Anda di halaman 1dari 77

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK

MELLI DARSA, SH LLM


DALAM SELEKSI CALON PENGGANTI PIMPINAN KPK TANGGAL 26 AGUSTUS 2010

Sumber Photo: Cover depan Cover belakang : Photo oleh Yuniadhi Agung : Photo oleh Ruht Semiono

Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa seizin dari Penulis. Hanya untuk didistribusikan pada kalangan tertentu dan tidak untuk diperjualbelikan.

DAFTAR ISI Hal Daftar Isi ............................................................................................................... i Kata Pengantar .................................................................................................... iii Transkrip Wawancara dengan Tim Pansel Transkrip Wawancara Publik Melli Darsa, SH LLM Sebagai Salah Satu Calon Ketua KPK Tanggal 26 Agustus 2010 .................................................... 1 Transkrip Wawancara dengan Metro TV Transkrip Hasil Wawancara Dengan Metro TV ............................................... 29 Lampiran Kumpulan Artikel 1. 2. Suara Pembaruan, tanggal 2 Agustus 2010: Calon Pimpinan KPK: Berani Membuat Terobosan. ................................................................ 37 Rakyat Merdeka, tanggal 3 Agustus 2010: Melli Darsa, Perempuan satu-satunya calon ketua KPK: Memang Kita Lemah Secara Fisik, Tapi Tangguh Kalau Diberi Pekerjaan................................................ 39 Media Indonesia, tanggal 16 Agustus 2010: Perempuan Dongkrak Citra Positif KPK. .................................................................................. 43 Beritasatu.com, 29 Oktober 2010: Yang Paling ideal mereka berdua masuk KPK ............................................................................................. 45

3. 4.

Presentasi di University of Washington, Seattle, 5 November 2010 The Challenges of Establishing Effective Institutions of Law In Indonesia ............................................................................................. 49

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

KATA PENGANTAR

Kepada sahabat, teman-teman dan relasi yang saya cintai dan


hormati, Dengan segala kerendahan hati, bersama ini saya sampaikan buku yang berisi transkrip dari wawancara publik sewaktu saya menjadi salah satu calon yang lolos ke tahap tujuh besar dalam pemilihan calon pimpinan KPK di tahun 2010 ini. Pemikiran yang mendasari penerbitan buku ini adalah agar saya dapat menceritakan secara lebih mendalam pengalaman saya sewaktu mengikuti proses tersebut. Saya juga ingin menjelaskan beberapa pokok pemikiran saya di bidang tersebut. Pada pokoknya yang saya kemukakan adalah keyakinan saya bahwa the rule of law di Indonesia tidak akan pernah dapat ditegakkan bilamana tidak ada keseriusan dan konsistensi untuk menindak korupsi maupun menegakkan etika publik yang baik di lembaga-lembaga Yudikatif, Legislatif maupun Eksekutif, termasuk di lembaga penegak hukum yang menjadi bagian dari Eksekutif, seperti Kejaksaan Agung dan Kepolisian. Walaupun pada akhirnya saya tidak lolos sebagai calon yang diajukan Panitia Seleksi ke DPR, namun komitmen saya untuk menjadi pihak yang lebih aktif berperan menegakkan cita-cita tersebut tidak luntur. Saya percaya, masing-masing kita punya kemampuan untuk melakukan sesuatu yang kondusif dan konstruktif dalam suatu public-private partnership untuk membuat kondisi di negeri ini jauh lebih baik. Insya Allah, keputusan saya untuk mengikuti proses seleksi menjadi pimpinan KPK hanyalah awal perubahan dari seseorang yang selama ini seperti banyak pihak hanya menjadi penonton, menjadi pelaku yang berusaha melakukan tindakan konkrit turut membangun negeri dan khususnya menegakkan the rule of law di Indonesia apakah itu melalui organisasi masyarakat tertentu, maupun melalui lembaga atau institusi yang saya akan dirikan.
ii

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

Harapan saya di tahun-tahun mendatang akan muncul semangat khususnya di antara kalangan advokat muda untuk lebih berperan menciptakan kondisi dimana hukum benar-benar menjadi panglima dan pemimpin dalam semua sektor kehidupan di negeri ini, dan orang-orang yang bergelut di bidang hukum, apakah sebagai hakim, jaksa, advokat, wasit atau penasehat hukum, benar-benar dihormati dan disegani masyarakat bukan saja karena keahlian maupun kepandaian mereka, melainkan utamanya karena komitmen membangun negara hukum yang adil dan makmur. Grand Canyon, 1 November 2010 Melli Darsa

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM DENGAN PANITIA SELEKSI PEMILIHAN CALON PENGGANTI PIMPINAN KPK TANGGAL 26 AGUSTUS 2010

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM SEBAGAI SALAH SATU CALON KETUA KPK TANGGAL 26 AGUSTUS 2010

Pembukaan oleh M.H Ritonga

selamat pada Ibu Melli bahwasanya Ibu sudah terpilih dari rangkaian proses sejak awal sampai hari ini, di mana tinggal 7 calon, 7 besar -yang pada kesempatan wawancara ini juga untuk mengetahui lebih jauh tentang diri Ibu, terutama masalah kompetensi dan aspek personal. Sehingga diharapkan didapat kesimpulan, tentang kemungkinan, apakah Ibu orang yang tepat sebagai pimpinan KPK. Untuk itu wawancara ini, sebagaimana Ibu saksikan, adalah, dengan cara terbuka ditayangkan; sehingga dapat dipantau oleh segenap pihak. Oleh karena itu, pada saatnya wawancara ini merupakan uji politik, tidak hanya pada Ibu, tapi juga pada Pansel, -- karena masyarakat kita akan memantau secara langsung bagaimana pelaksanaan wawancara yang dilaksanakan dengan para calon pimpinan KPK yang akan datang ini. Untuk itu, saya menanyakan pada Ibu, apakah Ibu sudah siap untuk itu?

Selamat datang kepada Ibu Melli. Terima kasih dan sekaligus ucapan

Melli Darsa
Insya Allah, saya siap Pak.

MH Ritonga
Sebelum kita lanjutkan, di meja Ibu ada Surat Pernyataan. Nah, itu nanti, setelah selesai acara ini, -- kalau Ibu setuju dengan itu, -- silahkan Ibu tanda tangani. Itu adalah merupakan suatu jaminan bagi Pansel, bahwasanya Pansel ini pada saatnya nanti kalau sudah berhasil memilih

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

siapa yang terbaik dari 7 calon yang ada ini, tidak memiliki keraguan lagi. Baik, silahkan wawancara ini kita mulai, dan akan memakan waktu 1 jam. Jadi wawancara akan berlangsung sekitar 45 menit sampai 50 menit, yang selebihnya digunakan oleh Pansel. Untuk itu saya persilahkan pada Bapak-bapak, siapa yang akan memberikan pertanyaan. Silahkan.

Akhiar Salim
Saudari Melli, ada ekspresi (saat) seseorang mendengar sesuatu berita (yang) macam-macam. Karena banyak orang, banyak juga macamnya. Adakalanya, dia mendapat berita, Wow. Sekiranya nanti Saudari terpilih, apa ekspresi pertama saudari?

Melli Darsa
Expresi pertamanya adalah: Subhanallah. Pada dasarnya adalah, saya selalu menganggap bahwa ini bukan masalah pemilihan. Tetapi, ini adalah masalah dari apakah dari yang berhak untuk menilai para calon, -- apakah saya memang layak, pantas, kompeten dan cocok untuk menjadi pimpinan. Jadi, saya menganggap sebenarnya itu tetap adalah suatu penugasan, sehingga adalah sesuatu yang saya harus syukuri. Tetapi, saya juga sadari merupakan tanggung jawab yang besar. Dan, tentunya adalah - - jika saya dipilih - - maka tentunya diharapkan untuk kebaikan. Oleh karena itu, saya akan berusaha melakukan sebaik mungkin dengan keputusan itu.

Akhiar Salim
Kenapa Saudari mengatakan: itu adalah sesuatu yang harus disyukuri?

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

Melli Darsa
Harus disyukuri karena, artinya kita diberi kepercayaan mengemban suatu tugas yang mulia. Itu adalah suatu hal yang patut disyukuri. Karena artinya kita tentunya melewati suatu proses, di mana kita dianggap telah melewati tes-tes berkaitan dengan: apakah kita memang kompeten, apakah kita memang jujur, apakah kita punya integritas, apakah kita punya visi. Itu harus disyukuri. Tetapi kita juga harus mengatakan, menyadari bahwa itu adalah tugas yang berat sehingga kita harus ingat kepada Tuhan.

Akhiar Salim
Sekarang sebaliknya, sekiranya saudari tidak terpilih, ucapan pertama apa yang akan saudari ungkapkan di sini?

Melli Darsa
Sama juga: Subhanallah. Jadi, intinya adalah: bagi saya menang atau tidak menang, dipilih atau tidak dipilih, itu tidak penting. Yang penting bagi saya adalah: saya bisa mewujudkan keinginan saya untuk berpartisipasi, untuk membuka wawasan, untuk juga, kalau bisa memang berguna, memberikan gagasan yang sekiranya juga mungkin dapat dipertimbangkan oleh orang yang dipilih.

Akhiar Salim
Dunia KPK, dunia gugatan hukum, ada orang yang mengatakan dunia ini keras, karena ini berkaitan dengan litigasi. Ada juga yang bilang, berbeda dengan dunia non litigasi - orang datang semua pihak senang, tetapi kalau litigasi kita pasti berhadapan dengan orang yang tidak akan senang. Apalagi seorang koruptor, bukan mustahil dia akan melakukan apa saja, terhadap dia menerima situasi yang tidak disenangi. Saudari Melli adalah seorang - - kalau menurut hemat saya - - begitu lembut, bergerak di dunia yang begitu soft, bagaimana Anda menanggapi kondisi ini?
TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

Melli Darsa
Menurut hemat saya, sebenarnya dunia hukum itu secara umum keras. Dia adalah sesuatu yang sebenarnya pasti, tidak kompromi. Bahwa mungkin di litigasi, pada saat ini, di Indonesia saat ini pada khususnya, terjadi hal-hal yang mungkin di anggap lebih keras daripada non litigasi, itu hanya wujud manifestasinya. Tapi jangan fikir, Bapak, bahwa dalam pekerjaan saya, saya tidak harus mempertimbangkan hal-hal yang juga sulit dan dilematis. Dan dimana harus saya melihat kepada peraturan, dan bagaimana saya harus mengadvise klien saya untuk melakukannya dengan baik dan benar. Jadi artinya, saya tidak takut dengan kenyataan bahwa, itu dunia yang keras. Tentang KPK, saya selalu mengatakan, bahwa, memang ada sebagian pandangan orang bahwa bukan saja karena saya seorang pengacara korporat, tapi khususnya karena saya seorang wanita, kayanya, masa sih, kita tega ya seorang wanita disuruh memimpin lembaga sebesar seperti KPK. Laki-laki saja banyak yang tidak berani. Tapi, itulah anggapan yang sebenarnya menunjukkan keadaan daripada masyarakat kita saat ini, dimana kita merasa seolaholah dalam perang melawan Korupsi: kita sudah kalah sebelum mulai. Saya tahu, koruptor banyak, dan mereka banyak akal, dan juga mereka mungkin jahat. Tetapi, saya meyakini: lebih banyak orang yang baik; dan rakyat memihak kepada anti korupsi. Oleh karena itu, saya meyakini walaupun dunia itu keras, walaupun dunia itu penuh resiko, bahwa saya akan didukung oleh Negara, oleh rakyat, sehingga, saya akan bisa menghadapi kekerasan itu dengan sebaik-baiknya.

Akhiar Salim
Mungkin, selama ini ada, bahkan banyak masalah-masalah yang saudari tangani berkaitan dengan APBN atau APBD, bisnis-bisnis, klien yang datang. Sekiranya suatu saat dia berurusan dengan KPK padahal hubungan yang dibina selama ini cukup mesra, saya kira apakah itu juga

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

perlu dipertahankan hubungan yang begitu baik; atau, pertanyaan berikutnya, bagaimana saudari menyikapinya?

Melli Darsa
Sekali lagi, saya mengikuti proses ini tidak dengan antisipasi, atau harapan harus menang tetapi siap apabila dipilih. Menurut hemat saya, memang itulah salah satu resiko yang saya harus emban. Tetapi di situlah saya juga harus siap melepaskan konflik kepentingan yang terjadi apabila memang dalam situasi dimana saya menjabat sebagai ketua KPK, dan saya tidak lagi tampil secara aktif menangani pekerjaan di kantor saya, tetapi tidak tertutup kemungkinan salah satu klien saya diperkarakan di KPK. Kita sebagai lawyer dididik secara sangat konsisten untuk mengetahui siapa yang kita wakili. Jadi kita harus tahu kepada siapa kita berpihak. Pada saat seseorang diangkat menjadi Ketua KPK, sudah pasti dia harus memiliki suatu kesetiaan utama kepada Negara, kepada apa yang diamalkan oleh Undang-undang Anti Tipikor. Jadi benturan kepentingan itu harus dihindari. Harus tidak ada. Dan itulah sebabnya saya mengatakan, itu adalah suatu resiko bisnis yang saya harus hadapi apabila di pilih. Apabila ada orang yang mengingatkan saya, Melli mungkin kamu sebagai ketua KPK tidak bermasalah, tapi apa kamu yakin bisa kembali lagi ke kantor kamu seperti semula? Ya memang mungkin belum tentu bisa. Tetapi sekali lagi, apabila ternyata saya, karena suatu keajaiban dipilih menjadi ketua KPK, saya memahami beberapa tugas yang harus saya lakukan demi keyakinan saya bahwa itu adalah suatu langkah kecil yang positif bagi Negara dan saya akan melakukannya. Dan terlepas dari apakah itu merusak hubungan bisnis, saya berharap bahwa langkah saya ini dapat dipahami, karena klien-klien saya umumnya adalah pihak-pihak yang - menurut saya - memahami persis bahwa memang ada hukum yang harus dipatuhi, dan siapapun kalau bersalah, ya memang harus ditindak. Itu saja. Jadi intinya adalah, itu suatu hal yang sudah saya sadari sebagai suatu resiko. Bukan resiko yang mudah, tetapi resiko yang harus saya terima sebagai konsekuensi dari suatu pekerjaan.

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

Patrialis Akbar
Silahkan, Pak Rhenald dulu...

Rhenald Kasali
Baik. Ibu Melli, Anda sudah berhasil membangun law firm yang sukses, dan juga Anda masih muda, hidup Anda belum selesai, karir Anda juga belum selesai, perjalanan Anda masih bagus, karyawan Anda menunggu Anda. Mungkin mereka gelisah, andaikan Melli terpilih sebagai Ketua KPK, bagaimana nasib kami? Apa yang Anda persiapkan untuk mereka?

Melli Darsa
Pertama-tama dan ini suatu hal yang berkaitan dengan Surat Pernyataan yang harus saya tanda tangani. Sewaktu saya pertama-tama memikirkan untuk mendaftar, saya sudah memikirkan segala sesuatunya termasuk mungkin suatu masalah hukum yang mungkin memang saya tahu. Dari Pansel sudah menyatakan bahwa menurut pandangan Pansel jabatan ini untuk 4 tahun. Tapi saya menganggap dari bacaan daripada Undang-undang, jabatan ini adalah untuk mengisi kekosongan dan hanya untuk 1 tahun; dan tahun depan lagi harus dilakukan pemilihan lagi daripada keseluruhan secara tim. Jadi, memang saya, pertama-tama mengasumsikan posisi ini untuk 1 tahun, dan sebenarnya saya tidak mengasumsikan untuk dipilih, tapi seandainya dipilih, saya menganggap saya sudah membangun firm. Saya sudah melakukan hal-hal yang perlu saya lakukan dalam rangka istilahnya: regenerasi. Saya tidak berniat, sebenarnya untuk melakukan ini begini cepatnya, dan mungkin terima kasih Bapak menyebut saya muda, tetapi 44 tahun tidak muda sebenarnya - - sudah cukup middle age dalam istilah psikologi. Tetapi, terlepas dari itu semua, saya memang mengantipasi bahwa kantor harus bisa jalan dan menjalankan segala sesuatunya. Karena walaupun saya memang figur utama, tetapi intinya dalam keseharian, saya telah melatih firm saya untuk dapat mejalankan
TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

kegiatannya tanpa adanya peran serta saya di setiap detik daripada kegiatannya. Dan, itu memang adalah latihan yang baik untuk kantor saya. Karena kadang-kadang kita ini sebagai pemimpin suka lupa untuk melakukan yang namanya regenerasi. Lalu, kemudian ketika kita sakit, kita tua, kita bingung karena pekerjaan tidak ada yang meneruskan. Jadi, jika hal ini terjadi dan dengan asumsi bahwa (sekali lagi) dalam rangka Surat Pernyataan ini, saya hanya menyetujui Pernyataan ini, dalam konteks terpilih untuk sisa Jabatan, intinya saya menganggap kantor saya harus bisa, dan wajib bisa untuk suatu tujuan yang saya anggap mulia. Karena, - - pada dasarnya - - walaupun kami bergerak di hukum korporat, kami juga punya kepentingan - iklim Negara Indonesia ini lebih bersih daripada yang terjadi sekarang. Dan, KPK adalah simbol utamanya yang harus kita selamatkan.

Rhenald Kasali
Sebagai orang yang terlibat di perusahaan dan Anda menjadi pimpinan puncaknya, tentu kantor Anda juga tidak akan mudah untuk dilepas?

Melli Darsa
Begini, ini yang mungkin Pansel memang harus meneliti secara seksama. Berkaitan dengan ini saya mengetahui bahwa di KPK ada sistem single salary. Tetapi kita harus mengingat bahwa dalam konteks firma saya, itu bukanlah saja sebagai tempat dimana saya bekerja, tetapi, itu adalah aset yang saya miliki sebagaimana mungkin juga calon yang lain memperoleh penghasilan. Tentunya Bapak tidak akan menyuruh mereka untuk melepas aset yang mereka miliki, apakah itu tanah, atau apartemen. Demikian juga dalam kepentingan saya, firm itu masih ada sebagai kepemilikan saya. Tetapi, saya memang mungkin maksudnya tidak akan aktif di situ, tidak akan lagi menjalankannya. Dan, itu juga sudah ada presedennya, di mana Pak Chandra Hamzah, juga adalah
TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

seorang lawyer dan name partner juga, dan dia menjadi wakil ketua KPK, dan itu diijinkan, dan dianggap tidak ada benturan. Jadi, menurut saya, menjadi ketua KPK itu sebenarnya merupakan suatu hal yang tidak ideal untuk klien-klien saya. Saya pun, pribadi, apabila tidak memikirkan tentang hal-hal yang semata-mata kepentingan saya pribadi, tapi juga untuk mewujudkan tentang masa depan Negara ini, saya juga lebih memilih untuk tidak menjadi ketua KPK. Bapak, tetapi kalau saya bilang lagi, seandainya dari segi kemungkinan sebenarnya seorang Melli Darsa, yang mungkin bahkan Bapak sebelum ini Bapak tidak mengenal saya, tiba-tiba menjadi Ketua KPK, tentunya itu karena mungkin ada suatu optimisme baru. Bahwa gerakan anti korupsi ini akan ada new blood, dan ada suatu motivasi baru yang sebenarnya diwujudkan daripada saya sebagai representasi bukan dari representasi advokat atau pengacara, walaupun itu kenyataannya profesi saya. Tetapi, sebagai masyarakat, bahwa, sebenarnya masyarakat yang sangat peduli dengan masalah yang terjadi di negara ini seperti saya... banyak! Tetapi mereka tidak seperti saya, mungkin tidak memenuhi kriteria, mempunyai pengalaman 15 tahun bergerak di bidang ini dan segala macam.

Rhenald Kasali
Baik. Anda tadi mengatakan Anda hanya bersedia untuk mengisi jabatan untuk 1 tahun, andaikan jadi 4 tahun?

Melli Darsa
Saya mengundurkan diri. Karena memang menurut saya Pansel sebenarnya dalam mengambil keputusan tentang masalah 1 atau 4 tahun harus meneliti secara bijak. Ini saja sebenarnya satu orang ketua masuk di tengah ada 4 wakil lain adalah hal yang sulit untuk ketua masuk. Tetapi Bapak lalu memaksakan lagi harus ada lagi satu proses di mana ada 4 orang lain yang melalui suatu proses yang dia tidak ikuti, lalu dia menjadi seorang: sendirian.
TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

Menurut saya, karena KPK sedang krisis, lalu butuh waktu 1 tahun untuk mempertanggungjawabkan dalam satu tahun ngapain aja? Kalau 4 tahun, justru dia bilang kan programnya 4 tahun. Justru dalam 1 tahun dapat terlihat apa recovery yang bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Dan, menurut saya in any event Pansel harus melakukan ini lagi untuk yang 4 tahun ke depan. Jadi kalau bicara biaya - itu relatif, karena sekali lagi biaya 2,5 milyar saya enggak ngerti itu untuk apa, tetapi sebenarnya bisa juga kan tidak sebesar itu. Tapi, kalau menurut saya walaupun mungkin ada yang mengatakan interpretasinya bisa dua, dari awal dari KPK maupun dari DPR... [CutJawaban terlalu melebar]

Rhenald Kasali
Baik. Ini jawabannya sudah terlalu melebar, tapi saya hanya ingin menangkap konstruksi dari logika Anda. Sebab, hampir semua orang tidak menginginkan waktu 1 tahun, karena 1 tahun we can do nothing, because its too short, - - karena terlalu singkat. Tetapi Anda justru menginginkan 1 tahun, karena Anda mengatakan terkait dengan perusahaan Anda ini kan cuma 1 tahun, apakah saya ingin mengklarifikasi lagi, lalu logika berfikir Anda -- apakah karena Anda menyayangi perusahaan Anda, bisnis Anda yang sudah berkembang atau karena Anda berfikir dalam 1 tahun bisa menyelesaikan banyak urusan di KPK.

Melli Darsa
Masalahnya adalah karena intinya adalah, menurut saya, ini bukan masalah teknis yang harus diselesaikan. Tetapi, sebenarnya adalah secara batin, semangat, optimisme, dan kepercayaan diri untuk bisa melakukan tugas-tugasnya in the ordinary course. Jadi, menurut saya yang penting itu back on track, bukan intinya mau buat masalah pengaduan secara organisasi, atau bikin cabang lagi di daerah, masalahnya adalah, do we want to fight for KPK.

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

Rhenald Kasali
OK. Kalau misalnya kita mengatakan ingin mengembalikan itu ke dalam on the right track, seberapa jauh Anda pernah berhubungan dengan KPK?

Melli Darsa
Saya tidak pernah berhubungan dengan KPK.

Rhenald Kasali
Berarti ketika nanti Anda masuk ke dalam KPK, nanti itu adalah pertama kali Anda mengenal KPK? Dan Anda ingin menyelesaikan semuanya dalam 1 tahun?

Melli Darsa
Sekali lagi saya katakan, back on track itu bukan saja semata-mata internal KPK, tetapi justru lebih penting secara keseluruhan adalah bagaimana komitmen dari para stakeholder politik terhadap KPK, bagaimana juga Kejaksaan dan Kepolisian bisa menerima dan bekerja sama dengan KPK, bagaimana kita mempunyai keberanian untuk lebih membersihkan Kepolisian dan Kejaksaan. Jadi oleh karena itu, jika saya ditanya tentang program kerja, saya tidak mempunyai program kerja. Maksud saya adalah menyatakan pendapat bahwa yang seharusnya difix sebenarnya adalah komitmen kita. Sebenarnya yang harus difix adalah semangat kita. Karena bukannya tidak ada orang yang tidak mau mengerjakan, tetapi siapa yang mau mengerjakan kalau semuanya menganggap itu tidak berguna

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

Rhenald Kasali
Kalau begitu ada 2 pertanyaan saya selanjutnya. Sekarang: setelah 1 tahun Anda terpilih menjadi Ketua KPK apa sih yang Anda inginkan setelah itu?

Melli Darsa
Saya rasa semua manusia dulunya sudah punya rencana, dan saya rasa jarang ada orang yang dari kecil punya cita-cita menjadi Ketua KPK, dan saya jujur mengatakan bukan ingin menjadi Ketua KPK sebagai batu loncatan. Saya sudah punya rencana untuk ambil S3 atau mengembangkan kantor saya. Jadi saya sudah punya rencana banyak. Tapi saya memang mengikuti proses ini, karena saya anggap, kok tidak ada yang mendaftar dari advokat, dan tidak banyak yang seperti saya. Padahal mereka kompeten, mereka mampu, bahkan mereka juga suka menulis. Sebenarnya memang, saya melakukan ini untuk mengatakan bahwa kita harus lebih berani untuk berpartisipasi. Mungkin Bapak bertanya-tanya kenapa komitmen ibu Melli hanya satu tahun, tetapi saya rasa 1 tahun itu akan lebih bermanfaat bagi mereka.

Rhenald Kasali
Kalau begitu, terkait dengan jawaban Anda, mari kita analisis dalam satu tahun Anda ke depan, coba Anda buatkan analisis, sudah ada 4 pimpinan di sana, kemudian kalau Anda terpilih Anda menjadi orang ke 5 di sana. Apa kira-kira kekuatan Anda, dari ke-empat yang sudah Anda kenal itu, dan apa kontribusi yang dapat Anda berikan di KPK?

Melli Darsa
Dari empat wakil yang ada, menurut saya yang 2 merasa sangat sendirian, yang 2 lagi merasa tidak ada pimpinan. Saya ingin mengatakan kepada mereka dengan sesungguhnya, mereka adalah orang yang memang searah dengan pemikiran gerakan anti korupsi dan bahwa saya akan ada di sisi mereka, bahwa saya bersedia memperkuat
TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

pekerjaan mereka dan marilah kita bangkit dari rasa ketidakberdayaan kita, rasa bahwa kita sendirian, dan marilah kita bekerja. Menurut saya itu bukan hal yang sepele, karena saya bisa membayangkan secara psikologis bagaimana perasaan mereka. Di satu pihak, kita sebagai rakyat mengatakan berantas tindak korupsi, tetapi di lain pihak kita tidak menghargai, bahkan mengkriminalisasi mereka dengan berbagai rekayasa. Jadi intinya saya ingin membangkitkan kembali optimisme itu.

Rhenald Kasali
Jadi Anda melihat ada 2 yang berbeda dan itu Anda harus merekatkan kembali?

Melli Darsa
Menurut saya, saya tidak punya pilihan, tetapi dengan bekerja dengan apa yang ada. Itu adalah given.

Rhenald Kasali
Kalau di KPK itu ada pembidangan, pimpinan membawahi pembidangan pimpinan, pembidangan apa yang kira-kira Anda dapat memberikan kontribusi?

Melli Darsa
Kalau saya boleh jujur, mungkin belum terpikir pembidangan mana, tetapi yang saya inginkan adalah agar masing-masing kebidangan lebih mandiri dan proaktif melakukan tugasnya masing-masing, saya rasa kepemimpinan kolektif itu mungkin baik, tetapi juga ada dampaknya. Kalau saya sebenarnya - ini mungkin orang ICW enggak suka ya saya mengatakan ini - saya ingin KPK itu disegani dan ditakuti, tapi juga dianggap sebagai sahabat dan mitra dari Negara. Jadi intinya kita juga membantu, bagaimana caranya supaya memahami program birokrasi. Kan di departemen-departemen pun sudah ada program anti korupsi.
TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

Bagaimana kita bisa menghindari agar hal itu tidak terjadi lagi, karena yang sedang menjadi keresahan masyarakat sekarang ini adalah, di satu pihak kita selalu membicarakan tentang pendekatan hukum dalam gerakan anti korupsi, tapi kita merasa tidak ada perubahan berarti dalam hal perilaku pejabat publik, ataupun masyarakat, ataupun di peradilan. Sehingga kalau saya ingin memberikan suatu image yang berbeda, KPK itu harus ditakuti karena mereka mempunyai kewenangan, tetapi KPK adalah juga mitra yang bisa membantu Negara ini untuk lebih meningkatkan performancenya di bidang anti korupsi.

Rhenald Kasali
Kalau demikian, posisi yang terbaik untuk Anda tempati ya jelas adalah Ketua KPK?

Melli Darsa
Itu yang kosong kan Pak? Jadi intinya adalah sekali lagi yang kosong kan ketua KPK.

Rhenald Kasali
Yang dipilih itu adalah calon pimpinan, dan salah satu akan dipilih lagi menjadi Ketua, dan menurut Anda siapa di antara, kalau Anda terpilih dan masuk menjadi berlima dengan teman yang di sana, siapa yang paling tepat menjadi ketua KPK?

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

Melli Darsa
Kalau menurut saya, - - ya, Saya!! 1 Karena intinya adalah, kalau mereka menunjukkan leadershipnya pasti sudah terlihat dari sekarang dong pak? Kan selama ini belum kelihatan. Jadi, darah baru lah dari proses ini yang akan jadi Ketua. Jadi sebenarnya, seharusnya No Question.

Hariadi B. Sukamdani
Ibu Melli, di luaran memang banyak yang meragukan, karena tadi Pak Akhiar sudah menyampaikan, bahwa Anda berasal dari non litigasi, dan di sini berkaitan dengan masalah litigasi itu sendiri. Menjawab keraguan dari orang-orang terhadap Anda adalah, di KPK ini lebih diharapkan tindakan. Anda padahal tidak pernah berhubungan dengan hal-hal seperti itu. Pertama adalah, bagaimana Anda menjawab keraguan itu, mengenai penyidikan, apalagi tadi Anda bilang, posisi yang pas untuk Anda adalah sebagai ketua. Nah, ketua ini bebannya seperti itu, bahwa memang harus betul-betul melaksanakan hal-hal yang bersifat sangat-sangat fundamental: masalah pidana yang pertama. Kedua, yang juga Anda sampaikan bahwa Anda tidak punya program kerja sekarang ini. Nah ini menambah keraguan lagi bagi orang-orang, mau masuk tapi tidak punya program kerja. Nah, untuk dua hal ini, bagaimana jawaban Anda?

Hadirin terdengar bereaksi, sebelum Melli Darsa meneruskan.

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

Melli Darsa
Sebenarnya Program Kerjanya adalah semata-mata melakukan lebih cepat apa yang bisa dilakukan dan melakukan semua yang selama ini terpending. Tidak usah susah-susah sebenarnya. Karena masalahnya sebenarnya sederhana sekali. Intinya adalah: menindak, mengambil keputusan untuk menindak secara konsisten sesuai dengan aturan hukum yang ada. Bukan artinya karena saya harus tahu bagaimana cara melakukannya secara teknis, tetapi sebenarnya kita punya keberanian tidak untuk menindak. Itu yang lebih penting, menurut saya. Jadi kalau orang mengatakan seolah meragukan karena saya nggak punya latar belakang pidana nanti saya ditipu oleh anak buah saya, nggak mungkin lah Pak. Karena sebenarnya justru malah mungkin itu bisa dimanipulasi oleh justru yang tahu teknik, tapi dia tidak punya komitmen untuk menindak. Yang penting komitmennya Pak. Kalau kita komitmennya menindak tindak pidana korupsi, maka soalnya adalah bagaimana kita sampai ke titik itu.

Hariadi B Sukamdani
Hal lain adalah yang menyangkut hubungan kerja dengan lembaga penegak hukum lainnya. Sebagaimana kita ketahui kan sempat ada masalah dengan Kepolisian, yaitu dengan mengkriminaliasi Kepolisian, dan juga mungkin Kejaksaan dan sebagainya. Anda melihat ini bagaimana?

Melli Darsa
Menurut saya masalah-masalah tentang hubungan-hubungan dengan aparat lain karena memang intinya ada kesetengah-hatian tentang keberadaan KPK dan juga ada masalah dari tubuh Polisi dan Kejaksaan. Makanya saya sebenarnya menyayangkan lambatnya pembenahan di Kepolisian dan Kejaksaan. Itulah yang harus dilakukan supaya masyarakat percaya, bahwa walaupun kita tegas menindak, ini bukan dalam rangka kepentingan pihak-pihak tertentu, tetapi semata-mata demi kepentingan menegakkan hukum.
TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

Ahmad Ubbe
Mbak Melli, saya ada beberapa pertanyaan. Seperti laporan yang masuk, Anda ini sangat kaya, penghasilan per bulan Anda sebesar 1,5 milyar,2 dan laporan yang masuk ke Pansel adalah seperti itu, dan Anda harus yakin bahwa menjadi pimpinan di KPK itu gajinya cuma 40 juta, apa Anda tidak takut mengambil resiko yang terlampau tinggi, dengan gaji yang mungkin bagi Mbak Melli itu tidak cukup, apalagi saya mendengar Mbak Melli ini hobbynya akhir pekannya di Singapura membawa anakanak. Saya ingin mendapat ketegasan, bagaimana dengan gaji yang sedikit sementara resiko sangat tinggi dengan meninggalkan penghasilan yang cukup banyak. Di statement paper Anda, Anda mengatakan bahwasanya sebenarnya bisa hidup enak hanya dengan menjadi pemimpin di law firm di tempat Anda bekerja. Bisa Anda jelaskan dalam hal ini bagaimana Anda menghadapi resiko ini? Terima kasih.

Melli Darsa
Pertama-tama, memang kalau kita bicara tentang penghasilan, tentunya banyak bentuknya ya Pak; ada gaji, bunga dan lain-lain. Tentunya itu bukan gaji, tapi penghasilan dari firma saya secara keseluruhan. Jadi sebenarnya bukan saya menerima 1,5 secara cash ya Pak. Tapi Alhamdulillah jika dianggap seperti itu. Tentunya kita selalu putar lagi untuk menutupi pengeluaran-pengeluaran yang ada. Sebenarnya dari awal bagi saya ini adalah pengabdian. Bahkan secara mental pun saya sudah menganggap bahwa justru ini seperti tidak digaji. Jadi tentunya saya tidak mencari gaji 40 juta itu. Jadi, saya ingin bisa mengabdi sepenuh hati, dan sebenarnya tidak mengandalkan gaji itu. Tetapi karena itu datangnya dari Negara, saya akan mensyukurinya. Sekali lagi, saya sebenarnya sangat berharap dari semua calon-calon baik ini, ada yang lebih baik dari saya. Jadi, bisa saja Bapak bilang (dan kalau seandainya benar saya memang tidak mikirin negara ini) bahwa saya akan jauh lebih enak memilih
2

Hadirin terdengar bereaksi.

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

kehidupan saya yang sudah nyaman ini. Mungkin Bapak bisa bilang, kan enak saya bisa pergi ke Singapur setiap minggu. Dan pergi juga tidak usah pakai pengawal. Tapi kan kadang-kadang ada waktunya kita harus mengabdi! Saya rasa sudah sewajarnya kita menkontribusikan kembali kepada negara apabila kita rakyat di sini, besar di sini, dapat pendidikan di sini. Ayah kita juga dulu Pegawai Negeri. Saya rasa itu sudah sewajarnya pada saat tertentu orang seperti itu pada saat tertentu kembali untuk mengabdi kepada Negaranya.

Ahmad Ubbe
Berikutnya di personal paper Anda, Anda menulis bahwa menjadi kebiasaan puasa Senin Kamis, dan sekali-kali umroh, apa Anda merasa bahwa ketaqwaan ini akan membantu Anda bisa kuat menjadi ketua KPK?

Melli Darsa
Sudah pasti adalah kalau kita punya suatu keimanan, dan kita percaya bahwa tidak (ada) kekuatan yang lebih besar daripada Tuhan, maka itu menjadi kekuatan tersendiri, dan apabila kita berada dalam kebenaran dan itu menjadi kekuatan tersendiri. Jadi saya menganggap itu perlu, bagaimana kita mengisi diri kita, menyeimbangkan kehidupan kita dengan ketaqwaan, karena itu adalah suatu kekuatan yang memberikan kita juga arah dan kadang-kadang petunjuk kalaupun kita bisa melakukan pekerjaan yang sulit, saya yakini bukan karena kita pintar, tapi karena ada petunjuk dari Yang Maha Kuasa.

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

Ahmad Ubbe
Di personal paper Anda, Anda mengatakan bahwa mempunyai teman hanya terbatas, dan Anda itu tidak gampang dapat menerima pertemanan dengan orang-orang baru yang ada ketemukan. Apakah Anda juga merasa ini adalah kekuatan yang bisa membantu Anda menjadi Ketua KPK yang sukses?

Melli Darsa
Menurut saya mungkin orang akan dapat melihatnya dari dua sisi.3 Tapi pada dasarnya saya harus percaya sekali dan satu pemikiran dengan orang yang saya temukan dan menjadi dekat dengan hidup saya. Dan mungkin juga karena saya punya background lama di luar negeri, kadangkadang cara pandang saya tentang suatu hal tidak selalu sama dengan orang kebanyakan, khususnya seusia saya. Saya dalam menilai hal agak sedikit berbeda. Itulah kenapa teman saya terbatas. Tapi sebetulnya, saya relasi banyak Pak, tetapi teman dekat yang seperti itu, tidak. Jadi sebenarnya apakah itu kekuatan saya? Yang jelas saya hati-hati dalam menerima orang menjadi dekat. Dalam konteks KPK artinya mungkin kita sudah biasa hidup agak solitaire, jadi mungkin pengorbanan-pengorbanan itu mungkin tidak seberat seperti untuk orang yang banyak sekali bergaul di luar kerja.

Chusnul Amal
Pertama, saya mohon bicaranya jangan terlalu cepat ya.

Melli Darsa
Saya minta maaf, memang itu kelemahan saya, saya cenderung tidak bisa bicara pelan-pelan. Saya minta maaf.

Maksudnya, bisa kekuatan, bisa juga kelemahan.

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

Chusnul Amal
Tadi kan sudah ditanyakan soal penghasilan Anda 1,5 Milyar dan gaji di KPK 40 juta. Apa sudah istiqoroh?

Melli Darsa
Pak, saya setiap malam (istiqoroh), sejak mendaftar. Karena saya juga berfikir kenapa bisa sampai mendaftar. Saya sendiri bertanya-tanya. Tapi saya merasa penting untuk make a statement lah. Bahwa, intinya saya ingin juga orang-orang seperti saya yang juga mungkin memiliki kesempatan baik, punya pendidikan baik, untuk lebih berkontribusi lah kepada proses, begitulah Pak. Jadi, saya, Alhamdulillah, selalu istiqoroh tiap malam. Karena itu bukan hal yang sulit Pak, karena cuma dua rakaat Pak. Jadi, Alhamdulillah.

Chusnul Amal
Dari pengalaman Anda sebagai lawyer itu, misalnya, dari segi pandangan ekonomi atau bisnis sebenarnya dia benar, tapi dari segi hukum, itu mungkin melanggar, atau apa, sebagai lawyer bagaimana Anda menangani hal ini.

Melli Darsa
Itu bedanya di mana kita menjadi pengacara, dan menjadi Ketua KPK, di mana saat menjadi pengacara tentunya kita harus melihat suatu permasalahan dari hukum yang berlaku, dalam konteks yang sedapat mungkin menguntungkan klien kita tapi tetap patuh hukum. Tetapi, kalau pada saat kita menjadi ketua KPK di mana kita harus menegakkan hukum, maka tidak ada kompromi.
TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

Dan, di situlah menjadi sulit apabila alat-alat yang digunakan, seperti kadang-kadang even Undang-Undang - ada konsep-konsep yang masih diperdebatkan, seperti apakah kebijakan, dapat diadili, keuangan negara apakah dalam arti luas atau dalam arti sempit. Semua ini membuatnya susah bila tidak dirubah namun seorang ketua KPK harus menjalankan bagaimana adanya, dan artinya musuhnya cukup banyak.

Chusnul Amal
Pernah menangani kasus yang demikian, yang cukup kontroversial?

Melli Darsa
Mungkin tidak kontroversial ya Pak. Tapi biasanya itu dalam structuring transaksi keuangan. Biasanya orang ingin bisa mendapatkan suatu capital raising dengan cara yang agak menyerempet dengan peraturan. Spiritnya sebenarnya tidak tepat atau tidak baik. Kadang-kadang kita memang harus mengambil posisi, dimana pada saat itu kita mengatakan ini tidak bisa, tidak enforceable dan tidak bisa dijalankan, tapi dari segi bisnis padahal itu lazim. Jadi, mungkin tidak terlalu ekstrim. Tapi, di dalam keseharian kita, apalagi di Pasar Modal, pasar modal itu kan produknya sangat inovatif. Jadi kadang-kadang mereka mengambil peluangpeluang daripada tapi ini kan tidak diatur tapi kita kan tahu aturan itu ada untuk melindungi kepentingan-kepentingan tertentu. Tugas kami adalah untuk mengingatkan resiko-resiko yang ada. Kami juga sedapat mungkin mengingatkan klien-klien kita. Alhamdulillah Pak, pada umumnya klien-klien saya nurut. Mereka tidak terlalu akrobatik.

Chusnul Amal
Kalau nanti menjadi anggota KPK apa sikap itu diubah atau bagaimana?

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

Melli Darsa
Itulah ya Pak, kalau saya menjadi Ketua KPK, kita justru menentang sifat itu. Kita enggak boleh kompromistis. Bukan tugas kita untuk mengatakan oh ini harus diinterpretasikan A atau B. Nggak. Itu adalah tugas daripada orang-orang di DPR dan para cendikiawan untuk memberikan masukan supaya Undang-Undangnya diubah. Kita harus patuh dengan Undang-Undang bagaimana adanya.

Chusnul Amal
Kalau Anda menghadapi persoalan yang demikian, misalnya menyangkut orang dari UKM, di mana secara hati nurani Anda harus memihak, atau membantu. Bagaimana ini dan jelaskan?

Melli Darsa
Di situ memang, walaupun sudah punya rencana kerja, tetapi saya merasa seorang ketua harus mempunyai agenda prioritas, apalagi dalam konteks Undang-undangnya begitu luas kan Pak mencakupnya. Saya merasa bahwa kita memang harus mempunyai suatu kebijakan yang jelas, yang mana yang menjadi prioritas penindakan. Tetapi, itu harus diungkapkan, sehingga masyarakat tahu bahwa yang prioritas adalah, misalnya, yang benar-benar menyangkut pejabat publik yang memegang sesuatu kepercayaan, lalu ia menyalahgunakan secara nyata. Tapi, karena ada pasal-pasal yang memang kadang-kadang menjadi penghalang karena terlalu luas kan Pak? Jadi saya rasa hati nurani berbicara dengan mencoba untuk mencari suatu titik keadilan, dengan membuat suatu agenda prioritas pemberatasan korupsi, yang lebih mengenai sasaran, yang mana menurut saya adalah dalam hal yang menyangkut pejabat publik, dan memang nyata-nyata ada uang negara yang disalahgunakan dan memang ia memperkaya diri. Itu menurut saya yang harus jadi prioritas.

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

Chusnul Amal
Kamu kan belum pernah menjadi pejabat publik atau dalam birokrasi, nah nanti kalau masuk di KPK, apa kira-kira tidak gamang, ini kan dunianya lain, sebagai pejabat publik. Bagaimana?

Melli Darsa
Saya belum pernah menjadi pejabat publik, tetapi dari kecil, karena saya anak Deplu dan kami selalu bolak balik dari luar ke dalam, orangnya fleksibel Pak. Mungkin orang melihat saya makhluk aneh, tapi saya ini orangnya gampang menyesuaikan diri dengan setiap kondisi. Buktinya Pak Mulya tahu, saya usia 18 tahun pulang dari Swiss, saya bisa bekerja di kantor seperti LBH dan nyaman naik turun bemo. Enggak masalah. Jadi, itu sebenarnya hanya masalah bagaimana kita secara pribadi menangani. Tentunya juga ada masalah lain, masalah aspek birokrasi lebih lamban daripada swasta, ya itu kita memang harus antisipasi dan harus bekerja dan memperbaiki itu semua.

Basrief Arief
Saya ingin ketegasan dari Bu Melli, pertama keterkaitan masalah, dikatakan bahwa jabatan yang Anda inginkan hanya 1 tahun, kalau 4 tahun mundur, dan kemudian ditegaskan kepada saya, sepanjang saya baca personal paper maupun penjelasan selama Anda wawancara selalu menginginkan sebagai Ketua. Ketika nanti ternyata Pansel maju ke Parlemen tetapi ternyata tidak terpilih, dikaitkan dengan pernyataan Anda itu, bagaimana?

Melli Darsa
Tidak apa-apa Pak.

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

Kewenangan untuk memutuskan kan ada dari proses pemilihan. Oleh sebab itu saya hanya ingin transparan tentang kondisi saya, agar pihak yang memutuskan dan diputuskan tetap baik. Saya pikir adalah fair jika saya terbuka, dan saya rasa saya juga tidak menutup-nutupi dan ada alasan juga kenapa saya ambil keputusan itu, dan menurut saya Bapak juga tidak menjadi repot, karena Bapak punya calon-calon yang baik.

Basrief Arief
Dan nanti jika tidak terpilih menjadi Ketua, apa juga akan mundur?

Melli Darsa
Ya Pak. Sederhananya begini Pak, di kantor saya nama saya ini adalah mereknya. Ya tidak bisa saya meninggalkan semua itu hanya untuk menjadi wakil. Rasanya saya merasa punya tanggung jawab yang cukup tinggi juga terhadap klien saya.

Basrief Arief
Bu Melli ada tidak semacam perasaan tak terkatakan atau belum terkatakan, bahwa pilihan kinerja KPK selama ini ada pada laki-laki dianggap gagal, setengah gagal, atau apa, coba perempuan yang pimpin, ada enggak perasaan seperti itu?

Melli Darsa
Sama sekali tidak Pak. Walaupun pers selalu menggambarkan lain, saya selalu menganggap masalah korupsi ini netral dari segi gender, bahwa saya adalah perempuan karena saya kebetulan dilahirkan perempuan. Tetapi Bapak, saya mempunyai pemikiran seperti ini, laki-laki atau perempuan punya pemikiran seperti itu, dan sebenarnya juga gagalnya KPK bukan karena laki-laki, tidak juga, tapi karena yang lain Pak, jadi karena aspek-aspek politik dan lain-lainnya. Jadi intinya, saya juga tidak
TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

mau diistimewakan karena saya perempuan, dan sama sekali tidak ada misi bahwa ini adalah untuk menunjukkan perempuan lebih mampu daripada laki-laki. Sama sekali tidak. Perempuan dan laki-laki sama saja, sama-sama bisa bekerja secara profesional, dan perempuan juga kalau bekerja pasti akan baik dan melaksanakan tanggung jawabnya dengan sebaik mungkin.

Basrief Arief
Sedikit lagi, di Inggris kan ada pernah ada Perdana Menteri perempuan, Margaret Tatcher, mungkin Anda bisa mengikuti jejak seperti itu di KPK?

Melli Darsa
Jadi wanita itu kan punya sifat yang beragam. Dia itu memang punya sifat bisa mengayomi, bisa nurturing, berbeda dan dia juga kadangkadang lebih punya insting daripada laki-laki. Tetapi wanita juga kalau menurut saya, adalah pada dasarnya kita kalau menilai wanita apakah dia mampu atau tidak, lihatlah pendidikannya. Umumnya wanita yang berpendidikan baik, dan dikasih jabatan yang baik dan tinggi, dari segi sejarah terbukti selalu perform dengan baik. Jadi makanya, intinya adalah menurut saya kita harus menilai wanita itu secara itu, secara fair. Bahwa tentunya kita diciptakan berbeda dengan laki-laki, kita mungkin ototnya tidak sebesar laki-laki, tapi kita juga punya kekuatan bisa melahirkan, ya itu kelebihan kami. Jadi, intinya perempuan itu mampu, terbukti kok di Negara ini sendiri bahwa wanita yang dikasih jabatan yang tinggi berprestasi dengan amat sangat baik, dan jadi justru aset wanita harus digunakan lebih baik lagi. Tapi tentunya wanita yang memang berpendidikan. Jadi jangan karena dia wanita, dia cantik, dia pinter ngomong, dianggap cukup. Harus berpendidikan baik dan punya komitmen yang keras untuk berprestasi.

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH. LLM

MH Ritonga
Bu Melli, ada yang perlu kita bahas mengenai masalah jabatan. Tadi Ibu hanya bersedia untuk jabatan untuk 1 tahun, padahal kita mengharapkan 4 tahun. Kalau misalnya 4 tahun, lalu dalam waktu 1 tahun Ibu mundur, bagaimana ceritanya?

Melli Darsa
Saya juga dalam mengatakan 1 tahun bukan artinya 1 tahun tanpa memikirkan memperpanjang atau mendaftar kembali untuk dipilih kembali, Pak. Kita juga tentunya punya tanggung jawab. Bukan seperti 1 tahun jadi bintang di KPK lalu hilang, bukan seperti itu. Tapi sesungguhnya adalah saya belum tahu situasi di KPK. Saya belum tahu juga bagaimana sebenarnya negara ini, mau ke mana berkaitan dengan beberapa masalah yang ada. Saya tidak mau berada di satu tempat dimana saya tidak melakukan banyak, padahal ada orang lain yang lebih mampu. Sementara saya juga punya pekerjaan dimana saya diperlukan. Oleh karena itu kalau langsung automatically 4 tahun, seperti yang memang jadi pembicaraan, saya tidak mau. Mohon maaf itu memang posisi saya. Bukan saya tidak bisa, tapi karena saya punya pembatasan dalam kehidupan saya dan juga dalam komitmen-komitmen yang ada. Jadi tidak bisa kalau saya katakan 4 tahun saya maju. Saya rasa tidak bertanggung jawab kalau saya katakan bisa, lalu saya ternyata tidak bisa. Karena saya juga (Insya Allah) selama ini menjalankan fungsi yang positif dalam kehidupan saya, walaupun di luar pemerintahan.

MH Ritonga
Ini ada kaitan dengan surat pernyataan yang ada di depan Ibu. Jadi kalau 4 tahun atau 1 tahun itu pernyataannya. Bagaimana, Ibu tanda tangani atau tidak? Coba Ibu baca dulu yang point 2.

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

Patrialis Akbar
Saya mau sharing juga mengenai ukuran keberhasilan KPK. KPK didirikan tentu dalam rangka pencegahan dan pemberantasan korupsi, tapi tidak terlepas dari semangat kita untuk mengembalikan keuangan negara. Tentu ada skala prioritas yang harus kita seleksi. Ketika kita bicara kasus untuk mengembalikan keuangan negara, tentu yang dikejar adalah kasus-kasus kakap. Jangan sampai mubazir waktu menangani kasus-kasus kecil padahal kasus kakap yang menumpuk. Saya minta komentar Ibu tentang itu.

Melli Darsa
Ya, memang betul, sebenarnya penindakan seharusnya dilakukan dengan adanya asset recoverynya. Jadi janganlah kita mengeluarkan tenaga dan biaya diluangkan untuk perkara-perkara yang tidak akan mengembalikan atau yang hitung-hitungannya tidak klop. Orang mengatakan, ini loh kerugiannya. Ada yang mengatakan, sampai kapan pun saya tidak akan memiliki uang itu. Itu kan yang sering terjadi. Jadi saya memahami bagaimana upaya ini memang lebih merupakan upaya untuk menyelamatkan keuangan negara dan itu memang suatu challenge daripada KPK, menurut saya. Tapi harus disadari bahwa tidak bisa semua itu kita lakukan seketika. Message bahwa kita serius hendak memberantas korupsi memang tetap harus dipertahankan. Walaupun sekarang upaya untuk mengembalikan keuangan negara masih belum menggembirakan seperti yang kita inginkan. Tapi saya setuju sekali Pak. Oleh karena itu saya juga berpendapat, yang paling penting adalah kita melakukan pencegahan sebelum keuangan negara bocor. Saya tahu banyak orang mengatakan, itu artinya Anda tidak serius. Tapi bagi saya itu penting sekali Pak. Memperbaiki birokrasi dan pelayanan umum, itu saya rasa penting.

MH Ritonga
Baiklah, terima kasih Ibu Melli. Jadi, waktu tepat 1 jam kita mewawancarai ibu, dengan jawaban-jawaban yang demikian baik dan
TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

penuh dengan semangat, yang juga melegakan. Jadi kita minta maaf bila ada hal yang kurang berkenan. Ketahuilah, bahwasanya hal ini tiada lain tugas Pansel dalam rangka untuk mengetahui lebih jauh tentang personal Ibu. Mudah-mudahan, ke depan, Ibu nanti senantiasa dapat berkat dari Allah SWT. Demikian, Terima kasih.

Patrialis Akbar
Itu pernyataan, silahkan Ibu tanda tangan boleh, tidak juga tidak apaapa

Melli Darsa
Saya tanda tangan, dengan catatan ya Pak.

Patrialis Akbar
Tanda tangan dengan catatan tidak apa-apa.

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH LLM

TRANSKRIP WAWANCARA DENGAN METRO TV MELLI DARSA, SH LLM SEBAGAI CALON KETUA KPK METRO SIANG, 21 AGUSTUS 2010

TRANSKRIP HASIL WAWANCARA DENGAN METRO TV

Andrea Sentani
Pemilihan Ketua KPK akan memasuki tahap akhir, saya akan mengajak anda untuk menemui salah satu dari tujuh nama yang masuk, atau yang lolos dalam tahapan terkini, yakni ibu Melli Darsa, satu-satunya kandidat perempuan. Nah, saat ini saya berada di firma hukum milik Ibu Melli, yakni Melli Darsa & Co. Mari kita temui Ibu Melli dan mengenalnya lebih dalam lagi. Selamat sore Ibu Melli

Melli Darsa
Sore Oh, Andrea ya?

Andrea Sentani
Iya bu Kita sudah janjian sebelumnya ya? Hallo Ibu, apa khabar?

Melli Darsa
Baik, terima kasih.

Andrea Sentani
Nah, ini dia Ibu Melli, yang termasuk salah satu nama yang paling ingin dikenal. Bu. bagaimana menurut Ibu, masyarakat ingin sekali mengenal Ibu.

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

Melli Darsa
Iya, rupanyanya jadi perempuan itu enak ya di Indonesia ya..

Andrea Sentani
Ibu Melli ini memang salah satu satu-satunya, maafsatu-satunya kandidat perempuan ya Bu? Itu sejak dari tahap pertama memang Ibu satu-satunya, atau?

Melli Darsa
Tidak. Waktu pertama kali, khan yang 9% dari applicant adalah perempuan, dari 145 yang lolos administrasi. Tapi saya menjadi satusatunya calon perempuan, setelah tes kompetensi itu memang tinggal 12. Jadi 12 besar yang tinggal, satu-satunya wanita adalah saya jadi sejak itulah

Andrea Sentani
Nah, Ibu mendirikan sendiri ya Bu ya, law firm Melli Darsa & Co. Sejak kapan sih Bu, berdiri law firm ini?

Melli Darsa
Secara pendirian, November 2002, tapi aktif operasi mungkin 2003 awal ya?

Andrea Sentani
Ibu, nah saya lihat nih, ada ijazah Universitas Harvard ya Bu ya?

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

Melli Darsa
Ya

Andrea Sentani
Ibu ini termasuk dalam berbagai berita di media, ini salah satu yang terkenal adalah lulusan Universitas Harvard. Wah, keren banget Bu itu tahun berapa?

Melli Darsa
Wah, sudah lama.. tahun 93 94. Jadi sudah hampir 17 tahun yang lalu ya?

Andrea Sentani
Dan jurusan yang Ibu ambil?

Melli Darsa
Jadi kalau di sana tidak ada jurusan LLM itu ya.. tapi secara umum saya memang fokus pada corporate dan securities. Ya jadi korporat dan sekuritas pada waktu itu. Tapi saya juga belajar filsafat hukum. Jadi filsafat hukum itu lebih tentangkaitannya tentangbagaimana di suatu Negara itu hukum itu kadang-kadang dipengaruhi juga oleh politik dan sosial ekonomi. Jadi itulah

Andrea Sentani
Kalau sejak awal sebenarnya Ibu sudah punya ketertarikan khusus nggak sih Bu, soal isu korupsi? Apalagi Negara kita khan dikenal prestasinya jelek sekali dalam memberantas korupsi Bu?

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

Melli Darsa
Kalau bisa dikatakan khusus korupsi saja, tidak. Tapi kalau saya punya perhatian kepada masalah bahwa ada kesenjangan sosial dan ekonomi di Indonesia, itu sejak pertama kali saya pulang tahun 85. Waktu saya pulang dari Amerika, pada waktu itu Ayah saya meninggal, lalu kita harus balik ke sini, dan itu tahun 85 saya melihat bahwa ternyata, memang masih banyak hal-hal yang harus diperbaiki dari segi politik dan sosial ekonomi. Tapi tidak khusus korupsi pada masalah itu ya.. Jadi perhatian saya lebih secara umum. Tetapi sejak reformasi kan korupsi menjadi suatu term of art yang sangat populer dan bahkan Indonesia ini sebenarnya harus bangga, karena tidak ada Negara lain yang begitu fokus untuk berantas korupsi. Tapi masalahnya banyak kan Jadi tidak akan seketika juga selesai, tetapi kita memang harus terus memfokus pada masalah ini, karena ini adalah salah satu hal yang harus kita atasi, kita memang berantas, kalau Negara Indonesia mau optimal dalam pertumbuhan ekonominya. Saya yakin sekali, dan itu salah satunya kenapa saya memang daftar, karena saya menganggap momentumnya sekarang.

Andrea Sentani
Ibu grogi nggak? Gugup nggak sih, menunggu masa-masa ini?

Melli Darsa
Gugup sih nggak, mungkin kalau bahwa itu bukan hal yang saya terbiasa, sudah pasti. Ya, intinya, tentunya kita tidak biasa ya, ini scrutinynya luar biasa ya, perhatian masyarakat publik. Tapi Insya Allah nanti, kalau mungkin grogi, ya itu wajar, tapi bisa diatasi dan tetap performancenya baik lah intinya begitu.

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

32

Penyiar 1
Ya, meski mengakui memiliki kelemahan dalam kriteria pemilihan ketua KPK karena sebelumnya, seperti kita dengar tadi, berkiprah di firma hukum korporat, Melli menegaskan memiliki tekad kuat untuk mengurangi tingkat korupsi di negeri ini.

Penyiar 2
Berikut adalah lanjutan wawancara bersama pengacara Melli Darsa, yang merupakan satu-satunya kandidat perempuan dalam bursa calon ketua KPK.

Andrea Sentani
Ibu berasal dari background hukum korporat, corporate law, ya bu ya? Sementara Ibu mencalonkan diri untuk lembaga Negara yang akan mengurus hukum pidana ya Bu.. Nah, ada banyak keraguan mengenai kompetensi Ibu. Ibu menanggapinya seperti apa?

Melli Darsa
Ya, pertama adalah memang, itu adalah justru tugas Pansel untuk melihat dimana kelemahan dan kelebihan daripada masing-masing calon. Tapi kalau bagi saya adalah, saya mungkin tidak menguasai aspek teknis daripada penyelidikan dan penyidikan sebagaimana seorang jaksa dan polisi, tetapi saya memahami aspek hukum materi daripada tindak pidana korupsinya sendiri. Saya tahu apa yang harus dituju dan menurut saya juga, artinya, yang dicari juga bukan sekedar bisa melaksanakan teknisnya, yang dimana juga ada perangkat yang melaksanakannya, tetapi justru arah, visi mau dibawa kemana dan seperti apa citranya KPK, itu lebih penting daripada hanya sekedar aspek teknis, yang saya yakin itu juga ada yang menangani dan intinya saya pasti bisa menggunakan sumber daya itu untuk melakukan hal-hal yang diperlukan di bidang penyelidikan dan penyidikan.

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

Ya, jadi intinya, kalau saya anggap itu memang harus dicatat sebagai suatu kelemahan saya, kekurangan saya, ke-tidakpengalaman saya, tetapi di lain pihak juga kita harus melihat sebenarnya yang dicari kan bukan sekedar orang yang bisa melaksanakan secara teknis, tetapi yang punya visi tentang KPK yang benar.

Andrea Sentani
Oke, kalau visi dan misi Ibu apa? Ini yang paling sering ditunggu orang. Ibu bisa menjabarkannya seperti apa sih Bu, sebagai calon ketua KPK?

Melli Darsa
Saya orangnya tidak muluk-muluk. Visi dan misi saya sebenarnya sederhana, Andrea. Jadi intinya adalah, berdayakan kembali, pulihkan kembali citra KPK sebagai lembaga yang disegani di bidang korupsi. Lakukanlah pekerjaannya dengan lebih cepat. Bersihkanlah dari infiltrasi -- kalau memang sudah terjadi dari pihak-pihak yang mungkin tidak searah dengan Undang-undang dan masih melakukan hal-hal yang mungkin seharusnya tidak dilakukan. Selain itu, tidak bisa tidak, KPK ini counterpart-nya adalah kejaksaan dan kepolisian. Kepemimpinan di kepolisan dan kejaksaan ini juga harus, maaf, menurut saya, diganti juga oleh reformis. Reformis yang semangatnya sama di bidang korupsi, lalu mereka juga mau membersihkan tubuh mereka, pelan-pelan tapi pasti. Kita tidak perlu instan deh, tapi komitmennya ada, langkahnya konkrit. Baru setelah itu KPK akan bisa berfungsi, dan Insya Allah, benar-benar memang sifat sementara itu terwujud. Kembalikan kepada kejaksaan dan kepolisian. Karena kan sebenarnya KPK hanya ada untuk mengatasi kekurangan yang dianggap ada pada saat itu, di lembaga-lembaga yang seharusnya menjalani tugas-tugas di bidang korupsi itu.

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

Andrea Sentani
Nah, Ibu baru-baru ini, pasti Ibu sudah dengar ya tentang grasi bagi para koruptor nih Bu, dipotong masa tahanannya. Menurut Ibu bagaimana?

Melli Darsa
Ya, mungkin ada dua sisi ya. Mungkin Pak Presiden juga menganggap koruptor juga punya hak asasi manusia di hari kemerdekaan yang baik ini ya, kemarin ya. Tapi menurut saya, benar sih, bahwa itu pesan yang menimbulkan multi tafsir tentang komitmen Negara. Sebaiknya pesanpesan yang membingungkan seperti itu dihindari. Jadi kalau saya sih setuju, harusnya grasi itu tidak diberikan ya untuk koruptor. Karena kalau tidak, jadinya sepertinya seolah-olah ini suatu hal yang bisa dimaafkan, padahal sebenarnya, intinya adalah kita ingin membuat orang jera. Jadi pendapat saya begitu kalau tentang grasi.

o0o

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

LAMPIRAN

KUMPULAN ARTIKEL

Suara Pembaruan, 2 Agustus 2010

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

Rakyat Merdeka, 3 Agustus 2010

Melli Darsa,

Perempuan Satu - satunya Calon Ketua KPK


Memang Kita Lemah Secara Fisik, Tapi Tangguh Kalau Diberi Pekerjaan

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

Artikel Media Indonesia 16 Agustus 2010

Doc. Pribadi

Perempuan Dongkrak Citra Positif KPK

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

http://www.beritasatu.com/articles/read/2010/9/1093/yang-paling-ideal-mereka berdua-masuk-kpk Melli Darsa:

beritasatu.com - | Politik - "Yang paling ideal mereka berdua masuk KPK"


october 29, 2010

ANTARA Melli Darsa dalam seleksi calon ketua KPK KPK tidak boleh dipimpin orang yang gampang "sungkan" menegakkan yang benar. Perempuan itu tersipu saat panitia penyeleksi calon ketua KPK menanyakan bisakah dia meninggalkan penghasilan yang besar jika terpilih menjadi pimpinan KPK. Tak digaji pun sudah siap, jawabnya. Itulah Melli Nuraini Darsa, pengacara yang memimpin Melli Darsa & Co (MDC), satu dari tujuh semi finalis calon ketua KPK, seorang master of law dari Harvard Law School. Memang, akhirnya Melli tersingkir, panitia penyeleksi memilih Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas. Tapi Melli yang pernah bekerja sebagai pengacara di AS pada 1996 ini tak kecewa, karena ia yakin keduanya punya kemampuan memimpin KPK. Pada 2006, Melli menapat sebuat sebagai Leading Individual Lawyer untuk Indonesia dari sebuah lembaga penilai pengacara tingkat internasional, Chambers Global: The Worlds Leading Lawyers for Business 2006: The Clients Guide. Memang, prestasi itu lebih sebagai pengacara yang mengurusi dunia bisnis besar (klien pertamanya yang mendasari debutnya adalah

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

Indosat). Namanya kurang terdengar dalam peristiwa-peristiwa hukum berkaitan dengan litigasi korupsi dan penegakan keadilan. Berikut wawancara beritasatu.com dengan pendiri Melli Darsa & Associates (2002) yang kemudian diubah menjadi Melli Darsa & Co (2005). Kantor pengacara inilah pada 2003 sukses melaksanakan merger besar Bank Mandiri. Petikan wawancara: Bagaimana ceritanya anda melamar menjadi calon ketua KPK? Ini sebagai ekspresi keprihatinan seorang warga masyarakat, dan untuk membuat orang-orang tidak termakan oleh rasa kalah dalam perang melawan korupsi. Saya ingin ada optimisme dalam diri kita semua bahwa dengan kondisi tertentu, korupsi bisa diberantas. Sejauh apa sebenarnya Anda mengenal KPK selama ini? Seperti banyak warga masyarakat, saya mengenal KPK dari jauh, walaupun saya advokat. Dari yang saya lihat, banyak dampak positif dengan adanya KPK. Kelemahannya, KPK sebagai alat hukum dipolitisasi, dan ada beberapa ketidak-jelasan dalam UU Tipikor. Akibatnya, KPK kerap menjadi senjata bermata dua. Karena itu KPK harus dipimpin oleh orang berintegritas, sangat cerdas baik di bidang hukum maupun dalam politik. KPK tidak boleh dipimpin orang yang gampang sungkan untuk menegakkan yang benar. Orang itu juga harus bijak, mampu melihat kepentingan terbaik bagi seluruh bangsa dan negara, sambil menegakkan negara hukum yang bebas korupsi. Di luar negeri adakah figur ketua lembaga anti-korupsi perempuan yang anda kenal dan kagumi?

Melli Darsa adalah lawyer yang mengerjakan merger 4 bank kedalam Bank Mandiri di tahun 1999, namun melalui kantor lain.
TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

Yang saya kenal pribadi adalah dua Hakim Agung yang kebetulan bagian dari komunitas Harvard Law School, karena beliau lulusan sekolah ini. Itulah hakim Mahkamah Agung, Ruth Ginsburg, yang kini sakit berat. Saya beberapa kali mendapat kehormatan bertemu beliau di beberapa acara reuni Global Reunion yang diadakan Harvard Law School. Figur kedua, juga di Mahkamah Agung AS, Hakim Agung Elena Kagan. Sebelumnya beliau ini Jaksa Agung pilihan Presiden Obama. Saya kenal beliau karena pernah menjadi Dekan Harvard Law School dan beliau amat dekat dengan mahasiswa dan alumni. Kedua tokoh tersebut menjadi tokoh inspirasi dan panutan bagi saya di bidang hukum. Anda mengenal Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas? Saya mengenal baik Bambang Widjojanto, dulu waktu saya menjadi tenaga sukarela di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Sedangkan Pak Busyro pernah menjadi pembicara utama di acara buka puasa di kantor saya. Saya meyakini bahwa mereka berdua adalah orang yang punya komitmen pada pemberantasan korupsi biarpun gaya keduanya amat berbeda. Menurut saya, yang paling ideal mereka berdua masuk KPK. Sulit memilih antara keduanya. Menurut anda apa yang mesti dilakukan untuk membangun kultur antikorupsi dan antisuap? Kantor kami bergerak khusus di bidang non-litigasi dan menangani masalah korporat. Kami tidak melakukan litigasi karena beberapa sebab. Antara lain, untuk menghindari situasi dilematis bahwa kami tak perlu mempertimbangkan tindakan klien kami yang dapat dikategorikan sebagai suap atau korupsi. Tapi bukan berarti kami tidak terlibat bila klien kami, terutama yang dari luar negeri, dituntut di pengadilan Indonesia. Peran kami,

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

melakukan analisis dan membuat strategi sebelum perkara ke pengadilan. Kalau perkara sudah masuk pengadilan, kami mengalihkan pekerjaan ini kepada teman-teman yang memang aktif di litigasi. Kami memilih mereka yang punya reputasi relatif bersih, kecuali ada permintaan langsung dari klien untuk menunjuk pengacara tertentu. Di dalam, kami menerapkan kebijakan anti-suap yang ketat dan memang kami sama sekali tidak pernah mau melakukan pembayaran tidak resmi kepada pihak mana pun untuk apa pun. Dalam hal suap-menyuap ini apa pengalaman anda? Harus diakui bahwa korupsi terjadi disebabkan peluang yang diciptakan oleh birokrasi yang tidak baik di satu pihak, dan masyarakat kita yang cenderung tidak sabar dan tidak tertib aturan di lain pihak. Kami sejauh ini tidak tahu, adakah agen-agen yang kami tunjuk melakukan pembayaran tak resmi atau tidak. Menurut anda sejauh mana kultur menggerogoti hukum di Indonesia? korupsi dan suap

Yang saya amati dan ketahui, yang saya dengar dari beberapa teman yang aktif di litigasi, korupsi dan suap tidak selalu terjadi dengan gamblang. Maksud saya, kadang-kadang proses suap dilakukan dengan halus dan bertahap. Misalnya dengan cara "memelihara" pejabat atau aparat penegak hukum tertentu, dengan biaya yang mungkin tidak besar sama sekali. Bahkan bisa saja hanya dengan memberika perhatian sewajarnya apabila mereka sakit atau membutuhkan sesuatu. Yang saya amati, ada kondisi dalam konteks hubungan advokat hakim jaksa polisi yang sudah umum, sehingga sulit untuk mengatakan bahwa penanganan kasus hukum di Indonesia tidak didistorsi oleh korupsi, suap, atau adanya kekuasaan yang menekan pihak tertentu.

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

Akibatnya, sulit untuk mengatakan bahwa suatu proses hukum dan pengadilan berjalan murni, karena pilar hukum utama belum bersih.

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

PRESENTASI DI UNIVERSITY OF WASHINGTON SEATTLE, 5 NOVEMBER 2010

THE CHALLENGES OF ESTABLISHING EFFECTIVE INSTITUTIONS OF LAW IN INDONESIA By: Melli Darsa

(Presented on November 5, 2010 at University of Washington Law School)

In the last 12 years, Indonesia has embarked on a journey to become a true democracy. As a democracy it has successfully held peaceful Presidential as well as Parliamentary elections in 1999, 2004 and 2009. The 1945 Constitution also underwent four amendments since 2002. Many hail the last 12 years as generally successful. But how does the question stand when asked about the effort to establish Rule of Law in Indonesia? As someone with 20 years of legal practice, I would contend that the same cannot be said on the Rule of Law initiative. I would say that there does not yet exist a condition in which the legal system functions effectively, fairly, nor with legal certainty. Nor do lawyers, judges, and law enforcers enjoy the social respect typically afforded to them in other societies. One of the main reasons why Indonesia is yet to see a successful Rule of Law initiative is that it is still facing great challenges in trying to establish effective institutions of the law in Indonesia. And for the sake of a common vocabulary, I propose to use the term institutions of law to refer to not only the judiciary, but also to key law enforcement agencies such as public prosecutors in the Attorney General Office or other District Attorney offices, and the Police, as well as a body of independent lawyers committed to the upholding of a well-functioning legal system free from corruption and bribery and other unethical practices.

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

Why Has Indonesia Failed to Establish Effective Institutions of the Rule of Law in Indonesia? Throughout the years, it is not as if efforts have not been pursued to push for judiciary reforms and other improvements in the Indonesian legal system. New institutions and commissions have been formed to better ensure that the system is subject to oversight and control. Many laws and regulations have been enacted and issued over the years to improve existing Indonesian regulatory framework. Funds have been contributed by donor institutions and countries to ensure that legal and judiciary reform occur. However there are some contributing factors which may have resulted in Indonesia failing to establish effective institutions of rule of law in Indonesia. (a) Lack of road map 4 Legal reform has been largely implemented without an agreed publicized road map, nor has such road map been implemented faithfully and consistently; (b) Limited participation to legal reform process (i) The legal reform process even post Reformasi has generally involved a rather limited number of senior practitioners without sufficient back office support, with most of the key thinking being laid down by either foreign legal experts or Indonesian non-legal practitioners/legal academicians, and under the coordination and supervision of non-lawyers, especially economic ministers with no legal training whatsoever; Unlike in other jurisdiction, judges do not always become the source of leadership for legal reform and those judges

(ii)

I was corrected that Bappenas announced a blueprint for legal reform, and thus perhaps the more appropriate term should be road map which does not come from a top-down approach (from economists/foreign experts to lawyers) but which have been developed with intensive participation of many Indonesian legal practictioners and their commitment as well.
TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

50

who are made involved are typically made involved due to their academic background and interests rather than judiciary practical experience; (c) Weak bar association and inadequate number of welltrained lawyers (i) The unified bar association is a relatively new concept pursuant to the 2003 Advocate Law and lawyers/legal practitioners are still not unified on a number of basic legal issues; Furthermore, there is simply an insufficient number of competent lawyers who have been adequately trained to fill key posts in main institutions and there is no sufficient guidelines or practical training and enforcement mechanism to encourage proper and ethical conducts by those in the legal institutions, or government bodies or politicians.

(ii)

(d)

Tainted and un-reformed law enforcement agencies Law enforcement agencies such as the Attorney General/public prosecutors office, the Police and the main administrator of law and justice, being Ministry of Law and Human Rights, have not undergone sufficient institutional reform and face the continuing reality of some form of corrupt and unethical practices being executed on a fairly regular basis.

(e)

Insuffficient compensation for public servants and judges Basic compensations for those who work in basic institutions of the law are not sufficient to sustain an appropriate standard of living leading to more temptation opportunities for bribes, gratuity, and other misconducts.

In addition to the above, a more important factor is the lack of political commitment and also leadership to truly pave the way for a State based
51

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

on the Rule of Law which is free from corrupt and unethical practices. Moreover, the focus of the Government and corruption watchdogs have been on ivestigations and prosecution, but with no sufficient actions to truly improve government, judicial and other public sector and conducts among those holding public office, which should prevent the occurrence of corrupt and unethical practices in the first place. This makes for a politically dangerous situation where law enforcement agencies themselves are still tainted with corruption. But has not there been an improvement in the effort to eradicate corruption and relatively workable regulatory framework? It is relevant to note that the Corruption Perception Index in Indonesia has improved from 1.7 to 2.8. Generally however there is a perception that corruption is currently more widespread, taking a number of forms being (i) corruption in the legal system particularly the courts, (ii) political corruption, (iii) public sector corruption, and (iv) natural resource corruption. Other trends include leaks in tax and non-tax revenues, out of inappropriate procurement of goods and services, subsidies and grants/aid. While under Soeharto political power was more centralized, now they are dispersed among the not less than forty four parties participated in the 2009 General Elections with no one party obtaining a clear majority.5 Further political campaign has had to rely on TV media due to its broad outreach. Being quite expensive, political parties and presidential candidates likely found themselves having to rely on linking up with business groups. Meanwhile, notwithstanding the devastating effects of the Asian Financial Crisis, the economic landscape of Indonesia has remained largely unchanged with much of it still controlled by the state. Any remaining wealth of the nation still controlled by a small elite whose history trace back from the Soeharto or even the Soekarno era and whose success mostly would be attributed to receiving some sort of facility from the State. As Gary Becker, an economist stated, corruption will tend to occur wherever the

5 The top five winners were Partai Demokat with 20.85, Golkar with 14.45, PDI-P with 14.03, PKS with 7.88, and PAN with 6.01.

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

52

government still plays a primary role in the economy of a nation. And this is what one is seeing in Indonesia where strategic asset or resources are still controlled by the state. As a result, corruption and particularly political corruption tend to occur especially as the legal framework does not have a strong enforcement and credible enforcement arm. Having said that, Indonesia does have an identifiable regulatory framework for eradicating corruption. Following Decision of the Peoples Consultative Assembly No. XI/MPR/1998 on A State Governance Free from Corruption, Collusion and Nepotism, a new Anti Corruption Law was enacted through Law No. 28 of 1999 and Law No. 31 of 1999 jo. Law No. 20 of 2001. New concepts being introduced included: The broadening of the concept of state finance to include those in state owned companies; The broadening of the concept of civil servants to include anyone who receive salary or facility/capital from the state; Corruption also includes acts that create potential loss of state revenue Companies being construed to have committed corruption, bribes and other unethical actions: Recovery of state assets without eliminating the crime.

Article 43 of the Anti Corruption Law also mandated the formation of the Anti Corruption Commission (KPK) whose task and authority is to coordinate and supervise and undertake investigation and prosecution of corruption crimes based on prevailing laws. Under Law No. 30 of 2002, the Anti Corruption Commission was formed. Although often mentioned as a superbody and under Article 3, KPK is a state institution which in undertaking its task and authority is independent and free from any powers, its powers are not exclusive. Meanwhile,

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

the police and the district attorneys also have the authority and task to investigate and prosecute against corruption based on Law No. 2 of 2002 and Law No. 16 of 2004. Indeed KPK has always been designed to exist temporarily and was created to fill a gap based on the existing deficiencies in existing formal institutions. Unfortunately however, no real efforts have been done to clean up and strengthen the formal law enforcement agencies. In addition to this, the broad and at times unclear provision of the Anti Corruption law opens potential for it being misused for political reasons. So What Must Be Done? Isnt Corruption Systemic? While we need to acknowledge that even in more advanced economies, corruption also exist, in the case of Indonesia there is critical urgency to clean up corruption from the judiciary and those institutions which are involved in the administration of justice and the effort to uphold Rule of Law in Indonesia. I am of the view that systemic corruption exists in Indonesia largely due to public service inefficiencies or nonperformance and the lack of control and oversight thereof. But the Rule of Law agenda is lost due to a lack of clear direction as to where it is heading and a reluctance to clean up basic institutions of law which have the function to uphold it. For a society like Indonesian which still places great respect on persons holding official positions, it is important that those who hold public office should serve as role models and leaders in anti-corruption and ethical/integrity movements, while also improving their work so government and public sector institutions are more effective in performing their allocated functions. For this, monitoring and disclosure of financial information of public servants and leaders need to be improved. There must also be more budget allocated to the administration of justice generally and to increase the salaries of those in the judiciary and law enforcement agencies. The Anti Corruption Law must be amended and strengthened so there is better clarity of concepts to correctly differentiate between situation

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

of thefts or embezzlement of public funds or property vis-a-vis violation of moral or integrity standards. Last but not least the private sector must more actively participate in the effort to create a clean legal society in Indonesia, and implement the Rule of Law agenda, whether through think tanks, NGOs or other non-profit institutions. While most of the leadership role should come from the President, as the main problem lies with law enforcement agencies or institutions under the Executive branch, it is also time for lawyers as a group (whether those who are private practitioners, or serve as judges, and public prosecutors) to empower themselves and where necessary reform themselves so they can cease to be agents of continuing corruption (whether systemic or otherwise) and become agents and leaders of the Rule of Law initiative instead. For this basic and continuing legal education play a critical role in ensuring that such an objective can be achieved.

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

55

Biografi Singkat
Nama Lengkap Tempat dan tanggal lahir Pendidikan/Fellowship: Eisenhower Fellowship (2010 Women Leadership Program) Visiting Scholar, East Asian Legal Studies Program Harvard Law School, Cambridge, MA, USA (March June 2009) LL.M, Harvard Law School, Cambridge, MA, USA (1993-1994) S.H., Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Depok, Indonesia (Agustus 1985 Desember 1990) School of Foreign Service, Georgetown University, Washington DC, USA (September 1983-December 1984) International School of Geneva, Switzerland High School Stephen A. Halsey Jr. High School, New York, USA Jr. High School Grand Parkway Primary School, New York, USA Primary School Riwayat Pekerjaan: November 2002, mendirikan Melli Darsa & Co. (MDC), Jakarta - saat ini mempunyai 36 lawyer dan 30 staff - usia lawyer antara 22 tahun sampai 38 tahun (diluar Melli Darsa) - semua lawyer dan karyawan adalah WNI (tidak ada expatriate) April 1995 - 2002, Law Firm Hadiputranto, Hadinoto & Partners, Jakarta Baker & McKenzie, jabatan terakhir sebagai International Partner
57

: Melli Nuraini Darsa : Bogor / 19 September 1966

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

1994, Associate, Law Firm Wilmer, Cutler & Pickering, Washington DC, USA (sekarang bernama Wilmer Hale) 1990 -1993, Associate, Law Firm Makarim & Taira, Jakarta 1988, Magang, Amir Syamsuddin & Associates 1985 1987, Managing Editor, Human Rights Forum Publikasi YLBHI LP3ES, Koordinator seminar regional YLBHI Beberapa Artikel/Tulisan Yang Pernah Dipublikasikan: Neoliberalisme dan Globalisasi (Majalah Tempo, Juni 2009) Menakar Tanggung Jawab Hukum Direksi dan Komisaris (Bisnis Indonesia, 27 April 2005) Akar Permasalahan Privatisasi Indosat (Bisnis Indonesia, 7 Juni 2002) Indonesia dan Arus Konvergensi (Tempo, 9 April 1994) Menuju Reformasi Hukum Progresif (Kompas, 17 November 1993) Organisasi: 2009 - 2012, Wakil Ketua HKHPM, Menangani Bidang Pendidikan (Dasar dan Lanjutan) 2009 - 2010, Ketua Komite Tetap Pasar Modal KADIN 1996 - sekarang, anggota New York Bar & Anggota American Bar Association

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

58

Penghargaan: Firma Indonesian Law Firm of the Year 2009 dan 2007, dari International Financial Law Review sebagai Indonesia Emerging Firm of the Year 2009 dari Asian Counsel Penghargaan Asian-Counsel Firms of the Year 2009 dari Asian Counsel sebagai Employer of Choice 2009 for Indonesia dari the Asian Legal Business. Individual Selama lebih dari 8 tahun dinobatkan sebagai top leading Indonesian lawyers untuk bidang capital market, M&A, banking, dari beberapa media publikasi law firm seperti International Financial Law Review, Chambers Global, Asia Pacific Legal 500, Asia Law, Asian Legal Business.

TRANSKRIP WAWANCARA PUBLIK MELLI DARSA, SH, LLM

59