Anda di halaman 1dari 7

Nama NIM MK Kelas Dosen

: Hasma Al Husna :100120182 : Sistem Politik Indonesia : HI REG B : Faysal Rani

Konsep Sistem Politik oleh Gabriel A. Almond


Menurut Almond, sistem politik adalah merupakan sistem interaksi yang terjadi dalam masyarakat yang merdeka. Sistem itu menjalankan fungsi integrasi dan adaptasi. Almond menggunakan pendekatan perbandingan dalam menganalisa jenis sistem politik Menurut Almond ada tiga konsep dalam menganalisa berbagai sistem politik, yaitu sistem, struktur, dan fungsi. Sistem dapat diartikan sebagai suatu konsep ekologis yang menunjukkan adanya suatu organisasi yang berinteraksi dengan suatu lingkungan, yang mempengaruhinya maupun dipengaruhinya. Sistem politik merupakan organisasi yang di dalamnya masyarakat berusaha merumuskan dan mencapai tujuan-tujuan tertentu yang sesuai dengan kepentingan bersama. Dalam sistem politik, terdapat lembaga-lembaga atau struktur-struktur, seperti parlemen, birokrasi, badan peradilan, dan partai politik yang menjalankan fungsi-fungsi tertentu, yang selanjutnya memungkinkan sistem politik tersebut untuk merumuskan dan melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaannya. Gambar sistem politik (sturuktur dan fungsi) oleh Gabriel A. Almond:

1. Struktur masyarakat Indonesia Melalui Undang-Undang Dasar dapat kita ketahui struktur masyarakat Indonesia. Dalam pasal 18 disebutkan bahwa wilayah Indonesia dibagi atas daerah besar dan kecil dengan susunan pemerintahannya ditetapkan dengan Undang-Undang, dengan memandang dan mengingati dasr permusyawaratan dalam sistem pemerintahan negara dan hak-hak asal usul dalam daerahdaerah yang bersifat istimewa. Dengan mendasarkan pada Undang-undang No. 5 Tahun 1974 tetang pokok- pokok pemerintahan di Daerah, maka wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi dalam

Daerah-Daerah Otonom dan Wilayah-Wilayah Administrasi dan dalam rangka pelaksanaan asas desentralisasi dibentuk dan disusun Daerah Tingkat I dan Tingkat II, sedangkan dalam pelaksanaan azas dekosentrasi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi dalam wilayahwilayah propinsi dan Ibukota Negara. Kemudian wilayah itu dibagi lagi dala wilayah-wilayah kabupaten dn kotamadya. Wilayah kabupaten kotamadya dibagi pula dalam wilaya-wilayah kecamatan dan apabila dipandang perlu sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya, dalam wilayah kabupaten dapat dbentuk kota Administratif. Desa menurut UU No. 5 Tahun 1979 adalh suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai suatu kesatuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatujan masyarakat hukum yyyang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan NKRI, sedangkan kelurahan adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk yang mempunyai organsasi pemerintah terendah langsung di bawah camat, yang tidak berhak menyeenggarakan rumah tangganya sendiri. Di dalam desa dibentuk dusun , yang dikepalai oleh kepala dusun sebagai unsur pelaksan a unsur kepala desa dengan wilayah kerja tertentu. Di dalam kelurahan dibentuk lingkungan yang merupakan unsur pelaksana tugas kepala linngkungan dengan wilayah kerja tertentu. Secara sederhana struktur tersebut di atas dapat digambarakan sebagai berikut:

2. Partai Politik indonesia Secara umum dapat dikatakan bahwa partai politik adalah suatu kelompok terorganisir yang anggota-anggtanya memppunyai orientasi, nilai-nilai dan cita-cita yang sama. Tujuan

kelompok ini adalah untuk memperoleh kekuasaan politik dan memperebutkan kedudukan piiilitik (biasanya) dengan cara kontitusional untuk melaksanakan programnya. Di Indonesia menganut sistem multi-partai, sekalipun gejala paratai-tunggal dan dwipartai tidak asing dalam sejara negara ini. Sistem yang kemudian berlaku berdasarkan sistem tiga orsospol dapat dikategorikan sebagai multi partai dengan domonasi satu partai. Tahun 1998 mulai masa Reformasi, Indonesia kembali ke sistem multi partai (tanpa dominasi satu partai). Sejarah perkembangan partai politik di Indonesia 1908-2006 Periode Pemerintahan 1908 1942 1942 1945 17 Agustus 1945- 1959 17 Agustus- 14 November 1945 14 November 1945- Agustus 1949 1949-1950 3. Sistem parlementer;UUD RIS 1950-1955 B. Masa pembangunan 4. Sistem parlementer; UUD 1950 Sitem multi-partai. Pemilu 1955 menghasilkan 27 partai dan perorangan yang memperoleh kursi di DPR Sistem multi partai Zaman kolonial Zaman pendudukan Jepang Zaman Demokrasi Parlementer A. Masa Perjuangan 1. Sistem presidensial;UUD 1945 2. Sistem parlementer; UUD 1945 Sistem multi partai Satu partai PNI Sistem multi-partai Paratai politik dilarang Sistem Pemerintahan Sistem Partai

1955-1959 1959-1965

5. Sistem parlementer;UUD 1950 Demokrasi terpimpin; UUD 1945 1. 1959

Sitem multi-partai Maklumat pemerintah 3 November 1945 dicabut. Diadakan penyederhanaan partai sehingga hanya ada 10 partai yagn diakui; PKI, PNI, NU, Paraatai Katolik, Partindo, parkindo, Partai Murba, PSII Aujdi, IPKI dan partai Islam, Perti, Masyumi dan PSI dibubarakan pada tahun 1960

2. 1960

Dibentuk front Nasional yang mewakili semua kekuasaan politik. PKI masuk berdasarkan prinsip Nasakkom. ABRI masuk lewat IPKI.

1965-1998

Demokrasi Pancasila;UUD 1945 1. 1966 2. 27 Juli 1967 PKI dan Partindo dibubarkan Consensus Nasional a.1.100 anggota DPR diangkat 3. 1967-1969 Eksperimen dwi-partai dan dwi-group dilakukan dibebrapa kabupaten di Jawa Barat, namun dihentikan pada awal 1969 4. 1971 5. 1973 Pemilu dengan 10 partai Penggabungan partai menjadi 3 golongan yaitu Golkar, PDI, dn PPP 6. 1977, 1982,1987, 1998 Mei Pemilu hanya diikuti oleh 3 orsospol (sitem multi-partai terbatas) PPP, Golkar, dan PDI

7. 1982 8. 1984 9. 1996 1998 (21 Mei) Reformasi;UUD 1945 yang diamandemen 1. 1999 (Juni) 2. 2004

Pancasila satu-satunya asas NU Khittah PDI pecah Kembali ke sistem multi-partai. Peilu dengan 48 partai;21 partai masuk DPR, pemilu dengan 24 partai; 7 partai masuk DPR yaitu partai Golkar, PDIP, PKB, PPP, PKS, PAN, dan Demokrat.

Pada saat sekarang ini partai politik di Indonesia menggunakan sistem koalisi partai di pemerintahan. Dari koalisi ini ada partai mendukung pemerintah dan ada juga partai oposisi. Partai pendukung pemerintah ini adalah partai yang memegang kekuasaan tertingggi pemerintahan, yaitu presiden. Dalam koalisi ini ada dampak positif dan juga negatifnya, positifya adlah partai-partai yang berkoalisi bisa bekerjasama dalam urusan pemerintahan, tetapi negatifnya dalah jika terjadi permasalah dalam koalisi partai mengakibatkan perpecahan sehingga membuat program kerja pemerintahan terganggu. Seperti yang terjadi di Indonesia sekarang, ada keretakan dalam koalisi partai pendukung pemerintah, yang telah berbalik arah menjadi partai opsisi (PKS yang ingin keluar dengan koalisi Demokrat). 3. Komunikasi Politik Komunikasi politik pada hakekatnya menggambarakan proses penyampaian informasiinformasi politik. Di Indonesia komunikasi politik pada saat sekarang ini jauh lebih cepat tersampaikan informasinya dibandingkan pada jaman dahulu yang masih kurang teknologi. Dengan kecanggihan teknologi sekarang informasi politik menjadi bahan utama media masa, dan beritanya sampai kepelosok negeri. 4. Lembaga Tinggi negara Lembaga eksekutif

Dalam negara demokrasi seperti Indonesia yang menganut sistem presidensil, maka badan eksekutif terdiri atas presiden dan para menteri-menterinya. Tapi pada masa demokrasi Tepirmpin badan eksikutif terdiri dari presiden dan wakilnya. Badan eksekutif ini berfungsi menjalankan Undang-Undang. Sebelum masa reformasi jabtan prsiden tidak dibatasi seperti masa sekarang. Lembaga legislative Badan legislative berfungsi mebuat Undang-Undang, badan legilatif di Indonesia sekarang kita kenal yaitu DPR(Dewan Perwakilan Rakyat) dan MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat).Jumlah anggota MPR pada saat ini adalah 678 orang, 550 terdidri dari angota DPR, dan 128 DPD. Badan yudikatif Badan yudikatif berfungsi mengawasi jalannya UU atau pemerinthan. Dalam sistem yang belaku di Indonesia, kususnya sistem hkum perdata masih menganut sistem hukum adat yang bercorak asli Indonesia dan sistem hukum Eropa Barat (Belanda). Ada 3 kekuasaan eksekutif di Indonesia, yaitu Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, dan Komisi Yudisial. 5. Kelompok Kepentingan Kelompok kepentingan adalah merupakan suatu organisasi yang terdiri dari kelmpokkelompok individu yang mempunyai kepentingan-kepentingan, tujuan, keinginan, dan mereka melakukan kerjasama untuk mempengaruhi kebijaksanaan pemrintah demi tercapai kepentingan kelompoknya. Contohnya yaitu adanya perseriktan buruh di Indonesia, asosiasi pengusaha, Ikatan Dokter, dll. 6. Penerapan Peraturan Di Indonesia penerapan peratuaran ini contohnya dalam Undang-undang terdapat ketentuan yang menyatakan bahwa Presiden atau badan eksekutif memegang kekuasaan menurut UUD. Aturan ini diterap dan sekaligus dipraktekkan.