Analisis Potensi Penerimaan Pajak Reklame Kota Bandung Periode Tahun 2001 - 2007 (Analysis Potential of Advertisement Tax

Income in Bandung Period 2001 - 2007)
Aristanti Widyaningsih *)
Abstract The research is purposed to know the potential of advertisement tax income in Bandung. The research method, descriptive analytical method with calculate the level of region autonomy with collecting financial report 2001 up to 2007 in official bandung region income. The results of the research shows that the potential of the advertisement tax from 2001 up to 2002 under target and realization of advertisement tax income. Whereas, the potential of the advertisement tax from 2003 up to 2007 higher from target and realization of advertisement tax income. The writer also wants to give the recommendation to increase collecting subject and object af advertisement tax so that the potention and the realization advertisement tax income can be known.

Keywords: advertisement

tax , Original region income, Region autonomy

Abstraksi
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui potensi penerimaan pajak reklame dan kontribusi pajak reklame di kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitis dengan mengambil sampellaporan keuangari kota Bandung tanun anggaran 2001-2007 pada dinas pendapatan daerah kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi penerimaan pajak reklame dari tahun 2001 hingga tahun 2002 berada di bawah target dan realisasi penerimaan paj ak reklame. Sedangkan, potensi penerimaan pajak reklame tahun 2003 hingga tahun 2007 lebih tinggi dari target dan realisasi penerimaan pajak reklame. Penulis ingin memberikan rekomendasi, untuk meningkatkan pendataan subjek dan objek pajak reklame sehingga dapat diketahui potensi dan realisasi penerimaan pajak reklame .

Kata Kunci: Pajak reklame, PAD, Kemandtrian Daerah

*) Dosen Universitas Pendidikan Indonesia

ANALISIS POTENSI PENERIMAAN PAJAK REKLAME KOTA BANDUNG PERIODE TAHUN 2001 - 2007 Aristanti Widyaningsih

1

yakni pajak hotel.l8 tahun 1997 yang telah diubah menjadi undang-undang No. Hal ini sejalan dengan pemyataan Adi Wahyono anggota DPRD dari PKS (Bigs.l.1. Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas. menganjurkan ataupun untuk menarik perhatian umum kepada suatu barang.1. yang pemungutannya diatur dalam undang-undang No. target pemasukan dari pajak reklame memang Rp. Seeara logis kita tidak bisa memahami target pendapatan dari pajak reklame hanya sebesar itu. januari 2006) mengungkapkan "dalam reneana perubahan anggaran. 4 No. yaitu benda. perbuatan.daerah dan retribusi daerah. tetapi tunggakannya merupakan yang tertinggi di antara semua pajak daerah kota Bandung.12 Fokus Ekonomi . 2. maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut : Bagaimana potensi penerimaan pajak reklame Kota Bandung dari tahun 2001 hingga tahun 2007. yang sebelumnya pada tahun 2006 tunggakan pajak reklame mencapai Rp. atau media menurut bentuk dan eorak ragamnya untuk tujuan komersial. dibaea. Pendahuluan Dal am upaya peningkatan kemandirian daerah. pajak restoran dan pajak penerangan jalan. dipergunakan untuk memperkenalkan. 34 tahun 2000. namun dalam upaya mengoptimalkan pajak. danjurnlah ini merupakan tunggakan dari reklame yang berizin. jasa atau orang yang ditempatkan atau dapat dilihat. Pembahasan 2.2.8 miliar pada:tahun berikutnya (Panjaitan. Seperti pada kasus tunggakan pajakreklame pada November 2007 sebesar RpA.6 miliar dan meningkat menjadi Rp.6 miliar merupakan tunggakan dari empat jenis pajak lainnya.1 Juni 2009: 1 . danJatau didengar dari suatu tempat oleh UIDumkeeuali yang dilakukan oleh pemerintah" 2 Vol. Pajak Reklame Pajak reklame menurut Ahmad yani (2004:48) adalah : "Pajak atas penyelenggaraan reklame.15 miliar. maka pemerintah daerah dituntut untuk mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah. alat. Hal ini dijelaskan oleh Kasubdin pengendalian pajak dinas pendapatan daerah (Dispenda) kota Bandung Dadang Iriana (Panjaitan. Pajak reklame merupakan salah satu sumber potensi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah kota Bandung. pajak hiburan dan pajak parkir dari total tunggakan pajak daerah kota Bandung sebesar Rp. Hal ini menjadi fenomena dimana pajak reklame merupakan pajak yang kontribusinya ke pajak daerah kota Bandung hanya menduduki peringkatlurutan ke empat setelah pajak hotel.l0. seringkali terhalang oleh penunggakan pajak khususnya pajak reklame.2007). sementara sisanya Rp. harusnya bisa mencapai Rp.41 miliar.50 miliar". 2007) yang menyatakan bahwa "tunggakan pajak reklame tersebut berasal dari tunggakan 742 wajib pajak. Salah satunya melakukan intensifikasi maupun ekstensifikasi pajak. belum termasuk reklame yang illegal". ini angka yang sangat keeil bila kita melihat menjamumya iklan atau reklame di kota Bandung saat ini.4 miliar yang merupakan tunggakan pajak tertinggi di kota Bandung.

690. Hasil dari pajak reklame tersebut nantinya akan memberikan kontribusi terhadap total pajak daerah.327 tahun 1996 tentang pedoman penilaian dan kinerja keuangan yang disusun dalam tabel berikut: Tabel2.2005:26) 2. Efektivitas Efektivitas adalah perbandingan atau rasio antara penerimaan dengan target pajak reklame yang telah ditetapkan setiap tahunnya berdasarkan potensi yang sesungguhnya. Menurut undang-undangNo.80% Kurang dari 60% Kriteria Sangat efektif Efektif Cukup efektif Kurang Tidak efektif Sumber: Depdagri.690. Analisis Potensi Perolehan Pajak Reklame Kota Bandung Untuk menghitung potensi perolehan pajak reklame yang seharusnya diterima oleh pemerintah kota Bandung dapat kita Iihat data dibawah ini : ANAUSIS POTENSI PENERIMAAN PAJAK REKLAME KOTA BAN DUNG PERIODE TAHUN 2001 . Demikian pula sebaliknya.2. dan selanjutnya ditetapkan oleh peraturan daerah masing-masing.100% 800/ -90% o 600/e. Adapun rumus perhitungan efektivitas menurut Abdul Halim (2004:93) adalah sebagai berikut : Efektivitas = Realisasi Pajak Reklame X 100% Potensi pajak reklame Dalam perhitungan efektivitas menurut Abdul Halim (2008:234) apabila yang dieapai minimal satu atau 100% maka rasio efektivitas semakin baik.IS tahun 1999 pasal3 ayat (1) tarifpemungutan untuk pajak reklame maksimalnya sebesar 25%.Pemungutan pajak reklame juga harus mengikuti peraturan dan undang-undang yang berlaku. Kepmendagri No. Untuk mengukur nilai efektivitas seeara lebih rinci digunakan Kriteria berdasarkan Kepmendagri No. artinya semakin efektif pajak reklame. 2.900.3. ini akan memberikan peluang untuk PAD mengalami peningkatan pula.1 Kriteria Kinerja Keuangan Persentase kinerja keuangan Di atas 100% 900/e.327 tahun 1996 (Yuni Mariana. semakin keeil persentase efektivitasnya menunjukkan pemungutan pajak reklame semakin tidak efektif.900.2007 Aristanti Widyaningsih 3 .

. Bando/JPO Menurut Kesit Bambang Prakosa (2005. Spanduk 3. Papan/billboard Spanduk Balon udara Kendaraan '5m 2 ~2 x'2m2~2·x 3 m2.151) bahwa potensi pajak reklame yang dapat diraih adalah dengan rumus: Potensi reklame (PPrk) = R X S X D X Pr Peraturan daerahkota Bandung tentang pajak reklame sejak otonomi daerah dimulai dengan peraturan No.2001' ' JenisReklarne Papan/biilboard Spanduk Balon . Dalam peraturan tersebut tara perhitungan nilai strategis pemasangan reklame (NSPR) belum memakai skor dan bobot.08 tahun 2003 hanya nominal patokan harganya yang lebih keeil. 5. 1 m2. Balon Udara 'Kendaraan reklame 1 tahun 15 hari 1 bulan 1 tahun 1 tahun 1 tahun 4. 2.18 tahun 2001. 6199 7972 6898 18 8034 31 6586 Sumber: Dinas Pendapatan daerahKota Bandung (data diolah) Dengan asumsi : • Rata-rata pemasangan L Papan/biilboard 2. Sedangkan untuk nilai jualobjek pajak reklame (NJOPR) perhitungannya sarna dengan perda No. hanya mematok harga yang telah ditentukan.Tabel3.1 Junl 2009: 1. m2 xl m2 m2 8m2 m2x4m'2 m'2 x5 m2 m2 5.9m2m2. 2 1 Fokus Ekonomi . 2001 98 69 2002 8357 3336 19 148 2003 ' 3038 3037 33 91 2004 5486 2346 15 125 2005 5449 1346 6 97 2006 6745 1073 8 190 2007 ' 5430 946 6 173 . Bando/JPO Rata-rata ukuran reklame 1. Berikut analisis potensi pajak reklame tahun 2001 hingga 2002: 4 'Vol. Tahun 2001. 1 Kendaraan Megatron Bando/Jpo Total 168 11860 . 4. 4 No. 4m2 m2 xO. 3 m2 m2 x 3 m2 m2 x 20 m2 m2..'m2. 3. Megatron • 6.1 Penggolongan/ Jenls Reklarne dan Jumlah Reklame KotaBandung .

1S Tahun 2001 Tentang pajak reklame) .300.000 Nilai Fungsi jalan : Rp.750.425.6.2.000 Nilai Sudut Pandang : Rp.000 Jurnlah Nilal Jual Oblek reklame (NJOR) Ukuran Reklame :( 3 x 3) x Rp.000 Nilai Strategis Pemasangan Reklame (NSPR) Nilai Fungsi Ruang : Rp.300.300.000 (NSPR) = x Rp.Tenis Ukuran Nilai Strategis Pemasangan reklame (NSPR) Nilai Fungsi Ruang : Rp.300.000.200.000 Ketinggian : 10% x Rp.750.000 Ketinggian : 10% x Rp.750.150.000 = Rp.6.000 =Rp.000 Nilai Fungsi jalan Balon : Rp.000 =Rp. Rp 2.000 Nilai Sudut Pandang : Rp.000 + NJOR) :.300.000 : Rp.000 Ketinggian Jumlah Nilai Sewa reklame (NSPR + NJOR) : - x- =Rp.250.000 : Rp.000 = Rp 759.000 Ketinggian : - = Rp.9.000 ANALISIS POTENSI PENERIMMN PAJAK REKLAME KOTA BANDUNG PERIODE TAHUN 2001 -2007 Aristanti Widyaningsih 5 .750.000 : Rp.4 Analisis ukuran potensi pajak reklame Kota Bandung Tahun 2001 hingga tahun 2002 (perda No.000 Jurnlah NHai Sewa reklame (NSPR Nilai Strategis Pemasangan Nilai Fungsi Ruang Nilai Fungsi jalan Nilai Sudut Pandang = Rp.000 1100. - =Rp.150.000 Rp 8.000 Nilai Jual Objek Reklame (NJOR) Ukuran Reklame :( 4 x 0.2.000 JumJah Nilai Sewa reklame (N8PR + NJOR) Nilai Strategis Pemasangan Reklame Nilai Fungsi Ruang : Rp.175.9.2000. 200.750. 2.000 Reklame (NSPR) : Rp.000 Nilai Fungsi jalan Papan/Billboard Nilai Sudut Pandang : Rp.150.300.150.000 Jumlah Nilai Jual Objek reklame (NJOR) Ukuran Reklame :( 1 x 1) x Rp.000 Kendaraan : Rp. - = Rp.350.300.7.500 = Rp.000 Spanduk Jurnlah : Rp.000 : Rp.750.000 Jurnlah Nilai Jual Objek reklame (NJOR) Ukuran Reklame :( 4 x 2) x Rp.950.750.Tabel3.300.350. Jumlah Nilai Sewa reklame (NSPR + NJOR) = Rp = Ro.000 : Rp.350.000 = Rp.9) x Rp. 675.000 = Rp.

000 D 1 tahun 1 bulan 1 bulan I tahun Pr 25% 25% 25% 25% Jumlah Rp 72.000 ' Rp.000 Rp.950.000 Rp 85.997. Adapun untuk mengukur ukuran yaitu yang tennasuk nilai strategis pemasangan reklame (NSPR) ditambah nilai jual objek reklame (NJOR) penulis menggunakan asumsi dengan ukuran rata-rata terkecil.000 Rp 13.000 Rp.000 D I tahun I bulan 1 bulan 1 tahun Pr 25% 25% 25% 25% Jumlah Rp.162.OSTahun 2003 tentang pajak reklame yang dimulai pada tahun 2003.642.759.500 Rp.l00.750 RpRp 275.750 1 Sumber : Data diolah Tabe13.2.950.287.175.831.633.l.924.8.759.800.163.750 Sumber : Data diolah Selanjutnya untuk mengukur potensi penerimaan pajak reklame maka penulis mengikuti peraturan daerah NO. Berikut data perhitungannya : 6 Fokus Ekonomi Vol.250 Rp.092.2.6.3 Potensi Pajak reklame Kota Bandung tahun 2002 Jenis Papanlbillboard Spanduk Balon Udara Kendaraan Total Potensi R 8357 3336 19 148 S Rp. 4 No.000 Rp.Rp.000 Rp.2 Potensi Pajak reklame Kota Bandung tahun 2001 Jenis Papanlbillboard Spanduk Balon Udara Kendaraan Total Potensi 98 69 R S Rp. 1 Juni 2009: 1 .38.006.1.275.Tabel3.000 Rp.l00.000 Rp.6.12 .

3.18.223.5 : 8.000.OOO =Rp. 10.000.800 Ketinggian Jumlah Nilai Sewa reklame (NSPR + NJOR) : :3m x Rp.500 Nilai Sudut Pandang : 4 x Bobot 25% = 1 NiIai Jual Objek reklame (NJOR) Ukuran Reklame :( 4 x 0.800 .1000.3.000 =Rp Ketinggian Jumlah Nilai Sewa reklame (NSPR + NJOR) : 20 m x Rp.000.6 Nilai Fungsijalan Spanduk Jurnlah : 10 x Bobot 15% = 1.lOO.8. 5..l.000 = Rp.212.100.OS.000 =Rp.9.300.OOO Rp.000 = Rp.25. Rp.4 Analisis Ukuran Potensi Pajak Reklame Kota Bandung Tahun 2003 Hingga Tahun 2007 (Perda No.300 Nilai Strategis Pemasangan Reklame (NSPR) Nilai Fungsi Ruang : lOx Bobot 60% = 6 Nilai Fungsi j alan Jumlah : 10 x Bobot 15% '" 1.OOO.x- =Rp.5 : 8.000 2.000 = RpA.000 = Rp.5 x Rp.000 '" Rp.800.Tabe13.000 Nilai Sudut Pandang : 4 x Bobot 25% = 1 Nilai Jual Objek reklame (NJOR) Ukuran Reklame :( 5 x 2) x Rp.250.590.000 = Ketinggian Jumlah Nilai Sewa reklame (NSPR + NJOR) Nilai Fungsi Ruang : lOx Bobot 60% . - '" Rp.6 PapanJBillboard Nilai Fungsijalan Jumlah : lOx Bobot 15%= 1.5 x Rp.250.000 = Rp.9) x Rp.5 : 8.000.000 = Rp.000 = Rp.000 Nilai Strategis Pemasangan Reklame (NSPR) . tahun 2003) Jenis Ukuran Nilai strategis Pemasangan reklame(NSPR) Nilai Fungsi Ruang : lOx Bobot 60% .5 x Rp.. 300.000 Nilai Sudut Pandang: 4 x Bobot 25% '" 1 Balon Nilai Jual Objek reklame (NJOR) Ukuran Reklame : 1 bIn x Rp 3.l 0.2007 7 Aristanti Widyaningsih . 10.500.1O.000.000 ANAUSIS POTENS! PENERIMAAN PAJAK REKLAME KOTA BANDUNG PERIODE TAHUN 2001 .

565.2.OOO = Rp.l27.681.521.000 (NJOR) = Rp.117.247.000 Sumber : Data diolah Tabe13.000 = Rp.200.000 Rp.503.162.5 00.784.27.8.875. = Rp.64.000 Rp.687.64.000 (NJOR) = Rp.5 x Rp.869. 000 Rp.750 Rp.000 =Rp.000.48 1.000 Rp.000 Rp.200.250 Rp.945.000.224. = Rp.500.381.003.750 I Bando/JPO Total Potensi Secara jelas akan terlihat perbedaan antara penerimaan pajak reklame.25.3. 13.000 = Rp.000 Rp.000 (NSPR + NJOR) "" Rp.000 Rp.l.500.194.700.500.375 Rp.500.875.500.300.100.750.000 Ketinggian Jumlah Nilai Sewa reklame Nilai Strategis - x Rp.000 2005 Rp.000 500. 1. 34.S.877.900.750 Rp.380 2007 Rp. - Pemasangan Reklame (NSPR) Nilai Fungsi Ruang : 10 x Bobot 60% = 6 Bando/JPO Nilai Fungsijalan Nilai Sudut Pandang: Jumlah : 10 x Robot 15% 4 x Bobot25% = 1.000 Nilai Jual Objek reklame Ukuran Reklame :( 1 x 1) x Rp. 500.12 Fokus Ekonom i .000.73.5 x Rp.25.25. 328. 4 No.3S00.750 Rp.5 Potensi Pajak reklame Kota Bandung tahun 2005 s.000 Rp.3.000. 13.000 = Rp. 18.27.000 Rp.000 Nilai Jual Objek reklame Ukuran Reklame :( 8 x 4) x Rp. 701.750 Rp. potensi pajak reklame danjuga target dari perolehan pajak reklame di kota Bandung untuk tahun 2001 hingga tahun 2007 pada tabel berikut ini : 8 Vol.l.d tahun 2007 Jenis Reklame Papan/billboard Spanduk Balon Udara Kendaraan Potensi Pajak Rek1ame 2004 Rp.5 =1 : 8.5 Nilai Sudut Pandang : 4 x Robot 25% =1 Jumlah : 8.OOO.000.1.964.000 Rp.200.500 Rp.126.Nilai Strategis Pemasangan Reklame (NSPR) Nilai Fungsi Ruang : l O x Robot 60% = 6 Nilai Fungsi jalan Kendaraan : 10 x Bobot 15%= 1.000 Ketinggian Jumlah Nilai Sewa reklame (NSPR+ NJOR) :5 m x Rp.792.500.26. 33.l56.500.000 2006 Rp. 610.000 Rp.898. 1 Juni 2009: 1 .106.3l.

2007 Aristanti Widyaningsih 9 .960.877.380 Rp. 750 Rp.000 Realisasi 3.000.:. Pada tahun 2003 hingga tahun 2007 dapat dilihat bahwa potensi pajak reklame jauh lebih besar dibandingkan target dan realisasinya. Pada tahun 2001 hingga tahun'ZOOZ potensi yang ada lebih keeil dari target dan realisasinya.641.380 Rp.000. Realisasi.432..901.08 tahun 2003 kota Bandung yang perhitungan nilai strategis pemasangan reklame (NSPR) yang menggunakan bobot dan skor daIam menentukan Nilai Fungsi Ruang (NFR).016.600..000.381.000.6 Target.000.000 16.000 18.27.996.000.000. 0.85.000 26.170.760 10.000 12.704.167 7.000 Potensi Rp.000.800.6.945.000 23.691.000 22. Hal ini dikarenakan pendataan banyaknya reklame belum lengkap dan peraturan daerah No.000.003.924.000.750 Rp. Hal ini dipengaruhi oleh peraturan daerah No.869.000.25.302.750 Rp.320.725.000 Rp.Perbandingan Tabel3.20.30.416._ _ Rp.750 Sumber: Data diolah Oamb ar 4.681.000..000 _ _ _ . ANAUSIS POTENS! PENERIMAAN PAJAK REKLAME KOTA BANDUNG PERIODE TAHUN 2001 . Nilai Fungsi jalan (NFJ) dan Nilai Sudut Pandang (NSP).103.576. Realisasi dan Potensi Pajak Reklame Kola BandungTahul12001Hingga 200'7 Rp.211.000.4 Perb andlngan Target.000 Rp.1 7.08 tahun 2003.194.000.250 Rp.000 Rp.00 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Analisis yang dapat diperoleh dari data perbandingan target.000. realisasi dan potensi penerimaan reklame di atas adalah adanya perbedaan antara potensi reklame dengan realisasinya.600.915.I8 tahun ZOOl yang nilai tarif reklamenya masih keeil dibandingkan peraturan daerah No.000 15.997 .n.000.841.000 14.. dan Potensi Pajak Reklame Kota Bandung Tahun 2001 Hingga Tahun 2007 Tahun 1001 1002 2003 2004 2005 2006 2007 Target 3:950.111.000 8.117.33.35.000 14.26.

untuk lahan milik pemerintah dan Rp.Berbeda dengan Perda tahun No.18 tahun 2001 hanya mematok tarif Rp.08 tahun 2003 terhadap pelanggaran pajak reklame akan lebih meningkatkan kedisiplinan terhadap wajib pajak reklame.000 untuk setiap meternya dan ukuran Iebih besar c- 50 m2 m2 Rp 1. Pendataan kembali subjek dan objek subjek dan objek pajak reklame yang sudah ada sehingga dapat diketahui potensi yang sebenamya melalui pemutakhiran data subjek dan objek pajak reklame.000Im2m2 untuk lahan milik pribadi. sedangkan dalam Perda No. 2. Seperti reklame papan/billboard dalam perda No. 4 No.perangkat daerah (SKPD) dalam hal ini tim penyelenggara perijinan reklarne (TP2R) terhadap pelaksanaan pemungutan pajak reklame agar tidak terjadi penyimpangan dalam pemungutan dan pelaporan penerimaan pajak reklame.08 tahun 2003 tarif reklame papan bervariasi dari ukuran lebih kecil «)10 m2m2 Rp 750. Saran Berdasarkan kesimpulan yang penulis kemukakan di atas maka masukan atau saran bagi pemerintah daerah kota Bandung adalah sebagai berikut : 1.000.18 kota Bandung tahun 2001 yang perhitungan nilai strategis pemasangan reklame (NSPR) masih mematok harga.12 .250. 10 Fokus Ekonomi Vol. Hendaknya lebih ditingkatkan lagi koordinasi dan pengawasan oleh satuan kerja .2.000 untuk setiap satu meternya .08 tahun 2003 tarif reklame jauh lebih mahal dibandingkan Perda No. dapat ditarik kesimpulan bahwa potensi penerimaan pajak reklame untuk tahun 2003 sampai dengan tahun 2007 masih di atas target dan realisasi yang dicapai pemda Kota Bandung.I8 tahun 2001. Selain itu proses penetapan target seharusnya memperhatikan potensi yang sebenarnya sehingga pemerintah akan terpacu untuk mencapai target tersebut dan dapat meningkatkan pnerimaan pajak reklame.1 Juni 2009 : 1 . Sedangkan untuk tahun 2001 dan 2002 berada di bawah target dan realisasi yang diperoleh. 3. Simpulan dan Saran 3.1.000 untuk setiap meternya untuk semua laban.375. 2.000Im2m2. Simp ulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembah as an analisis potensi penerimaan pajak reklame Kota Bandung dari tahun 2001 hingga tahun 2007. Begitu juga untuk perhitungan nilai jual objek reklame (NJOR) dimana dalam peraturan daerah No. Pemberian sanksi yang tegas sesuai perda No..300. selanjutnya ukuran antara 10-50 m:2m2 Rp 1.

"Efektivitas Pemungutan Pajak Reklame Dan Kontribusinya Terhadap Penerimaan Pajak Daerah "Skripsi. Dasar-Dasar Perpajakan. 2002" Analisis Penerimaan Pajak Reklame". Jakarta: PT Rineka Cipta ANALISIS POTENSI PENERIMAAN PAJAK REKLAME KOTA BANDUNG PERIODE TAHUN 2001 .DAFTARPUSTAKA Abdul Halim.J.2006. Jakarta :PT. Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. 2004.2004. Yogyakarta : BPFE Yogyakarta HAW Widjaja. 2002. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia Deddi Nordiawan. Jakarta: Salemba Empat Forum dosen akuntansi sektor publik. Skripsi. Manajemen Keuangan Daerah.2007 Aristanti Widyaningsih 11 . VII Press 2005. Jakarta: PT. Otonomi Daerah dan Daerah Otonom.Jakarta :Uni versi tas Indonesia (ill-Press) Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah di Indonesia. Raja Grafindo Persada Anis Dwi Ariani.2006.(6 Januari 2007).2002. Kompas. Runtuhnya Sistem Manajemen Keuangan Daerah. 2007. Bandung :Pemerintah Jawa Barat P. Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Jakarta: Salemba Empat Ahmad Yani. 2006. Yogyakarta.Perpajakan Edisi Pertama.1987. Jakarta: Salemba empat Erly Suandy.2003.A Andriani.Yogyakarta: ---------------. "Keuangan Pemerintah Daerah Di Indonesia" . (UPP) AMP YKPN Akuntansi Keuangan Daerah. 3. 2007. 2004. Estetika Kota Telah Terganggu Nick Devas et al. Jakarta: Salemba Empat Suharsimi Arikunto. Bandung :Universitas Pendidikan Indonesia Basdi Ati. "Pajak Dan Retrib usi Daerah edisi revisi. "Akuntansi Sektor Publik".000 Reklame di Kota Bandung Ilegal. Raja grafindo Persada Kesit Bambang Prakosa.

Wirawan Setiajidan Priyo Hari AdL 2007.12 Fokus Ekonomi . Bandung:FE YPKP.skripsi.Susi Susanti.1 Juni 2009: 1 .Universitas Kristen Satya Wacana 12 Vol.2006. Pengaruh Kontribusi Pajak Reklame Terhadap Penerimaan Pajak Daerah Kota Bandung.Jurnal ilmiah.4 No.Salatiga: Fakultas Ekonomi. "Peta Kemampuan Keuangan Daerah Sesudah Daerah Otonomi Daerah: Apakah Mengalami Pergeseran?.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful