Anda di halaman 1dari 5

ARTIKEL TENTANG

PENTINGNYA KEBIJAKAN FISKAL DAN KEBIJAKAN MONETER YANG


EKSPANSIF PADA SAAT LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL
SEDANG LESU, TINGKAT PENGANGGURAN YANG TINGGI, DAN
JUMLAH ORANG YANG HIDUP DI GARIS KEMISKINAN YANG TERUS
BERTAMBAH

ABSTRAK
Kebijakan ekonomi adalah mengacu pada tindakan sebuah kebijakan pemerintah
dalam mengambil kebijakan atau keputusan di bidang ekonomi. Tujuan pemerintah
menetapkan kebijakan ekonomi adalah untuk mengatasi permasalahan perekonomian.
Kebijakan ekonomi bisa digunakan untuk menetapkan sistem perpajakan, suku bunga,
anggaran pemerintah dll. Kebijakan ekonomi yang dilakukan pemerintah ada dua
kebijakan yaitu kebijakan fiskal & Moneter. Dalam kebijakan fiskal dan moneter
terdapat dua macam yaitu ekspansif dan kontraktif. Dalam pembahansa kali ini
penulis lebih menekankan pada kebijakan fiskal ekspansif dan moneter ekspansif.

Kata Kunci : Kebijakan, Fiskal Ekspansif , Moneter Ekspansif

Economic policy is referring to the actions of a government policy in making


policies or decisions in the economic field. The aim of the government in determining
economic policy is to overcome economic problems. Economic policy can be used to
establish a system of taxation, interest rates, government budgets, etc.Economic
policies carried out by the government have two policies, namely fiscal & monetary
policy. There are two types of fiscal and monetary, namely expansionary and
contarctionary. In this discussion, the author places more emphasis on expancionary
fiscal and expancionary monetary policies.

Keywords : Policy, Expancionary Fiscal, Expansionary Monetary


PENDAHULUAN
Kebijakan ekonomi suatu negara tidak bisa lepas dari keterlibatan pemerintah
karena pemerintah memegang kendali atas segala sesuatu, menyangkut semua
kebijakan yang bermuara kepada keberlangsungan negara itu sendiri. Setiap
pemerintahan yang sedang memimpin suatu negara tentu saja memiliki kebijakan
ekonomi andalan untuk menjamin perekonomian negara yang baik dan stabil demi
tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan, karena sudah menjadi kewajiban
pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi agar tercapainya kehidupan yang
makmur dan sejahtera bagi rakyatnya. Kebijakan ekonomi bisa dibagi menjadi dua
macam kebijakan yaitu kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Dan dua kebijakan ini
saling memiliki keterkaitan untuk membuat tujuan dari perekonomian suatu Negara
dapat dicapai dengan maksimal. Kebijakan fiskal dan kebijakan moneter ekspansif di
lakukan ketika pertumbuhan ekonomi sedang lesu dan menghadapi banyak masalah.

PEMBAHASAN
Kebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk
mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa
pajak) pemerintah. Kebijakan Fiskal adalah salah satu kebijakan ekonomi yang dibuat
oleh pemerintah untuk mengarahkan kondisi perekonomian agar menjadi lebih baik
lagi. Salah satu caranya yaitu dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran
pemerintah. Pemerintah membuat kebijakan fiskal ini dengan tujuan mendapatkan
dana-dana dan kebijaksanaan yang ditempuh oleh pemerintah untuk membelanjakan
dana tersebut dalam rangka menjalankan pembangunan negara. Kebijakan pemerintah
ini juga bertujuan untuk mempengaruhi proses kehidupan ekonomi masyarakat yang
dilaksanakan melalui Anggaran Belanja Negara (APBN). Pada tujuan lain, kebijakan
fiskal berbeda dengan kebijakan moneter, dimana tujuannya yaitu untuk
men-stabilkan perekonomian melalui controlling tingkat bunga dan jumlah uang yang
beredar. Kebijakan moneter adalah suatu kebijakan dari otoritas moneter (dalam hal
ini adalah bank sentral) dalam bentuk pengendalian agregat moneter (seperti uang
beredar, uang primer, atau kredit perbankan) untuk mencapai perkembangan kegiatan
perekonomian yang dicita-citakan. Perkembangan perekonomian ini berupa stabilitas
harga, pertumbuhan ekonomi yang baik, dan kesempatan atau peluang kerja yang
tersedia. Pada prakteknya, kebijakan moneter akan mengatur persediaan uang yang
dimiliki suatu negara untuk mencapai tujuan tertentu seperti menahan laju inflasi, dan
juga mendorong usaha pembangunan nasional. Tujuan dari kebijakan moneter sendiri
pada dasarnya untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang
tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal
(keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yaitu
menjaga stabilitas ekonomi yang dapat diukur melalui kesempatan kerja, kestabilan
harga, serta keseimbangan neraca pembayaran internasional.

Kebijakan fiskal dan kebijakan moneter ada yang di namakan ekspansif. Kebijakan
ini sangat penting di gunakan saat ekonomi sedang lesu, tingkat pengangguran yang
tinggi dan jumlah orang yang hidup di bawah garis kemiskinanyang terus bertambah.
Kebijakan fiskal ekspansif (expansionary fiscal policy) adalah kebijakan fiskal yang
diterapkan pada suatu negara dengan jalan meningkatkan jumlah belanja negara atau
pengeluaran pemerintah (G) dan menurunkan tarif pajak (T) untuk meningkatkan
output atau pendapatan (Y). Kebijakan fiskal ekspansif juga berperan dalam
mendobrak atau meningkatkan daya beli. Kebijakan fiskal ekspansif ini di tandai
dengan laju pertumbuhan DPB yang menurun atau negatif, maka pemerintah
berkewajiban sesuai fungsinya memberi intensif atau dorongan agar pertumbuhan
kembali positif atau meningkat. Pemerintah lewat kebijakan fiskal mempunyai dua
opsi yaitu menaikkan pengeluaran atau mengurangi tarif pajak pendapatan. Kebijakan
moneter ekspansif adalah kebijakan moneter yang diambil oleh pemerintah guna
meningkatkan jumlah uang yang beredar.Sedangkan kebijakan moneter ekspansif di
tandai dengan permintaan masyarakat yang sangat rendah atau menurun yang apabila
di biarkan akan membuat deflasi (harga-harga turun) yang hanya akan merugikan
dunia usaha. Kedua kebijakan ini sangat penting dan sangat berpengaruh Kebijakan
fiskal ekspansif diterapkan dengan tujuan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Beberapa cara yang dilakukan adalah dengan meningkatkan belanja APBN dan
APBD, memberikan subsidi, serta menurunkan tarif pajak. Beberapa hal tersebut
dilakukan sebagai upaya agar masyarakat mau membelanjakan uangnya dalam jumlah
yang lebih banyak. Jelas saja, ketika pemerintah memberikan subsidi dan menurunkan
pajak, maka masyarakat akan berlomba-lomba dalam membelanjakan uang miliknya.
Hal tersebut akan memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. Kebijakan
moneter ekspansif merupakan kebijakan yang digunakan untuk meningkatkan jumlah
uang yang beredar di masyarakat. Cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan
tersebut adalah dengan menurunkan suku bunga dan membeli surat berharga.
Kebijakan ini dapat menjadi solusi untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan
daya beli masyarakat. Ketika pemerintah membeli surat-surat berharga dari
masyarakat, maka masyarakat akan mendapatkan uang yang dapat digunakan untuk
meningkatkan belanjanya. Kebijakan fiskal ekspansif dan kebijakan moneter
ekspansif juga penting ketika jumlah kemiskinan terus bertambah. Dengan kebijakan
tersebut bisa menciptakan lapangan kerja dan tercapai kesempatan kerja. Dengan ini
seseorang bisa menghasilkan uang yang nantinya mengurangi tingkat kemiskinan.
Ketika pemerintah menerapkan kebijakan fiskal ekspansif, pemerintah juga harus
memperhatikan instrumen nya yakni anggaran defisit. Anggaran defisit merupakan
suatu kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran negara lebih besar dari
penerimaan negara. Hal ini bertujuan untuk memberi stimulus pada kondisi
perekonomian. Umumnya anggatan defisit ini sangat baik digunakan apabila kondisi
ekonomi sedang resesif. Anggaran defisit dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu
sebagai berikut:

1. Defisit konvensional: Defisit konvensional ini adalah anggaran defisit yang


dihitung berdasarkan selisih antara realisasi total pembelanjaan dan realisasi total
pengeluaran, termasuk juga dana hibah di dalamnya.

2. Defisit moneter: Defisit moneter merupakan anggaran defisit yang hasilnya


diperoleh dari perhitungan berdasarkan selisih antara realisasi total belanja negara
(tidak termasuk pembayaran pokok ataupun hutang) dan realisasi dari total
penerimaan (tidak termasuk di dalamnya penerimaan dari hutang)

3. Defisit operasional: Difisit operasional ini hampir mirip dengan defisit moneter,
hanya saja letak perbedaannya yaitu dalam nilai yang diukur. Dalam defisit
operasional nilai yang dihitung adalah nilai riil atau asli bukan lah nilai nominal.

4. Defisit primer: Defisit primer merupakan defisit yang jumlahnya dihitung dari
selisih antara realisasi dari belanja total (belum termasuk pembayaran pokok dan
hutang) dan total penerimaan.

Ketika pemerintaah menerapkan kebijakan moneter ekspansif ada instrumen yang


harus di perhatikan juga, di antaranya:
1. Operasi pasar terbuka (open market operation) Operasi pasar terbuka adalah
pemerintah mengendalikan jumlh uang beredar dengan cara menjual atau membeli
surat-surat berharga milik pemerintah (government securities).

2. Tingkat diskonto (discount rate) atau fasilitas diskonto. Tingkat bunga diskonto
adalah tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umum yang
meminjam ke bank sentral. Dalam kondisi tertentu, bank-bank mengalami kekurangan
uang,sehingga mereka harus meminjam kepada bank sentral. Kebutuhan ini dapat di
manfaatkan oleh pemerinth untuk mengurangi atau menambah uang beredar

3. Ketentuan cadangan minimum (reserve requirement) Kebijakan cadangan


minimum adalah kebijakan bank sentral untuk menambah atau mengurangi jumlah
uang yang beredar dengan cara menaikkan atau menurunkan cadangan minimum yang
harus di penuhi oleh bank umum, dalam mengedarkan atau memberikan kredit kepada
masyarakat.

4. Himbauan moral (moral suasion) Bank sentral dapat menggunakan himbauan moral
untuk mendorong institusi finansial agar cenderung berpihak kepada kepentingan
publik. Biasanya bank sentral menggunakan himbauan moral untuk meyakinkan para
banker dan menejer senior institusi institusi finansial agar lebih memerhatikan
kepentingan jangka panjang daripada kepentingan hangka pendek institusinya.

PENUTUP

Kebijakan fiskal ekspansif dan kebijakan moneter ekspansif adalah


langkah-langkah pemerintah untuk membuat perubahan. Perubahan dengan maksud
untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi. Terutama untuk stabilisasi
ekonomi yang dapet di ukur dengan kesempatan kerja sehingga tidak ada
pengangguran dan orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Serta pertumbuhan
ekonomi semakin meningkat.

Anda mungkin juga menyukai