Anda di halaman 1dari 60

SAMBUTAN

KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

Dalam rangka pelaksanaan program penguatan kemampuan kepala sekolah yang merupakan amanat Inpres No 1 tahun 2010, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (Badan PSDMP dan PMP) telah menyusun materi pelatihan untuk penguatan kemampuan kepala sekolah. Pengembangan materi tersebut telah mengacu pada standar kepala sekolah/madrasah sebagaimana diatur dalam Permendiknas No. 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan atas dihasilkannya materi penguatan kemampuan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi kepala sekolah. Materi pelatihan ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi individu kepala sekolah dan lembaga yang terkait dalam penguatan kemampuan kepala sekolah di propinsi dan kabupaten/kota. Berbagai pihak yang ingin berkontribusi terhadap program penguatan kepala sekolah dapat memperkaya dengan berbagai referensi dan khasanah bacaan lainnya untuk mewujudkan kepala sekolah yang profesional dan akuntabel. Semoga semua usaha kita untuk penguatan kemampuan kepala sekolah sesuai dengan standar kepala sekolah sebagaimana diamanahkan dalam Permendiknas No. 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah dapat diwujudkan sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya dan menghasilkan lulusan yang cerdas, kreatif, inovatif, berpikir kritis, cakap menyelesaikan masalah, dan bernaluri kewirausahaan. Jakarta, April 2011 Kepala Badan PSDMP dan PMP

Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd NIP.196202031987031002


i

KATA PENGANTAR
Materi pelatihan yang telah disusun merupakan bagian dari rencana pelaksanaan program penguatan kepala sekolah, program kedua dari delapan program 100 hari Mendiknas. Program penguatan kemampuan kepala sekolah sangat penting mengingat peran strategis kepala sekolah di dalam proses peningkatan mutu pendidikan. Kepala sekolah mempunyai tugas yang sangat penting di dalam mendorong guru untuk melakukan proses pembelajaran yang mampu menumbuhkan berpikir kritis, kreatif, inovatif, cakap menyelesaikan masalah, dan bernaluri kewirausahaan bagi siswa sebagai produk suatu sistem pendidikan. Materi pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi peningkatan kompetensi kepala sekolah sesuai yang diamanahkan Permendiknas No 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Kami menyadari bahwa materi pelatihan ini masih jauh dari sempurna. Namun kami perlu menyampaikan penghargaan kepada tim penyusun yang telah berusaha dan berhasil menyiapkan materi pelatihan yang dapat dijadikan bahan bacaan bagi usaha peningkatan kompetensi kepala sekolah. Berbagai pihak yang terkait dengan penguatan kemampuan kepala sekolah dapat memperkaya dengan materi yang lain sepanjang mencapai tujuan yang sama yaitu meningkatkan kompetensi kepala sekolah sesuai dengan Permendiknas No 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Semoga materi pelatihan ini bermanfaat bagi usaha penguatan kemampuan kepala sekolah di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Jakarta, April 2011 Kepala Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan

Dr. Abi Sujak NIP. 19621011 198601 1 001

ii

DAFTAR ISI
SAMBUTAN .............................................................................. KATA PENGANTAR ................................................................. DAFTAR ISI ................................................................................ I. PENDAHULUAN.......................... A. Latar Belakang ....................................................................... B. Kompetensi yang Diharapkan.................................................... C. Ruang Lingkup Materi ............................................................. D. Langkah-Langkah Pembelajaran .............................................. II. KEGIATAN BELAJAR 1: KONSEP SUPERVISI AKADEMIK ............................................... A. Pengantar ............................................................................. B. Materi Pokok......................................................................... C. Kasus..................................................................................... D. Rangkuman ........................................................................... III.KEGIATAN BELAJAR 2 KONSEP PERENCANAAN PROGRAM SUPERVISI AKADEMIK A. Pengantar .............................................................................. B. Materi Pokok.......................................................................... C. Kasus..................................................................................... D. Rangkuman ........................................................................... IV.KEGIATAN BELAJAR 3 : TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI AKADEMIK .................................. A. Pengantar ............................................................................. B. Materi Pokok.......................................................................... C. Kasus..................................................................................... D. Rangkuman ........................................................................... 16 16 16 20 24 10 10 10 14 14 4 4 5 8 9 i ii iii 1 1 1 2 3

iii

V. KEGIATAN BELAJAR 4: KONSEP SUPERVISI KLINIS ....................................................... A. Pengantar............................................................................ B. Materi Pokok........................................................................ C. Kasus.................................................................................... D. Rangkuman.......................................................................... VI. KEGIATAN BELAJAR 5 : KONSEP TINDAK LANJUT HASIL SUPERVISI AKADEMIK 30 30 30 33 36 37 39 41 42 TERHADAP GURU .................................................................... A. Pengantar ............................................................................ B. Materi Pokok........................................................................ C. Kasus ............................................................................... D. Rangkuman.......................................................................... REFLEKSI...................... GLOSARY...................... DAFTAR PUSTAKA.................... LAMPIRAN-LAMPIRAN.................... 25 25 25 28 29

iv

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah seorang kepala sekolah/madrasah kompetensi minimal yaitu: kompetensi menegaskan bahwa manajerial, harus memiliki lima dimensi kepribadian,

kewirausahaan, supervisi, dan sosial. Strategi sosialisasi dan strategi bimbingan supervisi akademik yang telah dilaksanakan selama ini ternyata masih belum memadai untuk menjangkau seluruh kepala sekolah/madrasah dalam waktu yang relatif singkat. Intensitas dan kedalaman penguasaan materi kurang dapat dicapai dengan kedua strategi ini karena terbatasnya waktu. Berdasarkan kenyataan tersebut dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah/madrasah yang profesional maka yang dibutuhkan mampu kepala sekolah/madrasah membimbing,

menjadi teladan, dan mampu menggerakkan guru dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah/madrasah. Materi pelatihan kompetensi supervisi akademik sangat diperlukan oleh terhadap guru-guru yang dipimpinnya. B. Kompetensi yang Diharapkan Setelah menyelesaikan pelatihan peserta diharapkan mampu: (1) membuat rencana program supervisi akademik, (2) melaksanakan supervisi akademik, dan (3) menindaklanjuti supervisi akademik terhadap guru. Kompetensi yang diharapkan dapat digambarkan dalam bentuk peta pikiran (mind map) di bawah ini. seorang kepala sekolah karena salah satu tugasnya adalah melakukan supervisi akademik

Supervisi Akademik Kepala Sekolah

Gambar 1. Kompetensi yang Diharapkan C. Ruang Lingkup Materi Materi Supervisi akademik yang meliputi lima kegiatan belajar: (1) konsep supervisi akademik, (2) konsep perencanaan program supervisi akademik, (3) teknik-teknik supervisi akademik, (4) konsep supervisi klinis, dan (5) tindak lanjut supervisi akademik terhadap guru. D. Langkah-Langkah Pembelajaran Materi pokok ini dirancang dengan langkah-langkah

pembelajaran digambarkan seperti berikut.

Gambar 2. Langkah- langkah Pembelajaran 2


upervisi Akademik Kepala Sekolah

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mempelajari materi ini mencakup aktivitas individual dan kelompok seperti gambar berikut.

Aktivitas Individu Membaca Materi Pelatihan

Aktivitas Kelompok Mendiskusikan Materi Pelatihan

Melaksanakan Latihan/Tugas/ Studi Kasus

latihan menyelesaikan masalah/kasus Membuat Rangkuman

Sharing dalam

Membuat Rangkuman

Melakukan Refleksi

Gambar 3. Langkah-langkah Kegiatan Pelatihan Dari gambar di atas tampak bahwa aktivitas kelompok selalu didahului oleh aktivitas individu. Dengan demikian, maka aktivitas individu adalah hal yang utama. Kesimpulan
Dengan mengikuti langkah-langkah baik kompetensinya. Dampak pada peningkatan kompetensi guru yang dibinanya dan akhirnya mampu menghasilkan siswa berpikir kritis, kreatif, inovatif, penyelesaian masalah, dan bernaluri kewirausahaan. di atas, diharapkan peserta pelatihan

secara individu maupun bersama-sama dapat meningkatkan

Supervisi Akademik Kepala Sekolah

KEGIATAN BELAJAR 1 KONSEP SUPERVISI AKADEMIK Bacalah materi di bawah ini dengan cermat! A. Pengantar Salah akademik satu secara tugas efektif kepala diperlukan sekolah/madrasah keterampilan adalah melaksanakan supervisi akademik. Untuk melaksanakan supervisi konseptual, interpersonal dan teknikal (Glickman, at al. 2007). Oleh sebab itu, setiap kepala sekolah/madrasah harus memiliki dan menguasai konsep supervisi akademik yang meliputi: pengertian, tujuan dan fungsi, prinsip-prinsip, dan dimensi-dimensi substansi supervisi akademik. Supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah/madrasah antara lain adalah sebagai berikut. (1) Memahami konsep, prinsip, teori tiap dasar, karakteristik, dan

kecenderungan

perkembangan

bidang

pengembangan

pembelajaran kreatif, inovatif, pemecahan masalah, berpikir kritis dan naluri kewirausahaan. (2) Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan di sekolah/madrasah atau mata pelajaran di sekolah/madrasah berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP. (3) Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/ metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa. (4) Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/ bimbingan (di kelas, laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi siswa. (5) Membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran. (6) Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran. 4
upervisi Akademik Kepala Sekolah

Kompetensi supervisi akademik intinya adalah membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Sasaran supervisi akademik adalah guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, yang terdiri dari materi pokok dalam proses pembelajaran, penyusunan silabus dan RPP, pemilihan strategi/metode/teknik pembelajaran, penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran serta penelitian tindakan kelas. Oleh karena itu, pelatihan ini supervisi akademik, (2) bertujuan untuk meningkatkan rencana program supervisi kompetensi supervisi akademik yang meliputi: (1) memahami konsep membuat akademik, (3) menerapkan teknik-teknik supervisi akademik, (4) menerapkan supervisi klinis, dan (5) melaksanakan tindak lanjut supervisi akademik. B. Materi Pokok 1. Konsep Supervisi Akademik Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan

membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Daresh, 1989, Glickman, et al. 2007). Supervisi akademik tidak terlepas dari penilaian kinerja guru dalam mengelola pembelajaran. Sergiovanni (1987) menegaskan bahwa refleksi praktis penilaian kinerja guru dalam supervisi akademik adalah melihat kondisi nyata kinerja guru untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, misalnya apa yang sebenarnya terjadi di dalam kelas?, apa yang sebenarnya dilakukan oleh guru dan siswa di dalam kelas?, aktivitas-aktivitas mana dari keseluruhan aktivitas di dalam kelas itu yang bermakna bagi guru dan murid?, apa yang telah dilakukan oleh guru dalam mencapai tujuan akademik?, apa kelebihan dan kekurangan guru dan bagaimana cara mengembangkannya?. ini Berdasarkan akan diperoleh jawaban informasi terhadap mengenai pertanyaan-pertanyaan

kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Namun satu hal yang perlu ditegaskan di sini, bahwa setelah melakukan penilaian kinerja berarti selesailah pelaksanaan supervisi akademik, melainkan
Supervisi Akademik Kepala Sekolah

harus dilanjutkan dengan tindak lanjutnya berupa pembuatan program supervisi akademik dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya. 2. Tujuan dan Fungsi Supervisi Akademik Tujuan supervisi akademik adalah: (1) membantu guru mengembangkan kompetensinya, (2) mengembangkan kurikulum, (3) mengembangkan kelompok kerja guru, dan membimbing penelitian tindakan kelas (PTK) (Glickman, et al. 2007, Sergiovanni, 1987). Gambar tiga tujuan supervisi akademik sebagaimana dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Pengembangan Profesionalisme

TIGA TUJUAN Penumbuhan Motivasi


Pengawasan kualitas

Gambar 4. Tiga Tujuan Supervisi Akademik Supervisi akademik merupakan salah satu (fungsi mendasar (essential

function)

dalam

keseluruhan

program

sekolah

(Weingartner, 1973; Alfonso dkk., 1981; dan Glickman, et al. 2007). Hasil supervisi akademik berfungsi sebagai sumber informasi bagi pengembangan profesionalisme guru. 3. Prinsip-prinsip Supervisi Akademik (1) Praktis, artinya mudah dikerjakan sesuai kondisi sekolah. (2) Sistematis, artinya dikembangan sesuai perencanaan program supervisi yang matang dan tujuan pembelajaran. (3) Objektif, artinya masukan sesuai aspek-aspek instrumen. (4) Realistis, artinya berdasarkan kenyataan sebenarnya.

upervisi Akademik Kepala Sekolah

(5) Antisipatif, artinya mampu menghadapi masalah-masalah yang mungkin akan terjadi. (6) Konstruktif, artinya mengembangkan kreativitas dan inovasi guru dalam mengembangkan proses pembelajaran. (7) Kooperatif, artinya ada kerja sama yang baik antara supervisor dan guru dalam mengembangkan pembelajaran. (8) Kekeluargaan, artinya mempertimbangkan saling asah, asih, dan asuh dalam mengembangkan pembelajaran. (9) Demokratis, artinya supervisor tidak boleh mendominasi pelaksanaan supervisi akademik. (10) Aktif, artinya guru dan supervisor harus aktif berpartisipasi. (11) Humanis, artinya mampu menciptakan hubungan kemanusiaan yang harmonis, terbuka, jujur, ajeg, sabar, antusias, dan penuh humor. (12) Berkesinambungan (supervisi akademik (13) Terpadu, pendidikan. (14) Komprehensif, artinya memenuhi ketiga tujuan supervisi akademik di atas (Dodd, 1972). 4. Dimensi-dimensi subtansi supervisi akademik (1) Kompetensi kepribadian. (2) Kompetensi pedagogik. (3) Kompotensi profesional. (4) Kompetensi sosial. Sering dijumpai adanya kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi akademik hanya datang ke sekolah dengan membawa instrumen pengukuran kinerja. Kemudian masuk ke kelas melakukan pengukuran terhadap kinerja guru yang sedang mengajar. Setelah itu, selesailah tugasnya, seakan-akan supervisi akademik sama dengan pengukuran kinerja guru dalam proses pembelajaran. Perilaku supervisi akademik sebagaimana diuraikan di atas merupakan salah satu contoh perilaku supervisi akademik belum
Supervisi Akademik Kepala Sekolah

dilakukan secara dengan program

teratur dan berkelanjutan oleh Kepala sekolah). artinya menyatu dengan

baik. Perilaku supervisi akademik yang demikian tidak akan memberikan banyak pengaruh terhadap tujuan dan fungsi supervisi akademik. Seandainya memberikan pengaruh, pengaruhnya relatif sangat kecil artinya bagi peningkatan mutu guru dalam mengelola proses pembelajaran. Supervisi akademik sama sekali bukan penilaian unjuk kerja guru. Apalagi bila tujuan utama penilaiannya semata-mata hanya dalam arti sempit, yaitu mengkalkulasi kualitas keberadaan guru dalam memenuhi kepentingan akreditasi guru belaka. Hal ini sangat berbeda dengan konsep supervisi akademik. Secara serangkaian konseptual, kegiatan supervisi akademik adalah guru proses

membantu mengelola

mengembangkankemampuannya

pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran.

Dengan demikian, berarti, esensi supervisi akademik itu sama sekali bukan menilai kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalismenya. Meskipun demikian, supervisi akademik tidak bisa terlepas dari penilaian unjuk kerja guru dalam mengelola pembelajaran. C. Kasus

Kasus untuk semua Kepala Sekolah Pada suatu hari kepala sekolah melaksanakan supervisi akademik. Supervisor ( kepala sekolah atau yang ditugasi ) membawa instrumen penilaian kinerja guru ke dalam kelas tanpa ada kesepakatan waktu sebelumnya. Guru yang disupervisi terkejut dan tampak salah tingkah di depan siswanya. Guru atau kepala sekolah juga tidak tahu pasti apakah 8
upervisi Akademik Kepala Sekolah

supervisi akademik harus memberi tahu guru yang bersangkutan atau tidak. Guru bertanya dalam hati, Apa saja yang dinilai oleh kepala sekolah dalam instrumennya? Seandainya aku tahu aspek-aspek yang akan dinilai tentu saja aku menyiapkannya dengan sebaik-baiknya. Sebaliknya, kepala sekolah memang sengaja tidak memberi tahu guru dengan maksud agar guru tampil apa adanya, tidak dibuat-buat. Sekalikali, guru melihat kepala sekolah asyik mencentangi dan menulis sesuatu yang ada diinstrumennya. Setelah kepala sekolah selesai mencentangi dan mengisi instrumennya, ia ke luar kelas dan menganggap bahwa supervisi akademik sudah dilaksanakan dengan baik. Sejak peristiwa itu, sampai sekarang tak terasa satu tahun ajaran telah berlalu. Saya bertanya pula dalam hati, untuk apa supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah saya selama ini?. Sayapun bertanya kepada teman sesama guru, ternyata kejadiannya sama dengan saya bahkan yang membuat saya bingung, Mengapa tidak semua guru disupervisi akademik seperti saya? Diskusikan dalam kelompok. (1) Rumuskanlah permasalahan utama pada kasus ini (2) Berdasarkan kasus ini bagaimana pemahaman kepala sekolah terhadap tugasnya sebagai supervisor dalam melakukan supervisi akademik. (3) Apakah kepala sekolah dalam mensupervisi guru telah membantu guru dalam memahami fungsi supervisi beri alasan (4) Menurut kasus diatas apakah kepala sekolah sebagai supervisor telah memahami dan melaksanakan serta menindaklanjuti supervisi, beri alasan pada jawaban anda. D. Rangkuman

Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Supervisi Akademik Kepala Sekolah

KEGIATAN BELAJAR 2 KONSEP PERENCANAAN PROGRAM SUPERVISI AKADEMIK Bacalah materi di bawah ini dengan cermat! A. Pengantar Salah satu tugas kepala sekolah adalah merencanakan supervisi akademik. Agar kepala sekolah dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, maka kepala sekolah harus memiliki kompetensi membuat rencana program supervisi akademik. B. Materi Pokok Konsep Perencanaan Program Supervisi Akademik Perencanaan program supervisi akademik adalah penyusunan dokumen perencanaan pelaksanaan dan perencanaan pemantauan dalam rangka tujuan pembelajaran. 1. Manfaat Perencanaan Program Supervisi Akademik Manfaat perencanaan program supervisi akademik adalah sebagai berikut. (1) Sebagai pedoman pelaksanaan dan pengawasan akademik. (2) Untuk menyamakan persepsi seluruh warga sekolah tentang program supervisi akademik. (3) Penjamin penghematan serta keefektifan penggunaan sumber daya sekolah (tenaga, waktu dan biaya). 2. Prinsip-Prinsip Perencanaan Program Supervisi Akademik Prinsip-prinsip perencanaan program supervisi akademik adalah: (1) objektif (data apa adanya), (2) bertanggung jawab, (3) berkelanjutan, 10
upervisi Akademik Kepala Sekolah

membantu guru mengembangkan

kemampuan mengelola proses pembelajaran untuk mencapai

(4) didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan, dan (5) didasarkan pada kebutuhan dan kondisi sekolah/madrasah. 3. Ruang lingkup perencanaan supervisi akademik Ruang lingkup supervisi akademik meliputi: (1) pelaksanaan KTSP; (2) persiapan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran oleh guru; (3) pencapaian standar kompetensi lulusan, standar proses, standar isi, dan peraturan pelaksanaannya; dan (4) peningkatan mutu pembelajaran melalui: (a) model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses; (b) proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan peserta didik menjadi sdm yang kreatif, inovatif, mampu memecahkan masalah, berpikir kritis, dan bernaluri kewirausahaan; peserta didik dapat membentuk karakter dan memiliki pola pikir serta kebebasan berpikir sehingga dapat melaksanakan mengembangkan manusia yang kebangsaan; (d) keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses belajar yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai pemahaman konsep, tidak terbatas pada materi yang diberikan oleh guru; (e) bertanggung jawab terhadap mutu perencanaan kegiatan pembelajaran diampunya. Bertanggung meningkat memahami jawab rasa terhadap tahunya, mutu (2) perencanaan mencapai dengan kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran agar siswa mampu: (1) ingin keberhasilan kemampuan belajarnya secara konsisten sesuai dengan tujuan pendidikan, (3) perkembangan pengetahuan mencari sumber informasi, (4) mengolah informasi menjadi pengetahuan, (5) menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan
Supervisi Akademik Kepala Sekolah

kemampuan mandiri,

peserta dan

didik

menjadi

kreatif

berwawasan

untuk

setiap

mata

pelajaran

yang

11

masalah, (6) mengkomunikasikan pengetahuan pada pihak lain, dan (7) mengembangkan belajar mandiri dan kelompok dengan proporsi yang wajar. Supervisi akademik juga mencakup dokumen kurikulum, kegiatan belajar mengajar dan pelaksanaan bimbingan dan konseling. Supervisi akademik tidak kalah pentingnya dibanding dengan supervisi adalah administratif. proses Sasaran utama supervisi tujuan akademik belajar mengajar dengan

meningkatkan mutu proses dan mutu hasil pembelajaran. Variabel yang mempengaruhi proses pembelajaran antara lain guru, siswa, kurikulum, alat dan buku pelajaran serta kondisi lingkungan dan fisik. Oleh sebab itu, fokus utama supervisi edukatif adalah usaha-usaha yang sifatnya memberikan kesempatan kepada guru untuk berkembang tugas secara profesional yaitu: sehingga mampu dan melaksanakan pokoknya, memperbaiki

meningkatkan proses dan hasil pembelajaran. Sasaran utama supervisi akademik adalah kemampuankemampuan hasil guru dalam merencanakan hasil kegiatan untuk pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, menilai pembelajaran, memanfaatkan penilaian peningkatan layanan pembelajaran, menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, memanfaatkan sumber belajar yang tersedia, dan mengembangkan interaksi pembelajaran (strategi, metode, teknik) yang tepat. Supervisi edukatif juga harus didukung oleh instrumen-instrumen yang sesuai. 4. Instrumen-instrumen supervisi akademik Seorang kepala sekolah/madrasah yang akan melaksanakan kegiatan supervisi harus menyiapkan perlengkapan supervisi, instrumen, sesuai dengan tujuan, sasaran, objek metode, teknik dan pendekatan yang direncanakan, dan instrumen yang sesuai, berupa format-format supervisi dapat dilihat pada lampiran berupa format 1 sampai dengan 9.

12

upervisi Akademik Kepala Sekolah

5. Bagaimana model-model supervisi akademik? Secara umum kegiatan supervisi dapat dibedakan dalam dua macam, yaitu: supervisi umum dan supervisi akademik. Supervisi umum dilakukan untuk seluruh kegiatan teknis administrasi sekolah, sedangkan supervisi akademik lebih diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran. Berikut ini akan dibahas lebih mendalam mengenai supervisi akademik. a. Model supervisi tradisional 1) Observasi Langsung Supervisi model ini dapat dilakukan dengan observasi langsung kepada guru yang sedang mengajar melalui prosedur: pra-observasi dan post-observasi. a) Pra-Observasi Sebelum observasi kelas, supervisor seharusnya melakukan wawancara serta diskusi dengan guru yang akan diamati. Isi diskusi dan wawancara tersebut mencakup kurikulum, pendekatan, metode dan strategi, media pengajaran, evaluasi dan analisis. b) Observasi guru dalam kegiatan belajar mengajar,

Setelah wawancara dan diskusi mengenai apa yang akan dilaksanakan kemudian supervisor mengadakan observasi kelas. Observasi kelas meliputi pendahuluan (apersepsi), pengembangan, penerapan dan penutup. c) Post-Observasi Setelah terhadap kelemahan observasi kelas selesai, sebaiknya supervisor dan mengadakan wawancara dan diskusi tentang: kesan guru penampilannya, guru, identifikasi keberhasilan identifikasi ketrampilan-ketrampilan

mengajar yang perlu ditingkatkan, gagasan-gagasan baru yang akan dilakukan.

Supervisi Akademik Kepala Sekolah

13

2) Supervisi Akademik dengan Cara Tidak Langsung a) Tes Dadakan Sebaiknya soal yang digunakan pada saat diadakan sudah diketahui validitas, reliabilitas, daya beda dan tingkat kesukarannya. Soal yang diberikan sesuai dengan yang sudah dipelajari peserta didik waktu itu. b) Diskusi Kasus Diskusi kasus berawal dari kasus-kasus yang ditemukan pada observasi proses pembelajaran, laporan-laporan atau hasil studi dokumentasi. kasus dan mencari Supervisor kasus, berbagai dengan mencari alternatif guru akar jalan mendiskusikan permasalahan keluarnya. c) Metode Angket Angket ini berisi pokok-pokok pemikiran yang berkaitan erat dan mencerminkan hubungan penampilan, dengan kinerja siswanya guru, dan kualifikasi sebagainya. b. Model Kontemporer (Masa Kini) Supervisi akademik model kontemporer dilaksanakan dengan pendekatan klinis sehingga sering disebut juga sebagai model supervisi klinis. Supervisi akademik dengan pendekatan klinis, merupakan supervisi akademik yang bersifat kolaboratif. Prosedur supervisi klinis sama dengan supervisi akademik langsung, yaitu: dengan observasi kelas, namun pendekatannya berbeda. C. Kasus guru demi

Diskusikan kasus berikut selama 10 menit! Buat powerpointnya! Sajikan di depan kelompok lain untuk mendapat komentar-komentar dan saransaran sebagai masukan! 14
upervisi Akademik Kepala Sekolah

Kasus untuk semua Kepala Sekolah Bapak Fulan adalah Kepala sekolah yang baru diangkat. Semenjak menjadi kepala sekolah baru, dia mencoba melakukan sosialisasi perencanaan program supervisi akademik. Dia melakukan kunjungan kelas tanpa perencanaan. Hal ini ditunjukkan oleh perilakunya yang tidak pernah menggunakan program instrumen. supervisi Guru-guru enggan menanyakan menjaga perencanaan akademiknya karena

perasaannya atau takut tersinggung. Dia mengetahui bahwa salah satu tugas kepala sekolah adalah melakukan supervisi akademik dari hasil bacaan. Untuk itu, ia melaksanakan supervisi akademik. Tetapi dia tidak tahu bagaimana caranya membuat perencanan program supervisi akademik. Untuk bertanya kepada guru sebagai bawahan, ia merasa malu. Demikian pula di kelompok kerja kepala sekolah. D. Rangkuman Perencanaan program supervisi akademik adalah penyusunan dokumen perencanaan untuk pelaksanaan dan pemantauan dalam rangka membantu guru mengembangkan kemampuan mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Supervisi Akademik Kepala Sekolah

15

KEGIATAN BELAJAR 3 TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI AKADEMIK Bacalah materi di bawah ini dengan cermat! A. Pengantar Satu di antara tugas kepala sekolah adalah melaksanakan supervisi akademik. Untuk melaksanakan supervisi akademik secara efektif diperlukan keterampilan konseptual, interpersonal dan teknikal (Glickman, at al. 2007). Oleh sebab itu, setiap Kepala sekolah harus memiliki keterampilan teknikal berupa kemampuan menerapkan teknikteknik supervisi yang tepat dalam melaksanakan supervisi akademik. Teknik-teknik supervisi akademik meliputi dua macam, yaitu: individual dan kelompok (Gwyn, 1961). B. Materi Pokok Teknik supervisi akademik ada dua yaitu: individual dan kelompok seperti gambar berikut.

Gambar 5. Teknik Supervisi 1. Teknik Supervisi Individual Teknik supervisi individual adalah pelaksanaan supervisi perseorangan terhadap guru. Supervisor di sini hanya berhadapan dengan seorang guru. Dari hasil supervisi ini dapat diketahui kualitas pembelajaran guru bersangkutan. 16
upervisi Akademik Kepala Sekolah

Teknik supervisi individual ada lima macam adalah sebagai berikut. a. Kunjungan Kelas, (Classroom Visitation) Kepala sekolah atau supervisor apa kekurangan atau kelemahan datang ke kelas untuk yang sekirannya perlu mengobservasi guru mengajar. Dengan kata lain, untuk melihat diperbaiki. Tahap-tahap kunjungan kelas terdiri dari empat tahap yaitu: (1) tahap persiapan. Pada tahap ini, supervisor merencanakan waktu, sasaran, dan cara mengobservasi selama kunjungan kelas, (2) tahap pengamatan selama kunjungan. Pada tahap ini, supervisor berlangsung, (3) tahap akhir kunjungan. Pada tahap ini, supervisor bersama guru mengadakan perjanjian untuk membicarakan hasil-hasil observasi, dan (4) tahap terakhir adalah tahap tindak lanjut. b. Kunjungan Observasi (Observation Visits) Guru-guru ditugaskan untuk mengamati seorang guru lain yang sedang mendemonstrasikan cara-cara mengajar suatu mata pelajaran tertentu. Kunjungan observasi dapat dilakukan di sekolah sendiri atau dengan mengadakan kunjungan ke sekolah lain. Secara umum, aspek-aspek yang diobservasi adalah: (1) usaha-usaha dan aktivitas guru-siswa dalam proses pembelajaran, (2) cara menggunakan media pengajaran, (3) variasi metode, (4) ketepatan penggunaan media dengan materi, (5) ketepatan penggunaan metode dengan materi, dan (6) reaksi mental para siswa dalam proses belajar mengajar. Pelaksanaan observasi melalui tahap: persiapan, pelaksanaan, penutupan, penilaian hasil observasi;dan tindak lanjut. Dalam rangka melakukan observasi, seorang hendaknya telah mempersiapkan instrumen menguasai masalah dan tujuan supervisi.
Supervisi Akademik Kepala Sekolah

mengamati

jalannya

proses

pembelajaran

supervisor observasi,

17

c. Pertemuan Individual Pertemuan individual adalah satu pertemuan, percakapan, dialog, dan tukar pikiran antara supervisor dan guru. Tujuannya adalah: (1) mengembangkan perangkat pembelajaran yang lebih baik, (2) meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran, dan (3) memperbaiki segala kelemahan dan kekurangan pada diri guru Swearingen (1961) mengklasifikasi empat jenis pertemuan (percakapan) individual sebagai berikut. (1) Classroom-conference, yaitu percakapan individual yang dilaksanakan di dalam kelas ketika murid-murid sedang meninggalkan kelas (istirahat). (2) Office-conference, yaitu percakapan individual yang dilaksanakan di ruang kepala sekolah atau ruang guru, di mana sudah dilengkapi dengan alat-alat bantu yang dapat digunakan untuk memberikan penjelasan pada guru. (3) Causal-conference. yaitu percakapan individual yang bersifat informal, yang dilaksanakan secara kebetulan bertemu dengan guru (4) Observational visitation. yaitu percakapan individual yang dilaksanakan setelah supervisor melakukan kunjungan kelas atau observasi kelas.

Hal yang dilakukan individu :

Supervisor dalam pertemuan

berusaha mengembangkan segi-segi positif guru, mendorong guru mengatasi kesulitan-kesulitannya, memberikan pengarahan, dan menyepakati berbagai solusi menindaklanjutinya. permasalahan dan

18

upervisi Akademik Kepala Sekolah

d. Kunjungan Antar Kelas Kunjungan antar kelas adalah guru yang satu berkunjung ke kelas yang lain di sekolah itu sendiri. Tujuannya adalah untuk berbagi pengalaman dalam pembelajaran. Cara-cara melaksanakan kunjungan antar kelas adalah sebagai berikut. (1) Jadwal kunjungan harus direncanakan. (2) Guru-guru yang akan dikunjungi harus diseleksi. (3) Tentukan guru-guru yang akan mengunjungi (4) Sediakan segala fasilitas yang diperlukan. (5) Supervisor hendaknya mengikuti acara ini dengan pengamatan yang cermat. (6) Adakah tindak lanjut setelah kunjungan antar kelas selesai? misalnya dalam bentuk percakapan pribadi, penegasan, dan pemberian tugas-tugas tertentu. (7) Segera aplikasikan ke sekolah atau ke kelas guru bersangkutan, dengan menyesuaikan pada situasi dan kondisi yang dihadapi; (8) Adakan perjanjian-perjanjian untuk mengadakan kunjungan antar kelas berikutnya. 2. Supervisi Kelompok Teknik supervisi kelompok adalah satu cara melaksanakan program supervisi yang ditujukan pada dua orang atau lebih. Guru-guru yang yang akan disupervisi berdasarkan hasil analisis kebutuhan, dan analisis supervisi kemampuan sesuai kinerja guru, kemudian atau dikelompokan yang berdasarkan kebutuhan guru. Kemudian guru dengan permasalahan diperlukan. Dalam teknik supervisi diberikan layanan kebutuhan beberapa

kelompok, terdapat

kegiatan yang dapat dilakukan antara lain adalah sebagai berikut. (1) Mengadakan pertemuan atau rapat (meeting), Seorang kepala sekolah menjalankan tugasnya berdasarkan rencana yang telah disusun. Termsuk mengadakan rapat-rapat secara periodik dengan guru-guru, dalam hal ini rapat-rapat yang diadakan dalam rangka
Supervisi Akademik Kepala Sekolah

19

kegiatan supervisi. Rapat tersebut antara lain melibatkan KKG, MGMP, dan rapat dengan pihak luar sekolah. (2) Mengadakan diskusi kelompok (group

discussions), Diskusi

kelompok dapat diadakan dengan membentuk kelompok-kelompok guru bidang studi sejenis. Di dalam setiap diskusi, supervisor atau kepala sekolah memberikan pengarahan, bimbingan, nasihat-nasihat dan saran-saran yang diperlukan. (3) Mengadakan penataran-penataran (inservice-training), Teknik ini dilakukan melalui penataran-penataran, misalnya penataran untuk guru bidang studi tertentu. Mengingat bahwa penataran pada umumnya diselenggarakan oleh pusat atau wilayah, maka tugas kepala sekolah adalah mengelola dan membimbing pelaksanaan tindak lanjut (follow-up) dari hasil penataran. C. Kasus

Diskusikan kasus berikut selama 10 menit! Buat powerpointnya! Sajikan di depan kelompok lain untuk mendapat komentar-komentar dan saransaran sebagai masukan! Kasus untuk Kepala Sekolah SMP Ada keluhan dari orang tua dan masyarakat bahwa hasil belajar lulusan sekolah sangat rendah. Hal ini dibuktikan antara lain banyaknya siswa yang tidak lulus ujian nasional dan ujian sekolah. Mutu hasil belajar tidak terlepas dari mutu proses pembelajarannya. Mutu proses pembelajaran tidak terlepas dari mutu gurunya. Untuk menanggapi keluhan tersebut, kepala sekolah bermaksud melaksanakan supervisi akademik.

20

upervisi Akademik Kepala Sekolah

Kasus untuk Kepala SD Saya adalah kepala sekolah yang baru diangkat menjadi kepala sekolah di SD Negeri 01 di kabupaten Suka Maju. Sebelumnya saya adalah guru yang mengajar di sekolah yang sama selama 17 tahun dan saya berpengalaman mengajar di kelas I dan kelas II (satu dan dua ) jumlah siswanya seluruhnya kelas satu sampai dengan kelas IV berjumlah 462 orang Siswa ( 12 Rombel ). Kenyataan yang saya hadapi kekurangan jumlah guru karena ada tiga orang guru purna tugas/pensiun, kekurangan tenaga guru honor yang belum berpengalaman. Dari jaman kepala sekolah terdahulu/sebelum saya tiga tagun terakhir tidak pernah melakukan supervisi akademik karena kepala sekolahpun karena sering mengajar untuk mengatasi kekurangan guru dan guru yang tidak hadir . Permasalahan yang ada dua tahun terakhir hasil ujian Nasional disekolah kami menurun. Sebagai kepala sekolah baru saya belum tahu persis bagaimana cara melakukan supervisi akademik yang baik. Saat ini yang saya coba lakukan hanya melihat sepintas guru mengajar dari luar ruang kelas perangkat pembelajaran gurupun saya hanya mengacu pada apa yang pernah saya lakukan, belum ada pembaharuan. Saat rapat koordinasi pertama dengan dewan komite sekolah, beberapa permasalahan saya sampaikan perlunya ada perubahan, terutama kurangnya jumlah dan kemampuan guru dalam mengajar, menurunnya motivasi mengajar pada beberapa guru, dari sisi sarana prasarana sekolah kami cukup memadai. Permasalahan saya bagaimana caranya menghadapi permasalahan ini dan dari mana mulainya? Tugas : Bacalah kasus diatas secara seksama kemudian diskusikan dengan kelompok yang menjadi permasalahan pada kasus ini. Jika anda adalah kepala sekolah pada sekolah ini apa rencana tindakan yang anda lakukan. Jawablah Pertanyaan : 1. Temukan masalah utamanya?

Supervisi Akademik Kepala Sekolah

21

2. Mengapa masalah itu menjadi yang utama? 3. Buatlah 1 rencana tindakan yang dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut? Kasus untuk Kepala SMA Diskusikan kasus berikut selama 10 menit! Buat powerpointnya! Sajikan di depan kelompok lain untuk mendapat komentar-komentar dan saransaran sebagai masukan! Selama saya mejadi kepala sekolah, belum pernah sekalipun ada guru yang datang kepada saya meminta bantuan untuk memecahkan masalah pembelajaran yang muncul di kelasnya. Menurut saya, tampaknya supervisi klinis belum berjalan sama sekali di sekolah yang saya pimpin. Ada dugaan, guru enggan atau malu takut meminta dianggap bantuan tidak saya menyelesaikan berdampak masalahnya penilaian karena mampu nilai

mengatasi masalahnya sendiri. Keengganan ini menurut guru, mungkin pada DP3 butir prakarsa. Guru takut prakarsanya rendah karena pernah minta bantuan kepada saya. Mereka takut saya menganggap mereka tidak punya prakarsa, tidak kreatif, dan inovatif memecahkan masalahnya sendiri. Selain itu, sebagian guru pernah menerima pengarahan saya pada suatu rapat bahwa datang ke bos jangan bawa masalah tapi bawalah alternatif pemecahan masalah. Dan beberapa guru juga pernah membaca buku How to manage your

boss dengan pernyataan yang sama seperti pengarahan saya.

Kasus untuk Kepala SMK Saya adalah Kepala sekolah yang baru dilantik di SMK SBI. Sebelunya saya seorang guru teladan pada SMA Negeri dengan masa kerja 12 tahun. Disamping itu saya merupakan guru yang aktif berorganisasi, Saat pertama saya bertugas saya mulai melakukan observasi dan supervisi ke kelas tanpa pemberitahuan terlebih dahulu . Kenyataan yang saya temukan sungguh mengagetkan. Saya menemukan guru matematika sedang sibuk dengan SMS, sementara murid mencatat di papan tulis . Di 22
upervisi Akademik Kepala Sekolah

ruang guru

saya menemukan guru agama tiduran dan membiarkan

murid di kelas mencatat. Walaupun demikian saya juga menemukan guru yang mengajar dengan profesional dan dengan perangkat pembelajaran yang memadai.Saya menyadari salah satu kriteria RSBI ( Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional pada adalah: Peningkatan kurikulum Kualitas tidak pembelajaran. Kesimpulan dari hasil supervisi saya adalah proses pembelajaran berfokus penyelesaian dan mempertimbangkan berbagai kebutuhan belajar. Para guru cenderung untuk mengarahkan proses belajar dan tidak memberikan banyak Pembelajaran peluang bagi secara peserta klasik didik dan untuk kurang menyalurkan pendapat atau dilaksanakan mempertimbangkan hambatan berkomunikasi, Laporan lain menunjukan, bahwa jadwal supervisi kami tidak sudah diterapkan secara konsisten. Sebagian guru terlibat secara aktif.

kebutuhan individu peserta didik. mengakibatkan

Jauhnya ruang guru dan ruang kepala sekolah

profesional namun sebagian besar merupakan tipe guru drop-out. Tingkat keahlian mengajar belum memungkinkan dalam beberapa bidang keahlian tertentu. Seringnya kepala sekolah mengikuti kegiatan di luar sekolah menyebabkan supervisi akademis maupun klinis jarang dilakukan. tercakupnya sebagian besar tuntutan kurikulum, tetapi masih ada kesenjangan

TUGAS: Secara individu bacalah dan pahami kasus diatas, kemudian diskusikan dengan kelompok dan kerjakan dan jawablah pertanyaan di bawah ini : 1. Apa masalah utamanya? 2. Mengapa masalah itu menjadi yang utama? 3. Buatlah rencana tindakan yang dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut?

Supervisi Akademik Kepala Sekolah

23

D. Rangkuman Teknik supervisi ada dua macam, yaitu: teknik supervisi individual adalah pelaksanaan supervisi Selanjutnya, atau lebih. teknik supervisi perseorangan terhadap guru. kelompok adalah satu cara

melaksanakan program supervisi yang ditujukan pada dua orang

24

upervisi Akademik Kepala Sekolah

KEGIATAN BELAJAR 4 KONSEP SUPERVISI KLINIS

Bacalah materi di bawah ini dengan cermat! A. Pengantar Ide untuk memberlakukan supervisi klinis bagi guru muncul ketika guru tidak harus disupervisi atas keinginan kepala sekolah sebagai supervisor tetapi atas kesadaran guru untuk datang ke supervisor untuk minta bantuan mengatasi masalahnya. Kepala sekolah sebagai supervisor akademik seyogyanya memiliki pengetahuan dan menguasai penerapan supervisi klinis. B. Materi Pokok 1. Supervisi Klinis Supervisi klinik, mula-mula diperkenalkan dan dikembangkan oleh Cogan, Goldhammer, dan Weller di Universitas Harvard pada akhir dasa warsa lima puluh tahun dan awal dasawarsa enam puluhan (Krajewski) 1982). Ada dua asumsi yang mendasari praktik supervisi klinik. (1) Pengajaran merupakan aktivitas yang sangat kompleks yang memerlukan pengamatan dan analisis secara berhati-hati melalui pengamatan dan analisis ini, supervisor pengajaran akan mudah mengembangkan kemampuan guru mengelola proses pembelajaran. (2) Guru-guru yang profesionalnya ingin dikembangkan lebih menghendaki cara yang kolegial daripada cara yang outoritarian (Sergiovanni, 1987). Supervisi klinis adalah pembinaan kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran (Sullivan & Glanz, 2005). Sedangkan menurut Cogan (1973), kegiatan pembinaan performansi guru dalam mengelola proses belajar mengajar. Menurut Sergiovanni (1987) ada dua tujuan supervisi klinis: pengembangan profesional dan motivasi kerja guru dan memperperbaiaki proses pembelajaran yang kurang efektif.
Supervisi Akademik Kepala Sekolah

25

Tujuan khusus supervisi klinis adalah sebagai berikut. (1) Menyediakan umpan balik yang obyektif terhadap guru, mengenai pengajaran yang dilaksanakannya. (2) Mendiagnosis dan membantu memecahkan masalah-masalah pengajaran. (3) Membantu guru mengembangkan keterampilannnya menggunakan strategi pengajaran. (4) Mengevaluasi guru untuk kepentingan promosi jabatan dan keputusan lainnya. (5) Membantu guru mengembangkan satu sikap positif terhadap pengembangan profesional yang berkesinambungan. 2. Pelaksanaan Supervisi Klinis Langkah-langkah supervisi klinis terdiri dari tiga tahap esensial yang berbentuk siklus, yaitu (1) tahap pertemuan awal, (2) tahap observasi mengajar, dan (3) tahap pertemuan balikan, hal ini dikemukakan oleh Alexander Mackie College of advanced Education (1981) dan Mantja (1984). Pelaksanaan supervisi klinis seperti gambar berikut.

Gambar 6. Pelaksanaan Supervisi Klinis 3. Pendekatan Supervisi Klinis Pendekatan supervisi klinis terdiri dari: (1) Direktif: Tanggung jawab lebih banyak pada supervisor (2) Kolaboratif: Tanggung Jawab terbagi relatif sama antara supervisor dan guru (3) Non-direktif: Tanggung jawab lebih banyak pada guru 26
upervisi Akademik Kepala Sekolah

4. Perilaku Pendekatan Supervisi Klinis

5. Keterkaitan Supervisi Klinis dengan Karakteristik Guru

Gambar 7. Karakteristik Guru Keterkaitan supervisi klinis dengan karakteristik guru atau prilaku guru dalam proses pembelajaran diuraikan pada peta pikir (mind map) berikut.

Gambar 8. Guru Drop-Out


Supervisi Akademik Kepala Sekolah

27

Gambar 9. Guru Profesional C. Kasus Kasus untuk semua Kepala Sekolah Simulasi Dalam proses pembelajaran ada 3 siswa yang selalu mengganggu pelaksanaan pembelajaran. Guru yang mengajar di kelas mengeluh kepada kepala sekolah bahwa guru yang bersangkutan tidak mampu menyelesaikan masalah tersebut. Bagaimana anda sebagai seorang kepala sekolah melakukan supervisi klinis. Diketahui guru tersebut kemampuan akedemis/abstraksi dan komitmen rendah. Selesaikan masalah dengan pendekatan simulasi. Untuk melakukan simulasi, tentukan peran masing-masing, siapa yang berperan sebagai kepala sekolah, guru, 3 orang siswa yang selalu mengganggu, siswa yang lainnya, dan pengamat dalam simulasi.

28

upervisi Akademik Kepala Sekolah

TAHAPAN SIMULASI

PEMBAGIAN KELOMPOK 1. Menentukan ketua kelompok 2. Menentukan kelompok yang berperan sebagai Supervisor, Guru dan audien

DISKUSI KELOMPOK 1. Mempersiapkan kegiatan simulasi 2. Mengatur pembagian waktu ( pre conference , melakukan observasi, melakukan analisis, melakukan tindak lanjut)

PELAKSANAAN SIMULASI 1. pre conference , 2. melakukan observasi, 3. melakukan analisis, 4. melakukan tindak lanjut

D. Rangkuman Supervisi klinis bagi guru muncul ketika guru tidak harus disupervisi atas keinginan kepala sekolah tetapi atas kesadaran guru datang ke supervisor untuk minta bantuan mengatasi masalahnya.

Supervisi Akademik Kepala Sekolah

29

KEGIATAN BELAJAR 5 KONSEP TINDAK LANJUT HASIL SUPERVISI AKADEMIK TERHADAP GURU

Bacalah materi di bawah ini dengan cermat! A. Pengantar Hasil supervisi perlu ditindaklanjuti agar memberikan dampak yang nyata bagi peningkatkan profesionalisme guru. Dampak nyata ini diharapkan dapat dirasakan masyarakat maupun stakeholders. Tindak lanjut tersebut berupa: penguatan dan penghargaan diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar, teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada guru yang belum memenuhi standar dan guru diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan/penataran lebih lanjut. B. Materi Pokok Tindak lanjut dari hasil analisis merupakan pemanfaatan hasil supervisi. Dalam materi pelatihan tentang tindak lanjut hasil supervisi akan dibahas mengenai pembinaan dan pemantapan instrumen. 1. Pembinaan Kegiatan pembinaan dapat berupa pembinaan langsung dan tidak langsung. a. Pembinaan Langsung Pembinaan ini dilakukan terhadap hal-hal yang sifatnya khusus, yang perlu perbaikan dengan segera dari hasil analisis supervisi. b. Pembinaan Tidak Langsung Pembinaan ini dilakukan terhadap hal-hal yang sifatnya umum yang perlu perbaikan dan perhatian setelah memperoleh hasil analisis supervisi. Beberapa cara yang dapat dilakukan kepala sekolah/madrasah dalam membina guru untuk meningkatkan proses pembelajaran adalah sebagai berikut.

30

upervisi Akademik Kepala Sekolah

(1) (2) (3)

Menggunakan secara efektif petunjuk bagi guru dan bahan pembantu guru lainnya. Menggunakan buku teks secara efektif. Menggunakan praktek pembelajaran yang efektif yang dapat mereka pelajari selama pelatihan profesional/inservice

training.
(4) (5) (6) (7) (8) (9) Mengembangkan teknik pembelajaran yang telah mereka miliki. Menggunakan metodologi yang luwes (fleksibel). Merespon kebutuhan dan kemampuan individual siswa. Menggunakan pembelajaran. Mengelompokan siswa secara lebih efektif. Mengevaluasi siswa dengan lebih akurat/teliti/seksama. lingkungan sekitar sebagai alat bantu

(10) Berkooperasi dengan guru lain agar lebih berhasil. (11) Mengikutsertakan masyarakat dalam mengelola kelas. (12) Meraih moral dan motivasi mereka sendiri. (13) Memperkenalkan teknik pembelajaran modern untuk inovasi dan kreatifitas layanan pembelajaran. (14) Membantu membuktikan siswa dalam meningkatkan ketrampilan berpikir kritis, menyelesaikan masalah dan pengambilan keputusan. (15) Menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. 2. Pemantapan Instrumen Supervisi Kegiatan memantapkan instrumen supervisi dapat dilakukan dengan cara diskusi kelompok oleh para supervisor tentang instrumen supervisi akademik maupun instrumen supervisi non akademik. Dalam memantapkan instrumen supervisi, dikelompokkan menjadi seperti berikut. (1) Persiapan guru untuk mengajar terdiri dari: (a) Silabus. (b) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). (c) Program Tahunan. (d) Program Semesteran.
Supervisi Akademik Kepala Sekolah

31

(e) Pelaksanaan proses pembelajaran. (f) Penilaian hasil pembelajaran. (g) Pengawasan proses pembelajaran. (2) Instrumen supervisi kegiatan belajar mengajar (a) Lembar pengamatan. (b) Suplemen observasi (ketrampilan mengajar, karakteristik mata pelajaran, pendekatan klinis, dan sebagainya). (3) Komponen dan kelengkapan instrumen, baik instrumen supervisi akademik maupun isntrumen supervisi nonakademik. (4) Penggandaan instrumen dan informasi kepada guru bidang studi binaan atau kepada karyawan untuk instrumen nonakademik. Dengan demikian, dalam tindak lanjut supervisi dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) Dalam pelaksanaannya kegiatan tindak lanjut supervisi akademik mengajar. (2) Hasil analisis, catatan supervisor, dapat dimanfaatkan untuk perkembangan keterampilan mengajar guru atau meningkatkan profesionalisme guru dan karyawan, setidaktidaknya dapat mengurangi kendala-kendala yang muncul atau yang mungkin akan muncul. (3) Umpan balik akan member prtolongan bagi supervisor dalam melaksanakan tindak lanjut supervisi. (4) Dari umpan balik itu pula dapat tercipta suasana komunikasi yang tidak menimbulkan ketegangan, menonjolkan otoritas yang mereka miliki, memberi kesempatan untuk mendorong guru memperbaiki penampilan, dan kinerjanya. Cara-cara melaksanakan tindak lanjut hasil supervisi akademik sebagai berikut. (1) Mengkaji rangkuman hasil penilaian. sasaran utamanya adalah kegiatan belajar

32

upervisi Akademik Kepala Sekolah

(2) Apabila ternyata tujuan supervisi akademik dan standarstandar pembelajaran belum tercapai, maka sebaiknya dilakukan keterampilan pembinaan. (3) Apabila ternyata memang tujuannya belum tercapai maka mulailah merancang kembali program supervisi akademik guru untuk masa berikutnya. (4) Membuat rencana aksi supervisi akademik berikutnya. (5) Mengimplementasikan rencana aksi tersebut pada masa berikutnya. (a) Ada lima langkah pembinaan kemampuan guru melalui supervisi akademik, yaitu: (a) menciptakan hubunganhubungan yang harmonis, (b) analisis kebutuhan, (b) mengembangkan strategi dan media, (c) menilai, dan (d) revisi. C. Kasus penilaian dan ulang guru terhadap yang pengetahuan, menjadi tujuan sikap

Kasus untuk Kepala SD Banyak hasil-hasil evaluasi pelaksanaan program supervisi akademik tidak ada tindak lanjutnya. Hal ini terjadi karena tidak ada penghargaan dan sanksi. Akibatnya, hasil evaluasi hanyalah kegiatan yang sia-sia saja. Bacalah dan pahami makna dari kasus di atas. Diskusikanlah kasus di atas dalam kelompok! Jika anda adalah kepala sekolah dalam melakukan kegiatan supervisi akademik, tindak lanjut apa dan bagaimana yang dapat

Supervisi Akademik Kepala Sekolah

33

berdampak kepada peningkatan kualitas guru dakam proses pembelajaran? Berikan alasan jenis penghargaan dan sanksi apa yang mampu meningkatkan kemampuan guru!

Kasus untuk Kepala SMP : Pada awal tahun ini, tepatnya tanggal 16 Januari 2011 saya pindah tugas dari salah satu SMA ke tempat saya yang sekarang di SMPN.12 Kota Sukses Makmur, Berhubung saya bergabung pada awal semester genap di sekolah tersebut, saya hanya melanjutkan program tahun pelajaran berikutnya dan mencoba menanyakan program yang akan dilakukan dalam semester genap, baik untuk kelas VII, VIII, dan IX. Namun, hampir semua guru tidak mempunyai program dan perangkat pembelajaran, kecuali hanya ada daftar hadir dan daftar nilai siswa. Salah seorang guru dengan santainya mengatakan Yang penting bagi siswa gurunya tetap hadir/tidak kosong saja sudah bersyukur. Hal lain yang saya hadapi adalah : 1. ketika saya menanyakan kepada guru yang lain, selama ini sudah berapa kali diadakan supervisi kelas, dengan gaya khasnya sambil mengangkat bahunya mengatakan tidak pernah ada, dan sambil mengingat-ingat kembali dia mengatakan dia pernah disodorkan format penilaian supervisi untuk diisi sendiri sesuai dengan penilaian hati nuraninya. 2. ketika saya akan membuat jadwal penilaian kinerja banyak guruguru yang menanyakan apakah memang harus disupervisi sehubungan dengan status mereka guru tidak tetap (GTT). Pertanyaan : selama ini,

1. Apa masalah utamanya? 2. Mengapa masalah itu menjadi yang utama?

34

upervisi Akademik Kepala Sekolah

Kasus untuk Kepala SMA

Saya adalah kepala sekolah di SMA Penabur Ilmu . Pada suatu hari saya melaksanakan supervisi akademik, saya membawa perangkat penilaian untuk mengukur kami tidak mengadakan pertemuan kinerja guru ke dalam kelas, sebelumnya. Guru kelihatan

terkejut dan tampak salah tingkah di depan siswanya. Saya sebagai kepala sekolah juga tidak tahu pasti apakah supervisi klinis dalam supervisi akademik harus memberi tahu guru yang bersangkutan atau tidak. Saya tahu aspek-aspek yang akan saya evaluasi namun guru tidak mengetahuinya, sebagai kepala sekolah saya memang sengaja tidak memberi tahu guru dengan maksud agar guru tampil apa adanya, tidak dibuat-buat. Saya ijin kepada guru saat itu juga untuk duduk dibelakang dengan maksud melihat cara guru mengajar, tentu saja saya membawa instrumen penilaian. Guru kelihatan grogi dan sedikit kaget, siswa gaduh dan guru segera menguasai keadaan. ke luar kelas dan saya dilaksanakan Kegiatan pembelajaran dimulai dan saya sibuk mencentangi dan mengisi instrumen, setelah selesai saya ijin menganggap bahwa supervisi akademik sudah

dengan baik. Sejak peristiwa itu, sampai sekarang tak terasa satu tahun ajaran telah berlalu. Pada rapat dewan guru terdapat pertanyaan yang ditujukan kepada saya sebagai kepala sekolah . Apakah supervisi yang dilakukan selama ini akan ada tindak lanjutnya ? Mengapa tidak semua guru disupervisi ?, Apakah tahun ajaran ini kami boleh tahu jawal supervisi kepala sekolah mohon dijelaskan tujuannya . Saya sebagai kepala sekolah agak kaget dengan pertanyaan kristis tersebut. Saya mencoba menjelaskan sesuai visi saya untuk mendapat peta atas kinerja guru, walaupun kelihatannya guru belum puas atas jawaban yang saya berikan. Tugas : Baca kasus diatas secara individu coba pahami kasus tersebut diskusikan dalam kelompok dan jawablah dan kerjakan tugas dibawah ini : 35

Supervisi Akademik Kepala Sekolah

1. Apa masalah utamanya? 2. Mengapa masalah itu menjadi yang utama?


3. Buatlah rencana tindakan yang dapat menjadi solusi untuk

mengatasi masalah tersebut?

Kasus untuk Kepala SMK Diskusikan kasus berikut 10 menit!. Buat powerpoint nya! Sajikan di depan kelompok lain untuk mendapatkan komentar-komentar dan saran-saran sebagai masukan! Ciri khas SMK yang membedakan dengan SMA adalah SMK memiliki bengkel praktik. Sayangnya, bengkel praktik kurang terawat dengan baik. Peralatan berantakan ada di mana-mana. Lantai kotor dengan debu dan pasir. Mesin-mesin tidak dirawat secara rutin, walaupun di setiap mesin tampak kartu perawatannya. Kepala SMK jarang berkunjung ke bengkel karena disibukkan oleh urusan administrasi di kantornya. Bengkel baru dibersihkan oleh teknisi jika ada pihak luar yang berkunjung. Guru praktik merasa tidak pernah disupervisi akademik oleh kepala sekolahnya sehingga mereka bekerja seenaknya. Jika terjadi kehilangan dan kecelakaan di bengkel yang disalahkan adalah teknisi dan gurunya. Siswa yang praktik sering ditinggal oleh guru praktik yang bertugas. Pada hal praktik siswa tersebut berisiko kecelakaan. Siswa yang tidak menggunakan alat pengaman tidak ditegur oleh gurunya. Guru praktik mengobrol sambil merokok bersama teknisi bengkel. D. Rangkuman Supervisi klinis adalah Kegiatan pembinaan performansi

guru dalam mengelola proses belajar mengajar. Hasil supervisi harus ditindaklanjuti agar memberikan dampak yang nyata untuk meningkatkan profesionalisme guru. Dampak nyata ini diharapkan dapat dirasakan masyarakat maupun stakeholders.

36

upervisi Akademik Kepala Sekolah

REFLEKSI HASIL PEMBELAJARAN SUPERVISI AKADEMIK Waktu Nama Petunjuk: 1. Mohon untuk mengisi lembar refleksi di bawah ini berdasarkan materi yang Bapak/Ibu sudah pelajari 2. Pengerjaan tugas refleksi dilakukan secara individu dan dilakukan di luar jam terjadwal Pertanyaan: 1. Apa saja telah saya lakukan berkaitan dengan materi kegiatan belajar ini di tempat tugas? : :

2. Dampak materi kegiatan belajar ini terhadap pelaksanaan tugas saya adalah .............

3. Kegiatan yang telah saya lakukan berkaitan

dengan materi ini

tetapi belum dituliskan di materi ini adalah............

4. Menurut

saya yang sebaiknya

ditambahkan materi tentang ----

untuk menyempurnakan bahan ajar ini.

5. Menurut saya kelebihan materi ini adalah

Supervisi Akademik Kepala Sekolah

37

6. Menurut saya kekurangan materi pada kegiatan ini adalah......

7. Manfaat

yang

saya peroleh dari materi

supervisi akademik ini

adalah.........

8. Materi pembelajaran bahan ajar ini yang dapat saya kira ........ persen.

kuasai kira-

9. Dalam

rangka

peningkatan

kompetensi

berkelanjutan

pada

pembelajaran ini saya akan melakukan ..................

38

upervisi Akademik Kepala Sekolah

GLOSARY
Analytical Teacher
Antisipatif Berkesinambungan

Observer

Dimaknai dengan guru yang memiliki abstaksi tinggi tetepi komitmenya rendah artinya mampu menghadapi masalah-masalah yang mungkin akan terjadi. (supervisi akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh Kepala sekolah).

Classroom-conference

yaitu percakapan individual yang dilaksanakan di dalam kelas ketika murid-murid sedang meninggalkan kelas (istirahat).

Causal-conference
Demokratis Dimensi

Yaitu percakapan individual yang bersifat informal, yang dilaksanakan secara kebetulan bertemu dengan guru artinya supervisor tidak boleh mendominasi pelaksanaan supervisi akademik berarti parameter atau pengukuran yang dibutuhkan untuk mendefinisikan sifat-sifat suatu objekyaitu panjang, lebar, dan tinggi atau ukuran dan bentuk. Pendekatan direktif itu adalah Suatu kegiatan yang dilaksanakan secara teratur dan terencana pada setiap induvidu maupun kelompok dan apabila tidak dilaksanakan akan mendapat sanksi. Dimaknai dengan tipe guru dengan kwadran abstraksi rendah dan komitmen juga rendah artinya mampu menciptakan hubungan kemanusiaan yang harmonis, terbuka, jujur, ajeg, sabar, antusias, dan penuh humor

Direktif

Drop-out Teacher
Humanis

Kompeten

Kreatif dan Inovatif Kolaboratif

Konstruktif Kooperatif Kekeluargaan

adalah ketrampilan yang diperlukan seseorang yang ditunjukkan oleh kemampuannya untuk dengan konsisten memberikan tingkat kinerja yang memadai atau tinggi dalam suatu fungsi pekerjaan spesifik Kreatif dan inovatif adalah karakteristik personal yang terpatri kuat dalam diri seorang wirausaha sejati. Kolaborasi adalah bentuk kerjasama, interaksi, kompromi beberapa elemen yang terkait baik individu, lembaga dan atau pihak-pihak yang terlibat secara langsung dan tidak langsung yang menerima akibat dan manfaat artinya mengembangkan kreativitas dan inovasi guru dalam mengembangkan proses pembelajaran artinya ada kerja sama yang baik antara supervisor dan guru dalam mengembangkan pembelajaran. artinya mempertimbangkan saling asah, asih, dan asuh dalam mengembangkan pembelajaran. Yaitu percakapan individual yang dilaksanakan setelah supervisor melakukan kunjungan kelas atau observasi kelas. Yaitu percakapan individual yang dilaksanakan di ruang kepala sekolah atau ruang guru, di mana sudah dilengkapi

Observational visitation Office-conference

Supervisi Akademik Kepala Sekolah

39

dengan Objektif

alat-alat

bantu

yang

dapat

digunakan

untuk

memberikan penjelasan pada guru. artinya masukan sesuai aspek-aspek instrumen. Dimaknai guru dengan kemampuan abstarksi tinggi dan memiliki komitmen tinggi artinya mudah dikerjakan sesuai kondisi sekolah. Kilas balik dari suatu proses pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman dirinya terhadap tugas yang sudah dilakukan. artinya berdasarkan kenyataan sebenarnya. artinya dikembangan sesuai perencanaan program supervisi yang matang dan tujuan pembelajaran artinya menyatu dengan dengan program pendidikan. Dimaknai guru yang memilki komitmen tinggidan abstraksi rendah

Professional Teacher
Praktis Refleksi Realistis Sistematis Terpadu

Unfocused Teacher

40

upervisi Akademik Kepala Sekolah

DAFTAR PUSTAKA Alexander Mackie College of Advance Education. 1981. Supervision of Practice Teaching. Primary Program, Sydney, Australia. Dodd, W.A. 1972. Primary School Inspection in New Countries. London: Oxford University Press. Glickman, C.D., Gordon, S.P., and Ross-Gordon, J.M. 2007. Supervision and Instructional Leadership A Development Approach. Seventh Edition. Boston: Perason. Gwynn, J.M. 1961. Theory and Practice of Supervision. New York: Dodd, Mead & Company. Mantja, W. 1984. Efektivitas Supervisi Klinik dalam Pembimbingan Praktek Mengajar Mahasiswa IKIP Malang,Tesis. FPS IKIP Malang. Robbins, S.P.2008. The Truth about Managing People. Second Edition. Upper Sadle River, New Jersey: Pearson Education, Inc. Sergiovanni, T.J. 1982. Supervision of Teaching. Alexandria: Association for Supervision and Curriculum Development. Sullivan, S. & Glanz, J. 2005. Supervision that Improving Teaching Strategies and Techniques. Thousand Oaks, California: Corwin Press. Sullivan, S & Glanz, J. 2005. Supervision that ImprovesTeaching Strategies and Techniques. Thousand Oaks, California: Corwin Press. Supervisi Akademik dalam peningkatan profesionalisme guru. 2006. Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah Pendidikan Dasar. Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen PMPTK Depdiknas. Wiles, J. dan J. Bondi. 1986. Supervision: A Guide to Practice . Second Edition. Columbus: Charles E. Merrill Publishing Company Verma, V.K. 1996. The Human Aspects of Project Management Human Resources Skills for the Project Manager. Volume Two. Harper Darby,PA: Project Management Institute

Supervisi Akademik Kepala Sekolah

41

LAMPIRAN-LAMPIRAN Format 1: Aspek yang diamati Petunjuk Umum Berilah tanda () atau nilai pada kolom yang sesuai dengan penilaian anda dan catatlah hal-hal yang penting yang berhubungan dengan aspek yang diamati pada kolom keterangan. 1. Tidak ada (0-20) 2. Kurang baik (21-40) 3. Cukup (41-65) 4. Baik (66-80) 5. Sangat baik (81-100) Lembar Observasi
No Aspek yang diamati A. Perencanaan Proses pembelajaran. Apakah guru: Menyusun Silabus? 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Identitas mata pelajaran atau tema pelajaran Standar kompetensi Kompetensi dasar Materi pembelajaran Kegiatan pembelajaran Indikator pencapaian kompetensi Penilaian Alokasi waktu Sumber belajar B. Menyusun RPP? 1 2 3 4 5 Keterangan

42

upervisi Akademik Kepala Sekolah

10. 11. 12.

Identitas mata pelajaran Standar kompetensi Kompetensi Dasar Indikator pencapaian kompetensi Tujuan Pembelajaran Materi Ajar Alokasi Waktu Metode Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran

13. 14. 15. 16. 17.

18.

19. 20.

a) Pendahuluan b) Inti c) Penutup Penilaian Hasil Belajar Sumber Belajar C. Pelaksanaan Proses Pembelajaran

21. 22. 23.

Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran Pelaksanaan Pembelajaran D. Penilaian Hasil Belajar

24. E. Pengawasan Proses Pembelajaran ........., Kepala Sekolah,

. NIP.

Supervisi Akademik

43

Format 2:
Daftar Pertanyaan Setelah Observasi No 1. Pertanyaan Bagaimana pendapat saudara setelah menyajikan pelajaran ini? Apakah proses pembelajaran sudah sesuai dengan yang direncanakan? Dapatkah saudara menceritakan hal-hal yang dirasakan memuaskan dalam proses pembelajaran tadi? Bagaimana perkiraan saudara mengenai ketercapaian tujuan pembelajaran? Apa yang menjadi kesulitan siswa? Apa yang menjadi kesulitasn saudara? Adakah alternatif lain untuk mengatasi kesulitan saudara? Marilah bersama-sama kita identifikasi hal-hal yang telah mantap dan hal-hal yang peerlu peningkatan, berdasarkan kegiatan yang baru saja saudara lakukan dan pengamatan saya. Dengan demikian, apa yang akan saudara lakukan untuk pertemuan berikutnya? Kesan umum: Jawaban

2. 3. 4. 5. 6. 7.

8.

9.

Saran:

........., .. Kepala sekolah

. NIP.

44

upervisi Akademik Kepala Sekolah

Format 3:
Hasil Observasi No Komponen yang dianalisis Aspek yang disupervisi Hasil penilaian 1 1. Tahap sebelum observasi Contoh: Persiapan mengajar yang disiapkan Konsep yang akan dibahas Tujuan yang akan dicapai Langkah-langkah penyajian Pemanfaatan media Proses interaksi Kejelasan konsep Tingkat keberhasilan Penggunaan media Efektivitas interaksi 2 3 4 5

2.

Tahap pelaksanaan observasi

3.

Tahap sesudah observasi

Kesan-kesan penampilan Kemampuan mengidentifikasi ketrampilan yang sudah baik Kemampuan mengidentifikasi ketrampilan yang belum berhasil Diskusi tentang gagasangagasan alternatif Jumlah Rata-rata ........., ..

1. 2. 3. 4. 5.

Rentang Penilaian Tidak ada (0-40) Kurang baik (41-54) Cukup (55-74) Baik (75-90) Sangat baik (91-100)

Kepala sekolah/Supervisor

. NIP.

Supervisi Akademik

45

Format 4:
Isikan jadwal supervisi kunjungan kelas sesuai dengan kolom yang tersedia Jadwal Supervisi Kunjungan Kelas Nama Guru Mata Pelajaran Jam ke Pelaksanaan Supervisi

No.

Hari/Tgl

Kelas

Keterangan

.........,.. Kepala Sekolah

NIP.

46

upervisi Akademik Kepala Sekolah

Format 5:
Rekapitulasi Hasil Supervisi Nilai No Nama Administrasi Penampilan Test Rata-rata Keterangan

Rentang penilaian:

91-100 = A 75-90 = B 55-74 = C <55 =K

........., .. Kepala Sekolah

NIP.

Supervisi Akademik

47

Format 6:
INSTRUMEN PERENCANAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Nama Guru Sekolah Kelas, Semester Identitas Mata pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Hari tanggal : : : : : : : .. .. .. .. .. .. .. KRITERIA NILAI 1 2 3 4

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

URAIAN KEGIATAN Menentukan identitas mata pelajaran Menentukan standar kompetensi Menentukan kompetensi dasar Menentukan indikator pencapaian kompetensi Menentukan tujuan pembelajaran Menentukan materi ajar Menentukan alokasi waktu Menentukan metode pembelajaran Menentukan kegiatan pembelajaran Menentukan penilaian hasil belajar Menentukan sumber belajar Jumlah NILAI RIIL = .

Jumlah NILAI IDEAL = 44 Nilai PERSENTASI = .. % SARAN PEMBINAAN : A : Baik Sekali : 76% - 100% B : Baik C : Cukup D : Kurang : 56% - 75% : 26% - 55% : 0% - 25%

KLASIFIKASI .

, Guru Mata Pelajaran NIP.

48

upervisi Akademik Kepala Sekolah

Format 7:
INSTRUMEN SUPERVISI KUNJUNGAN KELAS 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Nama Guru Sekolah Kelas, Semester Identitas Mata pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Hari tanggal : .. : .. : .. : .. : .. :.. : .. KRITERIA NILAI 1 2 3 4

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

URAIAN KEGIATAN Menjelaskan tujuan dan kompetensi dasar Menyampaikan cakupan materi dan uraian kegiatan sesuai dengan silabus Menjelaskan isi kegiatan kepada siswa/langkah kegiatan Menggunakan ekspresi dalam berkomunikasi dengan siswa Menggunakan respon siswa dalam menyelenggarakan kegiatan Menggunakan media dan alat pembelajaran yang sesuai dengan tujuan Menyelenggarakan kegiatan dengan urutan yang logis Menggunakan berbagai metode dalam menjelaskan isi kegiatan Membimbing siswa dalam mengikuti kegiatan secara individual maupun kelompok Memberikan banyak kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan Memberikan penguatan kepada siswa Melaksanakan penilaian selama kegiatan berlangsung Menutup kegiatan dengan tepat Memberikan tugas/PR Jumlah NILAI RIIL = .

Jumlah NILAI IDEAL = 56 Nilai PERSENTASI = .. %

KLASIFIKASI .

Supervisi Akademik

49

A : Baik Sekali : 76% - 100% B : Baik C : Cukup D : Kurang : 56% - 75% : 26% - 55% : 0% - 25%

SARAN PEMBINAAN : .. Mengajar supaya membawa alat peraga ...

.., Guru Mata Pelajaran, Kepala Sekolah/madrasah,

NIP.

NIP.

50

upervisi Akademik Kepala Sekolah

Format 8:
Contoh : Lembar Observasi Siswa INSTRUMEN OBSERVASI SISWA PADA PROSES PEMBELAJARAN NO NAMA KEGIATAN 1 2 3 4 SKOR NILAI KET

JUMLAH KETERANGAN 1. 2. 3. 4. Berpartisipasi aktif Tanggung jawab Disiplin dalan mengikuti pembelajaran Memusatkan perhatian pada materi pembelajaran KRITERIA SKOR PENILAIAN Nilai 1 2 3 4 Sebutan Sangat Aktif Aktif Kurang Aktif Tidak Aktif KRITERIAN KEAKTIFAN PESERTA Kuantitatif 85 100 69 84 53 68 37 52 Kualitatif Sangat Aktif (SA) Aktif (A) Cukup Aktif (CA) Kurang Aktif (KA)

.., Kepala Sekolah/Madrasah,

. NIP. Supervisi Akademik 51

Format 9:
Contoh: Lembar Observasi Guru INSTRUMEN KUNJUNGAN KELAS PADA PROSES PEMBELAJARAN Nama Guru Kelas Identitas Mata Pelajaran Waktu Semester Hari tanggal No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. : : : : : : .. .. .. .. .. .. Kriteria Penilaian 1 2 3 4

URAIAN KEGIATAN Persiapan dan apresepsi Relevansi materi dengan tujuan pembelajaran Penguasaan materi Strategi Metode Media Manajemen kelas Pemberian motivasi kepada siswa Nada dan suara Penggunaan bahasa Gaya dan sikap perilaku

Jumlah NILAI RIIL = . Jumlah NILAI IDEAL = 44 Nilai PERSENTASI = .. % KLASIFIKASI .

A : Baik Sekali : 76% - 100% B : Baik C : Cukup D : Kurang : 56% - 75% : 26% - 55% : 0% - 25% Saran Pembina ....................................................................... ....................................................................... ....................................................................... .......................................................................

52

upervisi Akademik Kepala Sekolah