Anda di halaman 1dari 3

FUNGSI PERWAKILAN DIPLOMATIK

Perwakilan Diplomatik : adalah lembaga kenegaraan di luar negeri yang bertugas dalam membina hubungan politik dengan negara lain. Tugas ini dilakukan oleh perangkat diplomatik yang meliputi duta besar, duta, mentri residen, kuasa usaha dan atase-atase.

A. Landasan hukum
Pasal 13 UUD 1945 menyebutkan bahwa : 1. Presiden mengangkat duta dan konsul 2. Dalam hal mengangkat duta, Presiden memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat 3. Presiden menerima penempatan duta Negara lain dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat

Dalam praktik internasional ada dua jenis perwakilan diplomatik : 1. Kedutaan Besar, yang ditugaskan tetap pada suatu negara tertentu untuk saling memberikan hubungan rutin antar negara tersebut. 2. Perutusan Tetap, yang ditempatkan pada suatu organisasi internasional (PBB). B. Perangkat Perwakilan Diplomatik Tingkatan dan kepangkatan perwakilan diplomatik menurut menurut Konggres Wina dan Konggres di Achen tahun 1818 sebagai berikut : 1. Duta Besar ( Ambassador) adalah tingkatan tertinggi dalam perwakilan diplomatik. Duta Besar memiliki kekuasaan penuh dan luar biasa dan ditempatkan pada negara yang punya hubungan erat dan banyak hubungan timbal balik. Dalam beberapa hal seorang duta besar dapat memutuskan sesuatu yang menyangkut negaranya tanpa berkonsultasi dengan kepala negaranya terlebih dahulu. 2. Duta (Gerzant) adalah setingkat lebih rendah dari duta besar, biasanya ditempatkan pada negara yang tidak banyak hubungan timbal balik dan derajat kereratan hubungan lebih rendah dari pada negara yang mengirim duta besar. Segala persoalan. Segala persoalan yang menyangkut ke dua negara, seorang duta harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pemerintah negaranya. 3. Menteri Presiden (Minister President) adalah mereka yang tidak dianggab sebagai wakil kepala negara, tetapi hanya ditempatkan untuk mengurus urusan-urusan negaranya.

4. Kuasa Usaha (Charge Daffair), kuasa usaha tidak diperbantukan kepada kepala negara, tetapi kepada menteri luar negeri negara penerima. Berhubungan dengan kepala negara negara penerima melalui menteri luar negeri negara penerima. 5. Atase-atase adalah pejabat pembantu dari Duta Besar berkuasa penuh, ada atase militer. atase perekonomian, atase pendidikan dan kebudayaan, dll. C. Fungsi Perwakilan Diplomatik menurut Konvensi Wina tahun 1961 : 1.Wakil negara pengirim di negara penerima 2. Melindungi kepentingan negara dan warga negara pengirim sesuai hukum internasional. 3. Mengadakan perundingan dan persetujuan dengan negara penerima. 4. Mengetahui keadan dan perkembangan di negara penerima dengan cara yang syah sesuai dengan Undang-undang dan melaporkannya kepada Negara pengirim. 5. Memelihara persahabatan serta membina hubungan ekonomi, pendidikan dan kebudayaan, ilmu pengetahuan antara negara pengirim dan penerima. D. Mulai dan Berakhirnya Fungsi Misi Perwakilan Diplomatik :. Mulai berlakunya fungsi perwakilan diplomatik Berakhirnya Fungsi Perwakilan Diplomatik 1. Sudah habis masa jabatan 2. Ia ditarik oleh pemerintah negaranya Saat menyerahkan surat kepercayaan (Lettre de Creance / menurut pasal 13 Konvenai Wina 3. Karena tidak disenangi (dipersona non grata) 1961) 4. Negara penerima perang dengan negara pengirim

E. Hak Kekebalan dan Keistimewaan Perwakilan Diplomatik : a. Kekebalan perwakilan diplomatik, yaitu hak kekebalan terhadap alat-alat kekuasan Negara penerima dan kekebalan dari segala gangguan yang merugikan para pejabat diplomatik. Kekebalan diplomatic mencakup : 1. Pribadi pejabat diplomatik, mencakup kekebalan terhadap alat kekuasaan Negara penerima, hak mendapat perlindungan terhadap gangguan dari serangan atas kebebasan dan kehormatannya dan kekebalan dari kewajiban menjadi saksi

2. Kantor perwakilan (rumah kediaman), mencakup kekebalan gedung kedutaan, halaman, rumah kediaman yang ditandai dengan lambang bendera. Daerah itu sering disebut daerah ekstrateritorial. 3. Korespondensi diplomatik, mencakup surat menyurat, arsip, dokumen termasuk kantor diploatik dan sebagainya. b. Keistimewaan perwakilan diplomatik Menurut Konvensi Wina 1961 dan 1963 keistimewaan itu mencakup : 1. Pembebasan dari kewajiban membayar pajak , antara lain pajak penghasilan, kekayaan, kendaraa bermotor, radio televise, bumi dan bangunan, rumah tangga dan sebagainya 2. Pembebasan dari kewajban pabean, antaralain bea masuk, bea keluar, bea cukai, terhadap barang-barang keperluan dinas, misi perwakilan, barang keperluan sendiri, keperluan rumah tangga dan sebagainya F. Tugas dan fungsi perwaklan diplomatic Tugas umum perwakilan diplomatik mencakup : 1. Representasi, selain mewakili pemerintah negaranya ia juga dapat melakukan protes mengadakan penyelidikan pertanyaan dengan pemerintah Negara penerima, ia mewakili kebijakan politik pemerintah negaranya 2. Negosiasi, untuk mengadakan perundingan/pembicaraan baik dengan Negara dimana ia diakreditasi maupun dengan Negara lain 3. Observasi, untuk menelaah dengan teliti setiap kejadian atau peristiwa di Negara penerima yang mungkin dapat mempengaruhi kepentingan negaranya 4. Proteksi, untuk melindungi pribadi, harta-benda, dan kepentingan-kepentingan warga negaranya yang berada di luar negeri 5. Relationship, untuk meningkatkan hubungan persahabatan antarnegara pengirim dengan Negara penerima, baik di bidang ekonomi, kebudayaan maupun ilmu pengetahuan dan teknologi