Anda di halaman 1dari 19

PERKEMBANGAN STRUKTUR INSTITUSIONAL AKUNTANSI KEUANGAN

AKUNTANSI DI AMERIKA SERIKAT SEBELUM 1930


Sejak tahun 1880-an, diketahui bahwa akuntansi adalah instrumen penting di Amerika untuk menjalankan bisnis. Pada tahun 1886 dibentuklah sebuah organisasi bernama American Association of Public Accountants dengan sepuluh anggota. Tahun 1896, organisasi ini, bersama grup yang lain, yaitu the Institute of Bookkeepers and Accountants, merupakan pihak yang berada dibalik

pengangkatan Certified Public Accountant . Tahun 1913, tiga puluh satu negara bagian berhasil melewati hukum yang diperlukan untuk dikeluarkannya sertifikat Certified Public Accountant. Di antara ketiga puluh satu negara bagaian tersebut terdapat keseragaman mengenai persyaratan yang diperlukan untuk

mendapatkan sertifikat tersebut. Pencapaian penting lain dari asosiasi tersebut dapat ditemukan dalam The Journal of Accountancy pada tahun 1905. Publikasi ini berlanjut menjadi jurnal profesional penting hingga hari ini. Hasil kerja asosiasi tersebut juga termasuk pengangkatan sebuah komite terminologi, yang hasilnya terdapat dalam lingkup dan definisi yang kemudian diadopsi pada tahun 1915. Gebrakan besar dalam pertumbuhan profesi akuntansi adalah dalam hal income tax law pada tahun 1913. Dorongan yang lain terhadap profesi akuntan publik semakin muncul sejak saat itu hingga Perang Dunia I pada tahun 1917. Isu spesifik yang melibatkan akuntansi publik adalah kontrak militer dimana pengusaha pabrik harus membayar kembali dengan cost plus basis. Pada tahun 1916 dibentuklah American Institute of Accountants (AIA). Kemudian American Association of Public Accountants namanya diubah menjadi American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) pada tahun 1957. AICPA kemudian menjadi organisasi nasional. AICPA ini tidak dimaksudkan untuk

menggantikan perkumpulan negara bagian namun untuk melengkapinya dan mengusahakan agar lebih terdapat keseragaman dan standarisasi dalam kualifikasi dan ketentuan keanggotaan. Sementara itu, organisasi kedua, yakni American Society of Certified Public Accountants dibentuk pada tahun 1921. Sedangkan AIA mengambil pandangan nasional yang terpadu relatif terhadap isu-isu seperti ujian dan kualifikasi, American Society memberikan perhatian lebih dengan menjaga kekuatan di berbagai negara bagian. Persaingan antara dua organisasi ini sangat panas. Sebagian besar karena tekanan dari New York State Society, dua organisasi ini bergabung pada tahun 1936, mempertahankan nama kelompok yang lebih tua. Faktor lain yang yang mendorong meningkatnya permintaan jasa audit, adalah banyaknya yang mempertanyakan praktek akuntansi selama masa Great Depression pada tahun 1929. Pertanyaan juga muncul tentang apakah praktik akuntansi memicu keputusan investasi bisnis yang rendah, nemun hal ini tidak dapat dibuktikan.

TAHUN-TAHUN PEMBENTUK, 1930-1946


Sebagai akibat dari goncangan pasar saham, periode 1930 hingga 1946 mempengaruhi praktik akuntansi di United States lebih besar daripada sejarah akuntansi periode yang lain. NYSE/AICPA Agreement Pada tahun 1930, AICPA memulai upaya bersama New York Stock Exchange (NYSE) memprakarsai penyiapan salah satu dokumen paling penting dalam perkembangan pembuatan peraturan akuntansi. Komite Khusus AICPA yang bekerjasama dengan Stock Exchange bekerjasama dengan Komite NYSE dalam daftar saham untuk mengembangkan prinsip akuntansi yang diikuti oleh semua perusahaan yang terdaftar dalam pertukaran (exchange). NYSE khawatir bahwa perusahaan yang telah terdaftar menggunakan berbagai macam praktek akuntansi yang dirahasiakan. Awalnya, AICPA berpikir bahwa solusi terbaik

adalah dengan pendekatan ganda yaitu (a) pendidikan bagi pengguna laporan akuntansi mengenai batasan laporan dan (b) perbaikan laporan agar lebih informatif untuk pengguna. Alternatif yang lebih praktis, memperbolehkan setiap perusahaan untuk memilih metode akuntansi sendiri, tetapi memerlukan pengungkapan metode yang digunakan dan konsistensi dalam aplikasi mereka dari tahun ke tahun. Komite AICPA menyiapkan draft formal "five broad accounting principles" yang disetujui oleh komite NYSE itu pada tanggal 22 September 1932. Dokumen ini mewakili upaya formal pertama untuk mengembangkan "generally accepted accounting principles" (GAAP). Upaya bersama yang dilakukan NYSE dan AICPA memiliki pengaruh besar dalam pembuatan kebijakan akuntansi di Amerika Serikat selama 50 tahun ke depan. Formation Of The Securities And Exchange Commision (SEC) SEC dibentuk oleh Kongres pada tahun 1934. Tujuannya adalah untuk menyusun Securities Act pada tahun 1933 dan Securities Exchange Act tahun 1934. Kedua undang-undang tersebut adalahundang-undang sekuritas nasional pertama di United States. Pada awalnya, SEC mengizinkan profesi akuntansi untuk menyusun prinsip akuntansi tanpa campur tangan pihak lain. Akan tetapi, pernyataan yang dibuat SEC pada tahun 1937 dan 1938 mengindikasikan bahwa mulai timbul ketidaksabaran dengan profesi tersebut. Pada Desember 1937, Komisioner SEC Robert Healy memanggil American Accounting Association (AAA). Ia menyatakan bahwa terdapat kesulitan yang besar akan tidak adanya pihak yang memiliki otoritas untuk membenahi dan memelihara standar akuntansi. Ia yakin bahwa pihak yang memiliki otoritas tersebut ada dalam Securities and Exchange Commision. Akhirnya, pada 25 April 1938, SEC mengirim pesan kepada profesi akuntansi yang isinya bahwa selain profesi akuntansi menjalankan peran dalam

pengembangan standar akuntansi, SEC akan menentukan praktik akuntansi dan metode mandatori yang dapat diterima dalam laporan yang mengandung informasi akuntansi. Commitee Of Accounting Procedure, 1936 -1946 Pada tahun 1933, AICPA membentuk Special Commitee on Development of Accounting Priciples, akan tetapi komite ini sangat kecil sehingga kemudian digantikan oleh the Commitee on Accounting Procedures (CAP) pada tahun 1936, yang juga kemudian tidak lagi aktif sampai 1938. Namun, pada tahun 1938, segera setelah SEC menyusun Accounting Series Release (ASR) 4, CAP diperluas dari tujuh anggota menjadi dua puluh satu anggota dan kemudian menjadi lebih aktif. CAP awalnya ingin mengembangkan pernyataan komprehensif dari prinsip akuntansi yang akan berperan sebagai panduan umum untuk pemecahan masalah praktis tertentu. Namun kebanyakan pihak merasa hal itu memakan waktu setidaknya lima tahun untuk dikembangkan dan saat itu SEC pasti telah kehilangan kesabaran. SEC pada awalnya puas dengan perjuangan profesi akuntansi untuk menyusun prinsip akuntansi. Akan tetapi, sudah diketahui bahwa proses penyusunan peraturan akan diambil alih jika profesi akuntansi dirasa lambat. Tidak semua anggota profesi akuntansi senang dengan peraturan akuntansi yang dikembangkan selama periode tersebut. Para anggota AAA memberikan sebuah prosedur deduktif untuk perumusan peraturan akuntansi, untuk menentang pendekatan induktif formal utama yang diberikan oleh CAP. Era formatif ini tidaklah menghasilkan sebuah prinsip akuntansi yang komperhensif. Akan tetapi, era formatif ini memberikan dua kontribusi penting. Pertama, praktik akuntansi, khususnya dalam hal keseragaman, meningkat secara signifikan. Kedua, sektor privat benar-benar digunakan sebagai sumber dalam penyusunan peraturan akuntansi di United States. Ketika Perang Dunia II

dimulai, perkembangan aturan akuntansi melambat secara signifikan. Selama tahun-tahun perang, CAP ditangani hampir secara eksklusif dengan masalah akuntansi yang melibatkan transaksi-transaksi perang.

PERIODE PASCA-PERANG, 1946-1959


Goncangan ekonomi yang lebih besar terjadi pada periode pasca perang daripada tahun 1920-an. Industri menginginkan modal yang besar untuk memperluas bisnisnya. Perluasan tersebut, sebagai gantinya, menciptakan lapangan pekerjaan dan uang yang lebih banyak. Dengan dorongan dari stock exchange, industri mulai menyediakan uang untuk masyarakat. Tahun 1940, diperkirakan terdapat empat juta pemegang saham di United States. Tahun 1952, jumlah tersebut meningkat menjadi tujuh juta; pada tahun 1962, jumlah ini meningkat menjadi tujuh belas juta. Dengan demikian, sebagian besar publik Amerika memiliki kepentingan keuangan langsung dalam perusahaan yang terdaftar. Laporan keuangan perusahaan merupakan instrument yang penting dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu laporan keuangan dan peraturan peraturan akuntansi yang digunakan dalam penyiapan laporan keuangan tersebut memperoleh perhatian yang luas. ARB 32 dan SEC CAP sangat sibuk selama periode pasca-perang. Secara keseluruhan, delapan belas ARB dikeluarkan sejak 1946 hingga 1953. Walaupun komite telah berhasil mengurangi pertanyaan yang timbul tentang praktik akuntansi tahun 1930-an, strategi tersebut memunculkan masalah-masalah baru selama tahun 1940-an hingga awal 1950-an. Ketika berusaha mengurangi dugaan yang muncul akan profesi akuntansi, CAP gagal untuk membuat rekomendasi positif untuk prinsip akuntansi secara umum. Akibatnya, terdapat kelebihan prinsip akuntansi yang baik . Berbagai alternatif praktik dilanjutkan untuk memperindah karena tidak

ada landasan dalam teori akuntansi. Situasi ini memicu konflik antara CAP dan SEC. CAP merasa bahwa memanfaatkan kinerja operasi jangka pendek akan meningkatkan perbandingan earning reports di antara perusahaan dan antar tahun-tahun untuk perusahaan yang sama. Banyak pendapatan dan rugi luar biasa dikeluarkan dari laba bersih di bawah konsep kinerja operasi saat ini. Akibatnya, CAP mengeluarkan ARB 32 untuk merekomendasikan konsep tersebut. Permasalahan Price-Level Akhir tahun 1953, profesi akuntansi menaruh perhatian yang besar pada akuntansi di bawah kondisi tingkat perubahan harga. Sehingga, selama tiga tahun berikutnya terdapat kemajuan dalam perkembangan prinsip akuntansi. Penutupan Tahun CAP Tahun 1957-1959 mewakili suatu periode transisi dalam pengembangan standar akuntansi di Amerika Serikat. Kritik CAP meningkat, dan bahkan pilar pendirian akuntansi mencela operasinya. Akhirnya, presiden AICPA, Alvin R. Jennings, menyerukan pendekatan baru untuk pengembangan prinsip akuntansi. Selama pertengahan hingga akhir tahun 1950, minat dalam pengembangan prinsip akuntansi tumbuh baik di dalam maupun di luar profesi. Sayangnya, minat dalam pengembangan prinsip akuntansi ini memunculkan kritik negatif terhadap CAP. Eksekutif Keuangan dan Praktisi Akuntansi dalam perusahaan yang lebih kecil mengeluh bahwa mereka tidak diberi kesempatan cukup untuk menyampaikan opini mereka dalam penyusunan ARB. Pendekatan Baru Pada tahun 1957, Alvin R.Jennings menyampaikan pidato pada pertemuan tahunan AICPA. Ia menganjurkan reorganisasi AICPA untuk mempercepat

perkembangan prinsip akuntansi. Jeannings menekankan perlunya riset sebagai bagian dari program pengembangan.

PERIODE MODERN, 1959 SAMPAI SEKARANG


Accounting Principles Board (APB) APB dan Accounting Research Division (ARD) mempunyai divisi penelitian yang semi-otonom. Mempunyai direktur sendiri yang berwenang untuk mempublikasikan penemuan penelitian yang dilakukan stafnya dan tidak memiliki pertanggungjawaban pada komite teknis AICPA. Pada penerbitan proyek penelitian apa yang akan diambil, direktur penelitian harus

mencocokkannya dengan pimpinan APB. Jika keduanya tidak menyetujui, APB menentukan proyek apa yang akan diambil oleh divisi penelitian. Hasil dari proyek penelitian akan diterbitkan di Accounting Research Studies (ARSs). Dalam bentuknya, APB sama dengan CAP, yang terdiri dari 18-21 member, yang semuanya juga merupakan member dari AICPA. Awal Tahun Berdirinya APB dan Perjalanannya Pada awal berdirinya APB dikarakteristikkan dengan kegagalan dan keraguraguan. Studi riset tidak diterima oleh profesi dan kontroversi pajak investasi merupakan tantangan serius bagi KAP besar. ARSs 1 dan 3 ARS 1 the Basic Postulates of Accounting karya Maurice Moonitz dipublikasikan tahun 1961, awalnya tidak mendapatkan reaksi yang baik, baik dari APB maupun dari profesi secara umum. ARS 3 A Tentative Set of Broad Accounting Principles for Business Enterprises karya Robert Sprouse dan Moonitz terbit 1962 dan mendapat banyak kritikan dari berbagai area. Dewan meyakini bahwa studi 1 dan 3 adalah kontribusi yang bernilai bagi pemikiran akuntansi yang berbeda secara radikal dengan GAAP yang ada sekarang yang dapat diterima saat ini.

Kredit Pajak Investasi Pada November 1962 dikeluarkan APB Opinion 2 yang menguraikan kredit pajak investasi menyebabkan masalah lain. Terdapat dua pendapat berbeda dalam perhitungan kredit pajak investasi (investment tax credit): (1) metode flow-through, yaitu mengakui keuntungan pajak pada tahun penerimaaanya (2) metode deferral, yaitu mengakui keuntungan pajak sepanjang umur aktiva terkait. APB Opinion 2 memutuskan menggunakan metode deferral, akibatnya 3 KAP besar tidak mengharuskan kliennya mengikuti opini tersebut. Lebih jauh lagi, pada Januari 1963 SEC mengeluarkan ASR 96 yang mengizinkan menggunakan metode flow-through atau metode deferral. Akhirnya APB menerbitkan APB Opinion no. 4 yang membolehkan penggunaan kedua metode di atas . Akhir tahun 1964 Dewan AICPA mengumumkan wewenang APB kembali yang dinyatakan dalam Apendiks pada APB Opinion no. 6 dengan suara bulat disetujui bahwa kebiasaan dari APB Opinion harus diungkapkan dalam LK yang diaudit oleh anggota AICPA. Jika akuntan independen menyimpulkan bahwa metode yang digunakan mempunyai pendukung otoritas yang substantif, meskipun tidak mengandung prinsip akuntansi tertentu diungkapkan dalam catatan atau laporan auditor. Jika memungkinkan auditor harus mengungkapkan dampak dari kebiasaan tersebut. Jika prinsip yang digunakan tidak didukung oleh otoritas yang substantif, maka kualifikasi auditor adalah adverse atau disclaimer The Embattled APB Pada tahun 1965 sampai 1967, kritik lebih lanjut dari dewan muncul di pers. Selama periode ini, APB menerbitkan 7 opini. ARS 8 ; Accounting for the Cost of Pension Plan oleh Ernest L. Hicks mereview argumentasi alternatif akuntansi yang berbeda dan masalah praktiknya. APB Opinion no. 8 menggunakan riset ini sebagai dokumen sumber dan merupakan aplikasi nyata yang pertama dari pendekatan dua cabang. APB Opinion no.9 menguraikan pos-pos luar biasa dan earning per share. Opini menghapus perbedaan dalam praktik sehubungan dengan pos-pos luar biasa. Juga sebagai persetujuan terhadap semua konsep

termasuk laporan laba rugi. ARS 9 ; Interperiod Allocation of Corporate of Income Taxes karya Homer Black dipakai sebagai sumber informasi dalam pertimbangan dewan. Meskipun kontroversial, APB no.11 mengharuskan alokasi pajak penghasilan secara komprehensif, secara signifikan telah membatasi prosedur-prosedur alternatif dalam praktik.

ARS 7 and APB Statement 4 ARS 1 dan 3 tidak diterima kalangan akuntan, sehingga diterbitkan ARS 7 Inventory of GAAP for Business Enterprises oleh Paul Grady. Dengan dasar ARS 7 tahun 1970 dikeluarkan APB Statement no.4 Basic Conscept and Accounting Principles Underlying Financial Statement of Business Enterprises dengan tuj uan 1. sebagai dasar untuk mengevaluasi masalah penyajian praktik akuntansi dan akuntansi, memandu

membantu

memecahkan

pengembangan akuntansi keuangan pada masa yang akan datang. 2. meningkatkan pemahaman terhadap tujuan akuntansi keuangan, sifat dari proses dan kekuatan yang membentuknya dan keterbatasan laporan keuangan dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan. Pernyataan APB 4 mencakup banyak topik yang sama termasuk dalam ARS 7. APB gagal dalam tanggung jawabnya untuk menyusun dasar postulat dan prinsip akuntansi yang lebih luas. Kritikan yang Berkelanjutan Terdapat 2 kritikan terhadap penyusunan standar: (a) paparan untuk pendapat APB tentatif terlalu terbatas dan prosesnya terlalu lambat dan (b) masalah penggabungan badan usaha terlalu lama akibat banyaknya tekanan dari pihak yang kurang tepat. Kritik tersebut ditanggapi dengan melanjutkan ke Financial Accounting Standards Board (FASB) pada tahun 1971 .

Kontroversi atas penggabungan usaha dan goodwill memakan waktu yang paling lama untuk dibahas secara luas oleh APB. Pada tahun 1963, ARS 5 diterbitkan, A Critical Studi of Accounting for Business Combinations oleh Arthur Wyatt, dan pada tahun 1968 diterbitkan Accounting for Goodwill oleh George Catlett dan Norman Olson. ARS 5 menyimpulkan bahwa penyatuan kepentingan akuntansi harus dihentikan dan goodwill memiliki dua komponen, salah satunya dengan umur terbatas yang mengharuskan amortisasi periodik, dan yang lainnya dengan umur tak terbatas untuk dilanjutkan pada periode mendatang. ARS 10 menyimpulkan bahwa Goodwill tidak dapat dikatakan sebagai asset, oleh karena itu, goodwill harus segera dikurangkan dari ekuitas pemegang saham pada saat diselesaikannya penggabungan. Kemudian pada Juli 1969, draft awal opini mengusulkan polling of interest dihapuskan dan goodwill diamortisasi maksimal 40 tahun. Pada Februari 1970, draft opini yang lain mengizinkan polling of interest (jika tes 3 ke 1 terpenuhi) dan goodwill diamortisasi maksimal 40 tahun. Akhirnya, pada Juni 1970, dua per tiga mayoritas setuju untuk mengizinkan polling of interest (jika tes 9 ke 1 terpenuhi) dan goodwill diamortisasi maksimal 40 tahun. Namun, ketika APB bertemu lagi pada bulan Juli, satu anggota mengubah suaranya. Dengan demikian, dewan tersebut kembali pada jalan buntu. Akhirnya, draft dipecah menjadi dua pendapat: APB Opinion No. 16 tentang penggabungan usaha menghapus test untuk 12 ke 6; dan APB Opinion No. 17 tentang goodwill, diamortisasi maksimal 40 tahun, melewati 13 ke 5. Pada April 1971, AICPA membentuk 2 kelompok studi, (1) kelompok studi yang menetapkan prinsip-prinsip akuntansi, diketuai Francis M. Wheat dan (2) kelompok studi dengan tujuan Laporan Keuangan diketuai Robert M. Trueblood.

Laporan Kelompok Wheat Komite ini menyelesaikan laporannya pada Maret 1972. merekomendasikan: 1. Pendirian Financial Accounting Foundation, dengan 9 wakil bertugas memilih anggota FASB dan mengumpulkan dana operasional . 2. Pendirian FASB, dengan 7 anggota full-time dan bertugas menetapkan standar laporan keuangan. 3. Pendirian Financial Accounting Standards Advisory Council, dengan 20 anggota, dengan tugas berkonsultasi dengan FASB untuk menetapkan prioritas dan tugas untuk menanggapi usulan standar. Rekomendasi ini diterima oleh AICPA Juni 1972 dan FASB berdiri 1 Juli 1973 . Laporan Kelompok Trueblood Sampai dengan Oktober 1973, Kelompok Trueblood tidak melengkapi laporannya, hanya mengidentifikasi beberapa tujuan tanpa membuat usulan implementasi. FASB mempertimbangkan Laporan Trueblood dalam proyek rerangka konseptual. Laporan tersebut

PERIODE KONTEMPORER Financial Accounting Standard Board (FASB)


Setelah APB digantikan oleh FASB, pada tahun 1978, FASB mengeluarkan SFAC No 1 dengan judul, Objectives of Financial Reporting by Business Enterprises. FASB berbeda dengan dewan-dewan sebelumnya, karena didukung oleh enam organisasi profesi, yaitu, AAA, AICPA, Financial Analysts Federation, Financial Executive Institute, Institute of Management Accountants, dan Securities Industry Association.'

FASB memiliki divisi riset yang menetapkan dan melaporkan SAK dengan efisien dan lengkap. Namun, FASB tidak diharuskan untuk menetapkan postulat dan prinsip akuntansi sebagai kerangka dasar. Ironisnya, pernyataan FASB lebih teliti dari CAP atau APB. FASB juga meluncurkan proyek kerangka konseptual, sebagai percobaan untuk menyediakan konstitusi dalam penyusunan standar. Mekanisme Operasi FASB Adapun Prosedur Penyusunan Standar yang diterapkan oleh FASB adalah: Identifikasi masalah (dengan membentuk tim kerja yang membuat nota identifikasi isu dan alternatif solusinya dan disampaikan pada pihak yang berkepentingan. Public hearing dengan pihak terkait untuk memberi masukan pada Dewan . Mengeluarkan draft awal dan meminta komentar tertulis. Penetapan draft akhir Proses penetapan standar adalah pekerjaan yang tidak mudah. Misalnya dalam penetapan SFAS 115 tentang akuntansi surat berharga. Menurut Johnson & Sweiringa terdapat 3 masalah yaitu tentang Bagaimana surat berharga diakuntansikan, ruang lingkup surat berharga yang harus dibuat standarnya, dan tentang apakah lembaga keuangan akan mengikuti standar. Menurut Kinney, Proses FASB yang dikembangkan pada 1970 tidak mampu menghadapi lingkungan yang lebih kompleks pasca 1990, misalnya globalisasi pasar uang, komunikasi virtual, deregulasi yang membuat lembaga keuangan semakin kompetitif, teknologi informasi yang mampu menilai risiko asset dan hutang dagang. Lingkungan yang kompleks akan berpengaruh pada Laporan Keuangan, misalnya ukuran non-finansial bisa lebih relevan dalam memengaruhi harga saham. Serta isu tentang bagaimana conceptual framework beradaptasi dengan munculnya bisnis baru.

Penilaian terhadap FASB

Hasil evaluasi terhadap FASB oleh Dewan Perwakilan FAF adalah sebagai berikut: Proses penetapan standar akuntansi yang baru membutuhkan pertimbangan mendalam dari seluruh unsur pemakai. Proses membutuhkan penilaian unjtuk memperkirakan dampak yang mungkin timbul dari standar yang diusulkan. Keberhasilan sebuah standar tidak ditentukan oleh penyusun, tetapi harus diasimilasikan dengan pemakai. Proses asimilasi membutuhkan pendidikan untuk memperlihatkan nilai-nilai dalam standar yang diajukan.

FASB telah menghasilkan lebih dari 159 Standar Akuntansi Keuangan hingga Juni 2007 yang disebut juga dengan gerakan clean up the balance sheet

(pembersihan neraca). Hal ini menghasilkan neraca yang lebih konservatif. FASB dinilai lebih sukses bila disbandingkan dengan dua pendahulunya. Namun demikian, walaupun prestasinya tergolong baik, FASB sekali lagi diserang oleh berbagai pihak.

Usaha Mengikis Kekuatan FASB Beberapa organisasi telah mencoba untuk membatasi atau mempersempit kekuasaan legislatif FASB. Ketika tanggung jawab untuk menetapkan Standar dipindahkan dari AICPA ke FASB pada tahun 1972, AICPA membentuk Kom ite Standar Akuntansi Eksekutif untuk melakukan fungsi penghubung antara AICPA dan FASB. Komite ini bertugas merespon nota diskusi, meminta komentar dan membuat usulan draft awal untuk FASB. AcSEC mengeluarkan 2 pengumuman: Statement of Position (SOP) dan Industry Accounting Guides (Guides).

Perbandingan antara CAP, APB, dan FASB Karakteristik


Independensi

CAP
Bagian dari AICPA

APB
Bagian dari AICPA

FASB
Terpisah dari AICPA;

Organisasi

Independensi Anggota

Jam kerja penuh

Jam kerja penuh

Luasnya Keanggotaan

Harus bertitel CPA

Harus bertitel CPA

Proses

Sedikit, jika ada

Sangat terbatas, meskipun menjadi sangat luas menjelang akhir eksistensinya

didukung enam organisasi profesi Karyawan full-time FASB, biasanya dari KAP Tidak harus bertitel CPA; boleh berasal dari akuntan publik, pemerintahan, industri, sekuritas, dan akademisi. lebih luas dan dibawa ke dalam proses (sidang terbuka dan tanggapan untuk merancang draft), dapat menyebabkan masalah kelumpuhan demokrasi Kerangka Konseptual lebih sukses daripada APB. Lebih luas daripada para pendahulunya, diskusi memorandum; FASB telah membentuk beberapa studi penelitian.

Teoritis Dokumen Pendukung Standar

Tidak mencoba

Postulat dan Prinsip telah gagal, kecuali ARS No. 7 dan APB Statement No. 4 yang dinilai berhasil

Penggunaan Penelitian

Sangat terbatas

Kegunaan utama adalah pada ARSs

International Accounting Standards Committee (IASC)


Globalisasi dunia menuntut adanya standar akuntansi yang seragam. Namun untuk mencapai sebuah keseragaman tidaklah mudah. Kondisi ini memerlukan adanya sebuah badan penyusun standar internasional. Salah satunya adalah International Accounting Standards Committee (IASC).
Kesepakatan pembentukan IASC terjadi pada tanggal 23 Juni 1973 di Inggris yang diwakili oleh organisasi profesi akuntansi dari sembilan negara, yaitu Australia, Canada,

Prancis, Jerman Barat, Jepang, Mexico, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat. Badan badan ini merupakan dewan IASC pada saat itu, mereka merupakan bagian dari International Federation of Accountans (IFAC) sebagai organisasi induk IASC. Dengan tujuan menyelesaikan dan mendamaikan perbedaan akuntansi disetiap negara, serta merintis adanya standar akuntansi yang kelak berlaku universal, IAS diterbitkan sejak tahun 1974. Penerbitan tersebut satu tahun setelah pembentukan International Accounting Standard Committee (IASC).

Tujuan pembentukan IASC adalah, to formulate and publish in the public interests, basic standards to be observed in the presentation of audited accounts and financial statements and to promote their worldwide acceptance and observance . Jadi tujuan dibentuknya IASC adalah memformulasi standar dan mendorong keberterimaan dan ditaatinya IFRS secara luas di dunia. Sampai saat ini IASC beranggotakan sekitar 150 organisasi atau badan penyusun standard akuntansi dari 113 negara, dan telah berhasil merumuskan model teoritis yang juga mengadopsi meta teori dengan menempatkan tujuan sebagai top level. Pada tahun 1999, setelah melakukan proses review selama dua tahun, dewan IASC menyetujui rencana restrukturisasi. Menurut ketentuan restrukturisasi, dewan IASC akan menjadi sebuah entitas yang terpisah dari induknya dan akan menjadi entitas non profit yang diatur oleh para wali. IASC akan melakukan pendanaan terhadap IASB, yang pada gilirannya akan bertanggung jawab untuk teknis agenda pengembangan dan persetujuan IFRS baru. IFRS saat ini diterbitkan dan dikelola oleh IASB, sebuah dewan standar independen yang berbasis di London. Pada bulan Maret 2001, IASC Foundation secara resmi didirik an di negara bagian Delaware di Amerika Serikat. Yang bertindak sebagai entitas induk IASB. Sejak 1 April 2001, IASB diasumsikan bertanggung jawab kepada IASC dalam menjalankan tugasnya melakukan penyusunan standar akuntansi.

Sesuai dengan konstitusi IASC Foundation, dilakukan review secara berkelanjutan yang selesai pada bulan Juni 2005 dan terjadi beberapa perubahan konstitusi yang mengatur pengaturan operasional IASC Foundation. Menetapkan Peran dan Tujuan Baru Pembentukan IASC tahun 1973 dimaksudkan unt uk mempromosikan harmonisasi standar dan prosedur akuntansi ke seluruh dunia. IAS dikeluarkan oleh IASC untuk memenuhi tujuan itu. IASC tidak memiliki kewenangan untuk mewajibkan masing-masing negara atau entitas untuk mematuhi standar. Pada tahap awal berdirinya IASC tidak memiliki satu set standar akuntansi. Sebagian besar negara-negara maju telah menetapkan sendiri standar akuntansi mereka. Hanya beberapa negara saja yang tidak memiliki standar, yang kemudian mengadopsi IAS selama periode tersebut. Selanjutnya diterbitkan tambahan dan revisi dari IAS yang kemudian semakin banyak negara mulai berpartisipasi dalam kegiatan IASC. IASC berstatus sebagai otoritas internasional yang tumbuh pesat. Status itu lebih ditingkatkan setelah perkembangan yang signifikan sebagai berikut:
y

2002: Komisi Eropa melalui Peraturan Eropa 1606 pada tanggal 19 Juli 2002 mewajibkan entitas yang terdaftar di Uni Eropa untuk mengadopsi IFRS mulai tahun 2005.

2002: IASB dan dewan standar akuntansi di Amerika Serikat yakni Financial Accounting Standard Board (FASB), mengumumkan

keinginannya untuk mencapai kesesuaian dalam standar pelaporan keuangan dan mengkoordinasikan program kerja masa depan.
y

2003: Australia, Hong Kong dan Selandia Baru berkomitmen untuk mengadopsi IFRS.

2005: Hampir 7.000 perusahaan yang terdaftar di 25 negara menerapkan IFRS.

2006: IASB dan FASB menyepakati peta jalan untuk konvergensi antara IFRS dan General Accepted Accounting Principle (GAAP) di Amerika Serikat.

2007: Brasil, Cananda, Chile, India, Jepang, dan Korea menetapkan agenda untuk mengadopsi IFRS.

2007: Securities and Exchange Commission (SEC) di Amerika Serikat menghapus ketentuan rekonsiliasi untuk perusahaan non-US yang menerapkan IFRS, dan berkonsultasi pada IFRS untuk perusahaan domestik.

Setelah IASC disatukan ke IASB dan IASC Foundation tahun 2000 serta perubahan kondisi lebih lanjut di tahun 2002 sampai 2007. Tujuan IASC Foundation disempurnakan sebagai berikut: 1. Untuk mengembangkn satu set standar berkualitas tinggi yang dapat dipahami dan berlaku secara global demi kepentingan umum. Pelaporan keuangan yang berkualitas terutama untuk membantu pelaku pasar modal dunia dan pengguna lain dalam membuat keputusan ekonomi; 2. Untuk mempromosikan penggunaan dan penerapan standar yang ketat; 3. Dalam memenuhi tujuannya yang berhubungan dengan point (1) dan (2) di atas, IASC bertujuan untuk memperhitungkan sebagaimana mestinya kebutuhan khusus entitas kecil dan menengah, serta entitas ekonomi baru; dan 4. Untuk mewujudkan konvergensi atas standar akuntansi nasional ke IAS dan IFRS yang lebih diarahkan pada solusi berkualitas tinggi. Struktur Aktual IASB ditunjuk dan diawasi oleh kelompok wali (yaitu IASC Foundation) yang memiliki latar belakang wilayah dan beragam profesi yang bertanggung jawab untuk kepentingan publik. Hal ini juga didukung oleh dewan penasehat eksternal (yaitu Standards Advisory Council atau SAC) dan komite interpretasi

(the International Financial Reporting Interpretation Committee atau IFRIC) yang bertugas memberikan bimbingan jika terdapat perbedaan dalam praktek. IASC Foundation adalah organisasi independen yang terdiri dari dua badan utama: para wali dan IASB. Pemerintahan IASC Foundation sisa 22 wali. Tanggung jawab wali termasuk menunjuk, para anggota dewan IASB dan menetapkan hubungannya dengan penasehat dan dewan, serta penanggung jawab organisasi.

IASB memiliki tanggung jawab dalam penyusunan standar akuntansi, dengan 12 anggota yang bekerja secara penuh dan dua anggota paruh waktu yang berasal dari berbagai negara dengan latar belakang fungsional beragam. Anggota tersebut tidak didominasi oleh konstituen tertentu atau kepentingan regional tertentu, dan kualifikasi utama mereka untuk keanggotaan IASB adalah keahlian teknis.

Struktur IASC Foundation memiliki dua badan. Standar Advisory Council (SAC) menyediakan forum dan jalan bagi organisasi-organisasi atau individu yang berkepentingan dengan pelaporan keuangan internasional untuk berpartisipasi. Para peserta memiliki latar belakang geografis dan fungsional yang beragam. Tujuan SAC adalah untuk memberikan nasehat kepada IASB mengenai prioritas proyek penyusunan standar. Badan lainnya dalam struktur IASC Foundation di International Fianancial Reporting Interpretation Committee (IFRIC), yang merupakan badan interpretatif IASB dengan anggota sebanyak 14 suara tidak termasuk ketua, semua ditunjuk oleh wali. IFRIC menggantikan Standing Interpretations Committee (SIC) pada tahun 2002. Peran IFRIC adalah untuk mempersiapkan interpretasi IFRS untuk disetujui oleh IASB dan untuk memberikan panduan yang terkini mengenai masalah laporan keuangan.