Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK

Tn.T DI DESA KLINGGAN DENGAN PENYAKIT DIABETES


MELITUS
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Gerontik
Dosen Pembimbing :Lestyani, S.Kep.,Ns.,M.Kep

Disusun oleh :
Kharisma Ismi S (20012)

AKADEMI KEPERAWATAN YAPPI SRAGEN


2022
FORMAT PENGKAJIAN GERONTIK

I. PENGKAJIAN
A. Identitas Klien
Nama : Tn. T
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 52 Tahun
Status Pekerjaan : Petani
Agama : Islam
Pendidikan Terakhir : SD
Alamat : Klinggan, Jabung, Plupuh
Tanggal Pengkajian : 11 Agustus 2022
Diagnosa Medis :-
B. Keluarga atau orang lain yang penting / dekat yang dapat dihubungi
Nama : Ny. S
Alamat : Klinggan, Jabung, Plupuh
No. Telepon :-
Hubungan dengan klien : Istri
C. Alasan Masuk :-
D. Riwayat Kesehatan
1. Riwayat Kesehatan Sekarang :
 Tn.T mengatakan merasa pusing cekot - cekot saat tekanan darah tinggi, skala nyeri 2,
nyeri terus menerus. Pasien mengatakan punya riwayat penyakit diabetes mellitus,
dan pasien tampak gelisah karena pada waktu cek gula darah saat puasa hasilnya
tinggi yaitu 129 mg/dL. Pasien mengatakan cemas dan bingung apakah penyakitnya
bahaya dan bisa mematikan, apakah penyakitnya bisa disembuhkan, dan pasien
nampak pucat. Pasien mengatakan kakinya terkena benda asing sehingga terjadi luka.
Kaki pasien tampak ada luka dan ada nanahnya, tampak kemerahan. Kaki pasien
tampak ada bekas jahitan. Pasien tampak memakai kaos kaki. Kaki pasien tampak
terlihat ada luka, pasien mengatakan membaluri lukanya dengan minyak goreng dan
bawang merah. Pasien mengatakan luka dikakinya langsung dikerubungi lalat saat
lukanya tidak ditutup. Pasien mengatakan tidak bisa tidur malam dengan nyenyak.
2. Riwayat Kesehatan Dahulu :
Pasien mengatakan pernah dirawat di rumah sakit pada tahun 2020 dan tahun 2021
karena penyakit Diabetes Mellitus
3. Riwayat Kesehatan Keluarga :
Pasien mengatakan ada riwayat penyakit keluarga yaitu Diabetes Melitus. Ibu pasien
yang menderita Diabetes Melitus.
E. Pola Kebiasaan Sehari – Hari :
1. Nutrisi
Frekuensi Makan : Makan 3 kali sehari, 1 porsi habis
Nafsu Makan : Nafsu makan bagus.
Jenis Makanan : Makanan yang rendah gula seperti jagung, ubi
jalar, oat, yogurt, dll.
Kebiasaan Sebelum Makan : Berdoa sebelum makan.
Makanan Yang Tidak Disukai : Tidak ada
Alergi Terhadap Makanan : Tidak ada
Pantangan Makanan : Makanan tinggi gula, tinggi lemak, seperti
durian, santan, gorengan, daging merah, dll
Keluhan : Tidak ada
2. Eliminasi
a. BAK
Frekuensi dan Waktu : Sehari 7 kali, biasanya terbangun 1
kali saat malam untuk BAK.
Warna : Kuning jernih.
Bau : Aroma manis.
Kebiasaan BAK pada malam hari : Biasanya terbangun 1 kali saat malam
untuk BAK. Tapi saat gula darahnya
tinggi, sering terbangun untuk BAK
sekitar 4 kali.
Kesulitan : Tidak ada kesulitan.
b. BAB
Frekuensi dan Waktu : 2 hari 1 kali di pagi hari.
Kebiasaan BAB pada malam hari : Tidak ada.
Keluhan : Tidak ada.
c. Personal Higine
Mandi : Sehari 2 kali.
Oral Higieny : Gigi ada karangnya dan mulut
bersih. Sehari 2x gosok gigi.
Cuci Rambut : Seminggu 1 kali cuci rambut.
Kuku Dan Tangan : Kuku kotor.
d. Istirahat dan Tidur
Lama Tidur Malam : Tidur sekitar 2 jam. Sering
terbangun karena BAK.
Tidur siang : Tidak biasa tidur siang
Keluhan : Sering terbangun untuk BAK.
e. Kebiasaan Mengisi Waktu Luang
Olahraga : Jalan jalan setiap habis subuh.
Tidur Siang : Tidak biasa tidur siang.
Berkebun / memasak :-
f. Kebiasan Yang Mempengaruhi Kesehatan : kadar gula darah tinggi
g. Uraian Kronologis Kegiatan Sehari-hari
No. Jenis Kegiatan Lama (Waktu)
1 Jalan-jalan 05.00 – 06.00 WIB
2 Bersantai di teras 06.00 – 07.00 WIB
3 Sarapan 07.00 – 07.15 WIB
4 Mandi 07.15 – 07.45 WIB
5 Bersantai di teras 07.45 – 12.00 WIB
9 Sholat 12.00 – 12. 30 WIB
10 Makan siang 12.30 – 13.00 WIB
11 Bersantai, kadang main di rumah 13.00 – 15.00 WIB
tetangga
13 Mandi 15.00 – 15.15 WIB
14 Makan sore, sholat 15.25 – 15.45 WIB
15 Bersantai 16.00 – 17.00 WIB
16 Sholat maghrib 18.00 – 18.15 WIB
17 Menonton TV 18. 15 – 18.45 WIB
18 Sholat Isya 18.45 – 19.00 WIB
19 Menonton TV 19.00 – 21.00 WIB
20 Tidur 21.00 – 05.00 WIB

h. Status Kesehatan
1. Status Kesehatan Saat ini
a. Keluhan Utama dalam 2 tahun Terakhir : Gula darah tinggi.
b. Gejala yang dirasakan : Pusing, badan terasa sakit
semua, sering haus, sering lapar, sering BAK.
c. Timbulnya Keluhan : Saat gula darah tinggi pasien
merasa lemas, badan sakit semua.
d. Upaya Mengatasi : Menjaga pola makan, dan
teratur minum obat.
2. Riwayat Kesehatan Masa Lalu
a. Penyakit yang pernah diderita : Diabetes Mellitus
b. Riwayat alergi :-
c. Riwayat kecelakaan :-
d. Riwayat dirawat dirumah sakit : Pernah dirawat dirumah sakit
dan dirawat 9 hari.
e. Riwayat pemakaian obat : Memakai salep gentamicin dan
obat Lisinopril.
3. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan Umum ( TTV)
TD : 130/60 mmHg
Nadi : 86
RR : 26 x/menit
S : 36,4 ℃
GDS : 129 mg/dl

b. Head to toe
1. BB / TB : 56 kg / 170 cm
2. Rambut : Rambut beruban, tidak bau, rambut
lurus, tidak berketombe.
3. Mata : Penglihatan agak sedikit kabur,
ukuran pupil normal, isokor, bentuk
simetris, konjungtiva ananemis, tidak
memakai kaca mata.
4. Telinga : Bentuk normal, pendengaran normal,
ukuran simetris, dan bersih.
5. Mulut, gigi, dan bibir : Tidak bau mulut, tidak ada stomatitis,
gigi ada karangnya, lidah bersih, warna
lidah pink, bibir normal.
6. Paru - paru :
Inspeksi : Simetris, tidak ada jejas.
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan, vocal fremitus normal.
Perkusi : Sonor.
Auskultasi : Vesikuler.
7. Jantung :
Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak.
Palpasi : Ictus cordis kuat angkat teraba di ICS 5.
Perkusi : Tidak ada pelebaran pada batas jantung, suara
pekak.
Auskultasi : Suara lup dup
8. Abdomen
Inspeksi : Simetris, tidak ada jejas.
Auskultasi : Bising usus jumlahnya 9 x/menit.
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan tiap kuadran.
Perkusi : Tympani.
9. Kulit : Ada luka DM di kaki kanan, dan ada jahitan
bekas amputasi di kaki kanan, ada bekas luka di kaki kiri.
10. Ekstermitas
Ekstremitas atas : kedua tangan skala kekuatan otot 5, karena mampu
menggerakkan persendian dalam lingkup gerak penuh, mampu melawan gaya
gravitasi, mampu melawan dengan tahanan penuh.
Ekstremitas bawah: Kedua kaki skala kekuatan otot 5, karena mampu
menggerakkan persendian dalam lingkup gerak penuh, mampu melawan gaya
gravitasi, mampu melawan dengan tahanan penuh. Ada luka dan bekas post op
amputasi di kaki sebelah kanan. Ada bekas luka di kaki kiri.

4. Hasil Pengkajian Khusus


a. Masalah Kesehatan Kronis : Tidak
b. Status Fungsional : Pasien masih bisa beraktivitas normal secara
mandiri.
c. Status Psikologis : Pasien merasa cemas dan selalu bertanya
apakah penyakitnya mematikan, apakah penyakitnya bisa sembuh.
d. Dukungan Keluarga : Pasien tinggal dengan istri dan anaknya, saat
sakit selalu diantar ke dokter oleh keluarga. Dan selalu diberi nasehat untuk
menjaga pola makan oleh keluarga dan tetangganya.
5. Lingkungan Tempat Tinggal
a. Kebersihan dan kerapian ruangan : Lingkungan tempat tinggal pasien
bersih dan rapi, tersedia pembuangan sampah akhir di belakang rumah
kemudian dibakar.
b. Penerapan dan sirkulasi udara : Rumah pasien terdapat ventilasi yang
cukup bagus.
c. Keadaan kamar mandi dan WC : Kamar mandi bersih, menggunakan
WC leher angsa.
d. Pembuangan air kotor : Melalui selokan di belakang rumah.
e. Sumber air minum : Air minum dari air gallon.
f. Pembuangan sampah : Pembuangan sampah di depan rumah,
yang selalu dibakar setiap 3 hari sekali.
g. Sumber pencemaran : Tidak ada sumber pencemaran.
h. Penataan halaman : Halaman bersih dan selalu dibersihkan
setiap hari.
i. Privasi : Pasien menjaga privasi dengan baik.
j. Resiko injuri : Ada resiko injuri terutama di bagian
kaki.
k. Indek Kartz :A

6. Masalah Kesehatan Kronis :


No. Keluhan Kesehatan atau Gejala yang dirasakan klien dalam 3
bulan terakhir ( Nilai 0/1/2/3)
A. Fungsi penglihatan
1. Penglihatan Kabur 1
2. Mata Berair 0
3. Nyeri pada Mata 0
B. Fungsi Pendengaran
4. Pendengaran Berkurang 0
5. Telingan Berdenging 0
C. Fungsi Paru ( Pernafasan)
6. Batuk lama disertai keringat 0
pada malam
7. Sesak nafas 0
8. Berdahak / sputum 0
D. Fungsi Jantung
9. Jantung berdebar-debar 0
10. Cepat lelah 2
11. Nyeri dada 0
E. Fungsi Pencernaan
12. Mual / muntah 0
13. Nyeri ulu hati 0
14. Makan / minum banyak 2
(berlebihan )
15. Perubahan kebiasaan buang air 0
besar ( mencret / sembelit)
F. Fungsi Pergerakan
16. Nyeri kaki saat berjalan 0
17. Nyeri pingang atau tulang 0
belakang
18. Nyeri persendiaan atau bengkak 0
G. Fungsi Persarafan
19. Lumpuh atau kelemahan pada 0
kaki dan tangan
20. Kehilangan rasa 0
21. Gemetar / tremor 0
22. Nyeri / pegal pada daerah 0
Tekuk
H. Fungsi Saluran Perkemihan
23. Buang air kecil banyak 2
24. Sering buang air kecil 2
25. Pengeluaran air kemih 0
(ngompol)
Total nilai 9

Ket :
Selalu( 3)
Sering( 2)
Jarang( 1 )
Tidak Pernah( 0 )

ANALISA
Skor
- ≤ 25 tidak ada masalah kesehatan kronis s/d masalah
kesehatan kronis ringan
- 26 – 50 masalah kesehatan kronis sedang
- ≥ 51 masalah kesehatan kronis berat
Kesimpulan : jadi pasien tidak ada masalah kesehatan kronis s/d masalah kesehatan kronis
ringan.

7. Fungsi Fungsional
No. Aktivitas Nilai
1. Mandi dikamar mandi ( mengosok, membersihkan, dan 1
mengeringkan badan)
2. Menyiapkan pakaian, membuka dan mengenakan 1
3. Memakan makanan yang telah disiapkan 1
4. Memelihara kebersihan diri untuk penampilan diri ( menyisir 1
rambut, mencuci rambut, mengosok gigi)
5. Buang air besar di WC (membersihkan dan mengeringkan 1
daerah bokong )
6. Dapat mengontrol pembuangan feses (tinja) 1
7. Buang air kecil dikamar mandi (membersihkan dan 1
mengeringkan daerah kemaluan.
8. Dapat mengontrol pengeluaran air kemih. 1
9. Berjalan dilingkungan tempat tinggal atau keluar ruangan 0
tanpa alat bantu seperti tongkat
10. Menjalankan ibadah sesuai kepercayaan yang dianut 1
11. Melakukan pekerjaan rumah, seperti merapikan tempat tidur, 0
mencuci pakaian, memasak dan membersihkan ruangan
12. Berbelanja untuk kebutuhan sehari hari dan kebutuhan 0
keluarga
13. Mengelola keuangan ( menyiapkan dan menggunakan uang 1
sendiri )
14. Menggunakan sarana transfortasi umum untuk berpergian 0
15. Menyiapkan obat dan meminum obat sesuai aturan 1
16. Merencanakan dan mengambil keputusan untuk kepentingan 1
keluarga dalam penggunaan uang, aktivitas social yang
dilakukan dan
kebutuhan akan pelayanan kesehatan
17. Melakukan aktivitas diwaktu luang (kegiatan keagamaan, 1
social, rekreasi, olahraga, dan menyalurkan hobi)
Total nilai 13
Ket :
Mandiri ( nilai 1)
Tergantung ( 0)

Analisa Hasil
Point : 13 – 17 Mandiri
Point : 0- 12 ketergantungan
Kesimpulan: Jadi kesimpulannya pasien mandiri

8. Status Psikologis

No. Apakah bapak dalam satu minggu terakhir Jawaban (Nilai_


1. Merasa puas dengan kehidupan yang dijalani Ya = (0)

2. Banyak meninggalkan kesenangan /minat dalam Ya =(0)


aktivitas Anda
3. Merasa bahwa kehidupan Anda hampa Tidak =(0)
4. Sering merasa bosang Ya =(0)
5. Penuh Pengharapan akan masah depan Ya = (0)

6. Mempunyai semangat yang baik setiap waktu Ya = (0)

7. Diganggu oleh pikiran yang tidak dapat di Tidak =(0)


ungkapkan
8. Merasa bahagia disebagian besar waktu Ya = (0)

9. Merasa takut sesuatu terjadi pada Anda Ya=(1)

10. Sering kali merasa tidak berdaya Ya=(1)

11. Sering merasa gelisah dan gugup Ya=(1)

12. Memilih tinggal dirumah dari pada pergi Tidak =(0)


melakukan sesuatu yang bemanfaat
13. Sering kali merasa khawatir akan masa depan Tidak =(0)
14. Merasa mempunyai lebih banyak masalah dengan Tidak =(0)
daya ingat dibandingkan orang lain
15. Berfikir bahwa hidup ini sangat menyenangkan Ya = (0)
sekarang
16. Sering kali merasa merana Tidak =(0)
17. Merasa kurang bahagia Tidak =(0)
18. Sangat khawatir terhadap masa lalu Tidak =(0)
19. Merasakan bahwa hidup ini sangat mengairahkan Ya=(0)

20. Merasa berat untuk memulai sesuatu hal yang Tidak =(0)
baru
21. Merasa dalam keadaan penuh semangat Ya=(0)

22. Berfikir bahwa kehidupan anda tidak ada harapan Tidak =(0)
23. Berfikir bahwa banyak orang yang lebih baik dari Ya = (1)
pada Anda
24. Sering kali menjadi kesal dengan hal yang sepele Tidak =(0)
25. Sering kali merasa ingin menangis Tidak =(0)
26. Merasa sulit untuk berkonsentrasi Tidak =(0)
27. Menikmati tidur Tidak=(1)

28. Memilih menghindar dari perkumpulan Sosial Tidak =(0)


29. Mudah mengambil keputusan Ya = (0)
30. Mempunyai pikiran yang jernih Ya = (0)

Total 5
*Pilih salah satu jawaban pasien
Analisa Hasil
Ternganggu : nilai 1
Normal : nilai 0

Total Nilai :
16 – 30= Depresi Berat
6 – 15= Depresi ringan sampai sedang
0 – 5 = Normal
Kesimpulan: Jadi kesimpulannya pasien normal.
DATA FOKUS
Ds :
 p/ mengatakan merasa pusing cekot-cekot saat tekanan darahnya tinggi
 p/ mengatakan kakinya terkena benda sehingga terjadi luka di kaki
 p/ mengatakan memberi baluran minyak goreng dan bawang merah
 P : saat tekanan darah tinggi
Q : nyeri terasa cekot - cekot
R: nyeri dibagian kepala
S : skala 2
T : nyeri terus menerus
Do :
 Pasien tampak pucat
 Kaki pasien tampak ada luka dan ada nanahnya, tampak kemerahan pada luka
 Kaki pasien tampak ada bekas jahitan
 Pasien tampak memakai kaos kaki
 TD : 130/60 mmHg
Nadi : 86 x/menit
RR : 26 x/menit
S : 36,4 ° C
GDS : 129 mg/dl
II. DIAGNOSA KEPERAWATAN
TGL/ DATA PENDUKUNG ETIOLOGI MASALAH
HARI (Data Subyektif & Obyektif) (PROBLEM)
23 Ds : Agen cedera Nyeri akut
Mei  P : saat tekanan darah biologis
2022 tinggi
Q : nyeri terasa cekot -
cekot
R: nyeri dibagian kepala
S : skala 2
T : nyeri terus menerus
 p/ mengatakan pusing
Do :
 Klien tampak pucat
 TD : 130/60 mmHg
Nadi : 86 x/menit
RR : 26 x/menit
S : 36,4 ° C
GDS : 129 mg/dl
Dx : Nyeri b/d agen cedera
biologis
23 Ds : Kurang Resiko Infeksi
Mei  p/ mengatakan memberi pengetahuan untuk
2022 baluran minyak goreng menghindari
dan bawang merah pada pemajanan patogen
lukanya
 p/ mengatakan luka
dikakinya langsung
dikerubungi lalat saat
lukanya tidak ditutup
Do :
 Kaki pasien tampak ada
luka dan ada nanahnya,
tampak kemerahan pada
luka
 Kaki pasien tampak ada
bekas jahitan
 Pasien tampak memakai
kaos kaki
Dx : Resiko Infeksi b/d Kurang
pengetahuan untuk
menghindari pemajanan
patogen
III. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
TGL NO PERENCANAAN
DX TUJUAN & KH INTERVENSI
11 1 NOC: Tingkat nyeri ( Hal 654) NIC: Manajemenn nyeri : Akut ( Hal
Agustus 180)
2022 Tujuan: Intervensi:
Setelah dilakukan asuhan keperawatan 1. Lakukan pengkajian nyeri
2 x 24 jam memperoleh tingkat nyeri komprehensif yang meliputi
dengan tujuan nyeri berkurang lokasi, karakteristik, onset/durasi,
frekuensi dan kualitas,intensitas
serta apa yang mengutrangi nyeri
Kriteria Hasil: dan factor yang memicu
1. Nyeri yang dilaporkan 2. Lakukan intervensi
berkurang dari skala 2 menjadi nonfarmakologi tarik nafas dalam
skala 1 untuk penyebab nyeri dan apa
2. Tidak ada ekspresi nyeri wajah yang diinginkan pasien, dengan
tepat.
3. Tanyakan pasien terkait dengan
tingkat nyeri yang tetap nyaman
dan fungsi yang usaha untuk
menjaga nyeri pada level lebih
rendah daripada nyeri yang
teridentifikasi

11 2 NOC: Kontrol Risiko: Proses infeksi NIC : Kontrol Infeksi (Hal : 127)
Agustus (300)
2022 Intervensi :
Tujuan: 1. Lakukan tindakan pencegahan
Setelah dilakukan asuhan keperawatan yang bersifat universal.
2 x 24 jam memperoleh tingkat nyeri 2. Pastikan teknik perawatan luka
dengan tujuan ansietas berkurang yang tepat.
3. Ajarkan pasien dan anggota
keluarga mengenai bagaimana
Kriteria Hasil: menghindari infeksi.
1. Mempraktikkan strategi untuk
mengontrol infeksi.
2. Melakukan tindakan segera
untuk mengurangi risiko.
3. Menggunakan fasilitas
kesehatan yang sesuai dengan
kebutuhan.
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Tangga NO TINDAKAN RESPON PARAF
l Waktu DX KEPERAWATAN TERHADAP
TINDAKAN
Kamis, 1 - Melakukan S: Pasien Kharisma
11 pengkajian nyeri mengatakan
Agustus komprehensif yang pusing.
2022 meliputi lokasi, P : saat tekanan
12.15 – karakteristik, darah tinggi
12. 20 onset/durasi, Q : nyeri terasa
WIB frekuensi dan cekot - cekot
kualitas,intensitas R: nyeri
serta apa yang dibagian kepala
mengutrangi nyeri S : skala 2
dan factor yang T : nyeri terus
memicu menerus
O: Pasien
tampak pucat
dan menyeringai
TD: 130/60
mm/Hg

12.20 – 1 - Melakukan intervensi S: Pasien Kharisma


12. 30 nonfarmakologi tarik mengatakan mau
WIB nafas dalam untuk diajari teknik
penyebab nyeri dan relaksasi nafas
apa yang diinginkan dalam
pasien, dengan tepat. O: Pasien
tampak
kooperatif
12. 30- 1 - Bertanya pada pasien S: Pasien Kharisma
12.35 terkait dengan tingkat mengatakan
WIB nyeri yang tetap memilih tidur
nyaman dan usaha saat nyeri agar
untuk menjaga nyeri merasa nyaman
pada level lebih O: Pasien
rendah daripada nyeri tampak sedang
yang teridentifikasi menjelaskan

12.35- 2 - Melakukan tindakan S: Pasien Kharisma


12.45 pencegahan yang mengatakan
bersifat universal selalu memakai
dengan cara memberi kaos kaki, dan
penkes pada pasien rutin mengganti
untuk menjaga kaos kakinya
lukanya agar bersih tapi belum rutin
dan terhindar dari membersihkan
lalat, serta selalu lukanya
memakai pengaman O: Pasien
kaki. tampak
menggunakan
kaos kaki untuk
menutupi
lukanya

12.45 – 2 - Memastikan teknik S: Pasien Kharisma


12.55 perawatan luka yang mengatakan
WIB tepat dengan cara membersihkan
mengajarkan lukanya dengan
perawatan luka sesuai NaCl tapi tidak
SOP dan rutin dan pasien
menyarankan rutin mengatakan
cek ke puskesmas tidak rutin cek
ke puskesmas
O: Tampak botol
NaCl disamping
tempat tidur
pasien.
12.55- 2 - Mengajarkan pasien S:Pasien Kharisma
13.00 dan anggota keluarga mengatakan mau
WIB mengenai bagaimana diajari cara
menghindari infeksi menghindari
dengan cara infeksi
membersihkan luka O: Tampak luka
dan memakai yang sedikit
pengaman kaki merah di kaki
pasien.
Rabu, 1 - Melakukan S: Pasien Kharisma
17 pengkajian nyeri mengatakan
Agustus komprehensif yang agak tidak
2022 meliputi lokasi, pusing.
14.00- karakteristik, P : saat tekanan
14.05 onset/durasi, darah tinggi
frekuensi dan Q : nyeri terasa
kualitas,intensitas cekot - cekot
serta apa yang R: nyeri
mengutrangi nyeri dibagian kepala
dan factor yang S : skala 1
memicu. T : nyeri terus
menerus
O: Pasien sudah
tidak tampak
pucat dan
menyeringai
TD: 120/40
mm/Hg

14.05- 1 - Melakukan intervensi S: Pasien Kharisma


nonfarmakologi tarik mengatakan
14.15
WIB nafas dalam untuk setelah diajari
penyebab nyeri dan relaksasi nafas
apa yang diinginkan dalam nyerinya
pasien, dengan tepat. sangat
berkurang.
O: Pasien
tampak nyaman.
14.15- 1 - Bertanya pada pasien S: Pasien Kharisma
14.20 terkait dengan tingkat mengatakan
WIB nyeri yang tetap dirinya
nyaman dan usaha mempraktekkan
untuk menjaga nyeri relaksasi nafas
pada level lebih dalam yang
rendah daripada nyeri sudah diajarkan
yang teridentifikasi agar merasa
- nyaman
O: Pasien
tampak sedang
menjelaskan apa
yang dilakukan
14.20- 2 - Melakukan tindakan S: Pasien Kharisma
14.27 pencegahan yang mengatakan
WIB bersifat universal selalu memakai
dengan cara memberi kaos kaki, dan
penkes pada pasien rutin mengganti
untuk menjaga kaos kakinya
lukanya agar bersih dan sudah mulai
dan terhindar dari rutin
lalat, serta selalu membersihkan
memakai pengaman luka
kaki. O: Pasien
tampak
menggunakan
kaos kaki untuk
menutupi
lukanya

14.27- 2 - Memastikan teknik S: Pasien Kharisma


14.40 perawatan luka yang mengatakan
WIB tepat dengan cara setelah
mengajarkan dilakukan
perawatan luka sesuai perawatan luka
SOP dan sesuai SOP,
menyarankan rutin lukanya semakin
cek ke puskesmas kering dan
mengecil. Pasien
mengatakan
belum rutin cek
ke puskesmas
karena tidak ada
yang mengantar.
O: Luka pasien
tampak bersih
dan mulai pulih.
14.40- 2 - Mengajarkan pasien S:Pasien Kharisma
14.50 dan anggota keluarga mengatakan
WIB mengenai bagaimana lukanya sedikit
menghindari infeksi pulih
dengan cara O: Tampak luka
membersihkan luka yang bersih.
dan memakai
pengaman kaki

EVALUASI KEPERAWATAN

TANGGAL DX Keperawatan EVALUASI PARAF


Kamis, 11 Agustus Nyeri berhubungan S: Pasien Kharisma
mengatakan pusing.
2022 dengan agen cedera
P : saat tekanan
biologis darah tinggi
Q : nyeri terasa
cekot - cekot
R: nyeri dibagian
kepala
S : skala 2
T : nyeri terus
menerus
O: Pasien tampak
pucat dan
menyeringai
TD: 130/60 mm/Hg
A: Masalah belum
teratasi
P: Lanjutkan
intervensi

Resiko Infeksi S: Pasien Kharisma


mengatakan
berhubungan dengan
membersihkan
kurang pengetahuan lukanya dengan
NaCl tapi tidak rutin
untuk menghindari
dan pasien
pemajanan patogen mengatakan tidak
rutin cek ke
puskesmas
O: Tampak botol
NaCl disamping
tempat tidur pasien
A: Masalah belum
teratasi
P: Lanjutkan
intervensi

Rabu, 17 Agustus Nyeri berhubungan S: Pasien Kharisma


mengatakan agak
2022 dengan agen cedera
tidak pusing.
biologis P : saat tekanan
darah tinggi
Q : nyeri terasa
cekot - cekot
R: nyeri dibagian
kepala
S : skala 1
T : nyeri terus
menerus
O: Pasien sudah
tidak tampak pucat
dan menyeringai.
TD: 120/40 mm/Hg
A: Masalah teratasi
P: Hentikan
intervensi
Resiko Infeksi S: Pasien Kharisma
mengatakan setelah
berhubungan dengan
dilakukan perawatan
kurang pengetahuan luka sesuai SOP,
lukanya semakin
untuk menghindari
kering dan mengecil.
pemajanan patogen Pasien mengatakan
belum rutin cek ke
puskesmas karena
tidak ada yang
mengantar.
O: Luka pasien
tampak bersih dan
mulai pulih.
A: Masalah teratasi
sebagian
P: Lanjutkan
intervensi

Anda mungkin juga menyukai