Anda di halaman 1dari 12

GAMBARAN STATUS GIZI IBU HAMIL DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DI PUSKESMAS KELURAHAN DURI KEPA, JAKARTA

BARAT PERIODE 4 JULI -17 JULI 2011
Eriyadi * *Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

ABSTRAK
PENDAHULUAN : Berbagai penelitian menunjukkan bahwa status gizi ibu tidak hanya memberikan dampak negative terhadap status kesehatan dan resiko kematian dirinya, tetapi juga terhadap kelangsungan hidup dan perkembangan janin yang dikandungnya dan terhadap pertumbuhan janin tersebut. BBLR adalah salah satu hasil dari ibu hamil yang menderita gizi kurang. Menurut nanni 2007 Ibu dengan status gizi kurang sebelum hamil mempunyai resiko 4,27 kali untuk melahirkan bayi BBLR dibandingkan dengan ibu yang mempunyai status gizi baik . METODOLOGI PENELITIAN : Penelitian ini termasuk penelitian observasional dengan studi cross seksional. Kriteria sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil di Puskesmas Duri Kepa yang memenuhi syarat dalam penelitian. Jumlah sampel yang diambil adalah 106 orang yang dipilih secara acak. Data yang dikumpulkan terdiri dari status gizi dan pola konsumsi, tingkat konsumsi, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan tentang gizi yang dikumpulkan dengan kuesioner. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan chi square. HASIL PENELITIAN : Sebaran status gizi ibu hamil yang baik 86 (81,9%) dan 20 (19,9%) status gizi kurang, kebanyakan responden memiliki pendidikan yang rendah 42 (39,6%) pendapatan diatas garis kemiskinan 79 (74,5%) pengetahuan yang baik yaitu berjumlah 56 (52,8%) pola makan yang baik 62 (58,5%) KESIMPULAN : Terdapat

kunjungan ANC yang baik 4x selama kehamilannya 79 ( 74,5)

hubungan karakteristik ibu hamil, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dan tingkat konsumsi (energi dan protein) memiliki hubungan yang signifikan terhadap status gizi pada ibu hamil Kata kunci: Status gizi, tingkat konsumsi, ibu hamil

level of consumption.2003) diperkirakan 6 .9%) less nutritional status.5). According to Nanni 2007 Mothers with less nutritional status before pregnancy had 4.000 Kelahiran Hidup.9%) and 20 (19. JAKARTA BARAT IN 4 JULI -17 JULI 2011 ABSTRACT INTRODUCTION: Various studies show that maternal nutritional status does not only impact negatively on health status and risk of death itself. income level. and level of consumption (energy and protein) has a significant relationship to the nutritional status in pregnant women Key words: Nutritional status. CONCLUSION: There is a relationship characteristics of pregnant women. 5%) a good knowledge of the total 56 (52. Criteria sampled in this study were pregnant women at health centers Duri Kepa qualified in the study.000 ibu hamil meninggal/tahun akibat masalah-masalah terkait dengan kehamilan kematian ibu melahirkan yakni . LBW is one of the outcomes of pregnant women who suffer from malnutrition. pendarahan.6%) of income above the poverty line of 79 (74. most respondents have a low education 42 (39. levels of consumption. educational level. income level.PICTURE OF NUTRITIONAL STATUS OF PREGNANT WOMEN AND FACTOR RELATED IN THE VILLAGE HEALTH CENTER DURI KEPA. educational level. educational level. but also on the survival and development of the fetus and to the growth of the fetus. the level of knowledge about nutrition were collected by questionnaire. knowledge level. The number of samples taken was 106 people chosen at random. pregnant women PENDAHULUAN Keadaan kesehatan dan gizi ibu hamil masih mengkhawatirkan..8%) a good diet 62 (58. Ada tiga faktor utama penyebab 585. hipertensi saat hamil atau pre eklamasi dan . Menurut survei SDKI terakhir tahun 2007 Angka kematian Ibu Indonesia sebesar 228 per 100. Data collected consisted of nutritional status and consumption patterns.5%) visit a good 4x ANC during pregnancy 79 (74. Relationships between variables were analyzed using chi square. RESULTS: Distribution of nutritional status of pregnant women who are both 86 (81. meskipun demikian angka tersebut masih tertinggi di Asia.27 times the risk of giving birth to LBW babies compared with mothers who have good nutritional status METHODOLOGY : This study included an observational study with cross-sectional study. Menurut WHO (Prambudi.

Populasi terjangkau adalah semua ibu hamil yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Duri Kepa pada periode 4 juli. Populasi target adalah semua ibu hamil. Jakarta Barat dimana variable bebas dan variable terikat diambil dalam waktu bersamaan.6 %. Jakarta Barat. Keadaan ini mengindikasikan anemia gizi besi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Ibu dengan status gizi kurang sebelum hamil mempunyai resiko 4. anemia dan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil menjadi mengenai gambaran status gizi ibu hamil dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Duri Kepa. Hal ini dapat menimbulkan BBLR. lahir mati dan cacat bawaan. Status gizi ibu hamil merupakan variable terikat dan variable bebas penyebabutama terjadinya pendarahan dan infeksi yang merupakan faktor kematian utama ibu. Jakarta Barat.27 kali untuk melahirkan bayi BBLR dibandingkan dengan ibu yang mempunyai status gizi baik (normal) (Nanni. Data primer diambil dari responden dengan pengukuran berat badan dan buku KMS ibu hamil serta dengan teknik wawancara dengan menggunakan kuesioner yang sudah diuji coba terhadap ibu yang mempunyai minimal satu balita di Kelurahan Sukabumi Selatan. 5 METODE Penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional . 2007).1%. Dampak lanjut akibat Kurang Energi Kronis dan Anemia akan menganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Menurut SKRT 2001. 4 Hasil Riset Kesehatan Dasar diantaranya adalah tingkat pengetahuan. pendidikan .infeksi. Jumlah besar sampel dihitung menurut rumus dibawah ini : (Riskesdas) 2007 prevalensi ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronik (KEK) 2007 diperkirakan sebesar 13.17 juli 2011. pola makan dan ANC. Data sekunder diambil dari data laporan jumlah ibu hamil di Puskesmas Kelurahan Duri Kepa. Status gizi ibu sebelum hamil mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap kejadian BBLR. Pendarahan menempati persentase tertinggi penyebab kematian ibu ( 28 persen) . prevalensi ibu hamil yang menderita anemia gizi besi adalah 40. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4 Juli 2011 sampai tanggal 17 Juli 2011 di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Duri Kepa. sebanyak 701orang. tingkat pendapatan.

dengan E = 5% Didapat ZE normal = 1.04) pada kurva = 96. memiliki buku KMS ibu hamil dan bersedia untuk berpartisipasi dalam penelitian dapat diterima adalah 10% Berdasarkan rumus di atas didapatkan angka sebagai berikut : HASIL Selama proses pengumpulan data yang dilakukan mulai tanggal 4 Juli 2011 ± 17 Juli 2011 dengan sampel sebanyak 106 responden di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Duri Kepa. n1 ) = 96.1 )2 n2 = n1 + ( 10% .5 ( 0.Keterangan : n1 n2 = Jumlah sampel minimal = Jumlah sampel ditambah substitusi adalah 10% persen (substitusi responden n1 = ( ZE )2 .04 + 9.04 + ( 10% .0. Kriteria inklusi adalah semua semua ibu hamil yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Duri Kepa pada periode 4 juli .604 = 105.5. q L2 N1 = ( 1. p . Jakarta Barat didapatkan hasil sebagai berikut : .96 )2 .96 p = Proporsi variabel yang diteliti yaitu 50% ) q L =1-p = Derajat kesalahan yang masih besarnya penelitian ini adalah dengan cara probability sampling ³multistage random sampling´. 96.64 ------Pengambilan presentasi Dibulatkan 106 sampel dalam yang mungkin drop out) ZE = Tingkat batas kepercayaan.17 juli 2011. 0. Kecamatan Kebun Jeruk.

4 58.4 26. Tingkat Pendidikan.5 74. ANC dan Pola Makan Ibu Hamil di Puskesmas Kelurahan Duri Kepa Variabel Umur > 20 tahun 20.Tabel 1 Gambaran Status Gizi Ibu Hamil di Puskesmas Kelurahan Duri Kepa Status Gizi ibu hamil Kurang Baik Total Frekuensi 20 86 106 Presentase 18.6 38.5 . Tingkat Pengetahuan. Tingkat Pendapatan.4 Tingkat Pendidikan Rendah Sedang Tinggi 42 41 23 39.5 Tingkat Pengetahuan Kurang Baik Cukup Baik Baik 19 31 56 27 79 17.2 27.1% 100 % Tabel 2 Sebaran Umur.7 Tingkat pendapatan Dibawah Garis Kemikinan Diatas Garis Kemiskinan 27 79 25.9% 81.2 60.7 21.9 29.8 25.30 tahun >30 tahun Frekuensi 8 70 28 Presentase 13.5 74.2 52.5 ANC Buruk Baik Pola Makan Kurang Baik Cukup Baik 15 29 62 14.

07 P < 0.Tabel 3 Hubungann Tingkat Pendidikan.177 P < 0.05 Ditolak Pola Makan Kurang Baik \ 11 4 24 58 X2 35.22 P < 0. ANC.05 Cukup 5 Baik 4 .05 Ditolak - 3 76 Pengetahuan Rendah Sedang Baik 12 5 3 7 26 53 X2 31. Tingkat Pengetahuan dan Pola Makan dengan Status Gizi Ibu Hamil di Puskesmas Kelurahan Duri Kepa Variabel Tingkat Pendidikan ANC Buruk Baik 18 2 9 77 X2 58. Tingkat Pendapatan.362 Ditolak P < 0.05 Ditolak Tingkat Pendapatan < garis kemiskinan > garis kemiskinan 17 10 X2 46.05 Ditolak Rendah Sedang Baik Status Gizi Ibu Hamil Kurang Baik \ 17 2 1 25 39 22 Uji P Value Ho X2 21.16 P <0.

ANC dan Pola Makan Ibu Hamil di Puskesmas Kelurahan Duri Kepa Pada tabel 2 dapat dilihat sebaran ibu hamil menurut umur. Hal ini dikarenakan kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan diperlukan oleh janin untuk tumbuh dan berkembang. Sebaran Umur. karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. Masa hamil merupakan masa dimana unsur-unsur gizi diperlukan oleh seorang wanita jauh lebih banyak daripada yang diperlukan dalam keadaan biasa. perubahan komposisi dan metabolism tubuh ibu. Sebaliknya. perkembangan janin. usia 20-30 tahun sebanyak 70 orang dengan persentase 28 60.9%. Tingkat Pengetahuan. Gambaran Status Gizi Ibu Hamil di Puskesmas Kelurahan Duri Kepa selama kehamilan akan menciptakan generasi sumber daya manusia dengan kecerdasan yang relatif rendah yang pada gilirannya tidak akan mampu berproduksi. >20 tahun sebanyak 8 orang dengan persentase 13. 2.4%. Selain untuk kebutuhan tubuhnya sendiri. unsur-unsur gizi ini dan pada akhirnya akan menjadi beban bagi masyarakat dan pemerintah. pertambahan besarnya organ kandungan.1 % dan ibu hamil yang berstatus gizi kurang sebanyak 20 dari 106 responden dengan persentase 18.4%.2% dari total responden. Kondisi kesehatan dan gizi ibu hamil yang baik akan melahirkan bayi sehat dengan keadaan gizi yang baik serta memiliki kecerdasan dan kepribadian yang baik. orang usia >30tahun sebanyak dengan persentase 26. bahwa kualitas bayi yang dilahirkan sangat dipengaruhi oleh keadaan kesehatan dan gizi ibu hamil sebelum dan selama kehamilan. Tingkat Pendapatan. kondisi kesehatan dan gizi yang buruk . Pada sebaran status gizi ibu hamil didapatkan sebagian besar responden berstatus gizi baik 86 dari 106 responden dengan persentase 81. Pada tabel 1 dapat dilihat sebaran status gizi responden. sehingga produktif. Menurut Moehji (1998). Tingkat Pendidikan. Hal ini menunjukan bahwa masalah gizi di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia.PEMBAHASAN 1. Untuk itu asupan makan ibu hamil harus sangat diperhatikan.

Jumlah kunjungan ANC buruk sehingga sulit menerima informasi baru bidang gizi (Suhardjo.7% dari total 106 responden. 29 orang dengan persentase 27. pengetahuannya baik. Tingkat pendapatan dibawah garis kemiskinan sebanyak 27 orang dengan persentase 25.Tingkat pendidikan rendah sebanyak 42 orang dengan persentase 39.5% baik. Tingkat Pengetahuan dan Pola Makan dengan Status Gizi Ibu Hamil di Puskesmas Kelurahan Duri Kepa tercipta pola kebiasaan makan yang baik dan sehat. tingkat Pada tabel 3 yaitu variabel pendidikan yang dihubungkan dengan status gizi ibu hamil melalui uji chi-square didapatkan adanya hubungan yang pendidikan tinggi sebanyak 23 orang dengan persentase 21. Dengan pendidikan gizi tersebut diharapkan 3.22 p<0.9% didapatkan kurang baik. Tingkat Pendidikan.2% cukup baik. Hubungan. tingkat pendidikan sedang sebanyak 41 orang dengan persentase 38.5% dan yang diatas garis kemiskinan sebanyak 79 orang dengan persentase 74.4% cukup. Tingkat pengetahuan ibu hamil bermakna antara kedua variabel tersebut dengan nilai chi square (X2) 21. sanitasi dan pengetahuan yang terkait dengan pola makan lainnya. dan 62 orang dengan persentase 58. ikut menentukan Tingkat atau sebanyak 27 orang dengan persentase 25. 31 orang dengan persentase 29. Tingkat pendidikan juga mempunyai hubungan yang eksponensial dengan tingkat kesehatan. kreatif dan Tingkat pendidikan itu sangat penerimaan mempengaruhi informasi gizi.5% dari total 106 responden. kemampuan Masyarakat sebanyak 19 orang dengan persentase 17.6%. dan 56 orang dengan persentase 52.1996). Pola makan sebanyak 15 orang dengan persentase 14. Tingkat pendidikan banyak menentukan sikap dan tindak-tanduknya .05 Ho ditolak. sehingga dapat mengetahui kandungan gizi. ANC.8% tingkat dengan tingkat pendidikan yang rendah akan lebih baik mempertahankan tradisi-tradisi yang berhubungan dengan makanan.5% dan 79 orang dengan persentase 74.7%. Tingkat Pendapatan Keluarga. semakin tinggi pendidikan maka seseorang akan lebih mudah menerima informasi informasi gizi.2% kurang baik. Semakin tinggi tingkat menerima pendidikan konsep semakin hidup sehat mudah secara mandiri.5% baik pendidikan mempengaruhi mudah tidaknya seseorang menerima suatu pengetahuan.

000 rupiah sebagian besar menderita anemia yaitu 53. termasuk pengaturan makanan bagi ibu hamil untuk mencegah timbulnya bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). Hal ini anaknya. 76 (71%) responden yang pengetahuan baik memiliki status gizi ibu hamil yang baik.740.memiliki status gizi ibu hamil yang kurang. memberi oralit waktu mencret misalnya kesediaan menjadi peserta mengindikasikan bahwa responden dengan pendapatan keluarga di atas garis keluarga berencana.memiliki status gizi yang baik. Dari 106 responden didapatkan 12 (11%) responden dengan pengetahuan kurang memiliki status gizi ibu hamil yang kurang.05 Ho ditolak.dalam misalnya menghadapi memberikan berbagai vaksinasi masalah untuk memiliki pendapatan diatas garis kemiskinan yaitu Rp 233. Hal ini didukung dari .07 p<0..177 p<0. anak-anak dari ibu mempunyai latar belakang pendidikan lebih tinggi akan mendapat kesempatan hidup serta tumbuh lebih baik. Pada variabel jumlah kunjungan ANC yang dihubungkan dengan status gizi ibu hamil melalui uji chi-square didapatkan adanya hubungan bermakna antara jumlah kunjungan ANC dengan status gizi ibu hamil dengan nilai chi square (X2) 58. Bahwa ibu mempunyai peranan yang cukup penting dalam kesehatan dan pertumbuhan anak dapat ditunjukkan oleh kenyataan berikut.05 Ho ditolak. Sedangkan responden berpendapatan kurang dari 620.5 %. Pada variabel tingkat pendapatan yang dihubungkan dengan status gizi ibu hamil melalui uji chi-square didapatkan kemiskinan cenderung mempunyai gizi yang cukup. Hal ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Hendro. didapat hasil penelitian yang menunjukkan bahwa responden dengan pendapatan keluarga lebih dari 620.5 %. Dari 106 responden 17 (16%) diantaranya didapatkan responden yang memiliki pendapatan dibawah garis kemiskinan yaitu Rp 233. .740.. karena mempunyai pendapatan yang mampu memenuhi kebutuhan gizi tersebut. Pada variabel tingkat pengetahuan yang dihubungkan dengan status gizi ibu hamil melalui uji chi-square didapatkan adanya hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dan status gizi ibu hamil dengan nilai chi square (X2) 31. yaitu sebesar 59.000 rupiah sebagian besar tidak menderita anemia. 53 (50%) responden dengan adanya hubungan bermakna antara tingkat pendapatan dengan status gizi ibu hamil. artinya kebutuhan gizi keluarganya termasuk ibu hamil dapat terpenuhi.

05 Ho ditolak.362 p<0. Dari 106 responden 11 (10%) responden dengan pola makan yang kurang baik memiliki status gizi yang kurang baik. KESIMPULAN DAN SARAN A.9%) responden status gizi kurang pola makan dan ANC dengan status gizi ibu hamil. tingkat pendapatan.9%) responden dan 20 (19. Kesimpulan 1) Dari 106 responden didapatkan jumlah ibu hamil dengan status gizi yang baik 86 (81.6%) Sebagian besar responden memiliki pendapatan diatas garis kemiskinan yaitu (74.5%) Sebagian besar responden memiliki kunjungan ANC minimal 4x selama kehamilannya yaitu berjumlah 79 responden ( 74. 58 (54%) dengan pola makan baik memiliki status gizi yang baik.5%) y Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik yaitu berjumlah 79 responden Sehingga dapat dikatakan bahwa apabila pengetahuan tentang gizi baik maka status gizi ibu hamil baik pula. . y berjumlah 62 responden (58. Pada variabel pola makan yang dihubungkan dengan status gizi ibu hamil melalui uji chi-square didapatkan adanya hubungan bermakna antara tingkat y berjumlah 56 responden (52. tingkat pendidikan. tampak bahwa : y Sebagian besar responden berumur 20-30 tahun yaitu berjumlah 70 responden (60.05 sehingga hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang gizi dengan status gizi ibu hamil trimester III adalah signifikan.penelitian yang sebelumnya dilakukan oleh RAJ Budiani Retnaningsih.4%) y Sebagian besar responden memiliki pendidikan yang rendah yaitu sample yang dilakukan dengan bantuan Software SPSS for windows nilai p sebesar 0. Dari uji statistik menggunakan Chi Kuadrat ( ²) satu 2) Dari sebaran responden menurut variable tertentu.8%) Sebagian besar responden memiliki pola makan yang baik yaitu pengetahuan dan status gizi ibu hamil dengan nilai chi square (X2) 35.5) 3) Didapatkan adanya hubungan yang bermakna dari tingkat pengetahuan.003 yang berarti nilai p < 0. y berjumlah 42 responden (39.

3. Studi Tentang Pengetahuan dan Sikap Pengguna Kartu Menuju Sehat (KMS) Ibu Hamil (Di Desa Cibuluh dan Cimandala. Propinsi Jawa Barat). 2000. Hendro M. Kusumawati Y. Infokes vol. Purwati S.8. buah-buahan dan sumber protein lebih ditingkatkan lagi dalam kualitas dan kuantitas agar kelak dapat menghasilkan sumber daya manusia yang lebih produktif dan cerdas. y Untuk ibu hamil dengan status gizi yang kurang diharapkan petugas kesehatan lebih intensif dalam Keluarga dan Karakteristik Ibu Hamil dengan Status Anemia di Puskesmas Medan Kesehatan Johor. Retnaningsih B. Medan: Fakultas Universitas Masyarakat Sumatera Utara. Diharapkan DAFTAR PUSTAKA 1. Maret ± September 2004. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Gizi dengan Status Gizi Ibu Hamil Trimester III di memberikan penyuluhan misalnya dengan kunjungan rumah. Kecamatan Kedunghalang. 2. konsumsi sayur-sayuran. Kabupaten Bogor. berapa kenaikan berat badan yang harus dicapai agar ibu hamil dan bayi yang dilahirkan sehat memperhatikan kondisi kesehatan dan kebutuhan nutrisinya. Saran 1) Bagi masyarakat Bagi Ibu hamil atau calon ibu yang ingin mempunyai anak diharapkan lebih ibu hamil. Moewardi Surakarta. Surakarta: Program Divisi Kebidanan . Mutalazimah. Bogor: Jurusan 2) Bagi Puskesmas y Diharapkan petugas kesehatan lebih meningkatkan penyuluhun mengenai gizi yg baik bagi ibu hamil.B. Hubungan Pendapatan mengingat masih banyaknya ibu hamil dengan status gizi yang kurang misalnya pada saat posyandu. 4. bagaimana gizi yang baik itu untuk Puskesmas Colomadu II Karanganyar. 2006. y Dalam memberikan pelayanan ante natal care diharapkan petugas kesehatan lebih banyak memberikan edukasi mengenai gizi ibu hamil tentang konsumsi makanan apa saja yang diperlukan oleh ibu hamil. Hubungan Pendidikan dan Pengetahuan Gizi Ibu dengan Berat Bayi Lahir di RSUD Dr. Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

2010. 11. Harsini Pendidikan S. M. 2010. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi.Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. 5.id/pengaruh-statusgizi-bagi-ibu-hamil. 2008. EGC. Jakarta. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 7. Status Anemia Gizi Ibu Hamil dan Hubungannya dengan Beberapa Faktor di Kecamatan Abung Surakarta Kabupaten Lampung Utara. 2006. 10. 8. 6. Pengaruh Status Gizi Bagi Ibu Hamil. Pekalongan: Pasca Sarjana Universitas Diponegoro. Francin. P. Tristiyanti WF. dan Hubungan Tingkat Gizi Pengetahuan dengan Status Gizi Ibu Hamil di Desa Bojong Kabupaten Lor Kecamatan Bojong Pekalongan. 2004. 2005. Jawa Barat Bogor: Program Studi S1 Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. 2008.web. Buana A. Kabupaten Bogor. Faktor-faktor yang mempengaruhi Status anemia pada Ibu Hamil di Kecamatan Ciampea. Simarmata Konsumsi.lusa. Jakarta: Program Masyarakat Studi Ilmu Kesehatan Pascasarjana Program UniveKrsitas Indonesia. Buku Ilmu Kebidanan. Prawirohardjo S. Hubungan Pola Pangan. Sumatera Utara. Diunduh dari Ketersediaan Pengetahuan Gizi dan Status Kesehatan dengan Kejadian KEK pada Ibu Hamil di Kabupaten Pasca Simalungun. 9. . 2006. Sarjana Medan: Sekolah Universitas http://www.