Anda di halaman 1dari 7

drg. M. Toto Sugiharto, Sp.

BM

INFEKSI

Definisi :

masuknya kuman patogen ke dalam tubuh

berkembangbiak di dalam tubuh

sehingga akan menimbulkan penyakit.

Inflamasi respon pertahanan tubuh terhadap infeksi, trauma, khemis, termal dan cahaya.
Setiap terjadi infeksi pasti terjadi inflamasi. Sedangkan setiap terjadi inflamasi belum tentu disebabkan karena adanya infeksi. Inflamasi ditandai dengan adanya cardinal symptom (kalor, rubor, tumor, dolor, fungsiolaesa)

Jenis infeksi ada 2 : Infeksi spesifik Infeksi yang kuman penyebabnya sudah diketahui Tidak perlu dilakukan pemeriksaan kultur Contoh : Tetanus Sifilis Gonorhoe Infeksi non spesifik Infeksi yang kuman penyebabnya belum diketahui Menggunakan kultur Contoh : Periodontitis Periapikal abses Dentoalveolar abses Abses lainnya pemeriksaan

Penjalaran infeksi dari gigi melalui :

Apabila terjadi abses maka :

apabila daya tahan tubuh baik infeksi dapat keluar mencari korteks yang paling tipis dan akan membentuk fistel.

apabila daya tahan tubuh menurun (buruk) akan masuk ke dalam tulang spongiosa tetapi korteks akan menahan sehingga pus tidak dapat keluar dapat mengakibatkan osteomyelitis akan terjadi destruksi pada korteks

Gejala klinis dentoalveolar abses dengan osteomyelitis DENTOALVEOLAR ABSES

OSTEOMYELITIS

rasa sakit / nyeri tajam tes perkusi dan tekanan (p/t) + gigi goyang gigi supraklusi (memanjang) gambaran Ro foto : radiolusen difuse

Tidak ada rasa sakit tes perkusi dan tekanan (p/t) + Melibatkan banyak gigi Gigi vital dan tidak goyang Demam fluktuatif/ naik turun Gusi lebih merah

irregular Penyembuhannya drainase pus

Gambaran Ro foto : infolukrum (tulang mati) / sequester (seperti di gigit tikus)

INFEKSI OROMAKSILO FACIAL MENURUT SPACE GIGI SUMBER

PENYEBARAN INFEKSI Masuk ke perlekatan mylohyoideus Masuk ke bawah perlekatan m. mylohyoideus

JENIS

GAMBARAN KHAS lidah terangkat

INFEKSI gigi anterior (I1-C) gigi posterior (M1-M3)

ABSES atas Abses m. sublingual Abses submandibu la

pembengkakan: - bilateral - unilateral (flegmon)


trismus

total gigi

(gigi 8),

penyebab

trismus partial (gigi penyebab gigi 6,7)


Bengkak dari bawah

mandibula sampai ke gigi P1 & P2 Ket:


Abses submental

periaurikuler sangat sakit

jika infeksi oleh karena gigi P1-M2 masih bisa membuka mulut sedikit jika infeksi oleh karena gigi M3 trismus total operkulitis peradangan pada pembungkus mukosa gigi (operkulum) osteoklas dan osteosit mendesak salah satu gejalanya trismus total

periodontal abses di regio posterior melibatkan m. masseter bisa trismus

PENATALAKSANAAN

1. Dentoalveolar abses Ekstirpasi

Dapat dilakukan perawatan saluran akar dengan syarat rongga abses disterilisasi dahulu rongganyajika setelah 4-5 hari jika masih ada apeksifikasi Bila dicabut : - valium (1 jam sebelumnya), midozolam infiltrasi di perisemental buka tulang dengan round bur ke arah apikal cabut dengan tang ke arah oklusal kuretase+spooling betadine jahit gigit tampon Beri obat antibiotik: clindamisin, toradol , analgesik dan anti inflamasi serta antiseptik
2. Osteomyelitis sequerektomy, radikal kuretase.

Jaringan mati dibuang dengan menggunakan probe sonde + spooling H2O2 3 %


3. Abses Sublimgual

cabut gigi penyebabnya, diberikan

antibiotik,

analgesik, dan antiseptik 4. Abses Submandibula Pada gigi 4, 5 tidak terjadi trismus Pada gigi 6,7 trismus tapi pasien masih bisa membuka mulut (2-3 jari) Pada gigi 8 trismus total Therapi : antibiotik, analgesik, antiseptik 5. Pemberian antibiotik ANTIBIOTIK BAKTERI AEROB Penisilin Penisilin procain Makrolid Sefalosporin golongan 4 BAKTERI ANAEROB Metronidazole Garamisin

Drg. Kadaryati, Sp.BM, D.F.M

CARA MENGISI STATUS PASIEN I. Identitas pribadi Nama Umur Pekerjaan Alamat - Telepon - Jenis kelamin - Bangsa/asal daerah

II. Anamnesa Anamnesa adalah Tanya jawab antara pemeriksa dengan pasien. Anamnesa mencakup tentang tujuan pasien datang, keluhan utama, keluhan tambahan dan riwayat penyakitnya (dari riwayat penyakit ini kita dapat mengetahui tentang obat yang sedang dikonsumsi dan pasien ada alergi obat atau tidak). Anamnesa terbagi menjadi dua : a. Auto anamnesa
b. Allo anamnesa

: Tanya jawab antara pemeriksa dengan pasien secara langsung. : Tanya jawab antara pemeriksa dengan keluarga / teman

terdekat yang mengantar ke rumah sakit. Contoh anamnesa : pasien datang ke R.S POLRI dengan keluhan adanya rasa sakit pada saat makan dan membuka mulut sejak 5 hari yang lalu, sakitnya menyebar, pernah minum obat, tetapi tidak pernah berobat ke rumah sakit, pasien tidak mempunyai penyakit sistemik dan tidak ada alergi obat ataupun alergi makanan
III. Keadaan Umum Pasien :Kondisi pasien pada saat datang pertama kali untuk

berobat. Kesadaran Pasien : tingkat kesadaran pasien, terdiri dari: compos somnolen, sopour , separokoma ,koma Tanda Vital : tensi darah, suhu tubuh, frekuensi nadi, frekuensi pernapasan mentis ,apatis ,

Kelainan sistemik : penyakit jantung, hipertensi, diabetes mellitus, hemophilia, hipotensi, kelainan darah, asma, hepatitis, alergi, HIV/AIDS

IV. Status Lokalis a. Pemeriksaan ekstra oral Inspeksi : pemeriksaan dengan penglihatan (lokasi, bentuk dan warna kelainan) lokasi pembengkakan di pipi, di bawah mandibula, mata, hidung, kuping Palpasi : pemeriksaan dengan cara meraba

b. Pemeriksaan intra oral

Inspeksi

: pemeriksaan dengan penglihatan (trismus, nama kelainan,

lokasi dan warnanya) Palpasi : pemeriksaan dengan cara meraba

Keterangan bagian apa saja yang ada di rongga mulut : bibir atas dan bawah, oral hygiene, gingival, oklusi gigi, palatum, mukosa pipi kanan dan kiri, lidah, dasar mulut

c. Status lokalis gigi Pemeriksaan gigi dengan alat standard an chlor etil
-

Sondase (s) +/Perkusi dan tekanan (p/t) +/Tes dengan chlor etil (ce) +/-

V. Pemeriksaan Penunjang Roentgen foto : untuk membedakan jaringan normal dengan jaringan yang patologis, contohnya abses, granuloma, kista, dll. Jenis foto : foto panoramik, foto occlusal, foto periapikal, foto lateral, bitewing, waters foto, oklusal foto, dan CT-scan

Punksi aspirasi

: pengambilan cairan, contohnya cairan pada abses, kista, untuk

di kirim ke laboratorium patologi klinik. Pemeriksaan lab : pemeriksaan darah dan urine yang meliputi jumlah sel darah, kadar Hb, waktu perdarahan dan pembekuan darah, kadar kolesterol dan glukosa. Pemeriksaan PA

VI. Diagnosa Definisi : menentukan penyakit dengan melakukan pemeriksaan dan melihat gejalanya. VII. Prognosa Meramalkan tentang kelanjutan dari suatu penyakit atau apakah keadaan penyakit tersebut akan menjadi lebih baik atau lebih buruk. VIII. Rencana Perawatan Jenis perawatan dilakukan sesuai dengan jenis penyakit yang diderita pasien.
IX. Rujukan ke bagian THT, saraf, mata, jantung, penyakit dalam