Anda di halaman 1dari 5

System transportasi vertical Alat transportasi bangunan tinggi antara lain: A. ELEVATOR (LIFT): 1.

Paternoster (awal perkembangan Lift) 2.Lift katrol (traksi) 3.Lift Hidraulic B.ESCALATOR C.M0VING RAM, MOVING WALK D.KURSI MEKANIS, yg dapat bergerak keatas melalui railing tangga (untuk orang tdk mampu berjalan) Pemilihan jenis Lift, Escalator dan Moving Ram/Walk antara lain berdasarkan perhitungan kebutuhan, tuntutan performance sesuai dengan fungsi ruang/bangunan dsb, struktur/konstruksi bangunan, anggaran yang tersedia dsb.

CONTOH: 1. LIFT KATROL :a. Dengan ruang mesin diatas (gambar no 3 dari atas) b. Tanpa Ruang Mesin (contoh gambar no 2 dari atas- KUNING). 2. LIFT HIDRAULIC (dibedakan jumlah dan posisi tuas pengangkatnya. contoh gambar no 4 dari atas)

Sistem Transportasi dalam Bangunan


Pertemuan ke 3 (18 & 19 Maret 2008) Suatu bangunan yang besar dan tinggi memerlukan suatu alat transportasi (angkut) untuk memberikan suatu kenyamanan dalam berlalu lintas dalam bangunan. Bentuk alat transportasi tersebut adalah : a. Vertikal , berupa elevator b. Horizontal berupa konveyor c. Miring berupa escalator Elevator Ini sering disebut dengan lift, yang merupakan alat angkut untuk mengangkut orang atau barang dalam suatu bangunan yang tinggi. Lift dapat dipasang untuk bangunan yang tingginya lebih dari 4 lantai, karena kemampuan orang untuk naik turun dalam menjalankan tuganya hanya mampu dilakukan sampai 4 lantai. Lift dapat dibagi menurut fungsinya : a. Lift penumpang, (passanger elevator) digunakan untuk mengangkut manusia b. Lift barang, (fright elevator) digunakan untuk menngangkut barang c. Lift uang/ makanan (dumb waiters) d. Lift pemadam kebakaran (biasanya berfungsi sekaligus sbg lift barang) Untuk menentukan criteria perancangan lift penumpang yang perlu diperhatikan adalah : Type dan fungsi dari bangunan Banyaknya lantai Luas tiap lantai Dan intervalnya Sistem penggerak dalam elevator dibedakan dalam : 1. Sistem gearless Yaitu mesin yang berada diatas, untuk perkantoran, hotel, apartemen, rumah sakit dsb (sekarang ada juga lift yang mesinnya disamping) 2. Sistem hydrolic Yaitu mesin dibawah, hanya terbatas pada 3-4 lantai, biasanya digunakan untuk lift makanan dan uang. Sekarang system hydrolic juga dipakai untuk penumpang manusia contoh di Bandara Kuala Lumpur Rumah lift dapat dibagi dalam 3 bagian yaitu : a. Lift pit Merupakan tempat pemberhentian akhir yang paling bawah, berupa buffer sangkar dan buffer beban penyeimbang. Karena letaknya yang paling bawah, harus dibuat dari dinding kedap air. b. Ruang luncur (hoistway) Tempat meluncurnya sangkar/kereta lift, terdapat pintu2 masuk ke kereta lift, tempat meluncurnya beban penyeimbang, meletakkan rel peluncur dan beben pengimbang.

c. Ruang mesin Tempat meletakkan mesin/ motor traksi lift, dan tempat control panel (yang mengatur jalannya kereta) Bentuk dan Macam Lift Bentuk dan macam lift tergantung pada fungsi dan kegunaan gedung 1. Lift Penumpang (yang tertutup) Lift yang sering kita jumpai di kantor keempat sisinya tertutup dan disesuaikan dengan kebutuhan standart. 2. Lift Penumpang (yang transparan) Lift yang salah satu atau semua sisi interiornya tembus pandang (kaca) biasanya disebut juga lift panorama. Dalam gedung (mall, pusat perbelanjaan)biasanya diletakkan di Hall 3. Lift untuk Rumah Sakit Karena fungsinya untuk RS maka dimensi besarannya memanjang dengan 2 pintu pada sisinya. Ranjang pasien dapat terakomodasi denganlayak 4. Lift untuk kebakaran (barang) Ruangannya tertutup, interior sederhana, digunakan jika terjadi kebakaran. Interiornya harus tahan kebakaran minimal 2 jam dengan ruang peluncurnya terbuat dari beton (dinding tahan api) Konveyor Konveyor merupakan suatu alat angkut untuk orang atau barang dalam arah yang mendatar/ horizontal. Dipaang dalam keadaan datar atau sudt kemiringan kurang dari 10 derajat. Alat ini digunakan dalam jarak tertentu (gunanya untuk menghemat tenaga). Alat ini dipasang di bandara, terminal, pabrik Eskalator Eskalator adalah suatu alat angkut yang lebih dititk beratkan pada pengangkutan orang dengan arah yang miring dari lantai bawah miring ke lantai atasnya. Standart kemiringan antara 30-35 derajat. Dengan kemiringan lebih dari 10 derajat sudah masuk kategori escalator. Panjang escalator disesuaikan dengan kebutuhan, lebar untuk satu orang kurang lebih 60 cm, untuk 2 orang sekitar 100-120 cm.Mesin escalator terletak dibawah lantai. Karena terdiri dari segmen tiap anak tangga maka escalator dapat diset untuk bergerak maju atau mundur

Sistem lift
Syaf utama lift buatan Otis terletak di pusat setiap menara. Semua lift utama adalah lift dua tingkat yang terdiri dari dek bawah yang mengangkut penumpang ke tingkat bernomor ganjil dan dek atas untuk ke tingkat bernomor genap. Untuk mencapai tingkat bernomor genap dari tingkat bawah, penumpang harus naik tangga bergerak ke dek atas lift. [34] Dari tingkat bawah, terdapat tiga kelompok lift. Kelompok enam lift "jarak pendek" mengangkut penumpang ke antara tingkat 2 / 3 dan tingkat 16/17. Kelompok enam lift "jarak sederhana" pula mengangkut penumpang ke antara tingkat 18/19 dan tingkat 37/38. Ada juga lima lift segera yang membawa penumpang terus ke tingkat 41/42. Untuk ke tingkat-tingkat melebihi 41/42, penumpang harus naik lift segera, kemudian berubah lift ke tingkat-tingkat tinggi itu. Lift-lift konektor ini melebihi ukuran tertinggi lift-lift yang mencapai tingkat 2 sampai 38. Corak layanan

lift berulang dengan tingkat-tingkat atas, yaitu satu feature ke tingkat antara 43/44 dan 57/58 dan satu lagi feature ke tingkat antara 59/60 dan 73/74. [34] Selain lift-lift utama ini, terdapat juga sejumlah lift "konektor" yang mengangkut penumpang di antara kelompok tingkat lift utama. Berbeda dengan lift utama tersebut, lift tambahan ini bukan tipe dua tingkat. Dua buah lift disediakan untuk mengangkut penumpang dari tingkat 37/38 ke tingkat 41/42 (tingkat 39 dan 40 tidak bisa dimasuki). Oleh itu, tidak harus seseorang di separuh bawah bangunan untuk pengambilan ke tingkat bawah untuk sampai ke separuh atas bangunan. Lift-lift ini dilengkapi beberapa fitur keamanan, seperti kemampuan mengeluarkan orang dari lift yang ambruk di antara tingkat dengan mengemudi salah satu lift di samping secara manual ke sisinya, kemudian membuka panel pada dinding untuk membuka rute ke penumpang dalam lift yang macet agar melintas ke kompartemen lift yang lain. [35] Ketika menghapus bangunan, hanya lift segera dapat digunakan, karena hanya dilengkapi pintu keluar di tingkat G / 1 dan tingkat 41/42, maka jika terjadinya kebakaran di separuh bawah bangunan, syaf yang dilindungi ini tidak akan terpengaruh. Lift pemadam kebakaran juga disediakan untuk tujuan darurat. [35]

[ sunting ] Sistem AC terpusat


Di area timur pekarangan Menara Kembar Petronas, di sebelah utara Masjid As Syakirin [36] , letaknya bangunan utilitas KLCC District Cooling yang bertujuan menyediakan air dingin ke semua bangunan di pekarangan KLCC. Unit air dingin pacuan turbin janaan gas ini mampu memberikan udara nyaman sebanyak 42.000 RT [36] , tidak hanya ke Menara Kembar Petronas dan Suria KLCC , bahkan juga Menara Maxis , Menara Exxon Mobil , Pusat Konvensi Jakarta , dan Mandarin Oriental Jakarta dan Masjid As Syakirin.