Anda di halaman 1dari 33

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA NOMOR KEP45/DJ-PB/2009 TENTANG PEDOMAN UMUM PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DIREKTUR JENDERAL PERI KANAN

BUDIDAYA

Menimbang

Bahwa dalam rangka mendorong percepatan pengembangan wilayah dengan kegiatan perikanan sebagai kegiatan utama dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat diperlukan Pedoman Umum Pengembangan Kawasan Minapolitanb. Bahwa dalam rangka tindak lanjut dari keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41/MEN/2009 tentang Penetapan Lokasi Minapolitan, perlu menetapkan Pedoman Umum Pengembangan Kawasan Minapolitan dengan Keputusan Direktur Jenderal.

Mengingat

1. Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahu,:, 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaiman telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 20 tahun 2008 3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementrian Negara Republik Indonesia, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun

2008;
4. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP. 24/MEN/2002 tentang Tata Cara dan Teknik Penyusunan Peraturan Perundang-undangan di Lingkungan Departemen Kelautan dan perikanan;

a.

5. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.O7/MEN/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kelautan dan Perikanan, sebagaimana telah diubah terakhir dengan peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.O8/MEN/2007; 6. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.41/ MEN/2009 tentang Penetapan Lokasi Minapolitan MEMUTUSKAN

Menetapkan

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA TENTANG PEDOMAN UMUM PENGEMBANGAN KAWASAN
MINAPOLITAN Menetapkan Pedoman Umum Pengembangan Kawasan

PERTAMA

KEDUA

KETIGA

Minapolitan sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. Pedoman Umum Pengembangan Kawasan Minapolitan sebagaimana dimaksud pada Diktum Pertama dipergunakan sebagai acuan bagi Pemerintah Pemerintah Provinsi, Pemerintah KabupatenjKota, serta masyarakat dalam rangka Pengembangan Kawasan Minapolitan Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Juli 2009
DIREKTUR JENDERAl PERI KANAN BUDIDAYA

.
(-""?~?~.
MADE

.A
L. NURDJANA

Kata Pengantar

Sebagai upaya dalam mendorong untuk meningkatkan perekonomian

pengembangan

kawasan budidaya di daerah wilayah dengan kegiatan

dan pertumbuhan

perikanan budidaya menjadi penggerak utamanya maka dicetuskan Pengembangan Kawasan Minapolitan sejak tahun 2005. Seiring dengan tumbuh suatu pedoman Menanggapi Minapolitan. Harapan dengan adanya Pedoman Pengembangan Minapolitan ini akan tingkat pusatmaupun dan berkembangnya Kawasal) Minapolitan diperlukan baik di

yang dapat menjadi

acuan bagi semua stakeholder Pedoman

di daerah dalam mengembangkan maka disusun

kawasan tersebut.

hal tersebut

Urn urn Pengernbangan

dapat memberikan arahan bagi daerah dan mendorong tercapainya peningkatan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.

Jakarta Oktober 2009 Direktur Jenderal Perikanan Budidaya

<"",/-~?->?

d')., .

Dr. Ir. Made L Nurdjana

III

Daftar Isi

Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya,


Kata Pengantar ,

iii

Pedoman ~mum Menter; Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Bab


, Pendahuluan : ,

vi

A. B. c.

Maksud dan Tujuan , Ruang Lingkup , Sasaran Pengembangan Kawasan Minapolitan,

1 1 1 2
3

Bab II Dasar Hukum


Bab III Prinsip A. B. D. C. Dasar Pengertian Ciri Kawasan Minapolitan Pengembangan Kawasan Minapolitan , ,

5
5 6

Persyaratan Batasan

Kawasan Kawasan Minapolitan Minapolitan

7
Bab IV Strategi A. B. Arah Strategi dan Arah Pengembangan.

Pengembangan Pengembangan

9 910

Bab

Perencanaan C. A. B. Tahap Penetapan Proses

Perencanaan Perencanaan Lokasi

Calon

Kawasan

Minapolitan

11 11 15 16

Bab VI Pelaksanaan A. Umum.. B. Khusus..

17 17 17

IV

""

19 19

21
21

22
Bab VIII Penutup

24

Lampiran
-Ringkasan pengembangan Infrastruktur Minapolitan

25

lAMPIRAN KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAl PERIKANAN BUDIDAYJ NOMOR KEP 45/DJ-PB/2009

TENTAN(
PEDOMAN UMUM PENGEMBANGAN KAWASAr

MINAPOLITAr

BABI PENDAHULUAN

Maksud dan Tujuan Tujuan pengembangan Kawasan Minapolitan adalah untuk mendorong

percep~tan pengembangan wilayah dengan kegiatan perikanan sebagai kegiatan utama dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dengan mendorong keterkaitan I desa dan kota dan berkembangnya (wewenang sistem dan usaha minabisnis yang berdaya saing berbasis (tidak merusak lingkungan) dan terdesentralisasi Daerah dan Masyarakat) di Kawasan

kerakyatan, berkelanjutan

berada di Pemerintah

Minapolitan. Dengan berkembangnya Minapolitan tersebut tetapi juga off farm

system dan usaha minabisnis

maka di Kawasan

tidak saja dibangun

usaha budidaya (on farm) saja hulu (pengadaan sarana kemiskinan dan

nya yaitu usaha minabisnis

perikanan) dan jasa penunjangnya, kesejahteraan pendapatan mencegah terjadinya

sehingga akan menggurangi kesenjangan

antar masyarakat, mengurangi

urbanisasi tenaga produktif, serta akan meningkatkan

Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Ruang lingkup 1. Prinsip dasar tentang: a. Pengertian b. c. d. 2. 3. 3. 4.

pengembangan

kawasan

minapolitan

yang

berisi

Ciri-ciri kawasan minapolitan Persyaratan Kawasan Minapolitan Batasan Kawasan Minapolitan

Strategi dan Arah Pengembangan Proses Perencanaan dan Penetapan Cajon Kawasan Minapolitan Metoda Pelaksanaandan Manajemen Pembiayaan

Pengembangan Kawasan Minapolitan

Sasaran Pengembangan kawasan minapolitan 1. Pemberdayaan meningkatkan masyarakat pelaku

adalah: sehingga mampu

minabisnis

produksi, produktivitas

komoditas perikanan budidaya yang dilakukan dengan yang effisien dan

serta produk-produk pengembangan menguntungkan 2. 3.

olahan hasil perikanan, dan usaha

system

minabisnis

serta berwawasan lingkungan; ikan;

Penguatan kelembagaan pembudidaya Pengembangan kelembagaan

sistem minabisnis (penyedia agroinput,

pengolahan hasil, pemasaran dan penyediaan jasa); 4. 5. 6. Pengembangan kelembagaan penyuluhan pembangunan terpadu; Pengembangan iklim yang kondusif bagi usaha dan investasi; Peningkatan sarana-prasarana meliputi: jaringan jalan termasuk jalan

usaha tani (farm road), irigasi, pasar, air bersih, pemanfaatan air limbah dan sampah; 7. peningkatan sarana prasarana kesejahteraan sosial meliputi pendidikan, kesehatan, kebudayaan dan sarana-prasarana dan lain sebagainya. umum lainnya seperti

listrik, telekomunikasi

BABII DASAR HUKUM

Undang -undang

Republik

Indonesia

Nomor

27 Tahun 2007 tentang

Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Undang-undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Undang-undang Daya Air Undang-undang Perikanan. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2004 tentang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber

Pemerintah Daerah; Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam

Hayati dan Ekosistemnya; Undang-undang Pemerintah, Nomor 38 Tahun Daerah 2007 Provinsi, tentang dan Pembagian Pemerintah Urusan Daerah

Pemerintah

KabupatenjKota; Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2002 tentang Usaha Perikanan; Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang

Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan

Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang

Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementrian sebagaimana telah diubah dengan Peraturan

Negara Republik Indonesia, Presiden Nomor 50 Tahun

2008. 3

Presiden Republik Indonesia Daya Air Menteri Kelautan

Nomor

12 Tahun 2008, tentang

dan Perikanan

Nomor

KEP.24/MEN/2002

Tata Cara dan Teknik Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Lingkungan Departemen Kelautan dan perikanan; Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia
I

Nomor

Lokasi Minapolitan

BAB III PR1NSIPDASAR PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN

Pengertian Minapolitan perikanan

terdiri dari kat a mina dan kata politan (polis). Mina berarti ikan dapat diartikan sebagai kota atau kota di daerah lahan perikanan atau perikanan di daerah ini, yang dimaksud dengan 'minapolitan karena berjalannya adalah kota system dan

dan Politan berarti kota, sehingga Minapolitan kota. Dalam pedoman

perikanan yang tumbuh kegiatan pembangunan Kota perikanan kota kecamatan sebagai

dan berkembang

usaha perikanan serta mampu melayani, mendorong, ekonomi daerah sekitarnya kota menengah, dapat merupakan

menarik, menghela atau kota kecil atau pertumbuhan sebagi pusat

atau kota perdesaan ekonomi

atau kota nagari yang berfungsi yang mendorong tidak -terbatas

pusat pertumbuhan

~elalUi-peng~mbangan

ekonomi,

yang

pelayanan sektor peri kanan, tetapi juga pembangunan jasa pelayanan dll. Kota perikanan perikanan memberikan kesejahteraan (minapolitan) produksi yang berada perikanan) besar dalam yang terhadap

sektor secara luas

seperti usaha perikanan (on farm dan off farm), industri kecil, pariwisata, kawasan mana mata pemasok pencarian hasil dan

(sentra

kawasan

tersebut tersebut

kontribusi

masyarakatnya.

Selanjutnya

kawasan perikanan

(termasuk kotanya) disebut dengan kawasan minapolitan. Ciri Kawasan Minapolitan Suatu kawasan Minapolitan berikut: 1. Sebagian besar masyarakat di kawasan tersebut memperoleh pendapatan dari kegiatan perikanan (minabisnis); 2. Sebagian besar kegiatan di kawasan tersebut didominasi oleh kegiatan perikanan, termasuk di dalamnya usaha industri pengolahan hasil yang sudah berkembang memiliki ciri sebagai

perikanan, perdagangan hasil perikanan (termasuk perdagangan untuk tujuan ekspor), perdagangan minabisnis hulu (sarana perikanan dan minawisata dan jasa pelayanan); permodalan,

3. Hubungan antara kota dan daerah-daerah hinterland/ daerah-daerah


sekitarnya perikanan di kawasan minapolitan mengembangkan bersifat interdependensi/timbal dimana kawasan (on farm) dan produk balik yang harmonis, dan saling membutuhkan, usaha budidaya

olahan skala rumah tangga (off farm), sebaliknya kota menyediakan fasilitas untuk berkembangnya penyediaan sarana perikanan, hasil dan penampungan 4 usaha budidaYfa dan minabisnis seperti modal, teknologi, informasi pengolahan

(pemasaran) hasil produksi perikanan; mirip dengan suasana tidak

Kehidupan masyarakat di kawasan minapolitan

kota karena keadaan sarana yang ada di Kawasan Minapolitan

jauh berbedadengandi kota.

Persyaratan Kawasan Minapolitan Suatu wilayah dapat dikembangkan dengan persyaratan sebagai berikut: 1. Memiliki sumberdaya lahanjperairan komoditas diversifikasi perikanan usaha an dari yang sesuai untuk pengembangan un ai atau telah berkembang Pengembangan da at di asar komoditas unggulannya. menjadi suatu Kawasan Minapolitan

pasar (komoditas unggulan), serta berpotensi

kawasan tersebut tidak saja menyangkut kegiatan budidaya perikanan (on farm) tetapi juga kegiatan off farmnya; sarana dan prasarana perikanan (benih, yaitu mulai pengadaan pakan, obat-obatan dsb)

kegiatan pengolahan hasil perikanan sampai dengan pemasaran hasil perikanan serta kegiatan penunjang (pasar hasil, industri pengolahan, minawisata dsb); 2. ~e~iliki untuk berbagai sarana dan prasarana Minabisnis mendukung pengembangan pasar untuk (pakan, yang memadai system dan usaha Minabisnis perikanan, maupun pasar sarana pasar jasa

yaltu: i.) Pasar, baik r-perikanan

hasil-hasil

obat-obatan

dsb),

pelayanan termasuk ii.) iii.) ~baga~ Memiliki berfungsi Minabisnis ~n

pasar lelang, cold storage dan prosessing (perbankan dan non perbankan) a ika sebagai ang dapat

hasil perikanan sebelum dipasarkan; sumber modal untuk kegiatan minabisnis; kelembagaan pembudida sebagai Sentra 10m ok UPP dan dinamis dan terbuka pada inovasi baru, yang diharapkan Pembelajaran (SPPM). Kelembagaan pembudidaya

Pengembangan disamping

sebagai pusat pembelajaran (pelatihan), juga diharapkan kelembagaan pembudidaya ikan dengan pembudidaya ikan disekitarnya merupakan Inti-Plasma dalam usaha minabisnis; iv.) ~i 8enih Ikan (881), Unit!.=~~ ~Rl!-kyatJUPR), dsb yang berfungsi sebagai penyumpai v.) induk dan penyedia benih untuk

kelangsungan kegiatan budidaya ikan. Penyuluhan dan bimbingan teknologi minabisnis, untuk ~ .mengembangkan teknologi tepat guna yang cocok untuk daerah Kawasan Minapolitan; vi.) Jaringan jalan yang memadai la~ usaha perikanan yang effisien. dan aksesibilitas dengan daerah se-r:tasarana irigasi, yang kesemuanya untuk mendukung sarana sarana dan dan prasarana prasarana umum vang mpmrlnai seperti

3.
4.

~mil~ Memiliki

transportasi,

jaringan listrik, telekomunikasi,

air bersih dll; sosial/masyarakat kesenian, rekreasi, alam,

kesejahteraan pendidikan,

yang me-maaai seperti kesehatan,

5.

perpustakaan, swalayan dll; Kelestarian lin kungan hidu desa terjamin

baik kelestarian

sumberdaya

e estarian sosial budaya maupun keharmonisan

hubungan kota dan

Batasan Kawasan Minapolitan Batasan suatu kawasan Minapolitan tidak ditentukan oleh batasan dsb) administratif pemerintah (DesafKelurahan, Kecamatan, Kabupaten,

tetapi lebih ditentukan

dengan memperhatikan

economic of scale dan hendaknya

economic of scope. Karena itu, penetapan Kawasan Minapolitan

dirancang

secara lokal dengan

memperhatikan

realitas

perkembangan atau

Minabisnis yang ada di setiap daerah. Dengan demikian bentuk dan luasan kawasan minapolitan juga meliputi wilayah dapat meliputi satu wilayah Desa/Kelurahan wilayah Kecamatan atau beberapa Kecamatan dalam Kabupaten/Kota yang dapat menembus lain berbatasan. Minapolitan dibawah ini : atau dapat

Kabupaten/Kota

Kotanya dapat berupa Kota Desa atau Kota Nagari atau dapat digambarkan secara skematis pada gambar

Kota Kecamatan atau Kota Kecil atau Kota Menengah. Abstraksi Kawasan tersebut

.. . . . . . . .
.. .. .. .. .. .. .. .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

.
. . . . . . . . .

4 : ..
. . . .

.
.
. . . . . . . . . . .

-.
GAMBAR 1. KAWASAN MINAPOLITAN

BABIVSTRATEGI DAN ARAH PENGEMBANGAN

pengembangan Strategi pengembangan Kawasan Minapolitan adalah sebagai berikut:a. Pembangunan system dan usaha minabisnis berorientasi pada kekuatan pasar(marketdriven), yangdapatmenembusbatasKawasan Minapolitan,

bahkan Kabupaten/Kota, global dengan melalui

provinsi dan Negara untuk mencapai pasar yang ketat. Pengembangan dilakukan

persaingan

pemberdayaan

masyarakat

agar mampu

mengembangkan dan

usaha komoditas unggulan berdasarkan kesesuaian lahan/perairan

kondisi sosial ekonomi budaya daerah. pemberdayaan masyarakat tidak hanya diarahkan pada upaya peningkatan komoditas perikanan produksi dan produktivitas usaha dengan yaitu

tetapi juga pada pengembangan

sistem minabisnis

lainnya yang mendukung

usaha minabisnis

minabisnis hulu, hilir (pemasaran, pengolahan hasil, dsb) serta industri jasa dan pelayanan;b. pengembangan sarana prasarana umum yang berwawasan

lingkungan yang diperlukan telekomunikasi, memperlancar pasar,

seperti jaringan jalan, irigasi transportasi, gudang, dan kegiatan-kegiatan untuk

pengangkutan

hasil perikanan ke pasar dengan effisien

dengan resiko minimal; c. Reformasi regulasi yang berhubungan dengan penciptaan iklim

kondusif bagi pengembangan

usaha, pengembangan

ekonomi daerah dari

dan wilayah seperti dalam hal perizinan, pemerintah mendukung pusat, provinsi dan konsisten,

bea masuk, peraturan

dan kabupaten/kota sehingga

yang harus saling regulasi yang

menghilangkan

saling menghambat

Strategi

Pengembangan
Pengembangan sebagai berikut:a. :-em~er~a~an peningkatan mampu ~akat pelaku minabisnis di dalamnya termasuk & aparatur), yang sehingga ada di Kawasan Minapolitan mempunyai arah pengembangan

kualitas pengusaha (pembudidaya potensi/peluang

memanfaatkan

ekonomi

pedesaan;b. Meningkatkan minabisnis komoditas un ulan I ai, yang saling

mendukung dan menguatkan termasuk usaha industri kecil, pengolah hasil, jasa pemasaran dan minawisata dengan mengoptimalkan

manfaat sumberdaya

alam, secara effisien dan ekonomis, sehingga untuk

tidak ada limbah yang terbuang, atau yang tidak termanfaatkan

kesejahteraan masyarakat (usaha pertanian terpadu tanpa limbah); c. ~amin tersedianva sarana produksi dan permoda~ dengan enam

prinsip tepat (jumlah, Pengembangan pembelajaran e.

kualitas, jenis, waktu, harga dan lokasi);d. pembudidaya minabisnis; Lembaga Keuangan
-

kelembagaan dan pengembangan

ikan

sebagai

sentra

Pengembangan kelembagaan keuangan termasuk Mikro;

f. -~~~~embangan~~an g. Pengembangan
---

penyuluhan perikanan; pertumbuhan minabisnis dan industri

pusat-pusat

perikanan secara lokal;h. Peningkatan


-,

perdagangan/pemasaran

termasuk

pengembangan

terminal/sub i.

terminal minabisnis dan pusat lelang hasil perikanan; dan pemeliharaan sarana dan prasarana

M_ening,k~tkanpem~~n umum yang bersifat strategis;j. P~ngemban~a~~endidikan

pe~kanan untuk generasi muda; teknologi tepat guna yang

k.

Pengembangan
-

percobaan/pengkajian

sesuai kondisi lokal. 10

Arah

BABV PERENCANAAN Proses Perencanaan 1. Sosialisasi program untuk seluruh stakeholders (pemerintah, dan swasta) dalam rangka menyamakan persepsi, masyarakat

mendapatkan

dukungan dan masukan, dalam pengembangan kawasan minapolitan melalui system dan usaha minabisnis termasuk untuk mensiasati strategi pasar global dan pengembangan pasar domestik, serta perbaikan regulasi. Termasuk dalam sosialiasi ini adalah mendorong petugas dan tokoh masyarakat agar mampu melaksanakan kegiatan identifikasi, merumuskan program pengembangan Jangka Menengah dan kegiatan terutama pada tahap-tahap sebagai kawasan strategis lainnya. Sosialisasi dilakukan penumbuhan dan tahap pengembangan; 2. Menetapkan kawasan di daerah

kabupaten/kota

-..~--~_..

pengembangan minapolitan melalui ~~~kan. yang cer~t (kelayakan7 ekonomi, teknis sosial budaya dan lingkungan hidup). Untuk
:

menetapkan wilayah binaan yang akan dijadikan kawasan minapolitan, perlu ditetapkan faktor-faktor penentu yang merupakan unsur indikator strategis Kawasan wilayah dalam rangka pengembangan menuju kawasan minapolitan dapat digolongkan dalam 3 (tiga) strata yaitu: (a) ?ra Kawasan- Mi~olitan I, (b) Pra ~~1n~~~ Minapolitan. Secararinci penjelasan unsur indicator II, (c) Kawasan strategis dalqrn dapat

--

rangka pembinaan pengembangan menuju kawasan minapolitan diperiksa sesuai gambar dibawah ini : a. Pra Kawasan Minapolitan Pra Kawasan Minapolitan I,

I merupakan strategi perencanaan jangka

pendek (dibawah 1 tahun), suatu tahap awal dari pengembangan kawasan pusat perikanan, dimana pada tahap ini wilayah tersebut mernmJ<i ciri-ciri sepern : sumberdaya minabisnis .. yang tidak terampil prfl-duksi perikanan m~~Jra.d islOAG I. vanlZ masih ~dah, alam van~ melimp;)h, SDM tingkat dan pola usaha budidaya dan belu~~Q~an,

11

b.

Pra Kawasan Minapolitan

II,

Strategi perencanaan jangka menengah (1 tahun hingga 5 tahun). Pada tahapan ini Kawasan sentra perikanan (Minapolitan) sudah mulai berkembang dan hal ini dicirikan oleh kondisi seperti : adanya upaya pemanfaatan perikana~du1 sumberdaya alam lokal, peng=mbangan masuknya investor m~~~~ilir, usah:a dan adanya

peningkatan kemampuan SDM perikanan.

c.

Kawasan Minapolitan. Strategi perencanaan jangka panjang (di atas 5 tahun). Pada tahapan ini kawasan perikanan (Minapolitan) sudah berkembangdan memiliki ciri-ciri seperti : optimalisasi sumberdaya alam, aplikasi sistem usaha perikanan modern yang terpadu dengan pengembangan sistem usaha minabisnis, masuknya investor minabisnis hulu dan hilir yang mengembangkan pola kemitraan usaha budidaya dan produksi, dan kemampuan SDM bidang perikanan sudah tinggi.

GAMBAR 2. TAHAPANPENGEMBANGANKAWASANMINAPOLITAN

12

.Inventarisasi

dan identifikasi

di kawasan wilayah

binaan yang telah

terpilih (calon kawasan yang akan dibina menjadi Kawasan Minapolitan), dilakukan oleh Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat serta

instansi terkait. pengembangan potensi 4.

Termasuk dalam kegiatan ini adalah kegiatan analisis daerah seperti: analisi tata ruang, kajian mengenai sosial budaya dan minapolitan

pengembangan

minabisnis

dan analisia

kapasitas SDM Menyusun rencana/program pengembangan kawasan

jangka panjang dengan mempertimbangkan dan tahap ini dilakukan .sarna perkembangan di tingkat serta

potensi sumberdaya lahan Penyusunan program

kawasan wilayah.

Kab/Kota oleh Pemerintah instansi lintas sektoral. kawasan

Daerah bersamaUntuk sinkronisasi sebaiknya

masyarakat

dan keberlanjutan rencana program

pengembangan ini tercantum

minapolitan

dalam Rencana Umum Tata Ruang

(RUTR). Program Jangka Panjang dari setiap kawasan pengembangan minapolitan kemudian dijabarkan tahunan. dalam Program Pengembangan setidaknya

Kawasan MinapoJitan terdapat matriks

Dalam program memuat,

tahunan

kegiatan

minimal

jenis

kegiatan, jadwal

pengembangan bersama

sampai tahap akhir, penanggung jawab dan keperluan pengusaha/swasta dan BUMN,

biaya. Rencana (program) ini merupakan rencana Pemerintah Kab/Kota masyarakat (pembudidaya,

lembaga penelitian, lembaga pendidikan, serta masyarakat umum) Tahap Perencanaan Pengembangan berorientasi Kawasan Minapolitan dilaksanakan secara bertahap,

jangka panjang, dimulai dengan program jangka pendek yang oleh pemerintah

bersifat rintisan dan stimulan, yang perlu dikembangkan dan masyarakat setempat. Waktu yang dibutuhkan kawasan minapolitan

untuk mengembangkan situasi dan kondisi

bisa mencapai 5 tahun, tergantung

tingkatan kawasan yang akan dikembangkan.

15

C.

Penetapan Lokasi Calon Kawasan Minapolitan Langkah-langkah penetapan lokasi pengembangan kawasan perikanan

yang akan dibina menjadi wilayah kawasan minapolitan berikut: 1. Penetapan Kabjkota lokasi kawasan perikanan ditetapkan

dilakukan sebagai

yang akan dijadikan

kawasan minapolitan kawasan tersebut

oleh Pemerintah Daerah Provinsi jika

meliputi

lebih dari 1 KabjKota sedangkan kawasan di KabjKota

perikanan yang akan dijadikan sebagai kawasan minapolitan

ditetapkan oleh Pemda KabjKota dan masyarakat (DPRD KabjKota) 2. Penetapan persya rata n -Usulan -Hasil -Kebijakan masyarakat; studi kelayakan lokasi; dan pengembangan kawasan yang berdasarkan pada RTRW cajon lokasi kawasan minapolitan, didasarkan pada

provinsijka bupatenjkota 3. Dalam rangka mempersiapkan calon lokasi kawasan minapolitan Provinsi jKabjKota 4. Fasilitasi Minapolitan untuk dari pelaksanaan rencana Program pengembangan oleh masyarakat Kawasan terutama untuk kegiatan fasilitasi, maka usulan untuk tahun berikutnya oleh Pemda

yang disusun

menyangkut kegiatan dan sharing pembiayaan program dibahas bersama antara Pemerintah KabjKota Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah

16

pengolahan oleh fasilitasihasil, lembaga pendidikaD-d2n dan APBD. Pembiayaan prasarana ~ pemerintah berupa APBN masyarakat umum, yang didukung
--

dan sarana yang bersifat

public

(seperti

peningkatan/pembuatan

jalan,

irigasi, pasar, sanitasi, pengolahan sampah, listrik, telepon, dll) dan kegiatankegiatan strategis seperti penelitian, pelatihan, membantu menyedikan membantu

bahan/sarana memecahkan

budidaya

yang dibutuhkan

pelaku minabisnis, !

masalah, pendidikan

penguatan kelembagaan pembudidaya,

promosi, dan lain-lain.

18

BABVII MANAJEMEN PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN

A.

Peta Kewenangan Peranan minapolitan pemerintah untuk memfasilitasi pengembangan kawasan

ini harus didasarkan pada UU No. 32 tahun 2004 dan UU No. 33

---

-~

Tahun 2004, dan PP. No. 25 tahun 2000, dengan peta kewenangan masing-

--

.masing sebagai berikut: .Pemerintah kabupaten/Kota daerah pada kabupatenjkota maka

Sesuai dengan titik berat otonomi penanggung jawab Program

Pengembangan

Kawasan Minapolitan

adalah BupatijWalikota. kabupatenjKota adalah

Oleh karena itu peranan utama dari pemerintah

a.
b.

Merumuskan

---

program,

kebijakan

operasional,

dan

koordinasi

perencanaan dan pelaksanaan pengembangan kawasan minapolitan ~tk~dan~end~--p'artisipasi dalam mempersiapkan dan swadaya masyarakat master plan, program dan melaksanakan

program kawasan minapolitan c. Menumbuhkan


~

kelembagaan,
~

sarana dan prasarana

pendukung

Program Pengembangan Kawasan Minapolitan

2.

Pemerintah Provinsi
Kewenangan Pemerintah minapolitan minapolitan lintas pemerintah provinsi dalam membantu/memfasilitasi pengembangan kawasan kawasan

Kabupaten/Kota serta bertanggung

dalam

jawab dalam pengembangan

di tingkat provinsi serta kegiatan pemerintah serta melaksanakan kewenangan

yang bersifat yang tidak

kabupaten/kota

19

atau belum dapat dilaksanakan oleh kabupaten/kota. pengembangan adalah: kawasan minapolitan

Dalam program provinsi

ini peranan pemerintah

a. ~koordinasikan
kawasan minapolitan b. Memberikan p~dalan, serra

ren~na pr~am

dan kebijakan pengembangan

di wilayah provinsi informasi (pasar, teknofogi, agroinput,

pelayanan

jasa) dan~~~~~~~~~~b,angan kerjasama lintas

jaringan informasi kabupaten/kota dalam

memfasilitasi

pengembangan

kawasan minapolitan

c. ~~gg~k~
pembudidaya

pengk;lji;l~ tek~ologidan pengembangan wilayah

sesuai

kebutuhan

e. Membantu memecahkan masalah yang diminta oleh Pemerintah


-~

kabupaten/kota f. 3. Membangun prasarana dan sarana urnurn yang bersifat strategis

Pernerintah Pusat
Tugas pemerintah pusat adalah membantu Pemerintah Provinsi dan

Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pengembangan kawasan minapolitan serta kewenangan dalam bidang pemerintah yang menyangkut Peranan

lintas provinsi. Pemerintah

Dalam pengembangan

kawasan minapolitan

Pusat adalah:

a. p"en~sunan~~~~Kawasan Minapolitan

~am
beserta

dan kebijakan pengembangan


Pedornan yang terkait dengan

kawasan minapolitan dalam bentuk Pedoman Urn urn Pengernbangan

Pengernbangan Kawasan Minapolitan

seperti pedornan dan standar

teknis untuk pengernbangan kawasan rninapolitan;

20

b.

Pelayanan inform~ndukungaA.pe-Rg-em ~ -

ba nga n ja ri nga n informasi

serta menfasilitasi kerjasama lintas provinsi dan internasional dalam pengembangan c. d.


&0
.~

kawasan minapolitan

Pengembangan pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia Penyelenggaraan pengkajian-pengkajian untuk pengembangan

kawasan minapolitan e. Dukungan pengembangan sarana dan prasarana umum yang bersifat
---,

strategis
B. Mekanisme Manajemen
Sesuai dengan fungsi-fungsi perencanaan, pelaksanaan otonomi daerah dewasa ini, maka seluruh meliputi:

manajemen

pengembangan

kawasan minapolitan

.--0

pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan (monitoring

dan evaluasi) pada dasarnya dilakukan yang difasilitasi oleh pemerintah

dan ditetapkan

oleh ~a~a~ ini sejalan

kabu aten kota. Mekanisme

dengan prinsip perencanaan dari bawah (bottom up) yang dilakukan secara demokratis. Pemerintah provinsi dan pusat berperan melaksanakan fasilitasi agar kegiatan pengembangan kawasan

kepada Pemerintah kabupaten/Kota, minapolitan

di lapangan berjalan lancar.

C. Kelompok Kerja
Titik berat kegiatan pengembangan KabupatenjKota. Kawasan Minapolitan BupatijWalikota ini terdapat di Oleh karena itu diharapkan KabupatenjKota peran membentuk POKJA untuk dalam

POKJA Minapolitan membantu

dan wadah sekretariat pemerintah

melaksanakan

KabupatenjKota

pengembangan kawasan minapolitan secara sinergis, mulai dari perencanaan sampai pada pelaksanaan. Keanggotaan POKJA ini ter"diri dari unsur instansi terkait dan masyarakat seperti Dinasjinstansi pekerjaan Umum, Perguruan perikanan, Bappeda, Dinas

Dinas Koperasi, Dinas Perindustrian Kadin KabupatenjKota,

dan Perdagangan, Tokoh Pengusahaj

Tinggi, Perbankan,

21

Instansi, Camat, Tokoh Masyarakat dan unsur lainnya yang dianggap penting. Hal serupa juga diharapkan pusatjnasional. sesuai kebutuhan, dilakukan pada tingkat provinsi dan tingkat dengan unsur-unsur

POKJA dan wadah sekretariatnya, ditingkat provinsi ditetapkan

oleh Gubernur, sedangkan

di tingkat nasional ditetapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan sebagai penanggung jawab pembangunan pertanian di tingkat nasional. Disarankan

P'OKJAyang ada di daerah sebaiknya sinkron dengan keanggotaan Dewan ~imas Ketahanan Pangan Indikator Keberhasilan

Setiap Kabupaten pelaksana program pengembangan kawasan minapolitan, perlu menyusun indikator keberhasilannya berupa dampak dan output yang ~t an.

d i h a ra p ka n d a r i p e ,~;~";l-prog

ramlPei1gemb~nK~~~~

Indikator keberhasilan tersebut perlu disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah masing-masing. Sebagai bahan acuan untuk penyusunan indikator keberhasilan, bersama ini disampaikan usulan indikator keberhasilan yang tentunya perlu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan daerah masing-masing (baik Jenis Indikator maupun angka~angka persentasenya), yaitu:

1.

Dampak a. Pendapatan masyarakat dan pendapatan keluarga pembudidaya

---~

meningkat,

minimal 5 % di kawasan minapolitan

(di Kota dan Desa-

desa lokasi kegiatan) b. Produktivitas


--

hasil perikanan lokasi program

meningkat minimal 5 % di kawasan

minapolitan c.

Investasi masyarakat (pembudidaya ikan, swasta, BUMN) meningkatkan minimal 10 % di kawasan minapolitan lokasi kegiatan

d.

Kegiatan ikutan tumbuh


-' --

subur di lokasi kegiatan pengembangan

kawasan minapolitan

22 D.

2.

Output
a. 80 % dari kelembagaan pembudidaya ikan (kelompok pembudidaya ikan, Koperasi, Kelompok dibina mampu menyusun Usaha) di Kawasan Minapolitan usaha yang berorientasi yang

pasar dan

lingkunganb., !i~~ da~k~m~tan di lokasi kawasan minapolitan secara partisipatif menyusun

programjrencana

tiap tahun

dan disetujui

bersama untuk dilaksanakan

c.~~~~gram

(Rencana Kegiatan) Jangka- panjang dan Detail

Engineering Design untuk pelaksanaan fisik sarana dan prasarana di kawasan minapolitan disetujui bersama untuk dilaksanakan (dengan harapan 70 % dapat dilaksanakan di kawasan minapolitan).

d .Jaringan "'..~
terbentuk

bisnis

dari

pembudidayajkelompok -

pembudidaya

dan aktif di kawasan minapolitan multidisiplin dan profe~al lokasi program mampu terbentuk dan

e.~ f.
~ ~i

penyuluh

operasional di kawasan minapolitan Pembudidaya

ikan maju teJPllih, yang dilatih

menjadi tempat belajar bagi pembudidaya

ikan di lingkungannya

23

BABVIII PENUTUP Pedoman umum ini diharapkan dapat menjadi Pemerintah Provinsi, Pemerintah KabupatenjKota, rangka pengembangan kawasan minapolitan. acuan bagi Pemerintah, serta masyarakat dalam

Ditetapkan di Jakarta pada tangg~1 27 Juli 2009


DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA

~~,~..
MADE

.d).,
L. NURDJANA

24

RINGKASAN PENGEMBANGAN
KETERKAIT AN KEGIA PENGEMBANGAN T AN

INFRASTRUKTUR
EKONOMI KAWASAN
DO'ASARKAN LANGSUNG

MINAPOLITAN

DALAMy'p-~y~

1 TORLEBIH DAHULU

'NO """""""'" I

.
I

<2>-_!!
,

TANPA D'OLAH

, ' ~
I

.
r

HASIL 01 ~

."'"""""""'.4

~
~

.-NILA'T"_AM OKONOM'

_J~

...~

INC""ST"""T"R

.I.

IN'"A""""""

IN'"""""" "'""
DAN ,-AUT

INFRASTRUKTU~ ..NDUKUNO

AKTIFITAS PEREKONOMIAH WlLAYAH ...,.,~

PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR KAWASAN MINAPOLITAN (OFF SITE INFRASTRUKTUR)


.PENGEMBANGAN .PENGEMBANGAN .PENGEMBANGAN .PENYIAPAN JARINGAN JARINGAN FASILITAS JALAN LlSTRIK UMUM (TERMINAL/PASAR) (KENDARAAN UMUM) DAN DRAINASE

SARANA

TRANSPORTASI

.PENGEMBANGAN

JARINGAN

AIR BERSIH

25

,AS'L