Anda di halaman 1dari 67
SISTEM ENDOKRIN FK 2102 Anatomi Fisiologi Manusia-Sistem Kendali Lia Amalia / SF ITB 1
SISTEM ENDOKRIN FK 2102 Anatomi Fisiologi Manusia-Sistem Kendali Lia Amalia / SF ITB 1
SISTEM ENDOKRIN FK 2102 Anatomi Fisiologi Manusia-Sistem Kendali Lia Amalia / SF ITB 1
SISTEM ENDOKRIN FK 2102 Anatomi Fisiologi Manusia-Sistem Kendali Lia Amalia / SF ITB 1
SISTEM ENDOKRIN FK 2102 Anatomi Fisiologi Manusia-Sistem Kendali Lia Amalia / SF ITB 1
SISTEM ENDOKRIN FK 2102 Anatomi Fisiologi Manusia-Sistem Kendali Lia Amalia / SF ITB 1
SISTEM ENDOKRIN FK 2102 Anatomi Fisiologi Manusia-Sistem Kendali Lia Amalia / SF ITB 1
SISTEM ENDOKRIN FK 2102 Anatomi Fisiologi Manusia-Sistem Kendali Lia Amalia / SF ITB 1
SISTEM ENDOKRIN FK 2102 Anatomi Fisiologi Manusia-Sistem Kendali Lia Amalia / SF ITB 1
SISTEM ENDOKRIN FK 2102 Anatomi Fisiologi Manusia-Sistem Kendali Lia Amalia / SF ITB 1
SISTEM ENDOKRIN FK 2102 Anatomi Fisiologi Manusia-Sistem Kendali Lia Amalia / SF ITB 1
SISTEM ENDOKRIN FK 2102 Anatomi Fisiologi Manusia-Sistem Kendali Lia Amalia / SF ITB 1
SISTEM ENDOKRIN FK 2102 Anatomi Fisiologi Manusia-Sistem Kendali Lia Amalia / SF ITB 1
SISTEM ENDOKRIN FK 2102 Anatomi Fisiologi Manusia-Sistem Kendali Lia Amalia / SF ITB 1
SISTEM ENDOKRIN FK 2102 Anatomi Fisiologi Manusia-Sistem Kendali Lia Amalia / SF ITB 1
SISTEM ENDOKRIN FK 2102 Anatomi Fisiologi Manusia-Sistem Kendali Lia Amalia / SF ITB 1
SISTEM ENDOKRIN FK 2102 Anatomi Fisiologi Manusia-Sistem Kendali Lia Amalia / SF ITB 1
SISTEM ENDOKRIN FK 2102 Anatomi Fisiologi Manusia-Sistem Kendali Lia Amalia / SF ITB 1
SISTEM ENDOKRIN FK 2102 Anatomi Fisiologi Manusia-Sistem Kendali Lia Amalia / SF ITB 1
SISTEM ENDOKRIN FK 2102 Anatomi Fisiologi Manusia-Sistem Kendali Lia Amalia / SF ITB 1
SISTEM ENDOKRIN
SISTEM
ENDOKRIN

FK 2102 Anatomi Fisiologi Manusia-Sistem Kendali

SISTEM ENDOKRIN  Sistem endokrin : sistem pengatur yg mengkoordinasi &mengintegrasikan berbagai proses dalam tubuh

SISTEM ENDOKRIN

Sistem endokrin : sistem pengatur yg

mengkoordinasi &mengintegrasikan berbagai proses dalam tubuh dg cara melepaskan

messenger kimia yg disebut hormon

Endokrin = sekresi ke dalam

Endokrin = sekresi internal ke dalam ruang

ekstrasel sekeliling sel pensekresi

KELENJAR ENDOKRIN  Kelenjar endokrin = sekret yang dibuat tidak meninggalkan kelenjarnya melalui saluran pengeluaran,

KELENJAR ENDOKRIN

Kelenjar endokrin = sekret yang dibuat tidak

meninggalkan kelenjarnya melalui saluran

pengeluaran, ttp sekresi berdifusi langsung dari sel

kelenjar ke dalam aliran darah di jaringan kelenjar

Disebut juga kelenjar buntu

Sekret yang dihasilkan = hormon

HORMON  Mrp bahan organik khusus yang berfungsi sebagai pengatur biologis  Senyawa kimia tertentu

HORMON

Mrp bahan organik khusus yang berfungsi sebagai pengatur biologis

Senyawa kimia tertentu yang diproduksi oleh suatu

organisme, yang bekerja dalam organisme tsb sebagai

suatu messenger kimia.

Hormon kebanyakan mrp derivat asam-asam amino

Bagian tubuh yang fungsinya dipengaruhi oleh hormon,

lazimnya disebut daerah sasaran/organ sasaran.

Kategori Hormon 1. Hormon Steroid  Disusun o/ kolesterol  Diproduksi o/ gonad dan korteks

Kategori Hormon

1. Hormon Steroid

Disusun o/ kolesterol

Diproduksi o/ gonad dan korteks adrenal

Mis : testosteron, progesteron, estrogen, kortisol &

aldosteron

2. Hormon Non Steroid

Disusun oleh asam-asam amino

Dihasilkan oleh kelenjar lainnya

Sebagian besar hormon termasuk dalam kelompok ini

Mis : hormon protein (prolaktin), hormon peptida (ADH),

hormon katekolamin (epinefrin & nor epinefrin)

SISTEM ENDOKRIN
SISTEM ENDOKRIN
SISTEM ENDOKRIN
SISTEM ENDOKRIN
SISTEM ENDOKRIN
SISTEM ENDOKRIN
SISTEM ENDOKRIN
SISTEM ENDOKRIN
SISTEM ENDOKRIN
SISTEM ENDOKRIN
SISTEM ENDOKRIN
SISTEM ENDOKRIN
SISTEM ENDOKRIN
SISTEM ENDOKRIN
SISTEM ENDOKRIN
SISTEM ENDOKRIN
SISTEM ENDOKRIN

SISTEM ENDOKRIN

SISTEM ENDOKRIN
SISTEM ENDOKRIN
SISTEM ENDOKRIN Lia Amalia / SF ITB 6

Lia Amalia / SF ITB

6

Lia Amalia / SF ITB 7
Pengendalian hormon 1. Pengendalian hipotalamus  Hipotalamus memproduksi faktor pengatur kimia – pelepasan dan

Pengendalian hormon

1. Pengendalian hipotalamus

Hipotalamus memproduksi faktor pengatur kimia

pelepasan dan penghambatan

Faktor pengatur ini bekerja pada kelenjar pituitari

anterior

2. Pengendalian sistem saraf

Impuls saraf ke pituitari posterior

Stimulasi otonom pada medula adrenal

3. Kadar hormon yang bersirkulasi

Beberapa hormon tertentu dikendalikan olehsistem

umpan balik negatif

MEKANISME KERJA HORMON (1) 1. Aktivasi sistem adenilat siklase (mediator intrasel) Lia Amalia / SF
MEKANISME KERJA HORMON (1)
MEKANISME KERJA HORMON (1)
MEKANISME KERJA HORMON (1) 1. Aktivasi sistem adenilat siklase (mediator intrasel) Lia Amalia / SF ITB

1. Aktivasi sistem adenilat siklase (mediator intrasel)

MEKANISME KERJA HORMON (1) 1. Aktivasi sistem adenilat siklase (mediator intrasel) Lia Amalia / SF ITB
MEKANISME KERJA HORMON (1) 1. Aktivasi sistem adenilat siklase (mediator intrasel) Lia Amalia / SF ITB
Lia Amalia / SF ITB
Lia Amalia / SF ITB

9

MEKANISME KERJA HORMON (2) 2. Aktivasi gen 3. Mempengaruhi permeabilitas membran sel Mis: Insulin 
MEKANISME KERJA HORMON (2)
MEKANISME KERJA HORMON (2)
MEKANISME KERJA HORMON (2) 2. Aktivasi gen 3. Mempengaruhi permeabilitas membran sel Mis: Insulin  laju

2. Aktivasi gen

MEKANISME KERJA HORMON (2) 2. Aktivasi gen 3. Mempengaruhi permeabilitas membran sel Mis: Insulin  laju
MEKANISME KERJA HORMON (2) 2. Aktivasi gen 3. Mempengaruhi permeabilitas membran sel Mis: Insulin  laju

3. Mempengaruhi permeabilitas membran sel

Mis: Insulin laju masuknya glukosa ke sel hati meningkat;

hormon pertumbuhan meningkatkan laju masuknya asam

amino

KELENJAR PINEAL (1)  Letak : Pada bag atas ventrikel ke-3 otak atau posterior thdp
KELENJAR PINEAL (1)  Letak : Pada bag atas ventrikel ke-3 otak atau posterior thdp

KELENJAR PINEAL (1)

Letak : Pada bag atas ventrikel ke-3 otak atau posterior

thdp otak bagian tengah

= Epifisis

Dari klnjr tsb dapat diisolasi melatonin, serotonin,

norepinefrin & histamin

Hormon yang disekresi : melatonin (disintesis dari serotonin dg bantuan enzim hidroksi-indol-o-metil

transferase)

Fungsi : mengatur modulasi pola bangun dan tidur manusia

& fotoperiodik

KELENJAR PINEAL (2) Lia Amalia / SF ITB 12
KELENJAR PINEAL (2) Lia Amalia / SF ITB 12

KELENJAR PINEAL (2)

KELENJAR PINEAL (2) Lia Amalia / SF ITB 12
KELENJAR PITUITARI (1)  Letak : di dasar tengkorak, fossa hipofisis tulang stenoid  Ada
KELENJAR PITUITARI (1)  Letak : di dasar tengkorak, fossa hipofisis tulang stenoid  Ada

KELENJAR PITUITARI (1)

Letak : di dasar tengkorak, fossa hipofisis tulang stenoid

Ada 2 lobus: anterior, posterior. Diantara keduanya: pars

intermedia

Lobus anterior adenohipofisis:

1) Hormon pertumbuhan-Human Growth Hormon/somatotropin (STH) 2) Hormon tirotropin kendali klnjr tiroid dalam menghasilkan tiroksin 3) Hormon adrenokortikotropin (ACTH) 4) Hormon Melanocytes Stimulating Hormone (MSH)

KELENJAR PITUITARI (2) Lia Amalia / SF ITB 14
KELENJAR PITUITARI (2) Lia Amalia / SF ITB 14

KELENJAR PITUITARI (2)

KELENJAR PITUITARI (2) Lia Amalia / SF ITB 14
KELENJAR PITUITARI (3) 5) Hormon gonadotropik :  FSH ( follicle-stimulating hormone )  merangsang
KELENJAR PITUITARI (3) 5) Hormon gonadotropik :  FSH ( follicle-stimulating hormone )  merangsang

KELENJAR PITUITARI (3)

5) Hormon gonadotropik :

FSH (follicle-stimulating hormone) merangsang perkembangan folikel Graaf dlm ovarium &

pembentukan spermatozoa dlm testis

LH (Luteinizing hormone) atau ICSH (Interstitial-Cell

Stimulating Hormone) mengendalikan sekresi

estrogen, progesteron dlm ovarium & testosteron dlm

testis

Luteotropin, LTH/prolaktin mengendalikan sekresi ASI, mempertahankan adanya korpus luteum selama

kehamilan

KELENJAR PITUITARI (4)  Lobus posterior  neurohipofisis  Hormon antidiuretik (ADH)  mengatur air
KELENJAR PITUITARI (4)  Lobus posterior  neurohipofisis  Hormon antidiuretik (ADH)  mengatur air

KELENJAR PITUITARI (4)

Lobus posterior neurohipofisis Hormon antidiuretik (ADH) mengatur air dalam ginjal/mengurangi output urin

Hormon oksitosin mengatur kontraksi uterus, pengeluaran ASI

KELENJAR PITUITARI (4) Lia Amalia / SF ITB 17
KELENJAR PITUITARI (4) Lia Amalia / SF ITB 17

KELENJAR PITUITARI (4)

Lia Amalia / SF ITB 17
Lia Amalia / SF ITB
17
Hormon pertumbuhan (1)  HGH ( Human Growth Hormone )  Disebut juga somatotropin (STH)
Hormon pertumbuhan (1)  HGH ( Human Growth Hormone )  Disebut juga somatotropin (STH)

Hormon pertumbuhan (1)

HGH (Human Growth Hormone)

Disebut juga somatotropin (STH)

Fungsi :

Menstimulasi pertumbuhan

(STH)  Fungsi :  Menstimulasi pertumbuhan  sintesis protein (memudahkan transpor as.amino melalui

sintesis protein (memudahkan transpor as.amino melalui membran sel)

penggunaan KH kadar glukosa >>, shg sekresi insulin >>

metabolisme lemak

KH  kadar glukosa >>, shg sekresi insulin >>  metabolisme lemak Lia Amalia / SF
KH  kadar glukosa >>, shg sekresi insulin >>  metabolisme lemak Lia Amalia / SF
Hormon pertumbuhan (2) Pengaturan sekresi hormon pertumbuhan  Dikendalikan oleh 2 faktor dalam hipotalamus 1.
Hormon pertumbuhan (2) Pengaturan sekresi hormon pertumbuhan  Dikendalikan oleh 2 faktor dalam hipotalamus 1.

Hormon pertumbuhan (2)

Pengaturan sekresi hormon pertumbuhan

Dikendalikan oleh 2 faktor dalam hipotalamus

1. Faktor pembebas hormon pertumbuhan (Growth

Hormone-Releasing Factor = GRF)

2. Faktor penghambat pembebasan hormon pertumbuhan (Growth Hormone Release Inhibiting

Factor = GRIF) somatostatin

Hormon tirotropik  = Hormon penstimulasi tiroid ( Thyroid-Stimulating Hormone = TSH )  Fungsi:

Hormon tirotropik

= Hormon penstimulasi tiroid (Thyroid-Stimulating Hormone = TSH)

Fungsi:

Menstimulasi kelenjar tiroid sintesis & sekresi tiroksin (T4)

& triiodotironin (T3)

Meningkatkan jumlah cAMP (second messenger) dalam sel

tiroid meningkatkan semua aktivitas sel

Pengaturan sekresi tirotropin

oleh Thyrotropin-Releasing Factor = TRF)

Umpan balik melibatkan TRF, TSH dan hormon tiroid : Jika

hormon tiroid yang bersirkulasi >>, maka sekresi TSH & TRF

dihambat

Adrenokortikotropin  = Hormon adrenokortikotropik ( Adrenocorticotropic Hormone = ACTH )  Fungsi : 

Adrenokortikotropin

= Hormon adrenokortikotropik (Adrenocorticotropic Hormone =

ACTH)

Fungsi :

Bekerja pada korteks adrenal seluruh hormon korteks adrenal (terutama glukokortikoid) disekresi di bwh pengaruh

ACTH

Lipolisis kadar asam lemak darah >>

Pengaturan sekresi

Hipotalamus mensekresi faktor pembebas kortikotropin (corticotropin-releasing factor = CRF).

Mekanisme umpan balik melibatkan CRF, ACTH dan hormon

korteks adrenal

Gonadotropin (1)  Ada 2 gonadotropin  Hormon yang mensekresi folikel ( follicle-stimulating hormone =

Gonadotropin (1)

Ada 2 gonadotropin

Hormon yang mensekresi folikel (follicle-stimulating hormone = FSH)

Hormon luteinisasi (Luteinizing Hormone = LH)

FSH : dihasilkan oleh sel basofil adenohipofisis

Fungsi : menstimulasi pertumbuhan folikel sel telur, menstimulasi produksi

sperma (pada pria)

LH : dihasilkan oleh sel basofil adenohipofisis

Fungsi :

Membantu fungsi & perkembangan folikel sel telur membantu FSH

Terjadinya ovulasi

Pembentukan korpus luteum

Menstimulasi sekresi estrogen

Gonadotropin (2)  Pada pria LH sebagai hormon penstimulasi sel interstisial testis ( interstitial cell-stimulating

Gonadotropin (2)

Pada pria

LH sebagai hormon penstimulasi sel interstisial testis (interstitial cell-stimulating hormone=ICSH) untuk menghasilkan

androgen testosteron.

Sebaliknya testosteron menghambat sekresi ICSH, menghambat

pengeluaran LRF (Luteinizing Releasing Factor)

Pengaturan gonadotropin

Oleh LRF

Pada wanita pertambahan & pengurangan gonadotropin

berhubungan dengan siklus menstruasi

Prolaktin (1)  = Hormon luteotropik ( luteotropic hormone=LTH )  Fungsi :  Menstimulasi

Prolaktin (1)

= Hormon luteotropik (luteotropic hormone=LTH)

Fungsi :

Menstimulasi sekresi ASI Menstimulasi korpus luteum sel telur untuk mensekresi progesteron

Kadar prolaktin meningkat pada awal kehamilan & puncaknya pada saat sebelum melahirkan

Prolaktin (2)  Kadar estrogen & progesteron >>  menghambat efek prolaktin. Pada saat melahirkan

Prolaktin (2)

Kadar estrogen & progesteron >> menghambat efek

prolaktin. Pada saat melahirkan kadar estr & progrs <<

memungkinkan prolaktin mensekresi ASI

Pengaturan sekresi prolaktin Oleh faktor pembebas prolaktin (prolactin-releasing

factor=PRF) dan faktor penghambat pembebasan prolaktin

(prolactin-release inhibiting factor=PRIF)

Hormon Antidiuretik /ADH (1)  Dibentuk di dalam nuklei supraoptik dari hipotalamus. Dan bekerja pada

Hormon Antidiuretik /ADH (1)

Dibentuk di dalam nuklei supraoptik dari hipotalamus. Dan

bekerja pada pada duktus pengumpul pada ginjal,

mempengaruhi permeabilitasnya Fungsi Mengatur produksi urin

Jika konsentrasi ADH >> kontraksi otot polos

resistensi perifer

TD

 kontraksi otot polos  resistensi perifer  TD  ADH disebut sbg vasopresin Lia Amalia

ADH disebut sbg vasopresin

Hormon Antidiuretik /ADH (2)  Pengaturan sekresi ADH Oleh nuklei supraoptik  sebagai osmoreseptor

Hormon Antidiuretik /ADH (2)

Pengaturan sekresi ADH

Oleh nuklei supraoptik sebagai osmoreseptor (kenaikan/penurunan tekanan osmotik darah).

Melalui reseptor ini serabut saraf distimulasi ADH

dibebaskan.

Oksitosin  Terdapat dalam neurohipofisis dalam bentuk terikat (dibentuk di hipotalamus, terutama dlm nuklei

Oksitosin

Terdapat dalam neurohipofisis dalam bentuk terikat (dibentuk di

hipotalamus, terutama dlm nuklei paraventrikular). Oleh

stimulasi saraf, hormon dibebaskan dr lobus hipofisis

Fungsi hormon

Kontraksi uterus melahirkan

Kontraksi sel2 mioepitel di sekitar duktus kelenjar susu pengeluaran ASI

Stimulasi pembebasan prolaktin

Pengaturan sekresi

Jika serabut hipotalamus-hipofisis terstimulasi pembebasan oksitosin dari ikatannya berdifusi ke luar lobus posterior

Fungsi hipofisis abnormal  Luas & kompleks  Hiposekresi adenohipofisis : panhipopituitarismus  atrofi

Fungsi hipofisis abnormal

Luas & kompleks

Hiposekresi adenohipofisis : panhipopituitarismus atrofi kelenjar tiroid,

korteks adrenal & gonad

Pertumbuhan pertumbuhan terbatas, dwarfismus

Dewasa Simmond disease (BB turun secara ekstrem & progresif dg

atrofi viseral, kerontokan rambut, penuaan dini)

Hiperaktivitas adenohipofisis

Hipersekresi GH

Gigantisme (pada masa pertumbuhan)

Akromegali (pada masa dewasa)

Pertumbuhan tulang ke sisi tulang rawan & stimulasi

pertumbuhan jaringan lunak

Jika terdapat tumor hiperaktivitas korteks adrenal krn produksi

ACTH >> Cushing syndrome

Akromegali Lia Amalia / SF ITB 30

Akromegali

Akromegali Lia Amalia / SF ITB 30
KELENJAR TIMUS  Merupakan organ dalam sistem endokrin & limfatik  Mensekresikan hormon timosin 
KELENJAR TIMUS  Merupakan organ dalam sistem endokrin & limfatik  Mensekresikan hormon timosin 

KELENJAR TIMUS

Merupakan organ dalam sistem endokrin & limfatik

Mensekresikan hormon timosin

Menstimulasi produksi limfosit

KELENJAR TIROID (1)  Letak : kiri kanan trakhea (2 lobus) dalam jaringan isthmus tiroid
KELENJAR TIROID (1)  Letak : kiri kanan trakhea (2 lobus) dalam jaringan isthmus tiroid

KELENJAR TIROID (1)

Letak : kiri kanan trakhea (2 lobus) dalam jaringan isthmus tiroid

Secara mikroskopis klnjr terdiri dari folikel2 berupa kantung

Menghasilkan sekret : koloid tiroid mengandung senyawa iodium hormon tiroid

Hormon tiroksin (T4)

Hormon triiodotironin (T3)

Tirokalsitonin

Sekresi tiroid diatur oleh hormon tirotropik/TSH

Fungsi : bekerja menstimulasi proses oksidasi, mengatur penggunaan O 2 , pengeluaran CO 2

 Fungsi hormon tiroksin  Meningkatkan kecepatan metabolisme sel2 untuk mencapai kebutuhan fisiologi 
 Fungsi hormon tiroksin  Meningkatkan kecepatan metabolisme sel2 untuk mencapai kebutuhan fisiologi 
 Fungsi hormon tiroksin  Meningkatkan kecepatan metabolisme sel2 untuk mencapai kebutuhan fisiologi 

Fungsi hormon tiroksin

Meningkatkan kecepatan metabolisme sel2 untuk mencapai

kebutuhan fisiologi

Mempengaruhi pertumbuhan/perkembangan & diferensiasi organ2

khususnya tulang & otak

Mempengaruhi beberapa bagian perkembangan mental

Mempengaruhi distribusi & pertukaran air, elektrolit, protein

Mempengaruhi glukoneogenesis

Mempengaruhi aktivitas sistem saraf (refleks semakin peka,

kesadaran >>, jika tiroksin >>)

Mempengaruhi motilitas usus, menunjang aliran cairan pencernaan

(diare & konstipasi)

Mempengaruhi sistem kardiovaskular : meningkatkan kecepatan

denyut jantung

Fungsi tirokalsitonin  Membantu memelihara kadar kalsium darah  mempengaruhi efek hormon paratiroid, menekan
Fungsi tirokalsitonin  Membantu memelihara kadar kalsium darah  mempengaruhi efek hormon paratiroid, menekan
Fungsi tirokalsitonin  Membantu memelihara kadar kalsium darah  mempengaruhi efek hormon paratiroid, menekan

Fungsi tirokalsitonin

Membantu memelihara kadar kalsium darah mempengaruhi efek hormon paratiroid, menekan

resorpsi kalsium dari tulang, shg menurunkan

pengambilan kembali kalsium dari tulang ke darah

Sekresi tergantung kadar kalsium tubuh jika tinggi, sekresi <<

KELENJAR TIROID (3) Gbr 1. Kelenjar tiroid & paratiroid Gbr 2 . Kelenjar tiroid Lia
KELENJAR TIROID (3) Gbr 1. Kelenjar tiroid & paratiroid Gbr 2 . Kelenjar tiroid Lia

KELENJAR TIROID (3)

KELENJAR TIROID (3) Gbr 1. Kelenjar tiroid & paratiroid Gbr 2 . Kelenjar tiroid Lia Amalia

Gbr 1. Kelenjar tiroid & paratiroid

KELENJAR TIROID (3) Gbr 1. Kelenjar tiroid & paratiroid Gbr 2 . Kelenjar tiroid Lia Amalia

Gbr 2 . Kelenjar tiroid

KELENJAR TIROID (4)  Pembentukan hormon T3 & T4 :  Iod diabsorpsi (dlm bentuk
KELENJAR TIROID (4)  Pembentukan hormon T3 & T4 :  Iod diabsorpsi (dlm bentuk

KELENJAR TIROID (4)

Pembentukan hormon T3 & T4 :

Iod diabsorpsi (dlm bentuk garam2 iodida) ke sel2 folikel elemen iodium

Saat yang sama : Sel2 akan mensekresi protein tiroglobulin ke dalam

folikel

Elemen iod + tiroglobulin mengubah tirosin (as.amino) dalam

molekul tiroglobulin menjadi tiroksin

Penyimpanan & pelepasan tiroksin

Tiroksin yang terbentuk disimpan dalam folikel (bagian tiroglobulin)

Jika akan dibebaskan, hormon dipecah dari tiroglobulin (dg bantuan

enzim proteolitik) masuk ke darah (btk tiroksin bebas)

Dalam darah, bergabung dg protein plasma dibebaskan ke sel2

jaringan

Regulasi sekresi tiroksin  diatur oleh TSH ( thyroid stimulating hormone ) Fungsi TSH :
Regulasi sekresi tiroksin  diatur oleh TSH ( thyroid stimulating hormone ) Fungsi TSH :
Regulasi sekresi tiroksin  diatur oleh TSH ( thyroid stimulating hormone ) Fungsi TSH :

Regulasi sekresi tiroksin

diatur oleh TSH (thyroid stimulating hormone)

Fungsi TSH :

Mengatur pengambilan iodida

Mempengaruhi aktivitas proses enzimatik yg

berfungsi dlm membebaskan hormon2 tiroid dari

tiroglobulin

Lia Amalia / SF ITB 38
Lia Amalia / SF ITB 39
Kelainan kelenjar tiroid (1)  Hipotiroidismus  Kretinismus endemik (iodida <<, produksi tiroid menurun, TSH

Kelainan kelenjar tiroid (1)

Hipotiroidismus

Kretinismus endemik (iodida <<, produksi tiroid menurun,

TSH meningkat, tiroglobulin >> kelenjar membesar

Jika diderita ibu hamil : anak akan kretinism irreversibel Tanda : pertumbuhan terhambat, mental terbelakang, nadi

lambat, suhu tubuh rendah

Kretinismus sporadik

genetik

Miksedema

Hipotiroid setelah masa pertumbuhan

Tanda : mudah capai, gerak lamban, frekwensi jantung <<,

kulit kering

Hipertiroidismus  Morbus basedow , Graves’ disease, toxic goiter, exophtalmus goiter  akibat sistem imun.
Hipertiroidismus  Morbus basedow , Graves’ disease, toxic goiter, exophtalmus goiter  akibat sistem imun.

Hipertiroidismus

Morbus basedow, Graves’ disease, toxic goiter, exophtalmus

goiter

akibat sistem imun.

Tanda : frekwensi jantung >, emosi tidak stabil, keringat,

hiperaktif, eksoftalmus (kerusakan penutupan kelopak mata)

Adenoma toksis

Tumor jaringan kelenjar tiroid.

Tanda :

frekwensi jantung >, emosi tidak stabil, keringat, hiperaktif,

eksoftlamus tidak terjadi

KELENJAR PARATIROID (1)  Letak : berdekatan/melekat dengan klnjr tiroid  Tiap lobus lateral tiroid

KELENJAR PARATIROID (1)

Letak : berdekatan/melekat dengan klnjr tiroid

Tiap lobus lateral tiroid terdapat 2 klnjr kecil warna kuning

kecoklatan

Kelenj paratiroid dipersarafi oleh serabut simpatikus & parasimpatikus

Sekresi : hormon paratiroid (PTH)/parathormon

Fungsi : mengatur metabolisme kalsium, fosfat & mengendalikan jumlahnya dalam darah & tulang

 PTH tidak ada  kalsium darah , fosfat  PTH menyebabkan demineralisasi tulang, dg
 PTH tidak ada  kalsium darah , fosfat  PTH menyebabkan demineralisasi tulang, dg

PTH tidak ada kalsium darah

 PTH tidak ada  kalsium darah , fosfat  PTH menyebabkan demineralisasi tulang, dg merusak

, fosfat

 PTH tidak ada  kalsium darah , fosfat  PTH menyebabkan demineralisasi tulang, dg merusak

PTH menyebabkan demineralisasi tulang, dg merusak

kolagen, zat dasar & kristal hidroksiapatit tulang

kalsium & fosfat

kristal hidroksiapatit tulang  kalsium & fosfat  Dlm tubulus ginjal: PTH bekerja meningkatkan reabsorpsi

Dlm tubulus ginjal: PTH bekerja meningkatkan reabsorpsi

kalsium filtrat & menurunkan reabsorpsi fosfat kalsium

darah

& menurunkan reabsorpsi fosfat  kalsium darah , fosfat darah  Pengaturan fungsi PTH Sekresi PTH

, fosfat darah

reabsorpsi fosfat  kalsium darah , fosfat darah  Pengaturan fungsi PTH Sekresi PTH diatur oleh

Pengaturan fungsi PTH

Sekresi PTH diatur oleh kadar kalsium darah. Jika kadar tinggi, sekresi akan menurun mekanisme umpan balik

negatif

KELENJAR PARATIROID (3)  Mekanisme kerja PTH : Kerja parathormon terhadap usus  meningkatkan absorpsi

KELENJAR PARATIROID (3)

Mekanisme kerja PTH :

Kerja parathormon terhadap usus meningkatkan absorpsi

kalsium, yg diduga akibat 1,25-dihidrokholekalsiferol (derivat

vit D) & tidak langsung o/ parathormon.

PTH pada ginjal mengatur produksi 1,25-dihidroksikho- lekalsiferol) usus mengabsorpsi lebih banyak ion kalsium.

PTH bekerja langsung pada ginjal

Lia Amalia / SF ITB 45
Lia Amalia / SF ITB 45

Lia Amalia / SF ITB

45

 Hiperparatiroidismus  Tetanus, konvulsi, kematian  Demineralisasi tulang berlebihan  tulang menjadi
 Hiperparatiroidismus  Tetanus, konvulsi, kematian  Demineralisasi tulang berlebihan  tulang menjadi

Hiperparatiroidismus

Tetanus, konvulsi, kematian

Demineralisasi tulang berlebihan tulang menjadi lunak

tulang berisi jaringan fibrosa, disebut osteitis fibrosa

cystica

Hipoparatiroidismus

Carpopedal spasmus (spasmus pada pergelangan tangan, jari

tangan & kaki)

KELENJAR PANKREAS (1)
KELENJAR PANKREAS (1)
KELENJAR PANKREAS (1)
KELENJAR PANKREAS (1)
KELENJAR PANKREAS (1)
KELENJAR PANKREAS (1)
KELENJAR PANKREAS (1)
KELENJAR PANKREAS (1)
KELENJAR PANKREAS (1)
KELENJAR PANKREAS (1)
KELENJAR PANKREAS (1)
KELENJAR PANKREAS (1)
KELENJAR PANKREAS (1)
KELENJAR PANKREAS (1)
KELENJAR PANKREAS (1)
KELENJAR PANKREAS (1)

KELENJAR PANKREAS (1)

Pulau Langerhans

Sekresi : Hormon glukagon (a), hormon insulin (b), somatostatin (d)

Fungsi : mengatur metab KH insulin menurunkan glukosa

drh; glukagon meningkatkan glukosa drh

Glukagon = hyperglycemic glycogenolytic factor/HGF

Fungsi : menaikkan kadar glukosa darah dengan :

Stimulasi pembentukan cAMP, yg memperbesar aktivitas fosforilase (enzim penstimulasi perubahan glikogen mjd

glukosa = glikogenolisis)

Glukoneogenesis dalam hati dari asam2 amino

KELENJAR PANKREAS (2)

KELENJAR PANKREAS (2)

KELENJAR PANKREAS (2) Lia Amalia / SF ITB 48
K E L E N J A R K E L E N J A
K E L E N J A R K E L E N J A
K E L E N J A R K E L E N J A
K E L E N J A R K E L E N J A
K E L E N J A R K E L E N J A
K E L E N J A R K E L E N J A
K E L E N J A R K E L E N J A
K E L E N J A R K E L E N J A
K E L E N J A R K E L E N J A
K E L E N J A R K E L E N J A
K E L E N J A R K E L E N J A
K E L E N J A R K E L E N J A
K E L E N J A R K E L E N J A
K E L E N J A R K E L E N J A
K E L E N J A R K E L E N J A
K E L E N J A R K E L E N J A

KELENJARKELENJAR PANKREASPANKREAS(3)

Insulin

Fungsi : Menurunkan kadar glukosa dengan :

 

Mempercepat transpor glukosa ke dalam sel2

 Mempercepat transpor glukosa ke dalam sel2  kecepatan

kecepatan

metabolisme gula

 

Bekerja pada enzim2 seluler mengubah glukosa menjadi

glikogen (

perubahan glukosa mjd glikogen) : kadar gula

perubahan glukosa mjd glikogen) : kadar gula

darah

, glikogen hati & otot

, glikogen hati & otot

darah , glikogen hati & otot )

)

Pengaturan sekresi

 

Glukagon diatur oleh kadar glukosa darah

Insulin diatur oleh : kadar glukosa drh, GH (meningkatkan glukosa drh merangsang pelepasan insulin); ACTH (stimulasi sekresi glukokortikoid hiperglisemia & membebaskan urin

KELENJAR PANKREAS (4)  Abnormal :  Hiposekresi insulin : hiperglisemia, diabetes melitus  Tumor

KELENJAR PANKREAS (4)

Abnormal :

Hiposekresi insulin : hiperglisemia, diabetes melitus Tumor pulau Langerhans hipoglisemia (overproduksi insulin)

KELENJAR ADRENAL (1)  Letak : di atas masing2 ginjal, dilapisi lemak & punya suplai

KELENJAR ADRENAL (1)

Letak : di atas masing2 ginjal, dilapisi lemak & punya suplai

darah yg luas

Bagian2 yang mensekresi hormon korteks adrenal, medula

adrenal

Hormon yg disekresi :

Korteks adrenal (sebelah luar)

Zona glomerulosa : Mineralokortikoid (aldosteron) & deoksikortikosteron

Zona fasciculata : Glukokortikoid

Zona reticularis : Androgen, estrogen

Medula adrenal

Katekolamin : epinefrin (adrenalin) 80-90%, norepinefrin 10-20%

KELENJAR ADRENAL (2) Lia Amalia / SF ITB 52

KELENJAR ADRENAL (2)

KELENJAR ADRENAL (2) Lia Amalia / SF ITB 52
KELENJAR ADRENAL (2) Lia Amalia / SF ITB 52
ALDOSTERON  Fungsi : pada kesetimbangan elektrolit & air  Menaikkan absorpsi Na o/ tubulus

ALDOSTERON

Fungsi : pada kesetimbangan elektrolit & air

Menaikkan absorpsi Na o/ tubulus ginjal, menurunkan transpor K

Akibat retensi Na, ekskresi air melalui ginjal berkurang, vol plasma bertambah & viskositas darah berkurang

Sekresi aldosteron:

Tidak konstan, dikendalikan volum cairan ekstrasel & suplai Na, sedikit dikendalikan oleh hipofisis (ACTH)

Mekanisme sekresi :

Penurunan volum cairan ekstrasel menurunkan TD sel2 jukstaglomerular dalam ginjal mensekresi renin. Renin menguba angiotensinogen mjd angiotensin I dg bantuan ACE mjd

angiotensin II Angiotensin II menstimulasi korteks adrenal

mensekresi aldosteron >>, aldosteron menginduksi retensi Na & air di

ginjal Volume cairan ekstrasel >>

GLUKOKORTIKOID  Kortison, kortisol (hidrokortison)  >95% aktivitasnya, kortikosteron  Fungsi : 

GLUKOKORTIKOID

Kortison, kortisol (hidrokortison)>95% aktivitasnya, kortikosteron

Fungsi :

Meningkatkan glukoneogenesis dg stimulasi deaminasi

(mempercepat perubahan protein menjadi glikogen dlm hati)

Menghambat penggunaan glukosa oleh jaringan

Efek antiinflamasi

Mencegah respons alergi, dengan menghambat produksi & sekresi

histamin

Memperbesar resistensi terhadap stres (perdarahan, trauma, panas-

dingin, infeksi)

GLUKOKORTIKOID  Kadar glukosa darah dipengaruhi oleh :  Glukokortikoid  Insulin  Glukagon 

GLUKOKORTIKOID

Kadar glukosa darah dipengaruhi oleh :

Glukokortikoid

Insulin

Glukagon

GH

Katekolamin

Tiroksin

Pengaturan hormon : oleh ACTH dengan mekanisme

umpan balik

Lia Amalia / SF ITB 56
Lia Amalia / SF ITB
Lia Amalia / SF ITB

56

Medula adrenal  Hormon : katekolamin  epinefrin, nor epinefrin  Fungsi epinefrin : 

Medula adrenal

Hormon : katekolamin epinefrin, nor epinefrin

Fungsi epinefrin :

Stimulasi glikogenolisis di hati kadar glukosa >

Mobilisasi asam-asam lemak bebas dari jaringan adipose

Stimulasi reticular formation dr otak (pusat pengatur respirasi, TD, kecepatan jantung, sekresi endokrin)

Umumnya efek2 perifer epinefrin = stimulasi simpatikus SSO

Memperkuat & memperpanjang aktivitas SSO

Menaikkan laju jantung & curah jantung (CO)

Vasokonstriksi arteriol kulit & viseral

Vasodilatasi arteriol otot skelet

Kontraksi otot polos capsula limpa, sfingter saluran cerna & otot dilator

iris

Relaksasi otot polos dinding bronkhi & saluran cerna

Sensitisasi otot jantung

Fungsi abnormal kelenjar adrenal (1)  Korteks adrenal  Addison’s disease, Morbus Addison (hipofungsi) Tanda

Fungsi abnormal kelenjar adrenal (1)

Korteks adrenal

Addison’s disease, Morbus Addison (hipofungsi)

Tanda : kadar K serum >, Na <, hipoglisemia, TD <, dehidrasi,

asidosis, gagal ginjal, pigmentasi kulit

Hiperfungsi krn tumor korteks

a. Cushing syndrome/hiperadrenokortisismus overproduksi

glukokortikoid

Tanda : gangguan metab KH & elektrolit, adipositas pada

daerah2 tertentu (anggota badan,perut)

b. Adrenogenital syndrome(kongenital adrenal hiperplasia)

Cushing syndrome diikuti overproduksi hormon seksual

(maskulinisasi pada wanita, perkembangan seks pada pria

yang cepat)

Fungsi abnormal kelenjar adrenal (2) Korteks adrenal … c . Aldosteronisme (Conn’s syndrome) : sekresi

Fungsi abnormal kelenjar adrenal (2)

Korteks adrenal …

c. Aldosteronisme (Conn’s syndrome) : sekresi aldosteron >> hipokalemia, kadar Na darah naik, retensi air, volume darah bertambah, hipertensi

Medula adrenal

Hiperfungsi

Tumor medula (phaeochromocytoma) overproduksi hormon

(sampai 500x normal).

TD sistolik bisa mencapai 300 mmHg (hipertensi), hiperglisemia, glikosuria

OVARIUM (1)

OVARIUM (1)

Hormon2 : estrogen (estradiol, estriol, estron), progesteron,

Estradiol selain disekresi ovarium jg oleh plasenta, adrenal & testis

(jumlah <<)

Hormon estrogen = hormon folikuler, krn terus dihasilkan oleh folikel

ovarium

Fungsi estrogen :

Perkembangan, pemeliharaan organ reprod wanita (uterus, tuba

uterus, vagina, genitalia ekstern, dada, pubis dan rambut aksila)

Mempengaruhi metabolisme elektrolit

Mempengaruhi tingkah laku

Memperbesar keinginan & pengendalian seksual

Mempengaruhi pertumbuhan sistem duktus pd klnjr mamae

Menstimulasi kontraksi uterus

OVARIUM (2)

OVARIUM (2)

OVARIUM (2) Lia Amalia / SF ITB 61
Lia Amalia / SF ITB 62
Lia Amalia / SF ITB 63
OVARIUM (3)

OVARIUM (3)

Progesteron :

Dihasilkan korpus luteum, plasenta

Melanjutkan pekerjaan estrogen pada endometrium penebalan untuk penerimaan ovum yang telah dibuahi

Menghambat menstruasi

Fungsi progesteron

Mempertebal & memperbesar vaskularisasi endometrium uterus

Mengembangkan alveoli payudara

+ estrogen menyiapkan payudara untuk produksi ASI

Dibutuhkan untuk ovulasi

Pengaturan hormon ovarium

FSH dari hipofisis anterior menyebabkan pematangan folikel ovarium & menaikkan kadar estrogen

LH menyebabkan ovulasi, pembentukan korpus luteum &

memproduksi progesteron

TESTIS (1)  Sel2 interstitial (sel Leydig) dari testis mensekresi androgen (androgenic hormone)  yang

TESTIS (1)

Sel2 interstitial (sel Leydig) dari testis mensekresi androgen

(androgenic hormone) yang utama : testosteron

Fungsi

Untuk perkembangan & pemeliharaan organ seks pria

Sifat-sifat seksual sekunder

Mempengaruhi pertumbuhan, metabolisme protein, libido & distribusi rambut

Menghambat sekresi ICSH

Pengaturan sekresi

Mekanisme umpan balik negatif antara ICSH & testosteron, sebaliknya kadar testosteron >>, memperkecil sekresi ICSH

TESTIS (2) Lia Amalia / SF ITB 66

TESTIS (2)

TESTIS (2) Lia Amalia / SF ITB 66
TESTIS (3) Abdormalitas  Hipofungsi  Eunuchoidism : Produksi hormon <<, gejala: atrofi organ pelengkap

TESTIS (3)

Abdormalitas

Hipofungsi

Eunuchoidism : Produksi hormon <<, gejala: atrofi organ

pelengkap & tidak adanya karakteristik sekunder

Eunuchism : Hormon tidak ada, gejala : lebih parah dari

eunuchoidism

Hiperfungsi

Akibat tumor gonad pubertas prekosius

Perkembangan organ pelangkap & karakteristik terlihat

pada usia kurang dari normal