Anda di halaman 1dari 11

Tentang Kami

Hubungi Kami

Beranda

Minggu, 1 Januari 2023 / 8 Jumadil Akhir 1444 I Selamat sore, pengunjung...

Menu Utama

NEWS UPDATE

Wali Kota Tinjau Pembebasan Lahan PERMUKIMAN BERBASIS GENDER Menteri Basuki : Perlu
Kesabaran dalam Menata Kota Kita .. ,., Rumah Subsidi Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Kegiatan Sosialisasi Kebijakan dan Program Nasional Pembiayaan Perumahan Provinsi Sumatera Utara
Tah BPSDM Gelar Tiga Kegiatan Sekaligus guna Menunjang Karier ASN PUPR 10 Kepala Daerah Miliki
Persetujuan Substansi Dari Kementerian ATR/BPN Pakar ITB, Luhut Sembunyikan Kajian Reklamasi, Itu
Namanya Tidak Bijaksana Wali Kota Tinjau Pembebasan Lahan PERMUKIMAN BERBASIS GENDER
Menteri Basuki : Perlu Kesabaran dalam Menata Kota Kita .. ,., Rumah Subsidi Untuk Masyarakat
Berpenghasilan Rendah Kegiatan Sosialisasi Kebijakan dan Program Nasional Pembiayaan Perumahan
Provinsi Sumatera Utara Tah BPSDM Gelar Tiga Kegiatan Sekaligus guna Menunjang Karier ASN PUPR
10 Kepala Daerah Miliki Persetujuan Substansi Dari Kementerian ATR/BPN Pakar ITB, Luhut
Sembunyikan Kajian Reklamasi, Itu Namanya Tidak Bijaksana

cari

Arsitektur: Pengertian dan Perjalanan Sejarahnya

Administrator | Senin, 03 April 2017 - 16:57:31 WIB | dibaca: 23624 pembaca

Arsitektur: Pengertian dan Perjalanan Sejarahnya

Pengertian Arsitektur menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arsitektur diartikan sebagai “seni dan ilmu merancang serta
membuat konstruksi bangunan” atau “metode dan gaya rancangan suatu konstruksi bangunan.”
Arsitektur (Latin: architectura, dari ἀρχιτέκτων Yunani arkhitekton “arsitek”, dari ἀρχι- “kepala” dan
τέκτων “pembangun”) adalah proses dan produk dari merencanakan, mendesain, dan membangun
bangunan dan struktur fisik lainnya. Karya arsitektur, dalam bentuk bangunan, sering dianggap sebagai
simbol budaya dan sebagai karya seni. Peradaban sejarah yang sering diidentifikasi dengan prestasi
arsitektur yang masih bertahan.

“Arsitektur” dapat berarti:

Sebuah istilah umum untuk menggambarkan bangunan dan struktur fisik lainnya

Seni dan ilmu merancang bangunan dan (beberapa) struktur non bangunan

Gaya desain dan metode konstruksi bangunan dan struktur fisik lainnya

Pengetahuan tentang Seni, Sains & Teknologi serta Kemanusiaan

Praktek arsitek, di mana arsitektur berarti menawarkan atau memberikan jasa profesional sehubungan
dengan desain dan konstruksi bangunan, atau lingkungan dibangun

Kegiatan desain arsitek, dari tingkat makro (desain perkotaan, arsitektur lansekap) hingga tingkat mikro
(detail konstruksi dan furniture).

Arsitektur harus dilakukan dengan perencanaan, perancangan, dan pembangunan bentuk, ruang, dan
suasana untuk mencerminkan pertimbangan fungsional, teknis, sosial, lingkungan, dan estetika. Hal ini
membutuhkan manipulasi kreatif dan koordinasi material dan teknologi, dan cahaya dan bayangan.
Seringkali, kebutuhan yang bertentangan harus dipecahkan. Praktek arsitektur juga meliputi aspek
pragmatis dari mewujudkan bangunan dan struktur, termasuk penjadwalan, estimasi biaya dan
administrasi pembangunan. Dokumentasi yang dihasilkan oleh arsitek, biasanya gambar, rencana dan
spesifikasi teknis, mendefinisikan struktur dan / atau perilaku dari sebuah bangunan atau jenis lain dari
sistem sedang atau sudah dibangun.

München-Allianz-Arena

DESAIN ARSITEKTUR: Ruang Lingkup, Teori, dan Praktik

Kita harus mengetahui dan memahami definisi arsitektur dari berbagai pakar ahli untuk menambah
pengetahuan tentang arsitektur serta mendalami tentang arsitektur. Dari beberapa pendapat para ahli
di atas, maka rangkuman definisi arsitektur berikut bisa dijadikan acuan memahami arsitektur secara
lebih komprehensif.

Arsitektur adalah seni dan sekaligus ilmu dalam merancang bangunan. Arti yang lebih luas, arsitektur
mencakup perancangan dan pembangunan keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro, yaitu
perencanaan dan perancangan perkotaan, arsitektur lanskap, bahkan hingga ke level mikro, yaitu desain
bangunan, desain perabot, dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil berbagai proses
perancangan tersebut. Dengan kata lain, arsitektur bisa juga difahami sebagai seni yang dilakukan oleh
individu untuk mengimajinasikan diri mereka.

Arsitektur merupakan tempat bernaung dari yang paling sederhana hingga yang paling rumit. Arsitektur
merupakan lingkungan binaan (built environment) dan lingkungan buatan (built environment) yang
mempunyai bermacam-macam kegunaan, yaitu: melindungi manusia dan kegiatan-kegiatannya serta
harta miliknya dari musuh-musuh berupa manusia, hewan, dan kekuatan-kekuatan adikodrati, membuat
tempat, menciptakan suatu kawasan aman yang berpenduduk, dalam suatu dunia fana dan cukup
berbahaya, menekankan identitas social, serta menunjukan status. Tempat bernaung di sini bukan
merupakan satu-satunya fungsi atau bahkan fungsi pokok dari perumahan. Menurut Aldo Van Eyck,
sebuah bangunan adalah suatu kota kecil, sebuah kota adalah suatu bangunan yang besar.

Arsitektur tidak berdiri sendiri namun merupakan kesatuan dari beberapa hal yang diperlukan di
dalamnya, termasuk matematika, sains, seni, teknologi, humaniora, politik, sejarah, bahkan filsafat.
Mengutip Vitruvius, “Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan
proses belajar: sebuah penilaian karya arsitektur sebagai karya seni”. Ia menambahkan bahwa seorang
arsitek harus fasih di dalam bidang musik, astronomi, dan sebagainya. Filsafat adalah salah satu yang
utama di dalam pendekatan arsitektur. Rasionalisme, empirisisme, fenomenologi, strukturalisme, post-
strukturalisme, dan dekonstruktivisme adalah beberapa arahan dari filsafat yang mempengaruhi
arsitektur.

Pentingnya teori untuk menjadi referensi praktik tidak boleh terlalu ditekankan, meskipun banyak
arsitek mengabaikan teori sama sekali. Vitruvius berujar, “praktik dan teori adalah akar arsitektur.” Teori
adalah hasil pemikiran beralasan yang menjelaskan proses konversi bahan bangunan menjadi hasil akhir
sebagai jawaban terhadap suatu persoalan. Praktik adalah perenungan yang berkelanjutan terhadap
pelaksanaan sebuah proyek atau pengerjaannya dengan tangan, dalam proses konversi bahan bangunan
dengan cara yang terbaik. Seorang arsitek yang berpraktik tanpa dasar teori tidak dapat menjelaskan
alasan dan dasar mengenai bentuk-bentuk yang dia pilih. Sementara arsitek yang berteori tanpa
berpraktik hanya berpegang kepada “bayangan” dan bukannya substansi. Seorang arsitek yang
berpegang pada teori dan praktik, ia memiliki senjata ganda. Ia dapat membuktikan kebenaran hasil
rancangannya dan juga dapat mewujudkannya dalam pelaksanaan. Ini semua tidak lepas dari konsep
pemikiran dasar bahwa kekuatan utama pada seorang arsitek secara ideal adalah pada idea.

Apa pun yang seharusnya dilakukan di dalam lingkup arsitektur harus senantiasa memperhatikan
bagaimana mewujudkan cita-cita sekaligus memuaskan hati perancang atas bangunannya. Arsitektur
pada hakikatnya merupakan suatu bidang teknis, sehingga bangunan harus logis dalam sistem struktur
dan produksinya. Pandangan yang lain ialah bahwa tujuan utama arsitektur bersifat kemasyarakatan.

Secara umum, arsitektur dapat dibayangkan, dirancang, diwujudkan, serta dibangun dalam menanggapi
suatu kondisi yang ada. Arsitektur mencakup segi keindahan, kesatuan dan penciptaan ruang dan
bentuk. Arsitektur juga merupakan sesuatu yang dibangun manusia untuk kepentingan badannya dan
kepentingan jiwanya. Arsitek adalah seniman struktur yang menggunakan struktur secara estetis
berdasarkan prinsip-prinsip struktur itu sendiri.

louvre pyramid

SEJARAH ARSITEKTUR

Arsitektur lahir dari dinamika antara kebutuhan (kebutuhan kondisi lingkungan yang kondusif,
keamanan, dan sebagainya), dan cara (bahan bangunan yang tersedia dan teknologi konstruksi).
Arsitektur prasejarah dan primitif merupakan tahap awal dinamika ini. Kemudian manusia menjadi lebih
maju dan pengetahuan mulai terbentuk melalui tradisi lisan dan praktik-praktik, arsitektur berkembang
menjadi ketrampilan. Pada tahap inilah terdapat proses uji coba, improvisasi, atau peniruan sehingga
menjadi hasil yang sukses. Seorang arsitek saat itu bukanlah seorang figur penting, ia semata-mata
melanjutkan tradisi. Arsitektur Vernakular lahir dari pendekatan yang demikian dan hingga kini masih
dilakukan di banyak bagian dunia.

Permukiman manusia pada masa lalu pada dasarnya bersifat rural. Kemudian timbullah surplus
produksi, sehingga masyarakat rural berkembang menjadi masyarakat urban. Kompleksitas bangunan
dan tipologinya pun meningkat. Teknologi pembangunan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan pun
berkembang. Tipologi bangunan baru seperti sekolah, rumah sakit, dan sarana rekreasi pun
bermunculan. Arsitektur Religius tetap menjadi bagian penting di dalam masyarakat. Gaya-gaya
arsitektur berkembang, dan karya tulis mengenai arsitektur mulai bermunculan. Karya-karya tulis
tersebut menjadi kumpulan aturan (kanon) untuk diikuti khususnya dalam pembangunan arsitektur
religius. Contoh kanon ini antara lain adalah karya-karya tulis oleh Vitruvius atau Vaastu Shastra dari
India purba. Di periode Klasik dan Abad Pertengahan Eropa, bangunan bukanlah hasil karya arsitek-
arsitek individual, tetapi asosiasi profesi (guild) yang dibentuk oleh para artisan / ahli keterampilan
bangunan dalam mengorganisasi proyek.

Pada masa Pencerahan, humaniora dan penekanan terhadap individual menjadi lebih penting daripada
agama, dan menjadi awal yang baru dalam arsitektur. Pembangunan ditugaskan kepada arsitek-arsitek
individual – Michaelangelo, Brunelleschi, Leonardo da Vinci – dan kultus individu pun dimulai. Namun
pada saat itu, tidak ada pembagian tugas yang jelas antara seniman, arsitek, maupun insinyur atau
bidang-bidang kerja lain yang berhubungan. Pada tahap ini, seorang seniman pun dapat merancang
jembatan karena penghitungan struktur di dalamnya masih bersifat umum.

Bersamaan dengan penggabungan pengetahuan dari berbagai bidang ilmu (misalnya engineering), dan
munculnya bahan-bahan bangunan baru serta teknologi, seorang arsitek menggeser fokusnya dari aspek
teknis bangunan menuju ke estetika. Kemudian bermunculanlah “arsitek priyayi” yang biasanya
berurusan dengan bouwheer (klien) kaya dan berkonsentrasi pada unsur visual dalam bentuk yang
merujuk pada contoh-contoh historis. Pada abad ke-19, École des Beaux-Arts di Prancis melatih calon-
calon arsitek menciptakan sketsa-sketsa dan gambar cantik tanpa menekankan konteksnya.

Sementara itu, Revolusi Industri membuka pintu untuk konsumsi umum, sehingga estetika menjadi
ukuran yang dapat dicapai bahkan oleh kelas menengah. Dulunya produk-produk berornamen estetis
terbatas dalam lingkup keterampilan yang mahal, yang kemudian menjadi terjangkau melalui produksi
massal. Produk-produk sedemikian tidaklah memiliki keindahan dan kejujuran dalam ekspresi dari
sebuah proses produksi.

Oriente_Station_Lisboa_roof

ARSITEKTUR MODERN

Ketidakpuasan terhadap situasi sedemikian pada awal abad ke-20 melahirkan pemikiran-pemikiran yang
mendasari Arsitektur Modern, antara lain, Deutscher Werkbund (dibentuk 1907) yang memproduksi
obyek-obyek buatan mesin dengan kualitas yang lebih baik merupakan titik lahirnya profesi dalam
bidang desain industri. Setelah itu, sekolah Bauhaus (dibentuk di Jerman tahun 1919) menolak masa lalu
sejarah dan memilih melihat arsitektur sebagai sintesis seni, ketrampilan, dan teknologi.

Ketika Arsitektur Modern mulai dipraktikkan, ia adalah sebuah pergerakan garda depan dengan dasar
moral, filosofis, dan estetis. Kebenaran dicari dengan menolak sejarah dan menoleh kepada fungsi yang
melahirkan bentuk. Unsur fungsi itu sendiri di dalamnya mencakup baik unsur estetika maupun
psikologis. Arsitek lantas menjadi figur penting dan dijuluki sebagai “master”. Kemudian arsitektur
modern masuk ke dalam lingkup produksi massal karena kesederhanaannya serta faktor ekonomi.

Namun, masyarakat umum merasakan adanya penurunan mutu dalam arsitektur modern pada tahun
1960-an, antara lain karena kekurangan makna, kemandulan, keburukan, keseragaman, serta dampak-
dampak psikologisnya. Sebagian arsitek menjawabnya melalui Arsitektur Post-Modern dengan usaha
membentuk arsitektur yang lebih dapat diterima umum pada tingkat visual, meski dengan
mengorbankan kedalamannya. Robert Venturi berpendapat bahwa “gubuk berhias/ decorated shed”
(bangunan biasa yang interior-nya dirancang secara fungsional sementara eksterior-nya diberi hiasan)
adalah lebih baik daripada sebuah “bebek/ duck” (bangunan di mana baik bentuk dan fungsinya menjadi
satu). Pendapat Venturi ini menjadi dasar pendekatan Arsitektur Post-Modern.

Sebagian arsitek lain (dan juga non-arsitek) menjawab dengan menunjukkan apa yang mereka pikir
sebagai akar masalahnya. Mereka merasa bahwa arsitektur bukanlah perburuan filosofis atau estetis
pribadi oleh perorangan, melainkan arsitektur haruslah mempertimbangkan kebutuhan manusia sehari-
hari dan menggunakan teknologi untuk mencapai lingkungan yang dapat ditempati. Design
Methodology Movement yang melibatkan orang-orang seperti Chris Jones atau Christopher Alexander
mulai mencari proses yang lebih inklusif dalam perancangan, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
Penelitian mendalam dalam berbagai bidang seperti perilaku, lingkungan, dan humaniora dilakukan
untuk menjadi dasar proses perancangan.

Bersamaan dengan meningkatnya kompleksitas bangunan, arsitektur menjadi lebih multi-disiplin


daripada sebelumnya. Arsitektur sekarang ini membutuhkan sekumpulan profesional dalam
pengerjaannya. Inilah keadaan profesi arsitek sekarang ini. Namun, arsitek individu masih disukai dan
dicari dalam perancangan bangunan yang bermakna simbol budaya. Contohnya, sebuah museum
senirupa menjadi lahan eksperimentasi gaya dekonstruktivis sekarang ini, namun esok hari barangkali
akan muncul kemungkinan yang lain.

masjid biru turki


KESIMPULAN

Bangunan adalah produksi manusia yang paling kasat mata. Namun, kebanyakan bangunan masih
dirancang oleh masyarakat sendiri atau tukang-tukang batu di negara-negara berkembang, atau melalui
standar produksi di negara-negara maju. Arsitek tetaplah tersisih dalam produksi bangunan. Keahlian
arsitek hanya dicari dalam pembangunan tipe bangunan yang rumit, atau bangunan yang memiliki
makna budaya / politis yang penting. Dan inilah yang diterima oleh masyarakat umum sebagai
arsitektur. Peran arsitek, meski senantiasa berubah, tidak pernah menjadi yang utama dan tidak pernah
berdiri sendiri. Selalu akan ada dialog antara masyarakat dengan sang arsitek. Dan hasilnya adalah
sebuah dialog yang dapat dijuluki sebagai arsitektur, sebagai sebuah produk dan sebuah disiplin ilmu.

sumber:http://kaaffah.xyz/arsitektur/

Sebelumnya:

KONTEKSTUALITAS ARSITEKTUR SEBAGAI KEBUTUHAN DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Selanjutnya:

Percepat Reforma Agraria, Pemerintah Bentuk Tim Aturan Kepemilikan Tanah

ARTIKEL TERKAIT

KONTEKSTUALITAS ARSITEKTUR SEBAGAI KEBUTUHAN DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

KONTEKSTUALITAS ARSITEKTUR SEBAGAI KEBUTUHAN DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Masalah Perkotaan Disebabkan Inkonsistensi Pemerintah Dalam Rencana Tata Ruang

Masalah Perkotaan Disebabkan Inkonsistensi Pemerintah Dalam Rencana Tata Ruang

Reforma Agraria Upaya Wujudkan Keadilan

Reforma Agraria Upaya Wujudkan Keadilan

IAP DKI dorong sertifikasi kualitas produk tata ruang di kawasan JABODETABEKPUNJUR

IAP DKI dorong sertifikasi kualitas produk tata ruang di kawasan JABODETABEKPUNJUR

AGENDA
0 Komentar

Tulis Komentar

Nama

Email

Komentar

BERLANGGANAN ARTIKEL

email anda

VIDEO

KALENDER ACARA

Januari2023

MSSRKJS

25262728293031

1234567

891011121314

15161718192021

22232425262728

2930311234
POPULER

TERKINI

KOMENTAR

LANGKAH-LANGKAH MENGURUS IMB

LANGKAH-LANGKAH MENGURUS IMB

dibaca: 164510 pembaca

TEORI-TEORI PERKEMBANGAN KOTA

TEORI-TEORI PERKEMBANGAN KOTA

dibaca: 119261 pembaca

TATA GUNA LAHAN

TATA GUNA LAHAN

dibaca: 89662 pembaca

PENGERTIAN, KLASIFIKASI DAN FUNGSI RUANG TERBUKA HIJAU

PENGERTIAN, KLASIFIKASI DAN FUNGSI RUANG TERBUKA HIJAU

dibaca: 73634 pembaca

Pengertian Reklamasi, Tujuan dan Sistem Reklamasi

Pengertian Reklamasi, Tujuan dan Sistem Reklamasi

dibaca: 71122 pembaca

BERITA FOTO

Peringatan Hari Tata Ruang Nasional Dinas TRTB Kota Medan Tahun 2015Bangunan Bersejarah Kota
MedanPembongkaran Bangunan 30 Januari 2014 Jl. Sei BatanghariPembongkaran Bangunan 27 januari
2014 Jl. Madong Lubis

DOWNLOAD AREA

Download lainnya

KURS VALUTA ASING

MATA UANG JUAL BELI


update:

INDEX & ARSIP ARTIKEL

01

01

2023

Oktober 2018(1)

November 2017(1)

Oktober 2017(23)

September 2017(8)

Agustus 2017(6)

Juli 2017(7)

Juni 2017(9)

Mei 2017(6)

TAG ARTIKEL

POLLING

Hal apakah yang menurut Anda menjadi perioritas untuk menjadikan Medan, sebagai ibu kota SUMUT
ke arah yang lebih baik?

Transportasi Massal

Sarana dan Prasarana Umum


Kemacetan Lalu-lintas

DINAS TATA RUANG DAN TATA BANGUNAN

Jl. Jend. Besar DR. Abd.Haris Nasution No. 17, Medan

Email: dispkpprkotamedan@gmail.com

Telp: (061) 7864147

Hari Kerja: Senin-Kamis, Jam Kerja: 7.30-16.00

Hari Kerja: Jumat, Jam Kerja: 7.30-15.30

FACEBOOK

© Copyright 2023 Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang Kota Medan |Online: 4
|Hits: 448 / 2199005

twitter

facebook

rss

kembali ke atas

Sumber Berita: http://perkimtaru.pemkomedan.go.id/artikel-995-arsitektur-pengertian-dan-perjalanan-


sejarahnya.html#ixzz7p80qV1tF

Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives

Anda mungkin juga menyukai