Anda di halaman 1dari 1

BERAT TOTAL

MAKSIMUM (ton)
2,0

UE 18 KSAL
MAKSIMUM

BEBAN MUATAN
MAKSIMUM (ton)
0,5

UE 18 KSAL
KOSONG

BERAT KOSONG
(ton)

KONFIGURASI
SUMBU & TIPE

1,5

RODA TUNGGAL
PADA UJUNG SUMBU

0,0001

0,0005

RODA GANDA PADA


UJUNG SUMBU

1,1
HP

50%
34%

1,2
BUS

0,0037

0,3006
34%

1,2L
TRUK

2,3

8,3

0,0013

34%

4,2

14

18,2

0,0143

25%

20

25

0,0044

18%

6,4

25

31,4

0,0085

18%

6,2

20

26,2

0,0192

41%

18% 28%

10

32

42

0,0327

27% 27%

41%

6,1179

1,2-2,2
TRAILER

28%

3,9083

1,2-2
TRAILER

75%

2,7416

1,2+2,2
TRAILER

66%

5,0264

1,22
TRUK

66%

0,2174

1,2H
TRUK

50%
66%

10,183

54%
27% 27%

(Sumber : Manual Perkerasan Jalan dengan alat Benkelman beam No. 01/MN/BM/83).

Gambar Distribusi Pembebanan Pada Masing-Masing Roda Kendaraan.


DF = f(P/Po)4 Po = 8,16 ton.
DF = Damage Factor (factor kerusan akibat beban sumbu)
f = adalah factor sumbu.
f = 1 untuk sumbu tunggal.
f = 0.86 untuk sumbu ganda.
Contoh: Truk 1.22 dengan beban 25 ton.
Sumbu depan
= 0.25x25t = 6,25t DF = 1x(6,25/8,16)4 = 0,3442
Sumbu belakang
= 0,75x25t =18,75t DF = 0,086x(18,75/8,16)4 = 2,3974
Total DF = DF sumbu depan + DF sumbu belakang = 0,3442+2,3974=2,7416