Anda di halaman 1dari 3

Hari-Itu

(Faizatul Khofifah, November 2021)


Pagi itu, jadi hari paling sedih untuk Ella. Neneknya pergi sepagi itu di mana Ella belum
sadar bahwa neneknya benar benar pergi, padahal tadi pagi nenek sempat tanya Ella sudah
bangun atau belum sambil memberikan pepaya. Tepat jam 6 ibu Ella dapat kabar nenek jatuh di
kamar mandi dan di larikan ke rumah sakit. Nenek Ella sempat dilarikan ke rumas sakit luar kota
tapi di tengah perjalanan nenek ella pergi, "nenek udah gada Ella gapapa kan" ibu dapat telfon
dari paman yang menemani nenek di Ambulance.

Setelah Ella tau apa yg terjadi dia hanya terdiam termenung dan tangisannya hanya bisa
di rasa tak bisa di ungkapkan. "udah gapapa ya Ella" kata mama, Ella hanya bisa senyum saat
melihat Ambulance nenek datang. Ella tidak tau bagaimana wajah neneknya untuk yg terakhir
Ella masih tidak percaya. kemarin, Ella dan neneknya sangat bahagia mengenang masa muda
neneknya sambil berjalan di menikmati pemandangan sawah dan mencari kayu, semua di
ceritakan, di sela sela cerita neneknya tiba tiba berkata "Ella harus jadi anak yg baik ya, jadi
kesayangan ibu sama bapak", Ella tertawa dia membalas "Ella udh jadi anak baik, kan Ella
kesayangan nenek".

Ella hanya bisa diam melihat neneknya terbaring dan di ngajikan, tangis Ella akhirnya
pecah sambil berkata "nenek janji nganterin Ella berangkat rekreasi kan? ayo skrng bangun
anterin Ella rekreasi nek!" tante hanya bisa menenangkan Ella dan dirinya sendiri. Semua
pelayat datang, memberi kata kata sabar untuk keluarga Ella. "Semua pergi gitu saja, Ella belum
siap ga ada nenek" ucap Ella di depan neneknya, Ella cucu kesayangan nenek.

"Ella boleh bikin jaring capung gak buk?" "gausah, nanti habis semua perabotan ibu di
buat jaring" jawab ibu, Ella berlalu dalam keadaan sedih "kenapa? di marahin ibuk ya?" kata
nenek, "pengen buat jaring capung, kan banyak capung sekarang tapi sama ibu ga boleh" jawab
Ella. Nenek hanya bisa senyum dan berkata "yaudah ayo bikin tapi janji, jangan sampe hilang",
"iya janji, makasih nek" kata kata di sore itu yg hanya bisa Ella ingat sebelum neneknya pergi
untuk selamanya. Tidak ada yg bisa bela Ella, tidak ada yg berani marahi ibu karna bentak Ella.
"Ella rindu nenek, Ella pengen nenek liat Ella yang sekarang." butuh 1 tahun lebih Ella untuk
benar benar lupa pada neneknya, memang tidak mudah tapi Ella harus wujudkan permintaan
neneknya untuk menjadi kesayangan ibu dan bapak, menjadi kesayangan nenek dan anak baik
untuk teman Ella.

Tahun ke 2, Ella sudah di jenjang smp. Ella masih ingat dengan jelas bagaimana pagi itu,
pagi hari yang sama sekali tidak Ella harapkan. Ella masih rindu nenek, masih ingat tentang
kenangan terakhir nenek dan semua hidup Ella yang berceritakan dengan nenek. Kesedihan
masih berlanjut, malam hari saat Ella tertidur di tengah tengah mengerjakan pr, ia bermimpi ada
nenek yang menghampirinya menanyakan kabarnya, dan bermain sebentar dengan Ella. Ella
terkejut mimpi itu terasa nyata hingga membuat Ella kembali sangat rindu pada neneknya.

Dalam waktu satu tahun, tidak mudah bagi Ella untuk lupa dengan neneknya. Orang
yang selalu ada untuk Ella, bahkan banyak cerita kedepannya yang nenek janjikan untuk Ella.
Setiap Ella pergi makam, Ella selalu meneteskan air mata sengaja maupun tidak kesedihan itu
terasa nyata, terasa baru saja kemarin Ella bercerita dengan nenek dan sekarang dunia nenek
dengan Ella sudah berbeda. Ella sekarang hanya bisa berdoa nek, semoga nenek tenang disana,
Ella rindu nenek.
BIODATA PENULIS

Penulis kelahiran Probolinggo, 30 Desember 2004 bernama


Faizatul Khofifah. Zah, begitu teman-temannya memanggilnya.
Masih menjadi Siswi di MAN 2 KOTA PROBOLINNGO dan saat
ini duduk di kelas XI di jurusan IPS

Kritik dan saran bisa disampaikan melalui akun facebook


Faizatul khofifah (https://www.facebook.com/faizatul.khofifah.372)
atau whatsapp 085648613103. Akun Instagram Fzh.khoffah_ dan
email faizatulkhofifah@gmail.com juga terbuka untuk kritik dan
saran.

Anda mungkin juga menyukai