Anda di halaman 1dari 7

Laporan Penelitian Bandul Sederhana

Tujuan
Mengetahui dan memahami perbedaan nilai gravitasi di SMAN 5 dari ayunan bandul sederhana.

Teori
Pendulum Sederhana Contoh gerak osilasi (getaran) yang populer adalah gerak osilasi pendulum (bandul). Pendulum sederhana terdiri dari seutas tali ringan dan sebuah bola kecil (bola pendulum) bermassa m yang digantungkan pada ujung tali, sebagaimana tampak pada gambar di bawah. Dalam menganalisis gerakan pendulum sederhana, gaya gesekan udara kita abaikan dan massa tali sangat kecil sehingga dapat diabaikan relatif terhadap bola.

Gambar di atas memperlihatkan pendulum sederhana yang terdiri dari tali dengan panjang L dan bola pendulum bermassa m. Gaya yang bekerja pada bola pendulum adalah gaya berat (w = mg) dan gaya tegangan tali FT. Gaya berat memiliki komponen mg cos teta yang searah tali dan mg sin teta yang tegak lurus tali. Pendulum berosilasi akibat adanya komponen gaya berat mg sin teta. Karena tidak ada gaya gesekan udara, maka pendulum melakukan osilasi sepanjang busur lingkaran dengan besar amplitudo tetap sama. Hubungan antara panjang busur x dengan sudut teta dinyatakan dengan persamaan :

(ingat bahwa sudut teta adalah perbandingan antara jarak linear x dengan jarijari lingkaran (r) jika dinyatakan dalam satuan radian. Karena lintasan pendulum berupa lingkaran maka kita menggunakan pendekatan ini untuk menentukan besar simpangannya. Jari-jari lingkaran pada kasus ini adalah panjang tali L) Syarat sebuah benda melakukan Gerak Harmonik Sederhana adalah apabila gaya pemulih sebanding dengan simpangannya Apabila gaya pemulih sebanding dengan simpangan x atau sudut teta maka pendulum melakukan Gerak Harmonik Sederhana. Gaya pemulih yang bekerja pada pendulum adalah -mg sin teta. Secara matematis ditulis :

Tanda negatif menunjukkan bahwa gaya mempunyai arah yang berlawanan dengan simpangan sudut teta. Berdasarkan persamaan ini, tampak bahwa gaya pemulih sebanding dengan sin teta, bukan dengan teta. Karena gaya pemulih F berbanding lurus dengan sin teta bukan dengan teta, maka gerakan tersebut

Kelompok 5 Tugas Fisika

-1-

Laporan Penelitian Bandul Sederhana


bukan merupakan Gerak Harmonik Sederhana. Alasannya jika sudut teta kecil, maka panjang busur x (x = L kali teta) hampir sama dengan panjang L sin teta (garis putus-putus pada arah horisontal). Dengan demikian untuk sudut yang kecil, lebih baik kita menggunakan pendekatan :

Periode Pendulum Sederhana Periode pendulum sederhana dapat kita tentukan menggunakan persamaan :

Konstanta gaya efektif k kita ganti dengan mg/L :

Ini adalah persamaan periode pendulum sederhana Frekuensi Pendulum Sederhana

Kelompok 5 Tugas Fisika

-2-

Laporan Penelitian Bandul Sederhana

Ini adalah persamaan frekuensi pendulum sederhana Keterangan : T adalah periode, f adalah frekuensi, L adalah panjang tali dan g adalah percepatan gravitasi. Berdasarkan persamaan di atas, tampak bahwa periode dan frekuensi getaran pendulum sederhana bergantung pada panjang tali dan percepatan gravitasi. Karena percepatan gravitasi bernilai tetap, maka periode sepenuhnya hanya bergantung pada panjang tali (L). Dengan kata lain, periode dan frekuensi pendulum tidak bergantung pada massa beban alias bola pendulum. Anda dapat dapat membuktikannya dengan mendorong seorang yang gendut di atas ayunan. Bandingkan dengan seorang anak kecil yang didorong pada ayunan yang sama. Contoh soal 1 : Sebuah pendulum melakukan 40 getaran dalam 20 sekon. Hitunglah periode dan frekuensi-nya Panduan Jawaban : a) Periode Periode adalah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran lengkap. Karena pendulum melakukan 40 getaran dalam 20 detik, maka satu getaran dilakukan selama 2 detik (40/20 = 2). Jadi T = 2 detik b) Frekuensi Frekuensi adalah banyaknya getaran yang dilakukan dalam satu detik. Karena satu getaran dilakukan selama 2 detik, maka dalam satu detik pendulum melakukan setengah getaran. Kita juga menghitungkan menggunakan persamaan di bawah :

Jadi dalam satu detik pendulum melakukan setengah getaran lengkap. Contoh soal 2 : a) Hitunglah panjang pendulum pada jam yang berdetak sekali tiap detik b) Berapa periode jam dengan pendulum yang panjangnya 0,5 meter ? Anggap saja percepatan gravitasi (g) = 10 m/s2 Panduan jawaban : a) Panjang pendulum pada jam yang berdetak sekali tiap detik Karena jam berdetak sekali perdetik, maka kita bisa menganggap jam melakukan satu getaran selama satu detik (T= 1 sekon). Untuk menentukan panjang pendulum, kita menggunakan persamaan :

Kelompok 5 Tugas Fisika

-3-

Laporan Penelitian Bandul Sederhana

Jadi panjangnya 0,25 meter (tidak tepat 0,25 meter karena dipengaruhi oleh faktor pembulatan). b) Periode jam dengan pendulum yang panjangnya 0,5 meter ?

Periode getaran-nya adalah 0,99 sekon (hasilnya tidak tepat = 0,99 sekon karena dipengaruhi oleh faktor pembulatan) Catatan : Dalam kenyataannya, jam pendulum tidak tepat melakukan Gerak Harmonik Sederhana (GHS) karena adanya gaya gesekan. Setelah berayun beberapa kali, amplitudonya semakin berkurang akibat adanya gaya gesek. Hal tersebut mempengaruhi ketepatan jam pendulum, di mana periode pendulum sedikit bergantung pada amplitudo (simpangan maksimum). Agar amplitudo jam pendulum tetap, sehingga periode ayunan tidak bergantung pada amplitudo, maka pada jam pendulum disertakan juga pegas utama (pada jam besar disertakan beban pemberat) yang berfungsi untuk memberikan energi untuk mengimbangi gaya gesekan dan mempertahankan amplitudo agar tetap konstan.

Alat & Bahan


Dalam percobaan ini, peralatan dan bahan-bahan yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Penggaris 2. Busur Derajat 3. Stopwatch 4. Beban 5. Pengait 6. Benang 7. Meja tumpuan

Kelompok 5 Tugas Fisika

5o

-4-

Laporan Penelitian Bandul Sederhana

Prosedur
1. Ukur panjang tali L. 2. Beri simpangan maksimal 5o. 3. Ukur waktu yang diperlukan bagi bandul untuk mencapai 10 perode. 4. Ulangi langkah-langkah diatas untuk 10 panjang tali L yang berbeda. L

Data Hasil Percobaan


No . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 L 0,15 m 0,20 m 0,22 m 0,24 m 0,25 m 0,28 m 0,30 m 0,33 m 0,35 m 0,40 m 10 T 8,24 s 9,43 s 9,58 s 9,35 s 11,60 s 10,96 s 10,89 s 11,37 s 12,62 s 13,28 s T 0,824 s 0,943 s 0,958 s 0,935 s 1,160 s 1,096 s 1,089 s 1,137 s 1,262 s 1,328 s g 8,7 ms-2 8,9 ms
-2

(g-mean)2 0,1681 0,0441 0,1521 2,8561 3,2761 0,0081 0,0121 0,7921 0,1681 0,0121

g = 4 2L T2 Rata-rata g = 9,11 ms-2 Standar Deviasi = 1,300538 Presentase= 14,2759%

9,5 ms-2 10,8 ms2

7,3 ms-2 9,2 ms-2 9 ms-2 10 ms-2 8,7 ms-2 9 ms-2

Analisis
Berdasarkan hasil prosedur kerja tersebut, kami dapat menganalisa nilai gravitasi pada saat

tersebut dengan menggunakan rumus: g=4 2L T2 Pada data hasil percobaan tersebut, terdapat beberapa kejanggalan seperti berikut:

Kejanggalan pada beberapa kecepatan bandul dimana seharusnya panjang tali L berbanding searah dengan kecepatan bandul, namun pada data kelima dan keenam kecepatan bandul justru menurun 0,64 sekon. Besarnya percepatan gravitasi yang tidak logis dan bervariasi pada beberapa data seperti pada data ke-4 dan ke-5 dimana nilai percepatan gravitasi sebesar 10,8 ms-2 dan 7,3 ms-2.

Kelompok 5 Tugas Fisika

-5-

Laporan Penelitian Bandul Sederhana


Rata-rata gravitasi yang tidak mendekati Standar rata-rata gravitasi bumi yang sebesar 9,8 ms-2 dimana pada percobaan ini rata-rata gravitasi sebesar 9,11 ms-2.

Kejanggalan-kejanggalan diatas dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti: Kekurang telitian dalam prosedur kerja.

Pada saat prosedur kerja berjalan terdapat kesalahan dimana tali L


mengalami gesekan terhadap meja yang kami gunakan sebagai tumpuan ayunan bandul.

Tali L yang kami gunakan pada prosedur ini adalah benang polister yang memiliki potensi untuk berputar melintang. Hal ini tentu dapat mempengaruhi hasil hingga tidak akurat.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil tersebut, kami dapat menyimpulkan bahwa nilai gravitasi tidak selalu sama pada tiap permukaan bumi dan waktu. Menurut hipotesa kami, mungkin hal ini disebabkan oleh perbedaan ketinggian di permukaan bumi. Pada Hukum Gravitasi Umum Newton disebutkan bahwa setiap dua benda bermassa di alam ini akan saling tarik-menarik yang besarnya sebanding dengan hasil kali massa setiap benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.

Maka, semakin tinggi ketinggian suatu benda bermassa pada permukaan bumi berarti semakin panjang jarak antara benda tersebut dengan pusat bumi sehinnga gaya tarik-menarik (gravitasi) antara benda tersebut dengan bumi semakin kecil. Selain itu, kami juga berpendapat bahwa perbedaan nilai gravitasi juga dapat disebabkan oleh posisi benda-benda luar angkasa terhadap bumi. Hal ini kembali mengacu pada hukum gravitasi umum Newton dimana posisi bendabenda luar angkasa dapat mempengaruhi gaya tarik-menarik antara benda-benda luar angkasa tersebut dengan bumi yang menurut kami hal ini dapat mempengaruhi gravitasi bumi pada suatu waktu.

EART H

Kelompok 5 Tugas Fisika

-6-

Laporan Penelitian Bandul Sederhana

Daftar Pustaka
Kamajaya.2007.Cerdas Belajar Fisika Untuk Kelas XI. Bandung: Grafindo Media Pratama. www.gurumuda.com id.wikipedia.org

Kelompok 5 Tugas Fisika

-7-