Anda di halaman 1dari 14

TRANSFORMASI

Dalam setiap model rancangan selalu tercantum pengaruh galat () yang tidak kita kuasai dan diinginkan pengaruhnya sekecil mungkin. Selain itu terdapat juga asumsi bahwa galat menyebar normal independence (bebas) dengan nilai tengah 0 dan ragam homogen sebesar 2, atau biasa ditulis: i NID (0, 2)

Dalam kenyataan sering terbentuk hubungan antara rataan dan ragam dalam suatu percobaan yang kemungkinannya dapat digambarkan sebagai berikut (Gomez & Gomez ) :

a) ragam homogen tidak ada hubungan dengan rataan b) ragam heterogen dan berbanding dengan rataan (tidak bebas) c) ragam heterogen tidak berhubungan dengan rataan.

Kalau terjadi hubungan antara ragam dan rataan berarti tidak memenuhi asumsi yang dibuat sehingga akan menimbulkan bias pada kesimpulan yang diambil Bila suatu pengamatan dilambangkan sebagai xI dengan nilai tengah (rataan) x dan ragam Sx2, maka bila : Y = log Sx2 dan X = log x dan apabila terdapat kumpulan data yang dapat dihitung nilai tengah dan ragamnya, dapat dibuat hubungan fungsi : Yj = b0 + Xj dimana j = 1, 2t adalah kumpulan data yang dimaksud, maka: = 1- 0.5

Sedangkan transformasi yang dapat dilakukan adalah : Z = X dengan transformasi kebalikannnya Z1/ = X
(Hinz & Eagles, 1976. Crop Sci. 16: 280-283). Akan tetapi Box et. all. (1978) dalam Variance Stabilizing Transformation (Bab 7.8), menyatakan bahwa bila : Y = log S

atau log dari simpangan bakunya bukan ragam seperti yang dinyatakan Hinz & Eagles (1976), maka = 1-., sedangkan Z = X

Dari pola tersebut dapat dibentuk hubungan sebagai berikut :


2 1.5 1 0.5 0 -1 -0.5 0 0.5 1 transformasi kebalikan =1/X akar kebalikan = 1/X log X akar = X tidak ada transformasi

Sehingga disini hati-hati dalam menggunakannya apakah ragam atau simpangan bakunya yang digunakan .

Contoh :
BerIkut ini data berupa banyak plankton tertangkap di 12 lokasi dengan 4 kali pengambilan (ulangan, I - IV), junlah plankton per lokasi (#), rataan setiap lokasi ( x) dan simpangan baku untuk setiap lokasi (S) : Lokasi I II III IV # x S 1 895 1520 43300 11000 56715 14179 19957.07 2 540 1610 32800 8600 43550 10887 15039.21 3 1020 1900 28800 8260 39980 9995 12944.98 4 470 1350 34600 9830 46250 11562 15927.61 5 428 980 27800 7600 36808 9202 12819.73 6 620 1710 32800 9650 44780 11195 14955.03 7 760 1930 28100 8900 39690 9922 12639.86 8 537 1960 18900 6060 27457 6864 8358.47 9 845 1840 31400 10200 44285 11071 14186.96 10 1050 2410 39500 15500 58460 14615 17823.37 11 387 1520 29000 9250 40157 10039 13239.79 12 497 1685 22300 7900 32382 8095 10010.62

Bila data tersebut diolah maka diperoleh sidik ragam sebagai berikut:
SUMBER Lokasi (L) Ulangan|L (Galat) 36 .20482E+09 D.B 11 KT .19571E+08 .10 TN F

Simpangan baku= (KTGalat) =14311. Rataan = 10635.725 koefisien keragaman (kk) =14311/10635.725 = 1.346 Terlihat bahwa uji F menyatakan tidak nyata yang berarti menerima H0, dengan kata lain tidak ada perbedaan jumlah plankton antar lokasi, dengan nilai kk yang diperoleh amat besar 134.6% sehingga disarankan untuk dievaluasi hubungan nilai rataan perlakuan dan ragamnya. .

Setelah ditransformasikan dengan dengan membuat log data rataan dan simpangan bakunya menjadi: Lokasi log x Log S 1 4.15165 4.30010 2 4.03691 4.17723 3 3.99978 4.11210 4 4.06303 4.20215 5 3.96388 4.10788 6 4.04902 4.17479 7 3.99660 4.10174 8 3.83658 3.92213 9 4.04419 4.15189 10 4.16480 4.25099 11 4.00169 4.12188 12 3.90822 4.00046

Adanya hubungan antara Simpangan baku (S) dan Rataan ( x ) dapat digambarkan sebagai

Regresi yang dilakukan adalah X= dengan model : Yj = b0 + Xj + I

log x dan Y =

Log S

Sehingga diperoleh sidik ragam sebagai berikut :

SUMBER Regresi Galat Umum

D.B. 1 10 11

Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah F .1099 .1099 226** .0049 4.87519E-04 .1148

Dengan garis regresinya Y = -0.2478 + 1.0909X. sehingga dengan nilai koefisien regresi 1.0909 kita bisa mengatakan bahwa = 1 dan = 0. dan transformasi yang sesuai adalah log.

Dengan ketentuan bahwa transformasi yang terbaik adalah log maka semua data ditransformasikan kedalam bentuk log sehingga terbentuk rataan ( x) dan simpangan baku (S) sebagai berikut : Lokasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 I 2.95 2.73 3.01 2.67 2.63 2.79 2.88 2.73 2.93 3.02 2.59 2.70 II III IV # x S 3.18 4.64 4.04 14.81 3.7025 0.78147 3.21 4.52 3.93 14.39 3.5975 0.78831 3.28 4.46 3.92 14.67 3.6675 0.65173 3.13 4.54 3.99 14.33 3.5825 0.84069 2.99 4.44 3.88 13.94 3.3600 0.82545 3.23 4.52 3.98 14.52 3.6300 0.77032 3.29 4.45 3.95 14.57 3.6425 0.69577 3.29 4.28 3.78 14.08 3.5200 0.66388 3.26 4.50 4.01 14.70 3.6750 0.71183 3.38 4.60 4.19 15.19 3.7975 0.72500 3.18 4.46 3.97 14.20 3.5500 0.82926 3.23 4.35 3.90 14.18 3.5450 0.72739

Setelah dilakukan transformasi tidak terlihat hubungan Rataan dengan Simpangan bakunya, seperti terlihat dari gambar berikut:

Setelah ditransformasi sidik ragamnya adalah :


SUMBER Lokasi(L) Ulangan| L (Galat) 36 3.00434 11 D.B. KT .162644 F .05 TN

Simpangan baku = (KTGalat) = 1.73330 Rataan = x = 8.3263 kk =1.73338 /8.32631 = .20818

Hasil pengujian sidik ragam setelah ditransformasikan ternyata tidak nyata atau semua lokasi jumlah planktonnya sama dengan kk sebesar 20.82 % yang merupakan suatu nilai yang cukup wajar.

Anda mungkin juga menyukai