Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN KUNJUNGAN Rsud wates kulon progo YOGYAKARTA

Anggota : 1. Maratul Latifa 2. Medik Irianto 3. Nana Putri Rahayu 4. Novi Ratnaningsih 5. Nuur Aida Ferdiyanti 6. Zuanah Kelas : swadana (7071) (7072) (7073) (7074) (7075) (7097)

Politeknik kesehatan Departemen kesehatan yogyakarta Jurusan kesehatan lingkungan 2009

BAB I

PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG


Seiring perkembangan teknologi saat ini mengharuskan setiap individu untuk mampu dan memahami serta dapat mengikutinya agar tidak ketinggalan pengetahuan sehingga diharuskan setiap individu mau untuk mempelajari sesuatu hal yang baru yang bersifat positif baik pada dirinya dan bermanfaat bagi orang sekitarnya dan dapat mencari solusi disetiap kegiatan. Sampah atau limbah baik padat maupun cair ini salah satu masalah yang terkadang disepelekan oleh individu, namun jika sudah adanya kejadian seperti banjir disuatu daerah, lalu bisa menimbulkan pencemaran air maka masyarakat baru mengeluh, sampah atau limbah merupakan hasil yang ditimbulkan dari kegiatan manusia yang sebenarnya jika dilihat dari segi ekonomi masyarakat bisa memanfaatkanya dengan metode 3 R yaitu recycle, Reduse, dan Reuse ini bisa menambahkan income/ penghasilan dan bisa membantu pemerintah dalam ikut serta penyelamatan kebersihan lingkungan. Di sebuah instansi pemerintah ataupun perusahaan baik swasta maupun negeri yang sering menghasilkan sampah atau limbah baik limbah padat atau limbah cair diwajibkan untuk mengolahnya, Berbagai macam ataupun cara pengolahan limbah ini harus disesuaikan dengan karakteristik limbah yang dihasilkan agar tepat penggunaanya. RSUD Wates khususnya merupakan salah satu industri jasa pelayanan kesehatan yang menghasilkan limbah khususnya limbah sampah padat. Dilihat dari kaidah industri (adanya:input-prosesoutput)limbah sampah padat merupkan sisa proses yang keberadaanya perlu dikelola sesuai dengan pembakuan yang dipersyaratkan. Adanya kecenderungan pemakaian peralatan medik habis pakai (plastik disposable)seiring dengan perkembangan tekhnologi industri peralaatan kedokteran, limbah yang dapat bersifat infeksi tersebut perlu mendapat perhatian dalam pengelolaannya. Limbah yang dihasilkan rumah sakit cukup berpotensi dapat mencemari atau menginfeksi lingkungan, mengingat limbah tersebut termasuk golongan limbah B3 ( PP no:12 tahun 1955).

B. TUJUAN 1. Agar mahasiswa dapat mengetahui pengolahan limbah padat yang dihasilkan oleh RSUD WATES 2. Agar mahasiswa mengetahui sumber limbah padat yang dihasilkan oleh RSUD Wates.

C.

MANFAAT Bagi mahasiswa kesling dapat menambah wawaasan tentang bagaimana cara pengolahan

limbah RSUD Wates khususnya limbah sampah padat.

BAB II PEMBAHASAN

RSUD Wates terletak di Jalan Tentara pelajar, Wates, Kulon Progo, Yogyakarta. Ruamh sakit tersebut mengelola sampah padat dengan menggunakan alat incenerator dan sisanya bekerjasama dengan pihak lain untuk di jual. RSUD Wates menghasilkan sampah padat sebanyak 25 kg/hari. Sumber limbah padat yang dihasilkan di RSUD Wates berasal dari: 1. Pelayanan medis seperti ruang rawat darurat, ruang rawat inap, ruang haemodialisis, dan ruang ICU 2. Penunjang medis seperti ruang laboraturium klinik, radiologi, farmasi, laboraturium dan dapur 3. Pelayanan sosial seperti ruang cafetaria dan rumah dinas 4. Ruang administrasi dan perkantoran 5. Pemeliharaan sarana dan perbengkelan/gudang Limbah padat yang dihasilkan berupa 1. Limbah domestik Kertas, pembungkus sisa makanan, sisa makanan, daun, ranting, plastik, sserpihan kayu, kaleng, dll. 2. Limbah medik Spuit disposable, cateter, dressing bedahsarung tangan, jaringan tubuh manusia, kemasan obat, sarung tangan, preparat, petridish, dll. Ruang sebagai sumber penghasil limbah disediakan bak limbah khusus beserta kantong plastik sesuai dengan kode pembakuan yang dipilih. Setelah 2/3 dari volume limbah telah terisi sampah diangkut ketempat pengangkutan limbah sementara di lokasi rumah RSUD. Kemudian sebelum diangkut ketempat pengolahan dari masing-masing bangsal dipilah-pilah terlebih dahulu menjadi limbah sampah medis dan non medis. Pengangkutan limbah dari ruang penimbulan sampah menggunakan trolly sampah. Selanjutnya dilakukan pengolahan sampah di incenerator. Bahan bakar yang digunakan adalah solar. Satu kali pembakaran menggunakan waktu 3 jam, biasanya satu jam

pembakaran membutuhkan bahan bakar solar sebanyak 10 liter. Pembakaran dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari. adapun proses pengolahanya adalah sebagai berikut: 1. Penimbangan terlebih dahulu Ditimbang dengan alat timbangan dan di catat hasilnya. 2. Di proses didalam incenerator, Adapun tahap incenerator sebagai berikut: a. Ruang pembakaran Terletak di bagian atas, kapasitas volume sampah padat 0,5 m3, kemudian alat pembakaranya menggunakan burner dan blower. Suhu yang digunakan di setting 8000C. Kegunaan burner adalah untuk membakar dengan cara memercikkan api sedangkan blower adalah membantu menyebarkan api didalam ruang pembakaran. b. Ruang sisa pembakaran Terletak di bawah ruang pembakaran yang berfungsi sebagai tempat sisa pembakaran sampah padat. Hasil sisa sampah padat tersebut berupa abu dan pecahan-pecahan kaca dan logam, kemudian hasil sisa yang berupa pecahanpecahan logam dan kaca tersebut dijual. c. Ruang pembakar asap Ruang ini digunakan untuk membakar ulang debu dan asap dan terletak diobagian tengah d. Ruang tangki air e. Cerobong asap 3. Suhu d

Pengelolaan limbah padat RS. Wates Yogyakarta menggunakan alat incinerator dengan tahapan sebagai berikut: