Anda di halaman 1dari 15

TOPIK 5

REAKSI OKSIDASI DAN REDUKSI

Pendahuluan
Bila sebagian dari substrat atau molekul oksigen, melepaskan hidrogen
atau elektron, dikatakan substrat itu mengalami oksidasi substrat. Sebaliknya
bila sebagian substrat menerima elektron, hidrogen atau melepaskan oksigen,
dikatakan mengalami reduksi. Bila substrat direduksi, berarti zat pereduksinya
mengalami oksidasi. Jadi reduksi dan oksidasi terjadi dalam waktu yang
bersamaan.
Contoh reaksi reduksi oksidasi skala industri yaitu reaksi reduksi D-
glukosa menjadi D-glusitol, kemudian dilanjutkan reaksi oksidasi spesifik
karbon-C2 D-glusitol oleh Acetobacter suboxydans menghasilkan vitamin C
(asam L-askorbat).

Tujuannya setelah mempelajari topik ini mahasiswa dapat:


a. Menggunakan konsep stereokimia pada reaksi oksidasi dan reduksi.
b. Menuliskan transformasi reaksi oksidasi dan reduksi pada senyawa
organik.
203
A. Reaksi Oksidasi
Oksidasi Alkohol
Alkohol primer dioksidasi menjadi aldehida atau asam karboksilat. Oksidasi
sulit dihentikan pada tahap aldehida dan berlanjut ke asam karboksilat.

Untuk berhenti di aldehid digunakan Pyridinium Chloro Chromate (PCC). PCC


dibuat dari kromium trioksida dalam kondisi asam dalam pelarut organik seperti
metilen klorida (CH2Cl2), sehingga aldehida tidak dapat membentuk hidrat. Oleh
karena itu, oksidasi alkohol primer berhenti pada tahap aldehida.

1. Oksidasi Alkohol Primer menjadi Asam Karboksilat


Kalium permanganat (KMnO4) adalah reagen tipikal yang digunakan
untuk oksidasi alkohol primer menjadi asam karboksilat

204
Reaksi ini ditandai perubahan warna ungu dari MnO4- menjadi endapan
coklat MnO2.
Reagen lainnya yang bisa digunakan adalah reagen Jones, reaksinya:

Aldehid juga dapat dioksidasi secara selektif menggunakan perak (I)


oksida (Ag2O) dalam amonium berair hidroksida (pereaksi Tollen). Karena
keton tidak memiliki H pada karbonil karbon, mereka tidak mengalami reaksi
oksidasi ini.

2. Oksidasi alkohol sekunder menghasilkan keton


Banyak zat pengoksidasi yang dapat digunakan, termasuk asam kromat
(H2CrO4), KMnO4, atau reagen Jones (CrO3 dalam aseton).

Teknik alternatif juga telah tersedia. Sebagai contoh, kekuatan oksidan


meningkat melalui penggunaan asam asetat sebagai pelarut, dan kondisi yang lebih
lembut lagi dapat diperoleh dengan menggunakan kompleks kromium trioksida-
piridin (CrO3.2Py), (reagen Collins).

205
a. Metode Oppernauer
Alkohol sekunder dan keton berkesetimbangan dengan keton dan alkohol
sekunder yang sesuai oleh pemanasan di dalam adanya aluminium t-butoksida.
2R2CHOH + Al(O-tBu)3 (R2CHO)3Al + 3 tBu-OH

Metode ini spesifik untuk alkohol. Sebagai contoh, senyawa yang mengandung
ikatan C=C atau gugus fenolik.

3. Alkohol tersier tidak teroksidasi


Alkohol tersier tidak teroksidasi karena tidak memiliki hidrogen pada karbon
alkohol.

Oksidasi Glikol

Cis-1,2-glikol dapat dioksidasi oleh asam periodat atau timbal tetra asetat
sehingga diperoleh senyawa karbonil.

Epoksidasi
Alkena bereaksi dengan perok-
sida asam menghasilkan epoksida.
Gugus pendorong elektron di dalam alkena akan meningkatkan
reaktivitasnya (contoh: RCH=CHR ~ R2C=CH2 > RCH=CH2 > CH2=CH2),
Karakteristik reaksi ini adalah regioselektif terhadap ikatan rangkap yang lebih
kaya elektron.
206
Reaksi ini adalah stereospesifik untuk konversi alkena menjadi anti1,2-
dihidroksilasi dari ikatan rangkap.

Pembentukan diol
Ada dua metode untuk mengkonversi langsung alkena menjadi diol.
1. Osmiun tetraoksida. Adisi alkena ke OsO4 dalam eter membentuk ester siklik
osmat. Kemudian ester dihidrolisis menghasilkan cis-1,2-diol.

Reaksinya bersifat stereospesifik-syn, yaitu (1) pereaksi in i bereaksi dengan


ikatan rangkap yang lebih kaya elektron secara regioselektif; dan (2) menyerang
sistem siklik dari arah yang kurang terlindungi.
2. Kalium permanganat bereaksi dengan alkena

Reaksinya bersifat stereospesifik-syn.

Ozonolisis
Reaksi umum:

Mekanisme oksidasinya ialah adisi 1,3 pada ikatan rangkap, mula-mula terbentuk
ozonida kemudian mengalami penataan ulang menjadi ozonida yang lebih stabil.
Ozonida ditambahkan zat pereduksi untuk mengubah semua peroksida. 207
Solvolisis terhadap ozonida menghasilkan keton dan/atau asam,
tergantung pada reaksinya. Contohnya:

Oksidasi Cincin aromatik


Reaksi oksidasi ini menghasilkan pemecahan cincin atau pembentukan kuinon:
( 1 ) Menggunakan ozon akan menyebabkan pemecahan cincin.

Asam ftalat (88%)

(2) Menggunakan CrO3 dalam larutan asam asetat atau O2 dengan katalis V2O5.

B. Reaksi Reduksi
Reduksi Hidrogenasi katalitik
Reaksi tergantung pada pelarut, suhu, tekanan hidrogen dan katalis (Tabel 9).

208
Reaksi umum:

Tabel 7 Hidrogenasi katalitik

Grup fungsi Produk reduksi Keadaan katalis

R-COCl R-CHO Pd/BaSO4/H2


R-NO2 R-NH2 Pt/H2/EtOH
H H
R-CC-R’ C=C (cis) Pd/BaSO4/H2
R R
R-CHO R-CH2OH Pt/H2EtOH
R-CH=CHR’ R-CH2CH2-R’ Pd/C/H2; Pt/C/H2/EtOH
R-CO-R’ R-CH(OH)-R’ Pt/H2EtOH
R-CN R-CH2NH2 Ronei Ni/H2

Pt/H2/AcOH

Reduksi Logam Hidrida


Tetrahidrofuran (THF) dan diglim adalah pelarut digunakan mereduksi litium
borohidrida (LiBH4), litium aluminium hidrida [LiAlH4). Natrium borohidrida (NaBH4)
dapat direduksi di dalam air, metanol dan etanol.

Tabel 8 Reduksi dengan menggunakan LiAlH4 atau NaBH4

Katalis LiAlH4 Katalis NaBH4


Gugus fungsi Produk Produk
- CHO -CH2OH -CH2OH
- CO - -CH(OH)- -CH(OH)-
- COX -CH2OH -
- CH - C - -CH2-C(OH)- -
O
- CO2R -CH2OH + R-OH Sangat lambat
- CO2H or -CO2Li -CH2OH -CH2OH
- CONR2 -CH2NH2 or -CH2NR2 -CH2NH2
-C(OR)=N- -CH(OR)-NH- -CH(OR)-NH-
- CH2-NO2 - CH2-NH2 Tidak ada reaksi
- CH2X - CH3 Tidak ada reaksi

209
Reduksi aldehid atau keton dengan LiAlH4 dan NaBH4 mengakibatkan
terjadinya perpindahan sebuah anion hidrida setiap atom logam menuju ke atom
suatu atom logam menuju ke atom suatu karbon karbonil. Skema tipe reaksi ini
digambarkan berikut ini.

Mekanisme reaksinya:

NaBH4 dan LiAlH4 tidak mereduksi ikatan rangkap karbon-karbon terpencil, kecuali
C=C terkonyugasi dengan gugus karbonil.

Pada kasus ini gugus C=O tereduksi, tetapi C=C tidak (karena tidak terkonjugasi
dengan C=O).

Reduksi Clemensen
Reaksi ini mereduksi karbonil menjadi alkil untuk senyawa yang berada dalam
larutan yang bersifat asam. Reduksi senyawa aldehid atau keton menjadi metilen
dengan amalgam (Zn) seng.

210
Bagaimana mekanisme reaksi reduksi senyawa asetofenon menjadi etil benzena?

asetofenon etilbenzena
Mekanisme reaksi yang terjadi:

Contoh reaksi:

1. H2 O Zn/Hg, HCl
H3C C CH3CH2CH3
H2O
H

2. O H2
Zn/Hg, HCl
C C
H2O

Reduksi Wolff-Kishner
Reaksi ini mereduksi karbonil menjadi alkil untuk senyawa yang berada dalam
larutan yang bersifat basa.

211
Mekanisme reaksinya:

Contoh reaksi:
1. H2 O NH2-NH2 H2 H2 H2
H3C CH C C H3C CH C C C CH3
C2H5 OH-
CH3 CH3

2.

CH3 O CH3
H2 NH2-NH2 H2
3. H3C C C C - H3C C C CH3
OH
H
CH3 CH3

Reduksi Birch
Dalam reduksi birch, bila senyawa aromatik direaksikan dengan larutan alkali
(Na, Li) kemudian ditambahkan alkohol dalam amoniak cair, maka cincin
aromatiknya akan direduksi sebagian.

Logam litium dalam larutan etil amina juga menghasilkan reaksi transfer
elektron yang sama. Pada prosesnya terjadi reduksi 2 elektron, yang menyangkut
zat antara anion radikal dan proton dari alkohol menghasilkan diena non konjugasi.
Bila sebuah cincin aromatik yang mengikat substituen pemberi/penerima elektron
digunakan, maka hasil reduksinya berbeda, mekanisme reaksinya digambarkan:

212
Contoh reaksi:

CH2CH3 CH2CH3
Na, C2H5OH
CH2CH3 = EWG
NH3

CH2CH3 CH2CH3
Na, C2H5OH
CH2CH3 = EDG
NH3

Reduksi birch berguna untuk sintesis enon siklik atau vinil eter.

Reduksi Hofmann
Reaksi perubahan dari gugus amida menjadi gugus amina melalui reaksi dengan
brom (Br2) berkatalis basa NaOH. Mekanisme reaksinya:

213
Contoh reaksi lainnya:

1. CH3
N C2H5 CH3
NaOH
+ HN C2H5
H
2. C2H5NH2 CHCl3, NaOH C2H5NHCH3 + 3 NaCl + H2O

Reduksi Aluminum Alkoksida

Reduksi dapat menggunakan Litium tri-t-butoksialuminium hidrida seperti berikut ini.

Atau menggunakan Aluminium tri-isopropiloksida dan isopropil alkohol. Reaksinya:

Reaksi ini adalah kebalikan dari oksidasi Oppernauer. Kesetimbangan antara


gugus karbonil untuk direduksi dan isopropanol pada satu sisi, dan alkohol dan
aseton yang diperlukan pada sisi lain di dalam adanya aluminium isopropoksida.
Aseton mempunyai titik didih paling rendah di dalam campuran , maka pr o d u k
da p a t didistilasi secara kontinyu sehingga kesetimbangan bergeser ke kanan.

Contoh reaksi:

1. O Al(OCH(CH3)2)3 OH O O
+ +
C2H5 CH3 C2H5 CH3 H3C CH3 H3C CH3

214
2. O Al(OCH(CH3)2)3 OH
O O
+ +
CH CH3 CH CH3
H3C CH3 H3C CH3
H3C H3C

Penutup

Untuk menguji prestasi mahasiswa setelah mempelajari Bab ini maka


berikut ini diberikan contoh-contoh latihan yang berkaitan dengan tujuan
pembelajaran bab ini. Untuk memberikan jawaban yang benar, pada bagian
(b) diberikan umpan balik di mana bagian mana mahasiswa harus memdalami
jawaban soal yang bersangkutan.

TES FORMATIF

1. Tuliskan produk utama dari reaksi hidrida logam berikut!

LiAlH4

2. Ada beberapa cara mengonversi etanol ke etana.


(a) Buatlah rincian langkah langkah sintesis etana dari bahan baku etanol di
laboratorium minimal dengan 2 cara.
(b) Tuliskan mekanisme reaksinya!
3. Prediksi produk dari reaksi ozonolysis senyawa alkena berikut:

(a)

(b)

4. Dimulai dari bahan baku dengan jumlah atom C tidak lebih


dari 4, bagaimana Anda mensintesis senyawa berikut?

5. Bagaimana cara mengonversi benzil alkohol menjadi feniletanal.

215
UMPAN BALIK

Cocokkan hasil jawaban anda dengan kunci jawaban tes formatif dan
hitunglah jumlah jawaban anda yang benar. Gunakanlah rumus di bawah ini
untuk mengetahui tingkat penguasaan anda dalam kegiatan belajar di atas.
 Jawaban yang benar
Tingkat penguasaan = x 100%
 soal
Arti tingkat penguasaan yang anda capai:
90% - 100% = baik sekali
80% - 89% = baik
70% - 79% = sedang
< 70% = kurang

TINDAK LANJUT

Jika anda mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas, anda dapat


melanjutkan kegiatan belajar berikutnya. Tetapi kalau penguasaan anda
kurang, anda harus mengulangnya terutama bagian yang belum anda kuasai.

TUGAS

1. Bagaimana cara melakukan transformasi berikut ini:

a menjadi

b.
menjadi

216
c.

menjadi

3.
d.

2. Wine dan anggur merupakan


minuman yang diperoleh dari hasil
fermentasi suatu karbohidrat.
Senyawa hasii fermentasi tersebut
adalan n- etanol.
Gambar 5 Wine

Alkohol (etanol) bila diminum dapat memabukkan bahkan bila dengan


konsentrasi tinggi bisa menyebabkan kematian, maka seperti apakah
mekanisme reaksinya yang terjadi di dalam tubuh)?

3. Ketika akan melaksanakan praktikum daya hantar larutan, anda tidak


menemukan baterai sebagai sumber arus, tetapi hanya memiliki limau,
kabel penghantar, paku baja, dan beberapa koin tembaga (lihat Gambar).

Berikan pernyataan dan alasan Anda terkait reaksi kimia yang terjadi
dan hubungannya arus yang terjadi cukup untuk menyalakan lampu!

217

Anda mungkin juga menyukai