Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tanah merupakan salah satu faktor yang Yang terpenting bagi kehidupan manusia,sebagaimanakita
lihatsegalakebutuhanhidupmanusia dariprodukyangbahan-bahannyah ampirsemuanyatersedia didalam
cokelatah. Diseluruh permukaan bumi terdapat sebuaheka macam tanah dari yang paling gersang
sampai yang pagar subur, berwarna putih, merah, coklat, Menyela, hitam dan berbagai ragam sifatnya.

Ilmu yang belajartanah disebut pedologi. Tanah (tanah) adalah lapisan tipis kulit bumi yang
berbohong di permukaan bumi pagar atas yang terbentuk dari hasil pelapukan dan pengahancuran
batuan induk (bahan anorganik/mineral) dan tumbuhan/hewan (bahan Hairganik) yang telah buruk yang
merupakan media bagi tumbuhnya tanaman. Syarat utama terbentuknya tanah ada dua, yaitu:

sebuah. Tersedianya bahan asal/batuan induk b. Adanya faktor yang mempengaruhi batuan asal

Faktor-faktor pembentuk tanah akan hasilkan tanah dengan sifat-sifat yangberbeda. Berdasarkan
pada faktor pembentuk dan sifat tanah inilah, beberapa ahlimengklasifikasikantanah dengan klasifikasi
yang berbeda. Tingkat kategori yang sudah banyak dikembangkandalam pengawasan dan kehancuran
tanah di Indonesia, yaitu tingkat kategori jenis (gredi tanah kelompok). Klasifikasi jenis-jenis tanah pada
tingkat tersebut sering digunakan untuk mengelompokkan tanah di Indonesia.

Tanah merupakan bahan alam yang terbentuk melalui proses pembentukan tanah (pedogenesis)
dalam waktu yang sangat lama. Proses
pembentukantanahtersebutdikendalikanolehlibufaktorpembentukantanah, yaitu BahanInduk orang
tuabahan ),Iklim Iklim ),Organisme( Organsm), Topografi (Topografi ),danwaktu (Wakru). Dalam
kenyataannya kelimafaktor tersebut bersifatssemua mempengaruhisatu samAlainatau ada
interdependensi antar faktor, misalnya antara organisme dan iklim.

B. Rumusan Masalah

- Bagaimana proses pembentukan tanah?

1
- Bagaimana proses pembentukan profil tanah?

- Faktor-faktor apa sajakah yang membetuk tanah?

C. Tujuan Penulisan

- Untuk mengetahui bagaimana proses pembentukan tanah

- Untuk mengetahui proses pembentukan profil tanah

- Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja dalam pembentukan tanah

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Tanah

Tanah pada dasarnya memiliki berbagai pengertian yang berbeda, dilihat dari sudut pandangnya.
Namun secara umum diartikan sebagai bahan padat dari hasil interaksi pelapukan dan aktivitas biologis
oleh suatu bahan induk atau batuan keras yang mendasarinya. Ilmu yang mempelajari tentang tanah
dinamakan dengan pedologi. Pedologi membahas mengenai faktor dan proses terbentuknya tanah,
karakteristik tanah, serta distribusi jenis-jenis tanah.

B. Faktor Pembentukan Tanah

Lapisan tanah biasanya membutuhkan jangka waktu yang relatif lama dalam proses pembentukannya.
Hans Jenny (1941) menjelaskan bahwa tanah dalam proses pembentukannya membutuhkan lima faktor,
yaitu iklim, organisme, relief (topografi), bahan induk (parent material), dan waktu.

1. Iklim

-Menjadi faktor yang paling penting

-Iklim mengatur laju dan jenis pembentukan tanah

-Penentu utama distribusi vegetasi

-Terdiri atas:

• Suhu, berpengaruh terhadap proses pelapukan bahan induk -> suhu tinggi maka proses

pelapukan lebih cepat

• Curah hujan, berpengaruh terhadap kekuatan erosi dan pencucian tanah

2. Organisme

• Mempengaruhi rentang perkembangan tanah -> bakteri dan jamur membantu dekomposisi
tanaman

• Berkaitan dengan horizon tanah -> semakin banyak aktivitas organisme maka horizon tanah
semakin tidak terlalu berbeda

• Tutupan vegetasi mempengaruhi sifat humus tanah

• Akar tanaman dapat mengikat partikel tanah dan membantu dalam proses kompresi tanah

3
• Meliputi vegetasi, mikroba, dan hewan

3. Relief (Topografi)

• Relief atau topografi adalah perbedaan tinggi, bentuk, atau kemiringan lereng suatu wilayah
dengan kondisi yang relatif dinamis

• Kondisi relief dinamis

• Dampak: -Ketebalan profil tanah -> topografi miring, lapisan tanahnya lebih tipis karena

ada erosi; topografi datar, lapisan tanahnya tebal karena ada sedimentasi

-Sistem drainase / pengaliran -> kondisi yang jelek akan menyebabkan tanah

menjadi masam

4. Bahan Induk (Parental Material)

•Terdiri atas: 1. Batuan -> hasilnya tanah mineral

2. Bahan organik -> berasal dari campuran dengan bahan mineral; hasilnya

tanah organik

•Mempengaruhi laju dan jalan pembentukan tanah

•Adanya tiga sifat dalam bahan induk yang dapat mempengaruhi pembentukan tanah, yaitu:

1. Sifat kimia berkaitan dengan susunan mineral

2. Sifat fisik berkaitan dengan struktur dan granularitas

3. Sifat permukaan berkaitan dengan kemudahan reaksi

5. Waktu

•Mempengaruhi dalam menentukan jenis dan sifat-sifat tanah

•Pembentukan tanah membutuhkan waktu relatif lama

•Penunjang dari faktor-faktor lainnya -> tahapan pada pembentukan tanah dapat

memberikan profil tanah yang berbeda-beda

C. Proses Pembentukan tanah

1. Weathering (Pelapukan)

•Terjadi di lapisan atas tanah

4
•Adanya aktivitas memecahkan dan dekomposisi dari bahan induk (batuan dan mineral) yang
dilakukan oleh unsur iklim (udara, air hujan, sinar matahari, atau salju)

•Terjadi dua aktivitas:

a. Pelapukan fisik -> memecah batuan menjadi partikel yang lebih kecil

b. Pelapukan kimiawi -> melibatkan perubahan komposisi kimia dari mineral batuan

2. Leaching (Pencucian)

•Adanya perubahan pada komposisi fisik dan kimia pada bahan induk

•Hasil pelapukan tersebut terakumulasi oleh tanaman dan membentuk partikel baru seperti tanah
liat, bahan organik, lanau, atau senyawa kimia

3. Transformation and Illuviation (Perubahan dan Iluviasi)

•Transformasi ini berkaitan dengan pelapukan kimia pada lumpur dan pasir

•Terjadinya pembentukan mineral tanah liat dan pembentukan bahan organik yang resisten
terhadap pembusukan -> hasil tanah liat tersebut kemudian mengalami pencucian dan disimpan di
bagian bawah horizon

•Transformasi dibantu oleh tanaman dan hewan

•Transformasi dapat meningkatkan kondisi drainase dan komposisi nutrisi

4. Podsolisation and Translocations (Podsolisasi dan Translokasi)

•Terjadi ketika larutan asam kuat menghancurkan mineral lempung

•Adanya pembentukan bahan mineral dari aluminium, silika, dan besi yang terakumulasi bersama
dengan senyawa organik di dalam tanah

•Bahan tersebut kemudian mengalami pemindahan di antara lapisan pada profil tanah ->
menghasilkan warna yang berbeda-beda pada profil tanah

Zona Humus ; (b) Zona Organik – Mineral ; (c) Zona Alterasi ; (d) Bahan Induk Sumber: Hautefeuille
(2017)

5
D. Pembentukan Profil tanah

Proses pembentukan tanah (genesa) dimulai dari pelapukan batuan induk menjadi bahan induk tanah,
diikuti pencampuran bahan organik dengan bahan mineral di permukaan tanah, pembentukan struktur
tanah, pemindahan bahan-bahan tanah dari bagian atas tanah ke bagian bawah, dan berbagai proses
lain yang dapat menghasilkan horizon-horizon tanah. Horizon tanah adalah lapisan-lapisan tanah yang
terbentuk karena hasil proses pembentukan tanah. Proses pembentukan horizon-horizon tanah tersebut
akan menghasilkan tanah. Penampang tegak dari tanah menunjukkan susunan horizon tanah yang
disebut profil tanah

Dalam pemBuatan profil tanah di lapangan, terdapat tiga syarat yang harus diperhatikan yaitu : Vertikal,
baru dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Profil tanah yang sempurna berturut-turut dari
atas ke bawah memiliki horizon O, A, B, dan C.

Pembentukan horison tanah meliputi :

1. Horizon Organik

Horizon organik adalah lapisan tanah yang sebagian besar terdiri dari bahan organik, baik masih
segar maupun sudah membusuk, terbentuk paling atas di atas horizon mineral.

2. Horizon Mineral

Horizon mineral adalah lapisan tanah yang sebagian besar mengandung mineral, terbentuk pada
horizon A dan B, di atas sedikit horizon C. Horizon ini memiliki ciri sebagai berikut:

6
a. Akumulasi basa, lempung besi, alumunium, dan bahan organik

b. Terdapat residu lempung karena larutnya karbonat dan garam-garam

c. Hasil perubahan (alterasi) dari bahan asalnya

d. Berwarna kelam

e. Teksturnya berat dan strukturnya lebih rapat

3. Regolith

Regolith adalah lapisan batuan yang cukup besar yang terbentuk oleh pelapukan batuan induk,
sementasi, gleisasi, sedimentasi, dan sebagainya.

4. Lapisan O1

Lapisan O1 adalah lapisan tanah yang mayoritas berwarna kehitaman sesuai dengan vegetasi penutup
(pengaruh dari humus). Sering pula dengan bahan asal, misalnya tulang daun, batang, sisa rubuh hewan.
Lapisan ini dinamakan juga lapisan mulsa.

5. Lapisan O2

Lapisan O2 adalah lapisan tanah sisa organisme yang terurai melalui pelapukan sehingga tidak
seutuhnya menampakan lagi bahan asalnya. Lapisan ini disebut juga lapisan humus

6. Lapisan A1

Lapisan A1 adalah lapisan tanah yang strukturnya lemah, warna bagian atas masih tersamar-samar
dipengaruhi kandungan lapisan organis dan kandungan mineral masih campur dengan bahan organis.

7. Lapisan A2

Lapisan A2 adalah lapisan tanah yang sudah ditemukan mineral silika tanah (kuarsa SiO2). Tanah agak
gumpal, warna cerah (kepucatan) karena mineral terlarut ke bawah, tekstur kasar, struktur lebih
longgar. Lapisan ini disebut horizon eluviasi artinya banyak mengalami pencucian (pada musim hujan air
yang meresap kedalam tanah melarutkan mineral).

8. Lapisan B1

Lapisan B1 adalah horizon peralihan dimana mineral-mineral bahan induk masih nampak dan
pencucian masih kecil.

9. Lapisan B2

Lapisan B2 adalah horizon yang paling maksimal, karena terjadi akumulasi Fe+Mg+Al. Tekstur halus
(berat), struktur gumpal (paling padat), dan warna coklat-merah.

7
10. Lapisan B3

Lapisan B3 adalah horizon peralihan dari B ke C atau R. Butir-butir mineral dari batuan induk masih
nampak (percampuran antara B dengan C).

11. Lapisan C

Lapisan C adalah horizon mineral bukan dalam bentuk batuan tetapi tersusun bahan-bahan
tersendiri dan relatif tidak terpengaruh oleh proses perkembangan tanah.

12. Lapisan R

Lapisan R adalah lapisan yang belum terurai masih dalam bentuk batuan induk (asli) yang disebut
juga parent rock atau bedrock

13. Top soil

Top soil adalah lapisan tanah paling atas yang subur dan banyak mengandung bahan organik

14. Sub soil

Sub soil adalah lapisan tanah di bawah lapisan organis dan memiliki profil yang masih jelas dan yang
belum berkembang

15. Solum tanah

Solum tanah adalah tubuh tanah yang mengalami perkembangan secara genetis. Tubuh tanah
meliputi lapisan organis sampai di atas lapisan C.

Proses pembentukan tanah menyangkut beberapa hal :

Penambahan bahan-bahan dari tempat lain ke tanah misalnya :

Penambahan air hujan, embun dan lain-lain

Penambahan O2 dan CO2 dari atmosfer

Penambahan N, Cl, S dari atmosfer dan curah hujan

Penambahan bahan organik dari sisa tanaman dan hewan

Bahan endapan

Energi sinar matahari

Kehilangan bahan-bahan yang ada di tanah :

Kehilangan air melalui penguapan (evapotranspirasi)

8
Kehilangan N melalui denitrifikasi

Kehilangan C (bahan organik) sebagai CO2 karena dekomposisi bahan organik

Kehilangan tanah karena erosi

Kehilangan energi karena radiasi

Perubahan bentuk (transformation) :

Perubahan bahan organik kasar menjadi humus

Penghancuran pasir menjadi debu kemudian menjadi liat

Pembentukan struktur tanah

Pelapukan mineral dan pembentukan mineral liat

Pembentukan konkresi

Pemindahan dalam solum :

Pemindahan liat, bahan organik, Fe, Al dari lapisan atas ke lapisan bawah

Pemindahan unsur hara dari lapisan bawah ke lapisan atas melalui siklus
kegiatan vegetasi

Pemindahan tanah dari lapisan bawah ke lapisan atas atau sebaliknya


melalui kegiatan hewan seperti tikus, rayap, dsb

Pemindahan garam-garam dari lapisan bawah ke lapisan atas melalui air


kapiler

9
BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

a. Mengingat luasnya pengertian tentang tanah, maka perlu ada

spesifikasi dari pengertian tanah.

b. Proses pembentukan tanah diawali dari pelapukan batuan, baik pelapukan fisik maupun pelapukan
kimia.

c. Faktor aktif dalam pembentukan tanah adalah iklim dan organisme tanah.

d. Faktor pembentuk tanah yang bersifat pasif adalah lokasi tempat Terdapatnya bahan induk dan
kerangka waktu pembentukannya tanah.

2. Saran

Adapun saran darsaya makalah ini adalah untuk makalah kedepannya ada ya membahas
carapembentukan tanah,sehingga dapat mengetahuihubungan faktornya dengan cara pembentukan
tanah.

10

Anda mungkin juga menyukai