Anda di halaman 1dari 11

MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI BAGI TUNANETRA

“Daily Living Skills” (DLS) atau “Activity Daily Living” (ADL)

IRHAM HOSNI
PLB FIP UPI
1

PENGERTIAN ADL Keterampilan yang dibutuhkan orang untuk melaksanakan aktivitasnya sehari-hari tanpa bantuan atau tanpa banyak dibantu orang lain. 2 .

BAGAIMANA ORANG BELAJAR ADL Secara umum seseorang belajar ADL melalui imitasi atau pencontoh dan meniru orang lain. Secara alamiahorangawas mempelajari ADL melalui penglihatan dan dipelajari secara insidental. 3 .

4 . Bagian integral yang tak dapat dipisahkan dalam pendidikan dan rehabilitasi bagi tunanetra. Seseorang yang mengalami hambatan dalam penglihatannya (tunanetra) tidak/kurang memiliki kesempatan untuk belajar keterampilan alamiah melalui penglihatannya. 2. 3.MENGAPA ADL PERLU DIAJARKAN PADA TUNANETRA SECARA KHUSUS 1. Menjadi kebutuhan dasar bagi tunanetra.

Menyadari pentingnya keselamatan dalam rumah g. Belajar mengatur diri dan rumah secara ilmiah dan logis. Mengembangkan hubungan pribadi dan keluarga yang sehat. 5 . d. terampil dan selamat tanpa banyak mendapat bantuan dari orang disekitarnya. Membantu penyandang cacat netra memahami fungsi ADL dalam kehidupannya. c. f. h. e. Mengurangi ketergantungan pada orang lain. Mengembangkan citra diri yang positif. b. Memampukan penyandang cacat netra untuk dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari dengan baik.TUJUAN ADL BAGI TUNANETRA a. Memberikan percaya diri bagi penyandang cacat netra untuk mampu berintegrasi secara social.

2. Lingkungan: Tingkat penglihatannya. 3. Minat dari penyandang cacat netra. Kemampuan Mobilitasnya. 5. 6 .DALAM MEMBERIKAN PELATIHAN DAN BIMBINGAN ADL PERLU MEMPERHATIKAN 1. 4. Sikap dari anggota keluarga.

dari yang kongkrit ke abstrak dan dari yang dekat dengan dirinya dan dibutuhkan ke yang jauh dari dirinya dan kurang dibutuhkan. 5. Dikuasai secara mandiri dan kwalitasnya seperti keterampilan orang awas. 3. Menggunakan pendekatan analisa tugas Bergerak dari sesuatu yang mudah ke susah dan komplek. tetapi harus diajarkan dilingkungan yang sebenarnya atau di lingkungan yang menyerupai yang sebenarnya 7 . kemampuan kordinasi tangan dan tubuh. Kembangkan belajar sendiri dan menggunakan pengalaman klien. 7. 6. 4. Membutuhkan kemampuan manipulasi taktual. dan membutuhkan informasi lingkungan sebelum masuk pengajaran adl Sesuai dengan kecepatan dan kemampuan masing masing individu Jangan dilaksanakan didalam kelas. 2.MENGAJAR ADL BAGI TUNANETRA 1.

dan hargai usaha pencanetra dalam mewujutkan keterampilan ADL. 4. Siapkan dan Kumpulkan bahan dan alat yang dibutuhkan sebelum pengajaran atau bimbingan ADL dimulai. Awasi selama tunanetra melakukan keterampilan ADL. 5. Lakukan evaluasi dan tindak lanjut. Ajarkan keterampilan berdasarkan urutan langkah yang telah di urai sebelumnya (task Analisys). 8 . jelaskan dan bimbing dimana pencanetra membutuhkan. 2.LANGKAH KHUSU UNTUK MENGAJAR ADL 1. aman. 3. 6. tidak merusak alat dan dan sedikit kemungkinan untuk salah. Orientasikan Penca netra ke hal yang ada hubungannya dengan pengajaran ADL Yakinkan diri anda Pembimbing ADL dan tunanetra bahwa yang diajarkan berguna.

Merancang Keterampilan ADL. 9 . Untuk merancang suatu keterampilan kehidupan sehari hari maka perlu melakukan langkah sebagai berikut:  Observasi keterampilan hidup sehari hari yang dilakuakan orang awas dalam berbagai kelompok umur.   Kembangkan langkah yang tepat untuk setiap keterampilan dengan berbagai modifikasi yang dibutuhkan. Temukan kesulitan yang akan dihadapi tunanetra dalam mewujutkan aktivitas tertentu dan dalam belajar keterampilan tersebut.

Lakukan tindak lanjut untuk mewujutkan kemampuan ADL yang baik. Latihkan keterampilan orientasi dan mobilitas yang relevan untuk mengefektifkan dalam mewujutkan   Tambahkan keterampilan dengan alat yang dimodifikasi dengan tepat.Merancang ADL LANJUTAN 1  Jelaskan pula bagaimana langkah orang awas dalam mempelajari dan melakukan keterampilan tersebut. 10   . Satukan siStem monitoring dan evaluasi program latihan.

Kebutuhan Indifidu tunanetra. e. b. Latar belakang keluarga. Lingkungannya dan pengalamannya. Umur dari kelainan visualnya. Perhatikan aspek yang berhubungan dengan tunanetra bila ia mengikuti latihan ADL dibawah: a. . dan pekerjaannya. 11 f. Potensi fisiknya. Umurnya.Merancang adl lanjutan 2 4. status ekonominya. c. d.