Anda di halaman 1dari 2

Nama : Yusuf Muflikh R. NIM : K1210064 Kelas : A IMPLEMENTASI IMAN DAN TAQWA A.

Pengertian Pengertian implementasi iman dan taqwa yakni berasal dari kata implementasi diikuti iman dan taqwa itu sendiri. Implementasi disini berarti pengaplikasian. Jadi, dapat disimpulkan bahwa implementasi iman dan taqwa berarti pengaplikasian iman dan taqwa. B. Problematika Kehidupan Saat ini telah banyak timbul kekacauan-kekacauan di bumi ini. Hal ini disebabkan oleh semakin berkurangnya tingkat keimanan dan ketaqwaan manusia kepada Allah SWT. Banyak sekali kejadian dan contoh-contoh akibat dari semakin menipisnya iman dan ketaqwaan itu. Dengan semakin berkembangnya zaman, banyak dampak positif yang dapat kita ambil tetapi cukup banyak pula dampak negatif yang ditimbulkan. Dampak-dampak negatif tersebut ada yang sudah kita sadari namun banyak pula yang tidak kita sadari. Dampak-dampak negatif itu dapat terjadi karena landasan kehidupan sekaligus tuntunan dan tujuan kehidupan dari manusia mulai goyah dan lama-kelamaan landasan itu akan mulai hancur. Bila hal itu terjadi, maka kehidupan manusia akan hancur. Manusia akan bertindak dengan hanya mengandalkan hawa nafsu tanpa melibatkan akal dan pikiran. Mereka akan bertindak semau mereka sendiri dan akan mengejar nikmat duniawi tanpa memperdulikan nilai-nilai dan norma-norma agama serta pendidikan. Berikut ini merupakan simpulan permasalahan masyarakat kita dalam kehidupan yang sekarang: 1. Agama dipandang sebagai sesuatu yang terpisah dengan pengaturan kehidupan (sekularisme) sehingga agama (Islam) tidak lagi berperan sebagai pengendali motivasi manusia (driving integrating motive) atau factor pendorong (unifying factor). 2. Kepribadian peserta didik mengalami keguncangan citra diri (disturbance of self image) dan kepribadian yang pecah (spli personality) sehingga tidak memiliki kepribadian yang Islami (Asy Syakhshiyyah Al Islamiyyah). 3. Pola hidup masyarakat bergeser dari social-religius kearah masyarakat individual materialistis dan sekuler. 4. Pola hidup sederhana dan produktif cenderung kearah pola hidup mewah dan konsumtif. 5. Struktur keluarga yang semula extended family cenderung kea rah nuclear family bahkan menuju single parent family. 6. Hubungan keluarga yang semula erat dan kuat cenderung menjadi longgar dan rapuh. 7. Nilai-nilai agama dan tradisional masyarakat cenderung berubah menjadi masyarakat modern bercorak sekuler dan permissive society. 8. Lembaga perkawinan mulai diragukan dan masyarakat cenderung untuk memilih hidup bersama tanpa nikah. 9. Ambisi kerier dan materi yang tidak terkendali mengganggu hubungan interpersonal baik dalam keluarga maupun masyarakat. 10.Jaminan terhadap kesehatan bagi masyarakat juga semakin jauh. Dengan adanya swastanisasi pada pengelolaan kesehatan berakibat pada mahalnya biaya kesehatan. Sementara fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah tetap tidak mampu memberikan pelayanan kesehatan yang memadai. C. Tantangan Kehidupan 1. Problem utama modernitas : [ dampak negatif penemuan tekhnologi ] Terjadinya pencemaran lingkungan Rusaknya habitat hewan-tumbuhan Munculnya beragam penyakit Penebangan hutan secara liar dan membabi buta 2. Dalam bidang ekonomi : [ Persoalan kapitalisme-Materialisme ] Melahirkan manusia yang konsumtif-materialistik dan eksploitatif Manusia hanya memandang dirinya sebagai mahkluk economicus [ manusia

yang hanya mementingkan dirinya sendiri ] Manusia melupakan dirinya sebagai makhluk homo religious yang sarat dengan kaidah moral Prinsip ekonomi kapitalis telah melahirkan manusia serakah-egois

Salah satu contoh kasus di Indonesia: Demi kepentingan lahan pertanian-perumahan, tidak malu menggunduli hutanmembakarnya. Import mobil dan motor secara besar-besaran tidak pernah memperhitungkan dampak polusi bagi kesehatan. Pelaku ekonomi kecil, adalah menggunakan lahan trotoar sebagai tempat berjualan dengan tidak mempertimbangkan keselamatan pejalan kaki. 3. Dalam bidang moral : [ Paham liberalisme kebebasan berekspresi ] Melalui tekhnologi informasi di ekspose secara besar-besaran meski menabrak batas-batas agama. Globalisasi berwajah westernisasi ( penanaman nilai-nilai Barat dengan melepas nilai-nilai moral agama ) Westernisasi mempunyai kemampuan melindas local culture budaya lokal ) buktinya: Bangsa Indonesia dalam banyak hal selalu berkiblat pada dunia Barat dan menjadikannya sebagai simbol kemajuan

4. Dalam persoalan sekularisme : [ Tarik menarik antara dunia agama ] Urusan dunia dipisahkan dari agama Munculnya split personality ( manusia berkepribadian ganda ), contohnya : pada saat yang sama ia bisa menjadi seorang koruptor, meskipun ia taat beribadah. Peran agama akan semakin kehilangan ruhnya 5. Dalam persoalan keilmuan : [ Munculnya pemikiran positivisme ] Sesuatu dikatakan benar jika; menggunkan tolok ukur kebenaran rasional, empiris, eksperimental dan terukur secara metodologis. Bagaimana hubungan antara agama dan ilmu. D. Risiko Modernisasi

Dewasa ini dunia sedang mengalami proses yang sering disebut orang dengan istilah globalisasi, proses mendunia akibat kemajuan-kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama di bidang telekomunikasi dan transportasi. Globalisasi mengakibatkan orang tidak lagi memandang dirinya sebagai hanya warga suatu negara, melainkan juga sebagai warga masyarakat dunia. Ia tidak lagi menganggap benar nilai-nilai yang selama ini dianut oleh masyarakat kampung, kota, propinsi, atau bangsanya, melainkan mulai membandingkannya dengan nilai-nilai yang dia pelajari dari bangsa lain. Dalam bekerja pun, ia tidak lagi memandang wilayah negaranya sebagai tempat mencari nafkah, melainkan ia meluaskan pandangannya ke seluruh kawasan dunia sebagai lahan tempat ia mencari nafkah.
E. Peran Iman Taqwa Menurut uraian di atas, peran iman dan taqwa ialah sebagai tameng kehidupan umat muslim sedunia dalam menyerap segala sumber menurut perkembangan zaman saat ini.