Anda di halaman 1dari 2

TERM OF REFERENCE (TOR)

PELATIHAN EARLY WARNING SYSTEM


DI RUMAH SAKIT MARTHA FRISKA MULTATULI MEDAN
TAHUN 2022

I. PENDAHULUAN
Early Warning System (EWS) adalah sistem peringatan dini yang dapat diartikan
sebagai rangkaian sistem komunikasi informasi yang dimulai dari deteksi awal, dan
pengambilan keputusan selanjutnya. Deteksi dini merupakan gambaran dan isyarat
terjadinya gangguan fungsi tubuh yang buruk dan atau ketidakstabilan fisik pasien
sehingga dapat menjadi kode dan atau mempersiapkan kejadian buruk dan
meminimalkan dampaknya, penilaian untuk mengukur peringatan dini ini menggunakan
Early Warning Score.
Tindakan pencegahan untuk terjadinya henti jantung di rumah sakit seebenarnya
telah dikembangkan pertama kali sejak tahun 1997 oleh tim di Rumah Sakit James
Paget, Norfolk, Inggris dan dipresentasikan pada konferensi Mei 1997 dari Intensive
Care Sociey dengan diterbitkannya sebuah skoring Early Warning System (EWS).
Skoring EWS merupakan langkah-langkah yang dilakukan untuk menilai kondisi
fisiologis pasien yang meliputi tanda vital dan kesadaran secara langsung kepada
pasien sehingga akan diketahui perkembangan perburukan pasien lebih awal termasuk
pasien sepsis untuk dilakukan intervensi penanganan secepatnya maupun sebuah
keputusan untuk memindahkan pasien ke ICU.

II. LATAR BELAKANG


Seiring berjalannya Akreditasi Rumah Sakit telah membawa pola pemikiran untuk
penanganan pasien henti jantung maupun nafas dengan baik. Hal ini dikarenakan
dituntut adanya sebuah tim reaksi cepat dalam menangani kejadian seperti ini, tim ini
biasanya dinamakan “Tim Code Blue”
Sebuah prinsip lebih baik mencegah dari pada mengobati layak untuk
diperhitungkan dalam pengelolaan pasien henti jantung maupun henti nafas, hal ini
disebabkan pasien mengalami henti jantung sebenarnya tidak tiba-tiba tetapi ada
sebuah proses yang telah mendahuluinya dan penderita ataupun kita lalai atau justru
tidak memahaminya sebagai tanda awal terjadinya henti jantung.
Terjaminnya kualitas mutu pelayanan dalam pengelolaan pasien kritis maupun
pasien yang mengalami perburukan sampai henti jantung tidak terlepas dari kualitas
SDM (Sumber Daya Manusia), sarana prasarana yang tersedia maupun proses evaluasi
dan monitoring dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu perangkat hukum dan
administrasi harus segera dipenuhi, peningkatan kualitas SDM dengan pelatihan harus
dilakukan, pemenuhan alat peraga pelatihan dengan kolaborasi diklat, pemenuhan alat
dan obat emergency, serta evaluasi dengan para PIC (Person in Charge) dalam komite
mutu untuk mendapatkan data yang dibutuhkan.

III. TUJUAN

a. TUJUAN UMUM
Terselengaranya pelayanan rumah sakit secara optimal sesuai visi dan misi rumah
sakit.
b. TUJUAN KHUSUS
• Terciptanya rasa aman dan percaya diri dalam bertugas
• Tersedianya SDM yang professional dan berkualitas
• Peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit
• Terciptanya budaya patient safety dan keselamatan kerja di rumah sakit
IV. SASARAN
Sasaran pelatihan adalah Karyawan di RSU Martha Friska Multatuli Medan meliputi
Dokter Umum dan Perawat.

V. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN

Metode Pelaksanaan:

1. Materi
2. Diskusi

VI. MATERI
Materi akan disampaikan oleh narasumber : Misrah Panjaitan, S.Kep, Ners, M.Kep
VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Pelatihan akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Jumat/ 07 Oktober 2022
Waktu : 14 s/d Selesai
Tempat : Aula lantai VII RSU Martha Friska Multatuli Medan
VIII. Estimasi Anggaran

Estimasi anggaran kegiatan pelatihan Early Warning System adalah sebagai


berikut :

No URAIAN ANGGARAN
.
ATK (1 Paket) Rp. 100.000,-
1.

2. Konsumsi Rp. 250.000,-

3. Honor Narasumber Rp. 3.600.000,-

4. Biaya Pembuatan Sertifikat Rp. 2.000.000,-


Jumlah Rp. 5.950.000,-

IX. PENUTUP
Demikian Term of Reference (TOR) Pelatihan Early Warning System ini kami
susun sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan, dengan harapan dapat
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan rumah sakit.
Harapan kami kegiatan ini dapat menjadi sarana pembelajaran bagi upaya
meningkatkan kinerja karyawan di RSU Martha Friska Multatuli.

Medan, 04 Oktober 2022


Mengajukan, Mengetahui,
Direktur RSU Martha Friska Multatuli

(Taisa Muhaira)

Anda mungkin juga menyukai