Anda di halaman 1dari 6

Presented by : www.m-darajat.blogspot.

com
Perencanaan Desain Lintasan Pemboran Berarah Bertipe Slant Type
Didalam merencanakan suatu pemboran berarah dikenal dua metode yaitu :
1. Metode Tangential
Dari Gambar 1 di bawah setelah kick off point ditentukan, Build up
Section dibuat dengan mengubah sudut kemiringan sampai dicapai sudut
maksimum yang diinginkan. Tangent section dibuat dengan mempertahankan
sudut maksimum sampai kedalaman tertentu. Sedangkan drop section dibuat
dengan mengembalikan sudut maksimum ke 0
0
dan kembali seperti vertikal.
Perencanaan dengan metode ini, dianggap bahwa interval-interval lubang
berupa garis patah-patah (lurus untuk masing-masing interval) baik untuk
build up section maupun drop section. Dengan kata lain, dianggap bahwa
setiap interval yang diambil mempunyai sudut kemiringan yang sama pada
awal maupun pada akhir interval. Biasanya interval yang digunakan adalah
tiap per 100 ft MD.
GAMBAR 1
PENAMPANG VERTIKAL DAN PENAMPANG HORIZONTAL
Presented by : www.m-darajat.blogspot.com
Garis lengkung MD dianggap sebagai garis lurus. Sedangkan untuk
menghitung perubahan kedalaman vertikal dan perubahan perpindahan secara
horizontal dapat dihitung dengan persamaan :
TVD = MD cos (1)
H = MD sin (2)
dimana :
MD = Measured Depth dengan interval tertentu (ft)
H = Penyimpangan Horizontal pada interval tertentu (ft)
TVD = Kedalaman tegak pada suatu interval tertentu (ft)
= Perubahan sudut kemiringan pada interval tertentu (ft)
2. Metode Radius of Curvature
Build-Hold Trajectory dapat direncanakan dengan melihat gambar 2.
berikut ini adalah formula-formula untuk menentukan nilai dari setiap
parameter trajectory.
Radius of curvature, r
1
, adalah
BUR
r
2
360
0
1
= ..(3)
Sudut kemiringan maksimum diperoleh dari :
, ) { ; + O + = 90 90
0
.(4)
atau
O = ..(5)
Presented by : www.m-darajat.blogspot.com
Dengan memperhatikan segitiga OAB, maka :
1 3
3 1
D D
X r
AO
BA
Tan

= = ..(6)
GAMBAR 21
TIPE BUIL-HOLD TRAJECTORY
Sudut dapat diperoleh dengan memperhatikan segitiga OBC, dimana :
OB
r
Sin
1
= O ...(7)
Presented by : www.m-darajat.blogspot.com
dan
2
1 3
2
3 1
) ( ) ( D D X r L
OB
+ = .(8)
Dengan mensubtitusikan persamaan (3.22) ke persamaan (3.21) diperoleh :
2
1 3
2
3 1
1
) ( ) ( D D X r
r
Sin
+
= O .....(9)
Sudut kemiringan maksimum , untuk build and hold dimana X
3
< r
1
|
|
.
|

+
=
1 3
3 1
2
1 3
2
3 1
1
max
tan
) ( ) (
sin
D D
X r
arc
D D X r
r
arc ...(10)
Jika X
3
> r
1
maka untuk mencari inklinasi maksimum persamaannya menjadi :
|
|
.
|

+
+
=
1 3
3 1
2
1 3
2
3 1
1
max
tan
) ( ) (
sin
D D
X r
arc
D D X r
r
arc ...(11)
Panjang Section DC adalah :

=
1
180
r L
DC
.....(12)
atau
q
L
DC

= .....(13)
Panjang Lintasan CB dengan inklinasi yang konstan, dapat diturunkan dari
segitiga BCO.
CB CB
L
r
L
CO
Tan
1
= = O .....(14)
Presented by : www.m-darajat.blogspot.com
max
1 3 1
tan Cos
D D r
L
CB

=
O
= ...(15)
Total kedalaman terukur (measured depth), DM untuk TVD dari D3 adalah :
CB DC M
L L D D + + =
1
....(16)
Dimana D
M
sama dengan jarak vertikal ke kick off point ditambah dengan
panjang build section ditambah lagi dengan panjang tangent section.
Jarak horizontal EC (X
2
) pada akhir build dpat diturunkan dengan
mempertimbangkan segitiga DOC dimana :
Cos r r X
1 1 2
= ....(17)
TVD pada akhir bagian Build up adalah D
2
, dimana dapat diturunkan dengan
mempertimbangkan segitiga DOC yaitu :
'
1 1 2
Sin r D D + = .....(18)
sedangkan measured depth pada akhir setiap kedalaman build up D
MN

adalah :
q
D D
MN

+ =
1
...(19)
Kedalaman sebenarnya atau TVD pada D dapat diperoleh dari segitiga PPC
:
CP
q
D D
MP
+ + =

1
..(20)
Dimana DMP adalah measured depth pada TVD D
Presented by : www.m-darajat.blogspot.com
Cos
CP
CP
'
= ...(21)
dan
2
' ' D D CP = .....(22)
Persamaan 3.36 dapat juga digunakan dalm persamaan untuk menghitung
kedalaman sebenarnya dengan membuat D = D
3
Horizontal Departure pada point P adalah :
' '
2
PP X X + = ...(23)
Dimana
tan ' ' CP PP = ...(24)