166) dari Gilan di Iran. atau bahwa tarekat sufi dan mazhab hukum dinamai dengan nama mereka. Turki. serta di tempat. Berikut ini adalah beberapa tarekat sufi yang masih ada hingga kini. yang kemudian bermukim di Baghdad.

tidak seperti tarekat-tarekat sufi terkenal lainnya yang asalnya kembali kepada salah satu imam Syi¶ah. sampai Nabi Muhammad SAW. 1273). Tarekat ini telah menyebar dari Aljazair ke selatan Sahara dan masuk ke Sudan bagian barat dan tengah. Tarekat ini dipandang sebagai pengikut Mazhab Syi¶ah. Kenya dan Tanzania. tarekat Rifa¶i telah menyebar ke Mesir. Tarekat Bektasyiyah Tarekat Bektasyiyah didirikan oleh Haji Bektasy dari Khurasan (m. Ini adalah satu-satunya tarekat terkenal yang silsilah penyampaian ilmunya kembali melalui penguasa Muslim pertama. termasuk di Amerika Barat dan Utara. Tarekat Jarrahiyah Tarekat Jarrahi didirikan oleh Syekh Nuruddin Muhammad al-Jarrah dari Istambul (m. Tarekat ini terbatas di Anatolia. 1338). Turki. dan yang paling berpengaruh hingga awal abad ke-20. Tarekat ini terutama terbatas di Turki. 1390). Afrika Barat dan bagian utara Nigeria. Eropa Timur dan wilayah Kaukasus. 1720). 1258) dan akhirnya menjadi salah satu tarekat terbesar yang mempunyai pengikut yang luar biasa banyaknya. 1815). 1182) di Basra. Siklus suatu tarekat sufi biasanya antara dua sampai tiga ratus tahun sebelum melemah dan merosot. Tarekat ini tersebar luas di wilayah Asia Tengah. sebagaimana gerakan-gerakan lainnya. Tarekat-tarekat sufi. Sri Langka dan di tempat-tempat lain. Timur Tengah. Sekarang kebanyakan terdapat di Anatolia di Turki. orang Berber Aljazair (rn. dengan beberapa cabang di Amerika Barat dan Utara. Volga dan Kaukasus. Penyebarannya terutama di Asia Tenggara. Eropa dan Amerika Utara. Indonesia. Mesir. . Gagasan Syi¶ah merembes masuk dengan kuatnya pada tarekat sufi ini. dan pada akhir-akhir ini di Amerika Utara. dan dengan demikian melalui Imam µAli. Abu Bakar. yang dinamai dengan nama pendirinya Khwaja Abu Ishaq Syami Chisti (m. Tarekat Ni¶matullah Tarekat Ni¶matullah didirikan oleh Syekh Nuruddin Muhammad Ni¶matullah (m. Cina bagian baratlaut dan baratdaya. Tarekat Naqsyabandiyah Tarekat Naqsyabandiyah mengambil nama dari Syekh Baha¶uddin Naqsyaband dari Bukhara (m. Anatolia di Turki. Tarekat Tijaniyah Tarekat Tijani didirikan oleh Syekh Abbas Ahmad ibn at-Tijani. Sekarang tarekat ini terdapat di Afrika Utara. 1431) di Mahan dekat Kirman baratdaya Iran. Suriah. Tarekat Chistiyah Tarekat yang paling berpengaruh di anak-benua India-Pakistan adalah tarekat Chisti. cenderung bersiklus. Tarekat Syadziliyah Tarekat Syadzili terealisasi di sekitar Syekh Abul Hasan asy-Syadzili dari Maroko (m. dan akhir-akhir ini di Amerika Utara. dan telah diperkenalkan di Amerika Barat dan Utara.Tarekat Rifa¶iyah Didirikan oleh Syekh Ahmad ar-Rifa¶i (m. Turki. Tarekat Maulawiyah Tarekat Maulawiyah berpusat di sekitar Maulana Jalaluddin Rumi dari Qonya di Turki (m. 966). Mesir. Para pengikut tarekat ini juga dikenal sebagai para darwis yang berputar-putar. Para pengikutnya terutama terdapat di Iran dan India. di anak-benua India. Senegal.

Demikian pula. seperti Al-Qur¶an atau sunnah Nabi Muhammad SAW. dalam suatu tarekat sufi. kemudian mencapai klimaksnya.Bilamana muncul suatu kebutuhan terhadap suatu tarekat sufi maka tarekat tersebut mulai bangkit. Percampuran ini dapat dilihat pada tarekat Chistiyah di Asia Tenggara dan pada tarekat-tarekat sufi di Indonesia yang telah menyerap banyak unsur adat Hindu dan Buddha ke dalam praktik-praktiknya. . lalu berangsur-angsur berkurang dan bubar. Nampaknya di kawasan-kawasan terpencil itu semua tarekat sufi telah mengambil warna kultus. Satu kecenderungan yang dapat diamati dalam sejarah tasawuf ialah bahwa bilamana terdapat kekurangan dalam materi sumber Islam. maka ia cenderung didominasi oleh kultur yang lebih kuat dan tua dari lingkungannya. tarekat-tarekat sufi Afrika di bawah wilayah Sudan telah memadukan beberapa adat keagamaan suku-suku Afrika ke dalam praktik-praktik mereka.

sebaiknya lebih dulu mengatur keperluan rumah tangga dan kebutuhan seluruh anggota keluarga agar Anda bisa bebas dan merasa tenang bermeditasi. tak semestinya kita segera menyerah kalah. yang ada hanyalah masalah µjam terbang¶. Anda bisa melakukannya di mana saja. Sebutlah berulang-ulang. Bagi Anda yang telah berkeluarga. Namun medan energi meditasi akan cepat terbentuk bila Anda melakukannya di tempat yang sama. Anda diganggu. Manunggal rasa dalam diri Selanjutnya. rasa gatal. Jangan pula merasa gagal dalam bermeditasi. berikut ini akan membantu mempermudah Anda melakukan meditasi. karena banyak kendala yang harus dihadapi. karena itu sangat efektif untuk mengusir stress. tutuplah hasrat untuk berhubungan dengan semua yang ada di luar diri Anda. . Meditasi pun membuat seseorang mengalami relaksasi. Cara menanggulanginya. Meditasi memang bermanfaat bagi kesehatan. Namun begitu. Semua orang. Mempraktekkan meditasi dengan baik bisa membuat semua organ tubuh bergerak dan berfungsi dalam keadaan seimbang. bahkan para guru besar meditasi pun pada awalnya juga mengalami berbagai kesulitan yang sama dengan Anda. Ini adalah proses yang harus Anda lewati. bagi para pemula adalah hal yang biasa. janganlah putus asa. Perlu latihan Konsentrasi Jika Anda tidak berkonsentrasi ketika bermeditasi. Tempat khusus yang suasananya tenang akan sangat membantu. mereka pun akan belajar menghargainya. Pastikan tempat itu bersih dan bagus sirkulasi udaranya. Kelompok-kelompok yang secara teratur menjalankan meditasi semakin banyak bermunculan. tetapi kesiapan Anda untuk tidak terganggu itu lebih penting. bukan hanya Anda yang mengalami perasaan gagal. Pikiran kacau. Sebab dalam meditasi tidak ada istilah gagal. sebutlah nama Tuhan sesuai dengan kepercayaan Anda. Bila hendak melakukan meditasi. seperti di dalam bis. langsung keluar ruangan meditasi begitu ada yang berbicara. MEDITASI kini semakin banyak diminati orang. Dengan demikian. bahkan di alam terbuka.Meditasi bagi Pemula Memulai meditasi bukanlah hal mudah. terutama di awal-awal proses meditasi. Dengan begitu. Anda akan lebih mudah mencapai ketenangan ketika memasuki ruangan tersebut. bagaimana cara melakukan meditasi dengan baik? Inilah pertanyaan penting yang perlu dijawab dengan mempraktikkan beberapa tip berikut ini. Usahakan pula agar jangan berpindah-pindah tempat. Matikan rasa pengaruh yg ada di luar Pergi ke gunung agar bisa melakukan meditasi dengan tenang tidak akan membantu bila Anda masih membawa hand phone atau televisi. Biarkan orang-orang di sekitar Anda tahu bahwa ini merupakan kegiatan yang penting dan rutin bagi Anda. Ingatlah. Atau. rasa panas dingin. bukan berarti Anda tidak boleh melakukan meditasi di tempat yang lain. Lupakan sejenak semua permasalahan yang ada. Walaupun demikian. Itu bisa membantu Anda untuk bersikap tenang dan tidak langsung melompat begitu mendengar bunyi telepon. pasrahkan diri kita sepenuhnya dalam proses meditasi. Sebaiknya Anda memiliki tempat khusus untuk bermeditasi. Memilih tempat yang sunyi agar terlindungi dari berbagai gangguan memang penting. Menutup hasrat berhubungan dengan dunia di luar diri Anda selama meditasi juga memberikan efek psikologi yang luar biasa. di mobil. serta bekerja dengan lebih teratur. Persoalannya adalah. Lalu tutup pintu dan tutup mata Anda. Pastikan agar mereka mengerti bahwa selama menutup diri melakukan meditasi.

Dengan demikian. Biasanya para praktisi meditasi selalu melakukan meditasi pada waktu-waktu tertentu. maka kita akan kehilangan mata rantai. duduk. Pada awalnya memang sulit. Sebab meditasi dapat diibaratkan sebagai rantai yang indah. karena dapat mengurangi tekanan pada lutut dan menghasilkan postur yang lebih baik dengan meninggikan tulang punggungnya. namun saat sandhya (matahari terbit dan terbenam) merupakan waktu yang terbaik. mengganggu napas. Dengan demikian. Posisi dan Sifat Jika kita melakukan meditasi dengan posisi baik. maka tegakkanlah disiplin. karena bisa juga berfungsi sebagai istirahat secara fisiologis. Meditasi pada pagi hari berguna untuk memberikan semangat untuk memulai hari. Perhatian pada Sikap. Meditasi dapat dilakukan dengan posisi berdiri. Untuk mudahnya. penting baginya untuk menciptakan kebiasaan untuk bermeditasi tanpa terlewatkan. Lalu sampaikan kepada temanteman dan seluruh anggota keluarga agar tidak menggangu Anda pada jam-jam tersebut. Untuk menguatkan mental.Waktu yg Baik untuk Meditasi Anda dapat melakukan meditasi setiap saat. Dengan demikian. bahkan berbaring. akan ada aliran energi tulang belakang yang mengarah ke atas. mereka mendapat tambahan waktu 1-3 jam yang bisa digunakan untuk melakukan meditasi atau untuk melakukan aktivitas lainnya. hanya akan menghambat aliran energi. ada baiknya Anda melakukan pemanasan dan peregangan untuk mengendorkan otot dan melancarkan peredaran darah. secara otomatis mereka akan merasakan adanya keinginan untuk melakukan meditasi. usahakan untuk tidak melewatkan waktu meditasi. Anda juga bisa membaca buku-buku spiritual dari orang yang berkualitas tinggi dalam hal spiritual. Waktu terbaik untuk membaca adalah setelah melakukan meditasi. Sebelum melakukan meditasi. lalu cari waktu yang paling cocok untuk Anda. Pengalaman orang-orang yang berhasil melewati rintangan dalam bermeditasi juga akan banyak membantu untuk lebih mempersiapkan diri dan mental Anda. penting sekali untuk duduk setegak mungkin. Jika seseorang memiliki keinginan tulus untuk mengeksplorasi tingkatan dan kedalaman meditasi. Bila Anda telah menetapkan waktunya. yaitu pagi dan petang. Sedangkan duduk dengan postur yang tidak tegak seperti membungkuk atau menekuk ke belakang. Jadwal Meditasi Meditasi setidaknya dilakukan dua kali sehari. Beberapa orang bisa terbantu meditasinya dengan meletakkan bantal kecil sebagai alas. Setiap kali melakukan meditasi. seperti mandi. tetapi tegak maksimal menurut Anda. Para meditator yang berpengalaman. Permukaan lantai yang rata dapat membantu membentuk posisi ini. usahakan untuk tetap melakukan meditasi walau hanya beberapa saat. Anda pasti akan mampu melakukannya tanpa perlu membuat banyak pertimbangan. hasilnya adalah suatu untaian rantai yang kuat dan bermanfaat. meski situasinya darurat. Karena itu. kita menambahkan satu buah mata rantai. Dalam jangka panjang. dan membuat Anda mudah mengantuk. biasanya dengan sendirinya mengurangi pengurangan waktu tidur. Karena saat itu pikiran kita menjadi jernih dan tenang. Sedangkan meditasi pada malam hari berfungsi untuk menimbulkan relaksasi dan membantu mengurai ?benang kusut¶ yang terbentuk dalam pikiran Anda serta mengubahnya menjadi ?sulaman yang indah¶. Anda dapat tidur dengan nyenyak dan tidak diganggu oleh mimpi buruk. Bukan tegak ala militer. Para pemula seringkali mengalami kesulitan mengatur waktu yang tepat untuk meditasi. Namun pastikan tulang punggung Anda tegak. tetapi lama kelamaan akan menjadi kebiasaan. Tetapkan waktu meditasi Anda. jika waktu tersebut tiba. . Pengembangan Wawasan tentang Meditasi Carilah teman yang juga melakukan praktek meditasi. Jadi. Namun jika sering kita tinggalkan. terlebih dahulu periksalah rutinitas Anda sehari-hari.

juga tidak memungkinkan Anda meraih konsentrasi. bantal tipis. Anda akan merasa malas dan mengantuk. sehingga pikiran bebas berkonsentrasi pada proses meditasi. Ini disebabkan tubuh sedang memusatkan energi pada proses pencernaan. pastikan Anda duduk dengan nyaman. Sebaiknya pada saat seperti ini Anda tidak melakukan meditasi. Perhatian pada isi Perut Setelah makan. dapat dicoba duduk di atas kursi. . sebaiknya Anda hanya mengkonsumsi makanan ringan atau minum jus buah saja sesaat sebelum melakukannya.Bila Anda duduk bermeditasi. Bermeditasi dengan perut kosong. atau selimut yang dilipat dirasa kurang nyaman. karena energi yang menuju ke otak tidak maksimal. Karena itu. Demikian pula sebaliknya. Jika duduk di atas karpet.

Seperti kekuatan misterius. mendoakannya agar mendapat tempat yang mulia. serta dasar spiritual cinta kasih sayang membuat Kejawen mudah menerima anasir asing yang positif. Selamatan adalah tata laku untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kong Huchu. kolak dan kue apem. bahkan masyarakat usia muda banyak pula yang diam-diam menghayati dan mengakui fleksibilitas dan kedalaman falsafah Kejawen. dan apa yang ada di dalam lingkungan alam sekitarnya. Jika definisikan. kesejati di dalam diri. Membaca ³kitab sastra jendra´ dengan menggunakan ngelmu titen. sawah. Kejawen tentu saja tidak memiliki kitab suci sebagaimana layaknya semua agama-agama yang ada. dan sebagainya. Terdiri dari kehidupan sehari-hari. sebaliknya justru mengalami penyempurnaan seiring perjalanan waktu. ajaran. Dibuatlah ketan. di dalamnya banyak sekali mengandung maksud permohonan doa kepada Tuhan YME. Hidup yang meliputi jagad gumelar. Tidak hanya pada usia tua. Walaupun latar belakang keagamaan masyarakat Jawa berbeda-beda. Hingga terdapat anekdor. 4. namun memiliki unsur kesamaan dalam tata laksana ritual Jawaisme. Keberhasilannya ditentukan oleh kemampuan seseorang dalam mengolah rahsa-pangrasa yakni rasajati atau rahsa sejati. Yang terjadi bukanlah kebangkrutan nilai-nilai falsafah Jawa itu sendiri. pandangan hidup Jawa bahkan mbalung-sungsum sehingga tidak pernah lapuk dan selalu eksis. luhur. Hindu. ritual adalah tata laku yang melekat tidak bisa dipisahkan dari setiap agama. ³Kitab Suci´ Kejawen adalah hidup itu sendiri. Dalam Budhisme dan Hinduisme. Karena Kejawen bukanlah agama melainkan pandangan hidup yang sudah turun temurun ribuan tahun. Ritual. Karena bagi masyarakat mistik Jawa. Kejawen menjadikan nilai-nilai ³impor´ yang dinilai berkualitas sebagai bahan baku yang dapat diramu dengan nilai kearifan local. Istilah ritual seringkali diartikan secara kurang proporsional. hendaknya orang memuliakan para arwah leluhurnya. kaku atau saklek dan anti-perubahan. sebagai bentuk kesadaran diri untuk selalu menghargai alam semesta sebagai anugrah terindah Tuhan yang Maha Pemurah. Mulai dari peringatan hari besar keagamaan hingga . Dilanjutkan acara nyekar atau ziarah dan gotong royong bersih-bersih serta merawat makam para leluhurnya sebagai wujud tindakan nyata rasa berbakti dan memuliakan pepundennya yakni para leluhurnya. dan lain-lain. sungai. yang dilakukan oleh penghayat falsafah hidup Jawa. Secara ekstrim ritual dikonotasikan sebagai kegiatan yang melenceng dari kaidah atau norma agama. Sikap terbuka. Apem berarti affuwwun. dan monotesime hingga saat ini. dan suci. 3.KEJAWEN BUKAN AGAMA TETAPI ESENSI DAN SUBSTANSI PRILAKU HIDUP 1. atau syaratsyarat sesaji. Nasrani. 2. ladang. hutan. mistik kejawen merupakan hasil dari interaksi nilai-nilai kearifan local yang terjadi sejak zaman kuno pada masa kebudayaan spiritual animisme. Maka dalam ritual banyak terdapat ubo rampe. Keuntungannya justru terjadi proses penyempurnaan seperangkat nilai dalam pandangan hidup Jawa atau Kejawen. terkadang semangat penghayatan dirasakan tibatiba muncul dengan sendirinya seperti panggilan darah. nilai-nilai dalam falsafah hidup Jawa bersifat fleksibel dan selalu berusaha mengolah nilai-nilai kebudayaan asing yang masuk ke nusantara misalnya Budha. Mohon ampunan atas segala kesalahan semasa hidup. dilakukan tidak saja selama masih hidup. Islam. Padahal. beaya dan tenaga alias mubazir. Tuduhan itu sangat menyakitkan. Semua itu disebut sebagai ³kitab satra jendra´. namun saat sudah meninggal dunia pun anak turun tetap harus berbakti padanya. Sakura.daging. menghargai dan toleransi. berarti sedaya kalepatan nyuwun pangapunten. karena tentunya hanya terucap oleh orang-orang yang tidak mampu memahami apa makna yang sesungguhnya dari mistik dan ritual. Bedanya hanyalah pada bahasa yang digunakan dalam doa atau mantra. Namun hakekat dari ritual adalah sama saja yakni bertujuan untuk selamatan. indera yang digunakan adalah indera keenam (six-sense) atau indera batin. Berbeda dengan nilai agama yang bersifat statis. banyak sekali terdapat berbagai ritual keagamaan. Kristen. Yahudi. Misalnya pada saat bulan Ruwah merupakan bulan arwah dilaksanakan acara selamatan nyadran. Kadang malah dianggap pula sebagai kegiatan buang-buang waktu. kalau nilai agama masuk sampai mendarah. melainkan dengan perangkat ngelmu titen yang berlangsung turuntemurun. Di samping nilai-nilai kearifan local yang adiluhung. dianggap hanya sekedar menjadi basa-basi tradisi yang irasional. Tidak ketinggalan pula acara bersih desa. adalah lambang permohonan ampunan kepada Tuhan. berbakti kepada orang tua. tradisi dan budaya manapun di dunia ini. Islam. melalui proses asimilasi dan sinkretisme dengan nilai-nilai agama yang pernah ada di bumi nusantara. dinamisme. Sebagai upaya mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Suci. Bulan ruwah tepatnya satu bulan menjelang bulan puasa. Cara membacanya bukan dengan ucapan lisan.

atau upaya manunggal jati diri dengan kehendak Tuhan (sumarah). Karena dasar dari mistik adalah tindakan nyata. masyarakat akademik. teguh. Sikap manembah inilah yang menjadi pedoman utama dalam menghayati mistik Kejawen. Perilaku mistik merupakan upaya yang ditempuh manusia dalam rangka mendekatkan diri kepada Tuhan YME. tetapi enggan menghayati dalam perbuatan sehari-hari. dan ditujukan hanya kepada Hyang Widhi atau Tuhan Yang Mahatunggal. Maka hal itu diwujudkan dalam bentuk tumpeng nasi putih berbentuk kerucut. ubo rampe. mantera. Batin manusia selalu tersambung dengan getaran energi Tuhan. hati yang ³putih bersih´ tidak terpolusi nafsu duniawi. tidak lain untuk menemukan ³lautan´ rahmat Tuhan. ing batin amengku lair. 5. suci. Karena antara manusia sebagai mahluk dengan Tuhan sebagai Sang Pencipta terjadi titik temu yang harmonis. Itulah keluhuran pandangan hidup manusia yang sering dituduh sebagai masyarakat engan kesadaran primitif dan tidak masuk akal. masyakarat medik. Sesotya adalah ungkapan yang mengandikan Tuhan bagaikan permata yang tiada taranya. Welas tanpa alis (kebaikan tanpa pamrih jasad/nafsu/duniawi). dan merugikan orang lain. arogan atau sombong kepada makhluk halus. jalan wushul menuju wahdatul wujud. atau sifat roroning atunggil (dwi tunggal). Kesaktian sejati. Di dalamnya terdapat simbol-simbol atau perlambang berupa sesaji. Adalah keliru besar mengartikan makna sesaji sebagai pakan setan. akan menciptakan ketenangan batin sekalipun menghadapai situasi dan kondisi yang sangat gawat. Muara dari perjalanan spiritual pelaku mistik Kejawen. Rasanya kurang afdhol atau kurang besar tekadnya dalam berdoa apabila tidak diwujudkan dalam berbagai simbol yang terdapat dalam sesaji. otomatis ia akan menjadi manusia yang sekti mandraguna. Tuhan yang bersemayam di dalam batin (immanen). dilakukan secara konsisten. yakni bubur putih ditumpangi parutan kelapa dan gula merah. Semua ubo rampe sesaji mengandung makna yang dalam. semena-mena. Maka dalam berdoa pun tidak cukup diucapkan melalui mulut. Jika manusia berhasil manembah. dilambangkan dalam bubur baro-baro. Karena sikap negatif itu hanya akan membuat manusia jatuh pada derajat yang hina. Sikap sumarah merupakan wujud dari sikap manembah kepada Tuhan YME. Dalam masyarakat Jawa ritual selamatan atau slametan menjadi main stream penghayatan perilaku mistik Kejawen. menjadi dasar atas segala tindakan yang dilakukannya. lalu dilahirkan dan diasuh hingga dewasa dan mandiri. Eneng ening untuk masuk ke alam sunya ruri. Meraih nibbana menggapai nirvana. Manusia lantas tidak boleh bersikap negatif dan destruktif dengan mentang-mentang. Masih banyak lagi contoh yang dapat kita pelajari satu persatu maknanya secara esensial. melimputi seluruh yang ada ³being´ di dunia ini. tidak angin-anginan atau plin-plan. atau banyak mulut doang. Mendekatkan diri. tetapi harus diperlakukan secara adil dan bijaksana karena disadari bahwa mereka semua adalah makhluk ciptaan Tuhan juga. doa yang beragam hendaknya dilakukan secara tulus. bukan berasal dari usaha yang instan hanya dengan rapal wirid semalam suntuk. runcing di bagian atas. besar di bawah. syarat-syarat tertentu. atau membeli dengan mahar. Namun kesaktian itu diperoleh seseorang apabila berhasil menghayati sesotya manjing embanan. Seseorang selalu manembah dalam setiap perbuatannya. Bubur merah dan bubur putih dalam bancakan weton sebagai lambang ibu dan bapa. ing batin amengku lair. tidak menyakiti hati. dan penuh ketulusan serta kasih sayang tanpa pilih kasih. Embanan sebagai ungkapan dari jasad manusia. Misalnya. sebagai konsekuensinya harus menghindari tabiat buruk tong kososng berbunyi nyaring. Kejawen merupakan ilmu metafisika yang transenden dan bersifat terapan.berbentuk tradisi agama. Cirikhas orang yang kesaktiannya berkat manembah (kesaktian sejati/ilmu putih) apabila perilaku dan perbuatan sehari-harinya selalu sinergis dengan sifating Gusti. semua memiliki ritual-rutual khusus yang dutujukan untuk meraih kesuksesan termasuk keselamatan. berupa manunggaling kawula kalawan Gusti. merupakan gambaran hubungan ibu dengan bapa diikat dengan tali cinta kasih yang tulus. tidak mencelakai. Hendaknya anak selalu ingat pada pengorbanan orang tua sejak ia di dalam kandungan ibu. sampai membuahkan anak sebagai anugrah buah cinta. Bagi masyarakat Jawa sangat mengenal bahwa ³setan´ atau makhluk halus bukan untuk diberi makan. takabur. Ilmu ³Kesaktian´ Sejati Kesimpulan dari semua itu. Bubur merah silang bubur putih. Sesaji merupakan bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi baik secara vertikal maupun horisontal. Dilakukan dalam kurun waktu lama. Bahkan masyarakat modern. Dengan pencapaian pamoring kawula-Gusti. . tradisi Barat. Atau disitilahkan sebagai sesotya manjing embanan. ³Permata´ yang menyatu ke dalam embanan.

ia kirim aku ke alam tanpa nyawa´ Akulah si kafir. ³Tuhan. Tuhan yang mereka ³atasnamakan´ adalah Tuhan yang tak mengenal kekerasan´. bagaimana bisa aku kafir. serta mengafirkan pindah tangan ke makhluk yang tengil bernama manusia?´ ³Tuhan. yang diseru sebagai penyesat yang halal darahnya. sementara ayat-ayatMu tak pernah lelah ku sentuh dengan bibirku?´ ³Tuhan. ³buatlah aku mati sekali lagi. di tangannya senjata siap perang. hidupkanlah aku. dan dengan menyeru namaMu. kaki Tuhan ³duhai Sang Maha Rahman. bagaimana bisa kuasa menghidupkan. mati dengan tanganMu´ di bawah kaki Tuhan. ku lihat malaikat pencabut nyawa telah mengubah diri menjadi manusia suci. Muhammad utusanMu´ ³Tuhan. aku sangsi disiksa makhlukMu´ Akulah si kafir.SIKAFIR MEMPROTES TUHAN akulah si kafir. bagaimana bisa aku mati di tangan makhluk tengilMu. ia mendekatiku wujud manusia penuh nista. dibalut kain kafan. menangis di bawah ³siksalah aku jika aku kafir di hadapMu. mengadu sendu di bawah kaki Tuhan. bagaimana mungkin aku kafir sementara aku telah bersaksi tiada Tuhan selain Mu. kaki Tuhan. sementara Engkau Maha Rahman atas segala sesuatu?´ ³Tuhan. duduk termangu di bawah ³bagaimana bisa manusia menculik hakMu mencabut nyawaku?´ tanyaku. . mematikan. akulah si kafir. akulah si kafir. biar ku adu .

hal itu sudah pasti sulit dilakukan jika tidak didasarkan pada sikap lembah manah (rendah hati). Ungkapan ana catur mungkur menganjurkan kita untuk tidak membicarkan kelemahan orang lain. semut di seberang lautan tampak. Maksudnya. Tindakan itu sangat negatif karena dapat menimbulkan perselisihan.Sindoesastra (Van Den Broek. Sang penggunjing dapat melihat keburukan orang lain. luv u saudarasaudaraku! Ana catur mungkur arti lugasnya adalah ³ada pembicaraan membelakangi´. Cermin adalah kaca yang dapat menampakkan sesuatu yang ada di depannya. Pada umumnya. Catur artinya ngrasani eleking liyan (membicarakan «keburukan orang lain) dengan maksud menjatuhkan atau menghina orang tersebut.Seseorang lazimnya lebih senang mencela orang lain. dan justru pandai melihat kesalahan orang lain. atau sastra Ugering Agesang Kasampurnaning Titah Titising Pati Patitising Kamuksan (ibid:32). 1870:31. atau mempergunjingkan) harus dipandang sebagai perbuatan yang tidak baik karena dapat menimbulkan sakit hati pada diri orang yang dirasani (pihak yang dibicarakan keburukannya). ANA CATUR MUNGKUR Ada banyak hal yang harus diperhatikan dengan seksama sebagai acuan moral. atau Sastradi (ibid:31). sastra Hajendra Wadiningrat (ibid:31). sastra Hajendra (ibid:31). Jika ada orang lain yang mengajak dirinya untuk membicarakan kelemahan orang lain. Orang cenderung akan kecewa. 34). seseorang cenderung tidak konsekuen. Punggung jelas bukan cermin sehingga tidak mampu memperlihatkan kesalahan yang telah diperbuat pada waktu sebelumnya. Lebih jauh. SASTERA DJENDRA KAWRUH SINENGKER Kawruh / ajaran spectakular dan sangat rahasia ini bersumber dari istilah Yuning Rat yang bersumber dari kisah Arjoena-Sasra Baoe karya pujangga R. seseorang itu tidak dapat melihat kesalahan diri sendiri.Ng. jika ada orang yang sengaja menyeret kita untuk mempermasalahkan kelemahan orang lain. Arti masing-masing istilah ini adalah: a. Ia lebih baik mengoreksi diri atau kesalahannya sendiri dengan harapan dapat memperbaiki perbuatannya. dapat atau mau melihat kesalahan orang lain sekecil apapun tetapi tidak mau melihat kesalahan diri sendiri walaupun kesalahan itu sangat besar. tindakan ngrasani sebagai tindakan tidak transparan. nyatur atau ngrasani (membicarakan) orang lain itu mengacu pada sudut kelemahannya atau sisi negatifnya. masyarakat kita yang secara norma hukum dan sosial tidak ada kaitannya dengan ³sang penggunjing´. Kedua. tak ada yg lebih indah dari pada kaweruh jawa dengan tutur yang halus tapi tegas. Segeralah untuk mungkur (menghindar) dari pembicaraan tersebut. Pertama. Akan tetapi.ELING IANG WASPADA. tapi tidak berani mengatakan keburukan diri sendiri. Apa yang terlihat di cermin sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Tindakan ngrasani (membicarakan. sastra Hajendra Yuningrat Pangruwating Diyu (ibid:31). Ungkapan yang sama: Sastra Hajendra Hayuning Bumi (ibid:30) Sastra Hajendra Hayuningrat Pangruwating Barang Sakilar (ibid:31). keluarga kita. Sastrayu (ibid: 32. Ia enggan dan tidak mau mengerti tentang kesalahan sendiri. hampir semua orang tidak suka dipergunjingkan keburukannya. Secara kiasan ungkapan itu dimaksudkan untuk menggambarkan yang menyangkut keburukan atau kelemahan pihak orang lain.33). dan jarang membicarakan dari sudut kebaikannya karena tujuannya memang untuk menjatuhkan martabat orang yang dirasani atau dipergunjingkan. Jatining Sastra (ibid:32). sakit hati. Para pendahulu Jawa telah memberikan wejangan atau nasihat agar seseorang tidak mempergunjingkan kesalahan orang lain. segeralah menghindar. atau bahkan marah sewaktu orang lain ngrasani keburukan diri kita. Sikap dan perilaku nyatur (mempergunjingkan) kesalahan orang itu ibarat gajah di pelupuk mata tidak tampak. Sastra Hajendra Yuning Rat (ilmu ajaran tertinggi yang jelas mengenai keselamatan alam semesta) . Ungkapan ini sejajar dan selaras dengan nasihat aja metani alaning liyan (jangan mencari-cari keburukan orang lain). Namun tidak mungkin orang bercermin pada punggung sendiri. Nasihat atau wejangan tersebut disapaikan dengan ungkapan wong ikut ora bisa ngilo githoke dhewe (seseorang itu tidak dapat berkaca pada punggung sendiri).

(Jagad cilik lan jagad gede). myang sato sining wanadri. Rinuwat dening bathara. dan nilai ajaran Sastra Jendra yang sinengker itu. b. duk miyarsa tyasira andhandhang sastra. wor lan dewa panitipun. d. mungkin dapat menangkap maksud dan tujuan ilmu ini . maka yang dipaparkan baik dalam Serat Arjunasastra maupun didalam lakon-lakon wayang hanyalah sebatas KULIT saja.menjadi sempurna kematiannya (menjadi) dewa yang dimuliakan. pungkas-pungkasaning kawruh. lamun weruh artine kang sastrarjendra. sampurna patinireki. karena pertimbangan tertentu. yen manusa udani. Seperti diketahui dalam kitab Arjoena-Sasra-Boe tak ada uraian yang memadai tentang bentuk. Struktur ilmu/ ajaran sastra Jendra dapat disusun sebagai berikut: Sastra Jendra/Sastradi/Jatining Sastra/Satrayu Sastra Jendra Hayuningrat (Sastra Jendra untuk setiap tatasurya) Sastra Jendra Hayuning Bumi ( Sastra Jendra untuk Bumi dimana manusia hidup ) Sastra Jendra Pangruwating Barang Sakelir ( Untuk Meruwat segala Macam mahluk hidup ) SJP Kewan Dayu Manungsa dan lain-lain (Hewan) (Raksasa) (Manusia) ( gaib ). karena telah terbingkai oleh sastradi. c. Kesimpulan dari pengetahuan ini bahwa segala jenis raksasa. . Sastra Hajendra Wadiningrat (ilmu ajaran tertinggi tentang keselamatan alam semesta rahasia dunia) d. dan nilai ajaran tersebut. jawata kang minulya mangkana prabu Sumali. suasana sosial dan budaya setempat / waktu Sastra Jendra dilahirkan. Terjemahannya adalah sebagai berikut : Ilmu/ajaran tertinggi tentang keselamatan alam semesta ini untuk meruwat segala hal. Sastra Jendra hanya diuraikan secara singkat sebagai berikut: Sastrajendra hayuningrat. manusa kang wus linuwih. isi. dan semua hewan di hutan besar. Perihal Sinengker ( rahasia ) itu dapat ditafsirkan bahwa situasi. c. Bahkan sebaliknya justru karena singkatnya uraian Sindusastra. belum mengungkap secara mendasar tentang pokok bahasan dan materi yang sebenarnya secara memadai. isi. mungkin belum dapat diterima secara iklas dan trasparan oleh masyarakat. Sastrayu (ilmu ajaran keselamatan) Penafsirannya sebagai berikut : a. lingkungan . jika mengetahui arti sastra Jendra. Akan diruwat oleh dewa. dahulu orang membicarakan pada ilmu ini tapi tidak tau maksudnya. Namun demikian bagi orang yang memiliki ilmu semiotik Jawa (ilmu tanda atau ilmu tanggap sasmita). demikianlah Prabu Sumali. mengandung isi dan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. ditya diyu raksasa. Namun demikian janganlah lalu ditafsirkan bahwa di kalangan masyarakat Jawa tidak ada ( terutama pada waktu itu ) yang tidak tahu tentang bentuk.pangruwat barang sakalir. Didalam kitab Arjoena-Sasra-Baoe. ing kawruh tan wonten malih. atmane wor lan manusa. kondisi. akan kehadiran ajaran Sastra Jendra. wus kawengku sastradi.b. ketika mendengar hatinya berhasrat sekali mengetahui Sastra Jendra. Sastra Harjendra Wadiningrat (ilmu ajaran keselamatan alam semesta untuk Meruwat raksasa). kapungkur sagung rarasan. dapat ditafsirkan bahwa masyarakat sudah tahu dan memahami betul tentang ajaran yang bersifat rahasia ini. Secara esensial ilmu/ajaran Sastra Jendra yang berarti ilmu/ajaran tertinggi tentang kasampurnan. iklim. serta dapat memaknai ilmu Ketuhanan Yang Maha Esa dalam proyeksi mikro dan makro.

maaf. Sedangkan ilmu hanyalah terbatas pada Sastra Jendra yang berurusan dengan peningkatan watak dan perilaku raksasa saja. a.Sastra Jendra Hayuning Bumi (Sastra Jendra untuk bumi dimana manusia hidup) Agama Kepercayaan thd Tuhan YME lainnya Agama: Sastra Jendra Hayuning Bumi Sastra Jendra utk Bumi dimana manusia hidup ada agama Islam Katolik Kristen Hindu Budha Kepercayaan terhadap Tuhan YME : Sastra Jendra Hayuning Bumi ( Serat Jendra untuk Bumi dimana manusia hidup ) Kanuragan Sangkan Paran Kasampurnan Kasucen (SUAKTTPPK) *SUAKTTPPK = Sastra Urgening Agesang Kasampurnaning Titah Titining Pati Patising Kamuksan. Ilmu ini sungguh bersifat sangat amat rahasia dalam arti tidak mungkin disebar luaskan secara terbuka. Sastra Jendra sebagai Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. dipergunakan oleh para Raja Raja Mataram. Kasepuhan 4). Seseorang sebelum menyerap dan belajar ilmu ini harus mengerti terlebih dahulu tentang mikro dan makro kosmos. Ajaran tentang Tuhan Yang Maha Esa 2. Ada pola dasar ajarannya: 1. Sastra Jendra yang amat luas berasal dari dalam Keraton. . Kawredhan ( semua tidak bisa di ungkapkan di sini ) maaf. Sesudah itu baru secara bertahap di memahami. Kasatriyan (Kesatriaan) 2).. karena penuh dengan laku bathin yang tidak sepenuhnya bisa diterima umum secara rasional. Lainnya : Sastra Jendra Hayuning Bumi (Sastra Jendra untuk Bumi dimana manusia hidup) Agama Kepercayaan thd Tuhan YME lainnya di dunia. Jadi sudah sejak dahulu ada. Ajaran tentang Alam semesta 3.. Menurut naskah pemaparan Budaya dan spiritual. Ajaran tentang Kasampurnan (uraian terperinci tidak disajikan di sini) nyuwun sewu. Ajaran tentang Manusia 4.. menghayati dan mengamalkan : 1). (Ilmu/ajaran) pedoman hidup kesempurnaan manusia kesempurnaan mati dan kesempurnaan moksa). Itulah sebabnya diambil nama Sastra Jemdra Hayuningrat Pranguanting Diyu. Kadewasan (Kedewasaan) 3).

sempurnalah dibadannya. Repp«. teranglah dan terang. Peksi Nala. Sallahu allaihi Peksi mulih he he. hawang-hawang. artinya hanya di peruntukkan dua orang pada hari itu bilama (di desa) tempat kita terdapat kematian! Kalau wirid dibait-bait tersebut hanya dibaca saja tanpa pengertian yang mendalam samalah artinya kalau kita sewaktu meneriakkan slogan-slogan reklame. 2. dikarenakan uleh dua faktor: y y Saka ngawang dening teka katon wasallam. Amin! Makna bait-bait wirid di atas khusus bagi orang yang akan menuju keakhir kejadian. cedhak. tutuplah pintu neraka ini. padang lah padhang. 3. atau sewaktu kita hendak ajal! Karenanya.ANDA INGIN MOKSA ADA CARANYA 1. padhang. okh. neraka dan akhirat serta bagaimana cara menyelaraskan wahana tersebut. Sallahu allaihi wasallama. Nala. menjaga kemurnian sastra tersebut. pyaar«. padhang. 2. gregg«. orang Tua-tua kita masih merahasiakan. menyala dan membubung diangkasa cemerlang. selamatlah kemana perginya. Mulya. seyogyanya dihafal serta mengerti satu persatu apa dan dimana. cemerlang terang. Saya yakin apabila tidak disebar luaskan. Wahana-MU diturut oleh iman. Amin! Terjemahan: 1. Seg. kalau memang diperlukan hanya dua kali di ucapkan untuk ³menolong´ orangorang yang akan meninggal dunia. kerasa. 3. kelihatan«. kembalilah. Rengkulu. melihati langit dan angkasa. iman. Awang dalem tinut Seg. sekalipun jauh terlihat dekat. bukalah pintu surga ini. hei. yang meresap dikodratullah. Kadratullah. Amin. gregg«. Repp«. dibawa oleh puputnya umur orang-orang tersebut! Sungguh-sungguh akan berterimakasih para jiwa-jiwa yang meninggalkan badannya . sampailah segala niatnya! Amin. surga. Kedua. dilarang untuk bahan pembicaraan. badane. padhang. Yang misesa liyepnya Karsa Yang Mulia. Peksi Nala. terang. terang.yaitu Peksi Nala.hiya iku Kang misesa liyeping tan ana sampurna ing selamet sak teka sakajate! Amin. parane. Kembali«. hei«. Saka Guru. Guru. muliya. Nala. suwarga. tiada terasa apa-apa. maka Ilmu Kamuksan di atas akan lenyap bersama orang-orang Tua-tua yang mempunyai Ilmu itu atau Wirid Ilmu Khaq Sejati yang sempurna. lawang Peksi Karsa Pertama. padhang. adoh katon byar teka Peksi Nala. Rengkulu. Matahari. Sumuruping murub mumbul ing haningali. Amin. sekonyong-konyong«««. wengakna inepen lawang neraka.

dengan penjelasan sebagai berikut : a. kerjanya mencium. kiasannya. ³Sumuruping Kodratullah´ bahasa ini mempunyai dua makna : ³sumuruping´ atau dapat diartikan meresap atau telah mengetahui. dari pada kita dicekam rasa kecewa dibelakang hari. Yang terpenting dalam pengamalan Peksi Nala sewaktu ³mendobrak´ pintu surga dan neraka. Soko Guru´ artinya: y y y Rengkulu = bantal. Nerakanya disebut Wailun maksudnya lebih sakit. rohnya Roh Ruhkani. buktinya waktu sakit berak dan berak darah! 4. Soko Guru = tiang rumah yang jumlahnya empat. artinya lebih panas. Pandhita-pandhita pada zamanya!´. jadi yang tepat adalah ³meresapi´. jelasnya semua pekertinya bathin yang berpangkal dari ³hati´ itu. sedangkan Nala = hati (dari bahasa Kawi). artinya lebih lama. jadi maksudnya hati laksana burung. HATI TAWAJUH : yaitu perut. Sedangkan ³Ilmu Kamuksan´ berasal dari bahasa Kawi yang artinya : mati dengan disertai badannya. ³Peksi Nala´ artinya : Peksi = burung. pintunya di hidung. Inilah hakekatnya dari pada Roh dan Hati Surga dan Neraka: 1. hati manusia itu sadartaksadar-selalu bersandar kepada empat nafsu yang selalu panas!´. atau kencing! 3. maksudnya« lebih nikmat. pintunya di zakar. Nerakanya disebut Asfala¶safilien. wadagnya atau jasadnya. Srengenge-srengenge (matahari). karena peribahasa memberikan tongkat orang yang akan tergelincir. artinya lebih dingin. Bila ³sumurup´ ini disamakan dengan ³surup´ akan menjadi ³kesurupan´ artinya dimasuki. Nerakanya Zakinn. rohnya disebut Rohullah. ³Rengkulu. buktinya kentut dan berak. di dalam dalil Qur¶an diterangkan bahwa azab neraka berpangkal dari tiga pintu. rohnya Roh Syirikul¶alam. maksudnya puas. HATI PU¶AT : ialah jantung. selanjutnya surga dan neraka adalah ³jodohnya´ atau dapat diganti dengan sebutan: senang atau susah. pintunya di anus (zubur). maksudnya lebih elok. tetapi pintu-pintu yang sebenarnya berjumlah tujuh! Uraian-uraian selanjutnya sejajar dengan Wirid Hidayat Jati. buktinya keluar masuhnya nafas. HATI MUZARAT : YAITU Syulbi. Srengenge-srengenge = sifat panas. b. terserah kepada para pembaca. membau. sehat dan sakit adalah satu rasa yang dirasakan oleh hati. benar-benar diresapi oleh kodratnya Allah atau hati adalah benar-benar bekerja atas kuasanya Allah! Ingat bahwa semua yang lahir maupun yang bathin adalah kehendak dan af¶al-Nya!. buktinya waktu mandi zinabat. buktinya lapar dan sakit perut! 2. maksudnya sesak nafas. kalau tidak dengan wajar sebagaimana Guru mengajar muridnya. HATI SALIM : yaitu ginjal. (seyampang orangorang selagi hidup) setidak-tidaknya ³berikan ilmu´ ini terhadap orang yang akan menemui ajal dengan cara membisikkan melalui telinga kirinya! Dengan demikian mulai sekarang. buktinya tidur pulas. hal-hal mana dulu banyak dilakukan para leluhur kita seperti para Raja-raja. tandanya sakit mengi (sesak nafas) . sebab pada alam Sakarotilma¶oti tidak seorangpun akan dapat menolong kita. Nerakanya Jahanam. Surganya Jannatul Firdaus. warnanya putih. Surganya dinamakan Jannatul Na¶iem. rohnya Roh Qudus. pintunya di puser. nafsunya Mutmainah. atau memberikan obor orang yang sedang kegelapan! Cara untuk mengamalkan ilmu tersebut (kepada siapa ilmu itu diberikan).setelah mendapat ³wisikan atau bisikan´ bunyi ilmu tersebut«. Surganya Jannatul Thawwab. buktinya keluar mani. sekalipun dengan suatu ³matram´ yang dianggap ampuh! Untuk lebih memudahkan dan meresapi dalam mengamalkan ilmu tersebut. Surganya Jannatul Adnin.

artinya gelap«. karenanya benar-benar sukses atau tercapai segala tujuan.. Nerakanya Sukhra. HATI SAWADI: yaitu usus. pekernya melihat. walaupun bagaimana keampuhan wirid-wirid tersebut tetap tidak akan dapat menolong! Sesuai falsafah Jawa. nyatanya sakit lamur atau buta! 6. maksudnya pepet. HATI MAKNAWI : yaitu empedu. pintunya di telinga. nyatanya waktu menangis! Ini suatu budaya yg hilang. memerintah atau mengendalikan semua hasrat-hasrat lahir bathin. asal kita dapat melatih Semedi pada jam-jam tertentu dengan melatih juga ³mengembalikan´ kondisi aslinya indriya-indriya tersebut misalkan : kembalikan suara. lha«. Disyahkan oleh pujangga di Surakarta RONG no-GO ma-WAR ni SI ra TO = Ronggowarsito atau R. warnanya kuning. kembalikan bau artinya hidung berhenti dulu tidak membau dan sebagainya. buktinya perpaduannya suara. artinya lebih terang. apapun itu kita sebagai bangsa yg besar tetap harus menghormati peninggalan leluhur. nanti ndak kegeden empyak kurang cagak. nafsunya Sufiyah. Kasampurnan Ala Serat Pangracutan Serat Kekiyasanning Pangracutan adalah salah satu buah karya sastra Sultan Agung Raja Mataram antara (1613-1645). kembali ke asal awalnya ³DARI TIADA RASA KE TIADA RASA´! Amin.ini ada cara moksa hilang sama sekali badan kasarnya.secret«. Serat Kekiyasaning Pangracutan ini juga menjadi sumber penulisan Serat Wirid Hidayat Jati yan«g dikarang oleh R. Rongowarsito. rohnya Roh «. Jawa). maksudnya risi. . nyatanya tertawa. nafsunya Amarah. rupanya hitam. Nerakanya Syahhir. Harap diingat bahwa wirid tersebut sekali lagi hanya dapat ³MERINGANKAN´ jalannya Roh waktu meninggalkan badan sewaktu ajal. Makna sebenarnya dari Ilmu Kamuksan diatas terletak bulat-bulat pada kesempurnaan badaniah yang mengharuskan kesehatan disamping latihan bathin yang khusus bagi kebatinan! Apakah hanya dengan membaca wirid Ilmu Kamuksan tersebut akan otomatis begitu saja setelah ajal kita sampai.5. buktinya mengetahui segala yang ada. Surganya Jannatul Syamsi. Ng. pintunya mulut. pintunya di mata. Amin. bukan berarti seperti zaman yang sudah-sudah kita diharuskan mengembalikan ³suara kepada yang punya suara´. nyatanya sakit telinga atau tuli! 7. (?). Surganya Jannatul Syukhri. Amin. nafsunya Aluamah. artinya lebih elok. agar tidak nyeleweng yang dapat menimbulkan rasa-rasa yang kita inginkan! Sesungguhnya memang Peksi Nala-lah yang dapat mempengaruhi. lebih-lebih kalau mulai sekarang kita amalkan dan hayati sesuai petunjuk Guru masing-masing. hanya terletah pada hati.Ng Ronggowarsito karena ada beberapa bab yang terdapat pada Serat kekiyasanning Pangracutan terdapat pula pada Serat Wirid Hidayat Jati. kemudian badan dan jiwa sempurna dan lenyap? Syukurlah kalau wirid diatas tanpa dipelajari dan tanpa syarat-syarat apapun dapat menyempurnakan pati dan hidup kita! Kalau jawabannya ³belum´ percumalah. misesa. rohnya Roh Rabani. insya¶allah ajal kita menuju sempurna. artinya melatih tidak mendengar sesuatu. Karena benar-benar bahwa kita hidup melulu pengemban rasa dengan keterangan-keterangan Hidayat Jati tersebut benar dan nyata bahwa surga dan neraka yang berpintu tujuh dari poko asalnya (salurannya) berpintu tiga bukan di ³sana-sana´ tetapi« disilah. Pada manuskrip huruf Jawa Serat kekiyasanning Pangracutan tersebut telah ditulis kembali pada tahun shaka 1857 / 1935 masehi. sabar ini musti artikan ke dalam bahasa Indonesia. Kalau dapat mengikis (mengurangi) biasanya timbul hati yang awas dan ingat (awas lan emut. warnanya merah. dibadan kita yang keselurahannya minta perhatian khusus. kalau kandjeng tulis bisa pada kemingsun semua«. Nerakanya Laliem. Menurut Wirid Hidayat Jati ³Iradatnya Dat´ dalan bahasa Indosnesia-nya kurang lebih sebagai berikut: karena sebenar-benarnya yang menjadi larangan atau pantangan dari para ulah Ilmu Kasampurnan itu hanya terletak pada ³nafsu´. rohnya Roh Ilafi. dalam pemikiran timbul gugatan ³Siapa yang punya suara?´. pekertinga bicara. agar tidak terperosok ke alam penasaran. artinya lebih suka. HATI SANUBARI : yaitu limpa.kalau ingin belajar MKG benar dgn teratur baru kita infokan. Surganya Jannatul Ma¶oti.

Ada jenasah yang masih utuh c. maka mayatnya akan teronggok menjadi batu dan membuat tanah pekuburannya menjadi sangar. diumpamakan bagai rama-rama tanpa mata. sabar dan sederhana. Ada yang meleleh menjadi cair e. untuk mendapatkan kepastian dan kejelasan dengan harapan dengan para ahli ilmu kasampurnaan. Panembahan V. dapat menahan hawa nafsu. Bahkan ada pula yang menjelma menjadi hewan Masih banyak pula kejadian lainnya. Adapun mereka yang diundang dalam temu nalar itu oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma Panatagama adalah: I. masuk kedalam alam penasaran. Pada waktu masih hidup bagi mereka yang kuat puasa tetapi tidak mengenal batas waktunya. cukup seadanya dengan perasaan tulus lahir batin kemungkinanya tidak akan seperti diatas kejadian di akhir hidupnya. kurang kuat tekadnya. Sebaliknya bila pada saat hidupnya gemar menyucikan diri lahir batin. a. bila pada masa hidupnya mempunyai sifat nrima. Pangeran VI. Panembahan III. 2. sukmanya melayang gentayangan. makanya pada waktu hidup berbuat dosa. Karena pada saat proses sakaratul maut hatinya menjadi ragu.SARASEHAN ILMU KESAMPURNAAN Ini adalah keterangan Serat tentang Pangracutan yang telah disusun Baginda Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma Panatagama di Mataram atas perkenan beliau membicarakan dan temu nalar dalam hal ilmu yang sangat rahasi«a. takut. maka jenasahnya akan menjadi busuk dan kemudian menjadi tanah liat. setelah mencapai akhir hayatnya. siapapun yang senang. beliau menanyakan apa yang telah terjadi setelah manusia itu meninggal dunia. Pangeran VIII. misal mengharapkan agar jangan berbudi rendah. tidur. Pangeran IX. Panembahan Ratu IV. hal itu sudah termasuk lampah. tutur kata sopan. Ada yang menjadi mustika ( permata ) f. apa penyebabnya. Kyai Pengulu Ahmad Kategan Berbagai kejadian pada jenasah Adapun yang menjadi pembicaraan. maka kejadiannya tidak demikian. setelah menjadi mayatpun akan mengalami sesuatu. Panembahan II. seperti yang akan diutarakan dibawah ini : 1. berani dalam lampah dan menjalani mati didalam hidupnya. adapun rohnya akan menjadi Danyang Semorobumi. Walaupun begitu. Pada waktu masih hidup selalu sabar dan tawakal. bila telah tiba saat kematiannya. bagaimana itu bisa terjadi. yang Purbaya Juminah Surabaya Kithing Kadilangu Kudus Tembayat Kajuran Wangga Pekik Juru di . tidak dapat memusatkan pikiran hanya pada satu jalan yaitu menghadapi maut. sabar. tidak mengenal tapa brata. Ada yang hilang bentuk jenasahnya ? tidak berbentuk lagi d. 3. kemewahan. artinya makan. rona muka manis. Istimewanya ada yang menjadi hantu g. Ini disebabkan adanya kelainan atau salah kejadian (tdk wajar). se«muanya itu jangan sampai berlebihan dan haruslah tahu tempatnya situasi dan kondisi. Pangeran X. Ada yang langsung membusuk b. tidak bermewah-mewah. ternyata mengalami bermacam-macam kejadian pada jenazahnya. Pangeran VII. tenggelam dalam kekayaan. Pada waktu masih hidup.

misalnya menahan nafas atau mati karena melahirkan. Andaikan dia mengingat keyakinan ilmunya mungkin akan kacau didalam melaksanakannya tetapi kalau selalu ingat petunjuk-petunjuk dari gurunya maka kemungkinan besar dapat mencabut seketika itu juga. tidak berbuat mesum. datang menururt kemauannya. 4. kalau berada dipohon yang besar. 4. «yang demikian itu benar-benar tidak dapat sampai pada ³Kematian yang Sempurna´ atau keadaan Jati bahkan dekat sekali dengan alam penasaran. Mati Kias adalah jenis kem«atian yang diakibatkan oleh suatu perbuatan. Pangracutan Jasad yang dipergunakan oleh Susuhunan Kalijogo dan Syekh Siti Jenar adalah sama. 3. seandainya dapat meracut seketika dalam keadaan terkejut atau tiba-tiba. karena hanya mereka yang dapat meracut seketika dan tiba-tiba. Mati Apes adalah suatu jenis kematian karena ambah-ambahan. Walaupun begitu. hanyalah Kangjeng Susuhunan Kalijogo sendiri yang dapat melaksanakan ngracut Sebab-sebab inilah yang membuat dan mengakibatk«an kejadian. tertimpa pohon. karena sebenarnya semua itu masih belum tentu . Maka tidak teringat lagi dengan ilmu yang diyakininya dalam batin yang dirasakan hanyalah penderitaan dan rasa sakit saja. santet. Mati Tiwas adalah suatu jenis kematian karena tenggelam. dan sebagainya. bila pada masa masih hidup disertakan sifat jujur. kemudian dijatuhi hukuman karena keputusan pengadilan atas wewenang raja. 6. teringat dengan apa yang diyakininya akan ilmunya maka akan dapat meracut seketika. Berkatalah beliau : ³Sebab-sebab kematian tadi yang mengakibatkan kejadiannya lalu apakah tidak ada perbedaannya antara yang berilmu dengan yang bodoh ? Andaikan yang menerima akibat dari kematian seornag pakarnya ilmu mistik. bunuh diri. . tidak berzinah. Berbagai jenis Kematian 1. Kyai Ahmad Katengan menghaturkan sembah: ³Sabda paduka adalah benar. Wedaran Angracut Jasad. seperti dibawah ini. 5. ada bila menghendaki. 2. bermain seks dengan wanita yang bukan haknya. Akibat dari perbuatan orang itu karena membunuh. masuk kedalam alamnya jin setan dan roh halus lainnya.seperti genderuwo dan sebagainya yang masih senang menggangu wanita.demikian itu maka keadaan jenasahnya akan mendapat kemulyaan sempurna dalam keadaan yang hakiki. dirampok dan disamun. tenung dari orang lain. mengapa tidak« dapat mencabut seketika itu juga ?´ Dijawab oleh yang menghadap : ³Yang begitu itu mungkin disebabkan karena terkejut menghadapi hal-hal yang tiba-tiba. jatuh karena memanjat pohon. karena mendapat aib atau sangat bersedih. Mati Kisas adalah suatu jenis kematian karena hukuman mati. dapat menciptakan apa saja. pada saat kematian kelak jenasahnya akan lenyap melayang. sukmanya sering menjelma dan menjadi« semacam benalu atau menempel pada orang. kok tidak terasa kalau hanya begitu saja beliau kurang sependapat oleh karenanya beliau mengharapkan untuk dimusyawarahkan sampai tuntas dan mendapatkan suatu pendapat yang lebih masuk akal. Siapapun yang melantur dalam mencegah syahwat atau hubungan seks. kembali menyatu dengan Dzat Pangeran Yang Maha Agung. dibajak. Mati Salih adalah suatu jenis kematian karena kelaparan. tersambar petir. Mati Syahid adalah jenis kematian karena gugur dalam perang. yang dapat menghukum. semua itu bila tidak dilanggar tidak akan begitu kejadiannya. epidemi. tanpa mengenal waktu. kalau pohon dipotong maka benalu tadi akan ikut mati. Setelah mendengar jawaban itu beliau merasa masih kurang puas menurut pendaat beliau bahwa sebelum seseorang terkena bencana apakah tidak ada suatu firasat dalam batin dan pikiran.

Menahan syahwat selama 40 hari lalu dirangkap juga dengan. kubawa dalam keadaan nyata (hidup yang sesungguhnya). tidak bergerak-gerak. lalu diteruskan dengan. tarikan nafas. tanafas. artinya tinggal keluar masuknya nafas yang tenang jangan sampai tersengal sengal campur baur. 2. Menahan syahwat selama 40 hari lalu dirangkap juga dengan. semuanya itu dapat dijadikan suatu sarana pada awal akhir. menahan berdehem. Adapun caranya untuk Pati raga adalah Tangan bersidakep kaki membujur lurus dan menutup 9 lubang di tubuh. . apa yang kuinginkan ada dan datang apa yang kukehendaki. 8. anafas. Membisu tanpa berpuasa selama 40 hari. tidak berak. dengan cara menjalani tapa brata seperti pesan dari Kangjeng Susuhunan di Ampel Denta 1. setelah mendapat 4 hari 4 malam dilanjutkan dengan. teka sakarsaningsun. di dunia aku hidup. 3. sebagai sarana melatih kenyataan. Pati geni selama 7 hari tujuh malam.´ Wedaran Menghacurkan Jasad. ana ing µalam donya ingsun urip tumekane µalam kaanan(kahanan) jati ingsun urip. Menahan hawa nafsu. saka kodrat iradatingsun. artinya membisu dalam empatpuluh hari siang dan malam Puasa padam api ( pati geni ) tujuh hari tujuh malam Puasa padam api ( pati geni ) tujuh hari tujuh malam Jaga. Yang bergerak hanya kedipan mata. tidak bergerak-gerak lamanya sehari semalam Adapun pembagian waktunya dalam lampah seribu hari seribu malam itu begini caranya: 1. dadi sakciptaningsun. 7. Bila dipergunakan ketika masih hidup di Dunia ada manfaatnya. 3. begitu juga dipergunakan kelak bila telah sampai pada sakaratul maut. setelah mendapat 4 hari 4 malam. Kyai Penghulu Ahmad Kategan menjawab: ³Adapun perlunya pati raga itu. apa yang dicipta jadi. Adapun membisu bila sampai pada 33 hari dilanjutkan dengan. 2. oleh karenanya dapat mendakatkan yang jauh. bagi para pakar ilmu kebatinan pada jaman kuno dulu dinamakan dapat Meraga Sukma. 4.´ ³Badan jasmaniku telah suci. Pati geni selama 7 hari tujuh malam. lamanya tiga hari tiga malam Mati raga. selama seribu hari siang dan malam sekalian Menahan Syahwat (Seks). ingsu«n gawa marang kaanan(kahanan) jati tanpa jalaran pati. ana sasedyaningsun. Membisu tanpa berpuasa selama 40 hari. nufus. mendatangkan sekehendaknya. mendatangkan keramat seperti para W«ali. 5. tidak diakibatkan kematian. supaya dapat mengetahui pisah dan kumpulnya Kawula Gusti. dari kodrat iradatku. 7. selama seratus hari siang dan malam Tidak berbicara. mengadakan apapun yang dikehendaki.akherat=Akhiring Rat) aku juga hidup. artinya berbadan sukma. batuk. bisa mulya sampurna waluya urip salawase. Adapun pesan beliau Kangjeng Susuhunan di Kalijogo sebagai berikut: ³Siapapun yang menginginkan dapat menghancurkan tubuh seketika atau terjadinya mukjijat seperti para Nabi. 4.³Badaningsun jasmani wus suci. 6. lalu diteruskan dengan. sampai dialam nyata ( hidup yang sesungguhnya . tidak kencing selama sehari semalam. Adapun membisu bila sampai pada 33 hari dilanjutkan dengan. 5. Menahan hawa nafsu. bila telah mendapat 900 hari. Menahan hawa nafsu. mendatangkan ma¶unah seperti para Mukmin Khas. dapat mulai sempurna hidup abadi selamanya. terjadi apa yang kuciptakan. tidak meludah. 6. bila telah mendapat 900 hari.

´ . gigi dengan gigi bertemu.´ Menarik Anak: ³Aku menarik anak-Ku yang sudak pulang kerahmatullah. yang menjadi Raja Agung. dari kodrat-Ku. kalau sampai lengah juga berakhir mati atau mati benar-benar. Dalam sikap tidur itu kedua belah kaki diluruskan. satu dalam satu keadaan dari kodrat-Ku. byar gumelar dadi saciptaningsun kabeh saka ing kudratingsun. karena kodrat-Ku. tunggal dadi sakahanan. kang amurba amisesa kang kawasa. semua darah-Ku yang memang salah tempatnya. Setelah semuanya dapat terlihat lurus maka memulai menarik nafas tadi. Ku Kuasai dengan sempurna dari kebesaran-Ku. jangan sampai terhimpit paha.´ ³Aku meracut jisim-Ku yang masih tertinggal di alam dunia.´ Mengamalkan Aji Pengasihan: ³Aku mengamalkan Aji pengasih. ayah. ibu. Setelah itu. asale saka ing cahya muliha maring cahya. jari-jari kedua belah tangan saling bersilang. maka tariklah keatas pelanpelan jangan tergesa-gesa. ibu jari kaki saling bertem«u.´ Mendo¶akan Keturunan: ³Keturunanku yang masih tertinggal di alam dunia. mulia sempurna karena kodrat-Ku.´ Meracut Jisim: ³Jisimingsun kang kari ana ing alam dunya. karena kodrat-Ku. ada segala yang Ku-inginkan. tanafas. kaya dan terhormat. Kumpulkan nafas. Pandangan memandang lurus dari ujung hidung lurus ke dada hingga tampak lurus melalui pusar hingga memandang ujung jari . bayu kalau sudah kembali kepada anasir-Ku sendiri-sendiri. kepada semua mahkluk-Ku. semuanya semoga mendapatkan kebahagiaan. karena kodrat-Ku. Adapun tata caranya begini : Sedakep dengan kaki lurus berdempet. perempuan. tidak ada kekurangan. terbentang jadilah semua ciptaanKu. anglimputi ing kawulaningsun. pasrah kepada Pangeran kita pribadi. jangan sampai ada yang kekurangan. lalu memantrapkan adanya Dzat. sangkep. nini. yen wis ana jaman karamat kang amaha mulya. mengatubkan bibir dengan rapat. bila telah tiba di zaman keramatullah yang Maha Mulia. laki-laki. yang Agung Maha Mulia. sampurna bali Ingsun maneh. seperti dibawah ini: Anjumenengkan Dzat: ³Ingsun Dzating Gusti Kang Asifat Esa. api. yang berasal dari bumi. darah. yang kuasa menjadikan istana-Ku. Kumpulnya menjadi satu berada di pusar beberapa saat lamanya.´ ³Aku Dzat yang Maha Luhur. yang mendengar dan melihat semoga welas asih padaKu. sampurna saka ing kudratingsun.´ Mengatur Istana: ³Ingsun Dzat Kang Maha Luhur Kang Jumeneng Ratu Agung. kaki. lalu ditumpangkan di dada.´ ³Aku mengumpulkan Kawula Gusti yang bersifat Esa. Dari kiri tariklah kekanan dan dari arah kanan tariklah kekiri. angin. anak dan isteri. Yang menguasai segala sesuatu. lengkap dengan segala isinya Keraton-Ku. wulu kulit daging getih balung sungsum sapanunggalane kabeh. yang berasal dari cahaya. kontol ditarik keatas dan zakarnya sekalian.Urutan dalam Kematian dan Apa yang harus Dilakukan Walaupun hanya panuwunan. menutup kesemua lubang. pepak sabalaningsun. bulu. Pada saat itulah menheningkan cipta.´ Mengukut keadaan Dunia: ³Aku mengukut keadaan dunia. kabeh ora ana kang kekurangan. anafas. lalu akau racut menjadi atu dengan sempurna kembali kepada-Ku. tulang. Ingsun wengku sampurna sakapraboningsun. andadekake ing karatoningsun kanga gung kang amaha mulya. menyerah dengan segenap perasaan yang telah menyatu.kuku. daging. saisen-isening karatoningsu«n. meliputi dalam kawulaku. kecil. semuanya Aku tarik menjadi satu dengan keadaan-Ku. sungsum keseluruhannya. besar. Aku jadikan satu dengan keadaanKu. yang dilewati juga alam kematian. tua. kulit. Lalu memejamkan mata dengan perlahan-lahan. karena kodrat-Ku. lengkap dengan bala tentara-Ku. saka ing kodratingsun. muda. ibu jari bertemu keduanya. nufus diciptakan menjadi perkara gaib.

bimbing. . Syare¶at itu lampahnya badan. 2. U y y y A artinya : Aku I artinya : Ini U artinya : Hidup (urip) Setelah itu menciptakan kerinduan kepada Dzat. Ini kawruh manunggaling kawula gusti.. berada di mulut Hakekat itu lampahnya nyawa. oleh karenanya harus selalu ingat dan sentosa. Yang kedua. artinya menjembatani fikiran yang suci. maka dapat melakukan berbadan sukma. pada akhirnya hayatnya pasti akan menemukan tiwas ke tempat yang salah. Kemudian tinggallah merasakan nikmat pada seluruh bagian tubuh. 4. atau tidak mempuyai dosa. bila didalam ciptanya masih ada rasa ragu-ragu. diumpamakan kaburnya kaca Wirangi. berda di hidung Makrifat itu lampahnya rahsa.. keadaannya menjadi angin yang kekiri kekanan. bagaikan merindukan kepada Dyah Ayu. hakekat. seperti diibaratkan huruf Alif yang berjabar (berfathah). tanafas. lidah mengerut. supaya jangan sampai igat kepada anak cucu yang ditinggalkan. padahal tidak mengalami menderita sakit. Yang ketiga. berada di pembuluh jantung. didalam tiga pangkat : a. bila benar-benar sentausa. dan makrifat. karena kodrat-Ku. b. keadaannya hanyalah menjadi angin di dalam saja. 1. atau asalnya air Zam-zam Lalu rasanya mulut. diejer (kasroh). berada di telinga Tarekat itu lampahnya hari. melebihi kenikmatan ketika sedang bersenggama pada saat sedang mengeluarkan rahsa. berada di dalam jantung. jangan sampai kacau balau pernapasannya. dapat hidup diawal akhir. artinya berkaitan dengan Atma. I. akan terkena akibat dari kesaktian-Ku. suara hilang.ini yg ku keluarkan sebatas wacana. telinga menjadi lemas. Yang pertama. keadaannya menjadi hawa yang berada dalam tubuh saja. Tannapas itu talinya hati siri. yang diumpamakan gugurnya gunung Tursina atau robohnya gunung Ikrap Lalu pendengarannya telinga. berada di dalam hati pusat yang putih. pada saat itulah batinlah suatu tekad yang kuat. da diepes (berdlomah) bunyinya menjadi: A.. Nupus itu tali Rahsa. dari ulah perbuatannya itu dapat meliputi segenap organ tubuh dan rokhani. kepada semua mahkluk-Ku. tarekat. menimbulakan rasa sesak nafas. Anpas itu adalah talinya Roh. hidungpun lemah lubang hidung menciut. atau Ka¶batullah. Semua itu tinggal menimbang pertimbangannya ciptanya pribadi. keadaanya jadilah angin yang keluar saja. diumpamakan hancurnya sajaratulmuntaha. langgeng tidak mengalami perubahan. berada di mata Adapun yang ditarik terlebih dahulu adalah penglihatannya mata. barang siapa yang tidak mengindahkan Aku. 3. akan mendapatkan anugerah dari Pangeran. maras menutup di hati. diumpamakan rusaknya jembatan Siratalmustakim. letaknya di pusar. ilmu luhur«kawruh yg luar biasa«tanpa tanding«ilmunya raja2 jawa. yang tinggal hanyalah hidupnya fikir saja. karena sudah dikumpulkan ururtan syare¶at. nuppus tadi. ora ono ilmu tanpa laku. Lalu penciumannya hidung. mengakibatkan mata menjadi kabur.tetap hrs di mulai dr dasar. anpas. Karena akan keliru ciptanya yang akhirnya mengakibatkan melesetnya dari tujuan yang sebenarnya«. berhubung dicapai waluya sejati.Menerapkan Daya Kesaktian : ³Aku menerapkan Daya Kesaktian. karena nafas itu ikatan jisim. c. Bila sudah begitu roh larut lalu terasalah kram seluruh organ tubuh.´ Setelah begitu. berada di hati suweddha. atau melorotnya Hajaratu¶l Aswad. akhirnya cahaya suram.

besar sendiri. tidak pernah menjalani perbuatan yang tidak baik. harus ganti baru. tumbuh sendiri (Qiyamuh Binafsihi). Ukurannya hanya 2: (a) Siapa saja yang Rohnya bisa menyatu dengan sifat Layu Kayafu (lan kena kinaya-jawa) sama dengan menghadap Allah. bangun sendiri tanpa ada sebab apa-apa (Qiamat). Suci ukuran dunia. yaitu sifat Allah Qiyamuh Binafsihi. umpama Roh tidak memakai jasmani geraknya berdiri sendiri. Baik dan Kotor. Roh yang menempati alam kubur itu tidak akan terjadi lagi seperti tubuh yang kita pakai. suci bagi Allah. tetapi ukuran dunia sebaliknya. buang air seni sendiri. jadi bayi lahir 9 bulan 10 hari itu ketentuan kodrat (batas melahirkan) dan kalau ada bayi lahir sebelum waktunya itu kesalahan yang mengandung (kurang perawatan) atau kecelakaan. umpama air kotoran itu bercampur. (b) Tidak akan menghadap atau di Qiamatkan lagi. sebab adanya sifat 20 Qiyamuh Binafsihi. itu sebabnya bisa lahir lagi karena kodratnya Allah sendiri. marah dan hidupnya tidak tentram. walupun sudah ditinggal Rohnya sudah tidak merasa apa-apa. Jadi lahir itu perjalanan yang tetap (Qiyamat). ada yang hanya getaran (aktif). berdiri dengan sendiri. oleh sebab itu tanda hari Qiamat bila diselaraskan dengan tanda Lahir ternyata cocok. ingat asal Rohnya masih merasa memiliki apa-apa. Roh (jiwa manusia) memakai sifat 20 yang ke 5. lubang lama kelamaan membentuk lubang-lubang alat untuk bekerjanya Panca Indra. dan yang pasif tadi tidak tenggelam. seperti halnya pakaian yang tidak koyak dibuang.MAKNA KEMATIAN Al-Mukminin: 99 ± 100. . diterangkan di sifat 20: 1. tidak ada yang menghalang-halangi. hidup sendiri artinya memiliki sifat Qiyamuh Binafsihi yaitu sifatnya Allah. kotor itu semua yang merasakan yang mengalami yaitu yang menanggung sengsara. Air mani yang dikeluarkan dari Pria diterima oleh mani wanita. tetapi suci ukuran Allah. Roh pergi tanpa keinginan yang kotor. yaitu yang disebut Kubur. itu keluhan si Roh. Karena perut wanita kecil jadi tidak tahan menahan benda yang membesar. Karena jalannya Qiamat sudah diterangkan. bisa melewati alam kosong (suwung-jawa). kotoran Roh tadi sudah membekas (tabet-jawa) dari keinginan nafsu serakah (tamak) dan keinginannya tidak seberapa (pasif). Di keterangan Qiyamuh Binafsihi. Tiap-tiap yang hidup itu bisa besar sendiri. buang hajat sendiri. Yang aktif itu bebannya berat. berdiri sendiri. dan sengsarnya (menanggung Roh menyorong mundur majunya kemauan) tidak diketahui yang lain kecuali Allah Yang Maha Tahu. umpama ingin menghadap kepada-Nya. orang pintar tidak bisa kembali lagi. ada kata Bardzahchun (aling-jawa) berbatas. lama-lama membentuk bayi yang sempurna laki-laki atau perempuan. Seumpama Roh tadi bisa lahir lagi memakai jasmani. bukti dan rasanya menanggung itu siapa saja yang menyesali barang yang telah hilang walaupun sedikit pikirannya teringat. orang yang sudah menyingkirkan keinginan Sekaralnya (sekaratul maut) tidak melalui rasa ingat. walaupun didunia kelihatannya Alim dan Takwa. mudah tenggelam dalam air. lalu lair sendiri karena sifat Qiyamuh Binafsihi. Orang mati keluarnya nyawa melewati rasa. permintaannya bisa terjadi lagi. yang menempati alam kubur hanya keinginan-keinginan saat hidup didunia. 2. sama dengan menyatunya hamba dan Allah (Layu Kayafu). Karena dua-duanya sama-sama menanggung beban. Menurut keterangan diatas. sifat membesarkan (mengembangkan) dan membentuk dan lain-lain. bergerak sendiri. Tentang itu tadi batin bisa mengingkari. karena sudah hancur dan busuk tidak bisa dipakai karena sudah ditinggalkan (mati). Dari kata-kata sendiri (Qun Fayakun) apa yang dikehendaki. artinya bisa merasakan seperti bayi yang baru lahir. tidak pilih kasih tetapi sama saja (sama) mengerjakan kata-kata di ayat Qur¶an Surat Al-Arraf: 29 diatas. Roh itu hanya ada dua jenis. lalu menjadi gumpalan darah didalam Rahim Ibu menjadi bentuk seperti bayi masih bentuk titik lubang kecil.

persis makna ayat suci yang diatas ada kata-kata kejadian yang mengerikan. 2. niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. apakah hari Qiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Qiamat itu? Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. 5. contoh yang diatas kalau di qiyas (teliti) dengan keadaan jasmani. (Yaitu) api yang sangat panas. tetapi tetap keadaan hidup dan bisa merasakan apa-apa. dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan¶ Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya. sebenarnya mengalami kejadian tadi seperti gemetar takut jumpa dengan harimau. intisarinya Qiamat itu bukan kerusakan tetapi tentang kejadian-kejadian yang sangat mengherankan. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? 11. gemetar hampir kejatuhan kelapa dan lain-lain. karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. . supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) amal perbuatan mereka. maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan¶ Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya. 4. 8. Qur¶an surat Al-Qaari¶ah: 1 ± 11 1. 2. Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat). Bila ada wanita yang hamil pertama kali perutnya pasti bulat dan runcing seperti gunung. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun. Pada zaman dahulu manusia hidup menurut Kodrat. dan manusia bertanya: ³Mengapa bumi (menjadi begini)?´. Hari Qiamat. tanah longsor. jadi bagi orang zaman sekarang dianggap bisaa. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun (debu yg halus). maksudnya bagi perasaan bergetar karena takut dan badan merasa pegal-pegal dan gemetar yang dirasakan oleh wanita yang mengalami kelahiran pertama. seperti itu sebenarnya bukan hancurnya tubuh (jasmani). 7. 2. 3.Firman Allah : Qur¶an surat Al-Zalzalah: 1 ± 8 1. 4. Kata Guncang atau bergerak kuat itu terjadi seperti karena gempa. karena sudah waktu perutnya mengecil karena isi perutnya yang belum diketahui sudah keluar (lahir) dan perutnya yang menonjol seperti gunung mengabarkan kepada yang melahirkan. 6. bumi bergoyong-goyang hebat. Surat diatas bila kita teliti secara jernih. Kalau itu dikatakan gunung meletus mirip dengan ayat-ayat Al-Zalzalah tadi tentang gunung meletus. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam. 8. 9. 5. 7. 1. karena ayat mengatakan hanya gunung. itu tinggal menebak saja isi kandungan tadi. niscaya dia akan melihat (balasan)nya. lalu sewaktu melahirkan mereka merasa ketakutan (ngeri-jawa) dan badannya pegal-pegal dan lainlain. Menerangkan rahasia-rahasia ayat yang diatas perlu contonh-contoh yang bersangkutan ilmu bumi dan sejarah. Kalau itu disampaikan orang semestinya tidak cocok dengan ayat Al-Qur¶an seperti diatas. karena kalau berhubungan dengan perasaan gunung itu sama dengan menempati jasadnya manusia sendiri. pada hari itu bumi menceritakan beritanya. 6. ada yang mengatakan perang Sabil (perang suci karena Allah) jika tidak selamat bisa saja mati. maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah¶ 10. Seperti apa rasanya wanita yang akan melahirkan. Umpama goyangnya badan jasmani. tentang apa yang dilahirkan tadi. 3. gunung meletus. kebisaaan melahirkan kandungan sangat berbahaya menurut ukuran zaman dahulu karena sudah ada adat tradisi. Surat Al-Zalzalah: 2 mengatakan: Mengeluarkan semua isinya.

artinya pada sewaktu hari melahirkan bayi (tanda Qiamat) yang pertama di alami oleh wanita dan setiap makhluk perempuan. sudah jelas sebabnya lahir lagi untuk mengutip hasil yang membekas. Ayat: 7. artinya disitu ada kata gunung hancur seperti Dzarah (debu yang halus). Surat AlQaari¶ah : 1. Umpama kepala terbentur benda keras. hanya umpama. dan lainnya yang dibicarakan dan yang ditakut-takuti melalui siksa dan lain-lain. itu bukan hancurnya keadaan. mobil-mobilan. Di cari keterangannya yang luas sehubungan dengan pendapat Hadist Nabi. tetapi perjalanan Roh yang dahulu untuk membayar bekas-bekas keinginan (Tabet-tabet-jawa) keinginan. sebab sudah kehendak Allah. karena pada hari itu wanita diseluruh dunia ada yang mengalami melahirkan atau terkena guncang-guncangan (Qiamat). itu kebisaaan dari dahulu. sebaliknya dari ayat: 6. dan jasmani itu barang baru yang bisa rusak dan busuk. bayi lahir mati itu seperti mainan anak-anak. yang maksudnya hidup yang memakai jasmani yang lengkap dan hidup. kubur atau Barzah. artinya tidak di bicarakan di kitab suci Al-Qur¶an.3. dan menurut perasaan buruk dan baik orang lain tidak mengetahui. jadi bekas yang tidak baik membayar yang tidak baik dan baik membayar baik. Mencari nama neraka tidak berbeda dengan mencari kata-kata Qiamat. ada kata supaya mengetahui usahanya sendiri.. ayat: 9. mengalami seperti sebelum memakai badan jasmani. mengatakan tempatnya di neraka. jadi bukan pekerjaan sepak atau terjang manusia yang dahulu. Jiwa (roh) itu tidak memilih jasmani yang mana. di ayat itu terdapat kata hidup. Ayat : 5. Buktinya bagaimana ayat suci diatas tadi hidup sehari-hari. Yang memakai jasmani lagi. keterangannya lebih jelas dan manusia tetap berjalan dari melanjutkan keinginan kehidupan dahulu. mengerikan dan lainlain. Lalu sekian menit mati itu Rohnya yang memakai jasmani baru tadi rohnya keluar. neraka itu dianggap tempat yang ada apinya yang menyala-nyala. Ayat: 6. gentayangan di alam kubur. karena sudah lain tempatnya (jasmani). Jadi benar dengan keterangan lahir di dunia dengan keadaan selamat. Lalu di karang atau ditafsirkan disana menakut-nakuti. Wali dan Mukmin haz.´ Surat Al-Kahfi: 48 95 . hanya pikiran sendiri. sama dengan barang yang tergeletak ditanah. boneka dan lain-lain. Apa sebabnya kalau bayi lahir tadi membawa bekas hidupnya yang dulu. Beda bayi lahir hidup. ayat itu sebenarnya ditujukan kepada perasaaan yang merasakan akibat tadi. was-was. karena yang bertanggung jawab itu bukan jasmani melainkan Rohani (rohnya). di tujukan kepada yang baru mengalami rumah tangga atau sicalon orang tadi (bayi). Dan ayat: 2. itu sudah lain urusan lagi. Kata-kata di Al-Qur¶an surat Maryam: ³Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari Qiamat dengan sendiri-sendiri. Artinya ayat: 7 ± 8. sudah jelas pasti lahir lagi dari keinginan nafsu. itu terdapat pada 11 ayat. para makhluk yang menjadi wadah umat. menolak salah pendapat yang mengatakan dunia itu hancur. Jadi kalau ada bayi lahir (Qiamat) mati (tidak ada tanda-tanda hidup). jadi lahir tidak hidup itu bukan benda apa-apa. tingkah laku tidak sama dengan yang membawa dahulu. Keterangannya begini. Pusing para wanita yang baru hamil 3 bulan (waktu melahirkan/keguguran). sangsisangsinya itu sebenarnya tidak sendiri. jiwanya membawa bekas keinginan yang dulu baik atau buruk.Pada ayat: 6.2. sperti itu sebenarnya tidak terjadi benar-benaran. Karena itu ayat: 4 mengatakan para wanita (istri) hari itu merasa takut. karena nafsu menyebabkan mengutif keinginan yang terdahulu (hidupnya dahulu). a. sewaktu kepala merasa pusing dan sakit mengakibatkan mata berkunanng-kunang dan berputar-putar seperti debu yang halus berterbangan.

³Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. antara si bayi dengan bayi yang lain tidak mengenal dan tidak ingat apa-apa. Sebab sangkakala akan berbunyi. jelak dan lain-lain. Si X yang tadi mempunyai idam-idaman. apabila mereka itu berpaling membelakang´ Artinya ayat-ayat itu jelas. ayat dari kitab Injil mengatakan ³kita tidak akan mati semua. Kata-kata di Injil surat Korinta 16 Pag 475. kalau melihat sehari-hari mati. Zabur dan Al-Qur¶an itu tidak bisa untuk memberi ilmu kepada orang yang berada di dalam kuburan. tidak mengetahui ibunya. Sekali-kali tidak. karena dibatasi alam barzah. Ada kata-kata lagi begini : ³semua berubah wajah dengan sekejab mata´. Di atas tadi ada kata-kata Reinkarnasi. cantik. Kata-kata surat Maryam: 95. Ayat suci di kitab Qur¶an surat Ar-rum: 52 ³Maka Sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Kata sendiri bagi ukuran lahir. keinginan mempunyai wajah yang cantik. jadi yang mengatakan Qiamat itu rusak. sama dengan tidak berteman. artinya bukan rusak dunia dan umatnya. ³dan Kamu kuberitakan simpanan (rahasia). spontan (sekejab mata) bersama terompet (sangkakala) yang terakhir. bahkan kamu mengatakan bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu waktu[hari pembalasan] perjanjian´ b. Untuk meyakinkan keterangan di atas. Taurat. artinya cita-cita yang melekat pada Roh Gajah Mada diteruskan dengan bayi yang wajahnya tidak seperti Gajah Mada. hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka. umpama ada bayi lahir kembar atau lebih. Yes 25. walaupun keinginan lama membekas (tabet-jawa) tetap tidak bisa karena sudah ganti Roh si X di Qiamatkan melalui jasmani baru. Jadi kata penjelmaan itu tetap ada yang sudah ditetapkan dari Sunnahnya Allah. Sesungguhnya kamu datang kepada Kami. itu tidak benar. balik seperti semula atau memohon yang lebih baik. berubah wajah itu artinya jasmaninya di ganti dengan jasad yang baru. menjelma. 53 dan 54 tentang Qiamat. orang mati akan dibangunkan jadi abadi. tetapi semua akan merubah wajah. . ada yang gagah. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan´ Artinya orang mati itu tidak bisa berusaha apa-apa lagi. dan kita akan berubah wujud (jasad baru). sebenarnya sama dengan lambang (istilah). sebagaimana Kami menciptakan kamu pada kali yang pertama (bayi lahir). hidup. kalau sudah mati sudah sempurna (Innalillahi Wa Inna Illaihi Raji¶un). dia berkata: ³Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia)´ 100: ³agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. tetapi masih lestari hidup didunia. bila kita-kita suci Injil. buah. Di Indonesia tidak ada orang yang seperti Gajah Mada. mengatakan : ³semua pada hari Qiamat akan menghadap kehadapan Allah dengan sendiri´. berubah sekejab mata itu jelas benar. 52. apa saja itu tidak bisa diteliti dengan ayat Qur¶an. orang hanya tahu saja itu datangnya ke dunia hanya sekejab mata. di wedaran Wirid sebenarnya bayi lahir ke dunia sendiri. 8 ayat 51. begini. Qur¶an surat Al-Mukminun: 99 ± 100 99: ³(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu). karena ada ukuran Islam di dunia kalau sudah menyatu dengan Allah (At¶tauhid). surat Al-Kahfi : 48 di atas. tetap bergilir dari zaman dahulu. karena di situ banyak kata-kata yang intisarinya seperti dunia dan isinya hancur seperti debu. dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan. siapa yang mati jasmaninya hancur jadi abu (tanah). Sebenarnya Islam itu menolak lahir lagi. tidak merasakan apa-apa. tetapi kitab-kitab itu isinya untuk orang hidup dan jalannya yang menyentuh dengan tentang Qiamat. seperti dunia sudah diatur secara sempurna. kita tidak mengalami mati semua. bila ada lahir wajahnya berupa-rupa.

ada yang berbeda : 1.Kalau menyatakan kata-kata ayat yang ada. pakai badan jasmani. umpamanya seperti terjadinya hari Qiamat. Wedaran Wirid berdasar sunnah. sebagai contoh. Dalil. Wedaran Hidayat Jati yang berdasarkan Dalil. Di Qur¶an. penjelmaan itu ditolak dengan agama Islam. karena belum mati. 2. artinya mengurangi kerjanya Panca Indra. Hadist dan Injil. 2. masih bisa merasakan tanggung jawab Roh. Hadist. Reinkarnasi. sebenarnya yang menolak bukan Qur¶an. Siapa saja kalau badan merasa sakit. tetapi dengan sedikit demi sedikit. kalau dua-duanya diteliti sama-sama masuk akal. menjelma dan Reinkarnasi. Hadist dan Qur¶an. sehingga bisa sembahyang (shalat) Ma¶rifat (Semadhi) sehingga mencapai Islam sejati. . lalu mengalami bertentangan dengan Wedaran Wirid ini serta ucapan Nabi Muhammad dan Qur¶an. Nabi Muhammad dan Qur¶an tidak pernah mengucapkan Qiamat itu rusak / hancur. Kata mengambil jelas seperti mencabut nyawa. menyatakan. Qiamat artinya tumbuh dari bawah keatas (dari Sudra ke Brahmana-kasta). Qiamat itu bangkit dari kubur. tetapi para sarjana (cendikiawan) yang mempunyai gologan menolak dilahirkan kembali kedunia yaitu Ikhtikat Ma¶rifat dan Islam (sempurna). Dan bisa di rasakan orang yang mati mengalami sekaratul maut. umpama hari Qiamat sama-sama kedatangan Malaikat Jibril untuk mencabut nyawa. menjelma dan tidak ada yang membenarkan. akan tetapi perputaran itu tetap ada (tidak pernah berhenti). kalau sekaratil maut itu merasa tidak enak. Ijemak dan Qiyas. karena masih bisa merasakan. Kejadiannya benar-benar terjadi. Jadi orang yang belum bisa At¶tauhid (menyatu dengan Allah) harus melalui Qiamat. Contoh di atas kalau dicocokan dengan ayat-ayat Al-Qur¶an orang-orang yang hidup bisa merasakan. berputar. Hadist dan kitab lainnya tidak ada menyalahkan adanya dilahirkan lagi. dilahirkan lagi. Hadist. Walaupun merasa pusing karena terbentur atau sewaktu Sekaratil Maut masih bisa ingat dan ingat itu alatnya orang hidup. itu belum mati. Dan dalam buku Wirid Hidayat Jati di tulis ayat : 1 sampai 10 itu diteliti. Kalau dibandingkan dengan tandanya Qiamat di Wirid ini ternyata Hidayat Jati itu menerangkan tentang mati atau rusak dunia manusia (jasmani). lalu di buat pedoman orang awam (bisaa) kalau sudah masuk agama apa saja menolak dilahirkan kembali. melihat apa-apa pasti pusing dan badan terasa goyang (pitam-jawa). dari sifat rendah menjadi sifat luhur atau mulia. baru disebut Innalillahi wa innaillaihi rajiun (menghadap/kembali kepada Allah). Menurut ucapan Nabi Muhammad SAW yang terdapat di Hadist riwayat Bhukari seperti yang di atas. dalam Wirid Hidyat Jati diterima bisa saja. Sekaratul maut itu apa tidak di katakan Qiamatnya Roh yang akan pindah ke alam kubur. jadi kata Qiamat itu bayi lahir dengan selamat. seperti orang yang merasa kesusahan itu tidak enak. Kata-kata mengalami sekaratul maut. 1.

Jadi maksud dari kaweruh wisesa jati adalah pengetahuan tentang pengendalian. Karena bagaimanapun juga semua kejadian di dunia ini adalah terjadi atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Bukan untuk meng-ilmiah-kan budaya jawa tetapi hanya sebuah pemahaman dengan logika jaman sekarang apakah adat dan tradisi jawa yang detail. laku dan cara hidup orang jawa. Meliputi mengenal µsejatining pribadi¶ . Adapun tujuan dari laku ini adalah untuk meningkatkan kemampuan didalam pengendalian dengan tahapan-tahapan sebagai berikut : 1. Meliputi mengenal alam semesta.WISESA JATI Sengaja saya memakai istilah µkaweruh¶ artinya pengetahuan supaya berbeda dengan µilmu¶ yang bernuansa supranatural atau kesaktian. Pengendalian alam. mulai dari mengendalikan diri sendiri maupun mengendalikan alam yang tujuannya adalah mengendalikan hidup pribadi. Meliputi manunggaling kawulo gusti. tembang. cepat dan langsung ke tujuan. Tuhan menciptakan alam semesta termasuk didalamnya adalah manusia. dengan suatu system yang sempurna untuk mengendalikan. rumit dan sarat dengan filosofi namun kadang tersamar dalam kiasan itu masih relevan dengan era global yang serba praktis. me-wiradati kodrat dsb. Pengendalian diri pribadi. Meskipun menggunakan istilah pengendalian bukan berarti mensejajarkan diri dengan kekuasaan Tuhan tetapi justru sebaliknya untuk lebih mengerti tentang system yang diciptakan Tuhan untuk alam semesta ini sehingga kemampuan dalam memahami dan mengendalikan adalah berdasarkan atas rasa kepasrahan total atas kekuasaan Tuhan. Dengan adanya system tersebut maka kinerja dari alam semesta dijalankan secara otomatis. pengendalian perilaku. Kaweruh wisesa jati adalah suatu pemahaman tentang supranatural. dsb. 2. terus menerus dan saling berkait sesuai apa yang sudah menjadi ketentuan dan kehendak Sang Pencipta. dsb. kidung dan sebagainya maupun yang tersamar dalam ritual. self healing. memanfaatkan chakra. merawat dan menjaga system tersebut tetap berjalan. Kaweruh wisesa jati adalah pengetahuan terapan maksudnya adalah pengetahuan untuk dijalani sehari-hari seperti sebuah µlaku¶ dalam tradisi jawa. Yang mana akan dicapai sebuah kehidupan yang selaras dengan alam dan seimbang antara kehidupan jasmani & rohani atau material & spiritual. spiritual maupun filsafat orang jawa dalam sudut pandang mindsetting dan sugesti. 3. Sedangkan µwisesa jati¶ adalah penguasaan yang sejati atau pengendalian. memanfaatkan energi alam semesta. I. memproyeksikan kehidupan masa depan. Pemahaman ini dirangkum dari berbagai sumber baik yang tersurat dan tersirat dalam primbon. Mungkin sangat berbeda sekali pokok bahasannya karena memang saya mengamati dari sisi dan sudut pandang yang berbeda dari biasanya. . Hidup Selaras dengan alam. self motivation. Pengendalian Hidup.

zodiak (weton). dan depresi dalam masyarakat. Manakala konsep hidup selaras dengan alam ini mulai luntur dan diingkari maka yang terjadi adalah kehidupan yang tanpa arah. meskipun sebenarnya hal tersebut dikarenakan pemahaman spiritual yang sangat dangkal. takdir dan lain sebagainya. yang kesemuanya bisa berpengaruh terhadap kehidupan manusia. namun dalam pandangan hakekat atau supranatural jawa sebenarnya . Kehidupan lain tersebut bisa saja berada di pohon. Sementara hukum sebab akibat yang ada pada manusia dikenal sebagai karma. Dalam pandangan budaya jawa di alam semesta ini terdapat dua alam yang disebut sebagai jagad alit (micro cosmos) dan jagad ageng (macro cosmos). pergantian musim dan lain sebagainya adalah menunjukkan bahwa alam semesta berjalan dalam sebuah system yang lebih dikenal sebagai hukum alam. Ironisnya justru kesadaran untuk hidup selaras dengan alam dan bahwa alam sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia justru mulai tumbuh dan berkembang di negara-negara barat yang lebih dikenal sebagai masyarakat yang mengedepankan rasio dan sektarian. Kedua faktor tersebut. sangat berperan dalam proses lunturnya konsep kehidupan budaya yang sarat dengan keselarasan terhadap alam. Karena pengajaran dari nenek moyang orang jawa yang unik dengan berbagai symbol dan kiasan (perlambang dan sanepan) sehingga membuat banyak penafsiran sehingga tak jarang justru penafsiran yang salah yang banyak dipercaya masyarakatnya. sampai ilmu tentang pusaka menunjukkan bahwa orang jawa selalu berpedoman dengan hukum alam dan selaras dengannya. Keyakinan bahwa alam semesta sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia inilah yang mewarnai budaya jawa sehingga pola hidup tradisional orang jawa adalah selalu selaras dengan alam. katuranggan. Secara fisik. gravitasi bumi. 2. diakui atau tidak. mulai dari masa animisme dan dinamisme sampai kemudian ke masa masuknya agama dan kepercayaan kesadaran akan pengaruh alam semesta terhadap manusia ini masih bertahan. Ilmu perbintangan (pawukon). turunnya rasa kepedulian sosial. Sebuah teori baru di negara barat yang sudah dijalankan oleh nenek moyang orang jawa selama berabad-abad. Sementara perwujudan akan pengakuan atas eksistensi dan pengaruh alam dalam kehidupan manusia terlihat dari bermacam ritual dan sesaji yang mana pada hakekatnya semua hal tersebut adalah bentuk dari pengakuan bahwa manusia jawa hidup µbertetangga¶ dengan kehidupan lain di alam semesta ini. mereka percaya bahwa ada µkehidupan lain¶ yang berdampingan dan berkaitan dengan kehidupan manusia.Adanya malam dan siang. gunung. Lunturnya pola hidup yang selaras dengan alam ini terjadi karena banyak faktor namun yang paling besar pengaruhnya bisa disimpulkan seperti di bawah ini : 1. laut dan sebagainya yang tampak oleh mata ataupun kehidupan yang tidak terlihat oleh mata. Sementara eksplorasi alam yang tidak bijak menyebabkan kerusakan alam di mana-mana yang pada akhirnya menimbulkan berbagai bencana alam. petungan. seperti halnya teori barat. Pada masyarakat yang merasa modern menganggap bahwa budaya ini tidak rasional dan tidak ilmiah sehingga dianggap sudah tidak relevan dengan perkembangan jaman. Kesadaran tentang hukum alam yang saling berkait ini sudah ada pada budaya jawa sejak jaman dahulu. Berbagai teori baru muncul dan meyakini bahwa alam berpengaruh terhadap kehidupan manusia baik dalam membentuk karakter. jagad alit (micro cosmos) adalah alam manusia sedangkan jagad ageng (macro cosmos) adalah alam semesta/jagat raya. Sementara dikalangan masyarakat agamis konsep ini dianggap bertentangan dengan ajaran agamanya. kehidupan ekonomi dan sosial sesorang. arogansi. Manusia jawa percaya bahwa mereka tidak hidup µsendirian¶ di alam semesta ini. Kehidupan yang menuntut segala sesuatu secara instant memunculkan hidup dalam rasa tertekan yang mengakibatkan banyaknya penyakit. batu. II. Alam semesta. Pengaruh masuknya agama dan budaya modern membuat semakin lunturnya konsep hidup selaras dengan alam ini.

Nah. matahari serta alam semesta berada bersamanya. Jadi sebenarnya manusia itu sendirilah yang mengatur dan mengendalikan kehidupanya apakah menjadi sedih. . Bagaimana alam semesta mempengaruhi kehidupan manusia? Kedua alam baik jagad alit maupun jagad ageng masing-masing memiliki sifat saling kuasa menguasai atau dalam bahasa jawa disebut dengan istilah wisesa amisesa wus. kaya. Begitulah maka dalam hakekat dan pandangan supranatural jawa bahwa alam atau diri manusia lah sebenarnya yang disebut sebagai jagad ageng (macro cosmos) karena mempunyai kehendak dalam mengatur pergerakannya. Bima pun ragu ketika diperintahkan untuk masuk ke tubuh dewa ruci mengingat tubuh raksasa sang Bima tidak sebanding dengan kecilnya tubuh Dewa Ruci yang hanya sekepalan tangan. dan ketika sang Bima masuk kedalam tubuh Dewa Ruci maka tampaklah olehnya bulan. arah putaran bumi dan kecepatanya berjalan sesuai takdir atau hukum alam. namun demikian jagad alit yang ada dalam diri manusia akan lebih banyak mengontrol sedangkan alam semesta cenderung bersifat merespon karena memang jagad manusia lah yang memiliki kehendak sedangkan alam semesta hanya berjalan sesuai takdir. bintang. dan sebagainya. III.bahkan alam semesta pun bisa masuk ke dalam tubuhnya. alkisah dalam puncak perjalanan sang Bima untuk mencari Tirta Perwita Sari (air kehidupan) sampailah dia ke dasar samudera dan bertemu dengan Dewa Ruci makhluk kecil merupakan miniatur dirinya yang mana hanya kepada Dewa Ruci ini lah Bima bisa melakukan duduk dan berposisi sembah. Namun kata Dewa Ruci jangankan tubuh sang Bima.adalah kebalikannya bahwa jagad alit (micro cosmos) adalah alam semesta dan jagad ageng (macro cosmos) adalah alam/diri manusia. manusia makan. sial. bekerja atau bertindak lebih cepat karena besarnya tingkat persaingan. miskin. alam pun merespon pikiran tersebut dan menciptakan situasi dimana orang-orang menjadi lebih agresif dan serba cepat. gembira. yang banyak terjadi adalah manusia justru µdikuasai¶ oleh respon alam karena tidak menyadari bahwa dirinya mengirim sinyal tersebut dan justru menjadi lebih meyakininya sebagai takdir. Sedangkan kehidupan manusia berjalan atas kehendak. karena alam semesta hanya merespon dan menciptakan situasi sesuai dengan µperintah¶ yang berasal dari pikiran manusia. minum dan beraktifitas dalam hidupnya semua berjalan atas kehendaknya sendiri. Untuk lebih jelasnya saya berikan contoh sebagai berikut : y y y Kehidupan di kota besar menuntut orang-orang untuk berfikir. Keduanya bersifat untuk cenderung menjadi dominan dalam kehidupan. Pandangan ini diperkuat dalam kisah wayang tentang Dewa Ruci. tekanan akibat situasi yang diciptakan alam ini mendorong dan meyakinkan kembali manusia bahwa memang mereka harus agresif. demikan berulang seperti lingkaran yang tak berujung membuat manusia terjebak dalam situasi yang sebenarnya tercipta karena hasil pikiran sendiri. Seorang pengeluh akan selalu menemukan situasi dan kondisi yang tidak menyenangkan dan membuatnya mengeluh karena dia terjebak dalam sinyal pikirannya sendiri dan meyakini akan respon alam semesta. demikian berulang kembali sehingga membuatnya menjadi seorang yang periang. Cerita wayang tersebut menjelaskan tentang makna bahwasanya manusia memiliki kuasa atas pengendalian alam semesta. Seorang periang akan selalu menemukan situasi dan kondisi yang menyenangkan yang membuatnya selalu riang gembira karena respon alam semesta membuatnya gembira maka sinyal yang dipancarkan dari pikiranya adalah kegembiraan. bumi tidak memiliki kehendak untuk berhenti atau berbalik arah misalnya. beruntung. Pandangan tersebut dikarenakan bahwa alam semesta ini berjalan menurut takdirnya sebagai contoh: bumi berputar mengelilingi matahari.

dalam bahasa jawa dikenal ungkapan µlahir kuwi utusane batin¶ apa yang terlihat lahiriah sebenarnya adalah perintah atau suatu perwujudan dari apa yang ada dalam batin/fikiran. Pengendalian Diri. seperti misalnya jika suatu daerah sering terkena bencana alam. ibarat memiliki sebuah komputer kita tahu berapa kapasitasnya sehingga akan jelas bagaimana meng-up grade untuk meningkatkan kemampuannya serta tahu tujuan dan penggunaanya. dari fikiran bahwa dirinya selalu akan mendapat kemalangan. Dengan mengetahui µsejatining pribadi¶ maka akan didapat rasa percaya diri yang tepat bukan µover-confidence¶ namun juga bukan minder. Apa sebenarnya ritual ruwatan tersebut jika dikaji dalam hubunganya dengan alam semesta. Tahap awal dalam mengendalikan diri ini adalah mengenal diri pribadi masing-masing mulai dari fisik. Jika kemudian ada yang berhasil karena mereka bisa meninggalkan mindset yang lama sehingga respon alam berupa situasi dan kondisi yang buruk tidak lagi berlaku karena telah diganti dengan µkehendak¶ baru yang akan membuat alam semesta merespon dengan situasi dan kondisi sesuai mindset yang baru. IV. Jika anda ingin kehidupan yang lebih baik maka anda perlu diruwat. jika anda selalu berfikir positif maka anda juga akan mendapatkan hal-hal yang positif demikian sebaliknya. Jika tradisi ritual ruwatan ini masih eksis sampai sekarang tentulah karena memang ritual tersebut telah terbukti merubah kehidupan banyak orang menjadi lebih baik atau setidaknya sudah terbukti menghilangkan atau setidaknya meminimalkan pengaruh-pengaruh buruk yang sering dialami. dengan demikian akan disadari tentang tataran dan kapasitas diri. wabah penyakit. yang miskin makin miskin´ maka fenomena tersebut bisa dijelaskan bahwa orang miskin merasa bahwa dia harus bekerja keras untuk mendapatkan kekayaan dan merasa dirinya tidak memiliki kekayaan sehingga alam meresponnya dengan membuat situasi dan kondisi dimana dia serba kekurangan serta harus bekerja keras untuk mendapatkan kekayaan. supranatural. Pada perkembanganya ruwatan juga dilakukan untuk membersihkan pengaruh-pengaruh buruk untuk suatu tempat atau orang-orang yang sedang terkena kesulitan hidup. musibah dan sebagainya. perbaharui mindset anda agar mendukung keinginan anda. dan mengapa ada yang berhasil dan gagal? Hakekat ruwatan sebenarnya adalah mindseting ulang fikiran manusia. spiritual. A. atau jika seseorang sering mengalami musibah dan kesulitan ekonomi. jika anda tidak puas dengan kehidupan anda sekarang ini maka mulailah merancang seperti apa kehidupan yang anda inginkan dengan mengubah cara berfikir anda kemudian biarlah alam semesta merespon dan menciptakan situasi dan kondisi sesuai kehendak anda. dsb sampai didapat sebuah gambaran tentang µsejatining pribadi¶. Maka anda pun akan terkondisi dengan prilaku dan situasi yang . Tentu saja banyak pula yang tidak mendapatkan pengaruh apa-apa setelah dilakukan ritual ruwatan namun mungkin jika dibandingkan dengan yang berhasil prosentase nya lebih sedikit. karena dipercaya ada orang dengan kriteria tertentu yang membawa sukerta tersebut alami sejak lahir. untuk itulah maka istilah yang dipakaiadalah µdibersihkan¶ artinya adalah membuang semua fikiran-fikiran negatif tentang kehidupan pribadi dan memulai dengan mindset baru. Begitulah. sementara sebaliknya orang kaya berfikir bahwa dia akan mudah untuk mendapatkan harta dan merasa memiliki kekayaan sehingga alam meresponnya dengan situasi dan kondisi dimana dia akan dengan mudah mendapatkan kekayaan dan selalu dalam kondisi berkecukupan. Ruwat Ruwatan adalah suatu ritual di jawa yang bertujuan untuk menghilangkan sukerta atau sengkala yang bermakna membuang segala pengaruh buruk pada diri manusia. sementar kebanyakan yang gagal adalah karena masih meyakini mindset lama dan tidak mampu meyakini perubahan yang diinginkan.y Jika anda perhatikan sepenggal bait lagu yang berbunyi ³ yang kaya makin kaya. Nah. penyakit.

sampai kepada ritual yang aneh dan tidak masuk logika orang modern yg lain. Rasa. semangat. jujur dan disiplin dengan demikian anda akan terhindar dari kebiasaan dan etos kerja buruk yang dapat menghancurkan karir anda. Jika di aplikasikan pada jaman sekarang pastilah akan terasa berat untuk tidak tidur atau berpuasa selama 7 atau 40 hari penuh tanpa makan. Jadi bisa disimpulkan bahwa yang membuat orang berhasil mencapai tujuannya dengan menjalankan laku adalah bukan karena bentuk ritualnya melainkan karena mereka akan cenderung tetap fokus kepada apa yang menjadi tujuan sehingga segala sesuatu yang dikerjakan akan terkondisi pada arah untuk mencapai tujuan. kesaktian. Adalah akal fikiran manusia atau semua yang bisa ditangkap oleh panca indera sehingga bentuk dan visualisasinya jelas. dengan demikian akan mendorong dan mengarahkan perilaku seseorang agar selalu tetap dalam arah yang membangun tercapainya tujuan. anda masih perlu menjalankan laku. y y y Cipta. tidak tidur. agar tercapai semua tujuan atau cita-cita maka ketiganya haruslah selaras. rejeki dan sebagainya yang merupakan keinginan orang dalam hidup. Namun untuk aktifitas atau tujuan yang besar dan tidak bisa spontan sering kali ketiga unsur tersebut tidak selaras sehingga tujuan menjadi tidak tercapai. Jika anda ingin sukses dalam mencapai tujuan maka jalankan laku dengan cara tetaplah fokus pada keinginan untuk mencapai tujuan tersebut. rasa dan karsa. Jika demikian apakah konsep tentang laku ini sudah tidak relevan lagi dengan kondisi jaman sekarang ataukah masih perlu untuk dijalankan? Jawabanya adalah Ya. karena konsep tentang laku ini masih harus dijalankan dengan menyesuaikan perubahan jaman. sementara kewajiban atas pekerjaan dan aktifitas sehari hari menuntut orang untuk tetap fit dan dalam kondisi yang prima. berawal ketika panca indera kita merespon suhu panas atau gerah yang ditangkap cipta kita sehingga membuat rasa merespon suasana haus dan menggerakkan karsa untuk keinginan minum. Banyak macam orang dalam menjalani laku mulai dari puasa. Jika anda ingin sukses dalam karir maka jadikanlah pekerjaan adalah laku anda sehingga mendorong anda bekerja lebih profesional. Sebagai gambaran bagaimana ketiga unsur ini berjalan adalah sebagai berikut: y Keinginan untuk minum misalnya. sedih. berendam di sungai. Hakekat laku adalah upaya dalam menjaga agar tetap fokus pada mindset dan tujuan. Sebagai contoh misalnya ada orang yang menginginkan kekayaan maka dengan menjalankan laku dia akan menjauh dari tindakan pemborosan atau berfoya-foya dan kemudian akan cenderung hidup berhemat serta bekerja lebih keras. Sebagai contoh y .membawa anda menuju keberhasilan tujuan anda. pangkat. Jika kita ambil hubunganya dengan pemahaman tentang alam semesta maka laku akan memperjelas visualisasi tujuan yang terekam dalam memori otak kita sehingga respon alam semesta akan lebih cepat diterima. lesu dan sebagainya. Karsa Adalah keinginan atau bagian yang menggerakkan manusia untuk mencapai keinginannya. Mekanisme kehendak Tindakan manusia dikendalikan oleh 3 unsur yang terdapat dalam fikiran yaitu cipta. Bebaskan diri dari rasa ketakutan & kekhawatiran yakinlah dalam mencapai tujuan seperti sebuah anak panah yg lepas dari busurnya yg tdk akan berhenti sebelum mencapai titik sasaran. yang kesemuanya bertujuan agar apa yang menjadi harapan mereka bisa tercapai. gembira. Laku Laku dan tirakat adalah cara orang jawa dalam berusaha mencapai suatu keinginan mulai dari keinginan akan suatu ilmu. Adalah hati nurani yang mengendalikan semua perasaan manusia seperti marah. Namun laku ini bukan lah suatu usaha yang berhubungan dengan keinginan tersebut tetapi lebih cenderung ke arah spiritual atau keyakinan. kekayaan.

karena usaha dan perjuangan yg dilakukan untuk mendapatkan peningkatan (materi maupun spiritual) bukan berdasarkan nafsu dan ambisi tetapi sebagai sebuah laku atau kewajiban manusia dalam hidup. Sapa weruh ing panuju. Jangan hanya menggantungkan cita-cita setinggi langit tapi yakinkan dan berusahalah untuk mencapainya. orang jawa bilang: narimo ing pandum. perjalanan hanya akan berputar mengikuti waktu. Dari ketiga unsur tersebut rasa berperan sangat penting karena rasa adalah jembatan antara cipta dan karsa. Siapapun yg konsisten dalam meraih tujuan pasti tidak akan tergoda oleh segala hal yang akan menggagalkan atau memperlambat tercapainya tujuan tsb. kekuatiran. dan rasa maupun karsa pada saat tersebut mungkin juga merespon positif namun dalam perjalanan waktu karena benturan kesulitan dan persoalan yang ditangkap oleh cipta pada berikutnya akan menggoyahkan keyakinan dalam rasa sehingga berpengaruh pada karsa atau keinginan yang memudar sehingga akhirnya tujuan tidak tercapai. narimo ing pandum bukan berarti cuma pasrah akan apa yg terjadi. sasat sugih pager wesi Setelah diruwat. namun terdiri dari ribuan langkah-langkah kecil. Sapa weruh ing panuju (siapa yg tau akan tujuan hidupnya) sasat sugih pager wesi (seolah-olah punya (banyak) pagar besi yg melindungi).misalnya seseorang berkeinginan untuk meraih sukses. rasa adalah keyakinan yang menjembatani antara kenyataan dan harapan. Nuwun. Jadi jelas bahwa untuk mencapai tujuan maka ketiga unsur tersebut haruslah selaras yang pada akhirnya arah dan tujuan akan tetap fokus dan jelas sehingga akan menciptakan respon dari alam semesta yang mendukungnya. dibersihkan dari anasir-anasir yg negatif. hidup tidak akan memiliki arah yang pasti. ketakutan dan ketidak yakinan menjadi sirna lalu apa berikutnya ? y y y Tetapkan tujuan ! Tanpa tujuan. Karena tujuan itulah yg akan µmemagari¶ dari pengaruh-pengaruh yg mengagalkannya. Tanpa tujuan. Selain daripada tersebut karena cipta atau fikiran yang ditangkap sangatlah banyak sehingga akan susah mengontrolnya satu persatu.perjalanan panjang bukan lah satu kali lompatan besar. Rahayu! . kalau kata ahli mind power jika kita selalu berfikir bahwa kita µberkecukupan¶ maka alam akan merespon dan menciptakan kondisi kita menjadi µberkecukupan¶. Sikap narimo ini akan membuat kita merasa µselalu berkecukupan¶ dan tidak akan lelah untuk mencapai yang lebih. itulah sebabnya banyak sekali metoda atau cara dalam mengolah rasa. cipta atau visualisasi keinginan yang ditangkap pertama kali mungkin jelas. Narimo ing pandum lilahing Gusti Cuma pasrah artinya µmenerima/ikhlas atas apa yg diberikan Tuhan¶. kalau kata ahli agama kita harus selalu bersyukur atas anugerah Tuhan. tetapi suatu sikap batin dimana kita ikhlas menerima apapun yg terjadi setelah kita melakukan upaya dan ikhtiar.. sedangkan rasa berhubungan dengan suasana hati sehingga akan lebih mudah dalam mengontrol namun demikian keyakinan yang ada pada rasa akan sangat berpengaruh pada semuanya.

Kalau hanya diucapkan di mulut. Bisa jadi dia tidak mengucapkannya di mulut karena enggan dikatakan riya¶/sombong. Namun hakikat keimanan terletak pada bagaimana kelakuan sehari-harinya. Kitab ini bukan hanya teks yang semata-mata dihafal saja namun dipahami maknanya dan diimplementasikan dalam sikap hidup dan bertindak. Di dalam ajaran agama Islam. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orangorang yang dzalim. Apakah mencerminkan dengan RUKUN IMAN atau tidak. IMAN SEMPURNA akan diraih ketika TELAH MENDARAH DAGING dalam PERBUATAN sehari-hari. yang kita ketahui adalah Tuhan telah menurunkan kitab-kitab-Nya pada para rasul. Sejak taman kanak-kanak. Hakikat iman adalah WUJUD PENGAKUAN baik yang diucapkan maupun yang diyakini di dalam hati dan kemudian dilanjutkan dengan PERILAKU sehari-hari. merunut ayat di atas hakikat Al Quran hanya bisa . Kebijaksanaan akan menerangi pemahaman-pemahaman konseptual yang selama ini telah kita miliki dan kita susun sebagai pandangan hidup. jabatan. Oleh karena itu dalam kita beragama jelas membutuhkan kebijaksanaan.KITAB BASAH DAN KITAB KERING Kata ³kitab garing´ popular bagi mereka yang suka untuk belajar olah batin. Iman juga tidak hanya diartikan PERCAYA alias YAKIN terhadap keberadaan sesuatu. orang yang beriman diharuskan ber-Iqra tentang KITAB DI DADA. Ini tentu saja penghayatan anak kecil yang dangkal dan masih belum sempurna. Pemahaman ala anak TK ini pun masih dipermiskin lagi dengan memaknai kitab-kitab-Nya sebagai barang/benda yang berbentuk buku yang diturunkan kepada para nabi yang hidup di timur tengah. Jadi kita tidak boleh hanya mengimani kertas-kertas dan mensucikan teks-teks yang dibuat di pabrik-pabrik kertas. para maling uang rakyat.. Keimanan yang sempurna oleh karena itu tidak hanya diucapkan di mulut saja. Pemberhalaan teks yang merupakan KITAB GARING tidak boleh dilakukan oleh mereka yang mengaku orang beriman. namun tidak berarti ranking pertama lebih hebat dan harus didahulukan dari ranking selanjutnya. Alquran adalah AYAT-AYAT YANG NYATA DI DALAM DADA orangorang yang diberi ilmu. Dalam hidup ini hendaknya kita tidak hanya belajar tentang ³kitab garing´ yaitu membaca dan memahami apa yang tertulis di dalam buku-buku saja. ranking kelima adalah beriman kepada Hari Akhir dan ranking terakhir keenam adalah beriman kepada takdir. Ini disebut ³kitab teles. Kalau kita memperdalam lagi. Setelah itu baru beriman kepada kitab-kitabnya. Semuanya harus diimani secara total dengan penghayatan dan perilaku yang selanjut-lanjutnya mulai ranking satu hingga terakhir karena itu sejatinya satu kesatuan. hakikat keimanan yang sempurna pasti berbeda. para maling kebijakan moneter. Meskipun disini dikatakan ranking. dan ranking keempat adalah beriman kepada rasul-rasul-Nya.´ Dari ayat ini. Marilah kita mengkaji apa hakikat KITAB TELES itu sesuai yang tertera di dalam Al Quran. para maling perkara pengadilan pun juga bisa melakukannya.´ Marilah kita perdalam soal kitab ini. uang. surah al-Ankabut 49: ³Sebenarnya. maka apa ada tulisan yang tidak merupakan kitab-kitab yang berisi sabda-sabda Tuhan di alam semesta ini? Itu sebab dikatakan bahwa semua pergelaran alam ini disebut PAPAN TANPO TULIS/SASTRA JENDRA. Memang. Ranking pertama adalah beriman kepada Allah dan ranking kedua adalah beriman kepada malaikat-Nya. Ini jelas sebuah pemiskinan makna kitab yang sesungguhnya yang tidak pantas dilakukan oleh orang-orang yang beriman dan beramal sholeh. Namun. Yaitu mengimani semua jenis kitab yang ada di alam semesta yang semuanya bersumber dari Yang Maha Esa. Inilah yang oleh kaum kebatinan jawa disebut dengan KITAB TELES. Namun hendaknya kita utamakan membaca serta menghayati apa yang ada di alam semesta dan mengenal di dalam diri manusia yang dilanjutkan dengan melaksanakan di dalam perilaku. kekuasaan. Ini sama saja dengan kita menyembah patung. beriman kepada kitab-kitab-Nya menduduki ranking ketiga. iman dalam arti yang demikian adalah arti iman yang µHIDUP¶ bukan iman yang µMATI¶. Kembali ke tema awal yaitu tentang beriman kepada kitab-kitab-Nya. Maka. Iman terhadap kitabkitab-Nya jelas sebuah keharusan.

Diberi ilmu tidak sama dengan orang yang berilmu. bahkan setiap individu harus mempelajarinya. Memasuki alamnya setan. maka ruh manusia akan ngelambrang ke alam gaib yang paling rendah. Bila berilmu didapat dari proses belajar. Bila kita percaya.´ Ini adalah jalan MISTIK agar kita bisa merasakan kematian pada saat tubuh fisik kita masih hidup dan merasakan KEHIDUPAN pada saat tubuh kita telah mengalami KEMATIAN. yang perlu dilakukan adalah bagaimana agar seseorang bisa memilih jalan kematian yang tidak sesat. wujud penjelmaan Tuhan Yang Maha Abadi. yang tidak tersentuh kematian dan tetap hidup sampai kapanpun. peri. tinggal apakah kita beriman atau tidak terhadap kitab. Di dalam dua alam baik alam dunia maupun alam kelanggengan/alam kubur dan dua keadaan baik tubuh kita HIDUP atau tubuh kita sudah MATI. yang menciptakan tempat dan waktu. buto ijo« benar-benar kasihan. maka ada baiknya kita meneruskan laku dengan membaca KITAB TELES di dalam dada. Apakah mendalami olah rasa/dimensi dalam/mistik/ kebatinan ini berlebih-lebihan dan sesat. bahkan klenik? Jelas tuduhan itu salah alamat. praktik olah rasa ini pasti ada. gendruwo. Tidak mengenal hilang dan lenyap. Selanjutnya. Sekarang. ekonomi Islam.kitab-Nya. Bila sesat dan tidak sempurna. Di dalam unsur yang METAFISIK itu ada catatan amal perbuatan BAIK DAN BURUK. manusia adalah wujud kehendak-Nya. sumeleh. Cara membaca kitab di dalam dada ini tidak lain kita perlu belajar tentang olah kebatinan/olah rasa/dimensi dalam/tasawuf/inner world/praktik mistik agar tersingkap tirai yang menyelubungi ketidaktahuan kita. sumarah kemudian DIA memberi kita hidayah berupa ILMU. Inti olah kebatinan tingkat lanjut adalah mengenal ³MATI SAJRONING URIP dan URIP SAJRONING LAMPUS. Lir gula lan manise ta kaki Murti smara batareng sujalma Jalma iku kabyangtane Allah kang maha agung Dira lepasira ki bayi Ya lahir ya batine Padha khaknya iku Ing jro khak jaba ya padha Dadi nora lain lahir lawan batin Iku padha kewala terjemahan: Seperti gula dan rasa manisnya Hakikat Tuhan ada dalam diri manusia Manusia itu perwujudan Allah yang Maha Agung Perwujudannya lahir dan batinnya sama-sama benar batinnya benar lahirnya juga tiada perbedaan lahir dan batin itu sama. CIPTA. Beriman kepada Allah adalah beriman kepada Dzat yang baka dan abadi. dan yang Metafisik yaitu tubuh eterik. KARSA dan RASA. Manusia terdiri dari berbagai unsur penyusun yang bersifat FISIK dan METAFISIK. sebenarnya KESADARAN KITA TETAP HIDUP. Di Islam pun ada ilmu mistiknya yang disebut ilmu tasawuf selain ilmu fiqih. maka diberi ilmu didapat dari proses pasrah total. apa ini artinya? Artinya kita wajib untuk membaca pergelaran alam semesta/MAKROKOSMOS yang ada di dalam diri manusia. Sebab bila kita telusuri sejarah rukun iman sebagai berikut. Kesadaran yang merupakan pancaran diri sejati (dalam bahasa agama diebut RUH) ini tetap hidup kekal dan abadi. Maka. Yang Fisik yaitu tubuh biologis kita. eling (mengingat dan berdzikir pada-Nya) dan waspada (dalam perbuatan/tindakan). Memahami KITAB TELES yang berupa AYAT-AYAT YANG NYATA DI DALAM DADA. ilmu kalam. . tuyul. Kita perlu membuktikan apakah diri sejati memang tidak tersentuh kematian. Dia tidak bisa ditakar dengan ukuran benda hidup atau mati. ilmu mantiq. Di agama manapun. Bahkan dalam ajaran Jawa perumpamaan eksistensi Tuhan dan manusia itu seperti gula dan rasa manisnya. wewe gombel.dibaca oleh orang-orang yang diberi ilmu oleh-Nya. nahwu sharaf dan lain-lain« Ilmu tasawuf akan menerangi jiwa manusia agar selalu awas( untuk selalu mendengar dan membaca ayat-ayat-NYA).

380 H / 990 M) dalam al-Ta¶aruf li Mazahib Ahl at Tasawwuf (Pengenalan terhadap mazhab-mazhab Ahli Tasawuf). Kondisi Ma¶rifat dijelaskan dalam Ensiklopedi Islam bahwa Ma¶rifat merupakan cermin. niscaya aku tidak akan mengetahui Tuhanku). Dengan ungkapan ini terlihat begitu dekatnya seorang sufi dengan Tuhannya. maka kepalanya akan tertutup dan ketika itu yang dilihatnya hanya Allah´. semua orang yang melihat akan mati karena tak tahan melihat kecantikan serta keindahannya. Ma¶rifah tidak dapat diperoleh melalui pemikiran dan penalaran akal. Kalau Ma¶rifat adalah mengetahui Tuhan dengan hati sanubari. dan kondisi Ma¶rifat ini mengisyaratkan bahwa Ma¶rifat adalah anugerah dari Tuhan. Sabar. .MA RIFAT ( MANUNGGALING KAWULA GUSTI ) Siraman Air Hidup Ma¶rifat artinya mengetahui. Pada waktu itu secara tiba-tiba muncullah ribuan ekor ikan Nun besar ke permukaan air mendekati kapal sambil membawa permata di mulut masing-masing. melainkan lebih merupakan anugerah yang dilimpahkan Tuhan bagi dirinya. Zunnun mengetahui bahwa Ma¶rifat yang dicapainya bukan semata-mata hasil usahanya sebagai sufi. mengenal atau juga bisa disebut pengetahuan. menguasai yang ada dalam diri manusia dengan sinarnya yang menyilaukan. memerintah tahun 232 H / 847 M ± 247 H / 861 M). tetapi bergantung pada kehendak dan rahmat Tuhan. ketika ditanya tentang bagaimana Ma¶rifat itu diperoleh ia menjawab : ³Araftu rabbi bi rabbi walau la rabbi lama araftu rabbi´. Lewat hati sanubarinya. Zuhud. maka Zunnun telah mencapainya. Maka. (Aku mengetahui Tuhanku karena Tuhanku. Ridha dan Cinta atau Mahabbah. Tawakal. Artinya bahwa yang dilihat Orang Arif sewaktu tidur maupun bangun hanya Allah . karena pada suatu hari dalam pengembaraannya dari satu tempat ke tempat lain ia menumpang sebuah kapal saudagar kaya. Engkaulah Yang Maha Tahu´. Menurut Abu Bakar al-Kalabazi (W. saudara perempuan Zunnun setiap hari mengirimkan sepotong roti. 180 H / 796 M ± 246 H / 860 M). Ia kemudian disiksa dan dianiaya serta dipaksa untuk mengembalikan permata yang dicurinya. Zunnun telah sampai pada tingkat Ma¶rifat yaitu maqam tertinggi dalam Tasawwuf setelah menempuh jalan panjang melewati maqam-maqam: Taubat. Kata-kata Zunnun ini sangat populer dalam kajian ilmu Tasawwuf. Saat tersiksa dan teraniaya itu Zunnun menengadahkan kepalanya ke langit sambil berseru: ´Ya Allah. dan semua cahaya akan menjadi gelap di samping cahaya keindahannya yang gilang gemilang. Tuhanlah yang berkenan memberikan pengetahuan langsung dengan mengenugerahkan kemampuan kepada orang yang dikehendaki untuk menerima Ma¶rifat. dan dalam arti umum ialah ilmu atau pengetahuan yang diperoleh melalui akal. Dan kondisi seperti itu (Ma¶rifat) diungkapkan para sufi dengan menyatakan: ³Kalau mata yang terdapat dalam hati sanubari manusia terbuka. Jika seorang sufi melihat ke cermin. Faqir. seorang sufi dapat melihat Tuhan. Sufi pertama yang menonjolkan konsep Ma¶rifat dalam tasawufnya adalah Zunnun al-Misri (Mesir. maka yang akan dilihatnya hanya Allah SWT. Ma¶rifat adalah pemberian Tuhan kepada Sufi yang sanggup menerimanya. Ma¶rifat merupakan cahaya yang memancar ke dalam hati. Zunnun mengambil sebuah permata dan menyerahkannya kepada saudagar tersebut. Karena itulah ia pernah dituduh melakukan Bid¶ah sehingga ditangkap dan dibawa ke Baghdad untuk diadili di hadapan Khalifah al-Mutawakkil (Khalifah Abbasiyah. Tiba-tiba saudagar itu kehilangan sebuah permata yang sangat berharga dan Zunnun dituduh sebagai pencurinya. namun setelah dibebaskan. sehingga hati sanubari dapat melihat Tuhan´. Selama di dalam penjara. Zunnun dipenjara selama 40 hari. Sekiranya Ma¶rifat mengambil bentuk materi. di kamarnya masih didapati 40 potong roti yang masih utuh. dan sekiranya tidak karena Tuhanku. Dalam pandangan umum Zunnun sering memperlihatkan sikap dan perilaku yang aneh-aneh dan sulit dipahami masyarakat umum. Ia disebut ³Zunnun´ yang artinya ³Yang empunya ikan Nun´. Dalam kajian ilmu tasawuf ³Ma¶rifat´ adalah ³mengetahui Tuhan dari dekat.

Hakikat Dalam Tasawuf hakikat adalah imbangan kata syariat yang identik dengan aspek kerohanian dalam ajaran Islam. Paham Ma¶rifat yang dikemukakan oleh Zunnun Al-Misri dapat diterima al-Ghazali sehingga paham ini mendapat pengakuan Ahlussunah wal Jama¶ah. Ma¶rifat yang sesungguhnya adalah Ma¶rifat dalam tingkatan Sufi. Sebelumnya para ulama memandang Tasawuf seperti yang diajarkan al-Bustami (W. Orang awam mengenal dan mengetahui Tuhan melalui ucapan Syahadat. .Untuk itu seorang Sufi memang harus melakukan usaha yang berat dan waktu yang panjang. hakikat adalah sifat-sifat Allah SWT. 2. Para Sufi mengetahui Tuhan melalui hati sanubari. Sufi yang dikenal dengan faham hakikat adalah Abu Yazid al-Bustami dan al-Hallaj yang pernah menyatakan ³Ana al-Haqq´.Selanjutnya ketika mengungkapkan tokoh Zunnun Ensiklopedi Islam menjelaskan bahwa Zunnun membagi Ma¶rifat ke dalam tiga tingkatan yaitu: 1. Untuk merintis jalan mencapai hakikat seseorang harus memulai dengan aspek moral yang dibarengi aspek ibadah. sementara Tuhan tidak terbatas. Sulit sekali untuk pindah dari satu maqam ke maqam yang lain. Tingkat awam. Tidak meyakini hakikat kebenaran suatu ilmu yang menghapuskan atau membatalkan Zahirnya. Cahaya Ma¶rifatnya yang berupa ketaqwaan tidak pernah padam dalam dirinya. sedangkan Zat Allah disebut al-Haqq. mengenal Tuhan dan melihat-Nya dengan mata hatinya. meskipun demikian tidak mungkin Ma¶rifatullah menjadi sempurna. cerdik ± pandai mengenal dan mengetahui Tuhan berdasarkan logika dan penalaran akal. Al-Ghazali sebagai figur yang berpengaruh di kalangan Ahlussunah wal Jama¶ah diakui dapat menjadikan Tasawwuf diterima kaum syari¶at. Namun demikian untuk mencapai tingkat ini tidaklah mudah meskipun selintas dapat dipahami bahwa Ma¶rifat didapat dengan ikhlas beribadah dan sungguh-sungguh mencintai dan mengenal Tuhan. Zunnun membedakan antara ilmu dan Ma¶rifat. Semakin banyak seorang Sufi mencapai Ma¶rifat. sedangkan Ma¶rifat pada tingkat awam dan tingkat ulama lebih tepat disebut ilmu. Bila kedua aspek ini diamalkan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan akan dapat meningkatkan kondisi mental seseorang dari tingkat rendah secara bertahap ke tingkat yang lebih tinggi. Pembicaraan mengenai masalah ini tentu tidak bisa dilepaskan dari konsep Ittihad. Tingkat Ulama. karena manusia sungguh amat terbatas. Kalau dihubungkan dengan Tuhan. 3. Ciri-ciri orang µArif atau orang yang telah sampai kepada Ma¶rifat adalah 1. sehingga Allah SWT berkenan menyingkap tabir dari pandangan Sufi untuk menerima cahaya yang dipancarkan. Jalan yang dilalui seorang Sufi tidaklah mulus dan mudah. Dijelaskan bahwa akhlaq Sufi tidak ubahnya dengan akhlaq Tuhan. bahkan kadang-kadang ia masih harus tinggal bertahun-tahun di satu maqam. Para Ulama. Hulul dan Tawhid yang dalam pemahaman selintas dapat diartikan sebagai penyatuan makhluk dan Khalik. Banyaknya nikmat yang dianugerahkan Tuhan kepadanya tidak membuatnya lupa dan melanggar aturan Tuhan. semakin banyak yang diketahui tentang rahasia-rahasia Tuhan. 261 H / 874 M) dan al-Hallaj (244 ± 309 H / 858 ± 922 M) khususnya menyimpang dengan paham Hulul / Ittihad / penyatuan yang dalam pemahaman ³Kejawen´ dikenal dengan ³Manunggaling Kawulo Gusti´. Dalam pada itu Ma¶rifatpun harus dicapai melalui proses yang terus-menerus. yang pada akhirnya Sufi dapat melihat keindahan dan keesaan-Nya. Di kalangan Sufi orang yang telah mencapai tingkatan ini disebut ahli hakikat. Pada posisi tertinggi Tuhan akan menerangi hati sanubarinya dengan nur-Nya. seorang tokoh Sufi modern berkomentar tentang keterbatasan manusia dengan mengatakan ³Cangkir teh takkan mungkin menampung semua air laut´. Ia baik dan lemah lembut serta senantiasa berusaha agar seluruh sikap dan perilakunya mencerminkan sifat-sifat Tuhan. Karena itu al-Junaid al-Baghdadi. sehingga ia betul-betul dapat dekat dengan Tuhan. Tingkat Sufi. 3. 2.

Selama ia belum dapat menghancurkan dirinya. Hulul dan Tawhid. melainkan unsur an-nasut-Nya yang mengambil tempat pada unsur lahut manusia. Kondisi ini dapat terjadi apabila manusia dapat mencapai Fana¶ dengan menghilangkan sifat-sifat kemanusiaan yang dimilikinya sehingga yang tersisa hanyalah sifat-sifat ketuhanannya. dan bukanlah yang Maha Benar itu Aku. lebur manunggal di alam Ketuhanan. Kaum Sufi yang mempunyai faham ini kelihatannya merasa takut untuk membicarakan Ittihad. Munculnya istilah seperti ini disebabkan oleh rasa cinta yang berlimpah. Pada saat seorang Sufi telah mencapai hancurnya perasaan atau kesadaran tentang adanya tubuh kasar manusia dalam arti tidak disadarinya maka yang akan tinggal hanyalah wujud rohaninya dan ketika itulah ia dapat bersatu dengan Tuhan. Saat itulah terjadi penyatuan antara yang mencintai dan yang dicintai. Hal ini terlihat dari ungkapan syairnya: ³Aku adalah Rahasia Tuhan Yang Maha Benar. Dalam kajian Tasawuf. Penghancuran diri ini dalam Tasawuf disebut Fana¶. Dalam istilah Sufi ungkapan-ungkapan seperti ini disebut Syatahat. . Dalam keadaan Hulul seorang Sufi dapat mengeluarkan kata-kata yang aneh dalam pendengaran awam. Hulul berarti suatu keadaan (hal) yang dicapai seorang Sufi ketika aspek an-nasut (sifat kemanusiaan) Allah bersatu dengan aspek al-Lahut (sifat ketuhanan) yang ada pada manusia. Dalam kondisi Ittihad seperti inilah satu sama lain dapat memanggil Ya Ana (wahai aku). Meskipun yang terlihat hanya satu wujud pada hakekatnya terdapat dua wujud yang berbeda. maka akupun hidup´. dan akupun hidup««. hingga aku hancur.Para ulama Syari¶at dalam Islam memandang konsep ini bertentangan dengan Islam. Faham tersebut tersimpul dalam kata-katanya: ³Aku tahu pada Tuhan melalui diriku. ia tak akan dapat bersatu dengan Tuhan. bedakanlah antara kami atau aku dan Dia Yang Maha Benar´. Oleh karena itu sebagaimana diketahui al-Hallaj mati dibunuh karena mempunyai faham Hulul dan seperti di Jawa Syekh Siti Jenar juga mengalami hal serupa. melainkan unsur an-nasut Allah yang sedang mengambil tempat bersatu dengan unsur al-lahut al-Hallaj. kemudian Ia membuat aku gila pada-Nya. Selanjutnya ia pun mengungkapkan: ³Ia membuat aku gila pada diriku sehingga aku mati.Aku berkata: Gila pada diriku adalah kehancuran dan gila pada-Mu adalah kelanjutan hidup´. Ittihad adalah satu tingkatan dalam Tasawuf ketika seorang Sufi telah merasa dirinya bersatu dengan Tuhan. Karena itulah uraian tentang hal ini hanya dijumpai dalam karangan-karangan modern dan tulisan-tulisan para Orientalis. Hulul merupakan salah satu bentuk kebersatuan antara Allah dan manusia. sedangkan dalam Ittihad roh manusia naik (Mi¶raj). Adapun Hulul berarti menempati atau mengambil tempat. seperti yang diucapkan oleh alHallaj: ³Ana al-Haqq (Aku adalah Yang Maha Benar)´. Abu Yazid alBustamilah (W. Aku hanya satu dari yang benar. Sementara Abu Yazid al-Bustami telah melewati tingkat tersebut dan mencapai Fana¶ dan Baqa¶ seterusnya Ittihad. kemudian aku tahu pada-Nya melalui diri-Nya. Dalam Hulul proses kemanunggalan Allah dan manusia itu adalah Allah turun mengisi dan memasuki serta mengambil tempat pada tubuh-tubuh manusia yang Ia pilih. Dalam Tasawuf. Bukan pula pada Zat Allah. Penghancuran diri dalam Fana¶ ini senantiasa diiringi dengan Baqa¶ yang berarti tetap atau terus hidup. 874 M) yang dipandang sebagai Sufi pertama yang memunculkan faham Fana¶ dan Baqa¶. sebenarnyalah yang mengeluarkan kata-kata tersebut bukan roh al-Hallaj. Fana¶ dan Baqa¶ merupakan dua sisi mata uang atau kembar dua sebagaimana penjelasan Sufi ³Jika kejahilan (kebodohan) seseorang hilang yang akan tinggal ialah pengetahuan´. bersatu dengan Tuhan. Menurut faham Hulul al-Hallaj. Sebagaimana dijelaskan oleh Harun Nasution bahwa sebelum seorang Sufi dapat bersatu dengan Tuhan ia harus lebih dahulu menghancurkan dirinya. yaitu selama ia masih sadar akan dirinya.

Ajaran tarekat Syatariyah segera menyebar ke Cirebon dan Tegal. muncul aliran Wahdatul Wujud. Pengertian tajjali berarti kebenaran yang diperlihatkan Allah melalui penyinaran atau penurunan ² di mana konsep ini lahir dari suatu ajaran dalam filsafat yang disebut monisme.MARTABAT TUJUH Martabat 7. para sufi menggunakan jalan yang bermacam-macam. Simuh dalam Mistik Islam Kejawen Raden Ngabehi Ranggawarsita. kota kecil di Spanyol pada 17 Ramadhan 560 H atau 28 Juli 1165 M adalah salah seorang tokoh utamanya pada zamannya. Allah Ta¶ala. perbedaan yang kita lihat hanya pada rupa atau ragam dari hakikat yang Esa. dan ke-insan-kamil-an. ³Konsep ajaran martabat tujuh mengenai penciptaan alam manusia melalui tajjalinya Tuhan sebanyak tujuh tingkatan jelas tidak bersumber dari Al Qur¶an. Dan apabila ke-Ilahi-an telah menjelma di badan dirinya. melainkan kehendak Allah. salah seorang tokoh sufi kelahitan Gujarat («1629M). maka tidaklah kehendak dirinya yang berlaku. berasal dari tidak ada menjadi ada. beliau mengajukan konsep Martabat Tujuh sebagai sarana penelaahan tentang hubungan manusia dengan Tuhannya. kitab Tuhfah. pada akhir abad ke-8. Islam mengajarkan tentang proses Tuhan dalam penciptaan makhluknya dengan Alijad Minal Adam. Sejarah mencatat. Pada hakikatnya. tidak ada perbedaan antara wujud qadim dengan wujud baru yang disebut dengan makhluk. Baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Tuhan Seru Sekalian Alam. Yaitu suatu faham yang memandang bahwa alam semesta beserta manusia adalah aspek lahir dari satu hakikat tunggal. Menurut Muhammad Ibn Fadillah. Dr. sehingga tercipta alam semesta dengan segala isinya. Faham wahdatul wujud mencapai puncaknya pada akhir abad ke-12. Allah yang menjadikan sesuatu dan Dialah a¶in dari segala sesuatu. Pengaruh Abdul Rauf berkembang melalui penyebaran ajaran tarekat Syatariyah yang disebarkan oleh Abdul Muhyi (murid Abdul Rauf) di tanah Priangan. Muhyidin Ibn Arabi. terutama berkembang ke Tanah India yang dipelopori oleh Muhammad Ibn Fadillah. . Wujud alam adalah a¶in wujud Allah. Faham ini kemudian berkembang ke luar jazirah Arab. Sebab alam beserta manusia merupakan aspek lahir dari suatu hakikat batin yang tunggal.´ Selanjutnya. Di mana faham ini muncul dan berkembang berdasarkan perenungan fakir filsafat dan zaud (perasaan) tasauf.´ Sedangkan Buya Hamka mengemukakan bahwa faham Wahddatul Al-Wujud yang melahirkan ajaran Martabat Tujuh muncul karena tak dibedakan atau dipisahkan antara asyik dengan masyuknya. Lebih lanjut ditambahkan. Sedangkan awal perkembangannya. Suatu Studi Terhadap Serat Wirid Hidayat Jati menyatakan. suatu faham tentang segala wujud yang pada dasarnya bersumber satu. Sebab dalam Islam tak dikenal konsep bertajjali. Allah Ta¶ala. konsep martabat tujuh di Jawa dimulai sesudah keruntuhan Majapahit dan digantikan dengan kerajaan Demak Bintara yang menguasai Pulau Jawa. Suluk Sujinah dan Serat Wirid Hidayat Jati Dalam mencari ridhoNya. Allah yang bersifat gaib bisa dikenal sesudah bertajjali melalui tujuh martabat atau sebanyak tujuh tingkatan. terjadinya alam semesta. kecintaan dan tapa brata. Dalam bukunya yang berjudul Fusus al-Hikam yang ditulis pada 627 H atau 1229 M tersurat dengan jelas uraian tentang faham Pantheisme (seluruh kosmos adalah Tuhan). dengan melalui kearifan. Dengan kata lain. Syamsudin Pasai («-1630) dan Abdul Rauf (1617-1690). Allah adalah hakikat alam. seorang sufi kelahiran Murcia. ³Ajaran Syamsudin Pasai dan Abdul Rauf kelihatan besar pengaruhnya dalam perkembangan kepustakaan Islam Kejawen. Di dalam karangannya. Dari Tegal muncul gubahan Serat Tuhfah dalam bahasa Jawa dengan sekar macapat yang ditulis sekitar tahun 1680. ajaran martabat tujuh di Jawa berasal dari konsep martabat tujuh yang berkembang di Tanah Aceh ² terutama yang dikembangkan oleh Hamzah Fansuri.

Ajsam. kesatuan dalam kejamakan secara terperinci dan batas-batasnya) dan Insan Kamil (bentuk kesempurnaan manusia). Sedangkan Tasbeh bermakna Tuhan Maha Suci dan Tunggal. Disebut juga Al-Tanazzulat li µl-Dhat (dari alam kegelapan menuju alam terang). al-Lahut (alam ketuhanan). Ghayb al Ghuyub (gaib dari segala yang gaib). Tuhan menampakkan DiriNya setelah bertajjali dalam tujuh di mana ketujuh tingkatan tersebut dibagi dalam dua wujud. Serat Wiirid Hidayat Jati Sajaratul Yakin tumbuh dalam alam adam makdum yang sunyi senyap azali abadi. atau al-Ama (tingkatan yang tidak diketahui). Dan berikut adalah nukilan dari terjemahan tingkat pertama yang disebut Martabat Ahadiyah dalam Suluk Sujinah dan Serat Wirid Hidayat Jati. Malakut. Martabat Wahdah (kesatuan yang mengandung kejamakan secara ijmal keseluruhan). Alam Mitsal (kesatuan dalam kejamakan secara ijmal). Hanya Allah yang mengetahui diri-Nya dan keesaan-Nya. Dalam alam ahadiyah dimulai dengan aksara La dan bersemayam ila. bahwa tajjalinya Allah Ta¶ala yang pertama adalah dalam alam Uluhiyah. Ketiga adalah Tahlil. al-Dhat al-Mutlaq (zat kemutlakan). yang asih pada makhluknya. Tak berbentuk badan atau wujud lainnya. Hakikat-Nya. diawali dengan kegaiban. Keesaan-Nya agung.Tahlil berarti tak bermula dan tak berakhir. Di dalam Suluk Sujinah. Ahadiyah Martabat pertama adalah Martabat Ahadiyah yang diungkapkan sebagai Martabat Lata¶ayyun. Kedua bernama Maslub. Suluk Sujinah Ada pengetahuan perihal tingkatan dalam kehidupan manusia. Simuh pun kembali menambahkan. Zat yang membawa pengetahuan tentang Diri-Nya. begitu pun malaikat-Nya dan nabi-Nya. Makiyyah al-Makiyyah (inti dari segala zat). yang diceritakan dengan ajalollah dan dikenal dengan sebutan martabat tujuh. Martabat Akadiyah disebut juga dengan Sarikul Adham. Sedangkan aspek lahir terdiri Alam Arwah (alam nyawa dalam wujud jamak). Dalam alam Ahadiyah keragaman dan kejamakan tersebut tidak dapat dipertentangkan dengan gagasan metafisis tentang tahapan atau tingkatan eksistensi. Buya Hamka mengutip dari karya Ibnu Arabi yang berjudul Al-Futuhat alMakkiya fi Marifa Asrar al-Malakiya (589 H atau 1201 M). artinya pohon kehidupan yang berada dalam ruang hampa yang sunyi senyap selamanya. al-Sirf (alam keutamaan). Tuhan tak mendua atau bertiga.Dr. al-Dhat (alam zat). dalam kesempurnaan-Nya. tingkat pertama disebut dengan alam Ahadiyah. . Yakni tiga aspek batin dan empat aspek lahir. al-Bath (alam murni). Allah dalam tingkatan ini berada pada kondisi al-Kamal. Itulah kekosongan pertama dari empat bentuk kekosongan. yang menjadi wahana alam Ahadiyah. Majhul al N¶at (zat yang tak dapat disifati). Mitsal. dan bukan obyek dari pengetahuan khusus mana pun dan karena itu tidak dapat dicapai oleh makhluk apa pun. Arwah dan Insan Kamil ² di mana yang dimaksud dengan alam Uluhiyah adalah alam yang terjadi dengan perintah Allah tanpa perantara. Wujud al-Mahad (wujud yang mutlak). Zat yang pasti terdahulu. Martabat Pertama. Keadaannya kosong namun dasarnya ada. Tak ada Pangeran lain kecuali Allah yang disembah dan dipuja. dalam ajaran martabat tujuh. kemudian dari alam Uluhiyah mengalir alam Jabarut. Kunh al-Dhat (asal terbuntuknya zat). yaitu zat atma. Firmannya adalah diri-Nya sendiri. yaitu. Tapi dalam martabat ini belum berkehendak. adalah hakikat Zat Mutlak yang qadim. dan tanpa membeberkan tentang kenyataan (fisik). Alam Ajsam (alam segala tubuh. belum ada sesuatu pun. Maslub bermakna belum adanya bentuk atau wujud roh atau jiwa. al-Bayad al-Mutlaq (kesucian yang mutlak). yaitu alam tentang tingkat keesaan-Nya. Awal dari segala awal. ³Tiga aspek batin terdiri dari Martabat Ahadiyah (kesatuan mutlak). Dalam keesaan-Nya tak ada sesuatu pun yang menguasai dan mengetahui kecuali diri-Nya. Menanggapi hal ini. keesaan-Nya adalah tempat berkumpulnya seluruh keragaman dan tenggelam atau lenyap dalam kesatuan-Nya. dan keempat Tasbeh. dan Martabat Wahadiyah (kesatuan dalam kejamakan secara terperinci dan batas-batas setiap sesuatu).

Perbedaan sifat pun ada dalam kesatuan-Nya. Sebab awalnya adalah Ada dalam ketiadaan. Dalam kalimah Syahadah yang diucapkan dengan niat bulat dan mengakui bahwa Allah berkuasa sendirian. Jika memperhatikan tatanan ontologis. Tuhan tak dapat diindrawi. Tiada penguasa yang wajib disembah selain Allah. yaitu. Zat yang Maha Suci. Yaitu penegasan tiada Tuhan yang pantas menjadi penguasa selain Allah yang Esa. tidak menghendaki pertolongan dari siapa pun. Di dalam derajat ini. Allah dalam keadaan yang tak berujud. tingkat ketiadaan-Nya yang ada. Dengan demikian. Pengertian kedua. adanya pengakuan rasul Allah. nabi. Allah tak dapat digambarkan atau dilukiskan oleh siapa pun. La dan illa menunjukan pada asal segala sesuatu yaitu dalam ketiadaan-Nya. dan tak ada makhluk-makhluk lainnya yang mendahului. alam Ahadiyah terbagi dalam empat tingkatan. Allah belum menguraikan atau menciptakan sesuatu. Sedang pada Serat Wirid Hidayat Jati. Allah berada dalam kondisi Ghayb al-Ghuyub. Sebab Ia masih dalam kesendirian-Nya. La dan illa adalah dua kata yang manunggal. yaitu. keberadaan-Nya yang gaib. Allah adalah unsur yang pertama. artinya ada dalam Allah. Pertama. ia suci dan kaya. Ad-Nya pertama menjadi tabu bagi adanya yang kedua. Allah adalah Zat yang wajib disembah sebab Allah bersifat disembah. segala bentuk yang maujud ini pada hakikatnya sama sekali tidak ada. Sebab Allah tidak membeberkan tentang kenyataan yang fisik. Allah dalam tingkatan ini hanya mempunyai hubungan murni dalam hakikat dan tanpa bentuk. Tahlil pun bermakna suatu kondisi pemujaan Allah dengan pengucapan syahadat tentang persaksian akan keberadaan-Nya. Allah dalam keadaan Al-Ama. Tahap pertama dikenal dengan kata La yang bersemayam di dalam kata illa. Pengertian pertama mengacu pada keberadaan pada kekuasaan-Nya. Kedua adalah tiada Ma¶bud melainkan Allah dan ketiga tiada maujud melainkan Allah. Ketiga pengertian tersebut di atas adalah suatu kesatuan yang tak dapat dikaji secara terpisah. Tingkatan ini berintikan kalimat Subhhanallah. Pengetian La dan illa dalam masyarakat sufi memiliki tiga makna. Dalam sifat adam-Nya.Dalam tingkatan ini. Sedangkan pengertian ketiga. Sebab Zat-Nya adalah wujud yang pertama dan tak berakhir. karena setiap realitas-realitas hanya merupakan refleksi dari realitas-realitas Allah. Selanjutnya. Dan ketiadaan-Nya adalah hakikat yang tak terlukiskan dan tak dapat dimengerti oleh siapa pun. kalau yang ada ini semuanya dikatakan ada. di samping itu. diri-Nya Ada. Jadi. Kalimah Syahadah adalah kalimat yang wajib bagi pemeluk Islam. hakikat-Nya tak dapat dipahami. tingkat empat adalah Ahadiyah Tasbih. yang tak dapat dideteksi oleh manusia atau para wali. Tuhan dalam alam pertama disebut juga al-Unsur Adam. Selanjutnya. Sedangkan pengertian illa juga menunjukan pada kembali sesuatu dalam kesatuan-Nya yang bersifat keabadian. Yaitu Nabi Muhammad sebagai utusan-Nya. Hakikatnya di luar segala perumpamaan dan citraan yang memungkinkan. Zat-Nya adalah substansi universal dan hakikat-Nya yang tak dapat dipahami. Diri-Nya adalah unsur yang terdahulu yang bersifat agung. bahkan para malaikat terdekat-Nya. . yaitu. bila diterapkan La dan illa akan mengisyaratkan pemisahan antara ada Ilahi dan para makhluknya. Yaitu sebagai lambang pohon kehidupan yang dalam bahasa Jawa disebut dengan Kajeng Sejati dan memiki makna pengertian tentang kehidupan atau hayyu. adalah tiada Tuhan melainkan Allah. tingkatan kedua dari alam Ahadiyah adalah Nafi Uslub. Pengertian Tahlil berarti kondisi Tuhan yang bermakna La illa illaha. maha suci Allah dan mengingatkan serta menunjukan seluruh keyakinan untuk selalu mempersucikan-Nya. yang bermakna kemahaluasan Allah. Sedang tingkatan yang ketiga dalam alam Ahadiyah adalah Tahlil. Sementara. tingkatan yang tak dapat diketahui. Sebab. Allah adalah awal segala yang berwujud. semua sifat umum kumpul melebur di dalam diri-Nya. artinya. Dalam ketiadaan-Nya. di mana intinya adalah pengakuan akan adanya Allah yang menjadi pemimpin kehidupan. Inilah konsep dasar dari Widhatul al-Wujud. Yang ada hanyalah Allah. ajaran pertamanya dikenal dengan sebutan Sajaratul Yakin.

Zat-Nya adalah terdahulu. yaitu. Sebab sifat al-Hayat adalah qadim dan azali. Zat-Nya tak ada dalam penguraian. Dan Syajaratul Yakin tercipta dalam alam kesunyian yang bersifat qadim dan azali. Syajaratul yakin afdalah awal sifat-Nya. Namun bermakna belum terciptanya alam. iradat. Sebab Allah adalah Kunh al-Dhat. Pohon kayu tersebut dikenal dengan Syajaratul Yakin. Ia merupakan hakikat zat mutlak dan qadim. Timbulnya pengetahuan (al-ilm) menciptakan atau mengalirnya kehendak (iradat). Dan ketiga sifat-Nya adalah kekal. kecuali tajjali-Nya yang pertama dalam bentuk Syajaratul Yakin. hakikat atma atau hidup adalah mutlak yang qadim. Zat ruh-Nya sesungguhnya adalah zat yang bersifat esa. inti dari segala zat yang ada di kemudian hari. asalnya zat terbentuk. Atma-Nya belum tersifati. muncul ilmu (pengetahuan). Dan Allah adalah zat pertama dan sumber dari hidup itu sendiri. Al-Hayat dalam segala martabat-Nya menjadi pangkal bagi segala macam kenyataan yang lahir dan kekal. Ruh-Nya adalah subyek absolut. Dalam pohon kehidupan sifat-Nya yang menonjol adalah tentang hidup ² hidup (al-Hayat) adalah sifat wajib yang ada pada Diri-Nya. dan firman-Nya. Yaitu.Hayyu berarti atma. baqa. kondisi wujud yang utama. karena adanya ruh atau hayyu (al-Hayat). asal zat dari segala zat yang bersifat abadi. karena hidup atau hayyu atau atma adalah subyek yang absolut. Sedangkan pengertian qadim dan azali adalah wujud dari sifat-Nya yang terawal dan tak berakhir. Diri-Nya adalah kekal bersamaan dengan kekalnya zat kehidupan. Zat-Nya yang al-Hayat adalah sumber munculnya perkara-perkara sifat wajib-Nya. Pengertian sunyi di sini bukan bermakna tak adanya sesuatu. Imam Abdurahman menuliskan. Sebab Allah bersifat Makiyyah al Makiyyah. jiwa atau ruh. Ruh itulah sejatinya Tuhan Yang Mahasuci. Artinya. . yaitu. Segala penguraian-Nya adalah bersifat negatif. Keduanya adalah ada dalam kemanunggalan. di mana benda yang termasuk subyek individu hanyalah obyektivisasi-obyektivisasi ilusi. pada awal permulaan Allah menciptakan sebatang pohon kayu bercabang empat. Di dalam kitabnya Daqiqul Akbar. maka. kalam dan baqa. Dalam Sajaratul Yakin Allah adalah Wujud al-Sirf. tak ada sesuatu pun yang mendahului dan tak ada akhir karena masa. maka. namun ruh-Nya adalah al-Lahut (bersifat keilahi-an). Atmanya adalah esa dari yang tak teruraikan dan diuraikan. ilmu.

Yakni tiga aspek batin dan empat aspek lahir. Pengaruh Abdul Rauf berkembang melalui penyebaran ajaran tarekat Syatariyah yang disebarkan oleh Abdul Muhyi (murid Abdul Rauf) di tanah Priangan. Ajaran tarekat Syatariyah segera menyebar ke Cirebon dan Tegal. Pada hakikatnya. perbedaan yang kita lihat hanya pada rupa atau ragam dari hakikat yang Esa. Tuhan Seru Sekalian Alam. Dengan kata lain. Di mana faham ini muncul dan berkembang berdasarkan perenungan fakir filsafat dan zaud (perasaan) tasauf. Dalam bukunya yang berjudul Fusus al-Hikam yang ditulis pada 627 H atau 1229 M tersurat dengan jelas uraian tentang faham Pantheisme (seluruh kosmos adalah Tuhan). ³Ajaran Syamsudin Pasai dan Abdul Rauf kelihatan besar pengaruhnya dalam perkembangan kepustakaan Islam Kejawen. salah seorang tokoh sufi kelahitan Gujarat («1629M). Syamsudin Pasai («-1630) dan Abdul Rauf (1617-1690). Dari Tegal muncul gubahan Serat Tuhfah dalam bahasa Jawa dengan sekar macapat yang ditulis sekitar tahun 1680. Sebab dalam Islam tak dikenal konsep bertajjali. Allah adalah hakikat alam. ³Konsep ajaran martabat tujuh mengenai penciptaan alam manusia melalui tajjalinya Tuhan sebanyak tujuh tingkatan jelas tidak bersumber dari Al Qur¶an. berasal dari tidak ada menjadi ada. maka tidaklah kehendak dirinya yang berlaku. (2) Martabat Wahdah (kesatuan yang mengandung kejamakan secara ijmal keseluruhan). ajaran martabat tujuh di Jawa berasal dari konsep martabat tujuh yang berkembang di Tanah Aceh ² terutama yang dikembangkan oleh Hamzah Fansuri.´ Sedangkan Buya Hamka mengemukakan bahwa faham Wahddatul Al-Wujud yang melahirkan ajaran Martabat Tujuh muncul karena tak dibedakan atau dipisahkan antara asyik dengan masyuknya. dalam ajaran martabat tujuh. Islam mengajarkan tentang proses Tuhan dalam penciptaan makhluknya dengan Alijad Minal Adam. beliau mengajukan konsep Martabat Tujuh sebagai sarana penelaahan tentang hubungan manusia dengan Tuhannya. terutama berkembang ke Tanah India yang dipelopori oleh Muhammad Ibn Fadillah. Muhyidin Ibn Arabi. Dan apabila ke-Ilahi-an telah menjelma di badan dirinya. Faham wahdatul wujud mencapai puncaknya pada akhir abad ke-12.seorang sufi kelahiran Murcia. Wujud alam adalah a¶in wujud Allah. Lebih lanjut ditambahkan. tidak ada perbedaan antara wujud qadim dengan wujud baru yang disebut dengan makhluk.WAHDATUL WUJUD Sejarah mencatat. Dr. melainkan kehendak Allah. Sebab alam beserta manusia merupakan aspek lahir dari suatu hakikat batin yang tunggal. Simuh pun kembali menambahkan. Sedangkan awal perkembangannya. Allah yang menjadikan sesuatu dan Dialah a¶in dari segala sesuatu. Yaitu suatu faham yang memandang bahwa alam semesta beserta manusia adalah aspek lahir dari satu hakikat tunggal. muncul aliran Wahdatul Wujud. Allah yang bersifat gaib bisa dikenal sesudah bertajjali melalui tujuh martabat atau sebanyak tujuh tingkatan. pada akhir abad ke-8. Di dalam karangannya. Tuhan menampakkan DiriNya setelah bertajjali dalam tujuh di mana ketujuh tingkatan tersebut dibagi dalam dua wujud. dan keinsankamilan. Allah Ta¶ala. Simuh dalam Mistik Islam Kejawen Raden Ngabehi Ranggawarsita.´ Selanjutnya. dan (3) Martabat Wahadiyah (kesatuan dalam kejamakan secara terperinci dan batas-batas setiap sesuatu). kitab Tuhfah. Menurut Muhammad Ibn Fadillah. . Pengertian tajjali berarti kebenaran yang diperlihatkan Allah melalui penyinaran atau penurunan ² di mana konsep ini lahir dari suatu ajaran dalam filsafat yang disebut monisme. Allah Ta¶ala. suatu faham tentang segala wujud yang pada dasarnya bersumber satu. Suatu Studi Terhadap Serat Wirid Hidayat Jati menyatakan. konsep martabat tujuh di Jawa dimulai sesudah keruntuhan Majapahit dan digantikan dengan kerajaan Demak Bintara yang menguasai Pulau Jawa. sehingga tercipta alam semesta dengan segala isinya. kota kecil di Spanyol pada 17 Ramadhan 560 H atau 28 Juli 1165 M adalah salah seorang tokoh utamanya pada zamannya. Dr. terjadinya alam semesta. ³Tiga aspek batin terdiri dari (1) Martabat Ahadiyah (kesatuan mutlak). Faham ini kemudian berkembang ke luar jazirah Arab.

Tuhan tak dapat diindrawi. yang diceritakan dengan ajalollah dan dikenal dengan sebutan martabat tujuh. Allah belum . dan bukan obyek dari pengetahuan khusus mana pun dan karena itu tidak dapat dicapai oleh makhluk apa pun. Mitsal. Awal dari segala awal. Itulah kekosongan pertama dari empat bentuk kekosongan. dan tanpa membeberkan tentang kenyataan (fisik). Arwah dan Insan Kamil ² di mana yang dimaksud dengan alam Uluhiyah adalah alam yang terjadi dengan perintah Allah tanpa perantara. Firmannya adalah diri-Nya sendiri. Malakut. al-Sirf (alam keutamaan). keesaan-Nya adalah tempat berkumpulnya seluruh keragaman dan tenggelam atau lenyap dalam kesatuan-Nya. Serat Wiirid Hidayat Jati Sajaratul Yakin tumbuh dalam alam adam makdum yang sunyi senyap azali abadi. Dalam alam Ahadiyah keragaman dan kejamakan tersebut tidak dapat dipertentangkan dengan gagasan metafisis tentang tahapan atau tingkatan eksistensi. Makiyyah al-Makiyyah (inti dari segala zat). Maslub bermakna belum adanya bentuk atau wujud roh atau jiwa. Ghayb al Ghuyub (gaib dari segala yang gaib). al-Bath (alam murni). yaitu. diawali dengan kegaiban. al-Bayad al-Mutlaq (kesucian yang mutlak). kesatuan dalam kejamakan secara terperinci dan batas-batasnya) dan (7) Insan Kamil (bentuk kesempurnaan manusia). Allah dalam keadaan yang tak berujud. Keadaannya kosong namun dasarnya ada. atau al-Ama (tingkatan yang tidak diketahui). yang menjadi wahana alam Ahadiyah. Buya Hamka mengutip dari karya Ibnu Arabi yang berjudul Al-Futuhat alMakkiya fi Marifa Asrar al-Malakiya (589 H atau 1201 M). Kedua bernama Maslub. al-Dhat al-Mutlaq (zat kemutlakan). yaitu alam tentang tingkat keesaan-Nya. Ketiga adalah Tahlil. dan keempat Tasbeh. Ahadiyah Martabat pertama adalah Martabat Ahadiyah yang diungkapkan sebagai Martabat Lata¶ayyun. Hakikat-Nya. bahwa tajjalinya Allah Ta¶ala yang pertama adalah dalam alam Uluhiyah. Dalam tingkatan ini. Hanya Allah yang mengetahui diri-Nya dan keesaan-Nya. Sedangkan Tasbeh bermakna Tuhan Maha Suci dan Tunggal. (6) Alam Ajsam (alam segala tubuh. belum ada sesuatu pun. Sebab Ia masih dalam kesendirian-Nya.Dalam alam ahadiyah dimulai dengan aksara La dan bersemayam ila. Martabat Pertama. Dan berikut adalah nukilan dari terjemahan tingkat pertama yang disebut Martabat Ahadiyah dalam Suluk Sujinah dan Serat Wirid Hidayat Jati. Keesaan-Nya agung. bahkan para malaikat terdekat-Nya. Di dalam Suluk Sujinah. (5) Alam Mitsal (kesatuan dalam kejamakan secara ijmal). yang asih pada makhluknya. begitu pun malaikat-Nya dan nabi-Nya. Dalam keesaan-Nya tak ada sesuatu pun yang menguasai dan mengetahui kecuali diri-Nya. yaitu zat atma. yaitu. Suluk Sujinah Ada pengetahuan perihal tingkatan dalam kehidupan manusia. Wujud al-Mahad (wujud yang mutlak). Tuhan tak mendua atau bertiga. Disebut juga Al-Tanazzulat li µl-Dhat (dari alam kegelapan menuju alam terang). Allah berada dalam kondisi Ghayb al-Ghuyub. Sebab Allah tidak membeberkan tentang kenyataan yang fisik. Zat yang pasti terdahulu.Sedangkan aspek lahir terdiri (4) Alam Arwah (alam nyawa dalam wujud jamak). dalam kesempurnaan-Nya. Tapi dalam martabat ini belum berkehendak. Kunh al-Dhat (asal terbuntuknya zat). Allah dalam tingkatan ini berada pada kondisi al-Kamal. al-Dhat (alam zat). Ajsam. tingkat pertama disebut dengan alam Ahadiyah. Majhul al N¶at (zat yang tak dapat disifati). yang tak dapat dideteksi oleh manusia atau para wali. keberadaan-Nya yang gaib. Tak ada Pangeran lain kecuali Allah yang disembah dan dipuja. Martabat Akadiyah disebut juga dengan Sarikul Adham. artinya pohon kehidupan yang berada dalam ruang hampa yang sunyi senyap selamanya. Menanggapi hal ini. adalah hakikat Zat Mutlak yang qadim. Tak berbentuk badan atau wujud lainnya.Tahlil berarti tak bermula dan tak berakhir. al-Lahut (alam ketuhanan). kemudian dari alam Uluhiyah mengalir alam Jabarut. Zat yang membawa pengetahuan tentang Diri-Nya. nabi.

Tingkatan ini berintikan kalimat Subhhanallah. Inilah konsep dasar dari Widhatul al-Wujud. Yaitu sebagai lambang pohon kehidupan yang dalam bahasa Jawa disebut dengan Kajeng Sejati dan memiki makna pengertian tentang kehidupan atau hayyu. Kalimah Syahadah adalah kalimat yang wajib bagi pemeluk Islam. tingkat empat adalah Ahadiyah Tasbih. Di dalam derajat ini. Hayyu berarti atma. Ia merupakan hakikat zat mutlak dan qadim. ajaran pertamanya dikenal dengan sebutan Sajaratul Yakin. tingkatan kedua dari alam Ahadiyah adalah Nafi Uslub. jiwa atau ruh. adalah tiada Tuhan melainkan Allah. Allah tak dapat digambarkan atau dilukiskan oleh siapa pun. alam Ahadiyah terbagi dalam empat tingkatan. Tuhan dalam alam pertama disebut juga al-Unsur Adam. Zat yang Maha Suci. Yaitu penegasan tiada Tuhan yang pantas menjadi penguasa selain Allah yang Esa. La dan illa adalah dua kata yang manunggal. Dalam ketiadaan-Nya. Tiada penguasa yang wajib disembah selain Allah. Allah dalam tingkatan ini hanya mempunyai hubungan murni dalam hakikat dan tanpa bentuk. Dalam sifat adam-Nya. tingkatan yang tak dapat diketahui. Allah dalam keadaan Al-Ama. Selanjutnya. Atma-Nya belum tersifati. hakikat-Nya tak dapat dipahami. semua sifat umum kumpul melebur di dalam diri-Nya. Segala penguraian-Nya adalah bersifat negatif. Sedang tingkatan yang ketiga dalam alam Ahadiyah adalah Tahlil. artinya. yaitu. Yaitu Nabi Muhammad sebagai utusan-Nya. karena setiap realitas-realitas hanya merupakan refleksi dari realitas-realitas Allah. Ketiga pengertian tersebut di atas adalah suatu kesatuan yang tak dapat dikaji secara terpisah. Zat ruh-Nya sesungguhnya adalah zat yang bersifat esa. Pertama. Zat-Nya adalah substansi universal dan hakikat-Nya yang tak dapat dipahami. Selanjutnya. Pengertian kedua. Sebab Zat-Nya adalah wujud yang pertama dan tak berakhir. Perbedaan sifat pun ada dalam kesatuan-Nya. diri-Nya Ada. Allah adalah unsur yang pertama. maha suci Allah dan mengingatkan serta menunjukan seluruh keyakinan untuk selalu mempersucikan-Nya. Sementara. artinya ada dalam Allah. Ruh itulah sejatinya Tuhan Yang Mahasuci. bila diterapkan La dan illa akan mengisyaratkan pemisahan antara ada Ilahi dan para makhluknya. di samping itu. di mana intinya adalah pengakuan akan adanya Allah yang menjadi pemimpin kehidupan. La dan illa menunjukan pada asal segala sesuatu yaitu dalam ketiadaan-Nya. Ad-Nya pertama menjadi tabu bagi adanya yang kedua. di mana benda yang termasuk subyek individu . Atmanya adalah esa dari yang tak teruraikan dan diuraikan. Allah adalah awal segala yang berwujud. ia suci dan kaya. tidak menghendaki pertolongan dari siapa pun. namun ruh-Nya adalah al-Lahut (bersifat ke-ilahian). Diri-Nya adalah unsur yang terdahulu yang bersifat agung. Dalam Sajaratul Yakin Allah adalah Wujud al-Sirf. Sebab Allah bersifat Makiyyah al Makiyyah. kalau yang ada ini semuanya dikatakan ada.menguraikan atau menciptakan sesuatu. Dengan demikian. Sedangkan pengertian ketiga. yaitu. Pengertian pertama mengacu pada keberadaan pada kekuasaan-Nya. segala bentuk yang maujud ini pada hakikatnya sama sekali tidak ada. Allah adalah Zat yang wajib disembah sebab Allah bersifat disembah. Pengetian La dan illa dalam masyarakat sufi memiliki tiga makna. Sebab. Tahap pertama dikenal dengan kata La yang bersemayam di dalam kata illa. Zat-Nya tak ada dalam penguraian. Jadi. tingkat ketiadaan-Nya yang ada. Kedua adalah tiada Ma¶bud melainkan Allah dan ketiga tiada maujud melainkan Allah. Tahlil pun bermakna suatu kondisi pemujaan Allah dengan pengucapan syahadat tentang persaksian akan keberadaan-Nya. yang bermakna kemahaluasan Allah. Sedang pada Serat Wirid Hidayat Jati. Hakikatnya di luar segala perumpamaan dan citraan yang memungkinkan. yaitu. inti dari segala zat yang ada di kemudian hari. kondisi wujud yang utama. Dan ketiadaan-Nya adalah hakikat yang tak terlukiskan dan tak dapat dimengerti oleh siapa pun. Ruh-Nya adalah subyek absolut. Yang ada hanyalah Allah. Sebab awalnya adalah Ada dalam ketiadaan. Sedangkan pengertian illa juga menunjukan pada kembali sesuatu dalam kesatuan-Nya yang bersifat keabadian. adanya pengakuan rasul Allah. Dalam kalimah Syahadah yang diucapkan dengan niat bulat dan mengakui bahwa Allah berkuasa sendirian. Jika memperhatikan tatanan ontologis. yaitu. asal zat dari segala zat yang bersifat abadi. dan tak ada makhluk-makhluk lainnya yang mendahului. Pengertian Tahlil berarti kondisi Tuhan yang bermakna La illa illaha.

Yaitu. dan firman-Nya. Namun bermakna belum terciptanya alam. Imam Abdurahman menuliskan. Timbulnya pengetahuan (al-ilm) menciptakan atau mengalirnya kehendak (iradat). maka. Sebab Allah adalah Kunh al-Dhat. Dalam pohon kehidupan sifat-Nya yang menonjol adalah tentang hidup ² hidup (al-Hayat) adalah sifat wajib yang ada pada Diri-Nya. Artinya. Di dalam kitabnya Daqiqul Akbar. karena adanya ruh atau hayyu (al-Hayat). hakikat atma atau hidup adalah mutlak yang qadim. kalam dan baqa. Dan ketiga sifat-Nya adalah kekal. . tak ada sesuatu pun yang mendahului dan tak ada akhir karena masa. Zat-Nya yang al-Hayat adalah sumber munculnya perkara-perkara sifat wajib-Nya. pada awal permulaan Allah menciptakan sebatang pohon kayu bercabang empat. ilmu. Zat-Nya adalah terdahulu. maka. Pengertian sunyi di sini bukan bermakna tak adanya sesuatu. Al-Hayat dalam segala martabat-Nya menjadi pangkal bagi segala macam kenyataan yang lahir dan kekal. baqa. iradat. Sedangkan pengertian qadim dan azali adalah wujud dari sifat-Nya yang terawal dan tak berakhir. Diri-Nya adalah kekal bersamaan dengan kekalnya zat kehidupan. muncul ilmu (pengetahuan). karena hidup atau hayyu atau atma adalah subyek yang absolut. Pohon kayu tersebut dikenal dengan Syajaratul Yakin. Keduanya adalah ada dalam kemanunggalan. Sebab sifat al-Hayat adalah qadim dan azali. kecuali tajjali-Nya yang pertama dalam bentuk Syajaratul Yakin. Dan Syajaratul Yakin tercipta dalam alam kesunyian yang bersifat qadim dan azali. Dan Allah adalah zat pertama dan sumber dari hidup itu sendiri.hanyalah obyektivisasi-obyektivisasi ilusi. Syajaratul yakin afdalah awal sifat-Nya. asalnya zat terbentuk.

sebagaimana yang ditegaskan firman Allah swt dalam hadis qudsi berikut ini: ³Aku ibarat harta yang terpendam. yaitu ma¶rifat. sedangkan keimanan ini mustahil dicapai tanpa landasannya. ³.PENGETAHUAN MAKRIFAT Landasan utama kesempurnaan setiap individu ataupun suatu komunitas terletak pada kualitas ma¶rifat (pengetahuan) dan pola fikir mereka.. ketakwaan tidak mungkin didapati kecuali dengan ilmu dan ma¶rifat. Jum¶ah : 2).s. dengan menukil riwayat dari kakek beliau. Di samping itu. Allah swt dalam al-Quran menjelaskan bahwa salah satu fungsi diutusnya rasul adalah untuk meningkatkan kualitas keilmuan dan pola fikir manusia. siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya« ³ Ayat ini menunjukkan bahwa Allah swt lebih menekankan amal yang terbaik. Penciptaan makhluk yang ada di alam semesta ini. Imam Ali Zaenal Abidin a. menafsirkan kata ³al-Ibadah´ yang tercantum dalam ayat ³Tidaklah Kucipta-kan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku´ (Q. Jelas bahwa amal terbaik adalah amal yang dilandasi dengan ma¶rifat.S. khususnya manusia yang memiliki berbagai potensi. maka Aku senang untuk diketahui. Semakin tinggi derajat ma¶rifat seseorang. Sebagai contoh. riwayat ini sama sekali tidak bertentangan dengan ayat yang mengatakan. Maka. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu . Jika pelaku tidak melandasi perbuatannya dengan pengetahuan atau ma¶rifat. Dalam pandangan Islam. penekanan Islam dalam pengutamaan kualitas ibadah dibanding kuantitasnya sangat mencolok. Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi ilmu dan pengetahuan. bersabda. sehingga ia dikategorikan sebagai paling mulianya ibadah. meskipun perbuatan itu secara lahiriah nampak remeh.´ Di sisi lain.s. perbuatannya itu tidak bernilai sama sekali. kemuliaan manusia yang dinilai dengan ketakwaannya. hadis yang berbunyi.´ (Q. Ringkasnya. Tentu saja. Dengan kata lain. juga dinilai dengan sumber ketakwaannya tersebut. Imam Ja¶far Shadiq a. Al-Hujurat : 13) karena kalau ditelusuri lebih dalam lagi kita akan ketahui bahwa ketakwaan diperoleh berkat amal saleh dan amal saleh sendiri tidak akan lahir kecuali dari sumber keimanan. Kesempurnaan tersebut tidak mungkin terealisasi secara utuh tanpa didukung kualitas pengetahuan yang tinggi. kualitas sebuah perbuatan bisa diukur dari tingkat ma¶rifat si pelakunya. ³Wahai para manusia! Sesung-guhnya Allah swt tidak menciptakan hamba-hamba-Nya kecuali untuk mengenal (ber-ma¶rifat) kepada-Nya´ (Biharul Anwar). Kuciptakan makhluk agar diriku diketahui´ (Bihar al-Anwar). Oleh karena itu. Pesan Islam tentang pentingnya peningkatan intelektual dan keilmuan akan banyak kita dapati di berbagai rujukan tradisional yang tidak terhitung jumlahnya.. adalah untuk ber-ma¶rifat kepada Allah yang merupakan tujuan utama penciptaan.´ (Q.s. semakin tinggi pula kualitas perbuatannya. seperti yang kita amati dari ayat 2 surat Al-Mulk: ³« supaya Dia menguji kamu. maka ia jauh lebih baik dari pada ibadah tersebut.S. yaitu ma¶rifat. ´ .: ³Tafakur sesaat lebih utama dibanding ibadah tiga puluh tahun. betapa besar perhatian dan penekanan ajaran Islam terhadap nilai ilmu dan ma¶rifat.dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah .´ Sedemikian tinggi nilai ma¶rifat di mata Islam. Imam Abu Ja¶far a.S Al-hujarat : 13). . bukan yang terbanyak. yang jika dibandingkan dengan ibadah sekian puluh tahun lamanya dan tanpa didasari ilmu dan ma¶rifat. tingkat kualitas suatu tindakan ditentukan sesuai dengan derajat ma¶rifat pelakunya. sebagaimana yang ditegaskan dalam riwayat ³Tidurnya orang alim adalah ibadah. ³Wahai anakku! Ketahuilah bahwasanya derajat syiah (pengikut) kita akan sesuai dengan kadar ma¶rifat mereka karena aku pernah melihat di dalam ³Kitab Ali´ (Mushaf Ali) tertulis bahwa nilai kesempurnaan seseorang ditentukan oleh kadar ma¶rifat-nya´ (Ma¶ani al-Akhbar). bersabda.

dilihat dari sisi definisi. ³Wahai Tu-hanku. Bertolak dari prinsip tauhid3 muncullah keyakinan-keyakinan. Kata ini berarti mengikuti ucapan seseorang tanpa landasan argumen. jika kita lihat hubungan keduanya. padahal kita tahu bahwa kesempurnaan jiwa mustahil dicapai tanpa ibadah. maka kita akan dapat menilai eratnya hubungan itu. seperti adanya tujuan-tujuan pasti yang tak pernah sia-sia di balik penciptaan alam semesta ini. Maka. Tentu saja.Jelas. sebelum ajal mencengkeram mereka. karena keyakinan tidak mungkin muncul tanpa landasan ilmu dan argumen. suatu keniscayaan bagi Allah swt Zat yang Maha adil dan Maha tahu akan setiap gerak perilaku makhluk-Nya. diriku takkan pernah mengetahui-Mu sebagaimana mestinya. Maka. sementara kita tidak melakukan ibadah kepada-Nya. mereka hidup sebagai hedonis yang selalu berlomba untuk mencari segala bentuk kenikmatan duniawi dan menganggapnya sebagai kesempurnaan sejati yang harus dicari oleh setiap orang. setiap manusia harus meyakini keberadaan Allah swt dengan berbagai konsekuensi ketuhanan-Nya. dan mungkinkah kita merasa sudah mengenal Zat Mahasempurna. sekaligus menjadi dasar keyakinan. kendati Dia pun tidak menggugurkan kewajibannya untuk mengenal diri-Nya´ (Nahjul Balaghah). dan nilai-nilai moral seseorang akan terus berubah seiring dengan perubahan situasi dan kondisi dunia dengan berbagai atributnya.S. sehingga standar etika mereka adalah segala hal yang berkaitan dengan prinsip materialisme dan hedonisme.´ Maka. bagaimana mungkin sesuatu yang terbatas (makhluk) dapat mengetahui dan menjangkau zat yang tidak terbatas (al-Khaliq) dari berbagai sisi-Nya. Al-Mu¶minun : 115) Oleh karena itu. dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?´ (Q. Oleh karena itu. khususnya ma¶rifatullah. taqlid tidak dikategorikan sebagai ilmu.s. Maka. Kita bisa bandingkan mereka yang meyakini pandangan dunia Ilahi dengan mereka yang menganut pandangan dunia materialis. Oleh sebab itu. untuk menjadikan suatu alam selain alam dunia ini sebagai tempat pertanggung-jawaban atas setiap perbuatan manusia selama masa hidupnya di dunia. dalam Nahjul Balaghah membuka khutbah pertamanya dengan ucapan. ³Awal agama adalah mengenal-Nya. Islam melarang taqlid dalam masalah ini. termasuk penciptaan manusia. Berbeda dengan pandangan agama samawi. ³Allah swt tidak menyingkapkan hakikat sifat-Nya kepada akal. Namun. yang dimiliki oleh setiap individu ataupun suatu komunitas sangat berpengaruh pada perilaku moral dalam kehidupan mereka sehari-hari. yang selayaknya disembah dan harus kita tuju untuk kesempurnaan jiwa kita. tidak ada sesuatu yang lebih sakral dibanding kenikmatan hidup ini. sebagaimana firman Allah SWT. Imam Ali a. khususnya mazhab Ahlul Bayt. Sehubungan dengan ma¶rifatullah dalam pandangan Islam. Ia tidak akan mencapai suatu keyakinan tanpa pengetahuan. karena bagaimana mungkin kita akan beribadah kepada Zat yang tidak kita kenal. Kelompok kedua ini menganggap bahwa kehidupan manusia tidak memiliki kepastian dan kejelasan tujuan yang harus ditempuh. . Lawan ma¶rifat adalah taqlid. berbudi luhur maupun tercela. Setiap ilmu dan ma¶rifat. sebagaimana yang dibuktikan oleh akal. rasul sebagai makhluk yang paling sempurna pernah bersabda dalam penggalan munajatnya. ibadah berbeda dengan ma¶rifat. Ia sama sekali tidak akan meniscayakan keyakinan. zalim maupun adil. Menurut mereka. anggapan yang bermuara dari keyakinan bahwa kebermulaan alam ini dari shudfah (kebetulan). ketika anggapan-anggapan tersebut menjadi dasar pengetahuan.s. Imam Ali a. kematian menurut mereka bukanlah akhir dari kehidupan. ia lebih merupakan gerbang awal dari kehidupan abadi. khususnya Islam. manusia tidak mungkin ber-ma¶rifat dan mengenal Zat Allah SWT haqqu ma¶rifatih (secara utuh dan sempurna). awal yang harus diraih seorang hamba dalam berma¶rifat adalah pengetahuan tentang penciptanya yang melahirkan suatu keyakinan. pernah menegaskan. Sebaliknya. ³Apakah engkau menyangka bahwa telah kami ciptakan dirimu (manusia) dengan kesia-siaan. sehingga mereka melihat bahwa kematian merupakan titik akhir dari kehidupan dan manusia menjadi tiada hanya dengan kematian.³ Hal ini tidak berarti kita bebas dari kewajiban mengenalnya. Kematian itu akan menghadang setiap orang tanpa pandang bulu. Karena.

yaitu mendekatkan diri kepada-Nya. Allamah Thabatha¶i r. juga niat yang tulus dari yang tercemar oleh syirik atau bisikan setan. sehingga jika kita dapati kebaikan dan keindahan di alam fana ini. tidak akan menambah (cepat sampai tujuan). mencintai apa yang dicintai kekasihnya dan seterusnya. keyakinan yang benar dari yang salah. ³Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan.. memperdaya dan menipu dengan berbagai angan dan khayalan. itu semua perlu usaha optimal. karena kesempurnaan Ilahi tidak teratas. Allah swt berfirman dalam surat Al-Jatsiah ayat 23. Bukankah Allah swt berfirman. Semakin cepat ia bergerak. Semakin bertambah kualitas dan kuantitas manisfestasi sifat-sifat kesempurnaan Ilahi dalam diri asyiq (seorang pecinta Tuhan). Karena. suluk seorang hamba tidak akan bisa terwujud. dalam tafsir al-Mizan dalam mengomentari ayat di atas menjelaskan bahwa pertemuan ilmu ±tentang jalan yang harus ditempuh± dengan kesesatan bukan suatu kemustahilan. bersabda. sementara ia menempuh jalan yang tidak diridhai. padahal hati mereka sungguh meyakini kebenarannya´ (anNaml:14). tanpa pengetahuan yang maksimal. kita selalu dianjurkan berniat untuk taqarrub. baik berupa pengetahuan yang bersifat teoritis ataupun aplikatif nyata. Demikian pula yang dialami oleh pecinta Ilahi. berupa hijab (tabir-tabir penghalang) yang harus ia singkirkan untuk sampai pada tujuan yang dia rindukan. maka ia selalu berusaha untuk melupakan dan menjauhkan diri dari apa yang ia benci. Seperti yang telah kita ketahui ilmu tanpa amal ibarat pohon tak berbuah. Hal inilah yang selalu dianjurkan oleh Rasul dalam sabda beliau: ³Berakhlaklah dengan akhlak Allah. atau bahkan tidak ada sama sekali. para salik akan melalui banyak rintangan. bagaimana mungkin seorang hamba yang rindu bertemu dengan kekasih sejatinya dan mendapatkan keridhoan-Nya.a. Oleh sebab itu. sekaligus berhasil menjauhkan diri dari berbagai sifat yang harus dijauhkan dari sifat-sifat Allah swt. Sedangkan penyesatan yang dilakukan oleh Allah swt terhadap orang yang berilmu tadi.Sebagaimana telah kita ketahui bahwa hanya Allah swt satu-satunya Zat yang Mutlak dari berbagai sifat kesempurnaan. niscaya ia semakin dekat dengan ma¶syuq-nya (kekasih). begitu pula sebaliknya. karena pengetahuan yang minim menyebabkan kerancuan memilah baik dari buruk. Ilmu tidak akan memberi manfaat apapun bila tidak diamalkan.´ Ayat ini menjelaskan bahwa ilmu tidak menjamin orang untuk mendapatkan hidayah (petunjuk). ia akan selalu jauh dari penciptanya. Imam Shadiq a.´ (Ushul al-Kafi) Kegagalan perjalanan seorang hamba dalam mencapai tujuannya disebabkan oleh bekal pengetahuan yang tidak cukup.´ Dalam konteks ibadah sehari-hari. maka itu merupakan bentuk manifestasi penjelmaan) kebaikan dan keindahan-Nya. hanya karena ketaatan mereka kepada hawa nafsu dan ketidaksesuaian amal mereka dengan pengetahuannya. Jika manifestasi itu minim dan pudar. . Begitu juga jika ia membenci sesuatu. ³Seorang pelaku perbuatan tanpa landasan pengetahuan ibarat berjalan di luar jalur yang akan ditempuh. tapi merupakan tingkat manifestasi sifat-sifat Ilahi pada diri hamba tersebut. Berbicara tentang penyerupaan sudah menjadi hal yang wajar bagi seseorang mencintai sesuatu. Taqarub di sini mengisyaratkan pada tasyabbuh (penyerupaan diri dengan sifat-sifatNya). Bekal ilmu seorang salik yang terbatas akan menjauhkan diri dari tujuannya.s. Ia akan selalu berusaha untuk melakukan hal-hal yang mengingatkan dirinya kepada kekasihnya seperti. bahkan dibenci oleh sang kekasih. Yang dimaksud dengan ³manusia sempurna´ adalah suatu derajat di mana manusia telah mampu mencapai bentuk penjelmaan sifat-sifat Ilahi dalam dirinya. akan tetapi malah semakin menjauh (dari tujuan). sementara manusia diliputi oleh berbagai macam keterbatasan. ³Maka pernahkan kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. sehingga menerjang apa yang harus dihindari dan meninggalkan apa yang harus dilakukan. Untuk sampai dan bertemu dengan Tuhannya. meniru gaya hidup. Maka. perjalanan untuk liqa¶ (bertemu) dengan Allah swt pun tidak berbatas. Perlu ditekankan bahwa jauh-dekatnya seorang hamba kepada Tuhannya bukan berupa jarak materi.

S. Al-jum¶ah : 2). selain diperlukannya ma¶rifat sebagai pondasinya. Al-furqan : 43). Dalam kehidupannya. sehingga ia lebih mengedepankan maslahat semu di depan matanya dibanding maslahat jangka panjang yang hakiki. namun jika tidak. ³Terangkan kepadaku tentang orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. terkadang manusia melupakan apa yang disebut dengan maslahat universal yang harus ia raih.´ (Q. Tazkiyah inilah sebagai pilar utama dari tegaknya bangunan kesem-purnaan jiwa manusia. menyucikan mereka dan mengajarkannya . ³. dalam menuju kesempurnaan abadi dan maslahat hakiki. juga tarbiyah yang dalam bahasa al-Quran disebut tazkiyah (penyucian diri) sebagai salah satu fungsi diutusnya rasul.´ (Q.Yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka.. Dalam meraih hal semu tersebut tak jarang ia menggunakan dengan cara-cara yang bertentangan dengan perintah Allah dan lebih mengikuti hawa nafsunya.S. RAHAYU«« y . maka kesesatan akan menimpanya walaupun ia berilmu.Tidak ada konsekuensi antara ilmu dan hidayah atau antara kejahilan dan kesesatan. petunjuk (hidayah) merupakan penjelmaan ilmu di mana si empunya (alim) selalu komitmen dengan ilmunya. Akan tetapi. Oleh karena itu.

Dari pelbagai peristiwa itu. dan kedua ia malah akan berputus asa. sejak dulu sektor ekonomi merupakan sarana yang penting bagi keberlangsungan suatu umat. Karena itu di dalam Alqur¶an dikatakan. kata isrâ secara harfiah selalu diterjemahkan dengan ³perjalanan di malam hari´. Nah dari situ kita tahu. Jadi isrⶠdi sini bisa berarti ³proses pencarian yang akan melepaskan diri seseorang dari kegelapan hidup´. Nah. maka Allah sendiri yang mengajarinya cara hidup. Jadi hidup memang harus dituntun oleh sebuah misi. orang itu akan bangkit. Yang sudah ada dalam fakta sejarah waktu itu adalah Kakbah. Dalam bahasa sekarang: embargo ekonomi. Kasus ini berbeda dengan orang yang tidak memiliki misi dan visi dalam hidup. yaitu ³Ia dituntun oleh Yang Mahakuat´. Red) ketika menerima wahyu pertama kali. Hanya saja. Sementara soal mikraj tercantum di dalam surah an-Najm. yang disebut mikraj dapat diartikan sebagai ³posisi yang dicapai seorang hamba dalam proses mendekatkan dirinya kepada Tuhan. tapi sambutan mereka tidak menguntungkan. belum lagi terwujud secara fisik. kata isrⶠitu sendiri. sehingga tersingkap baginya semua rahasia kehidupan´. Di tengah berbagai tekanan itulah Allah membuka jalan bagi Nabi supaya perjuangannya berhasil. dia akan menghadapi dua kemungkinan. pada masa itu Nabi telah coba mendatangi orang-orang Thaif. dan masjidil aqsha di situ adalah yang berada di Yerussalem. Kalimat `allamahu syadîdul quwâ di situ diidentifikasi sebagai Jibril. Sebelum tahun ke-10 kenabian. Nabi baru saja terbebas dari boikot orang-orang kafir Quraisy. Kata ³Yang Mahakuat´ itu bisa bermakna Allah sendiri. Dengan tafsir begini. Padahal artinya lebih umum. serta sudah pula mengamalkan iqra¶ (merenungkan hidup. Dari ayat 13 sudah dijelaskan bahwa Nabi semakin dekat dan bertambah dekat dengan Tuhan. isra mikraj bukan sekadar rekreasi. Jadi pengertian masjidil haram di situ sebenarnya lebih bisa dipahami secara makrifat. Apakah tekanan-tekanan psikologis dalam hidup itu sendiri yang membuat spiritualitas atau kedekatan Nabi dengan Tuhan begitu tak berjarak? Tidak harus begitu. Apa makna isra dan mikraj bagi perjuangan Nabi Muhammad dalam membangun masyarakat yang beliau idamkan? Bisa digambarkan suasana psikologis Nabi Muhammad sebelum isra mikraj? Kalau kembali ke Sirah Nabi. pada kasus Nabi yang sedari awal sudah punya visi. Karena begitu seseorang berada dalam himpitan hidup. Ketika Nabi begitu dekat. yang menerangkan bahwa sosok yang mengajarkan Alqur¶an itu adalah Allah sendiri. Jadi yang mengajari Nabi Muhammad di situ adalah sosok Yang Makakuat atau Allah. Dan keterangan itu selaras dengan ayat lain di surah ar-Rahman. bukan masjidil haram. Jadi dalam konteks ini. tafsiran yang ada selama ini secara umum menegaskan bahwa yang datang untuk mengajarkan Nabi itu adalah malaikat Jibril. Memang. telah menyiapkan diri. Padahal. Selama ini. Pertama. sebelum isra mikraj itu telah terjadi berbagai peristiwa yang sangat menegangkan atau memberatkan secara psikologis bagi kehidupan Nabi. bahkan jarak kedekatannya ibarat dua busur panah atau kurang. dari masjidil haram menuju masjidil aqsha yang telah telah diberkati sekelilingnya. ³Maha suci Tuhan yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam. Kata sâriyah yang satu dasar kata dengan isrⶠberarti pencarian. Dan secara .DIALOQ Isra mikraj merupakan fase yang cukup menentukan dalam sejarah kerasulan Nabi Muhammad. Nabi terinspirasi untuk mencari lahan baru guna mengembangkan nilai-nilai Islam. himpitan hidup justru mendorongnya untuk semakin taqarrub atau mendekatkan diri pada Allah. Seperti apa boikot masa itu? Boikot ekonomi. Tapi mengapa proses pencarian itu harus melewati Yerussalem? Apa artinya? Sebenarnya tidak ada petunjuk harfiah dalam Alquran yang menerangkan bahwa masjidil haram yang dimaksud adalah yang ada di Mekah.´ Itulah ayat yang berkenaan dengan isra. Kata masjid ketika ayat itu turun. kalau dirujuk ke kata dasar Arabnya bisa bermakna ³sebuah pencarian´. bukan harfiah.

dan alam pikirannya. Jadi makna isrⶠmikraj itu bagian dari teladan. Konon. Kalau pikiran kita hanya dipenuhi kekeruhan. Bagaimana proses utuk sampai pada Kebenaran itu kalau berteladan dari kisah isra mikraj? Kalau kita berteladan dari perjalanan Nabi untuk meraih kebenaran. bukan hanya kisah. Berarti Anda tidak terlalu tertarik dengan polemik apakah isra mikraj itu terjadi dengan jasad atau jiwa saja. Sebab istilah mi`râj berasal dari kata `araja yang berarti naik atau meninggi. dengan ruh saja. Lalu kenapa dibawa ke masjidil aqsha? Supaya beliau dapat memahami berkat Tuhan yang ada di sekelilingnya. Padahal. Yang penting bagi saya adalah makna apa yang bisa kita terapkan di dalam hidup ini dari teladan kisah itu. atau proses pensucian diri. Makanya di redaksi ayat itu disebut masjidil haram. di mana saja kita berada. Tuhan itu Kebenaran yang Nyata. keresahan. Artinya. kita bisa sampai dan menjejekkan kaki di alam yang sudah tidak terlampaui lagi oleh makhluk-makhluk Tuhan lainnya. masjid yang pertama dibangun Nabi adalah Masjid Quba¶ setelah beliau hijrah ke Madinah. Anda menyebut Tuhan sebagai Kebenaran yang Nyata. selama ini isra¶ mikraj itu hanya kita kenang sebagai kisah yang hanya dialami secara pribadi oleh Nabi Muhammad. tempat di mana Jibril sendiri tidak bisa menempuhnya. Nabi sempat bertatap muka dengan Tuhan di sidratul muntahâ. kata masjid itu bisa berarti ³setiap lahan dan setiap jengkal tanah yang bisa digunakan untuk bersujud´. Ini artinya. Jadi. bukan bangga. atau dengan keduanya (jasadan wa rûan)? Bagi saya tidak terlalu penting apakah isra mikraj itu berkaitan dengan jasad. Kita tahu. Namun. di dalam Alquran surah an-Nûr dikatakan bahwa Allah itu al-Haqqul Mubîn. kita pandang. lalu dadanya dibelah dan hatinya dibersihkan. Nah. Artinya. kita harus bisa isra. tentu tak gampang mengenali Kebenaran yang Nyata itu. perilaku. Apa yang bisa diteladani dari kisah itu? Pertama-tama. kita harus bisa ber-takhallî.´ Jadi. Kalau di masyarakat banyak kemiskinan. kita dituntut untuk naik peringkat dalam soal kecerdasan dan spiritualitas. Lalu dari situ kita berangkat menuju tempat persujudan yang lebih jauh. dan kerusuhan yang ada dalam masyarakat. atau menyingkirkan halhal negatif yang ada dalam diri kita. kriminalitas. atau dengan keduanya. Namun supaya orang bisa bersujud sedalam-dalamnya²sebagai makna simbolik masjidil aqsha²seseorang harus berangkat dari masjidil haram. apa-apa yang dialami Nabi itu adalah teladan mulia. kita perlu selidiki lebih lanjut apa yang dimaksud dengan keberangkatan nabi dari masjidil haram ke masjidil aqsha di dalam ayat itu. karena di situ kita akan naik. Tahapan ini dilambangkan lewat proses dibersihkannya hati Nabi. Jadi Dia tidak sekadar ghaib. Misalnya dalam kisah itu digambarkan bahwa setelah mikraj. bukan semata-mata dalam keyakinan Ia ada. Jadi apa makna masjidil haram dan masjidil aqsha di situ? Karena masjidil haram dan masjidil aqsha secara fisikal belum ada. kita harus bisa tetap bersujud pada Tuhan. Makna masjidil aqsha di situ secara umum bermakna masjid yang amat jauh. Makanya. Dari situ kita bisa bertatap muka dan berdialog langsung dengan Yang Mahamutlak. Artinya. kita tidak akan bisa isrâ¶. Tuhan itu sebenarnya kebenaran (al-Haq) yang nyata atau al-mubîn. Kita harus prihatin. dan . atau setiap jengkal tanah dapat dijadikan tempat bersujud. sentimen dan kedengkian. Makanya ada istilah kullu ardlin masjidun. secara bahasa. sebagaimana dikatakan Alquran: ³Laqad kâna lakum fî rasûlilLâh uswatun asanah. Dari situ saya menangkap bahwa hakikat spiritualitas kemanusiaan itu melampaui spiritualitas malaikat yang selama kita anggap paling tinggi sekalipun. Jadi dari spiritualitas itu. sebelum itu Nabi pernah didatangi Jibril. pertama-tama kita harus prihatin terhadap segenap keburukan.urutan sejarah. sebuah perjalanan untuk keluar dari kegelapan haruslah lebih dahulu terbebas dari segala macam perilaku haram lewat pensucian diri. tapi juga dalam bentuk Eksistensi yang bisa kita tatap.

Kalau hanya prihatin. atau yang telah dihayati´. Tujuan lain salat kalau merujuk Alquran adalah untuk berzikir kepada Allah. Untuk mencapai tujuan itu.lain sebagainya. menjaga kemaluan. pasti tidak ada aspek jelas yang dituju. jangan heran kalau Allah juga pernah menyebut orang-orang yang salat bisa celaka. kita sudah sampai pada posisi yang sangat enak. Jadi isi menghindar dari yang keji dan mungkar itubanyak sekali. yaitu salat kita sehari-hari. Kalau seseorang tidak pernah mikraj. salat hanya dimaknai mengerjakan salat itu sendiri lengkap dengan rukun-rukunnya. Setelah mampu memperjuangkan itu. Nabi terus diminta hijrah. tahun-tahun kesedihan. ada juga mikraj kecil atau ashghar. Dalam bahasa ringkasnya. Jadi isra. kata Allah. lalu jihad. salah pula memaknai jihad. Apa memang seperti itu proses pembangunan masyarakat? . Nabi langsung melaksanakan tindak sosial. tapi juga menegakkannya. Apa komentar Anda tentang kisah populer soal perundingan alot Nabi menyangkut jumlah salat? Sebenarnya kita tidak boleh telalu terpancing soal detail dialog itu. Makanya. Tapi zikir di situ tidak boleh juga dimaknai sekadar mengingat. perlu upaya tersendiri. Kalau sekadar mengerjakan salat. Mungkin yang perlu ditanya: mengapa perundingan itu begitu alotnya? Kita tahu. wa aqîmus shalât lidzikrî. Jadi. sidratul muntahâ itu bukan tempat di mana manusia bisa menjalankan misi hidup. mencegah yang keji lagi munkar. Anda menyebut rangkai peristiwa yang beruntun. Selama ini kita salah memaknai hijrah. Dengan semata-mata menjalankan salat. upaya untuk menyantuni orang-orang lemah bersemi. dan jihad itu bergandengan. Red). akan menjauhkan dirinya dari Tuhan. anak kecil pun bisa melakukannya. Konsekuensi ³menegakkan salat´ itu termasuk menyantuni fakir miskin. dan sebagainya. Kesalahan kita selama ini. Apa maknanya? Itu artinya. Perenungan itu bertujuan untuk melakukan peninjauan ulang atas kenyataan hidup. Namun. mikraj. hijrah. kita belum merealisasikan kebenaran.´ Setelah Nabi menerima perintah salat sebagai upaya mencapai ketinggian spiritualitas. Setelah datang lagi ke bumi. Kalau hanya mengerjakan. Jadi. kita harus prihatin. tujuan pokok salat sebagaimana disebutkan Alquran adalah untuk mencegah kehidupan yang penuh kekejian dan kemungkaran. Dan setelah peristiwa mikraj. salat itu medium umat Islam untuk mikraj. Makanya dalam hadis dikatakan: ³Orang yang rajin salat tetapi tidak mampu menjauhkan diri dari perbuatan keji dan munkar. ketika kita sudah sampai di sidratul muntahâ. Fa wailun lil mushallîn atau celakalah orang-orang yang mengerjakan salat. Posisi itu tidak akan dicapai segenap makhluk lain kecuali manusia. ia kembali turun ke bumi. mengupayakan perdamaian. Jadi kata ³mengingat´ di sini bisa bermakna ³mengingat kebenaran yang sudah dirasakan. Jadi. kita tidak hanya diminta menjalankan salat. ia diminta berjihad. Red). anak yatim. itulah pertanda bahwa hati kita akan semakin mantap menatap kebenaran. Dari situlah keprihatinan timbul. hijrah itu adalah buah dari mikraj. Kita seharusnya melihat fungsi salatnya saja. atau meningkatkan spiritualitas? Betul. Tampaknya. Berangkat dari kondisi itulah kita bisa membersihkan diri. selain ada mikraj besar atau akbar. jauh sebelum isra mikraj. belum mengamalkan apa yang perlu. kemudian merancang proses hijrah (transformasi sosial. orang tidak otomatis terhindar dari perbuatan keji dan munkar. Jadi kita disuruh memperhatikan orangorang lemah. dan lain sebagainya. anak yatim yang kurang mendapat kasih sayang. fase-fase itu berlangsung lewat tuntunan spiritual dari Tuhan langsung. isra mikraj. maka tidak akan ada tahapan hijrah. Ayat-ayat Alquran yang awal-awal banyak sekali yang berbicara soal itu. Makanya ada hadis yang berbunyi ´as-shalâtu mi`râjul mu¶minîn´ (salat itu adalah mikrajnya kaum beriman. ditatap. Nabi sudah membiasakan diri ber-tahannuts atau merenung di Gua Hira¶. hijrah dari satu keadaan ke keadaan lain. Artinya. Jadi. pertama-tama kita harus melakukan cek dan ricek atas kenyataan hidup. Setelah hijrah. Jadi kedua hal itu berurutan. Makanya ada proses nuzûl atau turun ke bumi dalam kisah Nabi. semua itu disebut tanhâ `anil fahsyâ¶i wal munkar. Kalau hanya mengingat kata-kata (lafaz Allah) saja. Di dalam Alquran soal itu sudah disebutkan panjang lebar.

Bagaimana menjelaskan perkecualian itu? Itu sangat terkait dengan persepsi kita tentang sukses. Jadi. Sebab. ada saja orang sukses tanpa menapaki proses-proses spiritual. Dengan begitu. Di saat batin telah tenang itulah kita baru bisa melihat persoalan dengan jernih. seseorang akan mengalami ketenangan batin yang luar biasa. dan para rasul-Nya. kita tidak bisa menyebutnya sukses. tidak akan terjadi kemajuan transformasi sosial. kita tentu akan menghadapi persoalan sebanyak yang pernah dihadapi nabinabi sebelumnya. tapimerupakan bagian pokok dari kehidupan. Jadi itu merupakan suatu struktur yang telah berurut. Apa arti kisah simbolik itu? Sebagai umat Nabi terakhir yang sudah mempelajari persoalan umat nabinabi sebelumnya. Kalau kita mau jadi seorang profesor. banyak orang kaya yang malah putus asa. kita bisa mengambil hikmah. Dengan mengimani semua rasul. tapi juga perlu kerja keras. yaitu perjumpaan para nabi lain dengan Nabi Muhammad. Jadi ringkasnya apa makna isra¶ mikraj untuk kita saat ini? Di dalam kisah isra mikraj ada satu pesan yang maha tinggi nilainya. Red). para malaikat-Nya. semua itu sebenarnya baru bisa dibeber setelah manusia itu pernah mikraj. Salah satu pesan penting isra¶ mikraj juga adalah agar kita bisa mengambil hikmah dari ajaran berbagai rasul sebelum Nabi Muhammad. Konon Nabi Muhammad menjadi imam salat mereka. Dia malah putus asa dan banyak minum obat tidur. Sebab setelah mikraj. kitab-kitab-Nya. spiritualitas bukan hanya selalu perlu. kita bisa bertindak lebih arif. Kalau itu yang jadi ukuran. Kalau ingin kaya.Ya. tidak akan ada orang kaya yang ingin bunuh diri. keahlian. kita harus betul-betul sekolah. Apa sih yang disebut sukses? Kita tidak bisa menilai sukses hanya ketika seseorang telah mendapat segebok materi. Nah. Karena itu kita diperintahkan untuk beriman bukan hanya pada seorang Rasul (Nabi Muhamad saja). Alhamdu lillahi Rabbil Alamin AWALUDDIN MA RIFATULLAH . berupaya mencapai tahapan-tahapannya. dan punya strategi. Tapi kenyataannya. Kenyataannya. Jadi kalau hanya melihat ukuran materi. Suatu masyarakat tidak akan bisa melakukan suatu perjalanan tanpa rambu atau marka jalan yang hendak dituju. Kita tahu bagaimana kondisi Elvis Presley ketika dia berada di puncak ketenarannya. Kalau semua itu tidak dibeberkan lebih dahulu. modal finansial saja tidak akan memadai. orang sukses tentu tak perlu putus asa. tapi µâmantu bilLâhi wa malâikatihi wa kutubihi wa rusulihi (beriman kepada Allah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful