Anda di halaman 1dari 28

PENERAPAN FUNGSI EKSPONEN DAN LOGARITMA

A. Fungsi Eksponensial

Fungsi eksponensial merupakan fungsi berpangkat, yang


pangkatnya memiliki variabel. Jika biasanya fungsi memiliki basis
berupa variabel dan pangkat atau eksponen berupa konstanta,
maka fungsi eksponensial adalah sebaliknya. fungsi eksponensial
adalah fungsi nonaljabar atau transcendental yang tidak dapat
direpresentasikan sebagai produk, jumlah, dan perbedaan variabel
yang dipangkatkan ke bilangan bulat non-negatif.
Fungsi ekponensial memiliki basis berupa konstanta dan pangkat atau eksponen berupa variabel atau
mengandung variabel (kombinasi antara konstanta dan variabel).
Fungsi eksponensial memiliki grafik yang unik. Grafik eksponensial bukan berbentuk garis lurus,
melainkan garis lengkung yang menurun atau menanjak.

Adapun bentuk umum fungsi eksponensial berupa :


f(x) = a x
dengan, a : konstanta, b : variable
Nilai harus lebih besar dari nol dan tidak boleh sama dengan satu dikarenakan basis fungsi
eksponensial harus positif agar hasil yang didapatkan juga berupa bilangan real.
Jika basis (a) fungsi eksponensial adalah bilangan di bawah nol (bilangan negatif), maka hasil yang
didapatkannya juga bukanlah bilangan real.
Nilai basis (a) fungsi ekponensial juga tidak boleh sama dengan satu (1).
Nilai a yang sama dengan satu akan membuat hasil fungsinya
konstan dan membentuk garis lurus yang berarti bukan
persamaan eksponensial.

Fungsi eksponensial adalah salah satu fungsi yang paling penting


dalam matematika. Biasanya, fungsi ini ditulis dengan notasi exp(x)
atau pangkat x, di mana e adalah basis logaritma natural yang
nilainya kira- kira sama dengan 2.7182818.
Sebagai fungsi variabel bilangan real x, grafik ex selalu
positif (berada di atas sumbu x) dan nilainya bertambah
(dilihat dari kiri ke kanan). Grafiknya tidak menyentuh sumbu
x, namun mendekati sumbu tersebut secara asimptotik. Invers dari
fungsi ini, logaritma natural, atau ln(x), didefinisikan untuk nilai x yang
positif.
Fungsi Eksponensial mempunyai rumus umum, yakni :
y = a x dengan a ≥ 0 dan a ≠ 0
1

Fungsi eksponen ini ternyata bukan hanya sebatas materi ajar, tetapi juga dapat bermanfaat dalam
kehidupan sehari-hari, misalnya, dalam bidang biologi, fungsi eksponen digunakan untuk menghitung
suatu bakteri. Selain itu, fungsi eksponen juga berguna dalam bidang ekonomi, khususnya dalam
perbankan, dan juga dalam bidang sosial untuk menghitung pertumbuhan penduduk.

Untuk penjelasan lebih lanjut, berikut bagaimana materi singkat tentang fungsi eksponen.
Fungsi eksponen adalah pemetaan bilangan real x ke a dengan ketentuan a ¿ 0, a ≠ 1, x ∈ R.
Eksponen memiliki sifat fungsi yaitu sebagai berikut :
• Kurva yang terletak di atas sumbu x yang berfungsi sebagai bilangan positif
• Grafik memotong tegak lurus sumbu y hanya di titik ( 0,1 ).
• Grafik yang menanjak pada bilangan x ¿ 1
• Grafik yang menurun pada bilangan 0

1. Bentuk bilangan penyelesaian fungsi eksponensial

Terdapat bentuk bilangan eksponensial yang menjadi bilangan eksponensial perkalian bilangan yang
sama sehingga perkalian tersebut dapat berulang dengan makna yang sama sebagai singkatan dari
perkalian. Jika a bilangan real dan x bilangan bulat positif, maka persamaan eksponensial merupakan
hasil kali bilangan a sebanyak n faktor, dapat ditulis seperti
x
a = a × a × a × a × …. × a.
a = basis bilangan berpangkat
x = pangkat

Terdapat beberapa bentuk bilangan eksponensial, yaitu sebagai berikut :


- Bilangan eksponensial nol
adalah bilangan eksponensial dengan a berpangkat nol dan bernilai sama dengan satu. Jika a bilangan
real, maka :
0
a =1
- Bilangan eksponensial negatif
adalah bilangan eksponensial dengan a berpangkat negatif. Jika a bilangan real, a ≠ 0, dan x bilangan
bulat positif, maka :
1
a−x = ( )˟
2
- Bilangan eksponensial pecahan
adalah bilangan eksponensial dengan a berpangkat pecahan.

Adapun seperti fungsi penyelesaian eksponensial yang pada umumnya, bilangan eksponensial
memiliki penyelesaian yang bergantung pada bentuk fungsinya. Berikut adalah rumus penyelesaian
fungsi eksponensial :

Jika a (f ) x = 1, maka f(x) = 0


Jika a (f ) x = a n, maka f(x) = n
Jika a (f ) x = a (g ) x , maka f(x) = g(x)
Jika a (f ) x = b (f ) x , maka f(x) = 0
Jika a (f ) x = b (g ) x , maka log a (f ) x = log b g (x)

Selain rumus fungsi eksponensial di atas, beberapa fungsi eksponensial memiliki kemungkinan
penyelesaian yang lebih dari satu sebagai berikut !
Jika f(x)^g(x) = 1, maka kemungkinan penyelesaianya ada tiga yaitu :
f(x) = 1
f(x) = -1 (g(x) harus genap)
g(x) =0 (f(x) tidak boleh sama dengan nol)

Jika f(x)^h(x) = g(x)^h(x), maka kemungkinan penyelesaiannya ada tiga yaitu :


f(x) = g(x)
f(x) = - g(x) (h(x) harus genap)
h(x) = 0 (f(x) dan g(x) tidak boleh sama dengan nol)

Jika f(x)^g(x) = f(x)^h(x), maka kemungkinan penyelesaiannya ada empat yaitu :


g(x) = h(x)
f(x) = 1
f(x) = -1 (g(x) dan h(x) sama-sama genap atau sama-sama ganjil)
f(x) = 0 (g(x) dan h(x) lebih besar dari nol)

2. Sifat - sifat fungsi eksponensial


Definfisi fungsi eksponensial f dengan basis a dinotasikan dengan
f(x) = a x
dimana a ¿ 0, a ≠ 1, dan x merupakan sebarang bilangan real. Kita menganggap bahwa a ≠ 1 karena
fungsi f(x) = 1x = 1 merupakan fungsi konstan. Berikut ini beberapa contoh beserta rumus fungsi
eksponensial :
f(x) = 2 x basis 2
g(x) = 3 x basis 3
x
h(x) = 10 basis 10

(1) a m x a n = a m+n (apabila dikali maka pangkatnya harus ditambah)


Contoh : 52 . 53 = 52+ 3 = 55

(2) a m x a−n = a m−n


1 1
Contoh : 52 . 53 = 52+(−3) = 52−3 = 5−1 = =
51 5

am m−n
(3) n =a (apabila dibagi maka sebaliknya pangkatnya harus dikurang)
a
55 5−3 2
Contoh : 3 = 5 = 5
5

(4) ¿ ¿ = a mn (apabila di dalam kurung maka pangkatnya harus dikalikan)


Contoh : ¿ = 52 x3 = 56

(5) ¿ = a m b m
Contoh : (3 . 6¿2 = 32 . 6 2

m
a
(6) ¿ = m , syarat b ≠ 0
b
merupakan sifat yang syarat nya “b” atau penyebut nya tidak boleh sama dengan nol (0).
2
5
Contoh : ¿ = 2
3

1
(7) = a−n
an
Sifat ke tujuh, apabila (a n) dibawah itu bilangan positif, maka saat dipindahkan ke atas berubah
menjadi negatif. Begitupun juga sebaliknya, apabila ( a n) adalah negatif, maka saat dipindahkan ke atas
otomatis berubah menjadi positif.
1 −6
Contoh : 6 =4
4

(8) Pada sifat ke delapan, kita bisa melihat bahwa terdapat akar n dari a m. Apabilaketika
disederhanakan, maka akar n akan menjadi penyebut dan akar m menjadi pembilang. Dengan syarat n
harus lebih besar sama dengan 2.
m
Rumusnya : √
n m
a =an
6
Contoh : √
4 6
3 = 44

(9) Bilangan eksponen nol seperti a = 1.


Contoh :
2=1
6=1
9=1

Syaratnya a tidak boleh sama dengan nol.


Ke Delapan sifat eksponen diatas harus kita pahami dan hafalkan, karena sifat-sifateksponen tersebut
adalah kunci untuk kita bisa mengerjakan soal-soal eksponen.

Contoh Soal :
Menentukan Nilai Eksponensial.
1) Gunakan kalkulator untuk menentukan nilai masing-masing fungsi berikut pada x yangdiberikan.
f(x) = 2x pada x = – 3,1
f(x) = 2 – x pada x= π
3
f(x) = 0,6x pada x = .
2
Pembahasan :
f( – 3,1) = 2 – 3,1 = 0,1166291
f(π) = 2–π = 0,1133147
3 3
f( ) = (0,6) = 0,4647580
2 2
Ketika menghitung nilai fungsi eksponensial dengan menggunakan kalkulator, selaluingat untuk
menutup eksponen yang berbentuk pecahan dalam tanda kurung. Hal ini dikarenakankalkulator
mengikuti urutan operasi, dan tanda kurung sangat penting untuk mendapatkan hasilyang benar.

3. Bentuk Persamaan Eksponensial

Selain bentuk bilangan eksponensial, fungsi eksponen juga memiliki bentuk persamaan eksponen.
Persamaan eksponen sendiri adalah suatu persamaan di mana pangkat, bilangan pokok, atau keduanya
memuat suatu variabel. Beberapa bentuk dari persamaan eksponen yaitu:

- Bentuk persamaan a f (x) = 1


Jika a > 0 dan a ≠ 1, maka untuk menentukan himpunan penyelesaian bentuk persamaan a f (x) = 1
gunakan sifat :
a f (x) = 1 ⇔ f(x) = 0

- Bentuk persamaan a f (x) = a p atau a f (x) = a g (x)


Jika a > 0 dan a ≠ 1, maka himpunan penyelesaian bentuk persamaan eksponen a f (x) = a p atau a f (x) =
a g (x) ditentukan dengan cara menyamakan pangkat kedua ruas.
f (x)
a = a p ⇔ f(x) = p
a f (x) = a g (x) ⇔ f(x) = g(x)

- Bentuk Persamaan a f (x) = b f (x)


Jika a ≠ b ; a dan b > 0 ; a dan b ≠ 1, maka himpunan penyelesaian persamaan eksponen a f (x) = b f (x)
dapat ditentukan dengan cara menyamakan f(x) dengan nol.
a f (x) = b f (x) ⇔ f(x) = 0

- Bentuk persamaan a f (x) = b g (x)


Jika a ≤ b ; a dan b > 0 ; a dan b ≠ 1, dan f(x) ≠ g(x) maka, himpunan penyelesaian untuk bentuk
persamaan eksponen a f (x) = b g (x) dengan melogaritmakan kedua ruas.
f (x)
a = b g (x) ⇔ log a f (x) = log b g (x)

- Bentuk Persamaan A[a f (x)]² + B[a f (x)] + C = 0


Penyelesaian persamaan eksponen untuk bentuk persamaan kuadrat A[ a f (x)]² + B[a f (x)]+ C = 0
dengan memfaktorkan, melengkapkan kuadrat sempurna atau rumus abc.

- Bentuk persamaan f (x) g(x) = 1


Penyelesaian persamaan eksponen dengan bentuk f (x) g(x) = 1 adalah :
Pertama, f(x) = 1 karena bilangan satu dipangkatkan berapapun nilainya adalah satu.
Kedua, f(x) = -1 untuk f(x) ≠ g(x) dengan ketentuan g(x) adalah bilangan genap positif karena minus satu
dipangkatkan bilangan genap adalah satu.
Ketiga, g(x) = 0 untuk f(x) ≠ g(x) karena bilangan berpangkat berapapun dipangkatkan nol adalah satu.
- Bentuk persamaan f (x) g(x) = f ( x)h (x)
Himpunan penyelesaian bentuk eksponen f (x) g(x) = f ( x)h (x) adalah :
Pertama, g(x) = h(x) karena bilangan pokoknya sama, maka pangkatnya harus sama.
Kedua, f(x) = 1 untuk g(x) ≠ h(x) karena bilangan satu dipangkatkan berapapun nilainya adalah satu.
Ketiga, f(x) = -1 untuk g(x) ≠ h(x) dengan ketentuan g(x) dan h(x) harus sama-sama merupakan bilangan
genap atau ganjil karena bilangan minus satu dipangkatkan genap sama dengan satu atau bilangan
minus satu dipangkatkan ganjil sama dengan minus satu.
Keempat, f(x) = 0 untuk g(x) ≠ h(x) dengan ketentuan g(x) > 0 dan h(x) > 0 karena nol dipangkatkan
bilangan positif adalah sama dengan nol.

- Bentuk persamaan f (x) g(x) = h( x )g (x)


Himpunan penyelesaian bentuk eksponen f (x) g(x) = h(x )g (x)g(x) adalah :
Pertama, f(x) = h(x) karena pangkatnya sama, maka bilangan pokoknya harus sama.
Kedua, g(x) = 0 untuk f(x) ≠ h(x), f(x) ≠ 0 dan h(x) ≠ 0 karena bilangan real berapapun selain nol
dipangkatkan nol adalah satu.

6
Contoh grafik fungsi eksponensial yang merupakan garis lengkung menanjak atau menurun.

7
B. Fungsi Logaritma

Fungsi logaritma merupakan fungsi yang mengandung logaritma. Secara konsep, fungsi logaritma
adalah kebalikan dari fungsi eksponensial. Fungsi logaritma digunakan untuk menghitung taraf intensitas
bunyi, kadar asam, bunga majemuk, dan masih banyak lagi.
Logaritma menjadi salah satu konsep penting dalam ilmu matematika yang menyokong
perkembangan ilmu pengetahuan. Logaritma dapat dinyatakan dalam fungsi logaritma. fungsi logaritma
ditemukan sekitar abad ke-16 oleh seorang ilmuan, matematikawan, dan astronom asal Skotlandia
bernama John Napier.
Fungsi Logaritma adalah pangkat dengan suatu basis tertentu harus dipangkatkan untuk mendapatkan
bilangan tertentu. Jika bilangan yang dicari logaritmanya adalah bersifat real dan positif maka dapat
diterapkan rumus umum logaritma, yakni :

b log(xy) = b log x + b log y


x
log ( ) = b log x – b log y
y
log x n = n log x

log x
log √a x = a

Logaritma dapat diartikan sebagi pangkat dari suatu bilangan pokok untuk mengahasilkansuatu
bilangan tertentu. Misalnya, 52 = 25, ini berarti bahwa eksponen 2 sebagi logaritma dari25 dengan
bilangan pokok 5. Dan pernyataan ini ditulis
log 5 25-2
Jadi, secara umum logaritma dapat kita nyatakan sebagai,
Y = log 6 X
Persamaan menunjukkan bahwa Y adalah sama dengan logaritma dari X dengan bilangan pokok b, atau
X - b y.
Bilangan pokok dari suatu logaritma dapat berupa bilangan positif, kecuali 1 akan tetapi, bilangan
pokok yang lazim digunakan adalah bilangan pokok 10 dan bilangan pokok e. logariitma yang
menggunakan bilangan pokok 10 disebut logaritma biasa (commonlogarithms), dan dilambangkan
dengan log. Misalnya,
log 10 100-2, karena 102 - 100, log 10 100 – 3, karena 103 - 1.000, dan sebagainya,
Logaritma yang menggunakan bilangan pokok e = 2,71828…disebut sebagai logaritma alami(natural
logarithms) dan dilambangkan dengan log e atau In. Misalnya,
log e e 2 - In e 2 - 2, log e 3 - In e 3 - 3, dan sebagainya.
8

1. Bentuk Umum Fungsi Logaritma

Seperti fungsi lainnya, fungsi logaritma memiliki bentuk umum yang lebih menunjukkan solusi sebagai
berikut :
f(x) = alog (x)
a merupakan nilai basis logaritma. Nilai a harus lebih besar dari 0 tetapi tidak boleh sama dengan 1.
Hal tersebut dikarenakan logaritma 1 sama dengan logaritma 0 yang tidak terdefinisi.

Rumus dalam bentuk umum logaritma adalah sebagai berikut :


Jika a p = b dengan a ¿ 0 dan a≠ 0 maka alog b = p.
Dalam penulisan logaritma a log b, a disebut bilangan pokok logaritma. Perhatikan bahwa a harus
positif dan ≠1. Jika bilangan pokok bernilai 10 maka biasanya bilangan pokoknya tidak ditulis. Jika
bilangan pokoknya e maka logaritmanya ditulis dengan ln. Misalnya :
elog b = In b.
Contoh :
1) Jika 3 4 = 81, maka dalam bentuk logaritma menjadi 3 log81 = 4.
2) Jika 26 = 64, maka dalam bentuk logaritma menjadi 2log 64 = 6.
Untuk membedakan mana angka basis dan mana angka numerus. kalau angka basis itu bilangan
pokok, dimana letaknya diatas sebelum tanda “log”. Sedangkan angka numerus itu merupakan bilangan
hasil pangkat, dimana letaknya di bawah setelah kata “log”. Tidak hanya cukup mengetahui bentuk
umum logaritma dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan logaritma. Juga harus
mengetahui sifat-sifat yang berkaitan dalam bentuk dan pengertian logaritmanya.

Terdapat contoh yang dapat kita ketahui dan pelajari bersama penerapan logaritma dalam kehidupan
sehari-hari yaitu :
1. Menentukan orde reaksi dalam ilmu laju reaksi kimia
2. Menentukan koefisien serap bunyi dalam ilmu akustik
3. Menghitung bunga bank
4. Menghitung laju pertumbuhan penduduk
5. Membantu kerja alat pengukur kekuatan gempa atau seismograf
6. Mengukur tingkat keterangan bintang
7. Menghitung kondisi keuangan

2. Aturan-aturan Logaritma
Mempunyai aturan – aturan seperti halnya dengan aturan – aturan eksponen. Berikut ini aturan –
aturan dari logaritma dengan menganggap X dan Y adalah bilangan positif dan b adalah basis
(b¿0 dan b ≠ 1)

9
1) Aturan logaritma hasil kali
log b (XY) = log b X - log b Y
Contoh :
log 10.000 = log(10 x 100) = log 10 + log 1.000 = 1+3 = 4

2) Aturan logaritma hasil bagi


x
log b = log b X - log b Y
y
Contoh :
log = log 10.000 – log 10 = 3 - 1 = 2

3) Aturan logaritma pangkat dari suatu variable


log b X n = n log X
Contoh :
log X 6 = 6 log X

4) Aturan perubahan bilangan pokok logaritma


log b X = (log b )(log c X)
c

Contoh :
log 2 8 – (log 2 )(log 3 )
3 8

5) Aturan logaritma bilangan pokok logaritma


1 1 1
log b X = atau log b = =
log x log e ¿ b
e
b b

Contoh :
1 1
log 3 81 = = =4
log 81 0,25 3

Jika suatu variabel dinyatakan sebagai fungsi logaritma dari variabel lain, maka fungsi ini disebut
sebagai fungsi logaritma. Bentuk umum dari fungsi adalah sebagai berikut.
Y = log b X dan Y = In X

3. Sifat-sifat logaritma

Sifat-sifat dari fungsi logaritma adalah sebagai berikut.


1) Logaritma dari bilangan satu ( X = 1) adalah nol bilangan pokokapa pun
2) Logaritma dari bilangan yang lebih besar satu ( X > 1) adalah positif
3) Logaritma dari bilangan yang lebih kecil satu dan lebih besar nol (0 < X< 1) ada bilangannegative
4) Logaritma dari bilangan no; atau negatif adalah tidak terdapat bilangan nyata.

10

5) Bentuk fungsi logaritma sederhana : y = n log x untuk 0 ¿ n ¿ 1


- Kurva bergerak menurun dari kiri ke kanan
- Asimtotik terhadap sumbu y
- Memotong sumbu x pada (1,0)
6) Bentuk fungsi logaritma sederhana : y = nlogx untuk n¿ 1
- Kurva bergerak menarik dari kiri ke kanan
- Asimtotik terhadap sumbu y
- Memotong sumbu x pada (0,1)

Kurva Logaritma y = n log x

Bentuk fungsi logaritma umum : y = a l(1+x) + b dengan x ¿ -1 Asimtotik terhadap garis x = -1

Berikut adalah sifat-sifat dari fungsi logaritma!


1. Merupakan fungsi injektif
Fungsi logaritma termasuk ke dalam jenis fungsi injektif. Artinya, masing-masing domain fungsi tidak
memiliki kodomain yang sama.
2. Memiliki grafik berupa garis lengkung
Karena merupakan kebalikan dari fungsi eksponensial, logaritma memiliki grafik yang berupa garis
lengkung. Grafik yang berupa garis lengkung juga menunjukkan bahwa fungsi logaritma merupakan
fungsi kontinu.
Grafik fungsi logaritma dapat menanjak ataupun menurun bergantung pada nilai basisnya (a). Jika nilai
basisnya ada di antara bilangan 0 dan 1 (0 < a < 1), maka grafik fungsi logaritmanya menurun. Adapun,
jikai nilai basisnya adalah bilangan di atas 0 (a > 0), maka grafik fungsi logaritmanya menanjak.
3. Memiliki domain positif
Dilansir dari Lumen Learning, domain fungsi logaritma hanya terdiri dari bilangan positif. Artinya,
domain fungsi logaritma akan selalu lebih besar dari nol dan nilai fungsinya akan selalu meningkat
seiring dengan peningkatan nilai x.

11
Nilai fungsi dapat meningkat kea rah tak hingga ataupun minus tak hingga, sesuai dengan nilai
basisnya lebih kecil atau lebih besar dari 1.
4. Tidak pernah memotong sumbu y
Karena memiliki domain yang positif, grafik fungsi logaritma pada koordinat kartesian tidak pernah
memotong sumbu y. Artinya, nilai x pada grafik fungsi logaritma akan selalu positif.
5. Memotong sumbu x di x = 1
Sifat selanjutnya yang dimiliki oleh fungsi logaritma adalah selalu memotong sumbu x di x=1.
Artinya, garis grafik fungsi logaritma selalu melewati titik (1, 0).

Sifat-sifat logaritma memiliki beberapa jenis sifat yang terdiri atas yaitu sebagai berikut :

Sifat – sifat Logaritma :


(1) a log 1 = 0 dan a log a = 1
(2) a log x + a logy = a log xy, syarat : nilai basis (a) harus sama
x
(3) a log x - a logy = a log , syarat : nilai basis (a) harus sama
y
c log x
(4) a log x = , syarat : nilai basis (c) harus sama
c log a
1
(5) a log x =
x loga
12

m n
(6)a = a x
m log
n
log x

(7) a a log x
=x

Contoh Soal Logaritma dan Pembahasannya :


1.) 2log 4 + 2log 8 = …
2.) 8 log32= …
3.) Jika diketahui 2log 8 = m dan 2log 7 = n, maka tentukan nilai 16 log14 ?
4.) 2log 36 -2log 9 = …
5.) 16 log64 = …
6.) Diberikan 4 log 5 = |p dan 4 log 28 = q. Nilai dari 4 log 70= …

Penyelesaian :

1.) 2log 4 + 2log 8 = 2log(4 x 8) = 2log 32= 5.


3 5 5 5
2.) 8 log32= 2 5 = 2log 2= (x) = .
log 2
3 3 3
2log14 2log(7 x 2) 2log7 +2 n+1
3.) 2log 8 = m, 2log 7 = n, 16 log4 ? 16 log4 = = = = .
log 2

2log16 2log(8 x 2) 2log 8+2 log 2


m+1
4.) 2log 36−¿2 log 9=¿2log ( 36: 9 ) ¿ ¿ = 2log 4 = 2.
6
5.) 16 log64 = 22 log 2 = 2 = 3(1) = 1.
6

2 log 2
log 70 log 5 x 14 log 5+log 14 log 5 log 14
6.) 4 log 5= p, 4 log 28= q. 4 log 70= ? 4 log 70= = = = + = 4 log 5 +
log 4 log 4 log 4 log 4 log 4
1
4 log 14= 4 log 5+ 4 log 28 = 4 log 5+ 4 log 28– 4 log 2 = p + q -22log 2 = p + q - . 1
2 2

C. Fungsi Pertumbuhan

Pertumbuhan dan juga peluruhan merupakan salah satu penerapan fungsi ekponen dalam kehidupan
sehari-hari atau dalam dunia nyata.
Pertumbuhan eksponensial adalah kondisi/peristiwa yang mengalami peningkatan atau kenaikan
setiap periodenya secara eksponen.
Sedangkan peluruhan adalah kebalikan dari pertumbuhan, peluruhan adalah kondisi/peristiwa yang
mengalami penurunan atau penyusutan secara eksponen.

Note : jika ada lambang (^) berarti sama dengan pamgkat.

13
Pertumbuhan eksponen dinyatakan sebagai berikut :

Pn = P0 ( 1 + i )^n

Keterangan :
Pn = kondisi objek pada saat period eke-n
P0 = kondisi objek mula-mula
i = persentase pertumbuhan
n = periode

Peluruhan eksponen dinyatakan sebagai berikut :

Pn = P0 ( 1 - i )^n

Keterangan :
Pn = kondisi objek pada saat period eke-n
P0 = kondisi objek mula-mula
i = persentase pertumbuhan
n = periode

Contoh soal:

1.) Penduduk kota Palembang mencapai 1,66 juta pada tahun 2020. Apabila jumlah penduduk
meningkat dengan laju 3% per tahun, maka penduduk di kota Palembang pada tahun 2025 diperkirakan
sebanyak …

Diketahui:
P0 = 1.660.000
i = 3% = 3/100 = 0,03
n = 2025 – 2020 = 5

Penyelesaian:
Pn = P0 ( 1 + i )^n
P5 = 1.660.000 ( 1 + 0,03)^5
= 1.660.000 (1,03)^5
= 1.923.940

Jadi jumlah penduduk Palembang pada tahun 2025 diperkirakan sekitar 1.923.940.

14
2.) Pada pukul 05:00 pagi, massa suatu zat radioaktif adalah 2 kg. Apabila diketahui laju peluruhan zat
radioaktif tersebut sebesar 4% setiap jam, maka sisa zat radioaktif itu pada pukul 09:00 pagi adalah …

Diketahui:
P0 = 2 kg = 2000 gram
i = 4% = 4/100 = 0,04
n=9–5=4

Penyelesaian:
Pn = P0 ( 1 - i )^n
P4 = 2.000 ( 1 - 0,04)^4
= 2.000 (0,96)^4
= 2.000 (0,849)
= 1.698

Jadi, sisa zat radioaktif itu pada pukul 09:00 pagi adalah 1.698.

3. Suatu bahan radioaktif yang bermassa 250 gram mengalami reaksi kimia sehingga menyusut menjadi
15% dari massa sebelumnya setiap 12 jam secara eksponensial. Massa bahan radioaktif tersebut setelah
4 hari sekitar …

Diketahui:
P0 = 250
i = 15% = 15/100 = 0,15
n = 4 hari : 12 jam = 8

Penyelesaian:
Pn = P0 (1 - i )^n
P8 = 250 (1 – 0,15 )^8
= 250 (0,85)^8
= 250 (0,272)
= 68

Jadi, massa bahan radioaktif tersebut setelah 4 hari sekitar 68 gram.

15
D. Bunga Majemuk

Nilai uang yang ditabung disebuah bank. Misalnya, akan meningkatnya jumlah seiring bertanbahnya
waktu. Hal ini sangat beralasan karena sipenabung akan mendapat balas jasa dari pihak bank berupa
pebayaran bunga terhadap jumlah uang yang ditabungnya. Selain itu, jumlahuang yang ditabung
nilainya akan bertambah apabila waktu yang ditabung semakin lama. Olehkarena itu, dapat dikatakan
bahwa salah satu variabel yang mempengaruhi jumlah uang adalahvariabel waktu. Dengan demikian,
secara matematis dapat dikatakan bahwa nilai uang adalahfungsi dari waktu, atau dapat ditulis sebagai
berikut.
F = g(n)
Dimana : F= jumlah uang di masa mendatang
n= jumlah periode waktu
Untuk menjelaskan pertumbuhan uang atau yang lebih dikenal dengan sebutan bungamajemuk, dapat
dimisalkan bahwa modal awal adalah Rp 1 pada tahun pertama dibungamajemukkan sebesar 100%
pertahun, maka nilai pada akhr tahun akan menjadi Rp 2, yaitu :
F(1) = modal awal + (modal awal x 100%)
F(1) = Rp 1 + (Rp 1 x 100%)
1 1
F(1) = 1(1 + 100%) = (1 + ¿ =2
1
Tetapi, bila bunga majemuk dibayarkan untuk setengah tahun berarti pembayaran bunganyahanya
50% dari modal awal, yaitu (1x50%) dan nilai di akhir pertengahan tahun adalah (1+0,5) = 1,5. Kemudian,
setengah tahun berikutnya akan dibayarkan bunga lagi, yaitu(1,5 x 50%), sehingga nilai diakhir tahun
1 2
adalah [1,5 + (1,5 + 50%)] atau F(2) = 1,5(1,5 + 50%) = (1,5 + 0,5)(1+0,5) = (1+0,5 ¿2 + (1+ ¿
2
Dengan cara serupa, jika bunnga majemuk dibayarkan 3kali dalam satuu tahun nilai padaakhir
1 3
tahunnya adalah (1+ ) . Jika bunga majemuk dibayarkan 4 kali dalam satu tahun nilaiakkhir pada
3
4
1
tahunnya adalah (1+ ) , dan seterusnya. Dengan demikian, persamaan umumnyadapat ditulis sebagai
4
berikut.
m
1
F(m) = (1+ )
m
Dimana m adalah frekuensi pembayaran bunga dalam satu tahun.
Jadi, bila m dibayarkan secara kontinu sepanjang waktu atau m menjadi tak terhingga (ꝏ).
Maka nilai diakhir tahun pertama akan menjadi sama dengan bilan e = 2,71828. Dengandemikian, dapat
disimpulkan bahwa bila nilai Rp 1 dibunga majemukan dengan bunga nominal100% dan selama satu
tahun secara kontinu akan menghasilkan nilai Rp 2,71828.
Selanjutnya, misalkan modal awal bukan Rp 1 melainkan nilai lain, katakanlah Rp Po bunga nominal
bukan 100% , katakanlah i% dan pembayaran bunga majemuk dibayarkan lebih dari satu tahun,maka
nilai di masa datang dari bunga majemuk akan berubah menjadi,
m .n
1
F(m) = p(1+ )
m

16
Persamaan ini bila diubah ke dalam bentuk basis e akan menjadi
F(m) = p ¿ ¿
Jika dimisalkan m dan disubsitusikan pada persamaan diatas , maka dapat dituliskan menjadi
F(m) = p ¿ ¿
x
1
Ingat kembali pada persamaan bahawa (1+ ) = e, maka nilai masa datang dari modal awal Rp Po dan
x
dibunga majemukkan i% selama n tahun secara kontinu adalah
F = Po e
¿

Dimana
F = Jumlah di masa datang
Po = modal awal
e = konstanta 2,71828
i = tingkat bunga pertahun(%)
n = jumlah periode waktu
Akan tetapi, nilai dimasa datang yang dibunga majemukan secara diskrit nilainya akan berbeda.
Nilainya akan menjadi Po + ( Po Xi ¿ = Po (1 + i) pada akhir tahun pertama, Po ¿ pada akhir tahun ke 2,
Po ¿ pada akhir tahun ke tiga dan seterusnya. Dengan demikian,secara umum rumus dari nilai masa
datang yang dibunga majemukkan secara diskrit dapat ditulis menjadi :
F = Po (1 + i¿n
Dimana
F = jumlah dimasa datang
Po = modal awal
I = tingkat bunga pertahun(%)
n = jumlah periode waktu

Perbedaan antara bunga majemuk yang dibayarkan secara kontinu dan diskrit terletak pada basisatau
bilangan pokok dari fungsi eksponen, yaitu untuk kontinu dan untuk diskrit.

Contoh Soal :

1.) Ibu salma ingin membuka took kecil-kecilan, tetapi dia tidak memiliki modal sehingga
harusmeminjam uang di bank BNI sebesar 10 juta dalam jangka waktu 3 tahun. Jika bunga 10% per
tahun diperhitungkan secara harian (dalam bisnis 1 tahun = 360 hari). Hitunglah jumlahyang harus
dibayarkan oleh ibu salma pada saat hutangnya jatuh tempo?
17

Penyelesaian :

1 m .n
1. Dengan rumus majemuk biasa : F(n) = p(1+ )
m

(a) Tanpa menggunakan logaritma:


360 x 3
1,10
F(3) = 10.000.000 + (1+ )
360
1080
F 3 = 10.000.000(1+ 0,1 )
360
F 3 = 10.000.000(1 + 0,000277¿1080
F 3= 10.000.000(1,000277¿1080
F 3= 10.000.000(1,348)
F 3= 13.480.000

(b) Dengan menggunakan logaritma :


F 3 = 10.000.000(1,000277¿1080
log F 3 = log10.000.000 + 1080log1,00027
log F 3 = 7 + 0,126
log F 3 = 7,126

2. Dengan rumus majemuk sinambung :


F n = Po e
¿

(a) Tanpa menggunakan logaritma


F 3 = 10.000.000 xe 0,10 x 3
F 3 = 10.000.000 xe 0,3
F 3 = 10.000.000 x 1,34
F 3 = 13.400.000

(b) Dengan menggunakan logaritma


F 3 = 10.000.000 xe 0,3
In F 3 = In10.000.000 + 0,3¿e
In F 3 = 16,11 + 0,3
In F 3 = 16,41
F 3 = e 16,41
F 3 = 13.400.000

18

Penerapan fungsi eksponensial dalam bidang ekonomi biasanya digunakan dalam perbankan. Salah
satunya adalah dalam perhitungan bunga majemuk di perbankan.

1. Penerapan dalam Bunga Majemuk

Apabila suku bunga yang dibayarkan sebanyak 1 kali dalam setahun, maka dapat dihitung dengan
rumus :
S = P(1 + i¿t
Dimana :
S = nilai yang akan dating
P = nilai awal / saat ini
i = suku bunga
t = waktu
Apabila suku bunga yang diabayarkan sebanyak n-kali dalam setahun, maka dapat dihitung dengan
rumus :
i
S = P[1 + ( )¿nt
n
Dimana :
S = Nilai yang akan datang
P = Nilai awal / saat ini
i = Suku bunga
t = Waktu
n = Banyak kali pembayaran dalam setahun

Contoh Soal :

1.) Seorang petani membutuhkan dana sebesar Rp.5.000.000 pada 10 tahun yang akan datang. Berapa
banyak uang yang harus ditabung oleh petani mulai saat ini dengan bunga 24% per tahun untuk
memperoleh jumlah uang yang diharapkan?

Penyelesaian :

Untuk menentukan penyelesaian masalah tersebut maka digunakan prinsip bunga majemuk yaitu :
i nt
S = P[1 +( )¿ dengan,
n
S = modal akhir atau besar modal pada tahun ke n
P = modal awal atau besar modal pada tahun ke 0
i = besar bunga per tahun
n = kelipatan bunga yang dibayarkan per tahun
t = waktu

19

0,24 1.10
5.000.000 = P(1+ )
1
5.000.000 = P(1,24)10
5.000.000
P=
(1,24 ) 10
P = 581.772,49

Jadi, banyak uang yang harus ditabung mulai saat ini sebesar Rp.581.772,49.
20

DAFTAR PUSTAKA

Kurniawan, Andre. 2020. “Mengenal Fungsi Eksponen Beserta Bentuk Bilangan Dan Bentuk
Persamaannya”, https://www.merdeka.com/jabar/mengenal-fungsi-eksponen-beserta-bentuk-bilangan-
dan-bentuk-persamaannya-kln.html, diakses pada 15 Desember 2022 pukul20.11.

Utami, Silmi Nurul. 2022. “Fungsi Eksponensial : Pengertian, Bentuk Umum, Dan Rumusnya”,
https://www.kompas.com/skola/read/2022/01/24/131044369/fungsi-eksponensial-pengertian-bentuk-
umum-dan-rumusnya?page=all, diakses pada 15 Desember 2022 pukul 20.08.

Utami, Silmi Nurul. 2022. “Fungsi Logaritma : Pengertian, Bentuk Umum, Dan Rumusnya”,
https://www.kompas.com/skola/read/2022/01/26/130812669/fungsi-logaritma-pengertian-bentuk-
umum-dan-sifat-sifatnya?page=all, diakses pada 15 Desember 2022 pukul 20.08.

Widiyanto, Widiyanto. 2022. “Logaritma : Pengertian, Manfaat, Bentuk Umum, Sifat-Sifat, Rumus, Dan
Contohnya, https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/logaritma-pengertian-manfaat-bentuk-umum-sifat-
sifat-rumus-dan-contohnya-1, diakses pada 15 Desember 2022 pukul 20.15.

Ammariah, Hani. 2022. “Mengenal Logaritma, Sifat-Sifat, Dan Contohnya | Matematika Kelas 10”,
https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-logaritma-dan-sifat-sifatnya, diakses pada 15 Desember
2022 pukul 20.18.

Sesaria, Rebecca. 2022. “Pertumbuhan Dan Peluruhan Eksponensial : Materi, Soal Dan Pembahasan”,
https://www.urbanjabar.com/featured/pr-924098382/pertumbuhan-dan-peluruhan-eksponensial-
materi-soal-dan-pembahasan, diakses pada 15 Desember 2022 pukul 20.20.

Anggrek, Fany. “Penerapan Fungsi Eksponen Dan Fungsi Logaritma Dalam Ekonomi”,
https://www.academia.edu/42855948/PENERAPAN_FUNGSI_EKSPONEN_DAN_FUNGSI_LOGARITMA_D
ALAM_EKONOMI_Anggota_Kelompok_2, diakses pada 15 Desember 2022 pukul 20.24.
Palit, Saradevi. 2013. “Penerapan Logaritma Dan Eksponen Dalam Kehidupan Sehari-Hari”,
https://saradevipalit.wordpress.com/2013/11/06/penerapan-logaritma-dan-eksponen-dalam-
kehidupan-sehari-hari/, diakses pada 15 Desember 2022 pukul 20.45.

93, Ryano. 2013. “Fungsi Eksponensial dan Logaritma Dalam Ekonomi”,


http://ikubarunovryan.blogspot.com/2013/01/fungsi-eksponensial-dan-logaritma-dalam.html, diakses
pada 15 Desember 2022 pukul 20.47.

Anda mungkin juga menyukai