Anda di halaman 1dari 9

ETIKA DALAM PRAKTIK INVESTASI DAN PASAR MODAL

I. Etika dalam praktik investasi Pengertian Investasi adalah kegiatan menanam modal baik langsung maupun tidak langsung dengan harapan pada waktunya pemilik modal mendapatkan sejumlah keuntungan dari hasil penanaman modalnya. Adapun tujuan investasi itu seperti menghasilkan sejumlah uang untuk mendapatkan kehidupan yang layak di masa datang, mengurangi tekanan inflasi, dan dorongan untuk menghemat pajak. Dalam dunia usaha, investasi merupakan unsur penting yang tidak bisa dipisahkan, karena investasi tersebut adalah salah satu unsur penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu Negara tersebut. Dimana konsep pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh SDA(sumber daya alam) dan SDM( sumber daya manusia). Kedua unsur tersebut tidak terlepas dari adanya investasi yang dimiliki oleh suatu perusahaan untuk dapat memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu Negara dan meningkatkan produktifitas sumber daya manusianya. Bagian penting investasi juga dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat suatu Negara, karena dana suatu usaha yang dimiliki oleh seseorang tidak boleh mengendap dan harus berputar. Jadi setiap orang yang memiliki kelebihan dana harus diinvestasikan agar produktif, sehingga dapat memberikan keseimbangan ekonomi di masyarakat dan kesejahteraan masyarakat dapat merata dalam suatu negara. Etika dalam praktik investasi didasarkan pada nilai-nilai dasar yang mendorong proses investment. Investasi bukan hanya sarana untuk memaksimalkan keuntungan saja, tetapi dapat juga sebagai alat untuk melayani masyarakat dalam hal mencari pekerjaan yang menghasilkan keuntungan, melindungi lingkungan, mempromosikan hak asasi dan demokratisasi. Investasi yang etis memerlukan transparansi, tanggung jawab sosial yang sesungguhnya, dan dalam proses mencari yang adil kembali pada investasi tersebut. Etika dalam praktik investasi bukan hanya tentang keuangan saja, tetapi melibatkan investasi dalam waktu, sumber daya, ide dan proses yang lebih besar untuk umum baik dari manusia dan lingkungan. Selain itu, investasi juga dapat menambah

penghasilan seseorang juga membawa resiko keuangan bilamana investasi tersebut gagal. Kegagalan investasi disebabkan oleh banyak hal seperti faktor keamanan (baik dari bencana alam atau yang diakibatkan oleh manusia), ketertiban hukum dan lain-lain. Perkembangan berbagai produk di pasar global, dimana salah satu produk tumbuh dengan pesat, produk ini diidentifikasikan dengan produk investasi yang lebih bermoral atau etis (dapat disebut dengan etical investment). Secara umum investasi yang etis itu malakukan alokasi atau investasi uang yang memberikan kontribusi positif kepada dunia dan meninggalkan perusahaan yang merusak dunia (baik masyarakat maupun lingkungan). Permasalahan yang sering kali sulit bagi seorang investor untuk menentukan apakah investasi tersebut etis atau tidak. Oleh karena itu, investasi yang etis biasanya dikelola oleh sebuah perusahaan sekuritas. Beberapa perusahaan yang mengelola investasi etis itu, akan menghindari perusahaan industri yang memiliki aktivitas seperti rokok, judi, minuman beralkohol, penggundulan hutan, atau jual beli senjata. Perusahaan yang mengelola investasi etis akan lebih mengutamakan pendekatan yang proaktif seperti dengan memilih investasi yang terlibat dengan masalah perbaikan lingkungan (misal energy alternatif ramah lingkungan) atau bisnis yang mengutamakan hubungan sosial masyarakat. Ada beberapa perusahaan yang melakukan pemilihan investasi hanya berdasarkan geografis dan keuangan, serta mereka menyarankan agar perusahaan sebaiknya melakukan bisnis dengan tingkat etika yang tinggi. Namun ada juga investasi etis yang melakukan pemilihan investasi berdasarkan kombinasi karakteristik positif dan negatif dari investasi tersebut. Dalam menentukan karakteristik positif dan negatif investasi, perusahaan tersebut melakukan evaluasi secara regular karena banyak hal yang masih menjadi perdebatan dalam menentukan baik atau buruknya investasi. Adapun karakteristik investasi Positif seperti : Perusahaan atau investasi yang menyuplai kebutuhan dasar bagi kehidupan masyarakat. Perusahaan yang menjaga ketersediaan energi bagi kebutuhan masyarakat.
Perusahaan yang menjaga kelangsungan kehidupan lingkungan disekitarnya dan

mengontrol polusi yag mungkin terjadi akibat pembuangan limbah.


2

Memiliki hubungan baik dengan penyedia barang dan memberlakukan pegawai dengan baik tanpa adanya diskriminasi. Perusahaan yang terlibat langsung dengan komunitas masyarakat. Negatif seperti : Perusahaan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan atau mengakibatkan polusi. Mengeksploitasi penggunaan binatang untuk keperluan yang tidak penting. Perusahaan manufaktur senjata maupun perusahaan yang menjualnya. Perusahaan rokok dan produk beralkohol. Perusahaan perjudian maupun pornografi. Investasi etis lebih banyak dikategorikan sebagai art daripada science. Karena masalah terbesar dalam menentukan etis tidaknya sebuah investasi sangat dipengaruhi oleh pandangan individunya. Misalnya sebagian orang mungkin mengatakan karakteristik perusahaan yang memproduksi rokok adalah tidak etis, namun bagi sebagian lagi mengatakan hal itu adalah investasi yang etis. Etis lebih didasari oleh perilaku atau prosfektif seseorang terhadap sebuah investasi. Sehingga hal inilah yang menjadikan beberapa perusahaan lebih suka memakai sebutan socially responsible investing. Dengan demikian, untuk mengatakan suatu investasi itu etis atau tidak, maka kita perlu memandang lebih dalam, bukan hanya memandang dari sisi instrument investasinya saja, tetapi juga melihat segi etis dan moral proses investasinya. Berbicara mengenai etika dunia usaha atau etika bisnis dalam pembangunan, tidak terlepas dari pembahasan kita mengenai perilaku stakeholdernya (yaitu pelaku ekonomi dan bisnis, pemerintah, dan masyarakat dengan nilai-nilai dalam dunia usaha, kemajemukannya, serta kelembagaannya akhir-akhir ini semakin banyak dibicarakan dinegara kita maupun negara-negara maju lainnya. Perhatian mengenai masalah tersebut tidak terlepas dari semakin berkembangnya dunia usaha kita sebagai hasil pembangunan selama ini. Kegiatan bisnis yang makin merebak baik dalam maupun luar negeri, telah menimbulkan tantangan baru, yaitu dengan adanya praktek bisnis yang baik dan etis akan menjadi tuntutan kehidupan bisnis

banyak negara di dunia. Transparansi ekonomi global menuntut pula praktek bisnis yang etis. Dalam ekonomi global, kita hanya bisa survive (betahan) kalau mampu bersaing. Untuk bersaing harus ada daya saing yang dihasilkan oleh produktifitas dan efisiensi. Selain itu pula, diperlukan etika dalam berusaha, karena praktik berusaha yang tidak etis dapat mengakibatkan masalah ekonomi, mengurangi produktifitas dan mengekang efisiensi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat, juga berpengaruh terhadap masalah etika bisnis. Moral dan etika harus ditegakkan guna mengendalikan kemajuan dan penerapan teknologi bagi kemanusiaan. Misalnya kemajuan teknologi informasi akan memudahkan seseorang mengakses privacy orang lain. Apabila etika berhubungan dengan disiplin, maka etika dalam berprilaku yang baik atau positif. Dapat juga etika itu dikaitkan dengan moral, dimana moral tersebut dapat dijadikan suatu perbuatan bagi setiap orang yang dapat dipertanggung jawabkan. Maka etika yang dihubungkan dengan moral akan mengarah pada tindakan-tinakan positif. Sehingga etika dapat dikatan guide (petunjuk dalam melakukan norma-norma). II. Etika dalam praktik pasar modal Pengertian Pasar Modal. Pasar modal adalah pasar yang memperjual-belikan berbagai instrument keuangan jangka panjang, baik dalam bentuk uang maupun modal sendiri yang diterbitkan oleh perusahaan swasta, atau Pasar modal (capital market) adalah pasar untuk berbagai instrument keuangan jangka panjang yag bisa diperjual-belikan , baik berupa surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrument derivatif, maupun instrument lainnya, atau Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain (missal pemerintah), dan sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dari beberapa pengertian di atas, maka pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan yang terkait lainnya.

Pasar modal memiliki peranan penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan 2 (dua) fungsi yaitu:
1. Sebagai sarana pendanaan usaha atau sarana bagi perusahaan untuk

mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja.
2. Sebagai sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrument keuangan,

seperti saham, obligasi, reksa dana. Dengan demikian, masyarakat dapat menempatkan dana yang mereka miliki sesuai dengan karakteristik keuntungan dan risiko masing-masing instrument. Menanamkan hartanya pada pasar modal merupakan suatu bentuk investasi, dimana banyak perusahaan dan industri yang menggunakan institusi pasar modal sebagai media untuk menyerap investasi dan media untuk memperkuat posisi keuangannya. Akhir-akhir ini makin banyak dan makin sering terdengar berita tentang isu atau skandal pelanggaran etika di bidang pasar modal, antara lain : transaksi saham ilegal, merekayasa laporan keuangan untuk mendongkrak harga saham. Para profesional di bidang keuangan di AS telah lama mempunyai organisasi profesi yang disebut Association for Investment Management dan Research (AIMR). AIMR juga telah mempunyai kode etik yang dapat dijadikan acuan perilaku bagi semua anggotanya.

Kode Etik Association for Investment Management dan Research (AIMR) Anggota AIMR akan : 1. Bertindak berdasarkan integritas, kompetensi, martabat, dan bertindak etis dalam berhubungan dengan publik, pelanggan, calon pelanggan, atasan, karyawan, dan sesama anggota profesi. 2. Menjalankan dan mendorong pihak lain untuk bertindak etis dan profesional yang akan mencerminkan kepercayaan anggota profesi dan profesi mereka.

3. Berusaha keras untuk memelihara dan meningkatkan kompetensi dan kompetensi pihak lain dalam profesi ini. 4. Menerapkan kehati-hatian dan menjalankan penilaian profesional yang bersifat independen.

Standar-standar perilaku profesional ini juga meliputi : Tanggung jawab fundamental : memahami semua hukum, peraturan, dan regulasi Hubungan dan tanggung jawab atas profesi : termasuk tidak mengikatkan diri dengan Hubungan dan tanggung jawab pada atasan : termasuk pengungkapan konflik dan Hubungan dan tanggung jawab pada pelanggan dan calon pelanggan : termasuk

yang terkait. perilaku tidak etis dan melarang melakukan plugiarisme. pengaturan kompensasi tambahan. perwakilan yang masuk akal, independensi dan objektivitas, memelihara kerahasian, dan pengungkapan konflik serta jasa rujukan. Hubungan dan tanggung jawab kepada publik : termasuk larangan menggunakan informasi bukan publik dan larangan atas penyesatan kinerja investasi. Keberadaan pasar modal ditentukan oleh lembaga-lembaga dan unsur-unsur penunjang pasar modal, antara lain : 1. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK), yaitu lembaga yang dibentuk oleh pemerintah yang berfungsi mengawasi kegiatan semua lembaga terkait agar kegiatan pasar modal dan keuangan berjalan adil dan efektif. 2. Bursa efek, yaitu lembaga yang menyelenggarakan kegiatan perdagangan sekuritas pasar modal. 3. Lembaga Kliring, yaitu lembaga yang mirip dengan lembaga kliring uang giral yang dikenal dalam dunia perbankan. 4. Emiten, yaitu perusahaan yang menjual instrumen sekuritas untuk memperoleh dana dari investor di bursa.
5. Underwriter, yaitu perusahaan penjamin bagi emiten, agar emiten sukses dalam

menjual instrumen sekuritas.

6. Investor/ calon pembeli, yaitu institusi atau perorangan yang setiap saat melakukan transaksi pembelian dan penjualan atas instrumen sekuritas yang diperdagangkan di bursa. 7. Akuntan Publik, yaitu lembaga yang melakukan audit atas kewajaran laporan keuangan emiten dan memberikan opini audit atas kewajaran laporan keuangan emiten yang diperiksanya. 8. Notaris, yaitu lembaga hukum yang memberikan dasar keabsahan secara legal berbagai peristiwa/kegiatan penting di dalam perusahaan. 9. Konsultan Hukum, yaitu lembaga yang diperlukan emiten untuk memeriksa dan memastikan bahwa emiten yang akan menerbitkan instrumen sekuritas tersebut tidak memiliki sengketa hukm dengan pihak lain. 10. Konsultan keuangan, yaitu lembaga yang dapat diminta jasanya oleh emiten untuk memberikan nasehat di bidang keuangan sebelum menerbitkan suatu instrumen sekuritas. Bapepam LK mengeluarkan prinsip agar terbina tata kelola yang sehat pada semua lembaga penunjang pasar modal, antara lain : 1. Prinsip Transparansi : baik dalam pengungkapan informasi penting seperti hak memesan efek terlebih dahulu, benturan kepentingan maupun tentang keterbukaan informasi bagi emiten atau perusahaan publik yang dimohonkan pernyataan pailit.
2. Prinsip Keadilan : dalam memesan efek terlebih dahulu, kepentingan pemegang

saham minoritas agar tidak diperlakukan secara tidak adil oleh pemegang sahan mayoritas dalam RUPS. 3. Prinsip Akuntabilitas dan tanggung jawab dalam penyusunan laporan keuangan. 4. Prinsip Tata Kelola dan Aturan Main Pokok Perusahaan, untuk meningkatkan profesionalisme dan tanggung jawab para anggota direksi dan komisaris, dan perusahaan yang akan menerbitkan ekuitas di bursa. Kejahatan dalam pasar modal, misalnya : 1. Penipuan, dimana membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta material atau tidak mengungkapkan fakta material dengan tujuan menguntungkan atau menghindarikan kerugian untuk diri sendiri atau pihak lain dan mempengaruhi pihak lain untuk membeli atau menjual efek.
7

2. Manipulasi pasar, seperti : menciptakan gambaran semu atau menyesatkan

mengenai kegiatan perdagangan, keadaan pasar atau harga efek di bursa. Merekayasa harga efek di bursa, Insider Trading.

Contoh Kasus : Kasus Sari Husada


Kasus ini terjadi baru mencuat ke permukaan umum pada tahun 2005. Diduga tellah terjadi indikasi praktek insider trading yang dilakukan oleh direksi Sari Husada. Akar dari kasus ini adalah ketika manajemen Sari Husada mengeluarkan kebijakan ESOP (Empoyee Stock Option Program, yaitu kebijakan penjualan saham perusahaan kepada karyawan dengan harga yang lebih murah) sebesar 5% (94 juta lembar) dari keseluruhan sahamnya. Saham dari ESOP yang seharusnya dibeli oleh karyawan, malah mayoritas dibeli pihak komisaris, direksi, dan manajer senior (dengan rincian 3 komisaris (44,8%), 5 direksi (42,5%), dan para manajer (12,7%)). Namun, selang berapa waktu kemudian manajemen sari Husada mengeluakan kebijakan Share Buy Back (pembelian kembali) sebesar 10% dari saham yang diterbitkan. Dari dua kebijakan yang saling bertolak belakang tersebut timbul celah yang menguntungkan bagi pembeli saham ESOP kerena harga pembelian kembali lebih tinggi daripada harga penjualan (selisih tersebut sebesar Rp365,6 per lembar saham). Dari kasus ini, Bapepam hanya memberikan sanksi administratif sebesar 2.885 miliar kepada 9 pihak orang dalam yang memperoleh keuntungan dari praktek tersebut.

Pembahasan
Insider trading secara harafiah berarti perdagangan orang dalam. Dalam istilah hukum pasar modal, Insider trading adalah perdagangan efek yang dilakukan oleh mereka yang tergolong orang dalam perusahaan (dalam arti luas), dimana perdagangan efek tersebut didasarkan karena adanya suatu informasi orang dalam (inside information) yang penting dan mengandung fakta material, dimana pelaku Insider Trading ( Inside Trader) mengharapkan keuntungan ekonomi, secara langsung atau tidak langsung. Praktek insider trading merupakan salah satu praktek yang melanggar prinsip keterbukaan dalam pasar modal. Selain itu, praktek tersebut juga merupakan praktek perdagangan saham yang tidak adil (unfair trading) karena posisi inside trader yang

lebih baik ( dalam kepemilikan informational advantages) dibandingkan dengan investor lain. Prinsip keterbukaan menjadi persoalan inti dalam pasar modal dan sekaligus merupakan jiwa pasar modal itu sendiri. Keterbukaan tentang fakta materiel sebagai jiwa pasar modal didasarkan pada keberadaan prinsip keterbukaan yang memungkinkan tersedianya bahan pertimbangan bagi investor, sehingga ia secara rasional dapat mengambil keputusan untuk melakukan pembelian atau penjualan saham. Dari contoh kasus di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa :

In du str

Pihak manajemen Sari Husada telah melanggar etika dalam pasar modal dengan melakukan manipulasi (insider trading) yaitu dengan membeli saham perusahaan yang seharusnya dibeli oleh karyawan dan kemudian mengeluarkan kebijakan Share Buy Back (pembelian kembali) sehingga menguntungkan bagi pembeli saham ESOP karena harga pembelian kembali lebih tinggi daripada harga penjualan. Bapepam-LK sebagai otoritas dan regulator pasar modal kita kurang tegas dalam menindaklanjuti berbagai kasus insider trading. Kebanyakan kasus di atas hanya diselesaikan dengan pengenaan sanksi adaministratif yang kurang bisa menimbulkan efek jera bagi para pelaku tindak pidana pasar modal tesebut.

Daftar Pustaka Insider Trading. http://rusydianuar.multiply.com Katijo. Pasar Modal Tinjauan Dari ASPEC Yuridis. http://digilib.usu.ac.id Sukrisno Agoes, Ardana I Cenik. 2009. Etika Bisnis dan Profesi : Tantangan Membangan Manusia Seutuhnya. Jakarta: Salemba Empat.