Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Praktek Kerja Industri


Dalam Sistem Pendidikan Nasional Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),
merupakan salah satu sub sistem yang mempunyai fungsi dan peranan langsung
dalam pengembangan sumber daya manusia,sebagai Integral Program
Pembangunan Ekonomi.
Sebagai sub sistem dari sistem Pendidikan Nasional Sekolah Menegah
Kejuruan (SMK) berfungsi menyiapkan tenaga kerja yang mempunyai
kemampuan profesional. Hal ini dilakukan karena selama ini pelajaran praktek
kejuruan yang dilakukan di sekolah masih banyak di mulai sehingga belum
banyak memberikan keahlian yang profesional terhadap siswa didik.        
Dengan mengikuti garis besar kebijakan pemerintah dalam bidang
pendidian dan mempelajari situasi di Indonesia dewasa ini prinsip penguasaan
keahlian profesi, maka perlu diterapkan praktek kerja industri (prakrin) dalam
bentuk praktek industri untuk Sekolah Menengah Kejuruan umumnya dan
khususnya di SMK Bajang NW Ajan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.
Dengan praktek kerja industri (prakerin) para siswa di harapakan nantinya
mendapatkan ilmu pengetahuan dari dunia usaha/industri selain ilmu pengetahuan
yang di dapat melalui pendidikan Sekolah.

I.2 Tujuan Praktek Kerja Industri


Kegiatan praktek kerja industri atau pengalaman kerja lapangan bertujuan :
a. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional
dengan tingkat pengetahuan keterampilan dan etos kerja yang
sesuai dengan tuntunan lapangan kerja
b. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga
kerja yang berkualitas profesional
c. Memberi pengetahuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja
sebagai bagian dari proses pendidikan

1
d. Mempelajari Organisasi atau istana praktek yang mencangkup
nyata perusahaan struktur,manajemen,tenaga kerja,dan lain-lain.
e. Sebagai salah satu syarat mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN)
f. Meningkatkan hubungan dan komunikasi antara Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) dan Dunia Industri

I.3 Metode Kegiatan Yang Digunakan


Dalam penyusunan laporan ini, penulis menggunakan beberapa metode
dan teknik penulisan dengan maksud agar memudahkan di dalam pengumpulan
data ,sehingga susunan laporan ini dapat tersusun dengan lebih baik dan sesuai
dengan situasi dan kondisi.
Adapun metode dan teknik yang di gunakan dalam penyusunan laporan
antara lain sebagai berikut :
1) Metode penyusunan
Dalam penulisan laporan ini penulis menggunakan metode
“deskriptif,argumentasi,dan memaparkan permasalahan secara terperinci sesuai
dengan data dan fakta yang ada.
2) Teknik Penyusunan
a) Observasi
Yaitu melaksanakan secara langsung di perusahaan atau instansi melalui teori
yang kemudian di terapkan dalam bentuk kegiatan atau Praktek Kerja Lapangan
(PKL)
b) Interview
Yaitu mengumpulkan data dengan cara melakukan tanya jawab secara langsung,
hal ini di lakukan untuk memperoleh suatu informasi yang tepat dan jelas yang di
butuhkan di dalam penyusunan laporan.
c) Browsing
Penulis mencari dan mengumpulkan informasi(data) mengenai materi
pembahasan melalui media internet

2
I.4 Sistematika Laporan
Adapun sistematikanya adalah sebagai berikut :
A. Bab I Pendahuluan
Pada Bab ini penulis akan menguraikan tentang pengertian PKL/PSG,maksud dan
tujuan PKL/PSG,Tujuan Pembuatan Laporan,Metode dan Teknik Penyusunan
Laporan serta Sistematika Penyusunan Laporan
B. Bab II Pembahasan/Studi Kasus
Pada Bab ini berisikan mengenai sejarah singkat bedirinya perusahaan,waktu dan
tempat pelaksanaan dan sebagainya. Pada Bab ini juga penulis akan menguraikan
tentang alasan memilih materi yang di laporkan.
C. Bab IV Penutup
Pada Bab ini berisikan kesimpulan dan saran pelaksanaan praktek kerja industri
(prakerin)

I.5 Tujuan Penulisan Laporan


Tujuan Penulisan Laporan Prakerin adalah :
a. Sebagai bukti telah melaksanakan prakerin
b. Untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh ujian akhir prakerin
c. Untuk memenuhi tugas yang di berikan pembimbing produktif
d. Sebagai laporan dari hasil Praktek kerja industri yang telah di laksanakan
secara tertulis
e. Sebagai pedoman untuk pembuatan karya tulis selanjutnya
f. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa angkatan berikutnya

3
I.6 Manfaat PSG/Prakrin

a. Manfaat Bagi Siswa


Manfaat Praktik Kerja Industri bagi siswa yakni terbentuknya kemitraan
selama mengikuti program Praktek Kerja Industri itu sendiri, sehingga menjadi
modal peluang dimasa depan sebagai persiapan membangun karier
dibidangnya.Selain itu juga sebagai media penyalur ide, aspirasi, dan menunjukan
prestasi pada perusahaan tempat melaksanakan Praktek Kerja Industri.Manfaat
yang bisa didapat juga sebagai pengenalan, pemahaman, berbagai aspek suatu
perusahaan, seperti: standar kerja, budaya perusahaan, dan hal positif lainnya yang
bermanfaat.
b. Manfaat Bagi Perusahaan/ DU/DI
Manfaat Praktek Kerja Industri bagi perusahaan adalah terbentuknya
jaringan antara para siswa, sekolah, dan perusahaan untuk maju dan saling
sinergis dengan tujuan institusi masing-masing. Serta sebagai media pertukaran
informasi dibidang teknologi dan aplikasi keilmuan antara perusahaan sebagai
pengguna teknologi dengan sekolah sebagai pengembang studi ilmu pengetahuan
dan teknologi.
c. Manfaat Bagi Sekolah
Manfaat Praktek Kerja Industri bagi sekolah adalah sebagai perwujudan program
keterkaitan dan kesepadanan antara sekolah dengan pihak industri. Juga sebagai
umpan balik penyempurnaan program Praktek Kerja Industri, sistem
pembelajaran, menyelaraskan kesepadanan dengan kebutuhan
pemakai / pengguna lulusan dengan sistem pembelajaran di Praktek Kerja
Industri. Manfaat lainnya yakni sebagai bahan referensi bagi pihak sekolah untuk
menelaah efektivitas program pembelajaran yang dijalankan kepada siswa.

4
BAB II
PEMBAHASAN

II.1 SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN/ DU/DI

UD.TUTI adalah sebuah badan usaha kecil menengah yang bergerak


dalam bidang otomotif(khususnya sepeda motor) meliputi perawatan,
penjualan suku cadang segala produk sepeda motor dari berbagai
brand( HONDA, YAMAHA,SUZUKI) yang didirikan pada tanggal 20
Februari 2006, yang beralamat di jalan jurusan Gerami-Lendang Nangka
yang didirikan oleh H.MASKUR karena ketertarikannya pada dunia
otomotif. Berbekal keterampilan yang ia miliki ia mulai merintis usahanya
dengan modal seadanya dan perlahan-lahan mulai berkembang sampai ia
membutuhkan tenaga bantuan, ia merekrut orang-orang yang berada di
sekitar lingkungannya hingga saat ini tercatat ada lebih dari 5 orang
karyawan yang bekerja disana. Akan tetapi di karenakan beberapa faktor
internal dari karyawan itu sendiri, H.Maskur tidak bisa menahan
karyawannya dan hanya tersisa satu orang yang bekerja membantunya
yaitu Jalaludin.
Bengkel ini berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan
memperhatikan kualitas service sepeda motor, keaslian suku cadang yang
diperjual-belikan, serta kenyamanan pelanggan yang memakai jasa
bengkel ini.

5
II.2 STRUKTUR ORGANISASI BENGKEL

H.MASKUR
Pemilik bengkel

TUTI JALALUDIN

Kasir Mekanik

6
II.3 SISTEM KERJA PRAKTEK KERJA INDUSTRI/PENDIDIKAN
SISTEM GANDA (Prakrin/PSG)

Kegiatan yang dilakukan setiap hari selama PSG yaitu terdiri dari 2
kegiatan:

a. Kegiatan Umum
1) Buka bengkel dan bersih-bersih
2) Melaksanakan kegiatan PSG/Prakrin
b. Kegiatan Khusus
Kegiatan khusus adalah kegiatan inti yang dilaksanakan oleh siswa
yang berhubungan dengan bengkel.Kegiatan tersebut meliputi kegiatan
praktek seperti :
1) Pengecekan Rem dan Lampu indicator
2) Pemeriksaan Peredam Kejut
3) Pembersihan Carburator
4) Penyetelan Katup klep
5) Pemeriksaan Sistim Kemudi
6) Penyetelan Rantai
7) Pembersihan Spark Plug (Busi)
8) Pembersihan Filter Carburator
9) Penyetelan Handle Gas
10) Penggantian Oli
11) Pengecekan Baterai
12) Pengecekan Settingan Carburator
13) Test Drive (Uji Coba Jalan)

Alat-alat yang digunakan :

1) Kunci pas 10 – 12
2) Kunci ring 14 – 17
3) Obeng  + /-

7
4) Obeng (-) setting
5) Kunci shock 16
6) Tang
7) Tracker
8) Ratchet Handle
9) Kunci shock 17
10) Screwdriver Pounding(Obeng Ketok)
11) Puller
12) Kunci T8
13) Kunci T10
14) Kunci T12
15) Kunci L5
16) Kunci L4
17) Adjuster(Penahan)
18) Kunci Ring 8-10
19) Tang Jepit
20) Palu

Langkah-langkah kegiatan :

a. TUNE UP
Adalah kegiatan mengembalikan  kinerja mesin ke seperti semula.
Pada uraian ini, saya akan menguraikan cara tune up sepeda motor Satria
F. Pada uraian ini kegiatan saya batasi hanya membahas cara penyervisan dari
awal hingga akhir pada sepeda motor Satria F. Adapun langkah – langkah cara
penyervisan sepeda motor Satria F, adalah sebagai berikut :
a) Pengecekan Rem dan Lampu  indicator
Untuk pengecekan rem, cek rem depan dan belakang. Untuk pengecekan rem
depan tekan handle rem depan,apakah pengereman rem depan masih kuat atau
lemah. Untuk  rem belakang,injak dengan kaki pedal rem belakang apakah rem
belakang masih dalam keadaan baik atau tidak.

8
b) Pemeriksaan Peredam Kejut
Memeriksa suspensi                                                   
ð  Periksa suspensi belakang dan depan denagan cara menggoyangkan motor
kedepan, ke belakang, ke atas, dan ke bawah. Periksa kemungkinan adanya
kebengkokan dan kebocoran oli pada peredam kejut.
c) Pembersihan Carburator
Buka carburator dengan obeng (+), lalu lepaskan komponen-komponen yang ada
pada carburator,meliputi:
ð  Pilot jet
ð  Main jet
ð  Needle jet
ð  Float (pelampung)
ð  Katup pelampung
ð  Pilot air screw
ð  Mangkok pelampung
ð  Pin pelampung
Kemudian bersihkan masing-masing komponen tersebut dengan bensin dan air
compressor, lalu pasang kembali seperti semula.
d) Penyetelan Katup klep
Buka tutup klep, lalu atur klep dengan menggunakan adjuster (penahan) dan kunci
ring 8-10
e) Pemeriksaan Sistim Kemudi
ð  Pemeriksaan kemudi / steering
Periksa kemudi / steering head pegang dengan kuat bagian bawah fork, da
goyangkan kedepan dan kebelakang , kemudian setel kemudi dengan cara :
-          Kendorkan mur bagian atas
-          Atur kekencangan mur bagian bawah
-          Kencangkan sesuai spesifikasi

9
f) Penyetelan Rantai
Kendorkan mur as roda belakang dengan kunci ring 14-17, lalu atur kekencangan
rantai dengan kunci pas 10-12. Jika telah di atur kekencangan rantai nya
kencangkan kembali mur as roda belakang
g) Pembersihan Spark Plug (Busi)
Buka spark plug dengan kunci shock 16, lalu bersihkan dengan sikat kawat dan
amplas, jika sudah pasangkan kembali.
h) Pembersihan Filter Karburator
Buka filter, lepaskan baut filter dengan obeng (+), lalu semprotkan dengan air
kompresor agar filter kembali bersih,setelah di bersih kan pasang kembali.
i) Penyetelan Handle Gas
Atur mur handle gas dengan kunci pas 10-12, lalu setel handle gas sesuai
spesifikasi.
j) Penggantian Oli
Buka baut oli dengan kunci 14-17,lalu keluarkan oli dari mesin setelah habis
semua. Tutup kembali baut lalu buka tuangkan oli yang baru ke dalam mesin.
k) Pengecekan Baterai
Meliputi sebagai berikut :
ð  Pemeriksaan tegangan baterai dengan avometer dengan standard 12V
ð  Pengecekan terminal baterai dari kotoran yang menempel pada terminal            
positive maupun negative
ð  Pemeriksaan elektroda baterai (PbSoO4) dengan menggunakan hydrometer
l) Pengecekan Settingan Carburator
Atur sekrup langsam dan sekrup udara pada Carburator.
Settingan Sekrup Udara dari masing-masing tipe carburator :
ð  BS (Vacum)                      : 2 ¾ Putaran
ð  TV Konvensional             : 1 ¾ Putaran
m) Test Drive (Uji Coba Jalan)
Test drive dilakukan setelah semua kegiatan tune up telah dilaksanakan, tujuan
test drive adalah memeriksa keadaan motor saat berjalan

10
b. OVERHAUL(Pemeriksaan)
1) Overhaul cylinder head

Langkah-langkahnya :
ð   Pengetopan piston
ð   Lepaskan tutup klep
ð   Lepaskan tutup kepala busi, dan busi dengan menggunakan kunci
shock 16
ð   Lepaskan Knalpot (mufler)  dari cylinder head
ð   Lepaskan baut-baut pemasangan manifold pemasukan
ð   Lepaskan baut-baut yang pada sproket
ð   Lepaskan mur-mur penutup
ð   Lepaskan penutup kepala cylinder dan gasket
ð   Lepaskan baut pemasang kepala cylinder
ð   Lepaskan gasket,pin dowel
ð   Lepaskan poros rocker arm, dan rocker arm
ð   Lepaskan camshaft
ð   Lepaskan cotter (kuku macan) dengan kunci perkakas
ð   Lepaskan spring valve,sil klep,penahan
ð   Jika keseluruhan komponen telah terlepas, periksa keausan pada
camshaft. Ukur dengan alat micrometer
ð   Bersihkan kerak-kerak yang berada pada ruang bakar,lubang busi
dan daerah sekitar klep dengan sikat kawat dan bor
ð   Periksa kepala cylinder terhadap adanya perubahan bentujdengan
mistar pengukur kelurusan dan sebuah lidah pengukur
ð   Pemeriksaan pada permukaan rocker arm dari keausan atau
kerusakan
ð   Periksa masing-masing klep terhadap keolengan
ð   Lakukanlah penyekiran klep,dengan amril dan selang karet lalu
putar klep-klep terhadap dudukanya. Kemudian lepaskan klepperiksa
lebar dari masing-masing dudukan klep,jika dudukan masih terlalu

11
lebar atau sempit lakukan penyekiran kembali hingga klep sesuai
dengan spesifikasi
ð   Penggantian sil klep yang lama dengan yang baru.
ð   Setelah semua telah di lakukan pasang kembali komponen-
komponen tersebut seperti semula
2) Overhaule CVT (continuosly variable transmission)

Langkah-langkahnya :
ð Lepaskan baut-baut yang ada pada box CVT dengan kunci T8.
ð Jika sudah terlepas semua,buka box CVT.
ð Kemudian lepaskan nut (mur) bagian sekunder,dengan kunci
shock17 dan rechet handle.
ð Setelah terlepas pisahkan o ring, mur, cluth housing (rumah
kopling), cluth carier (kampas sentrifugal), spring secondary, seat
secondary spring,secondary sliding shave, van belt, dan secondary fixed
sheave comp.
ð Kemudian lepas mur bagian primer.
ð Setelah terlepas,pisahkan masing-masing komponen yaitu, mur,
cluth one, cam, roller/weight, primary sliding, slider,collar (bosh mangkok
CVT), sheave primary.
ð Bersihkan semua komponen-komponen tersebut dengan bensin,
kecuali cluth housing (rumah kopling) amlas permukaan dalamnya lalu
semprot dengan air compressor.
ð Setelah komponen tersebut telah di bersihkan semua, pada
komponen primary sliding sheave dan secondary sliding sheave di beri
grease.
ð Jika semua telah di lakukan pasang kembali komponen-
komponen CVT seperti semula.
ð Pasang kembali box CVT dengan baut menggunakan kunci T8.

12
II.4 Kegiatan Prakrin/PSG yang menjadi point utama laporan

Setelah menyebutkan beberapa kegiatan yang dilakukan selama


prakrin/PSG, disini fokus utama yang saya ambil adalah mengenai sistem rem.
Berikut ini adalah uraian selengkapnya:
a. Kajian Teori

SISTEM REM
1.1 Pengertian
        Rem merupakan salah satu bagian dari kendaraan yang mempunyai
peran yang sangat penting untuk kenyamanan dan keselamatan pengendara sepeda
motor. Rem adalah salah satu bagian kendaraan yang berfungsi untuk mengurangi
kecepatan atau menghentikan kendaraan melalui gesekan antara sepatu rem
dengan tromol dengan mekanisme tertentu.
1.2 Prinsip sistem pengereman
        Prinsip sistem pengereman adalah perubahan energi kinetik
menjadi energi panas dalam bentuk gesekan panas.
1.3 Macam-macam Rem
        Ada dua macam sistim pengereman pada sepeda motor , yaitu :
 Tipe drum (tromol)
 Tipe disk (cakram)
Kedua-duanya berputar bersama-sama roda. Masing-masing dilambatkan
oleh gesekan rem atau pad yang menekannya.
 Rem Tromol
        Rem tromol digunakan pada kendaraan tipe terdahulu, tetapi
biasanya juga digunakan untuk rem bagian belakang kendaraan. Rem tromol
terdiri dari komponen rumah rem / drum dan kampas rem, cara kerja rem tromol
adalah rem bekerja atas dasar gesekan antara sepatu rem dengan drum yang ikut
berputar dengan putaran roda kendaraan. Agar gesekan dapat memperlambat
kendaraan dengan baik, sepatu rem dibuat dari bahan yang mempunyai koefisien
gesek yang tinggi.

13
a) Prinsip kerja rem tromol
Single leading shoe type(Leading-Trailing Shoe Type)
       Tenaga pengereman dari pedal atau handle dialirkan ke bubungan rem
melalui kabel atau batang rem. Bubungan (seperti pada gambar.21) akan
menggerakan sepatu (shoe) rem, yang selanjutnya bergesekan dengan drum, untuk
memperlambat putaran drum yang berhubungan dengan roda. Sehingga putaran
roda akan diperlambat.
       Dengan Konstruksi/posisi shoe (sepatu) yang demikian, maka leading shoe
menghasilkan gaya yang lebih besar daripada trailing shoe. Kenaikan gaya pada
leading shoe ini yang disebut “SELF ENERGIZING”.

Dual leading shoe type


       Perbedaan dengan "Single Leading Shoe" adalah pads tipe ini memakai dua
buah "Bubungan rem". Dengan gaya yang sama dari pedal atau handel rem, tipe
ini akan memberikan gaya pengereman yang lebih besar.
       Karena sistim ini menghasilkan gesekan yang paling penting pads komponen-
komponen . rem maka diperlukan meterial yang dapat menyalurkan panas dengan
cepat. Aluminium alloy adalah material yang mempunyai konduktivitas panas
yang tinggi. Dan juga sirip-sirip pendingninan (Cooling fins) pada hub
dipergunakan untuk mempercepat proses pendinginan.
b) Pemeriksaan rem tromol
 Tromol rem
-       Periksa tromol rem terhadap kerusakan, dan ganti jika diperlukan.
-       Ukur diameter dalam tromol rem pada permukaan lining pada
beberapa   tempat dan dapatkan ukuran terbesar.
Catatan :
Jika tromol rem berkarat, bersihkan dengan amplas #120.
Memakai jangka sorong untuk mengukur diameter dalam tromol. (gambar.23).
 Ketebalan brake lining
-       Ukur brake lining pada tiga titik (keduanya diujung dan ditengah-tengah)

14
-       Ganti sepatu rem sepasang jika ukurannya lebih kecil dari batas service yang
diijinkan atau jika kena grease (gemuk).
Batas Service = 1.0 mm.
 Kelebihan  dan kekurangan rem tromol
-       Kelebihan rem tromol
       Rem tromol digunakan untuk kendaraan yang memerlukan kerja ekstra dalam
pengereman
-       Kekurangan rem tromol
       Rem tromol yang masih menerapkan sistem tertutup dalam
prosesnya. Dengan sistem ini membuat partikel kotoran pada ruang tromol
tersebut. Jadi untuk perawatan membersihkannya harus membuka roda agar
rumah rem dapat dibersihkan dari debu kotoran
       Pada saat banjir air akan mengumpul pada ruang tromol sehingga air akan
menyulitkan sistem rem untuk bekerja, jadi setelah rem tromol menerjang banjir,
maka harus mengeringkannya dengan menginjak setengah rem saat melaju
sehingga bagian dalam rem tromol kering karena panas akibat gesekan, setelah itu
rem dapat digunakan kembali.

 Rem Cakram
        Rem cakram menjadi salah satu sistem pengereman modern terbaik pada
sepeda motor dan sangat ideal untuk diterapkan pada tiap sepeda motor, terutama
yang telah memakai mesin berkapasitas CC besar. Sistem kerja rem cakram
adalah dengan menjepit cakram yang biasanya dipasangkan pada roda kendaraan,
melalui caliper yang digerakkan oleh piston untuk mendorong sepatu rem (brake
pads) ke cakram.
a) Prinsip kerja rem cakram
        Tekanan yang dipakai melawan handel rem atau pedal akan menggerakan
piston di dalam master silinder unit. Tekanan Hydraulic fluida selanjutnya
dialirkan melalui saluran (pipa) untuk menekan piston capiler.Piston capiler akan
kontak langsung dengan sisi belakang kanvas rem. Anti sequeal shims (plat tipis)
akan mengatur posisi normal antara piston dan kanvas rem. Pada saat yang

15
bersamaan, kanvas rem pada sisi yang berlawanan menekan rem, sehingga
putaran roda diperlambat. Pada waktu handel rem dilepas, tekanan hydraulic
menurun dan pad tekanannya berkurang pada disk (cakram).
Minyak rem, piston master dan piston caliper kembali seperti semula oleh tekanan
pegas di piston master dan sil di piston caliper.
Ada "single push" caliper, kedua pad menekan disk melalui reaksi "sliding
caliper yoke". Caliper tipe ini banyak dipakai pada honda. Model terbaru
memakai single push dengan dua piston.
b) kelebihan dan kekurangan rem cakram
-    kelebihan Rem Cakram
       Rem cakram dapat digunakan dari berbagai suhu, sehingga hampir semua
kendaraan menerapkan sistem rem cakram sebagai andalannya. Selain itu rem
cakram tahan terhadap genangan air sehingga pada kendaraan yang telah
menggunakan rem cakram dapat menerjang banjir.
       Kemudian rem cakram memiliki sistem rem yang berpendingin di luar
(terbuka) sehingga pendinginan dapat dilakukan pada saat mobil melaju, ada
beberapa cakram yang juga dilengkapi oleh ventilasi (ventilated disk) atau cakram
yang memiliki lubang sehingga pendinginan rem lebih maksimal digunakan.
       Kegunaan rem cakram banyak dipergunakan pada roda depan kendaraan
karena gaya dorong untuk berhenti pada bagian depan kendaraan lebih besar
dibandingkan di belakang sehingga membutuhkan pengereman yang lebih pada
bagian depan
-    Kekurangan Rem Cakram
       Rem cakram yang sifatnya terbuka memudahkan debu dan lumpur menempel,
lama kelamaan lumpur / kotoran tersebut dapat menghambat kinerja pengereman
sampai merusak komponen pada bagian caliper seperti piston bila dibiarkan lama.
Oleh sebab itu perlu dilakukan pembersihan sesering mungkin.

16
b. Temuan Studi

1) PENGGANTIAN KANVAS REM TROMOL HONDA


BEAT
Langkah-langkahnya :
Lepaskan baut pengunci roda, baut penyetel rem, dan baut as
Lepaskan as roda, sehingga roda terlepas
Ambil bagian backplate rem dan lepaskan sepatu rem dari backplatenya
Berikan grease pada pegas rem dan bagian yang bersinggungan dengan
sepatu rem(cam dan penahan )
Pasanglah sepatu rem baru
pasanglah roda kembali
ket: Kanvas rem menempel pada sepatu rem, jadi setiap mengganti kanvas
rem juga mengganti sepatu rem.
2) PENGGANTIAN OLI SHOCK BREAKER DEPAN
HONDA BEAT
Langkah-langkahnya :
Lepaskan baut as, dan as roda
Lepaskan baut pengunci kaliper rem, dan semua baut yang terikat pada
sistem suspensi
Lepaskan baut pengunci suspensi
lepaskan suspensi dari dudukanya
Lepaskan tutup suspensi dengan cara menekanya dengan obeng lalu
melepas pengunci tutup suspensi dengan menggunakan obeng standar
bersihkan tabung suspensi dan pegasnya dari sisa oli dengan menggunakan
bensin
Kemudian keringkan tabung dan pegas suspensi
Isikan oli shock breaker dengan volume tertentu ke dalam tabung yang
berisi pegas
Pasang tutup suspensi dan penguncinya
Pasang semua bagian yang di lepas diatas
Pasanglah roda dan kencangkan

17
BAB III
PENUTUP

Bab ini menjelaskan kesimpulan dari latar belakang masalah yang di temui
selama (PSG) berlangsung dan saran mengenai penelitian lebih lanjut untuk
membahas permasalahan yang ada agar dapat mengembangkan sistem kearah
yang lebih baik.
III.1 Kesimpulan
Dari hasil kegiatan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) atau Praktek Kerja
Industri(Prakrin) maka dapat disimpulkan bahwa pada kegiatan tersebut siswa
memiliki beberapa keuntungan diantaranya :

1. Melatih disiplin dan Bertanggung Jawab


2. Belajar mandiri dan mampu mengatasi permasalahn yang dihadapi di
DU/DI
3. Menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah dan membentuk kerja
yang sesungguhnya.
4. Menjadikan siswa sebagai calon tenaga kerja yang siap pakai
5. Mendapat gambaran dunia kerja yang penuh persaingan sekaligus
memberikan pengalaman yang berguna dimasa yang akan datang.

18
III.2 Saran

Mengingat saya masih dalam tahap belajar,makasaya masih kurang


tepat memberikan saran-saran. Akan tetapi, sayas akan mencoba memberikan
tanggapan yang bermanfaat demi kelancaran Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
di masa yang akan datang. Berikut saran-saran yang berkaitan dengan
pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang akan saya berikan,antara
lain sebagai berikut :
1. Dalam pelaksanaan Pendidikan SistemGanda (PSG),siswa-siswi
diharapkan bertingkah laku yang sopan dan sewajarnya.
2. Dalam pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG),siswa-sisiwi
diharapkan harus menjaga kedisiplinan waktu dan tata tertib dalam
Bengkel.
3. Dalam pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG),siswa-siswi
harus mempelajari dan memperhatikan segala sesuatu yang telah
diberikan atau dikerjakan diperusahaan.
4. Dalam menjalankan kegiatan PRAKERIN  siswa jangan merasa
sebagai siswa tetapi harus menanggap sebagai karyawan sehingga
kita dapat menjalankan tugas penuh tanggung jawab. Menjalankan
tugas Praktek siswa harus benar-benar dapat mencermati dan
mengingat sedetail mungkin sehingga ketika terjun sebagai
karyawan ataupun membuka usaha jasa perbengkelan dapat
memuaskan dan dapat dipercaya oleh konsumen. Sebelum kegiatan
PRAKEIN dimulai sebaiknya siswa harus benar-benar dapat
kembali mempelajaran materi pelajaran yang telah diajarkn di
sekolah sehingga dalam PRAKERIN tidak ada materi yang terlupa.

19
Lampiran

20

Anda mungkin juga menyukai