Anda di halaman 1dari 10

# Pengaruh Penggunaan Media Kantong Bilangan

## PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KANTONG BILANGAN TERHADAP HASIL BELAJAR

MATEMATIKA MATERI PEMBULATAN DAN PENAKSIRAN PADA SISWA KELAS IV SDN
KEDURUS I SURABAYA

Nanik Mas’ulah
PGSD, FIP, Universitas Negeri Surabaya, nanikmasulah@mhs.unesa.ac.id

Budiyono
PGSD, FIP, UNESA

Abstrak
hasilbbelajar matematikaamateri pembulatan dan penaksiran. Metodeepenelitian ini adalahhkuantitatif.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen (experimental research). Teknik pengumpulan data
dengannmenggunakan tes. Teknik analisis dataayang digunakannadalah uji t-test. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdapat perbedaannantara kelas kontrolddengan kelaseeksperimen. Setelahhdihitung
menggunakan SPSS 25 ,diketahui bahwaanilai Signifikan (2-tailed) lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,022 < 0,05
sehingga Ha diterimaadan Ho ditolak, yang artinyaaterdapat perbedaan signifikannantara hasil belajar
siswa kelasseksperimen dengan kelasskontrol. Berdasarkannhal tersebut dapatddisimpulkan bahwa
penggunaannmedia kantong bilangannberpengaruh signifikan terhadapphasil belajar siswaakelas IV SDN
Kedurus I Surabaya.
Kata Kunci: Kantong Bilangan, Hasil Belajar, Pembulatan dan Penaksiran.

Abstract
The purposeoof this study was to determineethe effect of using numbereddmedia on the results of
mathematicsslearning roundinggand assessment material. This research method is quantitative. Thisstype
of research is experimental research. Data collection techniques using tests. The data analysis technique
used is the t-test. The results showed thatathere were differencessbetween the controlcclass and the
experimental class. After calculating using SPSS 25, it is known that Significant value (2-tailed) is smaller
than 0.05 which is 0.022 <0.05 so Ha isaaccepted and Ho is rejected, which means thereeare significant
differencessbetween student learninggoutcomes in the experimentalcclass and the controlcclass. Based on
this, it can beeconcluded that the use of number baggmedia has a significant effectoon theelearning
outcomes of fourth grade students at SDN Kedurus I Surabaya.
Keywords: Number Bags, Learning Outcomes, Rounding and Assessment.

## secara analisissdan sintesis dengannpenalaran di dalam

PENDAHULUAN
struktur kognitif sehingga sampailah pada suatu
Matematikaamerupakan ilmu dasar yang kesimpulan berupa konsep-konsep matematika. Agar
mempunyaipperanan pentinggdalam perkembangannilmu konsep-konsep matematikaayang telah terbentukkitu
pengetahuannlainnya, dapat dikatakan bahwa matematika dapat dipahamiddan dapat dengannmudah dimanipulasi
adalah indukkdari ilmu pengetahuan lain, karena secaraatepat, maka digunakannnotasi dan istilahhyang
matematikaamerupakan sebuah ilmu pastiyyang menjadi disepakati bersamaasecara global (universal) yang
dasar dari ilmu-ilmu lain, sehinggaamatematika saling dikenalddengannistilahhmatematika.
berkaitan dengannilmu lainnya. Mengingatbbetapa Sebagian siswaamasih beranggapannbahwa
pentingnya perannmatematika tersebut, makaailmu matematikaamerupakan pelajaran yanggsulit untuk
matematika sudahhdiajarkan mulai dari TK, SD, SMP, dipahami, tidak sedikit dari mereka menghindari
Menurut Ruseffendiyyang dikutip oleh Suherman ilmu yanggsangat penting bagikkehidupan sehari-hari.
(2003: 16), matematikaaterbentuk sebagaihhasil Selama ini matematikaayang diajarkanndisekolah masih
pemikirannmanusia berhubungan dengan ide, prosesddan mengedepankan teori-teori yang kadanggsulit
penalaran. Pada tahappawal matematika terbentuk dari diaplikasikan olehhsiswa dalam kehidupan nyata.
karena matematikaasebagai aktivitas manusiaakemudian dengannusia 7-11 tahun memasuki tahappoperasional
pengalamannitu diprosessdalam dunia rasio, diolah konkret. Pada tahappini anak sudahhmampu untuk

1
JPGSD. Volume 07 Nomor 02 Tahun 2019, 2791 - 2800

## berpikir secaraalogis. Mereka mampuuberpikir secara mediaaberupa kantonggbilangan, karenaapada media

sistematis untuk mencapaissuatu pemecahannmasalah. kantonggbilangan ini terdapataaturan nilai tempatyyang
Permasalahannyang muncul pada anak usia sekolah dasar memudahkannsiswa melakukanppembulatan dengan
adalah permasalahannyang konkret. Anakkakan menemui mengetahuinnilai tempat suatuubilangan terlebihhdahulu,
kesulitan apabila diberi tugas untukkmengungkapkan nilai tempat tersebutaadalah satuan, puluhan, ratusan, dan
sesuatu yanggabstrak atau tersembunyi. Itulahhsebabnya ribuan. Jikaasiswa telah memahamiaaturan pembulatan
siswa selaluumerasa sulit saat belajarmmatematika tersebutmmaka siswa dapatddengan mudah melakukan
karena ilmu matematikaamerupakan ilmu yanggabstrak, penaksiran. MenurutyYuniarto (2012) kantonggbilangan
walaupun ilmuumatematika sudahhmereka kenal sejak merupakannsuatu alat sederhana yang ditujukan untuk
TK bahkannPAUD. mempermudahhsiswa dalammmemahami materiooperasi
Salahhsatu materippembelajaran matematika hitunggdalam matematika. Mediaaini berbentukksegi
yaitu pembulatanndan penaksiran. Pembulatanndan empat dengannempat kotak yanggmenempel atau disebut
sama dan salinggberkaitan. Sudjana (2002:9) menyatakan berfungsissebagai penentunnilai suatuubilangan, yaitu
bahwaapembulatan angka digunakannuntuk keperluan satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan. Dengan adanya
perhitungan, analisissatau laporan, seringgdikehendaki pengelompokannnilai suatu bilangan, makaaakan
pencatatan dataakuantitatif dalam bentukkyang lebih memudahkan siswa untukkmelakukan pembulatan serta
angka terdapataaturan-aturan, sebagai berikut : kantonggbilangan antara lain: a) Dapat membantu guru
1. Jikaaangka terkiri dariyyang harus dihilangkan 4 untukkmenyampaikan materi dengannlebih menarik, b)
atau kurang, makaaangka terkananndari yang Dapat mengkonkretkan konsep pembelajaran matematika
mendahuluinya tidakkberubah. yanggbersifat abstrak, c) Memantapkannpengetahuan
2. Jikaaangka terkiri dariyyang harus dihilangkanndari siswa dalam memahami nilai tempatssuatu bilangan
5 atau 5 diikuti olehhangka bukan nol, makaaangka sehingga dapat memudahkannsiswa melakukan
terkananndari yang mendahuluinya bertambah pembulatan danppenaksiran.
dengannsatu. Berdasarkan hasilppengamatan prosesbbelajar
3. Jikaaangka terkiri dariyyang harus dihilangkan mengajar di lapangan, Guruukelas IV (empat) SDN
hanyaaangka 5 atau 5 yang diikutiooleh angka- Kedurus I Surabaya belum sepenuhnyaamenggunakan
angkaanol belaka, maka angkaaterkanan dariyyang mediamdalam proses belajar mengajarmmatematika.
mendahuluinyaatetap jika ia genap, tambahhsatu Kegiatan belajar mengajar masihhsering menggunakan
jika iagganjil. metode ceramah, yaitu guru menjelaskannkemudian
Sedangkan penaksirannadalah perkiraannyang dilakukan siswa mendengarkan dannmencatat. Guru belum
untuk hasilddari sebuah operasihhitung. Penaksiran menggunakan media kantonggbilangan dalam
dilakukan untukkmencari nilai terdekatddari suatuuhasil pembelajarannpembulatan dannpenaksiran. Dalam materi
operasi hitung. Untukkmelakukan penaksiran, kita harus ini guru hanyaamengajarkan bahwappembulatan itu jika
menggunakanaaturan-aturan pembulatannsehingga angka terkiri kurangddari 5 makaddibulatkan kebawah
hasilnya bisaamendekati hasilooperasi hitung yang dan jika angka terkiri lebihhdari samaadengan 5 maka
sebenarnya. Materippembulatan danppenaksiran dibulatkannkeatas. Dan siswaamasih kuranggmemahami
merupakan materiyyang mudah, namunnmasih banyak caraapenyampaian guru dengannmetode ceramah
siswa yanggbelum bisa dannmenganggapnya sulit. tersebut. Menurutbbeberapa siswa, merekaamenyenangi
Aturan-aturannpembulatan diatas jugaasulit dipahami matematikaakarena mudah, namunnada beberapa siswa
oleh anak yang masihddalam tahap operasionalkkonkret, yang tidakkbegitu menyenangimmatematika karena
sehingga perlu adanya suatu media yang dapat dianggap sulit. Siswaayang kurang tertarikkdan
mempermudahhanak dalam memahami ilmuumatematika menganggappmatematika sulit dikarenakannguru lebih
yang abstrak, terutamaapada materippembulatan dan sering menggunakannmetode ceramahhdan kurang
komponennsumber belajar yanggmembawa pesannatau terasa sulit, banyakkhambatan, banyakkkegagalan, baik
informasi yang dapat merangsanggsiswa dan bagi siswa maupunnguru. Kesan matematikaasulit
mengandung maksud untuk memperjelasssuatu materi merupakannfaktor penyebabbyang cukuppbesar bagi
pengajaran. Jadimmedia merupakan perantaraauntuk siswa untuk tidak senang dengan matematika. Guru
memperjelas suatuumateri. Media yanggcocok dalam kurang memberikannpembaharuan sepertippenggunaan
memahamimmateri pembulatan dannpenaksiran yaitu metode, strategimmaupun media sehinggaahasil belajar
Pengaruh Penggunaan Media Kantong Bilangan

suatu pembaharuanndalam proses belajarmmengajar Kelas Pretest Treatment Posttest

## yaitu pemanfaatannmedia pembelajarannuntuk kegiatan

Eksperimen O1 X O2
penaksiran. Kontrol O3 O4
Mataapelajaran matematikaakhususnya materi Penelitiannini dilaksanakan di SDN Kedurus I
pembulatanndan penaksirannsangat diperlukan sebuah Surabayaayang terletak di Jalan Mastrip Kedurus III No
media pembelajaran untuk memperjelasppenjelasan 4, Kedurus, Karang Pilang, Surabaya, Jawa Timur 60223.
materi. Sepertiyyang sudahddijelaskan di atas, Peneliti memilihhSDN Kedurus I sebagai tempat
guruudapat menggunakan media kantong bilangan untuk penelitiannkarena SD inimmemenuhi kriteria untuk
penaksiran. Penggunaannmedia kantonggbilangan ini pernahhdigunakannya kantonggbilangan sebagai media
jelas dan paham. Mediaakantong bilangannmerupakan genapptahun ajaran 2018-2019, tepatnyaadilaksanakan
media yanggsederhana dan mudahhuntuk membuatnya. sekitarbbulan Maret-April.
makaamateri yanggdiberikan kepada siswa akanndapat wilayahhgeneralisasi yanggterdiri atas objekaatau subjek
diterimaddengan jelas. Siswaayang menerimaamateri yanggmempunyai kualitasddan karakteristikktertentu
dengannjelas tentu akannmendapatkan hasil belajaryyang yangdditetapkan oleh penelitiuuntuk dipelajariddan
baik. Denganddemikian, media kantong bilangan kemudian ditarikkkesimpulannya. Dalammhal ini,
diharapkanbberpengaruh terhadap hasil belajar populasi yang dipilih oleh penelitiyyaitu siswaakelas IV
matematikaamateri pembulatan dannpenaksiran. Media SDN Kedurus I Surabaya yang terdiriddari 3 kelas yaitu
ini jugaasudah pernahhditeliti oleh Ratnasari (2016) kelas IVA, IVB, dan IVC.
penjumlahan secaraabersusun pada siswa kelas 1 di SDN sebagian dari populasi yang akannditeliti. Pengambilan
Sleman, dannhasilnya media ini berpengaruh terhadap sampel dilakukanndengan tujuanuuntuk mendapatkan
hasil belajar siswa kelas 1 SDN Sleman. informasi dan data yang dibutuhkanndalam penelitian
Dengannalasan tersebut, maka peneliti memilih ini. Tehnik pengambilannsampel yang digunakannialah
media kantonggbilangan untuk membantu siswaadalam sampling purposive, yaitu memilihhkelas yanggpara
memahami materippembulatan dan penaksiran. Selain siswanya lebih aktif dibanding kelassyang lainnya supaya
mengkonkretkannpengetahuan siswa, kantong bilangan mempermudah penggunaan mediaadalam pembelajaran.
juga menarikkbagi siswa. Berdasarkannlatar belakang Sampel yang digunakan dalammpenelitian ini yaitu
tersebut, makaajudul yanggdiambil penelitiaadalah seluruhhsiswa kelas IVA SDN Kedurus I Surabaya
“Pengaruh penggunaannmedia kantong bilangan terhadap sebagaikkelas eksperimenndan seluruhssiswa kelas IVB
hasilbbelajar matematikaamateri pembulatan dan SDN Kedurus I Surabayaasebagai kelaskkontrol.
penaksirannpada siswaakelas IV SDN Kedurus I Sugiyonoo(2008:38) menerangkannbahwa
Surabaya”. variabel penelitiannmerupakan suatuuatribut atauusifat
atauunilai darioorang, objek atauukegiatan yang
METODE mempunyai variasi tertentu yang ditetapkannoleh peneliti
Penelitiannyang digunakannpada penelitian ini untuk dipelajari, kemudian ditarik kesimpulannya.
yaitu eksperimennsemu (Quasi Eksperimental Design) Variabelbbebas merupakannvariabel yang
karena peneliti tidak melakukannrandomisasi. Penelitian mempengaruhiaatau yang menjadissebab perubahannatau
ini menggunakanndesain rancangan Nonequivalent
Control Group Design yanggdikemukakan oleh timbulnyaavariabel terikat. Variabelbbebas pada
(Sugiyono, 2012: 114). Nonequivalent Control Group penelitiannini adalah mediaapembelajaran kantong
Design hampirssama dengan pretest-posttest control bilangan
group design, tetapippada Nonequivalent Control Group Variabel terikatmmerupakan variabelyyang
tidakkdipilih secaraarandom. variabel bebas. Variabel terikatppada penelitian ini
adalahhhasil belajar siswaakelas IV SDN Kedurus I
Tabel 1. Pola Desain Rancangan Nonequivalent Control
Group Design Surabayaamateri pembulatanndan penaksiran.
digunakannuntuk mengukur variabel penelitian
(Sugiyono, 2012: 148). Instrumenndigunakan dalam

3
JPGSD. Volume 07 Nomor 02 Tahun 2019, 2791 - 2800

penelitiannini berupa soal tes. Tesyyang digunakannyaitu Setelah didapatkannkoefisien korelasi (rxy),
kepada siswaasebelum kegiatannpembelajaran koefisiennkorelasi dengan caraamembandingkan (rxy)
dilaksanakan. Tujuannyaayaitu untukkmengetahui dengan r tabel (rt) yanggterdapat dalammtable r teoritik.
kelas eksperimen. Postestaadalah tes yanggdiberikan korelasinyaasignifikan (valid) dannapabila rxy < r teoritik
setelah prosesppembelajaran telahbberakhir baikkpada makaakorelasinya tidakksignifikan (tidakkvalid). Cara
kelas kontrolmmaupun kelas eksperimen. Tujuannpostest untuk menentuka r teoritikkadalah dengannmemeriksa
diberikan padaakelas kontrol yaituuuntuk mengetahui angkaapada tabel nila r product moment yang
menggunakan mediaakantong bilangan, sedangkan tujuan signifikan {(a)=5%, n-2}, (disebut juga tarafppenerimaan
postestddiberikan pada kelaseeksperimen yaitu untuk 95%). Dalamppenelitian ini, penelitimmenggunakan
mengetahui hasilbbelajar siswa setelah diberi analisis SPSS 25. Dengannkriteria:
pembelajaranndengan menggunakan mediaakantong Jika r hitung > r tabel, makaavalid.
bilangan. Jika r hitung < r tabel, makaatidak valid.
Teknikppengumpulan dataamerupakan berbagai Setelah melakukannuji validitas, selanjutnya
caraayang digunakannuntuk mengumpulkan data dengan menghitung reliabilitassinstrumen. Instrumenyyang telah
menggunakan instrumennpenelitian. Pengumpulan data reliabel akan menunjukkanddata yanggakurat dan
dilakukan untuk menjawab permasalahan penelitian yang terpercaya. Jika data tersebutbbenar-benar diambil sesuai
ada. Teknikppengumpulan data yang digunakanndalam dengan kenyataannya, maka berapaakalipun diambil tetap
penelitian inimmenggunakan tes. Variabel terikat dalam akannsama. Reliabel artinya dapatddipercaya danddapat
penelitian ini adalahhhasil belajar matematika dalam dipertanggung jawabkan kebenarannya
ranah kognitifmmaka pengumpulan data hasil belajar (Arikunto:2013:211).
dilakukanmmenggunakan tes. Tes digunakan untuk Reliabilitas dilakukan untukkmengetahui sejauh
mengukur tingkatppemahaman siswa terhadap materi, mana konsistensihhasil apabila dilakukannpengukuran
bilangan padaakelas eksperimen dan metode ceramah menggunakan alat ukur yanggsama juga
yanggdiberikan sebelummpembelajaran dan postest yang internalmmaupun eksternal. Padaapenelitian inippeneliti
diberikannsetelahhselesai pembelajaran. akan melakukan uji reliabilitasddengan internal
Teknikkanalisis data ialah suatuuproses mencari consistency menggunakan tehnikbbelah dua (ganjil-
dan menyusunndata secara sistematisyyang diperoleh genap) dari Spearman Brown dengannrumus sebagai
penelitian iniyyaitu dengannmenggunakan ujivvaliditas, ri = 2rb
uji reliabilitas, ujinnormalitas, ujihhomogenitas, dan uji 1+rb
hipotesis.
Validitassialah suatuuukuran yang mampu Setelah diperolehhhasil perhitunganndengan
mengukurrtingkat kesahihannatau validnyaasuatu rumus tersebutkkemudian dikonsultasikanndengan
instrumenn(Arikunto, 2013:211) Sebelum instrumen kriteria pengujian. Apabila nilai reliabilitassinstrumen
digunakannsebagai alat dalam pengumpulan data, maka rhitung > rtabel maka instrumen dikatakannreliabel, jika
perlu uji instrumennterlebih dahuli. Hal ini bertujuan rhitung ≤ rtabel makaainstrumen tersebutbbelum reliabel.
untuk menguji tingkatvvaliditas dannreliabilitas sebuah Dalamppenelitian ini, penelitimmenggunakan analisis
instrumen, sesuaiddengan pendapat yang dikemukakan SPSS 25. Dengannkriteria:
oleh Arikuntoo(2013:211), bahwa instrumenndapat Jika r hitung > 0,06, makaareliabel.
dikatakan baikkapabila memiliki dua persyaratannyaitu Jika r hitung < 0,06 makaatidak reliabel.
valid dannreliabel. Siregarr(2014:75) berpendapatbbahwa Uji normalitassdilakukan untukkmengetahui
sampai mana alatuukur mampu mengukuraapa yang ingin Untuk uji normalitas pada penelitiannini dengan
diukur. menggunakannrumus chi-square. Chi-square digunakan
rumus korelasi product moment, yaitu: atau tidak, antaraafrekuensi yanggdiperoleh dengan
rxy = N  XY ( X )(Y ) frekuensiyyang diharapkann(Winarsunu, 2010:87).
{N  X 2 ( X )2 }.{N  Y 2 (Y )2 }
Pengaruh Penggunaan Media Kantong Bilangan

Berikut rumus chi-square yang digunakan dalam Apabilaanilai signifikan (2-tailed) < 0,05, maka Ho
penelitian ini adalah sebagai berikut: ditolak dan Ha diterima.
Apabilaanilai signifikan (2-tailed) > 0,05, maka Ho
x²hitung ≤ x²tabel maka dataadikatakan berdistribusi HASIL DAN PEMBAHASAN
normal, dannapabila x²hitung > x²tabel maka data Pelaksanaannpembelajaran ini menyesuaikan
dikatakan tidakkberdistribusi normal. Dalamppenelitian dengan desainnpenelitian yang dipakai pada penelitian ini
ini, peneliti menggunakannanalisis SPSS 25. Dengan yaitu Nonequivalent Control Group Design, yang
kriteria: dilakukanndi kelas IV SDN Kedurus I Surabaya. Dengan
Apabila signifikansi > 0,05, makaahomogen. demikian, ada perbedaannpelaksanaan pembelajarannya
Apabila signifikansi < 0,05, maka tidakkhomogen. yakni pembelajaranndilaksanakan di dua kelas yaitu kelas
Uji homogenitasddilakukan untukkmengetahui kontrol dannkelas eksprimen. Pada kelasskontrol
adakahhkesamaan beberapaasampel, yakni seragam pembelajaran dilaksanakan hanya dengan menggunakan
yang sama (Arikunto,2013:263-264). Adapunnrumus uji kelas eksperimenndiberi perlakuan dengannmenggunakan
homogenitas dalamppenelitian ini yaitu: mediaakantongbbilangan.
Fmax = Pada kelas kontrolssoal pre test diberikan
sebelum siswa mendapatkannpembelajaran dengan
materiipembulatan dan penaksiran. Soal pre test yang
Dengan rumus menghitung varian (SD²)
diberikan pada siswa berjumlah 20 soal pilihan ganda.
Varian (SD²) = Soal pre test dilaksanakan dikelas kontrolppada hari
Adapun interpretasinya yaitu yaitu dengan Selasa tanggal 9 April 2019. Pembelajaranndi kelas
distribusi F. Jika Fhitung < Ftabel berarti homogen, dan umumnya yaitu dengan menggunakannmetode ceramah,
jika Fhitung > Ftabel berarti tidak homogen. guru bersifat lebih aktif dan siswa cenderunggpasif
Caraauntuk menentukan Ftabel adalah dengan karena siswa hanya mendengarkannpenjelasan dari guru
memeriksa derajat kebebasannya (db) = n-1 pada tabel saat menerangkan materi pembulatanndan penaksiran.
nilai-nilai F denganntaraf signifikan (a)=5% (taraf Soal post test diberikan ketika siswaatelah menerima
penerimaann95%) dan (a)=1% (taraf penerimaan 99%). materi pelajaran dari guru. Tujuan diberikannyaasoal post
Dalam penelitiannini, peneliti menggunakan analisis test ini untuk mengetahui hasilbbelajar siswaapada kelas
SPSS 25. Dengan kriteria: kontrol. Soal post test yanggdiberikan berjumlahh20 butir
Apabila signifikansi > 0,05, maka berdistribusi normal. soalbberbentuk pilihannganda.
Apabilaasignifikansi < 0,05, maka tidak berdistribusi Pada kelas eksperimen soal pre test diberikan
normal. kepada siswa sebelum siswa menerima pelajaran dengan
Berdasarkannbentuk desain penelitian ini materi pembulatan dan penaksiran, hal ini sama
menggunakanndesain yaituunonequivalent control group, denganpemberian soal pre test pada kelas kontrol. Soal
sehinggaauntuk analisissdata dilakukanndengan yang diberikan berjumlah 20 soal pilihan ganda.
menggunakannuji hipotesis atau uji-T (t-test). Uji-T ini Pemberian soal pre test pada kelas eksperimen
digunakan untukkmengetahui signifikasi perbedaan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 11 April 2019.
antara dua buahhmean yang berasalddari duabbuah Pada kelas eksperimen pelaksanaan pembelajaran dengan
distribusi (Winarsunu,2010:81) Adapunnbentuk rumus menggunakan media kantong bilangan dilaksanakan
dari uji-T sebagai berikut: sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang ada
t-test = X 1 – X2 pada perangkat pembelajaran. Soal post test pada kelas
SD12 SD22 eksperimen diberikan setelah siswa melaksanakan
N1-1 N2-1 pembelajaran dengan menggunakan media kantong
Apabila thitung > ttabel makaaterdapat pengaruh bilangan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui adakah
yang signifikannsehingga Ha diterima dan Ho ditolak. peningkatan hasil belajar setelah mendapatkan perlakuan
Dan apabilaathitung ≤ ttabel maka tidakkada pengaruh berupa pemberian media kantonggbilangan. Soal post test
yang signifikannsehingga Ha ditolak dan Ho diterima. yang diberikan berjumlah 20 soal pilihan ganda.
Dalam penelitian ini, penelitimmenggunakan analisis Uji validitassbertujuan untukkmencari alat yang
SPSS 25. Dengan kriteria: bisa digunakan untuk teknikkpengumpulan data
penelitian. Teknikkpengumpulan data yang sesuai dengan

5
JPGSD. Volume 07 Nomor 02 Tahun 2019, 2791 - 2800

## soal_ ,502* 0,444 VALID soal_ ,515* 0,444 VALID

validitasyyang dipilihyyaitu dengannmenggunakan soal_ ,626** 0,444 VALID soal_ ,614** 0,444 VALID
20 40
validasi isi. Validasi iniddibagi menjadiddua tahap, yakni
Berdasarkan tabel 3 di atas, dari 40 butir soal didapatkan
validasi ke ahlissetelah itu divalidasikannkepada siswa.
23 soal yang valid dan bisa dipakai sebagai teknik
Dan penelitimmelakukan ujivvalidasi kepadaaBapak mengumpulkan data dan 17 soal yang tidak valid akan
Budiyonoosebagai ahli. Instrumenyyang akan dihilangkan.
divalidasikan yaitu: perangkatppembelajaran, materi Soal yanggvalid adalah soalyyang mempunyai r
pembelajaran, Instrumenppenelitian, media hitung > r tabel, jika r hitung < r tabel makaasoal tersebut
pembelajaran, dan bankksoal dalam mediaakantong dinyatakan tidakkvalid untuk digunakannsebagai teknik
Tabel 2. Hasil Validasi Instrumen Oleh Ahli dimaksudkannadalah tarafssignifikansi 5% yaitu 0,444.
Validasi Instrumen Bisaadisimpulkan bahwaahanya 23 soal yang bisa
No
Instrumen Keterangan digunakan untuk teknikkmengumpulkan dataapenelitian.
1. Perangkat Pembelajaran Sesuai/valid dengan revisi Dan penelitihhanya mengambil 20 butir soalyyang valid
2. Materi Pembelajaran Sesuai/valid dengan revisi untuk dijadikannsebagai instrumennpenelitian.
Uji reliabilitasbbertujuan untuk menentukan
3. Instrumen Penelitian Sesuai/valid tanpa revisi
apakahhsebuah teknik pengumpulan data reliabel atau
4. Media Pembelajaran Sesuai/valid tanpa revisi instrumen cukup bisa dipercayaauntuk digunakan sebagai
5. Bank Soal Sesuai/valid tanpa revisi alat pengumpulan data karena instrumennsudah baik atau
Setelah validasi kepada ahli kemudian instrumen tidak. Dalam penelitian ini penelitimmenggunakan soal
penelitian yang telah dinyatakan valid oleh ahli diujikan pilihan ganda, dengan demikiannperhitungan reliabilitas
sebanyak 40 butir instrumen soal pre test dan post test Spearman-Brown. Kriteria perhitungannreliabilitas
yang telah divalidasi oleh ahli dan kemudian diujikan Spearman-Brown adalah dengan batasan 0,6. Instrumen
pada siswa kelas IV-C SDN Kedurus I Surabaya dengan dikatakan reliabel jika r yang dihasilkanndari perhitungan
jumlah responden sebanyak 20 responden, berikut tabel lebih besar dari 0,6 dan instrumennpenelitian dikatakan
hasil validasi oleh siswa: tidak reliabel jika r yang dihasilkannkurang dari 0,6.
Perhitungan dengan menggunakannSPSS 25 didapatkan
Tabel 3. Hasil Validasi Instrumen Oleh Siswa dataasebagai berikut:
No r r Keteranga No r r Keterang
Soal hitung tabel n Soal hitung tabel an
soal_ ,558* 0,444 VALID soal_ 0,316 0,444 TIDAK Tabel 4. Uji Reliabilitas Data Validasi
1 21 VALID Reliability Statistics
soal_ ,614** 0,444 VALID soal_ ,558* 0,444 VALID
2 22 Cronbach's Part Value ,818
soal_ 0,357 0,444 TIDAK soal_ 0,262 0,444 TIDAK Alpha 1 N of 10a
3 VALID 23 VALID Items
soal_ 0,335 0,444 TIDAK soal_ 0,282 0,444 TIDAK Part Value ,827
4 VALID 24 VALID
** **
2 N of 10b
soal_ ,587 0,444 VALID soal_ ,582 0,444 VALID
5 25 Items
soal_ ,558* 0,444 VALID soal_ ,490* 0,444 VALID Total N of Items 20
6 26 Correlation Between Forms ,798
soal_ ,614** 0,444 VALID soal_ ,558* 0,444 VALID Spearman- Equal Length ,888
7 27
Brown Unequal Length ,888
soal_ 0,238 0,444 TIDAK soal_ ,777** 0,444 VALID
8 VALID 28
Coefficient
soal_ ,509* 0,444 VALID soal_ 0,297 0,444 TIDAK Guttman Split-Half Coefficient ,888
9 29 VALID
soal_ ,490* 0,444 VALID soal_ 0,278 0,444 TIDAK
Dari tabel 4 didapatkan nilai perhitungan Spearman-
10 30 VALID Brown > 0,6 yaitu 0,888 dengan jumlah soal yang valid
soal_ ,558* 0,444 VALID soal_ 0,389 0,444 TIDAK
11 31 VALID 23 soal. Sesuai dengan ketentuan jika nilai perhitungan
** *
soal_ ,633 0,444 VALID soal_ ,474 0,444 VALID Spearman-Brown >0,6 maka instrumen dikatakan
12 32
soal_ ,512 *
0,444 VALID soal_ 0,132 0,444 TIDAK bersifat reliabel dan dapat dipakai untuk mengumpulkan
13 33 VALID
soal_ -0,190 0,444 TIDAK soal_ 0,225 0,444 TIDAK
data penelitian. Berdasarkan hasil Spearman-Brown yaitu
14
*
VALID 34 VALID 0,888 maka dapat disimpulkan tingkat reliabilitas soal
soal_ ,515 0,444 VALID soal_ -0,060 0,444 TIDAK
15 35 VALID pada interpretasi yang sangat tinggi
soal_ 0,202 0,444 TIDAK soal_ 0,397 0,444 TIDAK
16 VALID 36 VALID
Setelah hasil pretest kelas kontrol dan kelas
soal_ ,614** 0,444 VALID soal_ 0,151 0,444 TIDAK eksperimen di dapat, maka selanjutnya menghitung
17 37 VALID homogenitas dengan menggunakan analisis SPSS 22
soal_ 0,293 0,444 TIDAK soal_ ,614** 0,444 VALID
18 VALID 38
Pengaruh Penggunaan Media Kantong Bilangan

dengan uji Levena (Levene Test). Hasil perhitungannya kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen bersifat
dapat dilihat pada tabel berikut ini: homogen.
Setelah data pretest dari kelompok kontrol dan
Tabel 5. Homogenitas Data Pretest kelompok eksperimen didapat, maka selanjutnya akan
Test of Homogeneity of Variance dihitung normalitas dengan menggunakan analisis SPSS
Levene df1 df2 Sig. 25. Hasil perhitungannya bisa dilihat pada tabel berikut
Statisti ini:
c Tabel 7. Normalitas Hasil Pretest
Pretest Based on ,002 1 57 ,964 Kolmogorov-
Mean
Based on ,005 1 57 ,944 Kelas Smirnova
Median Statistic df Sig.
Based on ,005 1 56, ,944 Pretest
Median 860 Kontrol ,152 30 ,076
and with
adjusted df Eksperimen ,150 29 ,096
Based on ,006 1 57 ,940 Dari tabel 7 perhitungan menggunakan analisis SPSS 25,
trimmed
mean maka perhitungannnormalitas bisa dilihat padaakolom
Dalam perhitungan tersebut di atas, data dikatakan Signifikan kolmogorov-smirnov. Dan tabel perhitungan
mempunyai variannyang sama dengan data yang lain tersebut, nilai Signifikan pada pretest kelaskkontrol yaitu
(homogen) apabila dataamempunyai signifikansi lebih 0,076 > 0,05 dengan df 30, sedangkan nilai signifikan
besar dari pada 0,05 atau signifikansi > 0,05. Berdasarkan pada pretest kelas eksperimen yaitu 0,096 > 0,05 dengan
tabel 5 data hasil output perhitungan dengan df 31. Dengan demikian, data pretest kelaskkontrol dan
menggunakan SPSS 25, berdasarkan hasil data di atas,
kelas eksperimen berdistribusi normal.
nilai signifikan untuk ujihhomogenitas antara pretest
kelompokkkontrol dan kelompok eksperimen diperoleh Data hasil posttest kelas kontrol dan kelas
sebesar 0,964 > 0.05. Artinya varians antara pretest eksperimen setelah didapatkan, selanjutnya yaitu
kelompokkkontrol dengan kelompok eksperimen bersifat menghitung normalitas data posttest kelas kontrol dan
homogen. kelas eksperimen dengan menggunakan SPSS 22. Berikut
Setelah data hasil post test kelas kontrol dan kelas adalah hasil perhitungannya yang ada pada tabel di
eksperimen didapatkan, selanjutnya akan dihitung bawah ini:
homogenitas dengan menggunakan analisis SPSS 22
dengan melalui uji Levene. Hasil perhitungannya dapat Tabel 8. Normalitas Data Posttest
dilihat pada tabel berikut ini: Kolmogorov-
Kelas Smirnova
Tabel 6. Homogenitas Data Posttest Statistic df Sig.
Posttest
Test of Homogeneity of Variance Kontrol ,150 30 ,083
Levene df1 df2 Sig.
Eksperimen ,153 30 ,069
Statisti
Dari tabel 8 pada kolom kolmogorov-smirnov nilai
c
Post Based on 2,689 1 58 ,106 Signifikan pada Posttest kelas kontrol yaitu 0,083 > 0,05
test Mean dengan df 30 Sedangkan hasil data Posttest kelas
Based on 2,067 1 58 ,156
Median
eksperimen nilai Signifikan 0,069 > 0,05 dengan df 30.
Based on 2,067 1 54,5 ,156 Dengan demikian, data Posttest kelas kontrol dan kelas
Median and 46 eksperimen berdistribusi normal.
with
adjusted df Uji T-testddihitung dengan caraamenghitung hasil
Based on 2,606 1 58 ,112 pretest dan posttest kelas kontrol dannkelas eksperimen
trimmed
mean dengan menggunakannindependent sampel T-test, karena
Dalam perhitungan tersebut di atas, suatu data dikatakan dalam penelitiannmenggunakan 2 kelompok sampel
mempunyai varian yang sama dengan data yang lain yanggtidak saling mempengaruhi. Perhitungan uji T
(homogen) apabila data itu mempunyai signifikansi lebih dengan menggunakannanalisis SPSS 25 bisa dilihat pada
besar dari pada 0,05 atau signifikansi > 0,05. Data hasil tabel dibawah ini:
output perhitungan dengan menggunakan SPSS 25 Tabel 9. Hasil uji T-test kelas Kontrol dan kelas
berdasarkan hasil tabel 6 di atas, dapat diketahui bahwa
nilai signifikan untuk uji homogenitas antara posttest Eksperimen
kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diperoleh
sebesar 0,106 > 0.05. Artinya varians antara posttest

7
JPGSD. Volume 07 Nomor 02 Tahun 2019, 2791 - 2800

## Sebelummmelaksanakan penelitian, peneliti

terlebih dahuluumenentukan kelas yanggakan digunakan
Independent Samples Test sebagai kelaskkontrol dan kelasseksperimen. Kelas
eksperimenndiujikan pada kelas IV-A dan kelas kontrol
Levene's t-test for Equality of
Test for Means
kelas IV-A peneliti akan memberikannperlakuan khusus
Equality dengan diberikannya suatuumedia kantonggbilangan,
of pada kelas kontrol atau kelas IV-B akanndiberikan
Variances pembelajaranndengan metodecceramah.
F Si t df Sig.
persiapannyaitu uji validitassdan reliabilitassinstrumen
g. (2- soaloobjektif, Uji validitas berfungsiuuntuk mengukur
taile kevalidanndan kesahihan suatuuinstrumen. Berdasarkan
Pos Equal 4,02 ,04 4,36 58 ,022 validasi instrumennpenelitian berupa 40 soal objektif
yang validdhanya 23 soal. Soal-soal yanggvalid adalah
ttest varian 5 9 7
soal yanggmemiliki r hitungglebih besar r tabel dalam
ces taraffsignifikansi 5%. Menghitunggvaliditas ini dibantu
assum dengan SPSS 25ddengan rumus pearson correlation, dari
ed 23 soal yyang valid, peneliti hanya menggunakan 20 soal
untuk kmengumpulkan dataapenelitian yaitu 20 soal
Equal 4,36 51,9 ,023
untukkpretest dan posttest.
varian 7 87
Setelah soal yang valid didapatkan, maka akan
ces not dilakukan uji reliabilitas soal yang bertujuan untuk
assum mengetahui bahwa instrumen penelitian yang dibuat
ed cukup dipercaya untuk digunakan sebagai alat sebagai
Berdasarkan tabel 9 hasil uji T-test bisa dilihat dengan alat pengumpul data. Soal penelitian yang digunakan
cara melihat Signifikan (2-tailed), jika Signifikan (2- adalah soal pilihan ganda, oleh sebab itu perhitungan
tailed) padaaperhitungan di bawah 0,05 maka terdapat reliabilitas yang digunakan yaitu Spearman-Brown.
perbedaanyyang bermakna dan adanya pengaruh dari Kriteria perhitungan reliabilitas dengan Spearman-Brown
pemberiannperlakuan, dan jika lebih besar dari 0,05 maka memiliki batasan 0.6. Jika r yang dihasilkan lebih besar
tidak ada pengaruh darippemberian perlakuan. Dari tabel dari 0,6 maka instrumen tersebut bisa dinyatakan reliabel
9 didapatkansSignifikan (2-tailed) dengan asumsi varians dan jika r yang dihasilkan kurang dari 0,6 maka
sebesar 0,022 sehinggaamenunjukkan bahwa nilai 0,022 instrumen dinyatakan tidak reliabel.
< 0,05. Sedangkan nlai signifikan (2-tailed) Sesuai dengan perhitungan menggunakan SPSS
untukkvarians tidak diketahuiaadalah sebesar 0,023 25 bahwa dari 23 soal yang valid didapatkan nilai
sehingga menunjukkannbahwa nilai 0,023 < 0,05. Spearman-Brown > 0,6 yaitu 0.888. Sesuai dengan
Dapat disimpulkannbahwa Ha diterima atau ketentuan bahwa jika nilai perhitungan Spearman-Brown
terdapat perbedaan atau adanya pengaruh yang signifikan > 0.6 maka sebuah instrumen dikatakan bersifat reliabel
dari perlakuanyyang diberikan berupa penggunaan media dan dapat dipakai untuk mengumpulkan data sebuah
kantonggbilangan terhadapphasil belajar. penelitian. Berdasarkan hasil Spearman-Brown yaitu
Pembahasannini untuk menjawab rumusan 0,888 maka dapat disimpulkan bahwa tingkat reliabilitas
masalahhyang sudah dibahas pada bab sebelumnya, soal tergolonggpada interpretasi yang sangat tinggi.
rumusan masalahhtersebut yaitu bagaimana pengaruh Setelah pembelajaran selesai, pada kelas
media kantonggbilangan terhadap hasil belajar eksperimennyang diberikanpperlakuan menggunakan
matematika materi pembulatanndan penaksiran pada media kantonggbilangan dan kelas kontrol tanpa
siswa kelas IV SDN Kedurus I Surabaya?. Pada menggunakannmedia, akan diperolehhhasil nilai pretest
penelitian ini, peneliti mencoba menggunakannmedia dan posttest dari kedua kelas yang selanjutnya digunakan
kantonggbilangan sebagai alat untukkpembelajaran untuk menguji normalitas, homogenitas, dan T-tes.
siswa di kelas IV SD pada materi pembulatan dan Uji normalitasbberfungsi untuk mengetahui data
penaksiran. Dengan menggunakan nmedia pembelajaran, yanggdidapatkan mempunyai distribusinnormal atau
siswa lebih berinovasiddan aktif dalammmengikuti tidak. Untuk perhitungannya digunakan rumus
Pengaruh Penggunaan Media Kantong Bilangan

pretest kelas kontrol niaissignifikan yaitu 0,076 dan pembelajaran sebagai proses komunikasi tidak dapat
nilai signifikannyaitu 0,083 dan posttest pada akan lebihhmudah memahamimmateri jikaamenggunakan
kelasseksperimen memiliki nilai signifikan yaitu 0,069. media konkret, terutamaapada siswa yanggmasih dalam
Denganndemikian nilai pretest dan posttest pada kelas tahap operasionalkkonkret. Siswaamengalami kesulitan
kontol dan kelas eksperimen mempunyai nilai signifikan dalam memahami materippembelajaran yanggsifatnya
> 0.05 pada analisis dengannmenggunakan SPSS 25. abstrak. Hal tersebut sesuaiddengan teori Piaget
Dengan demikian, hasil pretest dan posttest pada kelas (Nursalim, 2007:26), anakkdengan usia 7-11 tahun
kontrol dan kelaseeksperimen mempunyaiddata dengan memasuki tahappoperasional konkret, di manaaseorang
berdistribusi normal. anak padaausia tersebut sudahhmampu berpikir secara
Uji homogenitasppada analisis SPSS 25 logis. Mampuumemperhatikan lebih dari satuuaspek
menggunakannuji Levene. Perhitungannhomogenitas sekaligussdan juga dapatmmenghubungkan aspek satu
dilakukannterhadap data hasilppenelitian pretest dan dengannyang lain. Anakkbelum bisaaberpikir secara
posttest. Hasil perhitunganndidapatkan nilai signifikansi abstrak. Denganndemikian, anak dengannusia sekolah
untuk hasil data pretest kedua kelompok = 0,964 yang dasar padaaumumnya mengalamikkesulitan dalam
artinyaasignifikan > 0,05 dapatddinyatakan bahwa data memahami pembelajarannmatematika yangbbersifat
tersebuthhomogen. Sedangkan nilaissignifikan untuk abstrak.
hasil posttest antaraakedua kelompok yaitu 0,106 yang Dalammpenelitian inippeneliti menggunakan
artinya signifikan > 0,05 denganndemikian dapat mediaakantong bilangannyang memilikiuunsur 3D yang
dikatakannbahwa data tersebuthhomogen. dapatmmenarik siswa dalammmelaksanakan
Dari hasilpperhitungan uji T, dapatmmelihat pada pembelajaran. Hal tersebutssesuai dengannpendapat
nilaisSignifikan (2-tailed). Jika Signifikan (2-tailed) pada Narore dalammZulaichah (2014) yaitu kantonggbilangan
perhitunganndi bawah 0,05 maka terdapat perbedaan merupakannmedia 3 dimensi yanggmemberikan
yang bermaknaaatau adanya pengaruh dari pemberian gambarannproses konkret dalam pembelajaran, gambaran
perlakuan, sedangkannjika lebih besar dari 0,05 maka nyata iniddiperoleh dari pengoperasiannyang dilakukan
penelitiannini didapatkan Signifikan (2-tailed) yaitu dijadikan bentuk konkret dari simbolmmatematika.
sebesar 0,022 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha Heruman (2007 : 08) jugaamenjelaskan bahwaakantong
diterimaaatau terdapat perbedaan yang bermakna antara bilangan dibuat berbentuk kantong-kantonggsebagai
selisih hasil posttest dan pretest kelas kontrol dengan tempat penyimpanan dan menempelppada selembar kain
selisihhhasil posttest dan pretest kelas eksperimen. Atau atau kertas. Kantong tersebut menyimbolkannnilai tempat
yang berarti terdapatppengaruh yang signifikan antara pada suatu bilangan. Sedangkannsedotan sendiri
pemberian perlakuannberupa penggunaan mediaakantong digunakannsebagai pengisi kantong-kantonggyang
bilangannterhadap hasilbbelajar siswa. tersediaasebagai indikator jumlahhbilangan yanggakan
Setelahhdilakukan penelitian masih banyak dihitung. Kelebihan menggunakan media kantong
keterbatasan yaitu, penelitiannini terbatas hanya untuk bilangan menurut Yuniarto (2012) yaitu, (1) Media
mata pelajaran matematikaadan materi pembulatan dan kantong bilangan dapat membantu guru untuk
penaksiran, sehingga belum bisa diketahui bagaimana menyampaikan materi pembelajaran dengan lebih
pengaruhnyaaketika diterapkan pada pembelajaran yang menarik, (2) Media kantong bilangan dapat
lain. Penelitiannini juga dilakukanndengan menggunakan menyampaikan suatu konsep pembelajaran yang abstrak
media kantong bilangan danhhanya digunakan untuk menjadi sebuah situasi nyata, (3) Media kantong bilangan
mengukur pengaruhnyaaterhadap hasil belajar, sehingga dapat memantapkan pengetahuan siswa dalam memahami
belum bisa diketahuippengaruhnya terhadappaspek nilai tempat suatu bilangan pada materi pembulatan, (4)
penilaianyyang lain. Media kantong bilangan membantu siswa untuk
Berdasarkannuraian di atas, bisa disimpulkan menyelesaikan masalah operasi hitung pada materi
bahwa ketikaapembelajaran diberikannsuatu perlakuan penaksiran dengan cara yang sistematis. Dengan
yaitu menggunakannmedia kantonggbilangan maka akan banyaknya kelebihan dalam penggunaan media kantong
mempengaruhi hasilbbelajar siswa, karenaamedia bilangan maka pembelajaran dengan menggunakan media
kantonggbilangan bersifatkkonkret. Sanjaya (2011:205) kantong bilangan ini dapat berpengaruh terhadap hasil
mengemukakan bahwaamedia merupakannkomponen belajar siswa.
dalam komunikasi yaituupembawa pesan (isi/materi

9
JPGSD. Volume 07 Nomor 02 Tahun 2019, 2791 - 2800

## PENUTUP DAFTAR PUSTAKA

Simpulan
Arikunto. Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian.
Berdasarkannpembahasan dan hasilppenelitian
Yogyakarta: Rineka Cipta.
Hamdani. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Bandung:
pembuatan dannpenaksiran padaasiswa kelas IV SDN
CV Pustaka Setia.
Kedurus I Surabaya, dapatddiperoleh sebuahhkesimpulan
yaitu mediaakantong bilangannberpengaruh secara
Siregar, Sofian. 2014. Statistik Parametrik untuk
penelitian kuantitatif. Jakarta: Bumi Aksara.
pembulatanndan penaksiran. Hal ini dibuktikanndengan
Subarinah, Sri. 2006. Inovasi Pembelajaran Matematika
analisis SPSS 22. Hasil yanggdidapat dari perhitungan T-
SD. Jakarta: Depdiknas.
Denganndemikian, nilai 0,024 berarti lebih kecil dari
Sudjana. 2002. Metoda Statistika. Bandung: PT. Tarsito.
dari pemberiannperlakuan dan Ho ditolak atau tidak
Suherman, Erman. 2003. Strategi Pengajaran Matematika
Kontemporer. Bandung: JICA.
terdapat pengaruhhyang signifikan terhadap hasil belajar
Sugiyono, 2014. Metode Penelitian Pendidikan
pembulatan dannpenaksiran pada siswa kelas IV SDN
Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&G.
Kedurus I Surabaya dengannmenggunakan media
Bandung: Alfabeta
kantonggbilangan.
Ratnasari, Devi. 2016. Pengaruh Penggunaan Media
Saran Kantong Bilangan Terhadap Hasil Belajar
Berdasarkannproses penelitian yanggdilakukan Matematika Penjumlahan Bilangan Secara Bersusun
di SDN Kedurus I Surabaya, makaapeneliti memberikan pada Siswa Kelas 1 SDN Prambanan Sleman.
saranndalam pembelajarannmatematika materi
pembulatan dan penaksirannsebaiknya guru bisa Yuniarto, Dwi. 2012. Peningkatan Hasil Belajar Siswa
menggunakannmedia kantonggbilangan sebagai alternatif Menggunakan Media Sedotan (Drinking Straws) dan
untuk membantuusiswa dalammmemahami materi yang Kantong Bilangan pada Pembelajaran Matematika
disampaikannguru. Karena dengannmenggunakan media dengan Materi Operasi Hitung Campur Kelas IV di
pembelajarannsiswa lebih efektif dannmudah untuk SDN 1 Kandangan.
memahami sebuahhmateri pembelajaran. Dan untuk
pembacaajuga dapat mengembangkannpenelitian ini
dengan menggunakannkantong bilangan yanggdapat
dipakai untukkmenyelesaikan operasihhitung angka
desimal maupunnpecahan.