Anda di halaman 1dari 2

ISSN 1978-9858

Prosiding Seminar Pengelolaan Perangkat Nuklir PTBN-BATAN, Serpong 11 September 2007

PENGARUH JENIS KAMPUH LAS TERHADAP SIFAT MEKANIK HASIL LAS SS-41 DENGAN MENGGUNAKAN MESIN LAS SHIELD METAL ARC WELDING (SMAW)

Maradu Sibarani
Bidang Bahan Bakar Nuklir

ABSTRAK PENGARUH BENTUK KAMPUH LAS TERHADAP SIFAT MEKANIK HASIL LAS SS-41 DENGAN MENGGUNAKAN MESIN LAS SHIELD METAL ARC WELDING (SMAW). Pengelasan adalah suatu proses penyambungan dua logam dimana logam menjadi satu akibat adanya panas dengan atau tanpa tekanan. Dalam penelitian ini dilakukan proses pengelasan menggunakan mesin las SMAW ( Shield Metal Arc Welding ) atau las busur listrik menggunakan elektroda terbungkus untuk mengetahui pengaruh jenis kampuh terhadap sifat mekanik hasil las. Logam induk yang dipakai adalah jenis baja SS 41. Variabel pengelasan yang dipilih adalah jenis kampuh V, V, dan K, kemudian dilakukan pengujian kekuatan tarik, kekerasan dan struktur mikro. Dari hasil penelitian diperoleh kekuatan tarik tertinggi adalah untuk kampuh K dengan nilai 433,57 N/mm, untuk kampuh 1/2V sebesar 416,74 N/mm sedangkan kekuatan 2tarik terendah berada pada kampuh V yang bernilai 401,40 N/mm. Untuk nilai kekerasan pada daerah las tertinggi terdapat pada jenis kamp uh V yang bernilai 77,2 HRB, untuk kampuh K sebesar 75,4 HRB, sedangkan nilai terendah pada kamp uh V dengan nilai 74,2 HRB. Untuk sifat mekanik yang diinginkan dapat dilakukan dengan variasi jenis kampuh. Kata Kunci: pengelasan SMAW, stainless steel, jenis kampuh

Pengaruh Jarak Kampuh Las, Kuat Arus Listrik, dan Kecepatan Pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) terhadap Kekuatan Tarik Pelat Baja St 37
Akhmad Ragil Wiratmaja

ABSTRAK

Wiratmaja, Akhmad Ragil. 2007. Pengaruh Jarak Kampuh Las, Kuat Arus Listrik, dan Kecepatan Pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) terhadap Kekuatan Tarik Pelat Baja St 37. Kata Kunci : Jarak kampuh, kuat arus, kecepatan pengelasan, kekuatan tarik, SMAW.

Salah satu pengerjaan dalam industri logam adalah pengerjaan las. Saat ini dikenal berbagai macam pengelasan logam antara lain las asetilen, las SMAW, TIG, MIG, las resistensi listrik dan lain-lain. Dari berbagai macam las tersebut yang paling popular di masyarakat adalah las asetilen dan las SMAW. Untuk mendapatkan hasil lasan SMAW yang baik maka diperlukan parameter pengelasan yang tepat meliputi jarak kampuh, kuat arus, dan kecepatan pengelasan Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya pengaruh jarak kampuh las, kuat arus, dan kecepatan pengelasan terhadap kekuatan tarik secara parsial ataupun secara bersama-sama. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen untuk mendapatkan data penelitian. Bahan yang digunakan adalah pelat baja St 37 tebal 6 mm. Variasi jarak kampuh las 1 mm dan 2 mm. Variasi kuat arus 60 A, 85 A, 110 A. Setiap proses pengelasan dihitung waktu tempuhnya untuk mendapatkan data kecepatan pengelasan. Elektroda yang digunakan E 6013 diameter 2,6 mm, sedangkan arus yang digunakan adalah arus bolak-balik (AC), tegangan pengelasan 30 Volt dan posisi mendatar (G1). Setelah dilakukan pengelasan lalu spesimen diuji tarik. Selanjutnya dianalisis regresi. Hasil (1) Variasi jarak kampuh las secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik, ini ditunjukkan pada hasil uji T yaitu sebesar 0,011 < taraf signifikansi 0,05. (2) Variasi kuat arus las secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik, ini ditunjukkan pada hasil uji T yaitu sebesar 0,085 > taraf signifikansi 0,05. (3) Variasi kecepatan pengelasan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik, ini ditunjukkan pada hasil uji T yaitu sebesar 0,001 < taraf signifikansi 0,05. (4) Variasi jarak kampuh las, kuat arus, dan kecepatan pengelasan secara keseluruhan berpengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik, ini ditunjukkan pada hasil uji F yaitu sebesar 5,487 > taraf signifikansi 0,004a. Sedangkan pengaruh variabel-variabel independen tersebut terhadap variabel dependen ditunjukkan pada R Square sebesar 34,0 %. Hasil penelitian ini terbatas pada baja karbon rendah (ST-37), variasi jarak kampuh las 1 mm dan 2 mm, variasi kuat arus 60 A, 85 A, 110 A. Dalam penelitian ditemukan bahwa kekuatan tarik terbesar yaitu 840 Mpa didapat pada formula jarak kampuh 2 mm, kuat arus 110 Ampere, dan kecepatan pengelasan 1,52 mm/det. Tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan lebih lanjut dari penelitian ini, baik mengenai jenis bahan yang berbeda, teknologi pengelasan yang dipakai, variasi parameter pengelasan, mesin uji yang lebih canggih, dan macam pengujian material yang lain.