Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

POLA 17+ DAN BK KOMPREHENSIF

MATA KULIAH : MANAJEMEN BIMBINGAN DAN KONSELING

DOSEN PENGAMPU : DR. Rusmini S.Ag., M.Pd.I

Disusun Oleh :

Kelompok 4

Chantika Phasa Pratiwi (203210149)


Nor Hafiz Zamani (203210138)
Sellin Oktiana (203210133)

Kelas : 3E

MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM


FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
2022
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat limpahan
karunianya kami dapat menyelesaikan penulisan makalah kami yang berjudul “Pola
17+ dan BK Komprehensif”
Selain itu, kami pun mengucapkan terimakasih kepada para penulis yang
tulisannya kami kutip sebagai bahan rujukan Tak lupa juga kami ucapkan maaf yang
sebesar-besarnya, jika ada kata dan pembahasan yang keliru dari kami. Kami
berharap kritik dan saran teman-teman semua.
Semoga makalah kami ini dapat menjadi pelajaran dan menambah wawasan kita
dalam mata kuliah Manajemen Bimbingan Dan Konseling. Semoga dengan makalah
yang kami buat ini dapat menambah pengetahuan Dan pemahaman kita semua
tentang Manajemen Bimbingan Dan Konseling. Kami sadar dalam penulisan makalah
ini banyak terdapat kekurangan akan tetapi kami yakin Makalah ini dapat bermanfaat
untuk kita semua.

26 Oktober 2022

Kelompok 4

ii
DAFTAR ISI

COVER ....................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR.................................................................................................. ii
DAFTAR ISI .............................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 1
A. Latar Belakang................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................. 2
C. Tujuan................................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN .............................................................................................. 3
1. Program Bimbingan dan Konseling Pola 17+ ....................................................... 3
A. Bidang Bimbingan ............................................................................................ 3
B. Layanan Bimbingan Konseling ............................................................................... 3
C. Layanan Pendukung ........................................................................................ 5
D. Efektivitas BK 17+ ............................................................................................ 5
2. Bimbingan Konseling Komprehensif ..................................................................... 6
A.Pelayanan Dasar..............................................................................................10
B.Pelayanan Responsive.....................................................................................11
C.Perencanaan Individual....................................................................................14
D.Dukungan System............................................................................................15

BAB III PENUTUP ................................................................................................... 16


A. KESIMPULAN.................................................................................................. 16
B. SARAN ............................................................................................................ 17
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 17

iii
iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Hampir setiap sekolah, terdapat guru bimbingan konseling (BK).Guru
bimbingan dan konseling memiliki tugas yang sama dengan guru bidang studi
lainnya, yaitu meningkatkan mutu pendidikan. Tujuan bimbingan dan
konseling sama dengan tujuan pendidikan nasional, yaitu mengenal
lingkungan, meningkatkan mutu pendidikan serta mampu merancang masa
depan agar menjadi manusia yang hidup bahagia dunia akhirat.
Peserta didik dikatakan memiliki kemampuan memahami dirinya, jika
mampu menunjukkan kemampuan, kekuatan dan kelemahan, bakat, minat,
karakter pribadi lainnya. Dengan demikian, keberadaan Bimbingan dan
konseling sangat dibutuhkan agar peserta didik mampu mengenal, menerima
diri sendiri, lingkungan secara positif dan dinamis. Supaya mampu mengambil
keputusan, mengamalkan dan mewujudkan diri sendir isecara efektif dan
produktif.
Untuk mewujudkan cita-cita yang luhur dan suci ini eksistensi guru BK
sangat diperlukan, melihat permasalahan yang dihadapi semakin kompleks,
baik lingkup internasional, regional maupun nasional. Tidak sedikit rintangan
atau kendala-kendala yang menghalangi. Terutama dengan meningkatnya
era globalisasi yang cukup pesat, akan sangat berpengaruh terhadap peserta
didik. Siswa harus bisa menyesuaikan diri dengan tuntutan kemajuan zaman.
Dari sinilah siswa akan mengalami berbagai masalah yang timbul dalam
dirinya, baik masalah pendidikan,masalah sosial, masalah pribadi dan
sebagainya.
Guru BK setidaknya lebih memahami bagaimana penanganan yang
efektif untuk dilakukan kepada peserta didiknya. Karena itu dalam makalah ini
akan di paparkan pola BK 17, pola BK 17+ dan bidang pengembangan dalam
bimbingan dan konseling sebagai upaya menanggulangi berbagai masalah
yang semakin kompleks itu, sertamewujudkan cita-cita pendidikan di atas.

1
B. Rumusan Masalah
1. Apa Saja Program Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Dengan Pola 17+?
2. Hal Apa Saja Yang Terkait Dalam Bimbingan Konseling Koprehensif?

C. Tujuan
1. Mengetahui program apa saja yang ada dalam bimbingan konseling pola
17+ serta mengetahui hal yang ada pada bimbingan konseling
komprehensif.

2
BAB II
PEMBAHASAN

1. Program Bimbingan dan Konseling Pola 17+


Pola bimbingan dan konseling pola 17+ adalah program bimbingan dan
konseling/pemberian bantuan kepada peserta didik melalui, enam bidang bimbingan,
Sembilan layanan, dan enam layanan pendukung yang sesuai dengan norma yang
berlaku. Secara umum tujuan pola bimbingan dan konseling 17+ adalah memberikan
arah kerja/ sebagai acuan dan evaluasi kerja bagi guru BK/ Konselor, membantu
peserta didik mengenal bakat, minat, dan kemampuannya, serta memilih dan
menyesuaikan diri dengan kesempatan, pendidikan, dan merencanakan karier yang
sesuai dengan tuntutan kerja.
1. Bidang Bimbingan
a. Bimbingan pribadi, yaitu bidang layanan pengembangan kemampuan
mengatasi masalah-masalah pribadi dan kepribadian, berkenaan dengan
aspek-aspek intelektual, efektif, dan montorik.
b. Bimbingan sosial, yaitu bidang layanan pengembangan kemampuandalam
mengatasi masalah-masalah social, dalam kehidupan keluarga,disekolah,
maupuin di masyarakat juga upaya dalam berinteraksidengan masyarakat.
c. Bimbingan karier, yaitu layanan yang merencanakan danmempersiapkan
masa depan karier peserta didik.
d. Bimbingan belajar, yaitu layanan untuk mengoptimalkan perkembangan
dan mengatasi masalah dalam proses pembelajaran.
e. Bimbingan keberagamaan, yaitu layanan untuk memilih dan menganut
kepercayaan sesuai dengan dirinya.
f. Bimbingan keberkeluargaan, yaitu layanan yang berkenaan dengan
masalah keluarga
2. Layanan Bimbingan Konselinga
a. Layanan orientasi, layanan yang di tujukan untuk peserta didik atausiswa
baru guna memberikan pemahaman dan penyesuaian diriterhadap
lingkungan sekolah yang baru dimasuki. Hasil yangdiharapkan dari
layanan ini adalah peserta didik dapat menyesuaikandiri terhadap pola
kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan kegiatan lainyang mendukung
keberhasilannya.

3
b. Layanan informasi. Layanan yang bertujuan untuk membekali peserta
didik dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal
yang berguna untuk mengenal diri, merencanakan, dan mengembangkan
pola kehidupan sebagai pelajar, anggota keluarga, dan anggota
masyarakat. Layanan informasi berupaya memenuhi kekurangan
seseorang akan informasi yang dibutuhkan.
c. Layanan penempatan dan penyaluran, yaitu serangkaian kegiatan
bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik agar dapat
menyalurkan/menempatkan dirinya dalam berbagai program
sekolah,kegiatan belajar, penjurusan, kelompok, belajar,pilihan pekerjaan,
dll.Sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, serta kondisi fisik dan
psikisnya.
d. Layanan pembelajaran, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang
memungkinkan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan
belajar yang baik, materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan
kesulitan belajarnya,serta berbagai aspek tujuan daan kegiatan lainnya
yang berguna untuk kehidupannya.
e. Layanan konseling perorangan, yaitu layanan yang memungkinkan
peserta didik memperoleh pelayanan secara pribadi melalui tatap
mukadengan konselor atau guru pembimbing dalam rangka pembahasan
dan pengentasan masalah yang di hadapi peserta didik.
f. Layanan bimbingan kelompok, yaitu layanan bimbingan dan konseling
yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui
dinamika kelompok memperoleh berbagai bahan dari narasumber tertentu.
g. Layanan konseling kelompok, yaitu layanan bimbingan dan konseling
yang memungkinkan peserta didik memperoleh kesempatan untuk
membicarakan dan menyelesaikan permasalahan yang dialami melaui
dinamika kelompok, terfokus pada masalah pribadi.
h. Layanan konsultasi, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang di
berikan kepada seseorang untuk memperoleh wawasan, pemahaman,dan
cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani atau membantu
pihak lain.
i. Layanan mediasi, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang
dilaksanakan konselor terhadap dua pihak yang sedang dalam keadaan

4
tidak menemukan kecocokan sehingga membuat mereka saling
bertentangan dan bermusuhan.
3. Layanan Pendukung
a. Aplikasi instrumentasi, yaitu kegiatan pendukung berupa pengumpilan data
dan keterangan tentang peserta didik dan lingkungan yang lebih luas yang
dilakukan baik dengan tes maupun non tes.
b. Himpunan data, yaitu kegiatan untuk menghimpun seluruh data dan
keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan pesertadidik.
c. Konferensi kasus, yaitu kegiatan bimbingan dan konseling untuk
membahas permaslahan yang dialami oleh peserta didik dalam suatu
forum pertemuan yang dihadiri oleh berbagai pihak yang diharapkan dapat
meberikan penyelesaian.
d. Kunjungan rumah, yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memperolehdata,
keterangan, kemudahan, dan komitmen bagi pemecaha masalahyang
dialami peserta didik melalui kunjungan rumahnya.
e. Alih tangan kasus, yaitu kegiatan bimbingan dan konseling untuk
mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas terhadap masalah
yang di alami peserta didik dengan memindahkan penanganan ke pihak
yang lebih kompeten dan berwenang.
f. Terapi kepustakaan, yaitu kegiatan pemecahan masalah dengan buku
4. Efektivitas BK Pola 17+
(BK Pola 17) itu sendiri.Frank W. Miller dalam bukunya berjudul “Guidance,
Principle and Service” (1961),mengemukakan sebagai berikut:
a. Program bimbingan itu hendaknya dikembangkan secara berangsur-
angsur atau tahap demi tahap dengan melibatkan semua unsur atau staf
sekolah dalam perencanaannya.
b. Program bimbingan itu harus memiliki tujuan yang ideal dan realitas dalam
perencanaannya.
c. Program bimbingan itu hendaknya mencerminkan komunikasi yang
continue antara semua unsur atau staf sekolah.
d. Program bimbingan itu hendaknya menyediakan atau memiliki fasilitas
yang diperlukan.
e. Program bimbingan itu hendaknya memberikan layanan kepada semua
murid.

5
f. Program bimbingan itu hendaknya menunjukkan peranan yang penting
dalam menghubungkan dan mengintegrasikan sekolah dengan
masyarakat.

g. Program bimbingan itu hendaknya memberikan kesempatan untuk


melaksanakan penilaian terhadap diri sendiri.
h. Program bimbingan itu hendaknya menjamin keseimbangan layanan
bimbingan, dalam hal :
1) Layanan kelompok dan individual
2) Layanan yang diberikan oleh berbagai jenis petugas bimbingan
3) Penggunaan alat pengukur atau teknik pengumpulan data yang
obyektif maupun subyektif.
4) Pemberian jenis-jenis bimbingan
5) Pemberian bimbingan secara umum dan penyaluran secara khusus.
6) Pemberian bimbingan dengan berbagai program
7) Penggunaan sumber-sumber didalam maupun di luar sekolah
bersangkutan.
8) Kebutuhan individual dan kebutuhan masyarakat
9) Kesempatan untuk berfikir, merasakan dan berbuat.

2. Bimbingan Konseling Komprehensif


1. Pengertian Bimbingan Konseling Komprehensif.

Bimbingan dan konseling merupakan serangkaian kegiatan atau aktivitas yang


dirancang oleh konselor untuk membantu klien dalam upaya untuk mengembangkan
dirinya seoptimal mungkin. Karena perkembangan siswa bersifat fluktuatif, maka
untuk membantu kondisi seperti itu perlu diberikan layanan bimbingan konseling
yang komprehensif.Bimbingan dan konseling komprehensif merupakan upaya untuk
memberikan bantuan secara utuh yang melibatkan konselor, pimpinan sekolah, guru
mata pelajaran, staff administrasi, orang tua dan masyarakat.

Bimbingan dan konseling komprehensif diprogramkan untuk semua peserta


didik, artinya bahwa semua peserta didik hukumannya wajib menerima layanan
bimbingan dan konseling, sehingga persepsi bahwa fokus bimbingan dan konseling

6
hanyalah pada siswa yang bermasalah saja akan hilang. Oleh karena itu, bimbingan
dan konseling komprehensif perlu memperhatikan ruang lingkup yang menyeluruh,
dirancang untuk lebih berorientasi pada pencegahan dan tujuannya pengembangan
potensi peserta didik.Melalui bimbingan dan konseling komprehensif peserta didik
diharapkan memahami dan dapat mengetahui kehidupan yang mencakup kehidupan
akademik, karier, dan pribadi sosial.Fokus utama dalam bimbingan dan konseling
komprehensif adalah teraktualisasinya potensi peserta didik dapat berkembang
secara optimal. Lima premis dasar dalam bimbingan dan konseling komprehensif
menurut Gysbers dan Henderson (2006:28) adalah sebagai berikut :

a. Tujuan bimbingan dan konseling komprehensif bersifat kompatibel dengan


tujuan pendidikan;
b. Program bimbingan dan konseling komprehensif bersifat perkembangan;
c. Program bimbingan dan konseling merupakan Team building approach;
d. Program bimbingan dan konseling merupakan proses yang sistematis dan
dikemas melalui tahap-tahap perencanaan, desain, implementasi, evaluasi,
dan tindak lanjut
e. Program bimbingan dan konseling harus dikendalikan oleh kepemimpinan
yang; mempunyai visi dan misi yang kuat tentang bimbingan dan konseling.

2. Tujuan Bimbingan Konseling Komprehensif.

a. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta


kehidupannya di masa yang akan datang;

b. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal


mungkin;
c. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat
serta lingkungan kerjanya;
d. Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian
dengan lingkung¬an pendidikan, masyarakat maupun lingkungan kerja.

3. Fungsi Bimbingan Konseling Komprehensif.

a. Pemahaman yaitu membantu peserta didik (siswa) agar memiliki pemahaman


terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan
norma agama);

7
b. Preventif yaitu upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai
masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya agar tidak
dialami oleh peserta didik;
c. Pengembangan yaitu konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan
lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan siswa;
d. Perbaikan (penyembuhan) yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif;
e. Penyaluran yaitu fungsi bimbingan dalam membantu individu memilih
kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi dan memantapkan
penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan
ciri-ciri kepribadian lainnya;
f. Adaptasi yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan khususnya
konselor, guru atau dosen untuk mengadaptasikan program pendidikan terhadap
latar belakang pendidikan, minat kemampuan, dan kebutuhan individu (siswa);
g. Penyesuaian yaitu fungsi bimbingan dalam membantu individu (siswa) agar
dapat menyesuaikan diri secara dinamis dan konstruktif terhadap program
pendidikan, peraturan sekolah, atau norma agama.

4. Prinsip-prinsip Bimbingan Konseling Komprehensif.

Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai pondasi atau


landasan bagi layanan bimbingan.Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep
filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian layanan bantuan
atau bimbingan, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Prinsip-prinsip itu adalah
sebagai berikut:

a. Bimbingan diperuntukan bagi semua individu (guidance is for all individuals);


Bimbingan bersifat individualisasi yaitu setiap individu bersifat unik (berbeda
satu sama lainnya);
b. Bimbingan menekankan hal yang positif;
c. Bimbingan merupakan usaha bersama sekolah. Mereka sebagai team work
terlibat dalam proses bimbingan;
d. Pengambilan keputusan merupakan hal yang esensial dalam bimbingan;
e. Bimbingan berlangsung dalam berbagai setting (adegan) kehidupan

8
5. Bidang Bimbingan Konseling Komprehensif.

a. Bimbingan akademik yaitu bimbingan yang diarahkan untuk membantu para


individu dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah akademik;
b. Bimbingan sosial pribadi merupakan bimbingan untuk membantu para individu
dalam memecahkan masalah-masalah sosial pribadi;
c. Bimbingan karier yaitu bimbingan untuk membantu individu dalam
perencanaan, pengembangan dan pemecahan masalah-masalah karier.

6. Komponen Program Bimbingan Konseling Komprehensif.

a. Layanan dasar
Layanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh
peserta didik melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal
atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan
perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan
(yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian) yang diperlukan
dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam
menjalani kehidupannya.
b. Layanan Responsif
Layanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada peserta didik yang
menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan
segera, sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam
proses pencapaian tugas-tugas perkembangan.
c. Perencanaan Individual
Layanan ini diartikan proses bantuan kepada peserta didik agar mampu
merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan
masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya
serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di
lingkungannya.
d. Dukungan Sistem
Ketiga komponen diatas, merupakan pemberian layanan bimbingan dan
konseling kepada peserta didik secara langsung.Sedangkan dukungan sistem
merupakan komponen layanan dan kegiatan manajemen, tata kerja, infra
struktur (misalnya Teknologi Informasi dan Komunikasi) dan pengembangan

9
kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan yang secara tidak
langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi
kelancaran perkembangan peserta didik.

7. Strategi Implementasi Komponen Program Bimbingan Konseling Komprehensif

a. Pelayanan Dasar

1.Bimbingan Kelas

Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak


langsung dengan para peserta didik di kelas.Secara terjadwal, konselor
memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. Kegiatan
bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah
pendapat)

Pelayanan Orientasi

Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik


dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama
lingkungan sekolah/madrasah, untuk mempermudah atau memperlancar
berperannya mereka di lingkungan baru tersebut.Pelayanan orientasi ini
biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru.

Materi pelayanan orientasi di sekolah/madrasah biasanya mencakup


organisasi sekolah/madrasah, staf dan guru-guru, kurikulum, program
bimbingan dan konseling, program ekstrakurikuler, fasilitas atau sarana
prasarana dan tata tertib sekolah/madrasah

Pelayanan Informasi

Pelayanan ini merupakan pemberian informasi tentang berbagai hal yang


dipandang bermanfaat bagi peserta didik melalui komunikasi langsung

10
maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik, seperti:
buku, brosur, leaflet, majalah dan internet)

Bimbingan Kelompok

Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui


kelompok-kelompok kecil (5-10 orang). Bimbingan ini ditujukan untuk
merespon kebutuhan dan minat para peserta didik.Topik yang didiskusikan
dalam bimbingan kelompok ini, adalah masalah yang bersifat umum (common
problem) dan tidak rahasia, seperti cara-cara belajar yang efektif, kiat-kiat
menghadapi ujian dan mengelola stress.

Pelayanan Pengumpulan Data (aplikasi instrumentasi)

Merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang


pribadi peserta didik dan lingkungan peserta didik. Pengumpulan data ini
dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes.

b. Pelayanan Responsive
1) Konseling Individual dan Kelompok

Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik


yang mengalami kesulitan, mengalami hambatan dalam mencapai tugas-
tugas perkembangannya. Melalui konseling, peserta didik (konseli) dibantu
untuk mengidentifikasi masalah, penyebab masalah, penemuan alternatif
pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan secara lebih
tepat.Konseling ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok.

2) Reveral (Rujukan atau Alih Tangan)

Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani


masalah konseli, maka sebaiknya dia mereferal atau mengalih tangankan
konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang, seperti psikolog, psikiater,
dokter, dan kepolisian. Konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang

11
memiliki masalah, seperti mempunyai niat untuk bunuh diri, depresi, tindak
kejahatan (kriminalitas), kecanduan narkoba, dan penyakit kronis.

3) Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas

Konselor berkolaborasi dengan guru dan wali kelas dalam


rangka memperoleh informasi tentang peserta didik (seperti prestasi belajar,
kehadiran, dan pribadinya), membantu memecahkan masalah peserta didik,
dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru
mata pelajaran. Aspek-aspek itu di antaranya: memahami karakteristik
peserta didik yang unik dan beragam, menandai peserta didik yang diduga
bermasalah, membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar
melalui program remedial.

4) Kolaborasi dengan Orang tua

Konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua peserta didik.
Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap peserta didik tidak
hanya berlangsung di sekolah/madrasah, tetapi juga oleh orang tua di rumah.
Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan
informasi, pengertian, dan tukar pikiran antar konselor dan orang tua dalam
upaya mengembangkan potensi peserta didik atau memecahkan masalah
yang mungkin dihadapi peserta didik.

5) Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar sekolah/madrasah

Yaitu berkaitan dengan upaya sekolah atau madrasah untuk


menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang
relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan.

6) Konsultasi

Konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru, orang tua, atau pihak
pimpinan sekolah atau madrasah yang terkait dengan upaya membangun

12
kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para peserta didik,
menciptakan lingkungan sekolah atau madrasah yang kondusif bagi
perkembangan peserta didik, melakukan referal, dan meningkatkan kualitas
program bimbingan dan konseling.

7) Bimbingan Teman Sebaya

Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh peserta
didik terhadap peserta didik yang lainnya.Peserta didik yang menjadi
pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor.
Peserta didik yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor
yang membantu peserta didik lain dalam memecahkan masalah yang
dihadapinya, baik akademik maupun non-akademik. Di samping itu dia juga
berfungsi sebagai mediator yang membantu konselor dengan cara
memberikan informasi tentang kondisi, perkembangan, atau masalah peserta
didik yang perlu mendapat pelayanan bantuan bimbingan atau konseling.

8) Konferensi Kasus

Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu


pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan
keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan
peserta didik itu. Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan
tertutup.

9) Kunjungan Rumah

Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik
tertentu yang sedang ditangani dalam upaya mengentaskan masalahnya
melalui kunjungan ke rumahnya.

13
c. Perencanaan Individual

Konselor membantu peserta didik menganalisis kekuatan dan kelemahan


dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh, yaitu yang
menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan atau aspek-aspek
pribadi, sosial, belajar, dan karir. Melalui kegiatan penilaian diri ini, peserta
didik akan memiliki pemahaman, penerimaan, dan pengarahan dirinya secara
positif dan konstruktif. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan
juga melalui pelayanan penempatan (perpindahan situasi dari sekolah ke
lapangan kerja, sekolah ke jenjang berikutnya, atau pindah ke sekolah lain)
untuk membantu peserta didik menempati posisi yang sesuai dengan bakat
dan minatnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Gysber & Henderson (2006: 75)
menyatakan strategi implementasi dari individual planning adalah dengan
cara:

1) Individual appraisal yaitu konselor sekolah membantu siswa untuk


menilai dan menafsirkan kemampuan, minat, keterampilan dan
prestasi mereka;

2) Individual advisement yaitu konselor sekolah membantu siswa


untuk menggunakan informasi pribadi/sosial, akademik, karir, dan
informasi pasar tenaga kerja untuk membantu mereka
merencanakan dan menyadarkan mereka tentang pribadi, sosial,
akademik, dan tujuan karirnya;

3) Transition planning yaitu konselor sekolah dan tenaga pendidikan


lainnya membantu siswa untuk melakukan transisi dari sekolah ke
kerja atau untuk pelajaran tambahan dan pelatihan;

14
4) Follow-up yaitu konselor sekolah dan tenaga pendidikan lainnya
memberikan bantuan tindak lanjut untuk siswa serta tindak lanjut
mengumpulkan data untuk evaluasi dan perbaikan program.

Konseli menggunakan informasi tentang pribadi, sosial, pendidikan dan karir


yang diperolehnya untuk merumuskan tujuan dan merencanakan kegiatan
(alternatif kegiatan) yang menunjang pengembangan dirinya atau kegiatan
yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya, melakukan kegiatan
yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan, dan
mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukannya.

d. Dukungan system

Pengembangan Profesi

Konselor secara terus menerus berusaha untuk meng-update pengetahuan


dan keterampilannya melalui in-service training, aktif dalam organisasi
profesi, aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah, seperti seminar dan workshop
atau melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi.

Manajemen Program

Program pelayanan bimbingan dan konseling tidak mungkin akan tercipta,


terselenggara dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem manajemen yang
bermutu, dalam arti dilakukan secara jelas, sistematis, dan terarah. Oleh
karena itu, bimbingan dan konseling harus ditempatkan sebagai bagian
terpadu dari seluruh program sekolah/madrasah dengan dukungan wajar
dalam aspek ketersediaan sumber daya manusia (konselor), maupun sarana
dan pembiayaan.

Riset dan Pengembangan

Strategi melakukan penelitian mengikuti kegiatan profesi dan mengikuti


aktifitas peningkatan profesi serta kegiatan pada organisasi profesi.
15
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pola bimbingan dan konseling pola 17+ adalah progam bimbingandan
konseling yang memberikan bantuan kepada peserta didik melalui, enam
bidang bimbingan, sembilan layanan, dan enam layanan pendukung yang
sesuai dengan norma yang berlaku. Secara umum tujuan pola bimbingan
dan konseling 17+ adalah Memberikanarah kerja atau sebagai acuan dan
evaluasi kerja bagi guru BK (konselor), membantu peserta didik mengenal
bakat, minat, dankemampuannya, serta memilih dan menyesuaikan diri
dengankesempatan, pendidikan, dan merencanakan karier yang sesuai
dengan tuntutan kerja. Bimbingan dan konseling komprehensif merupakan
upaya untuk memberikan bantuan secara utuh yang melibatkan konselor,
pimpinan sekolah, guru mata pelajaran, staff administrasi, orang tua dan
masyarakat.
Bimbingan dan konseling komprehensif diprogramkan untuk semua
peserta didik, artinya bahwa semua peserta didik hukumannya wajib
menerima layanan bimbingan dan konseling, sehingga persepsi bahwa fokus
bimbingan dan konseling hanyalah pada siswa yang bermasalah saja akan
hilang. Oleh karena itu, bimbingan dan konseling komprehensif perlu
memperhatikan ruang lingkup yang menyeluruh, dirancang untuk lebih
berorientasi pada pencegahan dan tujuannya pengembangan potensi
peserta didik.Melalui bimbingan dan konseling komprehensif peserta didik
diharapkan memahami dan dapat mengetahui kehidupan yang mencakup
kehidupan akademik, karier, dan pribadi sosial

16
B. Saran
Dengan mengucap syukur Alhamdulillah pada Allah SWT, penulis dapat
menyelesaikan makalah ini dengan baik, dan tentunya masih jauhdari
harapan. Oleh karena itu, masih perlu kritik dan saran yangmembangun serta
bimbingan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan penulis.

DAFTAR PUSTAKA

A., Hellen. 2005. Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Quantum Teaching


S., Winkel, W. dan M.M. Sri Hastuti. 1997.Bimbingan dan Konseling di
InstitusiPendidikan. Jakarta:Gramedia
http://pembelajaranbimbingandankonseling.blogspot.com/2016/11/pola-17- plus.html
diakses pada tanggal (13 Maret 2019)
https://utariyahya95.wordpress.com/2014/04/23/bk-pola-17-dan-bk-komprehensif/
diakses pada tanggal (15 Maret 2019)
https://www.materikonseling.com/2020/12/bimbingan-konseling-pola-17-plus-dan-
bimbingan-konseling-komprehensif.html?m=1
https://azyfatulazyfah.wordpress.com/2014/05/01/bk-pola-17-plus-dan-bk-
komprehensip/

17

Anda mungkin juga menyukai