Anda di halaman 1dari 64

MODUL PRAKTIK KLINIK

KEPERAWATAN KELUARGA

PROGRAM STUDI DIPLOMA KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM PONTIANAK
TAHUN 2021

1
NILAI STIKES YARSI PONTIANAK

CENDEKIA
“Kemampuan menerima dan menggunakan ilmu pengetahuan untuk
mecari solusi dalam pemecahan masalah melalui kretivitas, inovasi,
ekselensi, dan sinergi”

BERAKHLAK MULIA
“Jujur, beretika, integritas, disiplin, inisiatif, kerjasama, dan tanggung
jawab”

VISI DAN MISI STIKES YARSI PONTIANAK

VISI
Menjadi Pusat Pendidikan Kesehatan yang Unggul dan Islami pada
tahun 2035.

MISI
M1. Mengembangkan Pendidikan yang berbasis pemanfaatan
teknologi dan system informasi yang berkualitas untuk
menghasilkan lulusan dengan kompetensi tepat guna serta
berkarakter islami.
M2. Menyelenggarakan Penelitian dan Pengabdian Kepada
Masyarakat yang menghasilkan pengembangan ilmu
pengetahuan, teknologi yang berdaya guna serta mendorong
kemandirian masyarakat.
M3. Mengembangkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul dan
Islami berbasis teknologi dan system informasi.
M4. Meningkatkan hubungan kerjasama strategis dengan berbagai
pihak.

2
KATA PENGANTAR

Program Studi Diploma Keperawatan merupakan program studi yang mencetak


lulusan Diploma keperawatan. Proses pembelajaran di Diploma Keperawatan
tidak hanya di kelas namun juga praktik di lapangan, sebagaimana kurikulum
yang talah ditetapkan untuk Diploma Keperawatan. Salah satu muatan kurikulum
yang harus dilaksanakan praktik klinik keperawatan keluarga. Praktik klinik ini
bertujuan agar mahasiswa mampu mengatasi berbagai masalah kesehatan yang
terjadi di keluarga dengan metode penyelesaian masalah secara ilmiah (scientific
problem solving) melalui pendekatan proses keperawatan keluarga. Dengan
demikian mahasiswa yang sudah lulus nantinya akan mempunyai kemampuan
baik secara teori maupun praktik yang sesuai dengan kemajuan bidang ilmu
keperawatan keluarga.

Agar praktik klinik ini berjalan dengan lancar, maka disusun modul praktik
keperawatan keluarga. Modul ini merupakan pedoman bagi mahasiswa yang
berisi tentang tata tertib praktik dan strategi atau tahapan penyelesaian masalah
kesehatan yang terjadi di keluarga.

Pontianak, Desember 2021


Koordinator MK

(Ns. Masmuri, M. Kep)

CAPAIAN KOMPETENSI

3
PRAKTIK KEPERAWATAN KOMUNITAS TERPADU

Koordinator : Ns. Masmuri, M.Kep


Jumlah SKS : 2 SKS
Lama Praktik : 2 minggu
Waktu pelaksanaan : 06 - 18 Desember 2021

Tujuan Pembelajaran

1. Tujuan Umum
Setelah praktek belajar lapangan di wilayah kerja Puskesmas diharapkan
mahasiswa mampu melaksanakan asuhan keperawatan keluarga sesuai dengan
konsep dan prinsip keperawatan keluarga.
2. Tujuan khusus
Setalah melaksanakan praktek kerja klinik keperawatan keluarga, mahasiswa
diharapkan mampu:
a. Melaksanakan pelayanan kesehatan berdasarkan upaya kesehatan wajib
puskesmas
b. Memberikan asuhan keperawatan keluarga pada pasangan baru dengan
menggunakan konsep dasar keluarga sesuai dengan langkah-langkah
proses keperawatan
c. Memberikan asuhan keperawatan keluarga yang sedang menanti
kelahiran (ibu hamil, ibu menyusui, bayi baru lahir dan keluarganya)
dengan menggunakan konsep dasar keluarga dan sesuai dengan langkah-
langkah proses keperawatan
d. Memberikan asuhan keperawatan pada keluarga dengan anak usia
toodler sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan
e. Memberikan asuhan keperawatan pada keluarga dengan anak prasekolah
sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan
f. Memberikan asuhan keperawatan pada keluarga dengan anak usia
sekolah sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan
g. Memberikan asuhan keperawatan pada keluarga dengan remaja sesuai
dengan langkah-langkah proses keperawatan

4
h. Memberika asuhan keperawatan pada keluarga dengan dewasa awal
sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan
i. Memberikan asuhan keperawatan pada keluarga dengan dewasa tengah
sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan
j. Memberikan asuhan keperawatan pada keluarga dengan lansia sesuai
dengan langkah-langkah proses keperawatan.
k. Melakukan rujukan/merujuk keluarga yang dibinanya pada fasilitas
pelayanan kesehatan setempat;

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)


1. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan berdasarkan upaya kesehatan
wajib puskesmas
2. Mampu memberikan asuhan keperawatan keluarga pada pasangan baru dengan
menggunakan konsep dasar keluarga sesuai dengan langkah-langkah proses
keperawatan
3. Mampu memberikan asuhan keperawatan keluarga yang sedang menanti
kelahiran (ibu hamil, ibu menyusui, bayi baru lahir dan keluarganya) dengan
menggunakan konsep dasar keluarga dan sesuai dengan langkah-langkah
proses keperawatan
4. Mampu memberikan asuhan keperawatan pada keluarga dengan anak usia
toodler sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan
5. Mampu memberikan asuhan keperawatan pada keluarga dengan anak
prasekolah sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan
6. Mampu memberikan asuhan keperawatan pada keluarga dengan anak usia
sekolah sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan
7. Mampu memberikan asuhan keperawatan pada keluarga dengan remaja sesuai
dengan langkah-langkah proses keperawatan
8. Mampu memberikan asuhan keperawatan pada keluarga dengan dewasa awal
sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan
9. Mampu memberikan asuhan keperawatan pada keluarga dengan dewasa tengah
sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan
10. Mampu memberikan asuhan keperawatan pada keluarga dengan lansia

5
sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan
11. Mampu melakukan rujukan/merujuk keluarga yang dibinanya pada
fasilitas pelayanan kesehatan setempat

6
TATA TERTIB PRAKTIK

1. Peserta Praktik
Peserta praktik adalah mahasiswa Program Studi Diploma Keperawatan
semester V, yang telah menyelesaikan proses pembelajaran Keperawatan
Keluarga di kelas.
2. Ketentuan Seragam dan Atribut (WAJIB)
a. Memakai seragam putih (baju putih, celana putih), memakai tanga
pengenal yang dikeluarkan oleh STIKes YARSI/Puskesmas,
menggunakan singlet berwarna putih, kaos kaki putih, sepatu pantofel
hitam berhak ≤ 3 cm (tidak bersuara).
b. Khusus perempuan: jilbab putih berlist hijau, tidakdiperkenankan jilbab
kaos atau berenda/payet, tidak memakai make up wajah atau perhiasan
(bulu mata palsu, eye liner, eye shadow, liptsick warna terang, blush on,
soft lense berwarna, kawat gigi berwarna, pewarna kuku/kulit, bros,
gelang, cincin, kalung).
c. Selalu menggunakan baju seragam yang bersih dan telah dicuci setiap
kali dinas.
d. Khusus laki-laki: rambut rapi, tidak berkumis atau berjambang, tidak
memakai make up wajah, tidak menggunakan perhiasan.
e. Kunjungan ke masyarakat/keluarga: dilengkapi dengan menggunakan
almamater STIKes YARSI Pontianak.
f. Menerapkan protocol Kesehatan dengan selalu menggunakan masker,
membawa handsanitizer/handspray, dan handscoon.
3. Perlengkapan
Persiapan nursing kit dan alat perlindungan diri seperti masker, handscoon
secara mandiri (jika diperlukan).
4. Ketentuan Umum
a. Setiap mahasiswa wajib memenuhi presensi 100% kehadiran
b. Ijin kehadiran dapat dilakukan mahasiswa dengan ketentuan sebagai
berikut:

7
1) Alasan ijin adalah kepentingan yang tidak dapat ditinggalkan
(keluarga meninggal dunia, keluarga kandung sakit dalam kondisi
kritis, mahasiswa sakit) dengan diketahui langsung oleh pembimbing
akademik maupun pembimbing klinik, dengan lamamnya ijin
maksimal 2 hari.
2) Ijin harus disampaikan oleh koordinator mata kuliah. Ijin yang
diajukan lebih dari 2 hari, harus melalui mekanisme yang diketahui
oleh Ketua Prodi Studi.
3) Maksimal ijin yang dapat diberikan adalah 4 hari, jika lebih dari 4
hari maka mahasiswa tidak dapat melanjutkan praktik klinik yang
sedang dijalani.
c. Penggantian praktik/dinas, dilaksanakan oleh mahasiswa dengan
ketentuan sebagai berikut:
1) Mahasiswa wajib mengganti ijin yang telah dilakukan dengan
jumlah hari yang sama jika ijin diketahui oleh pembimbing
akademik dan pembimbing klinik.
2) Mahasiswa wajib mengganti 2x dari total hari ijin jika ijin tidak
diketahui oleh pembimbing dari akademik dan pembimbing klinik,
atau jika ijin yang diajukan diluar ijin yang dapat dipertimbangkan.
3) Mahasiswa wajib mengganti hari ijin diluar jadual praktik yang
sedang berlangsung dan tidak diperkenankan dalam sehari dinas 2
shift
4) Mahasiswa yang telah mengganti ijin praktik klinik harus
menyerahkan format pernyataan telah mengganti praktik yang
ditandatangani oleh pembimbing dari akademik dan pembimbing
klinik, untuk kemudian diserahkan kepada koordinator mata kuliah.
d. Keterlambatan/tidak disiplin waktu praktik adalah jika mahasiswa
datang/mulai praktik lewat dari waktu yang ditentukan atau pulang
sebelum waktu yang telah ditetapkan.
1) Waktu praktik yang telah ditetapkan adalah pukul 07.00 – 14.00
WIB (istirahat 30 menit secara bergantian).

8
2) Keterlambatan datang 15-30 menit, maka mahasiswa wajib
menambah jam praktik sesuai keterlambatan
3) Keterlambatan lebih dari 30 menit, mahasiswa dianggap tidak
masuk pada hari tersebut.
e. Sanksi diberlakukan pada mahasiswa yang dengan sengaja maupun
tidak sengaja melanggar atau tidak mengikuti ketentuan yang telah
ditetapkan.
1) Bentuk sanksi
a) Ringan, berupa teguran lisan dari pembimbing akademik dan
pembimbing klinik dengan bukti teguran tertulis, yang
diserahkan oleh pembimbing kepada koordinator.
b) Sedang, berupa surat pernyataan dari mahasiswa yang diketahui
oleh Ketua Program Studi.
c) Berat, berupa penyataan tidak lulus, dan mahasiswa yang
bersangkutan diberhentikan sementara praktiknya berdasarkan
surat keputusan Ketua STIKes, sampai dengan masalah tersebut
diselesaikan.
2) Kategori sanksi
a) Ringan, jika pelanggaran terhadap tata tertib terjadi 1-2 kali
b) Sedang, jika pelanggaran terhadap tata tertib terjadi 3-5 kali
c) Berat, jika pelanggaran terhadap tata tertib terjadi > 5 kali
f. Ketentuan Lain
1) Mahasiswa wajib mematuhi seluruh ketentuan tata tertib.
2) Mahasiswa wajin mengisi presensi, buku panduan, dan seluruh
ketentuan program yang dijalankan.
3) Mahasiswa wajib mengumpulkan segala bentuk laporan atau hasil
dokumentasi praktik segera setelah praktik berakhir, dan
menyerahkan penilaian kepada koordinator paling lambat seminggu
setelah praktik berakhir.
4) Ketentuan lain yang belum tercantum dalam peraturan ini, merujuk
pada peraturan yang berlaku di STIKes YARSI Pontianak, atau
berdasarkan keputusan yang akan datang.

9
DESKRIPSI PRAKTIK KEPERAWATAN KELUARGA

A. Deskripsi Mata Ajar


Praktik Klinik keperawatan keluarga merupakan program yang
menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi pembelajaran secara teoritis untuk
diterapkan di lapangan khususnya di keluarga sesuai dengan tahap
perkembangan keluarga uang meliputi tahap perkembangan keluarga yang
baru menikah, keluarga childbearing, keluarga prasekolah, keluarga dengan
remaja, keluarga dengan dewasa awal dan pertengahan hingga keluarga
dengan lansia. Pendekatan yang dilakukan mahasiswa pada saat
melaksanakan praktik klinik ini adalah pendekatan dengan proses
keperawatan yang diawali dengan proses pengkajian, penegakan diagnose,
merumuskan perencanaan keperawatan, implementasi dan evaluasi terhadap
kegiatan yang sudah dilakukan keluarga.

B. Profil Lulusan
Mahasiswa STIKes YARSI Pontianak yang telah lulus program Diploma
Keperawatan diharapkan dapat mengaplikasikan perannya sebagai:
1. Care provider (pemberi asuhan keperawatan)
2. Communicator (interaksi dan transaksi dengan klien, keluarga, tim
kesehatan dan sektor lainnya)
3. Educator and health promotor (pendidikan dan promosi kesehatan bagi
klien, keluarga, dan masyarakat)
4. Manager dan leader (manajemen praktik pada tatanan rumah sakit
maupun masyarakat)
5. Reseacher

10
C. Waktu dan Tempat Kegiatan
1. Waktu
Praktik klinik keperawatan komunitas dan keluarga, dilaksanakan selama
6 minggu yang dimulai pada tanggal 06 Desember 2021 s/d 18 Desember
2021.
2. Tempat
Tempat pelaksanaan praktik yaitu: di area sekitar tempat tinggal
mahasiswa.

D. Metode Bimbingan
Metode bimbingan yang digunakan selama praktik klinik keperawatan
keluarga adalah preceptorship. Metode ini bertujuan untuk membimbing
mahasiswa dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang
dibutuhkan sebagai perawat di keluarga. Tehnik bimbingan yang digunakan
meliputi:
1. Diskusi
2. Case report/case study
3. Responsi

E. Evaluasi Praktik Klinik


Evaluasi merupakan penilaian yang dilakukan oleh pembimbing akademik
terhadap kemampuan mahasiswa selama melaksanakan praktik klinik
keperawatan keluarga. penilaian ini meliputi aspek kognitif, afektif dan
psikomotor baik secara individu maupun kelompok.
a. Kognitif
Penilain kognitif diperoleh dari proses diskusi dan responsi
b. Afektif
Penilaian afektif merupakan penilaian terhadap sikap mahasiswa selama
praktik

11
c. Psikomotor
Kemampuan psikomotor mahasiswa diperoleh dari nilai penampilan klinik
pada saat mahasiswa melakukan pengkajian dan melaksanakan salah satu
tindakan/implementasi keperawatan.

F. Tahapan Pelaksanaan Praktik


Kegiatan mahasiswa selama 2 minggu praktik klinik keperawatan keluarga
meliputi dua kegiatan yaitu:
1. Minggu I (Pertama)
Mahasiswa menentukan keluarga yang akan dikelola dan memulai proses
pendekatan untuk melakukan pengkajian, merumuskan diagnose dan
Menyusun perencanaan kegiatan selama di keluarga
2. Tahap II (Kedua)
Mahasiswa melanjutkan tahap implementasi keperawatan dan evaluasi
serta menyiapkan laporan asuahan keperawatan keluarga yang dilengkapi
dengan dokumentasi kegiatan di keluarga
Catatan:
▪ Semua kegiatan dikonsultasikan dengan pembimbing dan
didokumentasikan.
▪ Jika kegiatan tersebut dinilai, maka mahasiswa harus menyiapkan format
penilaian untuk diserahkan ke pembimbing

G. Laporan Akhir Praktik


Pada akhir stase praktik mahasiswa sudah mempersiapkan laporan praktik
keperawatan keluarga dengan outline sebagai berikut:
a. Bab I : Pendahuluan terdiri dari latar belakang dan tujuan
penulisan.
b. Bab II : Tinjauan Pustaka terdiri dari konsep dasar keperawatan
keluarga sesuai tahap perkembangan pada kasus-kasus tertentu.
c. BAB III : Asuhan keperawatan yang terdiri dari pengkajian,
diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, impelementasi dan evaluasi
keperawatan

12
d. Bab IV : Penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran.

Laporan disertai dengan lampiran sebagai bukti pelaksanaan praktik, meliputi:


a. SAP/SOP (sesuai dengan implementasi yang diberikan ke keluarga),
b. Format penilaian implementasi ke keluarga
c. Bukti kunjungan ke keluarga yang ditandatangani oleh keluarga
d. Dokumentasi kegiatan di keluarga

Mengetahui Pontianak, Desmeber 2021


Ketua Prodi D III Keperawatan Koordinator

(Ns. Nurul Hidayah, M.Kep) (Ns. Masmuri, M. Kep)

13
Lampiran 1

Format Asuhan Keperawatan Keluarga (Kelolaan)


ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM (YARSI)
PONTIANAK

I. PENGKAJIAN
A. DATA UMUM
1. Identitas Kepala Keluarga
a. Nama KK :
b. Umur :
c. Pekerjaan :
d. Pendidkan :
e. Alamat :
2. Komposisi keluarga
NO NAMA J.Klm Hub. Dg UMUR Pendidikan Pekerjaan
keluarga

3. Genogram

14
4. Tipe keluarga

5. Suku bangsa

6. Agama

7. Status social ekonomi keluarga

8. Aktivits rekreasi keluarga

B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini

2. Tahap perkembangan yang belum terpenuhi

15
3. Riwayat kesehatan keluarga inti

4. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya

C. DATA LINGKUNGAN
1. Karakteristik rumah

2. Karakteristik tetangga dan komunitasnya

3. Mobilitas geografis keluarga

16
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat

5. System pendukung keluarga

D. STRUKTUR KELUARGA
1. Struktur peran

2. Nilai dan norma keluarga

3. Pola komunikasi keluarga

4. Struktur kekuatan keluarga

E. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi afektif

2. Fungsi sosialisasi

17
3. Fungsi perawatan keluarga

4. Fungsi ekonomi

5. Fungsi reproduksi

F. STRES DAN KOPING KELUARGA


1. Stressor jangka pendek dan panjang

2. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor

3. Strategi koping yang digunakan

4. Strategi koping disfungsional keluarga

18
G. PEMERIKSAAN KESEHATAN

H. HARAPAN KELUARGA

19
ANALISA DATA
NO DATA SENJANG ETIOLOGI PROBLEM

20
PRIORITAS MASALAH
NO KRITERIA NILAI PEMBENARAN
1. Sifat masalah:

2. Kemungkinan masalah
untuk diubah:

3. Potensi masalah untuk


dicegah:

4. Menonjolnya masalah:

JUMLAH

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN

21
III. RENCANA INTERVENSI KEPERAWATAN
Data Diagnosa Tujuan NOC NIC

22
23
IV. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN
No Diagnosa Implementasi Evaluasi TTD
Keperawatan

24
25
Lampiran 2

FORMAT ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA (RESUME)

PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA

Fasilitas Yankes No. Register

Nama Perawat yang mengkaji Tanggal Pengkajian

1. DATA KELUARGA
Nama Kepala Keluarga Bahasa sehari-hari

Alamat Rumah & Telp Jarak yankes terdekat

Agama & Suku Alat Transportasi

DATA ANGGOTA KELUARGA

N Nama Hub dgn Umur JK Suku Pendidikan Pekerjaan Saat Ini Status Gizi TTV (TD, Status Alat Bantu/ Protesa
o KK Terakhir (TB, BB, N, S, P) Imunisasi
BMI)

26
LANJUTAN

N Nama Penampilan Status Kesehatan Riwayat Penyakit/ Alergi Analisis Masalah Kesehatan
o Umum Saat ini Individu

2. DATA PENGKAJIAN INDIVIDU YANG SAKIT (terlampir)


3. DATA PENUNJANG KELUARGA
Rumah dan Sanitasi Lingkungan PHBS Di Rumah Tangga

 Tipe Rumah :  Jika ada Bunifas, Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan :
........................................................................................................................... Ya/ Tidak* ..........................................................
 Jika ada bayi, Memberi ASI ekslusif :

27
 Ventilasi : Ya/ Tidak* ..........................................................
 jika ada balita, Menimbang balita tiap bln :
Cukup/Kurang*.............................................. Ya/ Tidak* ..............................................................
 Pencahayaan Rumah :  Menggunakan air bersih untuk makan & minum:
Ya/ Tidak* .....................................................
Baik/ Tidak* ........................................................  Menggunakan air bersih untuk kebersihan diri:
Ya/ Tidak* .........................................................
 Saluran Buang Limbah :
 Mencuci tangan dengan air bersih & sabun :
Baik /Cukup/Kurang*.................................. Ya/ Tidak* ............................................................
 Melakukan pembuangan sampah pada tempatnya :
 Sumber Air Bersih : Ya/ Tidak* .................................................................
Sehat/Tidak Sehat*.......................................................  Menjaga lingkungan rumah tampak bersih :
Ya/ Tidak* ..........................................................
 Jamban Memenuhi Syarat :  Mengkonsumsi lauk dan pauk tiap hari :
Ya/ Tidak* ...............................................................
Ya/Tidak* …………………....................................
 Menggunakan jamban sehat :
 Tempat Sampah: Ya/ Tidak* .........................................................
 Memberantas jentik di rumah sekali seminggu :
Ya/Tidak*……………………........... Ya/ Tidak* ...........................................................
 Rasio Luas Bangunan Rumah dengan Jumlah Anggota Keluarga 8m2/orang  Makan buah dan sayur setiap hari : Ya/ Tidak* ............
: Ya/Tidak*……………….......  Melakukan aktivitas fisik setiap hari : Ya/ Tidak* ......
 Tidak merokok di dalam rumah : Ya/ Tidak* ..................

4. KEMAMPUAN KELUARGA MELAKUKAN TUGAS PEMELIHARAAN KESEHATAN ANGGOTA KELUARGA


1) Adakah perhatian keluarga kepada anggotanya yang menderita sakit:  Ada  Tidak karena ................................................
2) Apakah keluarga mengetahui masalah kesehatan yang dialami anggota dalam keluarganya :  Ya  Tidak
3) Apakah keluarga mengetahui penyebab masalah kesehatan yang dialami anggota dalam keluarganya:  Ya  Tidak

28
4) Apakah keluarga mengetahui tanda dan gejala masalah kesehatan yang dialami anggota dalam keluarganya :  Ya  Tidak
5) Apakah keluarga mengetahui akibat masalah kesehatan yang dialami anggota dalam keluarganya bila tidak diobati/dirawat :  Ya  Tidak
6) Pada siapa keluarga biasa menggali informasi tentang masalah kesehatan yang dialami anggota keluarganya:  Keluarga  Tetangga
 Kader  Tenaga kesehatan, yaitu........
7) Keyakinan keluarga tentang masalah kesehatan yang dialami anggota keluarganya:  Tidak perlu ditangani karena akan sembuh sendiri biasanya
Perlu berobat ke fasilitas yankes  Tidak terpikir
8) Apakah keluarga melakukan upaya peningkatan kesehatan yang dialami anggota keluarganya secara aktif :
 Ya Tidak, Jelaskan: ................................
9) Apakah keluarga mengetahui kebutuhan pengobatan masalah kesehatan yang dialami yang dialami anggota keluarganya :
 Ya  Tidak , Jelaskan: ..................................
10) Apakah keluarga dapat melakukan cara merawat anggota keluarga dengan masalah kesehatan yang dialaminya:
 Ya  Tidak, jelaskan: ............................................
11) Apakah keluarga dapat melakukan pencegahan masalah kesehatan yang dialami anggota keluarganya:
 Ya  Tidak, jelaskan: ....................................................
12) Apakah keluarga mampu memelihara atau memodifikasi lingkungan yang mendukung kesehatan anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan :
 Ya  Tidak, jelaskan : .................................................................
Apakah keluarga mampu menggali dan memanfaatkan sumber di masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan anggota keluarganya :
 Ya  Tidak, jelaskan: ...........................................................

KRITERIA KEMANDIRIAN KELUARGA : Kesimpulan:


1. Menerima petugas puskesmas 5. Melaksanakan perawatan sederhana sesuai anjuran - Kemandirian I : Jika memenuhi kriteria 1& 2
2. Menerima yankes sesuai rencana 6. Melaksanakan tindakan pencegahan secara aktif - Kemandirian II; jika memenuhi kriteria 1 s.d 5
3. Menyatakan masalah kesehatan secara benar 7. Melaksanakan tindakan promotif secara aktif - Kemandirian III: Jika memenuhi kriteria 1 s.d 6
4. Memanfaatkan faskes sesuai anjuran - Kemandirian IV: Jika memenuhi kriteria 1 s.d 7

29
Lampiran

2. DATA PENGKAJIAN INDIVIDU YANG SAKIT

Nama Individu yang sakit : Diagnosa Medik :

Sumber Dana Kesehatan : Rujukan Dokter/ Rumah Sakit :

Keadaan Umum Sirkulasi/ Cairan Perkemihan Pernapasan


 Pola BAK ....x/hr,vol ..ml/hr
Kesadaran :  Edema  Bunyi jantung: .....  Sianosis
 Hematuri  Poliuria
GCS : 15  Asites  Akral dingin  Oliguria  Disuria  Sekret / Slym
 Inkontinensia  Retensi
TD: mm/Hg  Tanda Perdarahan:  Nyeri saat BAK  Irama ireguler
P: x/ menit purpura/ hematom/  Wheezing
 KemampuanBAK : Mandiri/
0
S: C petekie/ hematemesis/  Ronki ........................
Bantu sebagian/tergantung*
N: x/ menit melena/ epistaksis*  Alat bantu: Tidak/Ya*………  Otot bantu napas .......
 Takikardia  Tanda Anemia : Pucat/  Gunakan Obat :Tidak/Ya*...  Alat bantu nafas ..........
 Bradikardia Konjungtiva pucat/ Lidah
 Kemampuan BAB :Mandiri/  Dispnea
 Tubuh teraba hangat pucat/ Bibir pucat/
Bantu sebagian/tergantung*  Sesak
 Menggigil Akral pucat*  Alat bantu: Tidak/Ya*...
 Stridor
 Tanda Dehidrasi:
 Krepirasi

30
mata cekung/ turgor kulit

berkurang/ bibir kering *

 Pusing  Kesemutan

 Berkeringat  Rasa Haus

 Pengisian kapiler  3 detik

Pencernaan Muskuloskeletal Neurosensori

 Mual Muntah  Kembung  Tonus otot Fungsi Penglihatan : Fungsi perabaan :

Nafsu Makan :  Kontraktur  Buram  Kesemutan pada …….....


 Tak bisa melihat  Kebas pada ..................
Berkurang/Tidak*  Fraktur  Alat bantu …........  Disorientasi  Parese
 Sulit Menelan Nyeri otot/tulang*  Visus ………........  Halusinasi  Disartria
Fungsi pendengaran :  Amnesia  Paralisis
 Disphagia  Drop Foot Lokasi ……....  Kurang jelas  Refleks patologis ……
 Tuli  Kejang : sifat... lama ...
 Bau Nafas  Tremor Jenis ……......…
 Alat bantu frekwensi .........
 Kerusakan gigi/gusi/ lidah/  Malaise / fatique  Tinnitus Fungsi Penciuman
Fungsi Perasa √ Mampu
geraham/rahang/palatum*  Atropi √ Mampu  Terganggu
 Distensi Abdomen  Kekuatan otot ....…..........  Terganggu

31
 Bising Usus: .................  Postur tidak normal : Kulit
bungkuk
 Konstipasi  Jaringan parut  Memar  Laserasi  Ulserasi  Pus
 RPS Atas : bebas/ terbatas/
 Diare .......x/hr  Bulae/lepuh  Perdarahan bawah  Krustae
kelemahan/ kelumpuhan
 Hemoroid, grade .....................  Luka bakar Kulit ...... Derajat ......  Perubahan
(kanan / kiri)*
 Teraba Masa abdomen ......... warna…….
 RPS Bawah :bebas/terbatas/
 Stomatitis  Warna ...................  Decubitus: grade … Lokasi ………..….
kelemahan/kelumpuhan
 Riwayat obat pencahar ......... Tidur dan Istirahat
(kanan / kiri)*
 Maag Tidak ada masalah
 Konsistensi ..........  Berdiri : Mandiri/ Bantu
√ Waktu tidur siang dan malam hari ± 7 – 9 jam / hari
Diet Khusus: Tidak/Ya*........... .... sebagian/tergantung*
 Bantuan obat, …………………………………………..………………
 Kebiasaan makan-minum :  Berjalan : Mandiri/ Bantu

Mandiri/ Bantu sebagian/ sebagian/tergantung*

Tergantung*  Alat Bantu :


Tidak/Ya*..............
 Alergi makanan/minuman :
 Nyeri :
Tidak/Ya*.................................. Tidak/Ya*.......................

 Alat bantu : Tidak/Ya*.............

32
Mental Komunikasi dan Budaya Kebersihan Diri Perawatan Diri Sehari-hari

 Cemas  Denial  Marah  Interaksi dengan Keluarga :  Gigi-Mulut kotor  Mandi : Mandiri/ Bantu

 Takut  Putus asa Baik/ tehambat* .............  Mata kotor  Kulit kotor sebagian/tergantung*

 Depresi  Rendah diri   Berkomunikasi :  Perineal/genital kotor  Berpakaian : Mandiri/ Bantu


Menarik diri  Agresif sebagian/tergantung*
Lancar/ terhambat* ..........  Hidung kotor
Perilaku kekerasan
 Menyisir Rambut : Mandiri/ Bantu
 Kegiatan sosial sehari-hari :  Kuku kotor
 Respon pasca trauma ..... sebagian/tergantung*
Arisan RT
 Tidak mau melihat bagian  Telinga kotor
tubuh yang rusak
 Rambut-Kepala kotor

Keterangan Tambahan terkait Individu

33
DATA PENUNJANG MEDIS INDIVIDU YANG SAKIT

Laboratorium Radiologi EKG USG

-
- - -

ANALISA DATA

No Data Penunjang Masalah Keperawatan


1

34
No Data Penunjang Masalah Keperawatan

35
DIAGNOSA KEPERAWATAN

MENGETAHUI :

Nama Pembimbing Tanggal/ Tandatangan

RENCANA INTERVENSI KEPERAWATAN

Data Diagnosa Tujuan NOC NIC

36
37
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN
No Diagnosa Keperawatan Implementasi Evaluasi TTD

38
39
Lampiran 3

DAFTAR HADIR

No Nama NIM Waktu


Mahasiswa Tgl: Tgl: Tgl: Tgl: Tgl: Tgl:
Datang Pulang Datang Pulang Datang Pulang Datang Pulang Datang Pulang Datang Pulang
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

40
No Nama NIM Waktu
Mahasiswa Tgl: Tgl: Tgl: Tgl: Tgl: Tgl:
Datang Pulang Datang Pulang Datang Pulang Datang Pulang Datang Pulang Datang Pulang
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

41
Lampiran 4
FORMAT SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan :
Sasaran :
Hari/Tanggal :
Waktu :
Tempat :

A. Latar Belakang
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
2. Tujuan Khusus
C. Metode
D. Media
E. Setting Tempat
F. Materi
(Terlampir)
G. Proses Pelaksanaan
Kegiatan Penyuluhan Waktu Kegiatan Peserta
Orientasi:

Kerja:

Evaluasi:

H. Evaluasi
1. Prosedur
2. Bentuk tes
3. Butir soal

42
PENILAIAN EDUKASI KESEHATAN

Nama :

Tema :

Asal Institusi :

No Aspek yang Dinilai Rentang Nilai


0 1 2 3 4
Tahap Persiapan
1 Kontrak waktu dengan klien/keluarga/
masyarakat
2 Menjelaskan prosedur yang akan dilalakukan
pada klien/keluarga/masyarakat
3 Menyiapkan alat, media, dan lingkungan yang
diperlukan
Tahap Pelaksanaan
4 Berbicara dengan kontak mata, sikap
menghargai, mendengar secara aktif,
menggunakan bahasa dan kata-kata yang
mudah dimengerti klien/keluarga/masyarakat
5 Melakukan prosedur/tindakan yang tepat
6 Menggunakan alat bantu dengan tepat
7 Kemampuan menggunakan alat/media dengan
baik
8 Melibatkan klien/keluarga/masyarakat selama
proses
Tahap Terminasi
9 Melakukan evaluasi terhadap kemapuan
keluarga
10 Merencanakan tindak lanjut dari hasil
intervensi yang telah dilakukan

Keterangan:
Rentang nilai : 0-4
Nilai Akhir: Nilai yang diperoleh x 100
44

Penilai/Juri,

(_____________________)

43
Lampiran 6
FORMAT PENCAPAIAN KOMPETENSI
No Kegiatan Hari/Tanggal Proses Komentar Pembimbing Paraf
Pelaksanaan Bimbingan Mandiri Pembimbing
1 Pengumpulan
data

2 Merumuskan
diagnosis
keperawatan

3 Menyusun
prioritas
masalah dengan
skoring

44
4 Menyusun
intervensi
keperawatan

5 Melaksanakan
tindakan

6 Melaksanakan
evaluasi

45
Lampiran 7

FORMAT LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

sebelum menyusun laporan asuhan keperawatan keluarga, mahasiswa


harusmemahami terlebih dahulu sistematika penulisan laporan asuhan
keperawatan keluarga, sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan
BAB II TINJAUAN ATEORITIS
BAB IIi ASUHAN KEPERAWATAN
A. Pengkajian Keperawatan Keluarga
B. Diagnosis Keperawatan Keluarga
C. Intervensi Keperawatan Keluarga
D. Implementasi Tindakan Keperawatan Keluarga
E. Evaluasi Keperawatan Keluarga
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Penjelasan:
1. Penulisan Bab I yaitu pendahuluan pada laporan asuhankeperawatan meliputi
latar belakang dan tujuan dari penulisan laporan.
Latar belakang menguraikan tentang alasan mahasiswa memberikan asuhan
keperawatan pada keluarga sesuai dengan maslaah yang dialami keluarga.
Contohnya mahasiswa membuat latar belakang asuhan keperawatan pada
keluarga dengan hipertensi, apakah kasusnya banyak terjadi di masyarakat?,
angka kejadiannya meningkat dari tahun ke tahun? Dan seterusnya. Uraikan

46
juga perlunya pemberian asuhan keperawatan keluarga untuk menyelesaikan
masalah kesehatan keluarga. Sedangkan penulisan tujuan menguraikan tentang
tujuan mahasiswa membuat laporan asuhan keperawatan tersebut yang terdiri
dari tujuan umum dan tujuan khusus.
Tujuan Umum:
memberikan gambaran tentang pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga Tn.
X dengan hipertensi
Tujuan khusus:
a. Memberikan gambaran tentang pengkajian keperawatan keluarga pada Tn.
X
2. Penulisan Bab II Tinjauan Teoritis
Menguraikan tentang teori dan konsep yang digunakan mahasiswa untuk
memhaami kasus keluarga yang dikelolalanya baik mengacu pada teori
maupun hasil penelitian-penelitian sebelumnya. Sehingga memberikan
gambaran pada mahasiswa untuk bisa membandingkan antara teori/konsep
dengan fakta yang terjadi lapangan
3. Penulisan Bab III asuhan keperawatan
Menguraikan tentang proses asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian,
diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi.
b. Pengkajian: dituliskan dalam bentuk naratif, baik dengan kalimat langsung
maupun tidak langsung. Sedangkan penulisan analisis data dan skoring
dalam bentuk tabel.
c. Diagnosis keperawatan
Rumusan penetapan diagnosis mengacu pada NANDA yang dapat terdiri
dari diagnosis individu dan keluarga.
c. Intervensi keperawatan keluarga, dibuat dalam bentuk tabel. Mengacu pada
NOC dan NIC
d. Implementasi dan evaluasi keperawatan keluarga, dituliskan dalam bentuk
tabel
4. Penulisan Bab IV adalah penutup, menguraikan kesimpulan dan saran.
Kesimpulan menguraikan tentang masalah yang muncul berdasarkan hasil
pengkajian, pelaksanaan tindakan untuk menyelesaikan masalah dan evaluasi

47
akhir dari asuhan keperawatan.sedangkan saran menguraikan tentang
rekomendasi mahasiswa setelah melaksanakan asuhan keperawatan pada
keluarga sesuai dengan masalah kesehatannya. Saran dapat ditujukan pada
keluarga untuk melanjutkan tindakan keperawatan yang telah diajarkan, dapat
pula ditujukan untuk kader kesehatan atau petugas kesehatan yang bertugas di
wilayah tersebut untuk terus memberikan asuhan keperawatan yang
berkelanjutan.

48
Lampiran 8

PENILAIAN SIKAP PROFESIONAL MAHASISWA

Nilai
No Aspek yang Dinilai
1 2 3 4
1 Disiplin : datang-pulang, mengumpulkan
tugas tepat waktu
2 Kejujuran: bicara/berkata benar/sesuai
dengan kenyataan
3 Tanggung jawab: mengerjakan tugas yang
diberikan sesuai dengan ketentuan
4 Sabar: emosi terkendali dalam berbagai
situasi
5 Caring: peduli dengan klien, teman
sejawat, pembimbing dan orang lain
disekitarnya
6 Penampilan: uniform lengkap, bersih, rapi,
percaya diri, sopan
7 Kreatif: mencari pendekatan berbeda bila
intervensinya tidak berhasil
8 Rendah hari:tidak malu bertanya bila
membutuhkan informasi

Nilai Akhir =
(Jumlah Nilai yang diperoleh : 32) x 100

Pembimbing,

(_____________________)

49
Lampiran 9
MATERI PEMBELAJARAN
PANDUAN PENGAKJIAN KELUARGA

A. Definisi Keluarga
Keluarga adalah dua orang atau lebih yang disatukan oleh ikatan-ikatan
kebersamaan dan ikatan emosional dan yang mengidentifikasikan diri mereka
sebagai bagian dari keluarga (Friedman, Bowden & Jones, 2010). Keluarga
adalah kumpulan dua atau lebih individu yang berbagi tempat tinggal atau
berdekatan satu dengan lainnya; memiliki ikatan emosi; terlibat dalam posisi
sosial; peran dan tugas-tugas yang saling berhubungan; serta adanya rasa saling
menyayangi dan memiliki (Murray & Zentner, 1997 dan Friedman, 1998 dalam
Allender & Spradley, 2005). Sedangkan menurut Peraturan Pemerintah nomor
21 tahun 1994 Bab I ayat 1 keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat
yang terdiri dari suami-istri, atau suami, istri dan anaknya, atau ayah dan
anaknya, atau ibu dan anaknya.

B. Tipe Keluarga
Mengidentifikasi jenis tipe keluarga beserta ada tidaknya kendala yang dialami
keluarga sehubungan dengan tipe keluarga tersebut. Berikut ini jenis-jenis tipe
keluarga yang umum di Indonesia:
1. Tradisional
b. Keluarga inti (nuclear family), merupakan keluarga yang hanya terdiri
dari ayah, ibu, dan anak yang berasal dari keturunan atau merupakan
hasil adopsi atau keduanya dan tinggal dalam satu rumah.
c. Keluarga besar (extended family),adalah keluarga inti ditambah anggota
keluarga lainnya yang masih mempunyai hubungan darah (kakek-nenek,
paman-bibi) dan tinggal dalam satu rumah.
2. Modern
Tipe keluarga secara modern yang umum ditemukan di indonesia adalah:

50
a. Niddle age/aging couple, adalah suami sebagai pencari uang, istri di
rumah/kedua-duanya bekerja di rumah, anak-anak sudah meninggalkan
rumah karena sekolah, perkawinan, pekerjaan.
b. Dyadic nuclear, adalah suami istri yang sudah berumur dan tidak
mempunyai anak yang keduanya atau salah satu bekerja di luar rumah.
c. Single parent, merupakan keluarga yang hanyaadala salah satu orang tua
sebagai akibat perceraian atau kematianpasangannya dan anak-anaknya
tinggal di rumah atau di luar rumah.
d. Dual carrier, meruapakan keluarga yang suami istri atau keduanya
orang karier dan tanpa anak.
e. Commuter married adalah suami istri atau keduanya orang karier namun
tinggal terpisah pada jarak tertentu dan keduanya saling mencari pada
waktu tertentu.

C. Tahap Perkembangan Keluarga


Hal-hal yang diidentifikasi pada tahap perkembangan keluarga meliputi:
1. Tahapan perkembangan keluarga saat ini.
Identifikasi salah satu tahapan perkembangan keluarga yang dijalani saat
ini. Menurut Duvall (1977) ada delapan tahapan perkembangan keluarga,
yaitu:
a. Tahap 1: Keluarga baru
Merupakan pasangan baru menikah yang belum mempunyai anak.
Tugas perkembangan keluarga tahap ini antara lain adalah:
- Membina hubungan intim yang memuaskan
- Menetapkan tujuan bersama
- Membina hubungan dengan keluarga lain, teman, dan kelompok
sosial
- Mendiskusikan rencana memiliki anak atau KB
- Persiapan menjadi orang tua
- Memahami prenatal care (pengertian kehamilan, persalinan, dan
menjadi orang tua

51
b. Tahap 2: Chidbearing family
Tahap ini dimulai dengan kelahiran anak pertama hingga anak tersebut
berusia 30 bulan. Tugas perkembangan keluarga tahap ini adalah:
- Adaptasi perubahan anggota keluarga
- Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan
- Membagi peran dan tanggung jawab suami istri terhadap anak
- Memperluas hubungan dengan keluarga besar
- Belajar untuk menerima pertumbuhan dan perkembangan anak

c. Tahap 3: Keluarga dengan anak prasekolah


Tahap ketiga ini dimulai ketika anak pertama berusia 3 tahun dan
diakhiri ketika anak berusia 6 tahun. Tugas perkembangan keluarga
pada tahap ini meliputi:
- Pemenuhan kebutuhan anggota keluarga
- Membantu anak bersosialisasi
- Beradaptasi dengan anak baru lahir, dengan tetap menjaga
pemenuhan kebutuhan anak yang lainnya
- Mempertahankan hubungan di dalam maupun di luar keluarga

d. Tahap 4: Keluarga dengan anak sekolah


Tahap ini dimulai ketika anak pertama memasuki sekolah dasar, yaitu
usia 6 tahun, dan diakhiri ketika anak mempersiapkan diri pada jenjang
sekolah berikutnya. Tugas perkembangan keluarga meliputi:
- Membantu sosialisasi anak dengan lingkungan luar rumah, sekolah
- Membantu hubungan yang sehat antara anak dengan teman sebaya
- Meningkatkan kemampuan prestasi sekolah anak
- Memenuhi kebutuhan kesehatan fisik anggota keluarga
- Mempertahankan hubungan pernikahan yang memuaskan

Permasalahan kesehatan yang umum ditemukan pada tahap ini meliputi:


- Kesehatan gigi
- Penganiayaan dan pengabaian anak

52
- Penyalahgunaan zat
- Penyakit menular
- Penyakit kronik
- Masalah perilaku

e. Tahap 5: Keluarga dengan anak remaja


Tahap lima ini dimulai ketika anak pertama berusia 13 tahun hingga
berusia 20 tahun. Tujuan utama keluarga pada tahap remaja adalah
melonggarkan ikatan keluarga untuk memberikan tanggung jawab dan
kebebasan remaja yang lebih besar dalam mempersiapkan diri menjadi
seorang dewasa muda. Tahap ini merupakan tahap tersulit dikarenakan
besarnya tugas perkembangan anak remaja dan orang tua, adanya
konflik serta gejolah yang tidak dapat dihindari oleh keluarga. Oleh
karena itu orang tua harus memahami perubahan perkembangan yang
dialami oleh remaja yaitu perubahan kognitif, pembentukan identitas,
dan pertumbuhan biologis.
Tugas keluarga dengan tahap perkembangan ini adalah:
- Pengembangan terhadap remaja (memberikan kebebasan yang
seimbang dan bertanggung jawab mengingat remaja adalah sesorang
yang akan memasuki usia dewasa muda dan mulai memiliki
otonomi)
- Memelihara komunikasi terbuka
- Memelihara keintiman hubungan dalam keluarga

Permasalan kesehatan yang umum terjadi pada anak remaja adalah:


- Kecelakaan
- Penyalahgunaan obat dan alkohol
- Penggunaan alat kontrasepsi
- Perilaku seksual berisiko
- Kehamilan yang tidak diinginkan
- Ketidaksiapan menjadi orang tua muda

53
f. Tahap 6: Keluarga dengan dewasa awal
Tahap ini ditandai dengan anak pertama meninggalkan rumah. Proses
pelaksanaan tahap ini dapat berlangsung singkat atau lama bergantung
pada jumlah anak dalam keluarga.
Tugas perkembangan keluarga meliputi:
- Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar
- Membantu anak untuk mandiri sebagai keluarga baru di masyarakat.
- Mempersiapkan anak untuk hidup mandiri dan menerima kepergian
anaknya
- Mempertahankan keintiman pasangan

Perhatian pelayanan kesehatan pada tahap ini adalah:


- Kesalahan komunikasi antara orang tua dan anak dewasa muda
- Transisi peran bagi suami istri
- Munculnya berbagai masalah kesehatan kronik sebagai efek dari
gaya hidup yang tidak sehat
- Kesiapan menghadapi menopause

g. Tahap 7: Keluarga dengan dewasa tengah


Tahap ini umumnya di mulai ketika orang tua berusia 45 sampai 59
tahun. Menurut Rollins & Feldman, 1970 dalam friedman, 2010), tahap
ini dianggap sebagai tahap terbaik dalam kehidupan. Hal ini dikarenakan
tingkat kepuasan pernikahan dan keluarga serta kualitas kehidupan
meningkat dan mencapai puncaknya selama fase ini.
Tugas perkembangan keluarga pada tahap ini antara lain:
- Mempunyai lebih banyak waktu dan kebebasan dalam mengolah
minat sosial dan waktu santai
- Mempertahankan hubungan yang bermakna antara orang tua dan
anak mereka
- Mempertahankan keakraban pasangan
- Persiapan menghadapi pensiun

54
h. Tahap 8: Keluarga lansia
Tahap ini dimulai ketika orang tua berusia lebih dari atau sama dengan
60 tahun. Tugas perkembangan keluarga pada saat ini adalah:
- Penyesuaian tahap pensiun dengan cara merubah cara hidup
- Menerima kematian pasangan, kawan dan mempersiapkan diri akan
kematian
- Mempertahankan keakraban pasangan dan saling merawat
- Melakukan life review masa lalu

Contoh menentukan tahap perkembangan keluarga:


Keluarga Bapak H mempunyai 3 orang anak. Anak pertama berumur 15
tahun, kedua berumur 11 tahun, dan ketiga berumur 5 tahun, maka keluarga
Bapak H berada pada tahapan perkembangan keluarga dengan usia anak
remaja.

1. Sejauh mana keluarga memenuhi tugas perkembangan keluarga yang sesuai


dengan tahap perkembangan keluarga.
Tahap ini menjelaskan mengenai tugas perkembangan yang belum terpenuhi
oleh keluarga serta kendala mengapa tugas perkembangan tersebut belum
terpenuhi.

2. Riwayat keluarga inti


Menjelaskan mengenai riwayat kesehatan keluarga inti yang meliputi
riwayat penyakit keturunan, riwayat kesehatan masing-masing anggota
keluarga, status imunisasi anak. Tahap ini juga menjelaskan kejadian serta
pengalaman kesehatan yang unik dan berkaitan dengan kesehatan seperti
perceraian, kematian, kehilangan yang terjadi dalam kehidupan keluarga.

3. Riwayat keluarga sebelumnya:


Tahap ini menjelaskan seperti apa kehidupan keluarga asal orang tua yang
mempengaruhi kesehatan keluarga saat ini.

55
D. Lingkungan Keluarga
1. Karakteristik rumah
Karakteristik rumah diidentifikasi dengan menampilkan denah rumah yang
menyesuaikan dengan arah mata angin. Karakteristik rumah juga
mengidentifikasi luas rumah, tipe rumah, jumlah jendela, pencahayaan
rumah, ventilasi, pemanfaatan ruangan, jenis septictank dan jaraknya
dengan sumber air yang digunakan, pembuatan sampah dan ketersediaan
selokan di sekitar rumah.
2. Karakteristik tetangga dan komunitas setempat
Menjelaskan mengenai karakteristik tetangga setempat meliputi kebiasaan,
lingkungan fisik, budaya setempat yang mempengaruhi kesehatan,
pekerjaan masyarakat umumnya, dan tingkat kepadatan penduduk.
3. Mobilitas geografis keluarga
Menjelaskan tinggal didaerah yang sekarang sudah berapa lama,
kemampuan keluarga beradaptasi dengan lingkungan setempat dan
kebiasaan keluarga berpindah tempat bagi keluarga yang tidak menetap.
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Menjelaskan mengenai jenis perkumpulan yang ada baik dikeluarga maupun
di masyarakat yang diikuti oleh keluarga serta bagaimana persepsi keluarga
terhadap masyarakat sekitarnya.
5. Sistem pendukung keluarga
Menjelaskan sistem yang dapat mendukung status kesehatan keluarga
meliputi, dukungan internal yang berasala dari anggota keluarga maupun
eksternal yang berasalal dari luar (tetangga, saudara), dukungan dalam
bentuk fasilitas kesehatan, sistem keamanan dan pemerintahan terdekat.

E. Struktur Keluarga
1. Struktur peran
Menjelaskan peran dari masing-masing anggota keluarga baik secara
formal (suami-istri, ayah-ibu, anak-sanak saudara, dsb) maupun informal
(pengharmonis, pendamai, penengah, dominator, penghibur, dsb) dan
bagaimana peran tersebut dilaksanakan. Apakah ada yang

56
menepengaruhinya. Jika ada keluarga dengan single parent, maka
bagaimana individu tersebut melaksanakan perannya.

2. Nilai dan norma keluarga


Menjelaskan mengenai nilai dan norma yang dianut oleh keluarga yang
berhubungan dengan kesehatan. Bagaimana nilai dan norma tersebut
menjadi keyakinan dan diinterpretasikan dalam bentuk perilaku. Apakah
perilaku tersebut dapat diterima oleh anggota keluarga yang lainnya dan
diterima oleh masyarakat.

3. Pola komunikasi keluarga


Menjelaskan tentang cara/pola berkomunikasi yang diterapkan dalam
keluarga. Komunikasi dikatakan efektif jika berlangsung dua arah dan
saling memuaskan kedua belah pihak. Komunikasi tidak efektif terjadi
apabila berlangsung satu arah, komunikasi tidak fokus pada satu ide
pembicaraan sehingga pesan tidak jelas, bila bertahan pada pendapat
masing-masing dan tidak dapat menerima pendapat orang lain sehingga
pembicaraan menjadi tidak berkembang.

4. Struktur kekuatan keluarga


Menjelaskan tentang proses pengambilan keputusan, apakah dilakukan
secara demokratis dengan melibatkan pendapat dari anggota keluarga atau
difokuskan pada keputusan satu orang. Apakah keputusan yang diambil
memuaskan atau tidak, dan jika tidak apa yang dilakukan keluarga. Apakah
ada anggota keluarga yang mampu mengambil keputusan dan
mempengaruhi anggota keluarga lainnya untuk merubah perilaku.

F. Fungsi Keluarga
1. Fungsi afektif
Hal yang perlu dikaji pada fungsi ini adalah gambaran diri anggota
keluarga, perasaan memiliki dan dimiliki dalam keluarga, dukungan
keluarga terhadap anggota keluarga lainnya, bagaimana kehangatan tercipta

57
pada anggota keluarga dan bagaimana keluarga mengembangkan sikap
saling menghargai.
2. Fungsi sosialisasi
Fungsi ini menggambarkan upaya yang dilakukan keluarga dalam
membesarkan anak, mengajarkan anak untuk hidup bersosialisasi baik
dalam lingkungan keluarga maupun di luar linkungan keluarga.
3. Fungsi perawatan kesehatan
Aspek yang dikaji pada fungsi ini adalah bagaimana kesanggupan keluarga
dalam melaksanakan 5 tugas kesehatan keluarga yang meliputi kemampuan
keluarga mengenal masalah kesehatan, mengambil keputusan untuk
melakukan tindakan, melakukan perawatan terhadap anggota keluarga yang
sakit, menciptkaan lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan dan
kemampuan keluarga dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada di
lingkungan setempat.
4. Fungsi reproduksi
Fungsi ini menjelaskan bagaimana keluarga membuat perencanaan dalam
menentukan jumlah anggota keluarga (anak), metode apa yang digunakan
untuk mengendalikan jumlah anak, dan kendala yang dimiliki keluarga
dalam membuat dan mengendalikan perencanaan tersebut.

G. Stres dan Koping keluarga


6. Stres jangka pendek dan panjang
a. Stresor jangka pendek adalah stresor yang dimiliki dan dirasakan
keluarga dalam waktu ≤ 6 bulan.
b. Stresor jangka panjang adalah stresor yang dimiliki dan dirasakan
keluarga dalam waktu lebih dari 6 bulan
7. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stresor
Hal yang perlu dikaji adalah bagaimana keluarga berespon terhadap baik
stresor jangka pendek maupun jangka panjang
8. Strategi koping yang digunakan
Menjelaskan tentang bentuk koping yang digunakan keluarga dalam
menghadapi permasalahan/stresor yang dialami oleh keluarga

58
H. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan pada semua anggota keluarga yang tinggal dalam
satu rumah. Metode yang digunakan tidak berbeda dengan pemeriksaan fisik
yang ada di klinik. Alat pemeriksaan yang digunakan adalah nursing kit dan
peralatan lainnya sesuai dengan kasus yang terjadi di keluarga.

I. Harapan Keluarga
Pada akhir pengkajian mahasiswa menanyakan harapan keluarga terhadap
petugas kesehatan dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan yang terjadi
di keluarga

59
DIAGNOSA KEPERAWATAN

Diagnosa keperawatan merupakan interpretasi ilmiah atas data hasil pengkajian


yang akan digunakan perawat dalam menyusun intervensi keperawatan,
melakukan tindakan dan evaluasi. Dalam asuhan keperawatan keluarga, formulasi
diagnosis keperawatan menggunakan ketentuan diagnosis keperawatan menurut
NANDA. Jenis diagnosisnya meliputi: aktual/ancaman, risiko, dan potensial
(mencakup promosi kesehatan/sejahtera/wellness).

Perumusan diagnosis keperawatan individu dan keluarga berdasarkan masalah


kesehatan yang lazim terjadi, antara lain: masalah gizi, diare, ISPA, DM, TB Paru,
hipertensi, stroke, rematik, depresi, demensia. Perumusan masalah juga mengacu
pada masalah kesehatan komunitas nasional berdasarkan Riskesdas tahun 2013
dan MDGs yaitu HIV, TB, Malaria, masalah gizi, masalah kesehatan sebagai
dampak dari kemiskinan dan keterbatasan akses pelayanan kesehatan, masalah
kesehatan ibu dan anak, cidera akibat kecelakaan lalu lintas.

Penetapan diagnosa keperawatan keluarga minimal tiga diagnosa yang terdiri dari
diagnosa individu dan diagnosa keluarga. Berikut ini merupakan contoh diagnosis
keperawatan berdasarkan masalah kesehatan yang lazim terjadi di individu dan
keluarga berdasarkan NANDA 2012 – 2014:
1. Individu
Domain Kode Rumusan Diagnosis Keperawatan
Domain 2: 0001 Ketidakseimbangan nutrisi: lebih dari
Nutrisi kebutuhan
0002 Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari
kebutuhan
0003 Risiko ketidakseimbangan nutrisi: lebih
dari kebutuhan
00103 Gangguan menelan
00163 Kesiapan untuk meningkatkan nutrisi
00025 Risiko ketidakseimbangan volume cairan
00027 Defisiensi volume cairan
00028 Risiko defisiensi volume cairan
00160 Kesiapan untuk meningkatkan

60
keseimbangan cairan
00195 Risiko ketidakseimbangan elektrolit
Domain 3: 00016 Gangguan elimiasi urin
Eliminasi dan 00013 diare
pertukaran 00196 Disfungsi motilitas gastrointenstinal
00030 Gangguan pertukaran gas
Domain 4: 00198 Gangguan pola tidur
Aktivitas/istirahat 00085 Gangguan mobilitas fisik
00093 fatigue
00029 Penurunan kardiak output
00032 Tidak efektifnya pola nafas
00092 Intoleransi aktivitas
00094 Risiko intoleransi aktivitas
00201 Risiko tidak efektifnya perfusi jaringan
serebral
00204 Tidak efektifnya perfusi jaringan perifer
00228 Risiko tidak efektifnya perfusi jaringan
perifer
00102 Defisit perawatan diri: makan
00108 Defisit perawatan diri: mandi
00109 Defisit perawatan diri: berpakaian
00110 Defisit perawatan diri: toileting
Domain 5: 00131 Gangguan memori
Persepsi/kognisi
Domain 6: 00054 Risiko kesepian
Persepsi diri 00119 Harga diri rendah kronik
00120 Harga diri rendah situasional
Domain 9: 00069 Tidak efektifnya koping
Koping/toleransi 00146 Kecemasan
terhadap stres 00158 Kesiapan meningkatkan koping
Domain 11: 00004 Risiko infeksi
Keamanan/Proteksi 00031 Tidak efektifnya bersihan jalan nafas
00035 Risiko injuri
00046 Gangguan integritas kulit
00047 Risiko gangguan integritas kulit
00155 Risiko jatuh
00007 Hipertermi
00008 Tidak efektifnya termeregulasi
Domain 12: 00132 Nyeri akut
Rasa nyaman 00133 Nyeri kronik
00134 mual
00214 Gangguan rasa nyaman

61
2. Keluarga
Domain Kode Rumusan diagnosis keperawatan
Domain 1: 00080 Ketidakefektifan manajemen terapeutik
Promosi kesehatan keluarga
00099 Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
00188 Perilaku kesehatan cenderung berisiko
Domain 4: 00098 Hambatan pemeliharaan rumah
Aktivitas/Istirahat
Domain 5: 00157 Kesiapan meningkatkan komunikasi
Persepsi/kognisi
Domain 7: 00056 Ketidakmampuan mejadi orang tua
Hubungan peran
00057 Risiko Ketidakmampuan mejadi orang
tua
00061 Ketegangan peran pemberi asuhan
00062 Risiko ketegangan peran pemberi asuhan
00106 Kesiapan meningkatkan pemberian ASI
00164 Kesiapan meningkatkan menjadi orang
tua
00060 Gangguan proses keluarga
00159 Kesiapan meningkatkan proses keluarga
00052 Hambatan interaksi sosial
00055 Ketidakefektfan performa peran
00064 Konflik peran orang tua
00207 Kesiapan meningkatkan hubungan
00223 Ketidakefektifan hubungan
Domain 13: 10029792 Kekerasan rumah tangga
Pertumbuhan/
perkembangan
(manajemen risiko)
10029856 Risiko terjadinya penyalahgunaan
10032289 Risiko terjadinya pelecehan anak
10032301 Risiko terjadinya pengabaian anak
10032340 Risiko terjadinya pengabaian lansia

62
CARA PENGHITUNGAN SKORING

Cara memprioritaskan masalah keperawatan keluarga dengan menggunakan


skoring. Komponen dari prioritas masalah keperawatan keluarga adalah kriteria,
skor dan bobot dengan penjelasan sebagai berikut:
1. Sifat masalah
Sifat masalah keperawatan ditentukan dengan melihat kategori
diagnosis/masalah keperawatan yang ditetapkan. Adapun skornya adalah
sebagai berikut: diagnosis keperawatan potensisal skor 1, risiko 2, dan
diagnosis keperawatan aktual 3.

2. Kemungkinan masalah untuk dapat diubah


Kriteria ini dapat ditentukan dengan melihat pengetahuan, sumber daya
keluarga, sumber daya perawatan yang tersedia, dan dukungan masyarakatnya.
Jika kemungkinan masalah untuk dapat diubah adalah mudah, maka skornya
2. Jika hanya sebagian maka nilainya 1. Dan skor 0 jika masalah tidak dapat
diubah.

3. Potensi masalah untuk dicegah


Kriteriaini dapat ditentukan dengan melihat kompleksitas masalah, lamanya
masalah, dan tindakan yang sedang dilakukan. Apabila potensi masalah untuk
dicegah adalah tinggi maka skornya 3. Jka cukup maka nilainya 2 dan jika
potensi masalah untuk dicegah adalah rendah, maka skornya 1.

4. Menonjolnya masalah
Kriteria ini ditentukan berdasarkan persepsi keluarga dalam memandang
masalah yang sedang terjadi di keluarga. Jika keliarga memandang masalah
tersebut berat dan harus segera ditangani maka skornya 2. Jika keluarga
menganggap ada masalah, namun tidak perlusegera ditangani maka skornya 1.
Dan jika keluarga tidak merasakan adanya masalah, maka skornya 0.

63
Komponen prioritas masalah keluarga diringkas dalam tabel di bawah ini:
No Kriteria Skor Bobot
1 Sifat masalah: 1
a. Aktual (tidak/kurang sehat) 3
b. Ancaman kesehatan 2
c. Keadaan sejahtera 1
2 Kemungkinan masalah dapat diubah: 2
a. Mudah 2
b. Sebagian 1
c. tidakdapat 0
3 Potensi masalah untuk dicegah: 1
a. Tinggi 3
b. Cukup 2
c. Rendah 1
4 Menonjolnya masalah: 1
a. Masalah berat dan harus segera ditangani 2
b. Ada masalah, tidak perlu ditangani 1
c. Masalah tidak dirasakan 0

Ketentuan penghitngan skoring adalah sebagai berikut:


• Proses skoring dilakukan untuk setiap diagnosi kep.
• Tentukan skore utk setiap kriteria yg telah dibuat.
• Selanjutnya hitung nilai total skoring.
Nilai total = (skore : angka skor tertinggi) x bobot
• Jumlahkan skore. Untuk semua kriteria,skore tertinggi adalah 5, sama dengan
seluruh bobot

64

Anda mungkin juga menyukai