Anda di halaman 1dari 21

BAB II KERANGKA TEORITIS

A. Tinjauan Teoritis

1

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Sosial Responsibility)

Pengertian Corporate Sosial Responsibility (CSR) Apa arti Corporate Social Responsbility (CSR)? Banyak definisi yang menjelaskan makna CSR. Diantaranya definisi dari World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) dalam Wibisono (2007) yaitu: ³komitment berkelanjutan dari bisnis untuk berperilaku etis dan berkontribusi bagi pembangunan ekonomi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup karyawannya baserta keluarganya, serta masyarakat lokal ataupun masyarakat luas ³. Versi lain mengenai definisi CSR dilontarkan oleh World Bank dalam Wibisono (2007) yaitu : ³the commitment of business to contribute to sustainable economic development working with employees and their representatives the local community and he society at large to improve quality of life, in ways that are both good for business and good for development.´ Pengertian CSR menurut Tanaya (2004) dalam Nurmansyah (2006) adalah: ³kumpulan kebijakan dan praktek yang berhubungan dengan stakeholders, nilai-nilai, pemenuhan ketentuan hukum, perhargaan masyarakat, dan lingkungan, serta komitmen perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.´ Dari banyak pendapat yang telah dikemukakan diatas maka dapat disimpulkan bahwa Corporate Social Responsibility merupakan bentuk perhatian kalangan pebisnis (perusahaan) yang seharusnya dilakukan untuk menjamin agar praktik usahanya memenuhi kriteria tanggung jawab pada semua stakeholders untuk menciptakan kesejahteraan stakeholders tersebut yang

pada akhirnya akan memberikan manfaat kepada perusahaan itu sendiri berupa pencapaian tujuan perusahaan tersebut. Jadi perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom line yaitu fokus pada kondisi financial saja tetapi pada triple bottom line (profit, people, planet).

Komponen Corporate Sosial Responsibility (CSR) CSR merupakan kumpulan praktek dan kebijakan yang berhubungan erat dengan proteksi lingkungan, jaminan kerja, hak asasi manusia, dll. Menurut The World Bank Institute dalam Nurmansyah (2006) komponen CSR terdiri dari: 1. Proteksi Lingkungan. Fokusnya terletak pada menemukan solusi penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan untuk mengurangi dampak perusahaan terhadap lingkungan. Tanggung jawab lingkungan perusahaan meliputi suatu pendekatan menyeluruh atas operasional, produk dan fasilitas perusahaan dalam menilai produk, proses, dan jasa bisnis; menghapuskan limbah dan emisi; memaksimalkan efisiensi dan produktivitas dari semua asset dan sumber daya; dan memperkecil praktek yang mungkin mempengaruhi kemampuan generasi masa depan dalam memanfaatkan sumber daya alam. 2. Jaminan Kerja. Meliputi kebebasan berserikat dan pengenalan yang efektif akan hak untuk berunding secara kolektif; penghapusan semua bentuk kerja wajib maupun kerja paksa; penghapusan buruh anak-anak; dan penghapusan diskriminasi menyangkut pekerjaan dan kedudukan. 3. Hak Asasi Manusia (HAM). Fokus utama terletak dalam mengembangkan tempat kerja yang bebas dari diskriminasi dimana kreativitas dan pembelajaran dapat mewarnai etika professional, dan keseimbangan antara pekerjaan dan aspek lain kehidupan. Negara-negara

4. Keterlibatan perusahaan dalam masyarakat mengacu pada suatu cakupan luas tindakan yang dilakukan oleh perusahaan untuk memaksimalkan dampak dari donasi uang. etika pemasaran. Peningkatan perdagangan internasional. tetapi juga meningkatkan reputasi. Meliputi kerjasama masyarakat. 5. standar kerja. Standar tersebut umumnya diterima pada tingkat perusahaan. isu pasar meluas . Oleh karenanya praktek manajemen yang bertanggung jawab dapat berkontribusi secara langsung terhadapat perolehan laba. Keterlibatan dalam Komunitas. penagihan. merek. produk. Membayar upah yang layak dan melindungi pekerja dari pelecehan mungkin akan mengakibatkan biaya lebih dalam jangka pendek. dan komunikasi telah mendorong meningkatnya tekanan dari berbagai kelompok untuk membentuk standar perlakuan bisnis global. dan HAM. prakarsa ini tidak hanya memberi nilai ke penerima. karitas (bakti sosial). penetapan harga. dan lain-lain. jasa.diharapkan dapat mendukung dan menghormati perlindungan HAM internasional dan memastikan bahwa perusahaan mereka tidak terlibat dalam pelanggaran HAM. nilai. pengetahuan manajemen dan sumber daya lainnya pada masyarakat dimana mereka beroperasi. asosiasi bisnis. Mencakup antara lain distribusi. imbalan keuangan. kerja sosial. tetapi jika hal tersebut meningkatkan semangat pekerja dan mengurangi employee turnover maka akan menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. perlindungan lingkungan. pengenalan produk. dan produk perusahaan dalam masyarakat lokal dan global dimana mereka mempunyai kepentingan komersial yang signifikan. pengaruh. Dalam kaitan CSR. globalisasi. Bila dirancang dan dilaksanakan dengan baik dan strategis. industri atau nasional. Standar Bisnis. sumbangan produk dan jasa. Pasar. waktu. kualitas dan keamanan produk. Standar bisnis mencakup suatu area luas dari aktivitas perusahaan seperti etika. 6.

Tempat kerja kini dikenali sebagai tempat penting untuk melakukan promosi kesehatan di dalam negara-negara industri. . Kewiraswastaan dalam negara dapat menjadi katalisator bagi suatu lingkaran pertumbuhan ekonomi. 9. perusahaan dapat memberikan dampak yang lebih kritis pada proses pemberdayaan melalui peningkatan standar pengembangan kepemimpinan dan pendidikan dalam perusahaan. Seruan kepada perusahaan multinational (MNCs) dengan keunggulan keuangan. Karena pendidikan adalah salah satu unsur kunci dari pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan yang berpihak pada kelompok miskin. sebisa mungkin dilibatkan sebagai mitra dalam promosi kesehatan. Adalah penting bahwa kebijakan dan program disesuaikan dengan kenyataan baru ini dan bahwa masyarakat bisnis. Meliputi antara lain daya saing. kewiraswastaan. Pada waktu yang sama. dan perusahaan dapat berperan sebagai mitra dalam pengembangan kesehatan. Pengembangan Ekonomi dan Badan Usaha. Lebih lanjut. 8. MNCs dapat membantu pemerintah untuk memahami tata cara yang memungkinkan usaha lokal berkembang. pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) lokal.pada suatu cakupan luas aktivitas bisnis yang menggambarkan hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya. dan keuangan mikro. Pengembangan Kepemimpinan dan Pendidikan. Proteksi Kesehatan. dan menularkan praktek-praktek terbaik kepada mitra mereka yang berada dalam perekonomian berkembang maupun tradisional. bisnis berkerjasama dengan masyarakat sipil dan badan publik dapat memberikan kontribusi penting yaitu menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat. 7. manajerial dan teknis untuk mendukung usaha lokal semakin meningkat. pemberdayaan ekonomi masyarakat.

b. d. Oleh karena meningkatnya biaya. Bantuan Bencana Kemanusiaan. b.10. Perbaikan pengrusakan alam. Kebutuhan keluarga dan rekreasi karyawan. Pembangunan lokasi rekreasi. 3. Energi : a. Menambah dam memperluas hak-hak karyawan. Lingkungan Hidup : a. dam organisasi internasional. Pengelolaan sampah dan air limbah. . g. b. maka tantangan utamanya adalah untuk melampaui konsep ³respons proaktif´ dan memusatkan pada pencegahan dimana kerangka CSR dapat membantu pemain kunci untuk lebih menggunakan pendekatan pemberdayaan. Beasiswa. e. konservasi alam. memainkan peranan penting dalam mendukung operasi bantuan bencana kemanusiaan. dan lain-lain. ancaman dan kompleksitas konsekuensi dari bencana alam besar terhadap masyarakat. 2. Keindahan lingkungan. Kerjasana dengan pemerintah dan universitas. h. e. Usaha untuk mendorong partisipasi. c. i. Penggunaan tanah. Perusahaan bekerjasama dengan badan publik. Konservasi energi yang dilakukan perusahaan. Penghematan energi dalam proses produksi. Pengurangan suara bising. d. Sumber Daya Manusia dan Pendidikan : a. j. f. c. f. c. Riset dan pengembangan lingkungan. masyarakat sipil. Pengawasan terhadap efek polusi. Keamanan dan kesehatan karyawan. g. Perbaikan pensiun. Pendidikan karyawan. komponen CSR adalah sebagai berikut: 1. Sedangkan jika menurut Harahap (2007: 363-365). dan lain-lain.

e. i. Kegiatan Seni dan Kebudayaan : a. g. i. Selalu mengontrol kualitas produk. 6. g. Membangun klinik kesehatan. j. Perbaikan sarana pengangkutan. Perbaikan desa/kota.h. dan lain-lain. Service. Pasar. Sponsor kegiatan seni dan budaya. Sekolah. Riset dan pengembangan. c. Kredit. Memanfaatkan tenaga ahli perusahaan dalam mengatasi masalah sosial di lingkungannya. c. dan lain-lain. b. Membantu pendidikan tinggi. k. f. Tidak campur tangan dalam struktur masyarakat. Penggunaan seni dan budaya dalam iklan. Perbaikan perumahan desa. d. dan lain-lain. Sumbangan untuk kegiatan sosial masyarakat. Pendirian sekolah. Praktek Bisnis yang Jujur : a. i. Membantu Masyarakat Lingkungan : a. Jaminan. h. j. 4. . Hubungan dengan Pemegang Saham : a. Membantu lembaga seni dan budaya. Wanita. f. dan lain-lain. 7. l. Merekrut tenaga yang berbakat seni olahraga. b. Sifat keterbukaan direksi pada sebuah persero. Pengangkatan pegawai dari kelompok miskin. Bantuan pada sekolah. d. Peningkatan karir karyawan. Memperhatikan hak-hak karyawan. e. 5. Rumah ibadah. Bantuan dana. Jujur dalam iklan. h. c. minoritas. Produk. k. m. b. d. l. n. e.

Daya Saing Berkelanjutan (Sustainable Competitiveness). 8. . Peningkatan pengungkapan informasi dalam laporan keuangan.b. Pengaruh CSR terhadap daya saing perusahaan dapat dilihat pada lima elemen : a. Mentaati peraturan pemerintah. b. Memperkuat reputasi perusahaan di depan stakeholders dan kesetiaan konsumen terhadap merek. Namun dalam jangka panjang program CSR memberikan keuntungan. Pengembangan dan inovasi manajemen. Hubungan dengan Pemerintah : a. dan lain-lain. g. d. Membantu lembaga pemerintah sesuai dengan kemampuan perusahaan. h. Meningkatkan produktifitas sektor informal. e. Membatasi kegiatan lobbying. Manfaat lainnya adalah rendahnya ketidakhadiran dan meningkatkan kesetiaan karyawan sehingga mengurangi biaya-biaya perekrutan dan pelatihan. dan lain-lain. Mengontrol kegiatan politik perusahaan. b. c. d. Membantu proyek dan kebijaksanaan pemerintah. Operasional yang lebih efisien melalui penggunaan energi dan sumber daya alam. mengurangi limbah dan menjual material daur ulang. Menurut Tanaya (2004) dalam Nurmansyah (2006) terdapat sedikitnya tujuh manfaat CSR bagi perusahaan yaitu : 1. Pengungkapan keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial. c. Manfaat Corporate Sosial Responsibility (CSR) Program CSR dalam jangka pendek tidak memberikan keuntungan sehingga banyak perusahaan yang enggan untuk melaksanakan program CSR. oleh karena itu program CSR sebaiknya dimasukkan dalam pos investasi atau pusat investasi (tidak dimasukkan dalam pos biaya). f. membantu secara umum usaha peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat.

Selain itu dapat menimbulkan konsekuensi yang besar berupa kehilangan pangsa pasar atau kapitalisasi pasar. dan membuka produk atau pasar baru. Dukungan Pemerintah . 2. Kerjasama yang erat dengan stakeholders kunci menimbulkan peluang untuk inovasi. 5. Meningkatkan penjualan dan kesetiaan konsumen. e.c. Komunikasi yang produktif dengan stakeholders akan memudahkan pengembangan lebih lanjut dari kekuatan inovatif dan kreatif. perusahaan kelas dunia telah memulai membantu pemasok mereka untuk mengadaptasi praktek CSR dan oleh kerenanya mengurangi risiko terhadap perusahaan. 3. jalur distribusi dan fasilitas produksi. 6. Menarik dan mempertahankan investor dan mitra bisnis yang berkualitas. Melakukan bisnis dengan rekan yang tidak bertanggung jawab sosial maupun lingkungan dapat menimbulkan risiko bagi reputasi perusahaan. Menghindari krisis akibat malpraktek CSR Mengacuhkan CSR dapat berakibat pada produk perusahaan itu sendiri maupun seluruh industri yang bersangkutan. Kerjasama dengan komunitas lokal Kerjasama dengan komunitas lokal akan membantu perusahaan dalam menyesuaikan produk dan jasa dengan pasar lokal serta mempermudah penggunaan tenaga ahli setempat. 4. Menciptakan peluang bisnis baru. Hal tersebut akan mengurangi biaya investasi baru dan meningkatkan kesetiaan pekerja. d. Meningkatkan kinerja keuangan. hubungan yang lebih baik. Maka. kreatifitas. Meningkatkan kemampuan untuk menarik dan mempertahankan pekerja berkualitas.

³It takes two to . Pekerja lokal yang diserap akan mendapatkan perlindungan akan hak-haknya sebagai pekerja. Membangun Modal Politik Hubungan baik dengan pemerintah dan tokoh politik. 1. menata ulang institusi publik dimana perusahaan bergantung. meningkatkan kualitas sosial di daerah tersebut. menjaga kualitas lingkungan dengan menekan tingkat polusi dan justru perusahaan terlibat memperbaharui lingkungannya. dan negara. Bagi Masyarakat Praktik CSR yang baik akan meningkatkan nilai tambah adanya perusahaan di suatu daerah karena akan menyerap tenaga kerja. 2. 3. Jika ada masyarakat adat atau masyarakat lokal.com juga berdambak secara positif terhadap masyarakat. Bagi Negara Praktik CSR yang baik akan mencegah apa yang disebut dengan ³corporate misconduct´ atau malpraktik bisnis yang banyak terjadi seperti penyuapan pada aparat negara atau aparat hukum yang memicu tingginya korupsi (ingat: korupsi itu bukan satu arah. 7. Manfaat CSR menurut Nugroho (2007) dalam www. termasuk didalamnya adalah inovasi yang ramah lingkungan.wordpress. mempengaruhi peraturan. dan meningkatkan citra publik perusahaan. lingkungan. Selain itu perusahaan tersebut akan mengalami inspeksi yang lebih sedikit dan pengawasan yang lebih bebas baik oleh pemerintah nasional maupun lokal. Bagi Lingkungan Praktik CSR akan mencegah eksploitasi berlebihan atas sumber daya alam.audentis. praktek CSR akan menghargai keberadaan tradisi dan budaya lokal tersebut.Banyak pemerintah yang menyediakan insentif keuangan terhadap inisiatif-inisiatif CSR yang baik.

Outsourcing. yang pertama yaitu bermitra dengan pihak lain misalnya lembaga profesional. artinya perusahaan melaksanakan sendiri kegiatan-kegiatan CSR-nya dengan menugaskan beberapa karyawannya untuk menangani program CSR. menurut Wibisono (2007. korupsi itu terjadi baik karena sifat korup aparat maupun karena watak penyuap pengusaha). Implementasi Corporate Sosial Responsibility (CSR) Implementasi CSR merupakan tahap dimana perusahaan menjalankan setiap perencanaan sosial untuk mencapai tujuan dan dapat merasakan manfaat secara optimal. dan media massa dan yang kedua adalah bergabung atau mendukung kegiatan bersama misalnya dengan kepanitiaan dan konsorsium. Ada dua pola yaitu membentuk yayasan atau organisasi sosial perusahaan dan melakukan sendiri kedermawanannya secara langsung. Self Managing. Selain itu. LSM. Untuk mengimplementasikan program CSR. Salah satu pendorongnya adalah perubahan paradigma dunia untuk bersikap etis dan berperan dalam penciptaan investasi sosial. . Isu CSR mengalami perkembangan yang cukup pesat. dimana perusahaan dapat meminta bantuan kepada pihak ketiga yang mempunyai kemampuan untuk melakukan kegiatan yang diorderkan oleh perusahaan.139-140) ada dua alternatif pengelolaan yaitu: 1. universitas.tango´. Ada dua pola yang bisa dilakukan. jelas negara akan menikmati pendapatan dari pajak yang wajar (yang tidak digelapkan atau dikemplang) perusahaan. instansi pemerintah. 2.

Regulasi.Selain itu menurut Tanaya (2004) dalam Nurmansyah (2006). yaitu: 1. 3. institusi pengadilan dan melampaui ³teori hukum dalam buku´. Komitmen Pimpinan . Reliabilitas institusi hukum berpengaruh pada keyakinan dan kesiapan para pelaku bisnis untuk memenuhi tanggung jawab sosialnya. dan strategi perusahaan dan sistem manajemen internal. 2. efisiensi sistem tata bisnis (Corporate Governance) internal. Kepastian Hukum. institusi pendidikan. LSM. Institusi Komplementer Terdiri dari asosiasi bisnis. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi CSR ini juga dijelaskan dalam Wibisono (2007:71). melainkan juga pada operasional perusahaan di negara lain. media. dan lain-lain. Kepastian hukum meliputi semua undang-undang. Ketiga hal ini bekerja bersama dalam sebuah sistem dan saling melengkapi dalam membentuk perilaku perusahaan dan strategi perusahaan dan strategi CSR. mediator. Struktur dan Kebijakan Perusahaan Tiga elemen penting yang berpengaruh terhadap struktur dan kebijakan adalah struktur kepemilikan. 4. partai politik. pasar buruh. parlemen. Umumnya regulasi tidak hanya mempengaruhi perilaku perusahaan di negara mereka sendiri. konsultan. implementasi CSR di perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: 1. organisasi multilateral. Kompetisi dan Standard. serta lebih memusatkan pada aplikasi hukum.

jika orientasi pimpinan hanya pada kepentingan dan kepuasan pemegang saham serta mengejar prestasi pribadi. Regulasi dan Sistem Perpajakan Semakin berantakan regulasi dan penataan akan semakin kecil ketertarikan perusahaan untuk memberikan donasi dan sumbangan sosial kepada masyarakat. besar kemungkinan perusahaan tersebut menerapkan kebijakan CSR yang layak. Sebaliknya. Bentuk Corporate Sosial Responsibility (CSR) Bradsaw mengemukakan ada tiga bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (Harahap.Pelaksanaan CSR sangat tergantung pada komitmen pimpinannya. kebijakan CSR hanyalah sekedar kosmetik. Jika pimpinan memiliki kesadaran moral bisnis berwajah manusiawi. 2. akan lebih berpotensi memberi semangat kepada perusahaan untuk berkontribusi kepada masyarakat. 2007:400-401) : 1. Ukuran dan Kematangan Perusahaan Perusahaan besar dan mapan lebih mempunyai potensi memberi kontribusi dibandingkan perusahaan kecil dan belum mapan. Corporate Resposibility . Sebaliknya. 2. Corporate Philanthropy Tanggung jawab perusahaan itu berada sebatas kedermawanan atau voluntir belum sampai pada tanggung jawabnya. 3. semakin kondusif regulasi atau semakin insentif pajak yang diberikan.

lapangan kerja dan lain-lain . sehingga mendapat simpati masyarakat. Pro Kontra Corporate Sosial Responsibility (CSR) Alasan para pendukung agar perusahaan memiliki etika dan tanggung jawab sosial (Harahap 2007:401-402) : 1. hal ini sangat menguntungkan perusahaan. 3. Dalam jangka panjang. 2. Sesuai dengan harapan pemegang saham. peningkatan pendidikan rakyat. pemeliharaan barang seni budaya. Meningkatkan nama baik perusahaan. Dapat menunjukkan respon positif perusahaan terhadap norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat. dalam hal ini publik. 4.Kegiatan pertanggungjawaban itu sudah merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan bisa karena ketentuan UU atau bagian dari kemauan dan kesediaan perusahaan. akan menimbulkan simpati langganan. Keterlibatan sosial mungkin akan mempengaruhi perbaikan lingkungan masyarakat. 7. 8. simpati karyawan. yang mungkin akan menurunkan biaya produksi. 6. Sehingga perusahaan memiliki tanggung jawab sosial mungkin dapat menghindari pembatasan kegiatan perusahaan. 5. seperti konversi alam. Mengurangi tensi kebencian masyarakat kepada perusahaan yang kadang-kadang suatu kegiatan yang dibenci masyarakat yang tidak mungkin dihindari. 3. Campur tangan pemerintah cenderung membatasi peran perusahaan. investor dan lain-lain. Menghindari campur tangan pemerintah dalam melindungi masyarakat. Keterlibatan sosial merupakan respon terhadap keinginan dan harapan masyarakat terhadap peranan perusahaan. Corporate Policy Tanggung jawab sosial perusahaan itu sudah merupakan bagian dari kebijakannya. Membantu kepentingan nasional.

mempunyai tujuan positif yakni memberikan informasi yang relevan kepada para pemakai laporan keuangan (pihak-pihak yang . Memungkinkan keterlibatan perusahaan permainan kekuasaaan atau politik secara berlebihan yang sebenarnya bukan lapangannya. SEA 1984). ini akan menimbulkan pemborosan.Alasan para penentang yang tidak menyetujui konsep tanggung jawab sosial perusahaan ini adalah sebagai berikut : 1. Pengungkapan (Disclosure) Pengertian Pengungkapan (Disclosure) Pengungkapan (disclosure) didefinisikan menurut Hendriksen (2000:428): ³disclosure in financial reporting is the presentation of information necessary for the optimum of efficient capital markets´ (Pengungkapan dalam pelaporan keuangan merupakan penyampaian informasi yang diperlukan untuk berlangsungnya pasar modal yang efisien secara optimum). 3. 2. Keterlibatan pada kegiatan sosial yang demikian kompleks memerlukan tenaga dan para ahli yang belum tentu dimiliki oleh perusahaan (Belkaoui. Dapat menimbulkan lingkungan bisnis yang monolitik bukan yang bersifat pluralistik. Keterlibatan sosial memerlukan dana dan tenaga yang cukup besar dan tidak dapat dipenuhi oleh dana perusahaan yang terbatas. yang dapat menimbulkan kebangkrutan atau menurunkan tingkat pertumbuhan perusahaan. Pengungkapan (disclosure) dalam laporan keuangan. 5. 4. Mengalihkan perhatian perusahaan dari tujuan utamanya dalam mencari laba.

performa laba bersih. Pengungkapan Wajib (Mandatory Disclosure) . jumlah aktiva. rasio kewajiban terhadap jumlah aktiva. dan informasi keuangan perbandingan lainya yang relevan dengan perusahaan. rasio laba terhadap jumlah aktiva. Laporan keuangan perusahaan wajib memuat ikhtisar data keuangan yang penting. laba bersih. laba usaha. laporan keuangan yang telah diaudit dan laporan menejeman. jumlah kewajiban. Ada dua jenis pengungkapan menurut Darrough (1993) dalam Simanjuntak dan Lusy (2004). jumlah investasi. yaitu: a.berkepentingan) agar dapat membantu mereka dalam membuat keputusan dengan cara yang terbaik. modal kerja bersih. performa penjualan. Perusahaan harus menyajikan informasi keuangan perbandingan selama 5 tahun buku atau sejak memulai usahanya. c. b. maka BAPEPAM mengatur bentuk dan isi laporan keuangan tahunan yang menyatakan : a. jumlah saham. rasio kewajiban terhadap ekuitas. rasio lancar. rasio laba terhadap ekuitas. rasio kecukupan modal. analisis dan pembahasan umum oleh manajemen. laba kotor. antara lain : penjualan. dalam hubungannya dengan persyaratan yang ditetapkan standar. Jenis-jenis Pengungkapan (Disclosure) Menurut peraturan BAPEPAM sehubungan dengan luasnya pengungkapan. Bagian laporan keuangan wajib memuat laporan keuangan yang disusun sesuai dengan SAK yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan peraturan BAPEPAM di bidang akuntansi serta harus diaudit oleh akuntan yang terdaftar. jumlah ekuitas.

Menurut Lang dan Lundholm (1996) perusahaan dapat menarik perhatian. Tujuan Pengungkapan (Disclosure) Menurut Belkaoui (2000:219). lebih analis. Untuk menjelaskan item-item yang diakui dan untuk menyediakan aturan yang relevan bagi item-item tersebut. Pengungkapan Sukarela (Voluntary Disclosure) Merupakan pengungkapan butir-butir yang dilakukan sukarela oleh perusahaan tanpa diharuskan oleh peraturan yang berlaku. mereka berbeda secara substansial dalam hal jumlah tambahan informasi yang mereka ungkap ke pasar modal. Jika perusahaan tidak bersedia untuk mengungkapkan informasi secara sukarela. 2. menurunkan ketidaksimetrian informasi pasar dengan mengungkapkan lebih luas. terdapat enam tujuan pengungkapan laporan sebagai berikut: 1. pengungkapan wajib akan memaksa perusahaan untuk mengungkapkannya. meningkatkan akurasi ekspektasi pasar. Untuk menjelaskan item-item yang belum diakui dan untuk menyediakan ukuran yang bermanfaat bagi item-item tersebut. . b. Studi-studi yang pernah dilakukan menyatakan bahwa pengungkapan sukarela akan lebih banyak dilakukan jika kualitas informasi yang dimiliki oleh manejer relatif tinggi. Healy dan Pelepu (1993) mengungkapkan meskipun semua perusahaan publik diwajibkan untuk memenuhi pengungkapan minimum. Salah satu cara meningkatkan kredibilitas perusahaan adalah pengungkapan sukarela secara lebih luas. selain ukuran dalam pelaporan keuangan.Pengungkapan wajib merupakan pengungkapan minimum yang disyaratkan oleh standar akuntansi yang berlaku.

sehingga para investor dapat mengkonversikan angka-angka dari berbagai perusahaan ke dalam ukuran-ukuran yang secara langsung dapat dibandingkan. Pengungkapan Program Corporate Social Responsibility (CSR) Setelah melakukan implementasi CSR. 5. Kemungkinan membandingkan dapat dicapai dengan dua cara adalah sebagai berikut: a. 2. Protrective disclosure. yang bertujuan memberikan informasi yang layak kepada pengguna laporan (Wolk. Untuk menyediakan informasi mengenai aliran kas masuk dan keluar di masa mendatang. idealnya perusahaan juga melakukan pengungkapan (report). 4. Dengan memberikan kemungkinan kepada investor untuk melakukan rangking dari berbagai masukan ke dalam model-model pengambilan keputusannya. Untuk menyediakan informasi penting yang dapat digunakan oleh pengguna laporan keuangan untuk membandingkan antar perusahaan atau antar periode. Francis. 2000).3. b. dan Tearney. Informative disclosure. Dengan penyajian pengungkapan yang cukup mengenai bagaimana angka-angka akuntansi diukur dan dihitung. Tujuan pengungkapan menurut Securities Exchange Comission (SEC) diklasifikasikan menjadi dua: 1. Salah satu tujuan yang ingin dicapai dari pengungkapan adalah penyajian informasi yang cukup sehingga perbandingan dari hasil yang diharapkan akan dapat dilakukan. yang merupakan upaya perlindungan terhadap investor. 6. Untuk membantu investor dalam menetapkan return dari investasinya. Dalam hal ini perusahaan bebas dalam menentukan bentuk atau format . Untuk menyediakan informasi bagi investor dan kreditor dalam menentukan risiko dan itemitem potensial untuk diakui dan yang belum diakui.

kuantitatif. Kinerja dan pemenuhan standar 10. Trotman (Henderson dan Peirson. 149) format report mengandung unsur-unsur antara lain: 1. Karena memang belum ada standar baku yang diberlakukan. khususnya bagi industri dimana faktorfaktor lingkungan hidup memegang peranan penting dan bagi industri yang menganggap karyawan sebagai kelompok pengguna laporan yang memegang peranan penting.´ Sejumlah institusi telah berinisiatif menciptakan sistem pelaporan atau guidelines yang bisa berlaku universal untuk semua perusahaan. atau gabungan antara keduanya. Dampak 5. B. Tata kelola 6. Menurut Wibisono (2007. Pengahargaan-penghargaan / eksternal assurance Di Indonesia.pengungkapan. Penelitian Sebelumnya Pada akhir tahun 1970-an. Hubungan dengan stakeholder 9. Sistem manajemen dan prosedur 8. Profil perusahaan 3. Bentuk laporan dapat bersifat kualitatif. CEO statement 2. pengungkapan sosial secara implisit telah diakomodasi dalam PSAK No. 1 paragraf 9 yang menyatakan bahwa : ³perusahaan dapat pula menyajikan laporan tambahan seperti laporan mengenai lingkungan hidup dan laporan nilai tambah (value added statement). Kebijakan-kebijakan 7. GRI membuat sustainability reporting guideline yang memberi petunjuk pembuatan laporan dengan memperhatikan aspek ekonomi-sosial-lingkungan. Ruang lingkup 4. 1998: 895-896) dalam Henny dan Murtanto (2001) melakukan survey terhadap pengungkapan sosial pada laporan . Guideline yang paling banyak digunakan dalam CSR repoting adalah Global Reporting Initiative (GRI) yang dipublikasikan sejak tahun 2000.

dan tahun 1977 terdapat 69 perusahaan yang melakukan pengungkapan sosial pada laporan tahunan. Sedangkan. Inggris.32%.tahunan periode 1967-1977 dari 100 perusahaan terbesar yang terdaftar di Sydney Stock Exchange hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan jumlah perusahaan yang mengungkapkan informasi sosial dimana pada tahun 1967 hanya 26 perusahaan. dan di Australia 56%. Kholis dan Azhar (2003) melakukan penelitian dengan memilih perusahaan yang berada di kota Medan sebagai subyek penelitian. tahun 1972 terdapat 48 perusahaan. dimana tema ketenagakerjaan mendapat porsi perhatian yang lebih besar dibandingkan tema-tema sosial lainnya. di AS 85%. menemukan bahwa Regulasi Pemerintah (Government Regulation). Penelitian yang dilakukan Astuti dan Hasnawati . menemukan bahwa tema ketenagakerjaan dan tema lingkungan dan tingkat pengungkapan sosial di Indonesia masih relatif rendah yaitu 43. Henny dan Murtanto (2001). menemukan bahwa pengungkapan sosial telah dilakukan terutama oleh perusahaan-perusahaan besar. dan Tekanan Media Massa (Massmedia Pressure) berpengaruh baik secara individual maupun secara simultan secara signifikan terhadap pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan. dan Australia menemukan bahwa presentasi pengungkapan yang dilakukan di Inggris 98%. Tekanan Masyarakat (Community Pressure). Tekanan Organisasi Lingkungan (Environmental Organization Pressure). Pada penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Guthier dan Parker (1990) dalam Astuti dan Hasnawati (2001) meneliti praktek pengungkapan sosial pada perusahaan-perusahaan terkemuka di AS. terdapat praktek pengungkapan sosial pada laporan tahunan 1999 oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Utomo (2000) yang meneliti praktek pengungkapan sosial pada laporan tahunan 1998 oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Sebagian besar pengungkapan tersebut berhubungan dengan sumber daya manusia dan lingkungan dan dinyatakan secara kualitatif.

Tujuan dilakukannya pengungkapan (disclosure) adalah sebagai penyedia informasi yang memadai yang akan digunakan oleh pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomis. Sedangkan penilitian yang dilakukan Rizal (2004) yang menguji pengaruh karakteristik perusahaan terhadap pengungkapan sosial perusahaan go publik di Indonesia menghasilkan bahwa dari 242 perusahaan yang diteliti hanya 117 perusahaan (48.4%) yang telah melakukan pengungkapan sosial. Informasi tersebut dapat mempengaruhi pembuatan keputusan ekonomi dengan memperhatikan kesejahteraan sosial masyarakat walaupun dalam praktek ada kecenderungan hanya fokus pada informasi yang bersifat positif. Pelaporan kinerja sosial sebagai wujud pertanggungjawaban sosial perusahaan kepada masyarakat dapat dilakukan melalui pengungkapan sosial dengan memanfaatkan laporan tahunan sebagai media penyampaian informasi. C. Kerangka Pemikiran Semakin meningkatnya tren implementasi CSR pada perusahaan-perusahaan di dunia. menemukan bahwa rata-rata perusahaan industri customer goods hanya mengungkapkan 37% tema pengungkapan sosial. Tingginya implementasi CSR yang dilakukan oleh perusahaan mau tidak mau mendorong perusahaan untuk melakukan pengungkapan. mengakibatkan banyak perusahaan-perusahaan yang menyatakan bahwa CSR-nya telah diimplementasikan dengan baik. Meskipun sifat pelaporan ini masih bersifat sukarela namun diharapkan dapat dapat meningkatkan kredibilitas .(2003) yang meneliti tingkat pengungkapan pada industri customer goods yang terdaftar di BEJ.

Untuk menunjang pelaksanaan penelitian. pemahaman para analisis terhadap perusahaan. penulis telah menyusun suatu daftar pengungkapan sosial yang memuat 78 item pengungkapan yang terbagi dalam 6 tema yaitu: lingkungan. Daftar ini merupakan kompilasi dari berbagai sumber seperti Simposium Nasional Akuntansi (2007) dalam penelitian yang dilakukan oleh Sayekti dan Ludovicus serta Global Reporting Initiative (2007). kemasyarakatan. energi. tenaga kerja. kesabaran dan keyakinan investor serta meningkatkan nilai saham secara potensial. Selain itu penulis telah menyusun daftar pertanyaan yang terdiri dari 20 item untuk mendukung pelaksanaan penelitian.manajemen. . dan umum. produk.