Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MID

"Pendidikan Pancasila"
DISUSUN OLEH:

MELDI MAELUDIN
4519041142
Non Reguler

FAKULTAS TEKNIK
PRODI TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR
2022/2023
1.)
Rumusan Dasar Negara dalam Piagam Jakarta
Sebelum rumusan dasar negara terbentuk menjadi Pancasila yang sah
sebagaimana terdapat dalam UUD 1945 yang berlaku hingga saat ini,
pada 22 Juni 1945 Panitia Sembilan menyusun sebuah naskah piagam
yang dikenal dengan Piagam Jakarta.

Berikut bunyi rumusan dasar negara atau Pancasila dalam naskah


Piagam Jakarta:
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi
pemeluk- pemeluknya
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan
5. keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

2.)

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN1945

PEMBUKAAN

( P r e a m b u l e)

Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan


oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak
sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah


kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat
Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang
merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan
oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka
rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara


Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
2
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar
Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik
Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan
Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia.

3.)
A. Rumusan Pidato (Moh Yamin 29 Mei 1945)

Baik dalam kerangka uraian pidato maupun dalam presentasi lisan Muh Yamin
mengemukakan lima calon dasar negara yaitu :
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri ke-Tuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan sosial
B. Rumusan Tertulis (Moh Yamin 31 Mei 1945)

Selain usulan lisan, Moh Yamin tercatat menyampaikan usulan tertulis


mengenai rancangan dasar negara. Usulan tertulis yang disampaikan kepada
BPUPKI oleh Muh Yamin berbeda dengan rumusan kata-kata dan
sistematikanya dengan yang dipresentasikan secara lisan, yaitu:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa


2. Kebangsaan Persatuan Indonesia
3. Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

3
4.) Susunan Pancasila Menurut Soepomo

Selain Sebaliknya, kemerdekaan Indonesia lahir setelah mengatasi persoalan


segala golongan dan paham persorangan. Berikut gagasan Mr. Soepomo
mengenai dasar negara Indonesia:
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan lahir dan batin
4. Musyawarah
5. Keadilan rakyat

5.) Susunan Pancasila Menurut Ir. Soekarno

Lima Prinsip atau lima dasar Negara yang telah dikemukakan sebagai usul Ir.
Soekarno Pada sidang I BPUPKI tersebut di atas. Diberi Nama Pancasila, Yang
berisi Lima asas antara lain :
1. Nasionalisme (Kebangsaan Indonesia)
2. Internasionalisme (Perikemanusian)
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhan Yang maha esa

6.) Pembukaan : Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala


bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,
karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada


saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat
Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang
merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh
keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat
Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia


yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar

4
Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik
Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan
Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jakarta, 22 Mei 2005


Ir. Soekarno
Drs. Mohammad Hatta
Mr. A.A. Maramis
K.H. Wachid Hasjim
Abdul Kahar Muzakkir
H. Agus Salim
Abikoesno Tjokrosejoso
Mr. Achmad Soebardjo
Mr. Muhammad Yamin

7.) Panitia tersebut terdiri atas 8 orang anggota, maka oleh sebab itu panitia
tersebut dapat disebut “panitia Delapan” dengan susunan sebagai Berikut :

1. Ir. Soekarno sebagai ketua (syuusa) merangkap anggota


2. Ki Bagoes Hadikoesoemo, anggota
3. Kyai Haji Wachid Hasyim, anggota
4. Mr. Muhammad Yamin, anggota
5. M. Soetardjo Kartohadikoesoemo, anggota
6. Mr. A.A. Maramis, anggota
7. R. Oto Iskandar Dinata, anggota
8. Drs. Mohammad Hatta, anggota

Anda mungkin juga menyukai