Anda di halaman 1dari 8

BAB III METODE PENELITIAN

A. Populasi dan Sampel 1. Populasi Menurut Arif Tiro, populasi adalah keseluruhan aspek tertentu dari ciri, fenomena, atau konsep yang menjadi pusat perhatian.1 Pendapat lain dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto bahwa populasi adalah keseluruhan objek penelitian.2 Dari dua pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa populasi adalah objek penelitian yang menjadi pusat perhatian dalam penelitian. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Madrasah Aliyah Al-Falah Lemahabang Kec. Bone-Bone Kab. Luwu Utara dengan jumlah 44 siswa. 2. Sampel Iqbal Hasan berpendapat bahwa sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi.3 Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel total (sampel jenuh), artinya jumlah seluruh populasi dijadikan sampel. Adapun cara pengambilan

Muhammad Arif Tiro, Dasar-dasar Statistika (Edisi Revisi; Makassar: State University of Makassar Press, 2003), h. 3 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta : Rineka Cipta, 2002), h. 108 M. Iqbal Hasan, Pokok-pokok Materi Statistik 2 (Statistik Inferensi), (Jakarta : Bumi Aksara, 1999), h. 83
3 2

35

sampel mengacu pada pendapat Suharsimi Arikunto bahwa apabila subjeknya kurang dari seratus, lebih baik diambil keseluruhannya4. Dengan demikian, sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Madrasah Aliyah Al-Falah Lemahabang, yakni 44 siswa. B. Metode dan Instrumen Penelitian Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka digunakan dua metode pengumpulan data yaitu: 1. Tes Metode tes digunakan untuk mendapatkan data tentang hasil belajar matematika siswa kelas X Madrasah Aliyah Al-Falah dengan menggunakan instrumen tes. Adapun tes adalah tes formatif yang berfungsi sebagai penggunaan komparatif5, yakni tes yang digunakan untuk mengetahui apakah kelompok pertama memiliki kemampuan yang sama atau berbeda dengan kelompok kedua. Tentunya tes yang diberikan mengacu pada buku paket dan telah divalidasi oleh guru matematika. 2. Observasi Metode observasi digunakan untuk memperoleh data tentang aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan Maple. Adapun instrumen penelitian yang digunakan dalam metode ini adalah pedoman observasi.
4 5

Suharsimi Arikunto, Op.cit, h. 105 Arif Tiro, Ibid, h.107

36

3. Dokumentasi Dalam hal ini mendokumentasikan hal-hal yang ada hubungannya dengan penelitian untuk menyimpulkan data siswa kelas X Madrasah Aliyah AlFalah, khususnya hasil belajar matematika setelah menggunakan Maple dalam pembelajarannya. C. Prosedur Pengumpulan Data dan Pelaksanaan Tindakan 1. Prosedur Pengumpulan Data Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan cara, yaitu: a. Pengumpulan data kuantitatif, yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari hasil tes formatif. b. Pengumpulan data kualitatif, yaitu pengumpulan data dengan

menggunakan pedoman observasi. Data ini dikumpulkan mulai dari pelaksanaan pembelajaran, hingga tes formatif diberikan. 2. Prosedur Pelaksanaan Tindakan Dalam penelitian ini, siswa yang menjadi sampel penelitian dibagi menjadi 2 kelas yakni kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pengelompokan siswa dilaksanakan secara acak6. Jumlah 44 siswa dibagi menjadi dua kelompok. Siswa kelompok kontrol berjumlah 22 orang, siswa kelompok eksperimen juga
Sugiyono, Metode Penelitin Administrasi Dilengkapi dengan Metode R & D. Bandung : Penerbit Alfabeta, 2003. h. 84
6

37

berjumlah 22 orang. Pada kelas kontrol pembelajaran pokok bahasan sistem persamaan linear dilakukan dengan metode konvensional seperti biasa. Pada kelas eksperimen, setelah materi diberikan siswa diajak melakukan praktek menyelesaikan masalah sistem persamaan linear dengan menggunakan Maple dalam komputer. Prosedur ini dilaksanakan dalam 1 siklus, yang dilakukan selama 8 kali pertemuan untuk masing-masing kelas. Gambaran Umum Siklus pada Kelas Kontrol a. Perencanaan 1) Menetapkan waktu pelaksanaan pembelajaran 2) Memberikan pembelajaran sesuai dengan materi pada buku paket 3) Memberikan tes akhir untuk mengetahui hasil belajar pokok bahasan sistem persamaan linear b. Pelaksanaan Tindakan Siklus pembelajaran untuk kelas kontrol dilaksanakan selama 8 kali pertemuan. Tiap minggu 1 kali pertemuan, yakni pada hari Sabtu. Waktunya 2 x 60 menit sejak pukul 10.30 sampai dengan 12.30. Hal ini dilakukan atas kebijakan dari kepala madrasah yang memberikan waktu kepada peneliti. Pertemuan pertama sampai ke-7 pada kelas kontrol ini dilaksanakan untuk proses belajar mengajar, sedangkan pertemuan ke-8 untuk pelaksanaan tes. Adapun waktu pelaksanaan tes adalah sama dengan pelaksanaan tes pada kelompok eksperimen. 38

Gambaran Umum Siklus pada Kelas Eksperimen Secara umum, perencanaan dan pelaksanaan tindakan pada kelas eksperimen sama dengan pada kelas kontrol. Perbedaannya adalah pada metode pembelajaran yang dilakukan. Setelah teori diberikan, kelas eksperimen melakukan praktek menggunakan Maple untuk mengerjakan soal yang diberikan. Kelas eksperimen belajar setiap hari Senin, sejak pukul 12.45 Wita hingga 14.45 Wita. Pertemuan pertama hingga ke 7 digunakan untuk proses belajar mengajar, sedangkan pertemuan terakhir digunakan untuk tes. Pada kelas eksperimen, pembelajaran dilakukan dengan menggunakan komputer dan bantuan LCD Projector. Tes yang diberikan pada akhir penelitian adalah soal yang sama yang diberikan kepada kelompok kontrol. D. Teknik Analisis Data Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. 1. Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif digunakan penulis untuk menjawab rumusan masalah pertama. Adapun langkah-langkah dalam menyusun tabel frekuensi adalah : a. Menentukan rentang kelas, yakni data terbesar dikurangi data terkecil. R = Xt Xr 39

b. Menentukan banyak kelas interval dengan rumus K = 1 + (3,3) log n dengan n adalah jumlah sampel c. Menghitung panjang kelas interval p p=

R k

d. Menentukan ujung bawah kelas pertama e. Membuat tabel distribusi frekuensi7 f. Menghitung rata-rata

X=

f .x x
i i

g. Menghitung variansi

s2 =

f i ( x i x ) 2 n 1 menggambarkan tingkat daya serap siswa, peneliti

Untuk

menggunakan pedoman yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (2003) yaitu: Tabel 3 Tingkat Penguasaan Materi Tingkat Penguasaan (%) 0 34 35 54
7

Kategori hasil belajar Sangat rendah Rendah

Arif Tiro, Ibid, h.116

40

55 64 65 84 85 100 Persentase (%) nilai rata-rata

Sedang Tinggi Sangat Tinggi

P=

f x100% N

Dimana : P = Angka persentase f = Frekuensi yang dicari persentasenya N = Banyaknya sampel 8


2. Analisis Statistik Inferensial

Analisis statistik inferensial digunakan penulis untuk melakukan uji kebenaran dan menjawab rumusan masalah kedua, apakah penggunaan Maple efektif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Karena sampelnya kecil (n 30), penulis menggunakan uji hipotesis dengan dua rata-rata, yang menggunakan uji t sebagai uji statistik9. Adapun langkah-langkahnya adalah : a. Menentukan formula hipotesis H0 : 1 = 2 H1 : 1 2 b. Penentuan nilai dan nilai t tabel (t) Nilai yang dipilih adalah 5 % (0,05)
Depdinkas, Pedoman Umum Sistem Pengujian Hasil Kegiatan Belajar Mengajar, diakses dari internet, tanggal 15-05-2007, www.google.com, 2007
9 8

M. Iqbal Hasan, Op.cit. h. 152

41

c.

Menentukan kriteria pengujian H0 diterima jika t / 2 t0 t / 2 H0 ditolak jika t0 > t / 2 atau t0 < - t / 2 10

Daerah penerimaan H0 Daerah Penolakan H0 Daerah Penolakan H0

t / 2

t / 2

Gambar 8 Daerah Penerimaan dan Penolakan H0 d. Melakukan uji statistik dengan menggunakan rumus :
t0 = X1 - X 2 (n1 - 1)s12 + (n 2 - 1)s 2 2 1 + 1 n n1 + n 2 - 2 1 n2

11

e.

Membuat kesimpulan

10 11

Ibid, h. 153 Ibid

42