Anda di halaman 1dari 25

3/6/2011

PELATIHAN OPTIMALISASI FUNGSI INVERTER

INVERTER

MUHAMAD ALI, MT

Pengantar
Proses di industri seringkali memerlukan tenaga penggerak dari motor listrik yang perlu diatur kecepatan putarnya untuk menghasilkan torsi dan tenaga yang diinginkan. Jika sebelumnya banyak dipergunakan sistem mekanik, kemudian beralih ke motor slip/ pengereman maka saat ini banyak menggunakan semikonduktor. Tidak seperti softstarter yang mengolah level tegangan, inverter menggunakan frekuensi tegangan masuk untuk mengatur speed motor seperti diketahui, pada kondisi ideal (tanpa slip)

3/6/2011

Pengantar
Inverter adalah suatu peralatan elektronika daya yang berfungsi untuk mengubah listrik DC menjadi listrik AC Inverter seringkali disebut sebagai Variabel Speed Drive (VSD) atau Variable Frequency Drive (VFD) Prinsip Inverter adalah mengubah input motor (Listrik AC) menjadi DC dan kemudian dijadikan AC lagi dengan frekuensi yang dikehendaki sehingga motor dapat dikontrol sesuai dengan kecepatan yang diinginkan

Karakteristik Motor Induksi


Motor induksi fasa tiga, khususnya motor induksi rotor sangkar tupai merupakan salah satu jenis motor yang paling banyak digunakan di industri. Kelebihan dari motor ini, di antaranya adalah konstruksinya yang sederhana dan kuat serta memerlukan sangat sedikit pemeliharaan sebagaimana pada motor DC. Permasalahan Motor induksi adalah pada pengaturan kecepatan.

3/6/2011

Karakteristik Motor Induksi


Berbeda dengan motor DC yang kecepatannya dapat dikendalikan dengan mudah (yaitu melalui pengaturan tegangan armatur dan pengaturan arus eksitasinya), Pengaturan kecepatan motor induksi fasa tiga memerlukan penanganan yang jauh lebih kompleks dan ini merupakan kelemahan motor induksi

Pengaturan Motor Induksi


Kecepatan motor induksi ditentukan oleh frekuensi tegangan masukan dan jumlah kutub motor seperti yang dijelaskan dengan rumus: N = 120. F / P Pengaturan jumlah kutub mudah dilakukan tetapi pengaturannya terbatas karena jumlah kutub merupakan kelipatan 2, sehingga pengaturannya kasar

3/6/2011

Pengaturan Motor Induksi


Salah satu metode pengaturan yang memungkinkan untuk pengaturan yang lebar adalah dengan mengubah frekuensi. Frekuensi sumber AC yang konstan (50 Hz) harus diubah sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Proses perubahan frekuensi memerlukan konverter dari AC ke DC, dan dari DC dijadikan ke AC lagi tetapi dengan frekuensi yang berbeda. Inilah alasan mengapa inverter menjadi penting

Bagian Inverter
AC drive atau sering disebut dengan istilah Inverter atau VSD. Inverter mempunyai 3 bagian utama:
Konverter
Bagian yang merubah Listrik AC ke DC

Filder DC
Penghalus ripel AC pada output DC

Inverter
Menghasilkan listrik AC dari DC dengan pengubahan parameter yang diinginkan

3/6/2011

Blok Diagram Inverter


Front-end Converter AC input
a

Inverter

b aux c

main

DC Bus

Single-Phase Motor

Blok Diagram Inverter

3/6/2011

Skema Sistem Inverter

Diagram Kontrol Motor dg Inverter

3/6/2011

Konverter Elektronika Daya

Alasan Menggunakan Inverter


Tersedia untuk berbagai ukuran daya Mampu menangani kebutuhan yang luas untuk torsi dan kecepatan. Adaptabel untuk segala kondisi operasi. Electric drive dapat dioperasikan secara cepat. Efisiensi tinggi Mudah dikontrol Dapat dioperasikan pada empat kuadran

3/6/2011

Prinsip Kerja Inverter 1 fase

Prinsip Kerja Inverter 1 fase full bridge

3/6/2011

Prinsip Kerja Inverter 1 fase full bridge

Prinsip Kerja Inverter 1 fase full bridge

3/6/2011

Karakteristik Inverter
Tipe Konverter Input
Diode bridge 2 quadrants
- 12-pulse DFE - 24-pulse DFE

AFE rectifier (PWM) 4 quadrants

Output Inverter
3-level neutral-point clamped (NPC) voltage source IGBT PWM

Karakteristik Inverter
Adaptabel thd tipe jaringan tegangan menengah
Variasi : standar 10%

Efisiensi
~ 0.99

Tipe Motor
Motor Asinkron sbg standar, Motor Sinkron untuk pilihan

Tegangan output 3 fase


Standar : 0 to 2300 V - 0 to 3300 V Opsi deng output transformer: 4160 V - 6600 V - 7200 V 10,000 V - 13,200 V ...

Frekuensi Output
Standar : 5 to 70 Hz, Extended: 5 to 140 Hz

10

3/6/2011

Karakteristik Inverter
Input trafo
External, minyak atau kering (Tidak ada batasan jarak) Integrated dengan konverter, khusus tipe kering

Kelas Proteksi
Pendinginan Udara : IP41 Pendinginan Air : IP41 and IP54 sbg pilihan

Pendinginan
Udara dengan tambahan fan untuk daya 5200 kVA Air dengan tambahan pump untuk daya 14,400 kVA

Sistem Safety
Earthing of DC bus Key-operated locking system

Karakteristik Kontrol
Mode Kontrol Motor
V/f control, sensorless vector control, vector control with speed sensor Catch on the fly, master/slave functions, auto-tuning, critical speed suppression

Akurasi Kecepatan pada kondisi steady state


0.05% dengan sensor speed 0.5 % tanpa sensor speed

Waktu Respon Torsi : < 5 ms Komunikasi Standar


Ethernet, Profibus, Modbus Options: CANopen, DeviceNet, etc.

11

3/6/2011

Option Featur Inverter


Pengereman dengan Chopper dan resistance braking Input isolation switch with earthing Output isolation switch with earthing IP54 (water-cooled) Output sinus filter (for retrofit) External air/water exchanger Inverter + battery charger Driving multipel motor untuk koneksi ke jaringan (bypass)

Inverter Altivar

12

3/6/2011

Contoh Aplikasi Sistem Pompa


Kebutuhan Variable flow variable-pressure Constant-flow variable-pressure Variable-flow constant-pressure

Sistem Pompa dengan Kontrol Valve

13

3/6/2011

Sistem Pompa denganVSD

Variable Flow Variable Pressure

14

3/6/2011

Konsumsi Energi

Constant-flow variable-pressure

15

3/6/2011

variable-flow Constant-pressure

variable-flow Constant-pressure

16

3/6/2011

variable-flow Constant-pressure

Bandingkan 2 Sistem Berikut

17

3/6/2011

Sistem Pompa 2 Stage

Keuntungan Menggunakan Inverter

High availability Fast and precise control Minimized energy consumption Reduced emission Minimized actuator equipment Soft starting

18

3/6/2011

Konsumsi Energi

Aplikasi Lift

19

3/6/2011

Perbandingan Konsumsi Energi Lift

Pengaturan Motor Konensional

20

3/6/2011

Metode Pengaturan Motor Konensional


Pole changing Stator voltage control Rotor resistance control Slip-recovery drive system

Pengaturan Motor dg VSD

21

3/6/2011

Klasifikasi VSD
Berdasar Tipe Motor : VSD untuk motor induksi dan motor sinkron Berdasar Power suppli : inverter, cycloconverter, matrix converter. Tipe Inverter : voltage source, current source, square type, PWM.

Variable Voltage Inverter

Berdasar Tipe Motor : VSD untuk motor induksi dan motor sinkron

22

3/6/2011

Sistem Inverter dengan PWM

Sistem Inverter dengan PWM


Tegangan DC konstan. Tidak diperlukan kontroler oleh penyearah. Inverter dikontrol oleh Teknik PWM (pulse width modulation). Arus output gelombangnya sinusoidal. Tegangan dan frekuensi outputnya dikontrol oleh inverter. Hanya DC Kapacitor yang digunakan sebagai filter DC link.

23

3/6/2011

Sistem Inverter dengan PWM


Feedback section Preamplifier section Null detector section Pulse shaper section Sawtooth generator section

Sistem Inverter dengan Sumber Arus

24

3/6/2011

Sistem Inverter dengan Sumber Arus


Arus DC link dikontrol oleh rectifier. Arus output inverter bersifat quasi square-wave. Arus output current dikontrol oleh inverter. Magnitude arus output dikontrol oleh rectifier. Hanya inductor yang digunakan untuk filter DC link.

25