Anda di halaman 1dari 19

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP

HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 2 TERBANGGI BESAR

(Mini Proposal)

Oleh :

Avip Andreansyah 2013033039

Kelas : A (Genap)

PENDIDIKAN SEJARAH

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LAMPUNG

2022
KATA PENGANTAR

Terima kasih Allah SWT atas kemudahan yang dihadirkan kepada kami
sehingga proposal kecil ini dapat kami selesaikan tepat waktu. Tanpa bantuannya,
saya pasti tidak bisa menyelesaikan proposal kecil ini tepat waktu. Shalawat serta
salam tetap tercurahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW
yang kiita nantikan syafaatnya di akhirat nanti.

Saya bersyukur kepada Allah SWT atas limpahan kesehatannya yang besar
dalam kesehatan jasmani dan rasionalitas, sehingga saya dapat menyelesaikan mini
proposal, sebagai tugas akhir mata kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan yang
berjudul “PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP
HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 2 TERBANGGI BESAR”.

Saya sebagai penyusun tentu menyadari bahwa mini proposal ini masih jauh
dari kata sempurna dan masih banyak terdapat banyak kesalahan serta kekurangan
didalamnya. Untuk itu saya mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk mini
proposal ini, agar mini proposal ini nantinya dapat bermanfaat ketika dibaca oleh
pembaca. Apabila terdapat banyak kesalahan pada mini proposal ini, saya selaku
penyusun mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Saya juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak khususnya kepada


Bapak Syaiful, M.M.Si dan Bapak Rinaldo Adi Pratama, S.Pd., M.Pd. yang telah
membimbing saya dalam menulis proposal mini ini. Demikian semoga proposal mini
ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Bandar Lampung, 11 November 2022


Avip Andreansyah

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................

KATA PENGANTAR.............................................................................

DAFTAR ISI............................................................................................

A. PENDAHULUAN.........................................................................
1.1 Latar Belakang Masalah................................................................
1.2 Rumusan Masalah .........................................................................
1.3 Tujuan Penelitian...........................................................................
1.4 Manfaat Penelitian.........................................................................
1.5 Kerangka Berpikir..........................................................................
1.6 Paradigma Penelitian.....................................................................

B. TINJAUAN PUSTAKA................................................................
2.1 Konsep Penelitian...........................................................................
2.2 Teori Penelitian...............................................................................
2.3 Penelitian Relevan..........................................................................

C. METODOLOGI PENELITIAN...................................................
3.1 Ruang Lingkup Penelitian...............................................................
3.2 Metode Penelitian...........................................................................
3.3 Teknik Pengumpulan Data..............................................................
3.3.1. Observasi.............................................................................
3.3.2. Dokumentasi........................................................................
3.3.3.Wawancara ...........................................................................
3.4 Instrumen Penelitian ......................................................................
3.5 Teknik Analisis Data.......................................................................

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................
A. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Media pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan belajar peserta didik, agar
peserta tidak bosan waktu proses kegiatan belajar mengajar. kegunaan media dalam
kegiatan belajar mengajar yaitu untuk membantu berjalannya proses pembelajaran.
Kegunaan media dalam pendidikan yaitu salah satu upaya untuk meningkatkan
kualitas pendidikan peserta didik. Kerumitan materi yang akan disampaikan kepada
peserta didik dapat disederhanakan dengan bantuan media.
Dalam proses pembelajaran, pendidik menggunakan berbagai macam cara untuk
mengevaluasi hasil belajar siswa . Penilaian pembelajaran merupakan proses dalam
mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi hasil pembelajaran untuk
menetapkan ketercapaian tujuan pembelajaran. Tujuan dari penilaian adalah untuk
mengetahui kemajuan belajar siswa, untuk perbaikan serta peningkatan kegiatan
belajar siswa dan sekaligus memberi umpan balik bagi perbaikan pelaksanaan
kegiatan belajar.
Guru merupakan faktor utama dalam meningkatkan hasil belajar siswa, karena
guru yang mengetahui langkah dan tingkatan masing-masing siswa. Dengan adanya
penelitian ini diharapkan hasil belajar siswa meningkat lebih dari yang diharapkan.
Adanya pelatihan yang lebih intensif bagi guru mengenai pemanfaatan media
pembelajaran dan fungsi media pada proses pembelajaran, diharapkan guru lebih
sering menggunakan media pembelajaran karena penggunaan media pembelajaran
akan sangat bermanfaat bagi siswa dan dalam memahami materi pelajaran.

Pada era teknologi seperti sekarang ini, gadget menjadi sebuah kewajiban untuk
dimiliki siswa-siswi SMP 2 Terbanggi Besar. Untuk menarik minat belajar siswa
dalam mata pelajaran sekolah perlunya menciptakan suasana belajar yang menarik
dan menyenangkan, tidak hanya menggunakan media pembelajaran seperti buku,
melainkan dapat menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah media pembelajaran yang paling efektif untuk meningkatkan
minat belajar siswa?
2. Bagaimana pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap hasil
pembelajaran siswa?

1.3 Tujuan Penelitian


1. Untuk mengetahui media pembelajaran yang paling efektif dalam
meningkatkan minat belajar siswa
2. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap
hasil pembelajaran siswa

1.4 Manfaat Penelitian


Manfaat penelitian berisi tentang kontribusi apa yang akan diberikan setelah
selesai melakukan penelitian. Kegunaan dapat berupa kegunaan yang bersifat teoritis
dan kegunaan praktis, seperti kegunaan bagi penulis, instansi dan masyarakat secara
keseluruhan. Dari penelitian ini diharapkan nantinya dapat memberikan manfaat
diantaranya sebagai berikut:
Pertama Secara teoritis diharapkan dapat memberikan kontribusi pengetahuan
tentang masalah yang akan diteliti, Khususnya tentang pengaruh penggunaan media
pembelajaran terhadap hasil belajar siswa di SMP 2 Terbanggi Besar. Kedua Secara
praktis, bagi peneliti dengan melakukan penelitian ini, diharapkan dapat menambah
ilmu pengetahuan, serta dapat memahami tentang pengaruh penggunaan media
pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Bagi siswa, penelitian ini diharapkan
berfungsi sebagai informasi serta pengetahuan tentang pengaruh penggunaan media
pembelajaran.
1.5 Kerangka Berfikir
Media pembelajaran merupakan sarana yang di gunakan para pendidik untuk
menyalurkan pengetahuannya kepada para siswa. Saat ini pembelajaran di tuntut
untuk mengikuti perkembangan zaman yang ada. Media pembelajaran saat ini di
banyak yang menggunakan teknologi informasi sebagai alat untuk membuat media
pembelajaran. Tetapi masih banyak juga yang menggunakan buku sebagai media
pembelajaran.

Pendidikan di Indonesia

Media Pembelajaran

Pengaruh Media Pembelajaran

1.6 Paradigma Penelitian


Menurut para ahli paradigma adalah suatu dasar dari sebuah kepercayaan yang
dapat menuntun seorang peneliti menemukan sebuah fakta-fakta melalui penelitian
yang dilakukannya. Paradigma penelitian memiliki beberapa jenis, menurut Lincoln
dan Guba (dalam Denzin, 2005) menyatakan bahwa paradigma penelitian ada tiga
jenis yaitu, postpositivisme, konstruktivisme dan critical theory.
Paradigma post-postivisme berpendapat bahwa peneliti tidak bisa
mendapatkan fakta dari suatu kenyataan apabila terdapat jarak yang tidak terlalu
dekat antara peneliti dengan kenyataan tersebut, hubungan peneliti dengan kenyataan
harus bersifat interaktif. Oleh karena itu, perlu menggunakan prinsip triangulasi atau
penggunaan bermacam-macam metode pengumpulan data. Paradigma ini biasanya
juga disebut paradigma interpretif atau alamiah.

Paradigma postpositivism atau paradigma interpretif ini memang


diperuntukkan pada penelitian kualitatif, karena paradigma ini terkait dengan situasi
sosial alamiah dari suatu subjek penelitian. Oleh karena itu, realitas dengan peneliti
harus dekat jaraknya dan realitas nya merupakan konstruksi dari pemikiran-pemikiran
lingkungan sekitar nya. Paradigma interpretif ini berbicara tentang bagaiamana suatu
lingkungan sosial atau situasi sosial mengkonstruksi semua yang ada menjadi satu
kesatuan utuh situasi sosial yang menciptakan banyak hal.

Jika mengacu pada pendapat Lincoln dan Guba (dalam Denzin, 2005), maka
penelitian ini menggunakan paradigma penelitian yang postpositivism atau paradigma
interpretif, karena memang penelitian ini akan mengungkap bagaimana hasil
pembelajaran siswa dengan menggunakan media pembelajaran.
B. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Penelitian

Dalam penelitian ini di gunakan beberapa konsep untuk menjelaskan masalah


yang akan dikaji. Konsep-konsep yang digunakan tersebut adalah media
pembelajaran, penilaian pengetahuan di SMP 2 Terbanggi Besar.

2.1.1 Media Pembelajaran

Media dalam prespektif pendidikan merupakan media yang sangat strategis


dalam ikut menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Sebab keberadaannya
secara langsung dapat memberikan dinamika tersendiri terhadap peserta didik. Kata
media pembelajaran berasal dari bahasa latin ”medius” yang secara harfiah berarti
”tengah”, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media perantara atau
pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach dan Ely mengatakan
bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau
kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh
pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini guru, buku teks, dan
lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam
proses belajar mengajar cenderung diartikan alat-alat grafis, photografis, atau
elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual
dan verbal.

Association for Education and Communication Technology (AECT)


mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses
penyaluran informasi. Sedangkan Education Association (NEA) mendefinisikan
sebagai benda yang dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan
beserta instrument yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar,
dapat mempengaruhi efektifitas program instruksional. Menurut Oemar Hamalik
media pembelajaran adalah Alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka
lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses
pendidikan dan pengajaran di sekolah.Menurut Suprapto dkk, menyatakan bahwa
media pembelajaran adalah suatu alat pembantu secara efektif yang dapat digunakan
oleh guru untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam penelitian kali ini peneliti
lebih cenderung menggunakan definisi media pembelajaran dari Oemar Hamalik
dengan las an bahwa cakupannya lebih luas, tidak hanya dibatasi sebagai alat tetapi
juga teknik dan metode sehingga dapat mencakup definisi dari para ahli pendidikan
lainnya.

2.1.2 Media Pembelajaran Berbasis Teknologi

Lahirnya teknologi yang menjadi salah satu bagian dari media pembelajaran,
adalah untuk memberikan kemudahan. Aspek Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik
bisa ditumbuhkan melalui suatu permainan dalam lingkup pembelajaran. Berbagai
macam aplikasi pembelajaran yang dapat digunakan seperti Kahoot, Quizizz, Google
Classroom, dll. Aplikasi pembelajaran tersebut dapat meningkatkan kompetensi
setiap siswa dan keahlian siswa. Pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi
adalah salah satu upaya mengakomodir permasalahan media pembelajaran di
Indonesia yang tidak bisa diterapkan secara konvensional. Padahal, model
pembelajaran pendidikan berbasis teknologi bisa di strategikan secara naratif yang
bersifat prespektif. Sehingga, menghasilkan rumusan upaya pemecahan masalah
melalui pemanfaatan aplikasi pembelajaram, terutama pada siswa SMP. Untuk
menciptakan atmosfer pembelajaran yang lebih hidup, pemanfaatan aplikasi
pembelajaran bisa menjadi upaya tersebut, tanpa menghilangkan esensi dari materi
yang telah disampaikan oleh guru. Media pembelajaran berbasis teknologi dapat
membantu mendorong motivasi belajar siswa dan meningkatkan hasil belajar.

2.1.3 Penilaian Pengetahuan

Tugas pokok seorang guru diantaranya adalah menilai pemcapaian hasil


belajar peserta didik. Profesi guru tentu tidak terlepas dari kegiatan pengukuran dan
penilaian (mengukur,menakar, dan menimbang. Sebagai konsekuensi logis dari
pelaksanaan perencanaan pembelajaran yang telah disusun setiap awal semester.
Penilaian ini dimaksudkan untuk mengambil keputusan tentang keberhasilan siswa
dalam mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Kompetensi yang harus dikuasai
peserta didik tidaklah sama untuk setiap mata pelajaran, tetapi tergantung pada
karakteristik mata pelajaran tersebut. Secara garis besar pencapaian suatu kompetensi
mata pelajaran mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomoter.

Kita mengenal banyak jenis tes yang dilaksanakan di sekolah ,misalnya tes
seleksi, tes penempatan, pre-tes-post tes , tes formatif, tes diagnostik, tes sumatif dan
tes unjuk kerja. Tes tersebut mempinyai fungsi dan tujuan tertentu. Tes seleksi untuk
menyelekssi atau memilih calon yang dapat diterima untuk mengikuti suatu program.
Tes penempatan untuk mengelompokkan peserta didik dalam satu kelompok yang
relatif homogen dan kemampuan dan keterampilannya. Pre-tes dimaksudkan untuk
mengetahui sejauh mana peserta didik telah memahami materi pelajaran yang akan
disampaikan, sedangkan post-tes dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana
siswa dapat mencapai tujuan program setelah mereka mengikuti program tersebut.
Dengan demikian pre-test dan post tes dapat digunakan untuk menilai efektivitas
proses pembelajaran yang yang telah dilaksanakan.

Tes formatif untuk mengetahui sejauh mana peserta didik dapat menguasai
tujuan pembelajaran yang baru saja disampaikan. Jika masih banyak siswa yang
belum dapat mencapai tujuan maka program pembelajaran tersebut harus diulang.
Dengan demikian tes formatif dapat digunakan untuk memperbaiki proses
pembelajaran yang dilakukan. Tes diagnostik untuk mengetahui kesulitan yang
dialami siswa dalam memahami materi pelajaran. Tes ini sebagai langkah awal untuk
menentukan dan memperbaiki atau menghilangkan penyebab kesulitan siswa dalam
memahami suatu pelajaran. Tes sumatif dimaksudkan untuk menilai keberhasilan
siswa setelah mengikuti seluruh rangkaian proses pembelajaran, dengan demikian tes
sumatif digunakan untuk menilai hasil belajar siswa. Sedangkan tes unjuk kerja
digunakan untuk menilai performance siswa dalam menghayati atau menghasilkan
suatu karya atau hasil belajar.Dari beberapa tes ini menggunakan bentuk penilaian
pengetahuan tertulis Berikut ini peneliti akan menjabarkan konsep serta hal-hal yang
berhubungan dengan penilaian pengetahuan tertulis.

2.1.4 SMP 2 Terbanggi Besar

Pendidikan pertama meliputi Sekolah Menengah Pertama, Madrasah


Tsanawiyah, atau yang sederajat lainnya. Sekolah menengah pertama ditempuh dalam
waktu 3 tahun, mulai dari kelas 7 sampai kelas 9. Saat ini Sekolah Menengah Pertama
menjadi program Wajar 9 Tahun (SD, SMP). Lulusan sekolah menengah pertama
dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah atas atau sekolah menengah
kejuruan (atau sederajat).Pelajar sekolah menengah pertama umumnya berusia 13-15
tahun.Di Indonesia, setiap warga negara berusia 7-15 tahun wajib mengikuti
pendidikan dasar, yakni sekolah dasar (atau sederajat) 6 tahun dan sekolah menengah
pertama (atau sederajat) 3 tahun.

Sekolah menengah pertama diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Sejak


diberlakukannya otonomi daerah pada tahun 2001, pengelolaan sekolah menengah
pertama negeri di Indonesia yang sebelumnya berada di bawah Kementerian
Pendidikan Nasional, kini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah
kabupaten/kota, sedangkan Kementerian Pendidikan Nasional hanya berperan sebagai
regulator dalam bidang standar nasional pendidikan. Secara struktural, sekolah
menengah pertama negeri merupakan unit pelaksana teknis dinas pendidikan
kabupaten/kota.

SMP Negeri 2 Terbanggi Besar merupakan salah satu SMP Negeri di


Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. Sekolah ini terletak di Poncowati,
Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah. SMP N 2 Terbanggi
Besar telah menerapkan kurikulum 2013.

2.2 Teori Penelitian

2.3 Penelitian Relevan

a. Eka Kurniawati yang berjudul”Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Audio


Visual Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam peserta
didik Kelas VIII SMP N 7 Metro tahun pelajaran 2016/2017, dan dapat
disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan media
pembelajaran terhadap hasil belajar pendidikan Agama Islam kelas VIII SMP N 7
Metro tahun pelajaran 2016/2017”.5 Persamaannya adalah variabel terikatnya
membahas tentang hasil belajar siswa. Perbedaannya adalah skripsi Eka kurniawati
membahas media audio visual sedangkan penulis menggunakan media buku/LKS,
papan tulis, Al-Qur‟an, dan media pembelajaran berbasis teknologi.

b. Toni Saputra yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Terhadap


Prestasi Belajar Siswa SMA Negeri 1 Trimurjo Kelas x Tahun Pelajaran
2013/2014, dan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif penggunaan
media pembelajaran terhadap prestasi belajar pendidikan agama Islam kelas x”.4
Persamaan penelitian ini yaitu dari variabel bebasnya yaitu penggunaan media
pembelajaran. Perbedaaan dari penelitian ini yang disusun oleh Toni Saputra, yaitu
terletak pada penelitian yang terdahulu dikelas X SMA Negeri 1 Trimurjo Tahun
2013/2014 sedangkan saya di kelas VIII SMP Negeri 01 Meraksa Aji Tulang
Bawang Tahun 2016/2016. dan yang membatasi media nya adalah media overhead
projector, tape recorder dan lcd proyektor, sedangkan peneliti yang membatasi
masalah adalah, gambar, buku/lks, al-Quran, papan tulis, dan media pembelajaran
berbasis teknologi.
C. METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Ruang Lingkup Penelitian


a. Sifat Penelitian
Berkaitan dengan judul yang penulis kemukakan dalam penelitian ini, penulis
ingin memaparkan atau membeberkan suatu fenomena atau kejadian, sehingga
penelitian ini bersifat deskriptif. “penelitian deskriptif bertujuan untuk pemecahan
masalah secara sistematis dan faktual mengenai fakta-fakta, sifat-sifat populasi”
b. Jenis penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian kuantitatif
yaitu penelitian yang dilakukan disuatu lokasi, ruang yang luas atau di tengah-tengah
masyarakat. Adapun kegiatan penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah di SMP
Negeri 2 Terbanggi Besar. Berdasarkan sifat dan jenisnya, maka penelitian ini
merupakan penelitian kuantitatif. Dan adapun lokasi penelitian ini adalah di SMP
Negeri 2 Terbanggi Besar.

3.2 Metode Penelitian


Penelitian adalah sebuah proses kegiatan bertujuan mengetahui sesuatu dengan
teliti, kritis dalam mencari fakta-fakta dengan cara menggunakan langkah-langkah
tertentu. Penelitian merupakan kegiatan memecahkan masalah dan menemukan
tafsiran (sebuah interpretasi) baru. Penelitian berperan dalam menguji teori-teori
dalam bidang yang ditekuni. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi.
Penelitian deskripsi menggambarkan suatu situasi fenomena secara detail dan lebih
menekankan pada menjawab pertanyaan “how” (bagaimana) dan “who” (siapa).
Dalam penelitian deskripsi dimulai dengan subjek yang terdefinisikan dengan baik
kemudian menggambarkannya/mendeskripsikannya dengan akurat. Penelitian
deskripsi banyak kesamaannya dengan penelitian eksplorasi dan dalam
mengumpulkan data umumnya menggunakan teknik survei, penelitian lapangan dan
analisis konten.
Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah melalui pendekatan
kuantitatif. Penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang dilakukan disuatu lokasi, ruang
yang luas atau di tengah-tengah masyarakat.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data-data di lapangan, maka dalam penelitian ini penulis


menggunakn alat pengumpul data yaitu:
1. Metode Kuesioner (Angket) Angket, yaitu cara pengumpulan data berbentuk
pengajua pertanyaan tertulis melalui sebuah daftar pertanyaan yang sudah
dipersiapkan sebelumnya. Pendapat lain mengatakan, “Quesioner atau angket
adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi
dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia
ketahui.” Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kuesioner adalah
sejumlah daftar pertanyaan yang diajukan kepada sejumah responden. Dengan
demikian angket merupakan daftar pertanyaan yang dipergunakan untuk
memperoleh data berupa jawaban dari para responden. jenis penyampaian angket
ada dua macam yaitu; angket langsung dan angket tidak langsung, menurut
suharsimi arikunto,”angket langsung yaitu responden menjawab tentang dirinya,
dan angket tidak langsung yaitu jika responden menjawab tentang orang lain.
Bentuk angket yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup,
yakni “angket yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal
memilih”. Responden tinggal menjawab dengan menggunakan tanda silang (x)
pada jawaban yang tersedia.
2. Metode Dokumentasi Suharsimi Arikunto mengatakan “dokumentasi dari asal
katanya dokumen, yang artinya barang-barang tertulis.” Jadi dalam
melaksanakan dokumentasi, peneliti menyelidiki sumber-sumber tertulis seperti
bukubuku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian,
dan lain sebagainya. Sedangkan menurut Anas Sudijono, “Study dokumentar
dilakukan dengan meneliti bahan dokumentasi yang ada dan mempunyai relevan
dengan tujuan penelitian.”

3.4 Instrumen Penelitian


Instrumen penelitian adalah “alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam
mengumpulkan data agar pekerjaan lebih mudah hasilnya lebih baik, dalam arti lebih
cepat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Dalam hal ini perlu
dijelaskan secara rinci bagaimana instrument dirancang dan disusun sesuai dengan
indikator yang telah ditetapkan, sehingga dapat disajikan daam kisi-kisi
pengembangan instrument yang akan dituangkan dalam lembaran penelitian.
1. Rancangan/Kisi-kisi Instrumen
Kisi-kisi adalah sebuah tabel menunjukkan hubungan antara yang disebutkan
dalam baris dengan hal-hal yang disebutkan dalam kolom. Kisi-kisi angket
penelitian ini ialah sebagai berikut:
Ada dua macam kisi-kisi yang harus disusun oleh seorang peneliti sebelum
merancang instrument, yaitu:
a. Kisi-kisi umum adalah kisi-kisi yang dibuat untuk menggambarkan
semua variabel yang akan diukur, dilengkapi dengan kemungkinan
sumber data, semua metode dan instrument yang mungkin dapat
dipakai yang termasuk di dalam kisi-kisi umum ini baru rancangan
ideal, tentang semua sumber data, metode dan instrument tetap akan
dipakai atau tidak, tergantung dari ketetapan menurut pertimbangan
peneliti.
b. Kisi-kisi khusus yaitu kisi-kisi yang dibuat untuk menggambarkan
rancangan butir-butir yang akan disusun untuk semua instrument

3.5 Teknik Analisis Data

Menurut Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2016: 244) aktivitas analisis data
dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Reduksi Data Reduksi data adalah proses pemilihan, pemusatan perhatian pada
penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari
catatan-catatan tertulis di lapangan. Proses ini berlangsung terus-menerus selama
penelitian berlangsung, bahkan sebelum data benar-benar terkumpul sebagaimana
terlihat dari kerangka konseptual penelitian, permasalahan studi, dan pendekatan
pengumpulan data yag dipilih peneliti. Reduksi data meliputi: 1) meringkas data,
2) mengkode, 3) menelusuri tema, 4) membuat gugus-gugus. Caranya: seleksi
ketat penyajian data, ringkasan atau uraian singkat, dan menggolongkannya ke
dalam pola yang lebih luas (Rijali, 2018: 91).

2. Penyajian Data Penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan,
hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya. Yang paling sering digunakan
untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang
bersifat naratif (Sugiyono, 2016: 249).

3. Penarikan Kesimpulan Pada bagian ini akan disajikan kesimpulan atas data-data
yang telah diperoleh dari hasil wawancara dan observasi, sehingga menjadi
penelitian dimana datanya dapat menjawab permasalahan yang ada.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Majid, Belajar dan Pembelajaran, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012

Abudin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Gaya Media Pratama, 2005

Aminuddin, Membangun karakter dan kepribadian melalui Pendidikan Agama Islam,


Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006
Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta: PT Radja Grafindo Persada,
2001

Arief S. Sudiman, dkk, Media Pendidikan (Pengertian, pengembangan, dan


Pemanfaatannya), Jakarta: CV Rajawali, 1990

-------, et.al, Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya,


Jakarta: PT Grafindo Persada, 2008

Aunurrahman, Belajar dan Pembelajaran, Bandung: Alfabeta, 2012

Azhar Arsyad, Media Pembelajaraan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010

Cholid Narbuko dan Abu Ahmadi, Metodologi Penelitian , Jakarta: Bumi Aksara,
2013

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Dimiyati dan Drs. Mudjiono,
Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta, 2013

Edi Kusnadi, Metodologi Penelitian, Metro: Ramayana Pers dan STAIN Metro, 2008

Hamdani, Strategi Beajar Mengajar, Bandung: CV Pustaka Setia, 2011

Anda mungkin juga menyukai