Anda di halaman 1dari 7

GENERAL BUSINESS ENVIRONMENT

Kerjasama Dompet Dhuafa dan PT Sari HusadaDalam Membuat Program Warung Anak Sehat (Corporate Social Responsibility)

Disusun Oleh:

Yohan Suryanto Pramono (10 / 310533 / PEK / 15410)

MAGISTER BISNIS FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS GADJAH MADA 2011

A. Latar Belakang PT Sari Husada adalah perusahaan yang memproduksi produk bernutrisi untuk bayi dan anak-anak, mulai dari susu formula hingga makanan bernutrisi dengan standar mutu internasional.Perusahaan didirikan tahun 1954 dengan nama NV Saridele, sebagai perwujudan program kecukupan protein nasional yang diselenggarakan Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada tahun 1968, perusahaan diakuisisi PT. Kimia Farma (BUMN). Pada tahun 1972, seiring dengan dibelinya sebagian sahamnya oleh PT Tiga Raksa, nama NV Saridele diubah menjadi PT Sari Husada.Pada Tahun 1983, perusahaan ini pun masuk bursa dan saham-sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta. Pada tahun 1992, sebagian besar saham Sari Husada dimiliki PT Tiga Raksa. Tahun 1998 Sari Husada beraliansi dengan Nutricia International, BV (Royal Numico) yang berpusat di Amsterdam, Belanda dan Nutricia merupakan pemegang saham mayoritas Sari Husada. Pada tahun 2006, agar Lebih fokus dalam pengembangan usahanya, perusahaan mengajukan perubahan status dari perusahaan publik menjadi perusahaan privat. Pada tahun 2007, Danone Group mengakuisisi Royal Numico. Hingga dewasa ini, dengan pengalaman panjangnya di dalam menyediakan produk-produk bergizi tinggi, berstandar mutu internasional dan dengan harga terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, Sari Husada telah membuktikan dirinya sebagai asset nasional yang sangat penting. Dompet Dhuafa Republika adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf, serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga). Kelahirannya berawal dari empati kolektif komunitas jurnalis yang banyak berinteraksi dengan masyarakat miskin, sekaligus kerap jumpa dengan kaum kaya. Digagaslah manajemen galang kebersamaan dengan siapapun yang peduli kepada nasif dhuafa. Empat orang wartawan yaitu Parni Hadi, Haidar bagir, S. Sinansari Ecip, dan Eri Sudewo berpadu sebagai Dewan Pendiri lembaga independen Dompet Dhuafa Republika. Sejak kelahiran Harian Umum REPUBLIKA awal 1993, wartawannya aktif mengumpulkan zakat 2,5% dari penghasilan. Dana tersebut disalurkan langsung kepada dhuafa yang kerap dijumpai dalam tugas. Dengan manajemen dana yang dilakukan pada waktu sia-sia, tentu saja penghimpunan maupun pendayagunaan dana tidak dapat maksimal.Dalam sebuah kegiatan di Gunung Kidul Yogyakarta, para wartawan menyaksikan aktivitas pemberdayaan kaum miskin yang didanai mahasiswa. Dengan menyisihkan uang saku, mahasiswa membantu masyarakat miskin. Aktivitas sosial yang telah dilakukan sambilan di lingkungan REPUBLIKA pun terdorong untuk dikembangkan.Apalagi kala itu, masyarakat luas telah terlibat menyalurkan ZISnya melalui Dompet Dhuafa (DD). Sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, DD tercatat di Departemen Sosial RI sebagai organisasi yang berbentuk Yayasan. Pembentukan yayasan dilakukan di hadapan Notaris H. Abu Yusuf, SH tanggal 14 September 1994, diumumkan dalam Berita Negara RI No. 163/A.YAY.HKM/1996/PNJAKSEL.Berdasarkan Undang -undang RI Nomor 38 Tahun 1999

tentang Pengelolaan zakat, DD merupakan institusi pengelola zakat yang dibentuk oleh masyarakat. Tanggal 8 Oktober 2001, Menteri Agama Republik Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 439 Tahun 2001 tentang PENGUKUHAN DOMPET DHUAFA REPUBLIKA sebagai Lembaga Amil Zakat tingkat nasional. Bekerjasama dengan Dompet Dhuafa, PT Sari Husada melakukan tanggung jawab sosial perusahaan melalui edukasi gizi melalui pendampingan, pemberdayaan dan praktek nyata di lapangan dengan membangun serta mengembangkan program Warung Anak Sehat di beberapa wilayah di Indonesia.Program ini bertujuan untuk mendorong pengetahuan ibu yang tentang gizi seimbang, selain itu juga mengajarkan bagaimana menyusun menu sehat dan bergizi, serta memberikan akses terhadap produk sehat melalui kemandirian ekonomi dengan mendirikan warung (tempat berjualan) yang dirancang untuk menjual makanan atau minuman yang sehat bagi anak.

B. Rumusan Masalah Pada kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan ini, khususnya PT Sari Husada, penulis mencoba mengidentifikasi apakah praktek perusahaan ini termasuk kedalam koseptualisasi Corporate Social Responsibility yang terdiri dari 4 konsep, yaitu: 1. CSR sebagaiKewajibanSosial. 2. CSR sebagaiKewajiban Stakeholder. 3. CSR sebagaiPendorongEtika 4. CSR sebagaiProsesManajerial. Setelah praktek tersebut dapat diidentifikasi, penulis mencoba mengungkapkan alasan apakah program CSR yang selaras dengan misi PT Sari Husada, "Nutrisi Untuk Bangsa" ini berfokus pada upaya membantu memperbaiki status gizi ibu dan anak di Indonesia melalui riset, penyediaan gizi yang terjangkau serta pemberian edukasi ke masyarakat.

C. Dasar Teori Menurut The World Business Council for Sustainable Development (WBCSD), Corporate

SocialResponsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan didefinisikan sebagai komitmen bisnis untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan, melalui kerja sama dengan para karyawan serta perwakilan mereka, keluarga mereka, komunitas setempat maupun masyarakat umum untuk meningkatkan kualitas kehidupan dengan cara yang bermanfaat baik bagi bisnis sendiri maupun untuk pembangunan.Konsep Corporate Social Responsibility

melibatkan tanggung jawab kemitraan antara pemerintah, lembaga sumberdaya masyarakat, serta komunitas setempat (lokal). Kemitraan ini tidak bersifat pasif dan statis karena merupakan tanggung jawab bersama secara sosial antara stakeholders sehingga dapat dimunculkan dalam konsep CSR. Konsepprogram CSR antara lain: 1. CSR sebagaiKewajibanSosial.

Economic obligations yaitu perusahaandikatakan telahmelakukan tanggung jawab sosialsepanjang mengasumsikan perusahaan perusahaan melakukan telah hal yang produktifdan ekonomi masyarakat masyarakat menjalankan mandat

sehinggalaporan keuangan mereka dapat diterima secara ekonomis. Legal and ethical obligations yaitu perusahaandikatakan telahmelakukan tanggung jawab sosial apabila perusahaan mengikuti semua aturan masyarakat dan negara, salah satunya dengan bayar pajak. Philantropicobligations yaitu praktekCSR perusahaan dengan dasar rasa belas kasih memberikan merekanamun masyarakat. 2. CSR sebagaiKewajiban Stakeholder. Praktek CSR perusahaandengan tidakmenempatkan tanggung jawabterhadap dana kepada masyarakat karena sudah kegunaan mengambil sesuatu dari

perusahaan

tidakmemperhatikan

danaitusetelah

diterima

masyarakatsecara keseluruhantetapi hanyakepada mereka yangsecara langsung atautidak langsung mempengaruhi kegiatan-kegiatanperusahaan (pemangku kepentingan). 3. CSR sebagaiPendorongEtika. Praktek CSR perusahaandengan melakukan penyelarasan antara perusahaan dengan nilainilai yang berlaku di masyarakat.Misalnya adanya kesamaan hak,mendapat penilaiandan perlakuan yg samapada semua genderdalam lingkungan kerja perusahaan. 4. CSR sebagaiProsesManajerial. Praktek CSR perusahaandengan melakukan aktivitasnya sesuai dengan tuntutan

masyarakat dan rutinitas mereka merupakan sesuatu yang normal dari aktivitas perusahaan sehingga CSR bukanlah sebagai bebanmaupuntekanan.

D. PraktekPerusahaan Dalam Membuat Program Warung Anak Sehat PT Sari Husadamengemukakan persoalan atas kesehatan anak khususnya dalam pemenuhan gizi yang masih menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Indonesia. Dalam Riset Kesehatan Dasar tahun 2010 tercatat sekitar 37 persen anak Indonesia yang berusia di bawah lima tahun mengalami stunting (tinggi badan kurang) karena asupan gizi yang kurang.Masalah anak kurang gizi dapat disebabkan oleh beberapa alasan, diantaranya karena sulitnya akses terhadap makanan serta produk gizi yang terjangkau serta kurangnya pengetahuan orang tua dan lingkungan tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi perkembangan masa depan anak. Perusahaan menanggapi masalah kesehatan anak iniyang seharusnya bukan hanya tanggungjawab pemerintah namun semua pihak termasuk PT Sari Husada. Oleh karena itu pada bulan Agustus 2011, perusahaan berinisiatif melaksanakan program Warung Anak Sehat(WAS) yang telah disiapkan dan dilakukan uji lapangan di dua lokasi di Jakarta sejak beberapa tahun lalu sebagai bagian tanggungjawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan terhadap gizi anak negeri. Perusahaan sudah melakukan serah terima 17 Warung Anak Sehat di

Kabupaten Sukabumi, yang menjadi bagian dari rencana untuk membangun 57 Warung Anak Sehat yang ada di kabupaten Lebak dan Nusa Tenggara Barat pada tahun 2011 ini.

Program WAS diawali dengan penentuan lokasi berdasarkan hasil survey status gizi anak serta sumber daya yang ada. Setelah ditentukan lokasinya, program ini mulai dilakukan di posyandu atau balai kesehatan setempat dengan melibatkan ibu-ibu posyandu. Selanjutnya beberapa ibu kader posyandu yang memiliki semangat berwirausaha serta kemauan untuk meningkatkan kesadaran berperilaku hidup sehat dan bersih di lingkungannya akan

mendapatkan pelatihan tentang nutrisi seimbang melalui program Ayo Melek Gizi dan pelatihan tentang kemandirian ekonomi. Dengan adanya dukungan dari PT Sari Husada yang membantu secara finansial dengan mendirikan warung khusus yang hanya menjual produk-produk sehat bagi keluarga,WAS diharapkan dapat menjadi motor perubahan di bidang edukasi dan pemenuhan nutrisi di daerah masing-masing. Program ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan bagi para ibu tentang nutrisi bagi anak-anak dan keluarga, membantu mereka untuk bisa memenuhi angka keseimbangan gizi harian, serta membantu menyediakan produk sehat yang dibutuhkan. Kerjasama Dompet Dhuafa PT Sari Husada Tbk - Warung Sehat Buat Anak merupakan kios anak yang sehat di daerah terpencil. Di warung ini, para ibu bisa mendapatkan informasi nutrisi yang seimbang kepada anak mereka dan membeli produk makanan sehat. Sukabumi adalah salah satu daerah di Indonesia yang masih banyak mengalami kejadian gizi buruk. Kerjasama PT Sari Husadadengan Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa memulai program WAS di daerah Kabupaten Sukabumi. Program ini di antaranya memberikan kontribusi dalam kesehatan anak-anak yang rawan mengalami kejadian gizi buruk.Debut program ini dimulai di Bidaracina Jakarta Timur dan Warung Belong Jakarta Barat. Menyasar wilayah perdesaan, program ini menggarap wilayah Kecamatan Kadudampit dan Cisaat, Sukabumi. Sebagai langkah awal, tim program menempatkan seorang pendamping dan merekrut para kader Ibu Warung Anak Sehat. Para kader yang terdiri para ibu kader Posyandu ini pun diberikan sebuah training selama tiga hari, yaitu Pelatihan Ibu Warung Anak Sehat. Pelatihan yang berlangsung di Kadudampit 12-14 April 2011 ini mengajak para peserta agar menguasai peran sebagai kader Ibu Warung Anak Sehat. Para kader diberikan materi di antaranya Menjadi Pengusaha Sukses, Mandiri dengan Warung Retail, Keuangan Mikro Syariah, dan berbagai materi yang menunjang peran dan fungsi sebagai kader Ibu Warung Anak Sehat.Program pemberdayaan di daerah ini tak hanya menyiapkan para kader, namun juga direncanakan menyiapkan beberapa bangunan warung yang menyediakan berbagai produk yang mendukung terjaminnya kesehatan anak, penguatan Posyandu dan berbagai program penguatan kesadaran akan kesehatan dan gizi bagi anak. Dalam program ini, PT Sari Husada menyalurkan donasi melalui Dompet Dhuafa sebesar 315.000 Euro untuk kuartal 1 tahun 2011. Dengan dana ini a kan dibangun 50 Warung Anak Sehat (WAS) di Sukabumi, Lebak, dan Mataram. Sebelumnya telah dibangun WAS sebagai pre-pilot di dua wilayah di Jakarta, yaitu di Rawa Belong dan Bidara Cina. Secara umum pre-pilot telah

menunjukan indikasi yang baik. MOU kerjasama program tersebut ditandatangani oleh President Director PT Sari Husada, Boris Bourdin dan President Direktur Dompet Dhuafa Ismail A. Said. Acara penandatanganan ini dilaksanakan di Lantai 12 Gedung Cyber 2, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 No 13, Jakarta.

E. Identifikasi Praktek CSR Perusahaan Program WASmerupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan yang sesuai dengan konsep CSR sebagaikewajibansosialkhususnyaeconomic obligations karena perhatian perusahaan pada pertumbuhan dan perkembangan anak yang baik merupakantindakan perusahaandalam

melakukan hal yang produktifdan masyarakat mengasumsikan perusahaan telah menjalankan misi mulia dalam lingkungan masyarakat dengan memberikan pelatihan tentang: kemandirian ekonomi,menjadi pengusaha sukses, mandiri dengan warung retail, keuangan mikro syariah, dan berbagai materi yang menunjang peran dan fungsi sebagai kader ibu warung anak sehat serta misi mulia ini tercermin dengan bantuan finansial PT Sari Husada yang mendirikan warung khusus yang menjual produk-produk sehat bagi keluarga. Program WASjuga merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaanyang sesuai dengan konsep CSR sebagaikewajiban stakeholder karenaperusahaan tidakmembuat progamini kepada masyarakat secara keseluruhantetapi hanyakepada para ibu kader Posyandu yangsecara langsung atautidak langsung mempengaruhi kegiatan bisnisperusahaan. Hal tersebut ditunjukkan dengan pengadaan dana 315.000 Euro oleh PT Sari Husada pada kuartal 1 tahun 2011 untuk pembangunan57 lokasi Warung Anak Sehat pada tahun 2011 ini agar misinya dalam mengkader ibu-ibu posyandudengan memberikan pelatihan ini dapat meningkatkan penjualan produkproduk PT Sari Husada. Dengan demikian program WAS ini selaras dengan misi PT Sari Husada, "Nutrisi Untuk Bangsa" yang berfokus pada upaya membantu memperbaiki status gizi ibu dan anak di Indonesia.

F. Kesimpulan Wujud CSR Warung Anak Sehat yang merupakan kerjasama antara Dompet Dhuafa dan PT Sari Husada adalah tanggung jawabperusahaan kepada masyarakatyang berartibahwa perusahaanharus mencerminkan sikap kejujurandan keadilandalam melakukanbisnis pada umumnya, dan khususnyauntuklingkungan sosial. Program ini juga mencerminkan tindakan perusahaan yang secara nyata memberikan dukungan sosialdanmenyediakankondisi kesehatan yang lebih baikbagi masyarakat dilingkunganmereka. Namun sayang untuk beberapa daerah, akses terhadap produk makanan yang bergizi dan terjangkau sangatlah rendah. Hal ini diperparah dengan minimnya pengetahuan dan pendidikan ibu-ibu tentang gizi seimbang anak-anak mereka. Namun kondisi ini dapat diperbaiki dengan upaya peningkatan peran Pos Pelayanan Kesehatan Terpadu (Posyandu) yang dapat menjangkau di seluruh negeri.Peran kerjasama Dompet Dhuafa dengan PT Sari Husadaagar lebih sering dilakukan untuk menjalankan program WAS yang didedikasikan bagi daerah terpencil sehingga

para ibu bisa mendapatkan informasi nutrisi yang seimbang kepada anak mereka dan membeli produk makanan sehat. G. DAFTAR PUSTAKA

Hartanti, Dwi (2006) Makna Corporate Social Responsibility: Sejarah dan Perkembangannya. Economics Business & Accounting Review. Edisi III/ September-Desember. Hasibuan, Chrysanti dan Sedyono (2002) Etika bisnis, Corporate Social Responsibility (CSR) dan PPM. PPM Institute of Managemant, 27 November. NicolaasWarouw (2011) SocialEnvironment:Corporate Business.UniversitasGadjahMada. Rasyid, Abdul Idris Corporate Social Responsibility Implementasi. Fajar Online. 22 November 2005. Social Responsibility and

(CSR)

Sebuah

Gagasan

dan

Yakub, Riawandi (2004) Corporate Social Responsibility: Perilaku Korporasi dan Peran Civil Society.iPDF Online Service, 14 September. www.dompetdhuafa.org www.republika.co.id www.sarihusada.co.id