Anda di halaman 1dari 12

POLHDRAMNON DALAM KEHAMLAN

polihidramnion _ hidramnion dalam kehamilan



Pengertian :
Hidramnion adalah suatu keadaan dimana jumlah air ketuban jauh lebih banyak dari normal yaitu
biasanya > 2000 cc.
Perjalanan Penyakit :
1. Hydramnion Akut
Terjadinya penambahan air ketuban sangat tiba-tiba/mendadak dan cepat dalam waktu beberapa hari
saja. Biasanya terdapat pada kehamilan muda, bulan ke-4 atau atau ke-5 dan bulan ke-6. Komposisi dan
air ketuban pada hydramnion menurut penyelidikan serupa saja dengan air ketuban normal.
2. Hydramnion Kronis
Banyak dijumpai pertambahan air ketuban terjadi perlahan- lahan dalam beberapa minggu/bulan dan
biasanya terjadi pada kehamilan lanjut.
Frekwensi :
Yang sering kita jumpai adalah hydramnion yang ringan dengan jumlah cairan 2-3 liter sebanyak 80-85
%, 17 % sedang 5 % yang berat.
Hydramnion sering disertai dengan malformasi janin, khususnya malformasi sistem saraf pusat dan
traktus gastro intestrinal. Hydramnion sering kita dapati bersamaan dengan :
a. Gameli atau hamil ganda (12,5 %)
b. Hidrops Foetalis
c. DM
d. Toxemia gravidarum
Asal air ketuban :
Kencing janin (fetal urine)
Transudasi dari darah ibu
Sekresi dari epitel amnion
Asal campuran (mixed origin)
Komposisi air ketuban :
98% air, sisanya terdiri atas garam anorganik serta bahan organik bila diteliti benar terdapat rambut
lanugo, sel-sel epitel dan vernik caseosa. Protein ditemukan rata-rata 2,6%gr/liter sebagian besar
sebagai albumin.
Peredaran air ketuban :
Dikemukakan bahwa peredaran liquor amni cukup baik, dalam 1 jam didapatkan perputaran + 500 ml.
Mengenai cara perputaran inipun terdapat banyak teori, antara lain bayi menelan air ketuban yang
kemudian dikeluarkan melalui air kencing.
Prichard dan Sparr menyuntikkan kromat radioaktif ke dalam air ketuban ini. Mereka menemukan bahwa
janin menelan + 8-10 cc air ketuban atau 1% dari seluruh volume air ketuban dalam tiap jam. Apabila
janin tidak menelan air ketuban ini akan didapat keadaan hydramnion
Etiologi
Mekanisme terjadinya hydramnion hanya sedikit yang kita ketahui. Pada penyelidikan yang dilakukan
tidak didapati kelainan pada epitel amnion yang dapat menyebabkan hypersekresi dari air ketuban.
Secara logis dapat diterima sebagai berikut :
konsumsi kurang/nihil sehingga terjadi hidramnion, yaitu pengaliran air ketuban terganggu, air ketuban
yang telah dibuat dialirkan dan diganti dengan yang baru. Salah satu jalan pengaliran ialah ditelan oleh
janin, diabsorpsi oleh usus dan digilirkan ke placenta, akhirnya masuk ke dalam peredaran darah ibu,
jalan ini kurang terbuka kalau anak tidak menelan seperti pada atresia aesophage, anencephalus atau
tumor-tumor placenta. Produksi tetap biasa
hydramnion, yaitu produksi air ketuban bertambah; yang diduga menghasilkan air ketuban ialah epitel
amnion, tetapi air ketuban dapat juga bertambah karena cairan lain masuk ke dalam ruangan amnion
misalnya air kencing anak atau cairan otak pada anencephalus. konsumsi biasa Produksi
hebat/meningkat

Predisposisi :
Walaupun etiologi tidak jelas, namun ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya hydramnion
antara lain :
1. Penyakit Jantung.
2. Nefritis.
3. Edema Umum (anasarka).
4. Anomali kongenital (pada anak).
Seperti anesefali, spina bifida, atresia/ strictura esofagas, hidrosefalus dan struma blocking oesefagus.
Dalam hal ini terjadi karena :
Tidak ada stimulasi dari otak espina.
Excessive urinary secretion.
Tidak berfungsinya pusat menelan dan haus.
Transudasi langsung dari cairan meninggal ke dalam amnion.
5. Simpul tali pusat.
6. Diabetes Militus.
7. Gameli uniovulair.
8. Malnutrisi.
9. Penyakit kelenjar hypofisis.
10. Pada Hydramnion biasanya plasenta lebih besar dan lebih berat dari biasa-karena itu transudasi
menjadi lebih banyak-dan timbul hydramnion.
Diagnosis
a. Anamnesis
Perut lebih besar dan terasa lebih berat dari biasa.
Pada yang ringan keluhan-keluhan subyektif tidak banyak.
Pada yang akut dan pada pembesaran uterus yang cepat, maka terdapat keluhan-keluhan yang
disebabkan karena tekanan pada organ, terutama pada diafragma, seperti : sesak (dispnoe) nyeri ulu hati
dan sianosis.
Nyeri perut karena tegangnya uterus/perasaan mau mual dan muntah
Edema pada tungkai, vulva, dinding perut, sering kita jumpai.
b. nsfeksi
Kelihatan perut sangat buncit dan tegang, kulit perut berkilat, retak-retak kulit jelas dan kadang umbilikus
mendatar.
Kalau akut si ibu terlihat sesak (dipsnoe) dan sianosis, serta terlihat payah membawa kandungannya.
c. Palpasi
Perut tegang dan nyeri tekan serta terjadi edema pada dinding perut vulva dan tungkai.
Fundus uteri lebih tinggi dari tuanya kehamilan sesungguhnya.
Bagian-bagian janin sukar dikenali karena banyaknya cairan.
Kalau pada letak kepala, kepala janin bisa diraba, maka ballotement jelas sekali.
Karena bebasnya janin bergerak dan kepala tidak terfiksir, maka dapat terjadi kesalahan-kesalahan letak
janin.
d. Auskultasi
Denyut jantung janin sukar didengar atau kalau terdengar halus sekali.
e. Rontgen Foto Abdomen
Nampak bayangan berselubung kabur karena banyaknya cairan, kadang bayangan janin tidak jelas.
Foto Rontgen pada hydramnion berguna untuk diagnostik dan untuk menentukan etiologi seperti anomali
congenital (anesefali atau gameli).
f. Pemeriksaan dalam
Selaput ketuban teraba tegang dan menonjol walaupun diluar his.

Diagnosis Banding
Bila seorang ibu datang dengan perut yang lebih besar dari kehamilan yang seharusnya kemungkinan :
Hydramnion
Gameli
Asites
Kista ovarii
Kehamilan beserta tumor

Prognosis
Pada janin prognosisnya agak buruk (mortalitas + 50 %) terutama karena :
Kongenital anomaly.
Prematuritas.
Komplikasi karena kesalahan letak anak, yaitu pada letak lintang dan tali pusat menumbung, dll.
Eritoblastosis.
Diabetes Melitus.
Solusio plasenta, kalau ketuban pecah tiba-tiba.
Pada bu, bisa terjadi komplikasi berikut :
Solusio Plasenta
Atonio uteri
Perdarahan post partum
Retensio plasenta
Shock
Kesalahan-kesalahan letak janin menyebabkan partus menjadi lama dan sukar

Teraphy
Dibagi 3 Fase :
a. Waktu Hamil
Hydramnion ringan jarang diberi terapi klinis, cukup diobservasi dan berikan teraphy simtomatis.
Pada hydramnion yang berat dengan keluhan-keluhan harus dirawat di RS untuk istirahat sempurna.
Berikan diet rendah garam, obat-obatan yang dipakai adalah sedativa dan obat diurisis. Bila sesak hebat
sekali disertai sianosis dan perut tegang, lakukan fungsi abdominal pada kanan bawah umbilikus.
Tehnik
Dalam satu hari dikeluarkan 500 cc perjam, sampai keluhan berkurang. Kalau cairan dikeluarkan secara
cepat dikhawatirkan terjadi his dan solutia plasenta, apalagi bila anak belum viable.
Komplikasi fungsi dapat berupa :
a. Timbul his.
b. Trauma pada janin.
c. Terkenanya organ-organ rongga perut oleh tusukan.
d. nfeksi.
e. Shock
Bila sewaktu melakukan aspirasi keluar darah, umpamanya jarum mengenai plasenta maka fungsi harus
dihentikan.
Waktu Partus
Bila tidak ada hal-hal yang mendesak, maka sikap kita menunggu.
Bila keluhan hebat, seperti sesak dan sianosis, maka lakukan fungsi tranvaginal melalui servik bila ada
pembukaan.
Teknik
Dengan memakai jarum fungsi tusuklah ketuban pada beberapa tempat maka air ketuban akan keluar
pelan-pelan, boleh juga memakai troikar.
Bila sewaktu pemeriksaan dalara ketuban tiba-tiba pecah, maka untuk menghalangi air ketuban mengalir
keluar dengan deras, masuklah tinju ke dalam vagina, sebagai tampon beberapa lama supaya air
ketuban keluar pelan-pelan.
Maksud semua ini supaya tidak terjadi solutio plasenta, syok karena tiba-tiba perut menjadi kosong atau
perdarahan post partum karena atonia uteri.
c. Post Partum
Harus hati-hati akan terjadinya perdarahan post partum jadi sebaiknya dilakukan pemeriksan golongan
dan transfusi darah/donor serta sediakan obat uterotonika.
Untuk berjaga-jaga pasanglah infus sebagai profilaksis dan persiapan untuk pertolongan perdarahan
post partum.
Kalau perdarahan banyak dan keadaan ibu setelah partus lemah, maka untuk menghindari infeksi
berikan antibiotika yang cukup.
Manajemen kebidanan dengan polyhidramnion

Langkah
DS : bu mengatakan perutnya lebih berat dari biasa.
bu mengatakan sesak.
bu mengatakan nyeri pada ulu hati dan perut.
bu mengatakan mual dan muntah.
DO : - nspeksi
o Perut ibu tampak lebih besar, tegang, mengkilat dan tampak retak-retak.
o Bila tidur telentang, perut tampak melebar ke samping.
o bu tampak meringis.
o bu terlihat sesak serta terlihat susah membawa kandungannya.
o Tampak edema pada vulva.
- Palpasi
o Perut teraba tegang serta terjadi edema pada dinding perut dan tungkai.
o Fundus uteri lebih tinggi dari tuanya kehamilannya sesungguhnya.
o Bagian-bagian janin sukar dikenali karena banyaknya cairan.
o Karena bebasnya janin bergerak dan kepala tidak terfiksir, maka dapat terjadi kesalahan-kesalahan
letak janin.
- Auskultasi
o DJJ sukar didengar atau kalau terdengar halus sekali.
- Pemeriksaan tambahan
o USG + rontgen.
o Nampak bayangan terselubung kabur karena banyaknya cairan, kadang-kadang bayangan janin tidak
jelas.
o Foto rontgen pada hidramnion berguna untuk diagnostik dan untuk menentukan etiologi seperti
anomaly congenital.
Langkah
Diagnosa :
GPA + tua kehamilan + dengan hidramnion.
Masalah :
- Pada yang ringan pada umumnya hampir tidak terdapat keluhan.
- Pada yang sedang dan berat :
Nyeri pada ulu hati dan perut.
Sesak.
Mual dan muntah.
Langkah
Solutio placenta.
Atonia uteri.
Perdarahan post partum.
Partus lama.
Antisipasi penanganan :
stirahat yang cukup.
Kurangi aktifitas.
Penuhi gizi ibu selama kehamilan.
Langkah V




Langkah V
Untuk ringan :
Jarang diberi therapy klinis, cukup diobservasi dan diberikan therapy simtomatis.
Untuk sedang dan berat :
- Anjurkan ibu untuk memeriksakan kehamilannya secara teratur.
1 x sebulan sampai umur kehamilan 28 minggu.
Atau bila ada keluhan segera ke pelayanan kesehatan terdekat.
- Beritahu ibu tentang hasil pemeriksaan.
- Beri penjelasan tentang keluhan sesak, nyeri, mual dan muntah yang dialami.
- Beri penjelasan tentang kebutuhan gizi ibu selama hamil.
- Pantau perkembangan janin dengan USG.
- Anjurkan ibu tidur dengan posisi yang diinginkan.
- Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup.
- Kolaborasi dengan dokter kandungan untuk melakukan :
Fungsi abdominal
Pemberian obat sedativa dan diuresis.
Pemberian O2.
Langkah V
- Menganjurkan ibu untuk memeriksakan kehamilannya secara teratur :
1 x sebulan sampai umur kehamilan 28 minggu atau bila ada keluhan.
2 x seminggu sampai umur kehamilan yang 36 minggu atau bila ada keluhan.
1 x seminggu sampai bayi lahir atau bila ada keluhan segera ke pelayanan kesehatan terdekat.
- Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan.
- Memberi penjelasan tentang keluhan sesak, nyeri, mual dan muntah yang dialami yaitu :
Sesak dan nyeri diakibatkan oleh pembesaran uterus sehingga terjadi tekanan pada organ terutama
pada diafragma dan karena tegangan.
Sedangkan pada mual dan muntah terjadi akibat penekanan pada lambung disebabkan pembesaran
uterus yang berlebihan.
- Memberi penjelasan tentang kebutuhan ibu selama hamil dengan memberikan diet rendah garam.
- Memantau perkembangan janin dengan USG.
- Menganjurkan ibu untuk tidur dengan posisi yang nyaman menurut ibu dengan posisi semi fowler.
- Menganjurkan kepada ibu untuk istirahat yang cukup/sempurna.
- Melakukan kolaborasi dengan dokter kandungan dalam :
Pemberian obat sedativa dan obat diuresis.
Melakukan "fungsi abdominal.
Memberikan O2.

Langkah V
S : bu mengutarakan sesak dan nyeri sudah mulai berkurang.
O : bu sudah tampak tenang.
A : GPA + tua kehamilan + dengan hidramnion.
Masalah sebagian telah teratasi.
P : Therapy dilanjutkan.

Referensi :
1. Obstetri Williams, Edisi 18, EGC.
2. Sinopsis Obstetri, Jilid , Edisi , EGC.
3. lmu Kebidanan, Sarwono Prawirohardjo.
4. Seri Skema Diagnosis dan Penatalaksanaan Obstetri, Edisi 2, Friedman, Acker, Sachs.
5. Obsteri Patologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung.

PoIihidramnion dan OIigohidramnion


POLIHIDRAMNION = HIDRAMNION
Air ketuban yang paling banyak pada minggu ke-38 ialah 1030 cc, pada akhir
kehamilan tinggal 790 cc, dan terus berkurang sehingga pada minggu ke-43 hanya 240
cc. Pada akhir kehamilan seluruh air ketuban diganti dalam 2 jam berhubung adanya
produksi dan pengaliran. Apabila melebihi 2000 cc, disebut 5oIihidramnion atau
dengan singkat hidramnion.

Kita mengenaI 2 macam hidramnion, yaitu:
1. Hidramnion yang kronispenambahan air ketuban perlahan-lahan, berangsur-
angsur. ni bentuk yang paling umum.
2. Hidranmion yang akutPenambahan air ketuban terjadi dalam beberapa hari.
Biasanya terjadi pada kehamilan muda pada bulan ke-4 atau ke-5.

Hidramnion sering terjadi 5ada:
a. Cacat janin terutama pada anensefal dan atresia esofagus.
b. Kehamilan kembar.
c. Beberapa penyakit, seperti diabetes, preeklampsi, eklampsi, eritroblastosis fetalis.
EtioIogi
Etiologi hidramnion belum jelas.
Secara teori hidramnion bisa terjadi karena:
1 Produksi air ketuban bertambahDiduga menghasilkan air ketuban ialah
epitel amnion, tetapi air ketuban dapat juga bertambah karena cairan lain masuk ke
dalam ruangan amnion, misalnya air kencing anak atau cairan otak pada anensefal.
2. Pengaliran air ketuban tergangguAir ketuban yang telah dibuat dialirkan dan
diganti dengan yang baru. Salah satu jalan pengaliran ialah ditelan oleh janin,
diabsorpsi oleh uses dan dialirkan ke plasenta, akhirnya masuk ke dalam peredaran
darah ibu. Jalan ini kurang terbuka kalau anak tidak menelan, seperti pada atresia
esofagus, anensefal, atau tumor-tumor plasenta.
Pada anensefal dan spina bifida diduga bahwa hidramnion terjadi karena transudasi
cairan dari selaput otak dan selaput sumsum belakang.
Selain itu, anak anensefal tidak menelan. Pada kehamilan ganda mungkin disebabkan
oleh salah satu janin pada kehamilan satu telur jantungnya lebih kuat, dan karena itu
juga, menghasilkan banyak air kencing. Mungkin juga karena luasnya amnion lebih
besar pada kehamilan ganda.
Pada hidramnion sering di temukan plasenta yang besar.
GejaIa-gejaIa
Gejala-gejala disebabkan oleh tekanan oleh uterus yang sangat besar pada alat
sekitarnya maka timbul:
1. Sesak napas.
2. Edema labia, vulva, dan dinding perut.
3. Regangan dinding rahim sendiri menimbulkan nyeri. Gejala-gejala lebih menonjol
pada hidramnion yang akut.
4. Palpasi anak sulit.
5. Bunyi jantung sulit terdengar.
Diagnosis
Hidramnion harus dibedakan dari asites, kista ovarium, dan mola hidatidosa.
Untuk membantu diagnostik dan untuk mencari etiologi dibuat foto Rontgen atau
ultrasonogram yang dapat memperlihatkan anensefal dan kehamilan ganda.
Prognosis
Untuk anak kurang baik walaupun pada foto rontgen tidak tampak kelainan. Penyebab
prognosis yang kurang baik, yaitu:
1. Cacat bawaan.
2. Persalinan kurang bulan.
3. Prolapsus tali pusat.
4. Eritroblastosis, preeklamsi, dan diabetes.
Bahaya yang 5erIu di5erhatikan, da5at terjadi:
1. Solusio plasenta.
2. nersia uteri.
3. Perdarahan pascapersalinan.
Pengobatan
Hidramnion yang ringan tidak memerlukan terapi, dapat diberi sedatif dan diet pantang
garam kalau perlu.
Apabila ada dispneu dan pasien sukar berjalan sebaiknya ia dirawat.
Di rumah sakit ia diberikan istirahat rebah dan sedatif serta apabila pasien sangat
menderita dan kurang tertolong dengan usaha-usaha tersebut di atas dapat dilakukan
punksi selaput janin melalui serviks atau dinding perut.
Cairan hendaknya dikeluarkan dengan perlahan-lahan untuk mencegah terjadinya
solusio plasenta.
Punksi biasanya disusul dengan persalinan.
OLIGOHIDRAMNION
Jika air ketuban kurang dari 500 cc, disebut oIigohidramnion. Oligohidramnion kurang
baik untuk pertumbuhan janin karena pertumbuhan dapat terganggu oleh perlekatan
antara kulit janin dan amnion atau karena janin mengalami tekanan dinding rahim.
GejaIa-gejaIa
1. Rahim lebih kecil dari sesuai dengan tuanya kehamilan.
2. Bunyi jantung anak sudah terdengar sebelum bulan ke-5 dan terdengar dengan lebih
jelas (dengan stetoskop).
3. Pergerakan anak dirasakan nyeri oleh ibu dan sering berakhir dengan partus
prematurus.

%1..;
Dalam rahim, janin berada dalam sebuah kantung cairan yang disebut sebagai air ketuban atau air amnion. Dalam cairan ini
janin tinggal selama sembilan bulan.
Air ketuban berfungsi sangat penting bagi janin, antara lain:

Pelindung janin dari trauma dan infeksi.
'empat janin untuk mendapatkan Oksigen.
'empat janin untuk mendapatkan cadangan cairan.
'empat janin untuk mendapatkan sumber nutrisi.

Air ketuban dibentuk oleh selsel amnion yang sudah ada sejak awal kehamilan. ]umlah cairan terus meningkat sesuai
dengan perkembangan usia kehamilan. ]umlah air ketuban pada usia kehamilan 10 hingga 20 minggu adalah sekitar S0
hingga 2S0 ml. Nemasuki usia kehamilan 30 hingga 40 minggu, jumlah air ketuban telah mencapai S00 hingga 1S00 ml.
Selain mengandung cairan, air ketuban juga mengandung kandungan protein.

Hidramnion disebut juga sebagai polihidramnion merupakan suatu kondisi di mana jumlah air ketuban melebihi dari batas
normal.
Hidramnion dibagi menjadi dua, yaitu:

Hidramnion akut

Dikatakan hidramnion akut karena penambahan air ketuban terjadi dalam beberapa hari secara mendadak. Umumnya hal
ini dialami oleh !bu yang hamil kembar.

Hidramnion kronis

Dikatakan hidramnion kronis karena peningkatan jumlah air ketuban terjadi pada usia kehamilan tua dan terjadi secara
perlahan. Hidramnion kronis paling sering terjadi dibandingkan dengan hidramnion akut.

Penyebab hidramnion:

Penyakit pada !bu hamil seperti Diabetes, sakit ginjal, ataupun sakit jantung. Cula darah !bu yang meningkat akan
meningkatkan gula darah janin.
Kelainan tulang belakang yang terbuka, kelainan kongenital yang ditandai dengan tidak adanya sebagian atau keseluruhan
tulang tengkorak bagian belakang dan belahan otak kecil, sumbing, atau tumor pada leher janin sehingga membuat
kerongkongan janin menyempit dan janin sulit menelan air ketuban.
1.Cangguan pada sistem pencernaan !bu.
2.'umor yang tumbuh pada ariari.
3.'erjadi kehamilan kembar, di mana salah satu janin memiliki jantung yang lebih besar sehingga membuat janin
menghasilkan %1..;
Dalam rahim, janin berada dalam sebuah kantung cairan yang disebut sebagai air ketuban atau air amnion. Dalam cairan ini
janin tinggal selama sembilan bulan.
Air ketuban berfungsi sangat penting bagi janin, antara lain:

Pelindung janin dari trauma dan infeksi.
'empat janin untuk mendapatkan Oksigen.
'empat janin untuk mendapatkan cadangan cairan.
'empat janin untuk mendapatkan sumber nutrisi.

Air ketuban dibentuk oleh selsel amnion yang sudah ada sejak awal kehamilan. ]umlah cairan terus meningkat sesuai
dengan perkembangan usia kehamilan. ]umlah air ketuban pada usia kehamilan 10 hingga 20 minggu adalah sekitar S0
hingga 2S0 ml. Nemasuki usia kehamilan 30 hingga 40 minggu, jumlah air ketuban telah mencapai S00 hingga 1S00 ml.
Selain mengandung cairan, air ketuban juga mengandung kandungan protein.

Hidramnion disebut juga sebagai polihidramnion merupakan suatu kondisi di mana jumlah air ketuban melebihi dari batas
normal.
Hidramnion dibagi menjadi dua, yaitu:

Hidramnion akut

Dikatakan hidramnion akut karena penambahan air ketuban terjadi dalam beberapa hari secara mendadak. Umumnya hal
ini dialami oleh !bu yang hamil kembar.

Hidramnion kronis

Dikatakan hidramnion kronis karena peningkatan jumlah air ketuban terjadi pada usia kehamilan tua dan terjadi secara
perlahan. Hidramnion kronis paling sering terjadi dibandingkan dengan hidramnion akut.

Penyebab hidramnion:

Penyakit pada !bu hamil seperti Diabetes, sakit ginjal, ataupun sakit jantung. Cula darah !bu yang meningkat akan
meningkatkan gula darah janin.
Kelainan tulang belakang yang terbuka, kelainan kongenital yang ditandai dengan tidak adanya sebagian atau keseluruhan
tulang tengkorak bagian belakang dan belahan otak kecil, sumbing, atau tumor pada leher janin sehingga membuat
kerongkongan janin menyempit dan janin sulit menelan air ketuban.
1.Cangguan pada sistem pencernaan !bu.
2.'umor yang tumbuh pada ariari.
3.'erjadi kehamilan kembar, di mana salah satu janin memiliki jantung yang lebih besar sehingga membuat janin
menghasilkan lebih banyak urin dan jumlah air ketuban menjadi lebih banyak. lebih banyak urin dan jumlah air ketuban
menjadi lebih banyak.


Obstetri GinekoIogi
Kumpulcn crtilel obstetri qineloloqi dcn lesehctcn ucnitc dcri berbcqci sumber-re[erensi lcndunqcn dcn
lebidcncn.
SkIp Lo conLenL
O Home
O About
O Arsip
O Contact
O Privacy Policy
ome Kusus ObgIn PoIIIIdrumnIon dun OIIgoIIdrumnIon
Etiologi dan Mekanisme KPD (Ketuban Pecah Dini)
Konsep kuliah Phantom
PoIihidramnion dan OIigohidramnion
Posted on December 20, 2010 by admin
POLIHIRAMNION = HIRAMNION
AIr keLubun vung puIIng bunvuk pudu mInggu ke-8 IuIuI 1oo cc, pudu ukIIr keIumIIun
LIngguI ;o cc, dun Lerus berkurung seIInggu pudu mInggu ke-q Iunvu zqo cc. Pudu
ukIIr keIumIIun seIuruI uIr keLubun dIgunLI duIum z jum berIubung udunvu produksI
dun penguIIrun. ApubIIu meIebIII zooo cc, dIsebuLpolihidrumnion uLuu dengun
sIngkuL hidrumnion.

Kitu menuenul mucum hidrumnion, yuito:
1. IdrumnIon vung kronIs-penumbuIun uIr keLubun perIuIun-IuIun, berungsur-
ungsur. nI benLuk vung puIIng umum.
z. IdrunmIon vung ukuL-PenumbuIun uIr keLubun LerjudI duIum beberupu IurI.
BIusunvu LerjudI pudu keIumIIun mudu pudu buIun ke-q uLuu ke-=.

Hidrumnion serinu terjudi pudu:
u. CucuL junIn LeruLumu pudu unenseIuI dun uLresIu esoIugus.
b. KeIumIIun kembur.
c. Beberupu penvukIL, seperLI dIubeLes, preekIumpsI, ekIumpsI, erILrobIusLosIs IeLuIIs.
Itioloui
ELIoIogI IIdrumnIon beIum jeIus.
Securu LeorI IIdrumnIon bIsu LerjudI kurenu:
1 ProduksI uIr keLubun berLumbuI-DIdugu mengIusIIkun uIr keLubun IuIuI
epILeI umnIon, LeLupI uIr keLubun dupuL jugu berLumbuI kurenu cuIrun IuIn musuk ke
duIum ruungun umnIon, mIsuInvu uIr kencIng unuk uLuu cuIrun oLuk pudu unenseIuI.
z. PenguIIrun uIr keLubun Lergunggu-AIr keLubun vung LeIuI dIbuuL dIuIIrkun dun
dIgunLI dengun vung buru. SuIuI suLu juIun penguIIrun IuIuI dILeIun oIeI junIn,
dIubsorpsI oIeI uses dun dIuIIrkun ke pIusenLu, ukIIrnvu musuk ke duIum peredurun
duruI Ibu. JuIun InI kurung Lerbuku kuIuu unuk LIduk meneIun, seperLI pudu uLresIu
esoIugus, unenseIuI, uLuu Lumor-Lumor pIusenLu.
Pudu unenseIuI dun spInu bIIIdu dIdugu buIwu IIdrumnIon LerjudI kurenu LrunsudusI
cuIrun durI seIupuL oLuk dun seIupuL sumsum beIukung.
SeIuIn ILu, unuk unenseIuI LIduk meneIun. Pudu keIumIIun gundu mungkIn dIsebubkun
oIeI suIuI suLu junIn pudu keIumIIun suLu LeIur junLungnvu IebII kuuL, dun kurenu ILu
jugu, mengIusIIkun bunvuk uIr kencIng. MungkIn jugu kurenu Iuusnvu umnIon IebII
besur pudu keIumIIun gundu.
Pudu IIdrumnIon serIng dI Lemukun pIusenLu vung besur.
ejulu-uejulu
GejuIu-gejuIu dIsebubkun oIeI Lekunun oIeI uLerus vung sunguL besur pudu uIuL
sekILurnvu muku LImbuI:
1. Sesuk nupus.
z. Edemu IubIu, vuIvu, dun dIndIng peruL.
. Regungun dIndIng ruIIm sendIrI menImbuIkun nverI. GejuIu-gejuIu IebII menonjoI
pudu IIdrumnIon vung ukuL.
q. PuIpusI unuk suIIL.
=. BunvI junLung suIIL Lerdengur.
iuunosis
IdrumnIon Iurus dIbedukun durI usILes, kIsLu ovurIum, dun moIu IIduLIdosu.
UnLuk membunLu dIugnosLIk dun unLuk mencurI eLIoIogI dIbuuL IoLo RonLgen uLuu
uILrusonogrum vung dupuL memperIIIuLkun unenseIuI dun keIumIIun gundu.
Prounosis
UnLuk unuk kurung buIk wuIuupun pudu IoLo ronLgen LIduk Lumpuk keIuInun. Penvebub
prognosIs vung kurung buIk, vuILu:
1. CucuL buwuun.
z. PersuIInun kurung buIun.
. ProIupsus LuII pusuL.
q. ErILrobIusLosIs, preekIumsI, dun dIubeLes.
Buhuyu yunu perlo diperhutikun, duput terjudi:
1. SoIusIo pIusenLu.
z. nersIu uLerI.
. PerduruIun puscupersuIInun.
Penuobutun
IdrumnIon vung rIngun LIduk memerIukun LerupI, dupuL dIberI seduLII dun dIeL punLung
gurum kuIuu perIu.
ApubIIu udu dIspneu dun pusIen sukur berjuIun sebuIknvu Iu dIruwuL.
DI rumuI sukIL Iu dIberIkun IsLIruIuL rebuI dun seduLII serLu upubIIu pusIen sunguL
menderILu dun kurung LerLoIong dengun usuIu-usuIu LersebuL dI uLus dupuL dIIukukun
punksI seIupuL junIn meIuIuI servIks uLuu dIndIng peruL.
CuIrun Ienduknvu dIkeIuurkun dengun perIuIun-IuIun unLuk menceguI LerjudInvu
soIusIo pIusenLu.
PunksI bIusunvu dIsusuI dengun persuIInun.
OLIOHIRAMNION
JIku uIr keLubun kurung durI =oo cc, dIsebuL oliuohidrumnion. OIIgoIIdrumnIon
kurung buIk unLuk perLumbuIun junIn kurenu perLumbuIun dupuL Lergunggu oIeI
perIekuLun unLuru kuIIL junIn dun umnIon uLuu kurenu junIn menguIumI Lekunun dIndIng
ruIIm.
ejulu-uejulu
1. RuIIm IebII kecII durI sesuuI dengun Luunvu keIumIIun.
z. BunvI junLung unuk suduI Lerdengur sebeIum buIun ke-= dun Lerdengur dengun IebII
jeIus (dengun sLeLoskop).
. Pergerukun unuk dIrusukun nverI oIeI Ibu dun serIng berukIIr dengun purLus
premuLurus.
iuunosis Bundinu
KeLubun pecuI sebeIum wukLunvu.
Postuku
0bstetr ato1og
TersedIu jugu mukuIuI obsLeLrI gInekoIogI IuInnvu seperLI PeIuvunun Desu
sIugudun KIsLomu OvurII.