Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pertumbuhan bayi secara cepat pada tahun pertama kelahiran ( 3 kali peningkatan pada berat badan, 50% peningkatan panjang badan) serta pertumbuhan yang terus-menerus dari umur 1 tahun hingga usia remaja membutuhkan keperluan nutrisi yang khas. Keperluan tumbuh kembang ini berdasarkan keperluan metabolic serta nutrien yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Pertumbuhan yang cepat pada anak juga diikuti oleh perubahan pada fungsi organ dan komposisinya, maka jika nutrien yang dibutuhkan oleh anak tersebut tidak tercapai, anak itu mungkin mengalami tumbuh kembang yang terhambat. Pemberian nutrisi makanan ini, khas pada waktu awal kelahiran, diperparah dengan kurangnya gigi pada anak, gangguan pada saluran cerna dan metabolik serta ketergantungan pada penjaga anak. Suatu bentuk referensi sudah dipublikasi untuk kebutuhan nutrisi bagi tumbuh kembang anak.

1.2 Tujuan Melaksanakan pemberian makan yang sebaik-baiknya kepada bayi dan anak, bertujuan sebagai berikut: Memberikan nutrien yang cukup untuk kebutuhan; memelihara kesehatan dan memulihkannya bila sakit, melaksanakan pelbagai jenis aktifitas, pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta psikomotor. Mendidik kebiasaan yang baik tentang memakan, menyukai dan menentukan makanan yang diperlukan.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kebutuhan Nutrien pada Bayi dan Anak 2.1.1 Air Pada masa bayi, terutama bayi muda jumlah air yang danjurkan untuk diberikan sangat penting, dibandingkan dengan bayi yang lebih tua dan golongan umur selanjutnya, karena air merupakan nutrien yang menjadi medium untuk nutrien lainnya. Oleh karena itu, masukan dari nutrien tersebut ditentukan kadarnya dalam cairan dan jumlah cairan( termasuk air) yang diberikan. Sebaliknya air dapat diberikan tanpa disertai nutrien lainnya. Umumnya dapat dikatakan bahwa kebutuhan air berhubungan erat dengan pengambilan kalori dan berat jenis urin, yang bergantung kepada banyaknya zat yang terlarut di dalam urin tersebut. Pada bayi yang normal, kebutuhan air adalah 75-100Ml/kg/24 jam. Tetapi, karena kehilngan air dari renal, pulmonal serta dermal dan kadar metabolic, bayi muda sering kehilangan air dan terjadi dehidrasi, terutamanya jika mengalami muntah dan mencret atau komsumsi solute yang tinggi. Ini merupakan sebab utama susu bovine tidak diperbolehkan sebelum 1 tahun. Tabel dibawah menunjukkan kebutuhan air mengikut umur berdasarkan dietary reference intakes: 2, 3 Umur 0-6 Bulan 7-12 Bulan 1-3 Tahun 4-8 Tahun Dietary reference intakes 700 mL/24 jam 800 mL/24 jam 1300 mL/24 jam 1700 mL/24 jam

Kebutuhan tersebut adalah berdasarkan rata-rata dari komsumsi dari air susu ibu(87% air), air susu ibu ditambah dengan makanan pendamping atau makanan biasa, dan komsumsi air pada anak lebih dari 1 tahun. Bayi yang diberi air susu ibu atau susu formula biasanya komsumsi air berdasarkan kebutuhan diatas untuk beberapa minggu atau bulan pertama dan tidak memerlukan tambahan air. Selepas 1 tahun, susu diteruskan tetapi anak juga harus komsumsi minum serta pengambilan sari buahan dan minuman lain tetapi agak terbatas.

2.1.2 Karbohidrat dan Lemak Bayi dan anak memerlukan tenaga atau energy untuk proses metabolic bagi tumbuh kembangnya. Keperluan karbohidrat adalah untuk mencegah terjadinya ketosis dan hipoglikemia dengan anjuran kira-kira 5.0g/kg/24 jam. Lemak yang dianjurkan adalah kira-kira 0.5-1.0g/kg/24 jamuntuk memenuhi kebutuhan asam lemak linoleik. Ada sumber yang mengatakan kepentingan asam lemak rantai cabang panjang polyunsaturated. Tetapi sumber yang lebih penting adalah asam arachidonat (ARA) dan asam docosaheksanoik (DHA). Kedua asam lemak ini merupakan nutien pada system saraf pusat dan membrane fotoreseptor retina. Kedua asam lemak ini disintesa dari proses desaturasi dan elongasi dari asam linoleik (LA) dan asam alpha linoleik(ALA). 1 Walaupun bayi dapat menukarkan LA dan ALA menjadi ARA dan AHA, komposisi ARA dan DHA dalam plasma dan lipid eritrosit pada bayi yang diberi susu formula lebih rendah dari bayi yang diberi air susu ibu. Dari studi autopsy, diperoleh bahwa komposisi dari DHA yang rendah, tetapi bukan ARA juga diikuti oleh konsentrasinya yang rendah di otak. Ini membuktikan bahwa adanya kandungan asam lemak rantai cabang panjang polyunsaturated pada air susu ibu dan tidak dijumpai pada susu formula. Perkembangan kognitif dan penglihatan yang lebih jelas pada anak yang diberi air susu ibu lebih baik berbanding yang diberi susu formula, ini sekali lagi membuktikan kehadiran asam lemak rantai cabang panjang polyunsaturated pada air susu ibu. Keperluan minimal dari karbohidrat dan lemak, termasuk asam lemak rantai cabang panjang polyunsaturated adalah tidak melebihi 30 Kcal( 125.5 kJ)/kg/24 jam, atau hanya 1/3 dari keseluruhan tenaga yang dbutuhkan. Air susu ibu serta susu formula lainnya mengandung kalori yang seimbang untuk karbohidrat dan lemak. 5,6,7

2.1.3 Protein

Nilai gizi protein ditentukan oleh kadar asam amino esensial. Akan tetapi dalam praktek seharihari umumnya dapat ditentukan dari asalnya. Protein hewani biasanya mempunyai nilai gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan protein nabati. Protein telur dan protei susu biasanya dipakai sebagai standar untuk nilai gizi protein. Untuk usia 0-6 bulan, berat yang diperkirakan 6kg, protein yang dianjurkan adalah 1.5 g/kg/24 jam. Ini merupakan dari input yang adekuat yang diobservasi oleh Food and Nutrition Board, National Academy of Science. Recommended Daily Allowance (RDA) bagi pemberian asupan protein adalah seperti berikut: Umur 7-12 Bulan 1-3 Tahun 4-8 Tahun Recommended Daily Allowance (RDA) 1,2 g/kg/24 jam 1.05 g/kg/24 jam 0.95 g/kg/24 jam

2.1.4 Elektrolit, Mineral dan Vitamin Bayi baru lahir biasanya sudah mempunyai keperluan dari ferum untuk kebutuan selam 4-6 bulan. Pada bebrapa kasus, ada juga ditemukan defisiensi zat besi dan untuk ini boleh diberikan suplemen besi untuk anak yang diberi air susu ibu serta susu formula yang difortifikasi dengan zat besi. Jika komsumso protein adalah adekuat, defisiensi vitamin adalah jarang. Jika susu bovine atau susu formula tidak mengandung vitamin D, akan terjadi hipovitaminosis D terutama bagi yang jarang terpapar dengan chaya matahari. Suplemen vitamin D juga diberikan bagi kasus-kasus tertentu. Pemberian vitamin K secara rutin pada waktu perinatal bertindak sebagai profilaksis terhadap terjadinya penyakit perdarahan pada bayi baru lahir. Boleh dikatakan, defisiensi vitamin merupakan kasus yang jarang kecuali pada bayi dan anak yang peroleh terapi antibiotic untuk jangka masa panjang dan pada individu yang mempunyai masalah malabsorbsi dari lemak. Tabel dibawah menunjukkan kebutuhan bagi elektroit,vitamin dan mineral:

2.2 Pengaturan Makan untuk Bayi dan Anak Sehat 2.2.1 Pengaturan makan untuk bayi Makanan utama yaitu Air susu ibu(ASI) dan jika ASI sama sekali tidak ada, dapat diberikan makanan buatan sebagai pengantinya. Makanan pelengkap terdiri dari buah-buahan, biscuit, makanan padat bayi yaitu bubur susu, nasi tim atau makanan lain yang sejenis. Dengan mempertimbangkan makanan utama, maka terdapat pengaturan makan dengan menyusukan(breast feeding) yang dalam prakteknya sekarang lazim disebut member ASI atau memberi makanan buatan (artificial feeding) atau menyusukan dikombinasikan dengan member makanan buatan (mixed feeding). a. Pemberian ASI bagi bayi baru lahir sampai umur 4 bulan Bayi mulai disusukan sedini mungkin, langsung setelah lahir. Waktu dan lama menyusui disesuaikan dengan kebutuhan bayi(on demand). Hindarkanlah pemberian tambahan seperti madu, air, larutan glukosa dan makanan prelakteal lainnya. Selanjutnya bayi dapat diberikan buah-buahan (pisang) atau biscuit sejak usia 2 bulan sedangkan pemberian makanan lumat sampai lembik(bubur susu) pada usia 3-4 bulan, sesuai keperluan bayi masing-masing. Bayi akan lapar dan menangis terus bila ASI kurang dan hal ini juga akan terlihat dari pertumbuhan bayi yang tidak memuaskan. Pada bulan keempat biasanya dimulai pemberian makanan padat bayi yang pertama, yaitu makanan lumat, misalnya bubur sus yang dapat dibuat dari tepung(beras, jagung atau havermouth), susu dan gula. Waktu untuk memberikan makanan lumat dapat dipilih yang sesuai , misalnya sekitar jam 09.00 dengan memperhatikan bahwa kira-kira 2 jam sebelumnya tidak diberikan apa-apa. Dengan demikian bayi menyesui dengan kebutuhannya, diberi bubur susu satu kali dan buah-buahan satu kali. Padaumur ini dapat pula diberikan telur ayam, akan tetapi perlu waspada terhadap kemungkinan alergi dengan gejala urtikaria, bila terjadi gejala ini, pemberian telur ditangguhkan. Biasanya setip bayi sudah tahan terhadap telur pada usia 7 bulan keatas. 3 b. Bayi umur 5-6 bulan Dapat diberikan 2 kali bubur susu sehari, buah-buahan dan telur. c. Umur 6-7 bulan

Bayi dapat mulai diberi nasi tim yang merupakan makanan lunak dan juga merupakan makanan campuran yang lengkap karena dapat dibuat dari beras, bahan makanan sumber protein hewan( hati,daging cincang, telur atau tepung ikan) dan bahan makanan sumber protein nabati yaitu tahu, tempe, sayuran hijau(bayam), buah tomat dan wortel. Dengan demikian nasi tim merupakan makanan yang mengandung nutrient yang lengkap bila dibuat dengan bahan-bahan tersebut. Selama masa bayi, nasi tim harus disaring terlebih dahulu untuk memudahlan menelannya dan tidak banyak mengandung serat-serat yang dapat mempersulit pencernaan.

d. Umur 8-12 bulan Bubur susu sudah dapat diganti seluruhnya dengan nasi tim, yaitu pada pagi hari sebagai makan pagi, misalnya sekitar jam 09.00, pada siang hari sebagai makan siang sekitar jam 13.00 dan pada sore hari sebagai makan malam sekitar jam 17.00-18.00. Bila bayi disusukan sesuai dengan anjuran yaitu melebihi masa 1 tahun, perlu diperhatikan kemungkinan timbulnya anoreksia terhadap makanan lain, sehingga anak akan kekurangan protein dan kalori dan akhirnya menderita malnutrisi energy protein(MEP). Pada akhir masa bayi telah dibiasakan bayi menerima makanan pada 3 kali sehari, yaitu pada waktu pagi(makan pagi),siang (makan siang) dan sore atau malam (makan malam). Selama masa bayi, telur cukup diberikan sekali sehari, bila bayi tidak alergi. Telur dapat dimakan tersendiri setelah dimasak matang atau setengah matang atau dimakan bersama-sama dengan nasi tim. 2.3 Makanan penganti ASI Kebanyakan makanan untuk menggantikan ASI dibuat dari susu sapi. Hampir semua terdapat dalam keadaan bubuk, hanya memerlukan pengenceran dengan air matang sebelum diberikan kepada bayi. Jumlah pengganti ASI yang yang dihidangkan, untuk: 8 Umur 2 minggu 2 bulan : 100-120 ml / kali minum Umur 2-3 bulan: 120-140 ml / kali minum Umur 3- 4 bulan: 140-160 ml / kali minum

Umur 4-5 bulan: 160-200 ml / kali minum Umur 5-6 bulan: 200-220 ml / kali minum Umur 6 bulan keatas: 200-250 ml / kali minum

2.4 Pengaturan makan untuk anak diatas 1 tahun 2.4.1 Golongan umur 1-3 tahun Anak dalam golongan umur ini sangat rentan terhadap penyakit gizi. Gigi susu telah lengkap pada umur 2 hingga 2.5 tahun, akan tetapi belum dapat digunakan untuk mengerat dan mengunyah makanan yang keras. Terutama untuk golongan umur 1- 2 tahun, perlu diberi nasi tim walaupun tidak perlu disaring.

2.4.2 Golongan umur 4-6 tahun Kebutuhan nutrein relative kurang. Pertumbuhan lambat, aktifitas mulai banyak, masih rawan terhadap penyakit gizi dan infeksi. Waktu makan boleh bersama-sama dengan orang dewasa.

2.4.3 Golongan umur 13-18 tahun Terdapat perbedaan kebutuhan nutrient yang relative dalam golongan umur tersebut antara wanita dan pria. Kebutuhan nutrient untuk pertumbuhan dan aktifitas jasmani tinggi,oleh karena percepatan pertumbuhan remaja yang sangat pesat( pubertal growth spurt) dan pertumbuhan serta perkembangan alat kelamin sekunder. Pada wanita sejak kira-kira 10 tahun telah pula disertai menstruasi yang berarti meningkatnya kebutuhan protein dan besi. 4,5,8 Perlu cukup masukan protein, besi dan nutrient lain untuk menghindarkan defisiensi dan pertumbuhan yang kurang sehingga akibatnya tinggi maksimal tidak dapat tercapai sesuai dengan potensi yang ada. Piramid makanan dibawah menunjukkan kebutuhan makanan diassosiasikan dengan aktivitas harian. Piramid ini dikategorikan menurut umur, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan dan

tahap aktivitas.

10

BAB 3 KESIMPULAN DAN SARAN

11

3.1 Kesimpulan Anak yang membesar membutuhkan nutrien yang seimbang untuk tumbuh kembang sesuai menurut peringkat usianya. Edukasi yang baik pada keluarga dan peranan tenaga medis amat penting bagi mencapai tujuan nutrisi yang sehat ini. Kepatuhan pada pemberian nutrisi seimbang kadang amat sulit dengan adanya pengaruh makan luar seperti fast food. Solusinya adalah dengan pembatasan makanan tersebut dan hanya dikomsumsi sekali atau 2 kali seminggu.

3.2 Saran bagi tenaga medis Beri edukasi yang bermakna, dengan bercorakkan contoh gambar dan menu makanan, agar mudah difahami oleh keluarga. Pastikan keluarga tahu mengenai kepentingan nutrisi yang seimbang dan cara mencapainya dengan tepat.

3.3 Saran bagi Masyarakat Peduli akan tumbuh kembang anak yang sehat, memberi edukasi pada anak mengenai kepentingan makanan seperti sayuran, buahan, makanan protein, karbohidrat, lemak, vitamin serta mineral untuk pertumbuhannya. Banyakkan masa bersama anak bagi memantau pertumbuhan dan pola makan anak tersebut, karena pada masa sekarang, banyak orang tua yang lebih memilih untuk ke restoran makan atau fast food untuk menjimatkan masa tanpa mempedulikan nutrisi yang terkandung pada makanan seperti itu.

Daftar Pustaka 1. Almatsier. Prinsip Dasar Ilmu gizi. Cetakkan keempat 2001; 12 : 45-55

12

2. American Academy of Pediatrics. Dietary Recommendations for children and Adolescent: A guide for practitioners. Pediatrics 2006; 117: 554-559 3. American Academy of Pediatrics. Policy Statement. Breastfeeding and the use of Breast Milk. Pediatrics 2005; 115: 496-506
4. Behrman, R. Nelson Textbook of Pediatrics. Philadelphia: Saunders; 6: 203-220

5. Center for Nutrition Policy and Promotion. Tips for using the Food Guide Pyramid for Young Children 2 to 6 Years Old. United States Department of Agriculture, Program Aid 1647 March 2008
6. Childrens Hospital of The Kings Daughters. Nutrition- Growth and Development. 2010.

Available from: www.chkd.org/HealthContext.aspx?pageid=P02258 [Accessed on 18th August 2011] 7. Hassan,R. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak. Bagian Ilmu Kesehatan Anak: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 2006; 13: 123-130
8. The European Food Information Council. Child and Adolescent Nutrition.2011. Available

from: www. Eufic.org/article/basics-child-adolescent-nutrition [Accessed on 18th August 2011]