Anda di halaman 1dari 32

Teguh Hariadi, S.Pd., Gr.

MODUL
ADMINISTRASI
INFRASTRUKTUR
JARINGAN
KELAS XII
DAFTAR ISI

2 Modul Administrasi Infrastruktur Jaringan Kelas XI


KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat ilahi rabbi Tuhan Semesta alam, karena berkat rahmat dan
hidayahnya saya dapat menyusun Modul Pembelajaran ini. Modul Pembelajaran ini di
susun untuk mempermudah pembelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan Kelas XI
di SMK Negeri 7 Garut.

Modul ini memuat konsep Take and Give sehingga dengan adanya modul ini di sisi
siswa dapat mengetahui maksud dan dan tujuan dari pembelajaran ini serta di sisi guru
mampu mengetahui tingkat ketercapaian siswanya. Pembahasan Modul ini disertai
dengan gambar-gambar untuk lebih memperjelas materi.

Saya menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam diktat ini, untuk itu dengan
senang hati saya senantiasa menerima kritik maupun saran yang bersifat membangun.
Dengan diktat ini, diharapkan para siswa akan menjadikan Modul ini yang akan
dijadikan pedoman dalam pembelajaran

Penyusun

Konsep Routing 3
PETUNJUK SISWA
Agar siswa berhasil menguasai dan
memahami materi dalam modul ini, lalu dapat
mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-
hari, maka bacalah dengan cermat dan ikuti
petunjuk berikut dengan baik, antara lain:

1) Bacalah doa terlebih dahulu sesuai


dengan keyakinanmu, agar diberikan
kemudahan dalam mempelajari materi
ini.
2) Bacalah materi ini dengan seksama, sehingga isi materi ini
dapat dipahami dengan baik.
3) Buatlah catatan kecil mengenai istilah atau rumus yang belum
dipahami, untuk ditanyakan kepada guru mata pelajaran.
4) Kerjakan lembar kegiatan siswa dan soal-soal yang sudah
disediakan dengan sungguh-sungguh, tanpa melihat kuni
jawaban.
5) Cocokkan hasil pekerjaan kamu dngan kunci jawaban yang sudah
disediakan.
6) Ulangi sampai kamu memahami materi modul.

4 Modul Administrasi Infrastruktur Jaringan Kelas XI


BAB 1

KONSEP
ROUTING
TUJUAN
Memahami Konsep Routing
Memahami Fungsi Routing
Memahami Cara Kerja Router
Memahami Tabel Routing
Mengkaji Jenis-jenis Routing
DESKRIPSI
Kompetensi Inti 1

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

Kompetensi Inti 2

Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,


peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-
jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat,
penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

Kompetensi Dasar 3.3

Memahami proses routing

Kompetensi Dasar 4.3

Mengkaji jenis-jenis routing

Prasyarat

Mata Pelajaran Jaringan Dasar Kelas X

6 Modul Administrasi Infrastruktur Jaringan Kelas XI


Konsep Routing
Info
Routing adalah sebuah cara atau metode
pengiriman paket melalui sebuah jaringan atau Routing adalah sebuah cara atau
network menuju sumber tujuan. Di dalam OSI metode pengiriman paket melalui
Layer, proses routing ini terjadi pada lapisan yang sebuah jaringan atau network menuju
ke 3 dimana menangani hal-hal yang berkaitan
sumber tujuan.
dengan router. Mudahnya begini..

“Routing bisa dikatakan sebagai proses


pengiriman paket data dan informasi dengan
meneruskannya ke jaringan yang satu ke jaringan
yang lainnya berdasarkan protokol tertentu.”

Gambar 1. Konsep Routing


https://docs.citrix.com/
Cara Kerja Router
Fungsi utama Router adalah merutekan paket
Info
(informasi). Sebuah Router memiliki kemampuan
Routing, artinya Router secara cerdas dapat Sebuah Router memiliki kemampuan
mengetahui kemana rute perjalanan informasi Routing, artinya Router secara cerdas
(paket) akan dilewatkan, apakah ditujukan untuk dapat mengetahui kemana rute
host lain yang satu network ataukah berada di perjalanan informasi (paket) akan
network yang berbeda. dilewatkan

Jika paket-paket ditujukan untuk host pada


network lain maka router akan meneruskannya
ke network tersebut. Sebaliknya, jika paket-paket
ditujukan untuk host yang satu network maka
router akan menghalangi paket-paket keluar.

Konsep Routing 7
Pengertian Tabel Routing
Sekadar informasi, sebuah router biasanya akan merekomendasikan jalur-jalur terbaik
yang digunakan untuk paket berdasarkan informasi pada tabel routing. Informasi ini
bisa didapatkan oleh administrator dengan cara mengisi tabel routing secara dinamis
atau statis di dalam sebuah network.

Akhirnya, setiap router yang saling terhubung


bisa saling bertukar informasi supaya bisa
Info mengetahui alamat tujuan serta memelihara
tabel routing tersebut. Beberapa hal ini juga
sebuah router itu akan mempelajari harus diperhatikan:
informasi routing dari sumber dan • Interface router yang terdekat dengan
tujuannya yang selanjutnya jaringan tujuan.
diletakkan pada table routing
• Alamat jaringan yang dituju.
• METRIC : sebuah nilai yang akan
memperlihatkan jarak untuk
mencapai jaringan yang dituju dan
biasanya menggunakan jumlah
lompatan atau sering disebut dengan
‘Hop Count’.

Nah, dasarnya sebuah router itu akan mempelajari informasi routing dari sumber
dan tujuannya yang selanjutnya diletakkan pada table routing. Perangkat router
akan berjalan berdasar pada tabel ini untuk memperkenalkan kepada port yang
hendak digunakan untuk melanjutkan paket ke destination address.

8 Modul Administrasi Infrastruktur Jaringan Kelas XI


Kalau destination address tidak tersambung langsung di badan router, maka router
harus menganalisa rute terbaik dengan dua cara berikut ini :
• Mempelajari secara manual oleh network administrator.
• Mempelajari dengan mengumpulkan berbagai informasi melalui proses
otomatis dalam jaringan tersebut.

Sedangkan kalau jaringan tujuan sudah terhubung langsung, maka router sudah bisa
mengetahui port mana yang harus digunakan untuk meneruskan paket.

Jenis-jenis Routing Berdasarkan Cara Kerja


Konfigurasinya
Selanjutnya, mari kita bahas jenis-jenis routing itu sendiri. Beberapa macam routing
berikut ini mungkin sudah sering kamu jumpai:
• Routing Default
• Routing Statis
• Routing Dinamis

Selengkapnya, silahkan simak penjelasan berikut…

a.) Routing Default


Pengertian routing default adalah salah satu jenis routing yang dipakai untuk
mengirim berbagai paket secara manual dan umumnya digunakan pada jaringan yang
memiliki satu jalur keluar (lokal network). Default rute ini juga sering digunakan saat
rute dari sumber ke tujuan tidak dikenali atau saat tidak ada informasi yang memadai
dalam tabel routing ke jaringan tujuan.

Konsep Routing 9
b.) Routing Statis
Pengertian routing statis adalah suatu proses routing untuk menambah route di tabel
routing dimana administrator menambahkan route-route tersebut secara manual.
Karakteristik routing statis tentu saja karena tidak akan mengalami perubahan kecuali
jika administrator mengubahnya. Hal ini tentu sangat cocok untuk jaringan komputer
yang menggunakan sedikit router dan settingan routingnya tidak berubah dalam
jangka waktu yang lama.

Keuntungan routing statis juga cukup banyak, beberapa diantaranya yaitu:


• Tidak ada bandwith yang dipakai antara router dalam jaringan.
• Tidak ada overhead pada CPU router dan harganya relatif lebih murah dibanding
router dinamis.
• Berhubung pihak administrator bisa memilih pengisian akses routing, maka
routing jenis ini menjadi lebih aman.

Namun, ada beberapa kelemahan atau kerugian routing statis untuk penggunaannya.
Ini salah satunya:
• Karena umumnya dilakukan secara manual, maka pihak administrator harus
mengerti sepenuhnya mengenai jaringan dan bagaimana masing-masing
router bisa saling terhubung dengan konfigurasi yang benar.
• Routing statis juga tidak bisa menangani kegagalan/error pada network
eksternal karena masing-masing route di setting secara manual dan diperlukan
konfigurasi ulang secara manual untuk mengatasi masalah pada jaringan.

10 Modul Administrasi Infrastruktur Jaringan Kelas XI


• Kalau ada sebuah jaringan yang ditambahkan ke inter-network, administrator
harus menambah route ke seluruh router secara manual. Ini tentu sangat
merepotkan apabila jaringan yang digunakan sangat besar.
• Routing jenis ini jelas tidak cocok digunakan untuk jaringan yang besar karena
diperlukan penjagaan tersendiri. Hal semcam ini bisa mungkin akan menjadi
sebuah pekerjaan yang cukup menyita waktu dan memerlukan perhatiaan khusus.
Jadi, routing statis lebih pas digunakan untuk jaringan yang tidak terlalu besar.

c.) Routing Dinamis


Pengertian routing dinamis yaitu routing yang digunakan untuk menemukan jaringan
dan melakukan pembaruan routing tabel secara otomatis pada sebuah router. Cara
kerja routing dinamis yaitu akan berjalan berdasar konfigurasi yang sudah dibuat oleh
administrator.

Routing jenis ini tentunya lebih mudah digunakan dibanding routing default dan statis,
namun biasanya routing jenis ini akan membedakan saat pemrosesan di CPU router
serta menggunakan bandwith dari link jaringan.

Karakteristik routing dinamis juga cukup unik, yaitu bisa menganalisa sendiri
rute mana yang terbaik untuk ditempuh agar bisa sampai ke alamat yang dituju.
Administrator di sini hanya menentukan cara router memahami paket-paket tersebut
lalu router akan memahaminya secara otomatis. Dynamic routing rutenya akan
berubah berdasarkan pemahaman yang telah didapatkan dari router. Artinya, router-
router saling berukar informasi supaya bisa mengetahui alamat tujuan dan penerima
tabel routing dengan baik dan akurat.

Konsep Routing 11
Dynamic routing memang pada dasarnya dibangun berdasarkan informasi yang
dikumpulkan oleh protocol routing dan biasanya di desain untuk mendistribusikan
informasi secara dinamis mengikuti keadaan network.

Dengan hal ini, routing dinamis akan lebih fleksibel mengatasi kondisi routing yang
rumit.

Rangkuman
Routing adalah sebuah cara atau metode pengiriman paket melalui sebuah jaringan atau
network menuju sumber tujuan.
Router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute perjalanan informasi (paket) akan
dilewatkan, apakah ditujukan untuk host lain yang satu network ataukah berada di network
yang berbeda.
Dasarnya sebuah router itu akan mempelajari informasi routing dari sumber dan tujuannya
yang selanjutnya diletakkan pada table routing
Beberapa macam routing berikut ini mungkin sudah sering kamu jumpai:
Routing Default
Routing Statis
Routing Dinamis

12 Modul Administrasi Infrastruktur Jaringan Kelas XI


Lembar kerja
Membedakan Jenis Routing
Default Route Routing Static Routing Dinams

Konsep Routing 13
Tugas
Buatlah sebuah Topologi pada sebuah Kotak dibawah ini menggunakan dua buah
router dan dan 2 Komputer pada masing masing router, Kemudian jelaskan konsep
dari router pada Topologi tersebut.

14 Modul Administrasi Infrastruktur Jaringan Kelas XI


Tes Formatif
1. Routing adalah sebuah cara atau metode pengiriman paket melalui
a. sebuah Komponen
b. Sebuah Rangkaian
c. Sebuah kabel
d. Sebuah Alat
e. sebuah jaringan
2. Fungsi utama Router adalah merutekan
a. IP
b. Paket
c. Alamat
d. Tabel Routing
e. IP Address
3. Apa yang dimaksud dengan Houp Count ..
a. Lompatan
b. Penambahan
c. Pengurangan
d. Peralihan
e. Tujuan
4. Apa yang dimaksud dengan Destination Address
a. Lompatan
b. Penambahan
c. Pengurangan
d. Peralihan
e. Tujuan
5. Jenis Routing yang sering digunakan saat rute dari sumber ke tujuan tidak
dikenali atau saat tidak ada informasi yang memadai dalam tabel routing ke
jaringan tujuan
a. Routing Statis
b. Routing Dinamis
c. Default Route
d. Statis Default Route
e. Dinamis Default Route

Konsep Routing 15
Catatan

16 Modul Administrasi Infrastruktur Jaringan Kelas XI


BAB 1

ROUTING
STATIS
TUJUAN
Memahami Pengertian Routing Statis
Memahami Cara Kerja Routing Statis
Memahami Perintah Dasar Routing
Memahami Aturan Aturan Routing Statis
Memahami Prosedur Dan teknik Konfigurasi
routing statis
Mampu Melakukan Konfigurasi routing statis
DESKRIPSI
Kompetensi Inti 1

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

Kompetensi Inti 2

Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,


peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-
jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat,
penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

Kompetensi Dasar 3.4

Mengevaluasi Routing Statis

Kompetensi Dasar 4.4

Mengkonfigurasi Routing Statis

Prasarat

KONSEP ROUTING Administrasi Infrastruktur Jaringan Kelas XI

18 Modul Administrasi Infrastruktur Jaringan Kelas XI


Pengertian Routing Static
Info
Routing adalah sebuah proses untuk meneruskan
paket-paket jaringan dari satu jaringan ke jaringan
Routing static adalah jenis routing
lainnya melalui sebuah internetwork. Routing
yang dilakukan admin/pengelola
juga dapat merujuk kepada sebuah metode
jaringan untuk mengkonfigurasi
penggabungan beberapa jaringan sehingga paket-
informasi tentang jaringan yang
paket data dapat hinggap dari satu jaringan ke
dituju secara manual
jaringan selanjutnya. Untuk melakukan hal ini,
digunakanlah sebuah perangkat jaringan yang
disebut sebagai router. Router- router tersebut akan
menerima paket-paket yang ditujukan ke jaringan di
luar jaringan yang pertama, dan akan meneruskan
paket yang ia terima kepada router lainnya hingga
sampai kepada tujuannya.

Routing static adalah jenis routing yang dilakukan admin/pengelola jaringan untuk
mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang dituju secara manual. Routing
static juga dapat dikatakan sebagai suatu mekanisme routing yang tergantung
dengan routing table (tabel routing) dengan konfigurasi manual. Static router (yang
menggunakan solusi static route) haruslah dikonfigurasi secara manual dan di-
maintain secara terpisah karena tidak melakukan pertukaran informasi routing table
secara dinamis dengan router-router lainnya.

Konsep Routing 19
Suatu static route akan berfungsi sempurna jika routing table berisi suatu route untuk
setiap jaringan di dalam internetwork yang mana dikonfigurasi secara manual oleh
administrator jaringan. Setiap host pada jaringan harus dikonfigurasi untuk mengarah
kepada default route atau default gateway agar cocok dengan IP address dari interface
local router, di mana router memeriksa routing table dan menentukan route yang
mana digunakan untuk meneruskan paket.

Static route terdiri dari perintah-perintah konfigurasi sendiri-sendiri untuk setiap route
kepada router. Sebuah router hanya akan meneruskan paket kepada subnet-subnet
yang hanya ada pada routing table. Sebuah router selalu mengetahui route yang
bersentuhan langsung kepadanya keluar dari interface router yang mempunyai status
“up and up” pada line interface dan protokolnya. Dengan menambahkan static route,
sebuah router dapat diberitahukan ke mana harus meneruskan paket-paket kepada
subnet-subnet yang tidak bersentuhan langsung kepadanya. Router tabelnya diset
manual dan disimpan dalam router. Seorang administrator harus meng-update route
static ini secara manual ketika terjadi perubahan topologi antar jaringan (internetwork).
Oleh karena itu routing static biasanya digunakan untuk membangun jaringan yang
berskala kecil.

Cara Kerja Static Routing


Fungsi utama Router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah Router memiliki
kemampuan Routing, artinya Router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute
perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan, apakah ditujukan untuk host lain yang
satu network ataukah berada di network yang berbeda.

Jika paket-paket ditujukan untuk host pada network lain maka router akan
meneruskannya ke network tersebut. Sebaliknya, jika paket-paket ditujukan untuk host
yang satu network maka router akan menghalangi paket-paket keluar.

Cara kerja static routing dapat dibagi menjadi 3 bagian:


1. Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router.
2. Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing.
3. Routing static digunakan untuk melewatkan paket data.Show running-
config

20 Modul Administrasi Infrastruktur Jaringan Kelas XI


Perintah Dasar Routing
No Perintah Fungsi
1. sh ru Menampilkan konfigurasi yang sedang berjalan di
RAM. Termasuk host name, passwords, interface IP
addresses, routing protocol yang aktif, DHCP dan
konfigurasi NAT. Dapat dijalankan di EXEC mode
2. show startup-config Menampilkan konfigurasi yang sedang berjalan di
NVRAM. Termasuk host name, passwords, interface
atau IP addresses, routing protocol yang aktif, DHCP dan
konfigurasi NAT.
sh st

3. show version Menampilkan informasi tentang versi software yang


sekarang sedang jalan lengkap dengan informasi
atau hardware dan devicenya
sh ver

4. show ip protocols Menampilkan status interface IP baik secara global


maupun khusus dari protokol yang terkonfigurasi
atau pada saat ini (konfigurasi IP awal).
sh ip pro
5. show ip route Menampilkan Konfigurasi IP yang dilakukan baik
secara global maupun secara khusus dari router. Baik
atau berupa configurasi IP pada FastEthernet0/0 maupun
pada IP Serial2/0
sh ip ro

6. show interfaces Untuk menampilkan statistic semua


interface router mulai dari FastEthernet dan
atau Serial.
Untuk menampilkan statistic interface
sh int
tertentu, menggunakan perintah show
interfaces diikuti dengan nomor port/slot
interface,
7. show ip interface brief Menampilkan Konfigurasi pada interface yang
terhubung pada router. Baik konfigurasi yang sedang
atau berjalan maupun yang konfigurasi yang tidak berjalan
(belum terkonfigurasi). Pada perintah ini kita dibawa
sh ip int br
untuk mengetahui : Interface, IP-Address, Method,
Status, Protocol

Konsep Routing 21
8. show protocols Menampilkan status interface baik secara global
maupun khusus dari protokol layer 3 yang
atau terkonfigurasi.
sh prot

9. show cdp neightbors Untuk mengetahui Capability Codes, yang meliputi :


R (Router), T (Trans Bridge), B (Source Route Bridge),
atau S (Switch), H (Host), I (IGMP), r (Repeater), P
(Phone). Selain itu juga digunakan untuk
sh cdp ne mengetahui

Device ID diantaranya : Local Intrfce, Holdtme,


Capability, Platform, Port ID
10. show sessions Untuk mengetahui koneksi yang sedang berjalan
(koneksi yang di buka)
atau

sh ses
11. show ssh Untuk melakukan koneksi dengan server SSHv2 dan
SSHv1
atau

sh ss
12. ping Untuk melakukan / melihat koneksi antar jaringan
yang sedang berhubungan. Perintah ping harus diikuti
atau address or hostname. Contoh ; ping 192.168.0.2
pi
13. traceroute Untuk mengirimkan secara serempak sebuah urutan
paket dengan menambahkan nilai TTL (Time to Live).
Ketika sebuah router lanjutan menerima sebuah paket
terusan, maka akan mengurangi nilai TTL sebelum
tra
meneruskan nya ke router berikutnya. Perintah trace
diikuti oleh address or hostname.

Aturan Aturan Routing Statis


1. Routing Static adalah jenis routing yang dilakukan admin/pengelola jaringan
untuk mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang dituju secara manual.
2. Ciri-ciri routing statis adalah sebagai berikut: jalur spesifik ditentukan oleh admin
jaringan. pengisian tabel routing dilakukan secara manual oleh admin jaringan.
3. Rentan terhadap kesalahan saat entri data routing statis yang dilakukan
secara manual

22 Modul Administrasi Infrastruktur Jaringan Kelas XI


Cara kerja routing statik ada 3 bagian, yaitu:
a. Konfigurasi router yang dilakukan oleh admin jaringan
b. Router melakukan routing berdasarkan informasi yang diterima dari tabel routing
c. Admin Jaringan menggunakan perintah ip route secara manual untuk konfigurasi
router dengan routing statis dan routing statis berguna untuk melewatkan paket
data yang ada pada jaringan.

Keuntungan Menggunakan Routing Static


a. Meringankan kinerja processor router
b. Tidak ada bandwidth yang diguanakn untuk pertukaran informasi dari tabel isi
routing pada saat pengiriman paket
c. Routing static lebih aman dibandingkan routing dinamis
d. Routing Static kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof dengan tujuan
membajak traffik

Kerugian Menggunakan Routing Static


a. Administrator jaringan harus mengetahui semua informasi dari masing-
masing router yang digunakan
b. Hanya dapat digunakan untuk jaringan berskala kecil
c. Admisnistrasinya cukup rumit dibanding routing dinamis, terlebih jika banyak
router yang harus dikonfigurasi secara manual

KONFIGURASI ROUTING STATIC


Topologi Router Static

Konsep Routing 23
Buat skema jaringan seperti gambar diatas.

Keterangan :
• Untuk menghubungkan dari Router ke Router menggunakan ethernet Serial
dan menggunakan kabel Serial DCE.
• Dari Router ke Switch menggunakan kabel Straight.
• Dari Switch ke PC menggunakan kabel Straight

Untuk pengalamatan Ip Address berikut adalah tabel keterangannya :

Gambar.2 Tabel keterangan

Jika sudah paham akan pengalamatan, sekarang akan langsung ke konfigurasi.

Klik pada Router0, klik pada CLI, lalu konfigurasi seperti berikut ini :

Continue with configuration dialog? [yes/no]: no

Router>enable

Router#configure terminal

Router(config)#interface

se0/0/0

Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0

Router(config-if)#clock rate 64000

Router(config-if)#no shutdown

24 Modul Administrasi Infrastruktur Jaringan Kelas XI


Router(config-if)#exit

Router(config-if)#interface fa0/0

Router(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0

Router(config-if)#no shutdown

Router(config-if)#exit

Selanjutnya konfigurasi pada Router1, klik pada Router1 dan pilih CLI, berikut
konfigurasinya :

Continue with configuration dialog? [yes/no]: no

Router>enable

Router#configure terminal

Router(config)#interface

se0/0/0

Router(config-if)#ip address 192.168.1.2 255.255.255.0

Router(config-if)#no shutdown

Router(config-if)#exit

Router(config)#interface fa0/0

Router(config-if)#ip address 192.168.3.1

255.255.255.0 Router(config-if)#no shutdown

Router(config-if)#exit

Sekarang tinggal konfigurasi Routing Static.

Klik Pada Router0, pilih CLI, berikut konfigurasinya :

Router(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 192.168.1.2

Konsep Routing 25
Keterangan:
• Warna biru : Perintah untuk Routing Static.
• Warna merah : IP Network yang ada pada Router1.
• Warna hijau : Netmask IP Network yang bersangkutan.
• Warna pink : IP Address dari Router1 untuk jalur dari Router0 ke Router1

Selanjutnya di Router1.

Klik Pada Router1, pilih CLI, berikut konfigurasinya :

Router(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 192.168.1.1

Keterangan:
• Warna biru : Perintah untuk Routing Static.
• Warna merah : IP Network yang ada pada Router1.
• Warna hijau : Netmask IP Network yang bersangkutan.
• Warna pink : IP Address dari Router1 untuk jalur dari Router0 ke Router1

Kemudian konfigurasi pada setiap PC dengan ip address seperti pada tabel diatas tadi.
Caranya klik pada PC, pilih Desktop, pilih IP Configuration.

PC0 : PC2 :
Ip Address = 192.168.2.2 Ip Address = 192.168.3.2
Netmask = 255.255.255.0 Netmask = 255.255.255.0
Gateway = 192.168.2.1 Gateway = 192.168.3.1

PC1 : PC3 :
Ip Address = 192.168.2.3 Ip Address = 192.168.3.3
Netmask = 255.255.255.0 Netmask = 255.255.255.0
Gateway = 192.168.2.1 Gateway = 192.168.3.1

26 Modul Administrasi Infrastruktur Jaringan Kelas XI


Lakukan pengecekan dari setiap PC ke PC lainnya dengan perintah PING.

Caranya masuk ke PC, klik Command Prompt.

Contoh : Ping dari PC0 ke PC 3 (192.168.3.3)

Gambar.3 ping

Jika berhasil akan tampil seperti gambar diatas.

Konsep Routing 27
Rangkuman
Routing static adalah jenis routing yang dilakukan admin/pengelola jaringan
untuk mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang dituju secara manual.

Cara kerja static routing dapat dibagi menjadi 3 bagian:


Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router.
Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing.
Routing static digunakan untuk melewatkan paket data.Show running-
config

28 Modul Administrasi Infrastruktur Jaringan Kelas XI


Lembar kerja

Routing Statis
Tugas I

Apa Pengertian Routing Statis?

Bagaimana Cara Kerja Routing Statis?

No Perintah Fungsi
1. sh int

2. Sh ip ro

Konsep Routing 29
Tugas II
Buatlah Konfigurasi Routing Statis dari Topologi di bawah ini!dikumpulkan di kertas
HVS/ Polio.

Tes Formatif

1. Routing static adalah jenis routing yang dilakukan admin/pengelola jaringan untuk
mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang dituju secara...
a. Otomatis
b. Manual
c. Terstruktur
d. Tidak Terstruktur
e. Terpisah
2. Sebuah router hanya akan meneruskan paket kepada subnet-subnet yang hanya
ada pada ...
a. Seluruh Jaringan
b. Sebagian jaringan
c. Tabel Routing
d. Internetwork
e. Sub Network

30 Modul Administrasi Infrastruktur Jaringan Kelas XI


3. Sebuah router hanya akan meneruskan paket kepada subnet-subnet yang
hanya ada pada ...
a. Seluruh Jaringan
b. Sebagian jaringan
c. Tabel Routing
d. Internetwork
e. Sub Network
4. Yang termasuk pada cara kerja routing statis adalah ...
a. Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router
b. Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing.
c. Routing static digunakan untuk melewatkan paket data.Show running-config
d. Semua benar
e. Semua salah
5. sh int, merupakan perintah untuk...
a. Menampilkan konfigurasi yang sedang berjalan di RAM. Termasuk host name,
passwords, interface IP addresses, routing protocol yang aktif, DHCP dan
konfigurasi NAT. Dapat dijalankan di EXEC mode.
b. Menampilkan konfigurasi yang sedang berjalan di NVRAM. Termasuk host
name, passwords, interface IP addresses, routing protocol yang aktif, DHCP
dan konfigurasi NAT.
c. Untuk menampilkan statistic semua interface router mulai dari
FastEthernet dan Serial. Untuk menampilkan statistic interface tertentu,
menggunakan perintah show interfaces diikuti dengan nomor port/slot
interface,
d. Menampilkan status interface baik secara global maupun khusus dari protokol
layer 3 yang terkonfigurasi.
e. Untuk mengetahui koneksi yang sedang berjalan (koneksi yang di buka)

Konsep Routing 31
Catatan

32 Modul Administrasi Infrastruktur Jaringan Kelas XI

Anda mungkin juga menyukai