Anda di halaman 1dari 6

CARA BELAJAR PADA ORANG DEWASA 1.

Pengertian dan aplikasi: pedadogi dengan andradogi Pedagogi (paid = anak; agogos= memimpin) sebagai ilmu dan seni untuk mengajar anak anak Andragogi pendidikan bagi orang dewasa. Orang dewasa : individu yang telah mampu mempesepsi dirinya sebagai penanggungjawab atas hidupnya sendiri. 2. Hubungan ketergantungan perkembangan psikososial individu dan aplikasi pedagogi / andragogi Pertumbuhan manusia dari anak remaja orang dewasa Tingkat ketergantungan (psikososial) orang akan semakin rendah seiring pertumbuhan ke arah dewasa. Pedagogi sesuai diterapkan pada usia anak dan remaja karena sifat ketergantungan masih tinggi, kemudian bila mencapai dewasa, tingkat ketergantungan berkurang dan paling cocok dipakai teknik andragogi 3. Perbedaan aspek pedagogi andragogi, dapat dilihat dari 4 aspek yaitu: Konsep diri, peranan pengalaman, kesiapan belajar dan orientasi terhadap proses belajar 4. Suasana yang mendorong orang dewasa untuk belajar dibedakan dalam dua hal yaitu: Menciptakan suasana untuk belajar (factor lingkungan fisik; manusia dan hubungan interpersonal; organisasi) menumbuhkan situasi untuk bekerjasama yang saling menguntungkan 5. Upaya untuk meningkatkan efektifitas latihan/ pendidikan melalui pendekatan andragogi adalah: mengikutsertakan sasaran/ peserta dalam penyusunan program; suasana yang mendukung baik fisik maupun psikologis; pemilihan metode pendidikan yang paling sesuai; orientasi belajar (untuk pemecahan masalah, peningkatan keterampilan dan mengurangi orientasi subyek)

Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya 1. Masa remaja dibedakan dalam Remaja awal (10 13 tahun), remaja tengah (14 16 tahun), masa remaja akhir (17 19 tahun) 2. Masa remaja terjadi proses kematangan organ reproduksi manusia (pubertas) dan proses perubahan fisik dan psikologis (masa pancaroba) 3. Perubahan fisik pada laki laki (organ reproduksi, mimpi basah, masturbasi) 4. Perubahan fisik pada perempuan (organ reproduksi, konsepsi, menstruasi, cairan vagina, pertumbuhan buah dada) 5. Perkembangan psikologis pada remaja, meliputi: Perkembangan psikososial (pencarian identitas diri untuk mengetahui peran dan kedudukannya dalam masyarakat; pergaulan dengan lawan jenis yang sering menimbulkan proses percintaan seperti crush (memuja yang lebih tua dan sejenis); hero-worshiping (memuja yang lebih tua dan berlawanan); boy crazy dan girl crazy (saling perhatian dengan lawan jenis); puppy love/ cinta

monyet (belum stabil dang anti- ganti pasangan), romantic love (cinta yang sudah stabil dan mengarah ke pernikahan) Emosi adalah perasaan yang mendalam yang biasanya menimbulkan perbuatan atau perilaku. Pada masa remaja terjadi peningkatan kepekaan emosi (mudah marah, gelisah, merusak benda, suka berkelahi, menyendiri atau bahkan tidak ada selera makan) Perkembangan kecerdasan. Remaja mulai suka belajar logika, peningkatan daya imajinasi sehingga mampu mengadakan pembicaraan intelektual, mengkritik dan berpikir secara abstrak. 6. Permasalahan remaja Pemilihan pekerjaan dan kesempatan belajar (pekerjaan sederhana mudah dikerjakan; pekerjaan sulit maka memerlukan kesempatan belajar yang sulit dan waktu yang panjang) Sekolah (belajar dan ujian banyak menyita waktu, pola belajar yang berubah ubah, pelajaran teori lebih banyak daripada praktik, perhatian guru lebih banyak pada yang pandai) Kesehatan (pertumbuhan badan memerlukan makanan yang berkualitas dan kuantitas yang baik; perubahan pada alat kelamin; timbulnya larangan merokok; timbulnya penyakit tertentu) Jerawat terkait erat dengan penampilan remaja Keuangan untuk memenuhi kebutuhan remaja, seringkali dianggap orang tua bahwa remaja tidak tahu kebutuhan yang penting dan tidak penting Seks. Secara fisik remaja sudah siap berhubungan seksual sedangkan belum siap secara norma agama dan social ekonomi. Pengetahuan remaja akan seks biasanya minimal dan kurang jelas Persiapan berkeluarga yang belum diketahui secara lengkap oleh remaja Keluarga. Remaja dan orang tua sering terjadi kesalahpahaman Emosi remaja yang belum stabil Perubahan pribadi. Penyesuaian diri agar bias diterima lingkungan Mengisi waktu luang, seringkali remaja tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk mengisi waktu luang secara baik. Agama dan akhlak sering dianggap remaja sebagai penghambat kehidupan Mitos yang sering dipercaya sebagai kebenaran yang dapat berpengaruh pada keyakinan serta perilaku reproduksi remaja Kehidupan social dapat berpengaruh pada remaja baik dari adat istiadat, budaya nasional dan budaya asing Politik yang dapat mempengaruhi remaja

Proses Reproduksi Sehat Yang Bertanggung Jawab 1. Manusia sebagai makhluk biologis memiliki kemampuan berreproduksi yaitu untuk melanjutkan keturunan. 2. Proses reproduksi manusia yang bertanggung jawab dipengaruhi oleh kesiapan: Fisik: memerlukan pertumbuhan organ reproduksi yang sempurna; perempuan (20 35 tahun, laki laki (mulai 25 tahun) Psikis: kesiapan mental untuk menjadi orang tua yang bertanggung jawab dalam mengasuh dan mendidik anak

Social ekonomis: pemenuhan kebutuhan sandang, pangan dan papan untuk keluarganya sendiri 3. Kesehatan reproduksi: setiap orang dapat menikmati kehidupan seks yang aman dan menyenangkan dan memiliki kemampuan untuk bereproduksi serta memiliki kebiasaan untuk menetapkan kapan dan seberapa sering mereka ingin bereproduksi 4. Prasyarat untuk dapat bereproduksi secara sehat: Tidak ada kelaianan anatomis dan fisiologis baik pada perempuan dan laki laki Diperlukan landasan psikis yang memadai agar perkembangan emosi berlangsung baik Perawatan kehamilan yang baik sehingga dapat dilewati dengan aman Infeksi Menular Seksual (IMS) termasuk HIV/ AIDS 1. Pengertian IMS: penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Biasanya beresiko pada yang sering berganti ganti pasangan. 2. Remaja perempuan lebih beresiko besar terkena IMS karena alat reproduksi lebh rentan, gejala awal seringkali tidak dikenali atau disadari 3. Cara pencegahan IMS: Abstinensia (tidak melakukan hubungan seksual), saling setia bagi yang sudah menikah, hindari perilaku seks yang tidak aman/beresiko, menggunakan kondom, menjaga kebersihan alat kelamin 4. Jenis-jenis IMS Gonore (GO): kuman penyebab Neissera Gonorrhea, masa tenggang 2 10 hari setelah berhungan seks tanda pada laki- laki: sakit saat kencing, keluar nanah kental, ujung penis merah dan membengkak tanda pada perempuan: 60% tanpa gejala, sisanya gejala nyeri kencing dan keluar keputihan kuning kental akibat terinfeksi: kemandulan, ibu hamil dapat menularkan infeksi ke bayi (kebutaan) Sifilis (raja singa) Kuman penyebab: Treponema Pallidum, masa tenggang 3 minggu s/d 13 minggu Tanda dan gejala: timbul benjolan pada kelamin yang bias hilang sendiri tanpa pengobatan; setelah 6 12 minggu timbul bercak kemerahan pada tubuh dimana gejala ni juga bias hilang sendirinya; selama 2 3 tahun tidak ada gejala (masa laten); setelah 5 10 tahun akan menyerang susunan saraf otak, pembuluh darah dan jantung Pada ibu hamil dengan sifilis akan menularkan ke bayinya yang lahir dengan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakangan mental Herpes Genital Penyebab: virus herpes simpleks. Masa tenggang 4 7 hari setelah berhubungan seks Gejala dan tanda: bitil berair dan berkelompok, bias pecah dan meninggalkan luka, gejala bisa kambuh (pencetus stress, haid, kelelahan)

Pada perempuan seringkali menjadi pencetus kanker mulut rahim untuk beberapa tahun kemudian Klamidia Penyebab: Chlamydia trachomatis; masa tenggang 7 21 hari Gejala pada perempuan: keputihan encer putih kekuningan, nyeri rongga panggul, perdarahan setelah berhubungan seks Gejala pada laki- laki: nyeri kencing, keluar cairan bening dari kelamin yang bias sering bercampur darah Akibat terinfeksi: pada perempuan bisa terjadi cacat saluran telur, kemandulan, radang sauran kencing, kelahiran bayi premature karena selaput ketuban robek; pada laki- laki berakibat kemandulan, radang saluran kencing; pada bayi bias terkena penyakit mata dan saluran napas Trikomoniasis vaginalis Penyebab: Trikomonas Vaginalis Gejala dan tanda: cairan vagina encer, kuning kehijauan, berbuasa dan bau busuk; vulva agak bengkak, gatal kemerahan; nyeri saat berhubungan seksual atau saat kencing Kandidiasis Vagina Penyebab: candida albicans, pada keadaan normal terdapat di kulit dan kelamin namun tidak mengganggu bila daya tahan tubuh menurun atau flora kelamin terganggu Gejala: keputihan berwarna kental seperti susu, bergumpal, rasa gatal dan panas dan kemerahan pada kulit Penyakit ini tidak selalu tergolong IMS karena bias timbul sendiri akibat perawatan kelamin yang tidak higienis dan tidak tepat. Kutil kelamin Penyebab: human papiloma virus (HPV) Gejala khas berupa satu atau lebih timbul kutil sekitar kemaluan Kutil kelamin bias mengakibatkan kanker leher lahirm pada perempuan Pada laki-laki sering tidak disadari. HIV (human immunodeficiency virus) / AIDS (acquired immune Deficiency syndrome) Penularan: darah, cairan vagina dan cairan sperma melalui ganti ganti pasangan seksual, pemakaian jarum suntik bekas terinfeksi HIV, transfuse darah terinfeksi HIV, resiko penularan dari ibu ke janin Kelompok resiko tinggi: hubungan seks tidak aman (tanpa pemakaian kondom), ganti-ganti pasangan seksual, ganti ganti jarum suntik pada pamakai narkoba Perjalanan infeksi HIV: Masa jendela (window period) setelah virus masuk ke tubuh sampai tes antibody positif 1 3 bulan s/d 6 bulan. Masa tanpa gejala: 5 10 tahun

Pembesaran kelenjar limfe secara menetap dan merata di tubuh lebih dari 1 bulan Gejala klinis AIDS: timbul bermacam macam penyakit karena daya tahan tubuh lemah. Gejala pada bayi dan anak: timbul gangguan pertumbuhan, infeksi bakteri, diare kronik, pembesaran kelenjar limpa, sariawan berulang, penyakit paru Gejala utama pada orang dewasa: Demam lebih dari 3 bulan, diare kronis lebih dari 1 bulan, penurunan berat badan lebih dari 10% dalam 3 bulan Gejala minor pada orang dewasa: Batuk kronis lebih dari 1 bulan, infeksi candida, pembengkakan kelenjar getah bening, herpes berulang, bercak gatal di seluruh tubuh Cara pencegahan: Abstinensia, setia pada pasangan, pada kelompok beresiko tinggi memakai kondom, skrining pada darah sebelum didonorkan, alat medis yang terjamin steril Cara mendeteksi: pemeriksaan tes ELISA dan Western Blot Mitos: interaksi social dengan penderitaHIV/AIDS akan bisa tertular, bersalaman, menggunakan wc sama, tinggal serumah, atau menggunakan sprei yang sama.

Kehamilan yang Tidak Diinginkan (KTD) 1. Pengertian: merupakan suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya proses kelahiran akibat dari kehamilan 2. Factor penyebab:: Penundaan dan peningkatan usia kawin serta semakin dininya usia menstruasi pertama Minimnya pengetahuan tentang perilaku seksual yang dapat menyebabkan kehamilan Tidak menggunakan alat kontrasepsi terutama untuk yang sudah menikah Kegagalan alat kontrasepsi Akibat pemerkosaan Kondisi kesehatan ibu yang tidak mengizinkan adanya kehamilan Persoalan ekonomi Alasan karir atau masih sekolah Kehamilan karena incest (hubungan sedarah) Kondisi janin yang dianggap cacat atau berjenis kelamin yang tidak diinginkan. 3. Aborsi dan bahayanya: KTD dapat memicu terjadnya aborsi Aborsi beresiko tinggi: karena dapat menyebabkan kerusakan rahim, infeksi rahim, kemandulan, perdarahan danbahkan kematian Secara hokum aborsi dilarang (UU Kesehatan No 23 tahun 1992; Pasal 346 dan 347 KUHP) 4. Resiko kehamilan pada remaja: Dapat menimbulkan trauma psikis yang mengganggu perkembangan jiwa remaja Dapat menimbulkan gangguan medis pada ibu dan bayi (berat badan lahir rendah dan kematian setelah melahirkan), pengawasan kehamilan kurang, kebutuhan gizi kurang

Dampak social yaitu menarik diri dari sekolah, lingkungan keluarga dan masyarakat 5. Pencegahan KTD Tidak melakukan hubungan seksual pra nikah Manfaatkan waktu luang dengan yang positif (olahraga atau seni) Hindari perbuatan yang menimbulkam dorongan seksual (nonton film porno, meraba tubuh pasangan) Informasi yang tepat tentang manfaat kontrasepsi Untuk pasngan yang menikah sebaiknya memakai kontrasepi yang tingkat kegagalannya rendah 6. Penanganan kasus kehamilan remaja Petugas kesehatan/ konseling harus bersikap bersahabat Bial terdapat masalah yang serius sebaiknya dikonsultasikan kepada ahlinya Memberikan alternative penyelesaian: secara kekeluargaan, segera menikah, konseling kehamilan dan persalinan, pemeriksaan kehamilan secara standar, bila ingin pengguguran berikan konseling resiko pengguguran, persiapan mengikuti KB, membentuk jejaring pelayanan dengan yayasan yang direkomendasikan untuk mengadopsi bayi dari hasil KTD