Anda di halaman 1dari 24

RENCANA PERAWATAN GIGI TIRUAN PENUH

DATA PASIEN Nama Pasien Umur Jenis Kelamin Suku / Bangsa Alamat Pekerjaan Telepon : Siti Maryam : 57 Tahun : Perempuan : Sunda : Jl Ayahanda, Gang Batu Tulis No.4 : Ibu Rumah Tangga : 082168504852

ANAMNESE Pasien datang dengan ingin membuat gigi tiruan baru karena gigi tiruan yang lama longgar dan tidak enak dipakai.

PEMERIKSAAN UMUM Penyakit sistemik Kebiasaan buruk : Tidak ada : Tidak ada

Pernah memakai gigi tiruan : Pernah, gigi tiruan longgar dan tidak nyaman dipakai. Sikap mental pasien : Filosofis

PEMERIKSAAN LOKAL Eksta oral y Wajah Depan : Oval Samping : lurus Bibir : normal Mata : pupil bergerak Sendi TMJ  Kanan : mengelutuk  Kiri : normal  

y y y

Foto profil pasien.

Intra Oral y Mukosa linggir alveolaris : Atas kanan : Normal Bawah kanan : Normal Atas depan : Normal Linggir Alveolaris: Bentuk : Mx. Ka : ovoid Md ka : persegi Relasi rahang Ruang antar linggir Palatum Torus palatinus Posterior palatal seal Lidah Kondisi saliva

Atas kiri : Normal Bawah Kiri : Normal Bawah depan : Normal

Mx ki : ovoid Md Ki : tapering : Normal : < 5 mm : sedang : rendah : sedang : sedang : encer

Mx ant : undercut Mx ant : persegi

y y y y y y y

Vestibulum

: RA : sedang RB : sedang

DIAGNOSIS Edentulous pada keseluruhan rahang atas dan rahang bawah TERAPI Gigi tiruan penuh

RENCANA PERAWATAN CETAK ANATOMIS DAN MODEL ANATOMIS a. Alat (sendok cetak) y Digunakan sendok cetak buatan pabrik y Bagian permukaan sendok cetak membulat y Ukuran sendok cetak lebih besar 3-6 mm dibanding linggir alveolus pasien y Sendok cetak RA harus mencakup Hamular Notch dan vibrating line y Sendok cetak RB harus mencakup Retromolar Pad dan sulkus alveolilingual y Apabila sendok cetak terlalu pendek, dapat diperpanjang dengan penambahan wax pada bagian bawah dan belakang sendok cetak b. Bahan cetakan y Digunakan bahan cetak alginate (hidrokoloid irreversible) dan air c. Teknik mencetak y Bahan cetak alginate dicampur dengan air sesuai petunjuk pabrik, kemudian diaduk hingga merata y Bahan cetak diletakkan didalam sendok cetak dan disebarkan secara merata y Sejumlah kecil alginate diletakkan pada daerah yang kasar pada palatum keras untuk membantu menahan udara yang terperangkap pada bagian ini y Sendok cetak diletakkan ke dalam mulut dan ditekan hingga seluruh daerah yang akan dicetak tercakup y Setelah cetakan mengeras, cetakan dapat dilepas dari dalam mulut dalam satu gerakan.

d. Evaluasi hasil cetakan y Perhatikan apakah seluruh daerah pendukung sudah tercakup y Hasil cetakan tidak poreus dan permukaan cetakan terisi penuh y Tepi cetakan harus membulat e. Hasil cetakan kemudian diisi dengan dental stone sebanyak tiga kali, yaitu y untuk rencana perawatan, y untuk model anatomis, dan y untuk pembuatan sendok cetak fisiologis. I. Sendok Cetak Fisiologis a. Pembuatan Sendok Cetak Fisiologis y Pembuatan outline pada model anatomis untuk batas sendok cetak fisiologis dengan pensil biru di daerah forniks (batas mukosa bergerak dan tidak bergerak) dan dengan pensil merah 2 mm diatas garis biru sebagai batas pembuatan wax (spacer). Lapis 1 lembar wax diatas model anatomis tebal 1-2 mm sebagai spacer (tempat bahan cetak) Pembuatan stopper berbentuk empat persegi panjang (4-5 mm) di daerah molar dan kaninus kanan dan kiri untuk tahanan vertikal Aduk resin akrilik masukkan ke stopper dan ratakan di atas wax 2mm Buat tangkai sendok cetak di bag.anterior posisi tidak mengganggu bibir saat memasukkan sendok cetak ke dalam mulut Rapikan dan haluskan sendok cetak dan bagian tepinya tidak melewati garis merah

y y y y y

b. Ujicoba Sendok Cetak Fisiologis mencobakan sendok cetak ke mulut pasien perhatikan hal berikut : y y y sendok cetak harus mencakup batas jar. pendukung GTP Permukaan labial dan bukal harus lebih pendek 1-2 mm dari forniks Berkontak rapat dengan mukosa jaringan pendukungnya

c. Pembuatan Muscle Trimming(Border molding) Proses yang dilakukan untuk mendapatkan batas anatomi struktur pembatas gigi tiruan yang lebih akurat. y Tepi sendok cetak harus lebih pendek 1-2 mm dari batas tepi jaringan yang harus dicetak.
5

Cara muscle trimming: y y y y y y y Sebelum muscle trimming, tepi sendok cetak dikurangi lebih pendek 1-2 mm dari batas tepi jaringan yang harus dicetak. Modelling compound dilekatkan pada tepi sendok cetak dipanaskan sedikit lalu dimasukkan ke dalam mulut untuk mendapatkan gerakan yang cocok. Bagian depan dilakukan dengan menarik bibir atas ke arah bawah dan ke dalam. Bagian lateral kiri dan kanan pada rahang diperoleh dengan menarik pipi ke arah luar, ke bawah dan ke dalam, dan digerakkan ke belakang dan ke depan. Bagian posterior palatum diperoleh dengan menginstruksikan pasien untuk mengucapkan kata ahuntuk mendapatkan vibrating line dan hamular notch. Pada bagian lingual rahang bawah dilakukan dengan mengangkat lidah dan menggerakkannya ke kiri dan ke kanan. Bagian posterior rahang bawah, jari telunjuk dan jari tengah operator pada sendok cetak, ibu jari menahan dagu, kemudian pasien disuruh menggerakkan mandibula ke kiri dan ke kanan. Border molding dinyatakan benar bila : - Antara wax dengan hasil trimming (green kerr) tidak ada step (seperti menyatu dengan wax). - Terlihat guratan otot. - Sendok cetak semakin cekat setelah muscle trimming - Bag. belakang palatum melalui kedua hamular notch dan melewati palatum di atas vibrating line ditandai dengan pensil/tinta sendok cetak dimasukkan pasien disuruh mengucapkan ah sendok cetak dikeluarkan dan tanda vibrating line dan hamular notch terlihat pada cetakan d. Pembuatan Retensi pada sendok cetak Fisiologis y Lapisan wax bag. dalam sendok cetak dilepas y sendok cetak diberi lubang dengan round bur untuk jalan keluar bahan cetak saat pencetakan.

II. Pencetakan Fisiologis a. Bahan dan Teknik Pencetakan Fisiologis y y Bahan Elastomer karena memiliki daya alir lebih baik Teknik Mukokompresi karena jar. Lunak yang berkontak dengan gigi tiruan akan selalu bergerak selama pengunyahan sehingga harus dibuat dengan gerakan yang sama selama pencetakan gigi tiruan sesuai fungsi aktif

b. Prosedur Pencetakan Fisiologis y Bahan cetak dicampur menurut petunjuk pabrik y Diletakkan rata di semua bagian dalam sendok cetak, semua batas yg diperlukan harus tertutup y Kelebihan bahan cetak akan keluar ke batas belakang sebelum bahan dimasukkan ke mulut y RA : sendok cetak dimasukkan ke mulut sesuai posisi passen satu jari menahan sendok cetak dan ibu jari dan telunjuk tangan yang lain memegang pipi dan menggerakkannya dengan lambat ke depan, belakang, bawah dan dalam prosedur yang sama juga dilakukan pada sisi berlawanan y RA : Bibir diangkat dan didorong lambat keluar dan ke bawah bibir dilepas dan pasien disuruh menggerakkan bibir ke bawah y RB : Prinsipnya sama dengan RA, hanya saja sebelum cetak RB untuk mengurangi saliva diletakkan gulungan kapas di bawah lidah y Evaluasi hasil cetakan tepi cetakan (batas forniks) terlihat jelas RA : batas distal / vibrating line terlihat jelas c. Pembuatan Boxing dan Model Fisiologis y Boxing di sekeliling sendok cetak RA/RB diberi lilin mainan ditutup dengan wax y Diisi dengan gips stone model fisiologis 3 mm di bawah muscle trimming

III. Pembuatan Outline Basis dan Peradiran Post-Dam a. Pembuatan outline basis, daerah post-dam, torus palatinus dan foramen incisivum y Model fisiologis Outline basis jika terdapat daerah gerong (undercut) dilakukan survey menentukan daerah gerong pada jar.lunak yang perlu di bebaskan memudahkan arah pasang basis gigi tiruan y RA survey pendahuluan tilting posterior menghilangkan undercut pada linggir alveolus anterior arah pasang dari anterior ke posterior y RB survey pendahuluan tilting anterior lateral kiri menghilangkan undercut pada retromolar pad dan lingual kiri RB arah pasang dari posterior lateral kanan ke anterior lateral kiri y Setelah survey outline perluasan basis RA/RB y Tandai batas Post-dam basis GTP RA dengan pensil 2-3 mm di depan batas anatomis basis yang memerlukan peradiran berbentuk elips y Tandai daerah torus palatinus dan for. incisivum dengan pensil b. Peradiran post-dam y Radir daerah post-dam yang sudah ditandai dengan lekron arah anterior semakin landai ke

c. Penutupan daerah torus palatinus dan for.incisivum y Lapisi daerah torus palatinus dan for.incisivum dengan 3 lembar tinfoil sesuai batas tepi yang sudah ditandai.

IV. Pembuatan Basis Gigi Tiruan a. Guna : y Penentuan hubungan antar rahang y Tempat penyusunan gigi geligi b. Syarat basis gigi tiruan : y Kaku (Rigid) y Adaptasi harus baik dengan mukosa (Akurat) y Stabil c. Bahan : Wax (Malam) y Keuntungan : Tidak mudah melengkung Biasanya diperkuat kawat d. Prosedur pembuatan basis Wax

y Wax dilunakkan dengan api dibentuk sesuai lengkung model rahang atas dan bawah hingga batas anatomis model fisiologis. y setelah keras pinggiran wax dihaluskan dan dibuat membulat

Untuk pembuatan basis, dibuat basis akrilik dengan menggunakan wax yang sudah dibentuk.

V. Pembuatan Oklusal Rim RA dan RB (Uji coba basis) a. Oklusal rim permukaan oklusi yang dibentuk pada basis gigi tiruan b. Guna : y Menentukan kembali kontur bibir dan pipi sesuai ekspresi normal pasien y Penentuan hubungan rahang vertical (VD) y Penentuan hubungan rahang horizontal (RS) y Panduan penyusunan anasir gigi tiruan c. Bahan Wax (Malam) mudah membuatnya untuk penentuan hubungan rahang status d. Panduan anatomis yang membantu penetapan bentuk oklusal rim bagian anterior RA dan RB : y Sulkus naso labial y Sulkus mento labial
9

y Filtrum y Commisura bibir e. Prosedur Pembuatan Oklusal Rim RA 1. Ukur malam sesuai lebar linggir RA ( 14 mm) dengan panjang sesuai panjang lembaran malam 2. Sebanyak 6 lembar malam dipotong sesuai ukuran panaskan dan bentuk sesuai lengkung linggir alvolus RA letakkan diatas puncak linggir pada basis 3. Buat lapis demi lapis sehingga tinggi daerah anterior 12 mm; daerah posterior 11 mm 4. Lapis permukaan labial/bukal/palatal syarat bentuk oklusal rim : y Permukaan labial pada daerah insisal sedikit ke labial y Lebar dataran oklusal anterior 4 mm y Lebar dataran oklusal posterior 6-8 mm y Bentuk oklusal rim posterior trapesium y Batas distal oklusal rim RA Molar 1 y Permukaan dataran oklusal harus merupakan satu bidang datar diperiksa permukaan dataran oklusal di atas kaca gelap y Pergunakan occlusal guide plane untuk melihat kesejajaran permukaan dataran oklusal anterior dan posterior pada kedua sisi rahang f. Prosedur Pembuatan Oklusal Rim RB Lakukan sesuai prosedur pembuatan oklusal rim RA (no. 1-4) dengan ketentuan batas distal oklusl rim rahang bawah terletak di daerah molar dua.

PEMBUATAN OKLUSAL RIM RAHANG ATAS DAN BAWAH

10

VI.

Penentuan Dimensi Vertikal dan Relasi Sentrik (Buat garisnya di oklusal rim dan garis pedoman penyusunan GIGI TIRUAN ant RA serta fiksasi RA/RB)

a. Penentuan hubungan VD y VD tinggi wajah jarak antara RA & RB yang dapat memberikan ekspresi normal pada wajah seseorang y Jenis VD :  VD Istirahat tinggi wajah ketika gigi geligi dalam keadaan terpisah (tidak berkontak) dan mandibula dalam keadaan istirahat fisiologis  VD Oklusi tinggi wajah ketika gigi geligi dalam keadaan berkontak dan mandibula dalam keadaan ralasi sentrik y Teknik Penentuan VD cara fisiologis

i. Teknik Niswonger (Posisi Istirahat Fisiologis) - VD posisi istirahat perubahannya sesuai VD saat oklusi pasien yang masih bergigi dan yang tidak bergigi Teknik Niswonger Pasien duduk dengan posisi tegak, kepala diatur dimana garis imajiner tragus alanasi sejajar lantai

Masukkan oklusal rim ke dalam mulut pasien (sebelumnya diukur 2 mm dari dataran oklusal rim anterior RA kemudian dibuat tanda)

Tentukan dua titik pada wajah pasien sejajar median line yaitu di bawah hidung dan pada dagu

Instruksikan pasien untuk menelan dan membiarkan mandibula dalam keadaan istirahat, kemudian ukur kedua titik dan catat sebagai X

11

Instruksikan pasien untuk menggigitkan okusal rim sedalam 2 mm sampai tanda yang telah dibuat sebelumnya, ukur dan catat sebagai Y

Bila selisih X-Y= 2-4 mm maka telah diperoleh VD yang benar

Fonetik Test Pasien disuruh menghitung 1-10 dan mempertahankan posisi rahangnya pada hitungan ke sepuluh (untuk melihat pengucapan huruf m,b,p)

Ukur jarak kedua titik tersebut (VD posisi istirahat) Selisih antara VD istirahat dengan VD oklusi Freeway Space (normal 2-4 mm) Kemudian pasien disuruh menghitung 11-19 (untuk melihat pengucapan huruf s,i,ch,sy) Ukur kembali jarak kedua titik tersebut Closest speaking space (normal 1-1,5 mm)

VDO terlalu tinggi, terlihat: i. Mulut seolah-olah penuh ii. Adanya kontak prematur iii. Tekanan daya kunyah yang berlebihan iv. Sakit pada sendi VDO terlalu rendah, terlihat: I. Efisiensi daya kunyah & bicara menurun II. Kelainan TMJ III. Pipi, bibir dan lidah sering tergigit IV. Sudut mulut turun V. Estetis wajah kurang baik VI. Pendengaran terganggu VII. Angular cheilitis

12

b. Penentuan hubungan RS y Dapat ditentukan setelah penentuan hubungan vertikal (VD) y Prosedur : Pasien didudukkan dengan bagian atas badan pasien tegak dan tidak bersandar Pasien disuruh berlatih menelan beberapa kali atau menempatkan ujung lidah pada bagian belakang palatum kemudian mengatupkan mulut dan oklusal rim bersamaan dengan lidah tetap pada kedudukan tersebut (Pengurangan ketebalan oklusal rim di daerah palatal untuk membantu gigi asli anterior RB berada di belakang oklusal rim rahang atas)

Mula-mula pasien boleh dibantu dokter gigi dengan cara menekan dagu perlahan-perlahan untuk mendapatkan kedudukan paling belakang, namun bila pencatatan terakhir dilakukan, pasien jangan disentuh

Pasien disuruh menelan sendiri dengan mempertahankam oklusal rim tetap berkontak

Oklusal rim ditandai dari RA ke RB untuk memastikan bahwa oklusal rim berkontak pada kedudukan ini setiap saat

Relasi sentrik sudah benar bila 2 garis yang dibuat pada oklusal rim tersebut harus bertemu dalam hubungan yang sama setiap penelanan. c. Pembuatan Garis Pedoman pada Oklusal Rim RA 1) Garis Tengah (Mid-line) 2) Garis Bibir Terendah/Garis Bibir Istirahat/Garis Bicara (Low Lip Line) 3) Garis Bibir Tertinggi, Garis Gusi, Garis Senyum (High lip line) 4) Garis Caninus (Caninus Line)

d. Fiksasi Oklusal Rim y Setelah oklusal rim RA dan RB berkontak rapat dalam posisi yang telah ditentukan fiksasi dngan isi hekter y Cara Fiksasi : - Pegang isi hekter ( 2 buah) dengan pinset dan panaskan sedikit di atas api spiritus - Lekatkan kepermukaan oklusal rim RA dan RB bersilangan (X)

13

- Lakukan hal ini dua di daerah anterior yaitu kiri dan kanan garis median (daerah I2) dan masing-masing satu di kiri dan kanan di daerah posterior (molar 1)

VII.

Pemasangan Model di Artikulator a. Artikulator alat mekanis yang dapat menirukan gerakan rahang manusia untuk memegang model RA & RB pada beberapa posisi

b. Prosedur Penanaman pada Artikulator y Buat lekukan berupa garis melintang anteroposterior dan lateral dengan kedalaman 2 mm dan berbentuk elips pada dasar model RA dan RB untuk menambah perlekatannya ke artikulator y Olesi kedua lengan articulator yang akan diberi gips dengan Vaseline y Pasang karet gelang pada pertengahan articulator (orientasi dataran oklusal) y Model dan oklusal rim yang telah difiksasi diletakkan pada artikulator dengan melekatkannya memakai lilin mainan pada lengan bawah artikulator y Posisi model dan oklusal rim harus tepat dengan pedoman : - Pin horizontal dipasang tepat pada lekukannya perpotongan midline oklusal rim - Pin Vertikal ujung pin tepat pada

berkontak dengan meja inisial artikulator dibawahnya

- Dataran oklusal rim harus sejajar/berhimpit dengan karet gelang yang dipasang pada artikulator - Midline model harus berhimpit dengan midline artikulator y y y Syarat terpenuhi lengan atas artikulator dan model rahang atas dilekatkan dengan gips putih Setelah gips lengan atas mengeras artikulator dibalik lilin mainan dilepas diletakkan gips untuk melekatkan model RB dengan lengan bawah artikulator Sambil menunggu gips keras ikat lengan atas dan bawah artikulator daerah pin vertikal dengan karet mencegah perubahan kontak pin akibat kontraksi gips Setelah gips mengeras karet gelang dan fiksasi dilepas

14

VIII. Pemilihan dan Penyusunan GIGI TIRUAN Anterior dan Posterior RA dan RB a. Pemilihan Anasir Gigi Tiruan Anterior Pedoman pemilihan y Ukuran gigi - Panjang gigi : Posisi Istirahat (2-3 mm) dan Garis tawa (terlihat 2/3 panjang gigi) - Lebar gigi : Indeks nasal (lebar dasar hidung = puncak kaninus RA) dan Sudut mulut (letak tepi distal kaninus atas saat istirahat) y Bentuk gigi - Wajah dari depan (Ovoid) - Wajah dari samping (Lurus) y Warna gigi yang dipilih yaitu A3 atau A3,5 (warna lebih gelap) - Usia tua warna gigi lebih gelap

- Warna kulit pasien putih, dipilih warna gigi lebih gelap - Rambut/pupil, hitam - Jenis kelamin y y Bahan gigi tiruan yang digunakan Akrilik Jenis Kelamin - Sudut insisivus Perempuan: lebih tumpul-spheroidal Perempuan : Cembung

- Kecembungan kontur labial y Umur

semakin tua gigi semakin aus

b. Pemilihan Anasir gigi tiruan Posterior Pedoman pemilihan y Ukuran gigi - Mesiodistal - Oklusogingival - Bukolingual

15

Bentuk gigi - Gigi anatomis - Gigi non anatomis berfungsi untuk linggir datar menghindari daya horizontal saat

y y

Warna gigi warna gigi P1 RA selalu lebih terang dari gigi belakang lainnya Bahan gigi tiruan Akrilik

Hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan gigi pada GTP y y Prinsip umum disusun di atas linggir, kecuali gigi anterior disusun sedikit lebih ke labial (estetik)

y y y

Prinsip lainnya : y Inklinasi mesio distal y Inklinasi antero-posterior atau inklinasi labio/palatal untuk RA dan inklinasi labio/lingual untuk gigi anterior RB y Inklinasi buko/palatal untuk gigi posterior RA dan inklinasi buko/lingual untuk gigi posterior RB Hubungan dataran oklusal Kontak dengan gigi tetangga Oklusi dan artikulasi

IX.

Penyusunan Anasir Gigi Tiruan Anterior RA/RB dan Pasang Percobaan a. Penyusunan Anasir Gigi Tiruan Anterior RA (Gambar 1) y Sebelum disusun, buat poros masing-masing ke-enam gigi yang telah dipilih y Buang malam daerah insisivus sentralis kanan yang akan disusun, malam insisivus sentralis kiri dan lateralis kana sebagai pedoman menetukan posisi anteroposterior y Susun gigi insisivus sentralis kanan sesuai persyaratan (midline, inklinasi, hubungan dengan dat.oklusal) y Lakukan prosedur yang sama untuk 5 gigi anterior lainnya

16

Gambar 1. Penyusunan Anasir Gigi Tiruan Anterior RA

b. Penyusunan Anasir Gigi Tiruan Anterior RB y Penyusunan gigi anterior RB sama seperti anterior RA y Hal yang harus diperhatikan hubungan dengan permukaan palatal gigi anterior RA : Overbite minimum

17

Overjet 2 mm Sudut insisal Saat gigi anterior berfungsi, permukaan insisal gigi anterior RA tidak boleh berkontak dengan permukaan insisal gigi anterior RB (overbite minimum)

Penyusunan Gigi-geligi Anterior Atas

Gambar 2. Penyusunan Anasir GIGI TIRUAN Anterior RB

18

Pasang Percobaan gigi tiruan Anterior RA/RB di rongga mulut pasien

X. Penyusunan Anasir Gigi Tiruan Posterior RA/RB Kiri/Kanan dan Pasang Percobaan a. Penyusunan Anasir gigi tiruan Posterior Kanan y Di mulai dari rahang atas y Sebelum penyusunan, buat garis imajiner pada permukaan oklusal rim rahang bawah yang merupakan garis puncak linggir alveolus RB pedoman penyusunan gigi posterior RA, dengan menempatkan tonjol palatinal gigi posterior RA tepat pada garis ini

Gambar 3. Garis imajiner puncak linggir alveolus RB

y y y

Urutan penyusunan P1, P2, M1 dan M2 RA RB prosedur sama, namun urutannya : M1, P1, P2, M2 Lanjutkan penyusunan anasir gigi tiruan Posterior Kiri RA/RB

Passen

19

Gambar 4.5.6. Penyusunan Anasir gigi tiruan Posterior RA/RB

20

Hubungan kontak untuk mencapai tekanan oklusi yang vertikal (kontak cusp dengan fossa)

XI.

Modelir Malam (Wax Countouring) a. Wax Countouring membentuk/membuat gusi tiruan pada GTP yang sesuai keadaan sebenar pada pasien b. Tujuan - mengembalikan dan memulihkan rupa/tekstur dan warna gusi y memulihkan estetik y memulihkan psikologik pasien c. Ketentuan daerah yang dimodelir malam y Ketebalan wax 1,5 mm dan merata y Daerah yang dimodelir : prominensia, servikal, permukaan lingual RB (cekung ke arah medial sehingga lidah berperan sebagai retensi), anterior RB (sayap setipis mungkin/tidak perlu), perluasan distal sampai ke regio tuberositas pada RA, bentuk tonjol alur akar, pembuatan rugae palatina d. Pemolesan - rapikan modelir malam dengan lekron - panaskan model malam di atas lampu spiritus sutera sampai mengkilat gosok dengan kain

21

GTP yang sudah dimodelir XII. Remounting/Selective Grinding/Poles mengembalikan gigi tiruan ke articulator pemeriksaan oklusi dan artikulasi

XIII. Pemasangan GTP a. 3 Hal Yang Memenuhi Kebutuhan Pasien y Physis p * Nyaman Dipakai (Comfortable) * Tidak menyebabkan trauma pada jaringan pendukung y y Physiologis p Gigi tiruan mendukung otot & sistem pengunyahan Psychologis p Gigi tiruan sesuai dengan syarat ked. gigi dan yang diinginkan pasien

b. Tahap Pemasangan Gigi Tiruan 1. Pemeriksaan GT p * Tepi gigi tiruan tidak ada bagian yang tajam * Permukaan anatomi Gt tidak ada gelembung-gelembung akrilik 2. Pemeriksaan Mulut p * Mulut Dibersihkan * Tidak Ada Luka * Pasang Gtp Ra p Ada/Tidak ada rasa sakit p Pasta penunjuk tekanan * Pasang Gtp Rb p Sama seperti pada Gtp Ra * Pemeriksaan Oklusi Sentrik * Pemeriksaan Oklusi Eksentrik

22

3. Pemeriksaan Retensi Gtp Retensi Dipengaruhi Oleh : y Sayap Gtp Terlalu Tebal y Daya Vertikal y Daya Horizontal 4. Pemeriksaan Kembali Bentuk Wajah c. Instruksi dan Penyuluhan kepada pasien tentang pemakaian dan pemeliharaan gigi tiruan Instruksi / Nasihat pada pasien p lebih baik tertulis y y gtp akan berubah sesuai p per(+) usia pemeriksaan ulang + pemeliharaan perawatan rongga mulut dan gigi tiruan : melepaskan dan membersihkan gigi tiruan sesudah makan adalah penting untuk kesehatan rongga mulut y y y y y y melepaskan gigitiruan pada malam hari p para fungsi * resorbsi meningkat * mencegah patah belajar mengunyah memerlukan waktu 6-8 minggu makan makanan yg lunak atau setengah lunak. latihan bicara dengan membaca keras-keras dan mengulangi kata-kata yang masih terasa sulit gigi tiruan harus dilepas pada malam hari dan direndam dalam wadah berisi air p { kering atau berubah bentuk apabila terjadi iritasi jaringan p melepaskan gigi tiruan p kontrol

Cara Membersihkan Gigi tiruan : y y y y pemakaian sikat gigi + pasta gigi p diatas wadah membersihkan gigi tiruan : setelah selesai makan sebelum tidur malam

23

XIV. Perawatan Pasca Pemasangan y Pemeriksaan Jar. Lunak Rongga Mulut Pasien y Pemeriksaan keadaan gigi tiruan y Pemeriksaan Oklusi dan Artikulasi y Memberikan Instruksi dan Penyuluhan kepada pasien

24