Anda di halaman 1dari 27

I.

Pendahuluan Hewan tingkat tinggi dan banyak mikroorganisme tidak mempunyai

kemampuan, untuk mengadakan biositensis zat-zat tertentu yang perlu untuk metabolisme secara normal. Molekul-molekul ini yang merupakan zat gizi organik, yang dibutuhkan dalam jumlah kecil pada makanan manusia dan sebagian besar hewan untuk pertumbuhan dan fungsinya yang baik, disebut vitamin, yang merupakan prekwensi esensial dari berbagai koenzim. Koenzim adalah suatu molekul organik yang merupakan kobaktor non protein dari enzim, yang dibutuhkan untuk fungsi katalitiknya. Kobaktor enzim walaupun jumlahnya kecil dalam sel tetapi sangat esensial bagi kerja beberapa enzim, dan oleh karena itu memegang peranan penting dalam metabolisme sel. Karena vitamin dibutuhkan dalam jumlah kecil (mg atau g) dalam makanan per hari, maka vitamin disebut mikronutries. Istilah ini digunakan untuk membedakannya dari makronutrien seperti karbohidrat, protein dan lemak yang dibutuhkan dalam jumlah ratusan atau sedikitnya lusinan gram per hari. Pada saat ini terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan dalam diet manusia dan banyak spesies hewan, sebagai tambahan dari zat gizi yang besar (makronutrien). Vitamin dibedakan atas dua kelas yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam air meliputi, tiamin (vitamin B1), riboblavin (vitamin B2), asam mikotinat, asam pantotenat, pisidokksin (vitamin B6), biotin, asam falat, vitamin B12 dan asam askaribat / vitamin C ). Hampir semua vitamin tersebut telah diketahui fungsi koenzimnya, sedangkan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak, sepeti vitamin A, D, E, dan K, yang merupakan senyawa berminyak yang tidak larut dalam air, tidak diketahui dengan jelas fungsi koenzimnya.

II. Vitamin Yang Larut Dalam Air Struktur kimia dari vitamin yang larut dalam air sangat beraneka ragam, tetapi mereka mempunyai sifat molekul plar, sehingga larut dalam air. Semua vitamin yang larut dalam air, dapat disintesis oleh tumbuh-tumbuhan (kacang-kacangan, bijibijian, sayuran berdaun hijau dan ragi) kecuali vitamin B12. vitamin B komplek dan vitamin C karena ke larutannya dalam air, tidal dapat disimpan lama dalam bentuk stabil, harus disediakan terus menerus dalam makanan, kecuali vitamin B12, pada hati manusia dapat disimpan untuk persediaan beberapa tahun. Semua vitamin yang larut dalam air, kecuali vitamin C, berfungsi sebagai koenzim atau kofaktor dalam reaksi enzimatik. Vitamin B, Koenzim, dan fungsi Enzimatiknya Vitamin Tiaminin (B1) Reboflovin (B2) Nikotinamida Bentuk koenzim Tiaminin pirofosfat (TPP) Flavin adenin dipuklotida (FAD) Flovida mononukleotida (FMN) Nikotinamida adenin dinukletida (NAD+) Nikotinamida adenin demikleotida fosfat (NADP+) Koenzim A (KoA) Peridoksalfosfat Fungsi enzimatik Transfer atau pengangkatan gugus aldehida Transfer hidrogen Transfer hidrogen Transfer hidrogen

Asam fantolenat Peridoksen (B6)

Biotin Asam falat Vitamin B12

Biotin Asam titrahidroksi falat Koenzim B12

Asam lipoat Lipoatmid Sumber : Frank B. Amstrong 1989 1. Tiamin (Vitamin B1)

Transfer atau karier gugus asil Transfer gugus amino, gugus karboksil dari rasenisasi. Transfer atau pengangkatan gugus karboksial Transfer satu C Pergeseran 1,2 dari atom hidrogen, karier gugusan metil Transfer gugus asil

Tiamin (vitamin B1) diperlukan dalam makanan semua

hewan, kecuali

hewan memamah biak. Tiamin dijumpai pada semua tumbuhan, tetapi dalam konsentrasi, tinggi terdapat dalam padi-padian sebagai molekul bebas, lapisan luar dari biji padi-padian kaya akan tiamin. Kekurangan tiamin pada diet manusia menyebabkan penyakit beri-beri, suatu penyakit yang ditandai tidak terkendalinya syarat, paralisis dan kehilangan berat badan. Tiamin pertama kali diisolasi dan dimurnikan tahun 1926, dan struktur kimianya ditentukan pada awal tahun 1930-an oleh Robert R. Williams di Amerika Serikat. Struktur kimia teamin, mengandung, sistem dua cincin yaitu perimidin dan tiazol. Pada jaringan hewan tiamin terutama terdapat sebagai tiamin pirofosfat atau kimia difosfat (TPP), yang merupakan bentuk koenzimnya.
NH2 C N H3C C N C HC CH3 CH2 N C C CH2 CH2OH H C S

Tiamin (vitamin B1)


NH2 C N H3C C N C HC CH3 CH2 N C C CH2 O H C S O P O O O P O O

Tiami pirofosfat (TPP)

Tiamin penafosfat berfungsi sebagai koenzim pada beberapa reaksi penting dalam metabolis karbohidrat, yang melibatkan pengangkatan atau transfer, gugus aldehida

dari molekul donor menjadi molekul penerima. Pada reaksi tersebut TPP berfungsi sebagai senyawa perantara yang membawa gugus aldehida yang terikat secara kovalen pada cincin tiazol. Contohnya adalah reaksi yang dekatalisis oleh enzim perivat dekarboksilase yang merupakan langkah penting dalam permentasi glukosa oleh klamer untuk menghasilkan alkohol pada reaksi dekarboksilasi piruvat, gugus korboksil dari piruvat dikeluarkan sebagai CO2 dan sisa molekul piruvat yang kadang-kadang disebut sebagai asetaldehida aktif, secara bersamaan dipindahkan ke posisi C-2 dari cincin taizol (tempat reaktif TPP) yang terikat kuat dengan TPP untuk menghasilkan turunan hidroksietil. Senyawa antara ini hanya sementara terdapat, karena gugus hidroksielil dilepaskan dengan cepat dari koenzim untuk menghasilkan asetaldehida bebas.
Dekarboksilase piravat

CH3

C O

COO + H2O

CH3

C O

HCO3-

Reaksi dalam Tahapan Piruvat + H2O + TPP E -hidroksietil-TPP-E -hidroksietil-TPP-E + HCO3Asetaldehida + TPP-E

TPP juga mempunyai peran sebagai koenzim dari enzim dehidrogenase piruvat dan dehidrogenase -ketoglutarat yang lebih kompleks. Reaksi ini terjadi pada lintas utama oksidasi karbohidrat di dalam sel. 2. Riboflavin (Vitamin B2) Riboflavin pertama kali diisolasi dari susu, disintesis oleh semua tumbuhan dan banyak mikroorganisme, jadi ditemukan dalam semua bahan biologik. Hewan tingkat tinggi harus memperoleh vitamin dari makanan. Riboflavin atau vitamin B2 terdiri dari D-ributol yang terikat pada cincin isoaloksazin vitamin ini telah terbukti berperan sebagai faktor pertumbuhan pada tikus. Kini dapat diperoleh secara komersial dari mikroba tertentu.

H C H3C H3C C C C H C C

N C N CH2 HCOH HCOH HCOH CH2OH C

C NH C N O

Riboflavin (Vitamin B2) Riboflavin adalah komponen dari dua koenzim yang berhubungan erat yaitu blavin monomukleotida (FMN) dan flavin adenin dinukleotida (FAD).

H3C H3C

C C

H C C H

C C

N N CH2 HCOH

C C

C O N

NH C

H3C H3C

C C

H C C H

C C

N N CH2 HCOH

C C

C N

NH C

HCOH

Riboflatin

HCOH

HCOH HCOH CH2 O O P O O

O CH2 O P O

O P O CH2

Flavin monouklestida (FMN) Riboflavin monofosfat


O N O H H H OH OH N NH2 N N

Flavin adenin dinukleotida (FAD) FMN dan FAD adalah koenzim dari kelas enzim dehedrogenase yang dikenal sebagai plano protein atau dehidrogenase plavin yang mengkatalisis reaksi oksidasi reduksi. Pada reaksi-reaksi yang dikatalisis oleh enzim.enzim ini, cincin iso aloksazin plavin mulektida berfungsi sebagai pembawa sementara sepasang atom hedrogen yang dipindahkan dari molekul substrat
H C H S H + H3C C C H C N R C N C O H3C C C O N C C NH S+ H3C H3C C C C H H C C C O N H C N R C N H C NH C

Sunstrat

Flavin nukleotida

Substrat terdehidrogenasi

Reduksi flavin nukleotida

Dehidrogenase suksinat adalah contoh dehidro genase plavin, yang mengandung FAD, yang mengkatalisis reaksi oksidasi suksinat menjadi fumarat. Suksinat + E-FAD Fumarat + E-FADH2
FMN

Loktat

Laktat dehidro genase

Piruvat

3. Asam Nikotinat dan Nikotinamida Nikotinamida adalah merupakan bentuk amida dari asam nikotinat. Untuk menghindarkan salah pengertian dengan alkaloid mikotin dari tembakau maka diberikan mama alternatif bagi asam nikotinat yaitu niasin untuk penggunaannya secara umum. Kekurangan niasin menyebabkan penyakit lidah hitam (black tangue) pada ujung dan pellogra (bahasa Itali, yang berarti kulit kasar) pada manusia, asam nikotinal banyak terdapat pada tumbuhan dan jaringan hewan, terutama daging. Nikotinamida dapaty disintesis dari triptofan. Nikotinamida adalah komponen yang merupakan bagian aktif dari dua koenzim, yaitu nikotinamida adenin dinakleotida (NAD+) dan nikotinamida adenin dinukleotida fosfat (NADP+) yang dulunya dikenal masing-masing sebagai koenzim I dan koenzim II.
H C HC HC N
Asam nikotinat (Niacin)

O C CH C OH HC HC

H C C CH N
Nikotinamid (Niasinamid)

O C NH2

NH2

N O O P O CH2 H H OH Ribosa O OH N O H

N Adenin N

O P OO-

Lokasi gugusan fosfat tambahan dari NADP+

O C O P O H H OH Ribosa OH H H O CH2 N O NH2

Nikotinamida adenin dinukleotida (NAD+) Koenzim0koenzim ini terdapat dalam bentuk teroksidasi (ditentukan sebagai NAD+ dan NADP+) dan bentuk tereduksi (NADH dan NADPH). Bagian mikotenamida koenzim ini berperan sebagai pembawa sementara ion hidrida yang dipindahkan secara enzimatik dari molekul ensbstrat oleh kerja enzim dehidrogenase tertentu.
H S H + HC HC N + R C C CH C O NH2 S + HC HC C C NH2 + H+

CH O N + R NADH

Substrat

NAD+

Substrat terhidrogen nasi

Contoh reaksi enximatik tersebut adalah reaksi yang dikatalisasi oleh dehidrogenase malat, yang menyebabkan dehidrogenasi malat, menghasilkan oksaloasetat dan pada saat aktivasi asam lemak dalam oksidasi asam lemak. Tahap ini terjadi pada oksidasi karbohidrat. Enzim ini mengkatalisasi pemindahan dapat balik ion hidrida dari malat ke NAD+ membentuk NADH, sedangkan atom hidrogen lainnya meninggalkan gugus hidroksil malat dan muncul sebagai ion H+ bebas.
Dahidrogenase malat

L-Malat + NAD+ 4. Asam Pantotenat

Oksaloksetat + NADH + H+

Kata pan pada asam pantotenat berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti dimana saja vitamin ini ditemukan pada semua jaringan, baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan, dan juga pada mikrooganisme asam pantotenat tersebar demikian luasnya dalam berbagai bahan makanan sehingga tidak ada penyakit yang diketahui disebabkan oleh kekurangan vitamin ini. Asm pantotenaf yang juga dikenal sebagai vitamin B5, untuk pertama kalinya diisolasi tahun 1938 dari Khamir dan ekstrak hati oleh Roger J. Williams/ bentuk koenzim dari asam pemtotenat adalah Koenzim A (disingkat KOA atau KOA-SH). Disebut demikian karena pertama kali dijelaskan sebagai suatu kofaktor untuk reaksi asetilasi enzimatik tertentu. Koenzim A dari koenzim, tempat gugus asil berikatan secara koralen mengandung gugus toil atau silf hidril (-SH) yang reaktif yang terletak pada bagian merkaptoetilamin- membentuk tisester selama pemindahan gugus asil.
O C HO CH2 CH2 NH C OH CH3 C CH3
NH2 N OHC N C C C N

OH CH2

Asam pantotenat
H CH3 O-

adenin

HS

CH2

CH2

NH

C O

CH2

CH2

NH

C O

CH2

P O

P O

CH3 O H H H O O O O O OH

CH N

OH CH3

-Merkaptoetilamin

Asam pantotenat

Ribosa 3 fosfat

Koenzim A
R C O O+ HS KoA -H2O R C O S KoA

Asilo KoA (Tioester) Transfer gugus asil :


R C O S KoA

Substrat

C O

Substrat

+ HS

KoA

Secara biologi KoA penting sebagai pembawa atau donor dari gugus asil seperti pada reaksi asam piruvat menjadi asam sitrat yang merupakan reaksi awal pada siklus asam sitrt, yaitu lintas utama bagi degradasi oksida tub karbohidrat dan pada reaksi oksidasi asam lemak di dalam sel aerobik. Pembentuk Asetil KoA :
CH3 C O COO- + NAD+ + KoA SH H2O
Dehidro genase Piruvat

CH3

C O

KoA

HCO- 3 + NADH +

H+

Asetil-KoA

Penggunaan Asetil-KoA
COOCH3 C O S KoA + COOC CH2 COOO CH2

Sintase Sitrat

HO

COO- + KoA

CH2 COO-

Asetil KoA

Oksaloasetat

Sitrat

Pada reaksi I,

asetil-KoA dibentuk selama dekarboksilasi oksidatil piruvat oleh dehidrogenase piruvat komplek asetil pada asetil-KoA depindahkan keoksaloaselat

Pada reaksi II, gugus

menghasilkan sitrat oleh sintase sitrat. 5. Piridoksin (Vitamin B6) Pendokpin atau vitamin B6 terdiri dari tiga senyawa yang berhubungan erat, yaitu peridoksin, piridoksal dan piridoksamin. Ketiganya tersebar ;uas di alam baik pada hewan maupun tumbuhan. Padi-padian termasuk sumber yang sangat kaya vitamin B6. Bentuk aktif vitamin B6 :
CH2OH HO CH2OH HO CHO CH2OH HO CH2NH2 CH2OH

H3C

H 3C

H 3C

Piridoksin

Piridoksal

Pitidoksamin

Bentuk aktif dari vitamin B6 adalah peridoksal fosfat, yang selalu terdapat dalam bentuk aminopiridoksumin fosfat, yang berfungsi sebagai gugus prostetik sejumlah enzim yang mengkatalisis reaksi mentabalisme asam amino, transaminasi, dekarboksilasi dan rasemisasi. Walaupun reaksi-reaksi ini dikatalisis oleh enzim yang berlainan, tetapi koenzimnya sama yaitu piridoksal fosfat.
MgATP MgADP

CH2OH HO CH2OH Piridoksal Kinase HO

CH2OH CH2 O

O P O OH

H3C

N PIridoksal

H 3C

Piridoksal fosfat

CHO HO CH2 O

OP O O
-

CH2-NH2 HO CH2 O

OP O O-

H3C

H 3C

Piridoksal fosfat, bentuk penerima gugus amino

Piridoksamin fosfat, bentuk penerima gugus amino

Pada gambar transaminasi yang dikatalisis oleh transaminasi atau aminotransferase, piridoksal fosfat yang terikat kuat, berfungsi sebagai pembawa sementara gugus amino dari senyawa donor yaitu asam -amino, menuju senyawa penerima gugus amino yaitu asam -keto
+

NH3 COOO R C COO-

CO2 R

NH3 COO-

CH

CH2

Dekarboksidasi

(D + L)

O R C COO- + R

NH3 COO-

CH

Rasemisasi

Transaminasi

Reaksi transamenasi
COOH CH2 CH2 H C NH2 COOH Asam glutamat (donor asam amino) COOH Glatamat-aspartat CH2 transaminase C =O COOH Oksaloasetat (akseptort Asam keto) COOH CH2 CH2 C =O COOH - ketogkketaraf (Produk Asam keto) COOH CH2 CH2 H-C-NH2 Aspartaf COOH (Produk Asam Amino)

Reaksi Dekarboksilasi
COOH CH2 CH2 H-C-NH2 COOH Asam glutamat Glatamat dekarbok Silase H-C-NH2 H COOH CH2

+ CO2

Reaksi Pasemisasi :
COOH NH2 -C-H CH2 Glatamat rasemase COOH H-C- NH2 CH2 CH2 COOH COOH

CH2

L-Asam glutamat

D-Asam Glutamat

Telah diketahui ada kira-kira 20 macam reaksi asam amino, dimana periodoksal fosfat terlibat, salah satu diantaranya adalah interkonversi serin dan lesin. Koefnzim piridoksal ini menarik perhatian sebab berikatan dengan lisin pada enzim fosfarilase dalam hewan dan tumbuhan. 6. Biotin Biotin untuk pertama kalinya diisolasi pada tahun 1935 oleh Dritz Kogl dan Benno Jonnis, dari konsentrat hepar sebagai faktor pertumbuhan dari ragi. Pada hewan kebutuhan biotin di cukupi oleh bakteri usus yang mensintesis vitamin ini kebanyakan usus hewan membuat cukup biotin untuk memenuhi kebutuhannya. O HN HC H2C S Biotin Biotin dapat ditemukan dalam padi-padian ragi, telur dan limpa. Biotin disebut juga sebagai anti egg white injury faktor, yaitu faktor yang dapat memperbaiki keadaan definisi yang dibuat pada hewan percobaan dengan memberikan putih telur yang banyak. Misalnya, tikus diberi makanan yang mengandung putih telur mentah yang banyak, menyebabkan kerontokan rambut, radang kulit, dan hilangnya koordinasi otot ini diakibatkan oleh adanya glikoprotein dalam putih telur yang disebut avidin, yang mengikat biotin dengan sangat kuat NH CH CH (CH2)4 COOH

sehingga tidak dapat diserap oleh dinding tesus, sehingga vitamin ini tidak berperan sebagai koenzim.

Avidin + Biotin

Avidin biotin

Dengan memasak putih telur, avidin akan menjalani denatrasi sehingga tidak mampu lagi menyikat biotik. Dengan demikian telur masak tidak pengganggu penyerapan biotin. Enzim yang memerlukan biotin mengkatalisis penggabungan (karboksilasi) atau transfer CO2 (transkarboksilasi). Dalam reaksi karboksilasi diperlukan ATP, Mg2+ dan biotin, sebagai N-karbaksi biotinilklisin yang bertindak sebagai pembawa CO2. O
-

O N HC H2C NH CH CH O (CH2)4 C N H (CH2)4 H C NH+3 COO-

S N-karboksibiotinillesin (N-karboksibiositin) Dua langkah dalam reaksi karboksilasi

Langkah 1 : Enzbiotin + HCD-3 + ATO ENZ karboksibiotin + ADP + Pi Langkah 2 : Substrat + ENZ karboksibiotin Substarat terkaboksilasi + enz-biotin Contoh dari reaksi karboksilasi yang bergantung kepada biotin adalah reaksi yang dikata lesis oleh karboksidase perivat yang melangsungkan karboksidasi perivat menjadi aksalo aselat dan karboksidasi propesional KoA menjadi metilmalonil KoA.

ATP + HACO-3 + CH3-C COOO Piruvat 7. Asam Folat

ADP+ Pi + -COO-CH2 C COOO Oksalo aselat

Asam folat pertama kali diisolasi dari daun bayam dan namanya berasal dari bahasa latin, Bolium = daun, struktur kimia dari asam folat mengandung suatu derivat pteridin, asam p-amino benzoat dan asam glutamat
OH C N H2N C N 2-Amino-4-hidroksi-6mentil[teridin C N C HC N Asam p-Amino-benzoat (PABA) Asam glutamat CH2 N C H H C H C C C H C H O C N H CH

CH2 COOH

CH2

COOH

Vitamin ini dapat menolong keadaan anemia pada unggas dan berperan sebagai faktor pertumbuhan untuk berbagai mikroba. Nama lain dari asam folat adalah asam pteroilglutamat, asam folat sendiri tidak mempunyai aktivitas koenzim, tetapi molekul ini tereduksi secara enzimatik di dalam jaringan menjadi asam tetrahidropolat (FH4), merupakan bentuk koenzim aktifnya Asam folat + HADPH + H+
Folat reduk tase

FH2 + NADP+

FH2

+ HADPH + H+

dihirofolat reduktase

FH2 + NADP+

Asam tetrahidrofolat (FH4) atau TGF berfungsi sebagai pembawa sementara gugus 1karbon di dalam sejumlah reaksi enzimatik yang kompleks. Di sini, gusgus metil (-CH3), metelen (-CH2), metinil (-CH = ), formil (-CHO), atau formino (-CH = NH) dipindahkan dari satu molekul ke molekul lainnya. 8. Vitamin B12 (Sianokobalamin) Vitamin B12 merupakan vitamin yang memiliki struktur kimia komplek dibandingkan dengan vitamin lainnya. Vitamin B12 tidak dibuat paling oleh

tumbuhan atau hewan, tetapi dapat dijumpai pada hewan dan mikroorganisme. Vitamin B12 ini hanya dapat disintesis oleh mikroorganisme 50% vitamin B12 pada orang dewasa dihasilkan oleh bakteri usus. Menurut H.A Baker, vitamin B12 merupakan bagian dari koenzim B12, dengan struktur sebagai berikut :

H2COH H H O O P O C3H CH CH2 NH CO CH2 CH2 H CH2 CONH2 CH3 CH2 CONH2 CH3 H CH2 N N O

O H OH

N HC N

C C

H C

C C

CH3 CH3

5,6-Dimetibenzimidazol ribonukleotida

C H CH2 CH2 CONH2

CH3 C N Co CH3 C CH2 CH2 CONH2 HC CH2 H H OH OH O H N CN N H CH

CH3 CH3 CH2 CH2 CONH2 H CH2 CONH2


Sistim cincin korin

CH3 NH2 C C C N N CH
5 Deoksidenosin

Koenzim B12 Vitamin B12 bersifat unik diantara semua vitamin lainnya, yaitu molekulnya tidak hanya mengandung suatu molekul organik yang kompleks, tetapi juga mengandung unsur mikro yang esensial yaitu kobalt (Co). Vitamin B12 disebut juga

sianokobalamin sebab molekulnya mengandung gugus amino yang berikatan dengan kobalt, kompleks terkoordinasi serupa dengan sistem cincin porfinin pada heme dan protein heme pada bentuk koenzim vitamin B12 yang disebut 5 desksiadenosilkobalamin, gugus siono digantikan oleh gugus S;deoksiadenosil. Bentuk lain dari koenzim B12 adalah metilkobalamin. Vitamin B12 disebut juga antipernisim anemia, karena pertama kali diketemukan sebagai senyawa yang dapat mengobati penyakit anemia permisiosa, yaitu pembentukan sel-sel darah merah tidak dewasa dan rapuh, vitamin B12 dikenal sebagai faktor pertumbuhan beberapa bakteri dan protozora. Koenzim vitamin B12 desintesis dari vitamin B12 dengan enzim khusus, sintetase B12. koenxim ini tidak stabil, jika kena cahaya matahari akan berubah menjadi hanokobalamin atau hidroksi kobalamin, terdapat dua jenis reaksi enzimatik yang memerlukan koenzim vitamin B12 jenis pertama mengakatalisis penggeseran 1,2 suatu atom hidrogen dari satu atom karbon substrat ke atom berikutnya dengan pengeseran 2,1 (terbalik) yang serentak dari beberapa gugus lainnya, alkil, karboksil, hidroksil atau gugus amino

C 11 H

C 12 X

C 11 X

C 12 H

Reaksi koenzim B12 yang diketalisis oleh mutase metilaspartat,


H H Mutase metil aspartot HOOC C H C H

H HOOC C H C H CHNH2 H COOH

CHNH2 COOH

Asam glutamat

Asam B-metil aspartat

Jenis reaksi yang kedua, koenzim B12 tertindak sebagai pembawa gugusan metil yang didapat dari N5 metiltetrahidrobolat, terhadap molekul akseptor yang sesaui, dalam suatu reaksi, gugus metil menduduki posisi, S-deaksi adensil dari koenzim B12, suatu contoh adalah metilasi dari homosistein untuk menghasilkan metionin
SH CH2 CH2 Koenzim B12 HC COOCOONH3+ N metil-FH4
5

FH4

CH3 S CH2 CH2 HC NH3+

Homosistenin 9. Asam Lipoat

Metionin

Asam lipoat yang juga disebut asam tioktat dekristalisasi tahun 1951 oleh Lester J. Reed dan Irurin C. Gunsalus dan hewan-hewan. Ketika pertama kali diisolasi asam lipoat diduga merupakan vitamin B, namun bukti mutakhir menunjukkan bahwa hewan mensintesis sejumlah kecil asam lipoat yang diperlukan, dan dengan demikian tidak mempunyai kebutuhan diet terhadap suatu vitamin, psenzo.
H2 C H2 C CH S CH2 CH2 CH2 CH2 COOH H2C SH SH CH CH2 CH2 CH2 CH2 COOH

homolekul ini. Sering diklasifikasi.

Sebagai vitamin B karena fungsi koenzimatiknya, dan asam lipoat disebut sebagai

H2C S

Asam lipoat

Asam dihidrolipoat

(bentuk teroksidasi)

(bentuk bereduksi)

Ada dua bentuk asam lipoat, yang pertama adalah asam lipoat dalam bentuk teroksidasi, yang merupakan suatu disulfida siklik dan yang kedua adalah asam dihirdokpoat, bentuk tereduksi dengan dua gugusan sulfhidril pada C-6 dan 8. Bentuk koenzim dari asam lipoat, seperti biotin, berikatan secara kovalen melalui suatu ikatan amida pada gugus amino- apoenzim, lipolisin N- suatu residu lisil spesifik dari

asam lipoal berfungsi dalam dua dekorboksilasi aksidatil

kunci dalam pemanfaatan aerobik karbohidrat untuk energi dengan menstransfer suatu gugusan asil, yang disumbangkan oleh tiamin pirofosfat (TPP) kepada KoASH.
H2 C H2C S S CH CH2 CH2 CH2 CH2 O C N H CH2 CH2 CH2 CH2 O C NH Residu lisil
+ 3

COO

Lipoamid ( -N-Lipolisin)

Skema fungsi asam lipoat dalam reaksi transfer gugusan asal :


O TPP dan C R + C S S C C Enz Enz TPP + C SH S C C C O C C SH S C C O Enz R + CoA -SH C SH SH C C Enz + CoA S O C R Enz R + Enz TPP

C TPP dan C S S C

Masing-masing mewakili tiamin pirofosfat dan lipoamid

10.

Vitamin C (Asam Askorbat) Vitamin C atau asam akorbat disintesis dari glukosa pada semua tumbuhan

tingkat tinggi dan kebanyakan hewa, tetapi tidak pada manusia, kera, manurut, burung bulbul, kelelawar buah India dan ikan tertentu. Vitamin C adalah asam Laskorbat, suatu lakton derivat gula dari glukosa. Vitamin C sebagai pereduksi yang kuat mudah kehilangan dua atom hidrogen, menjadi asam L-dehidroaskorbat, yang masig memiliki aktivitas vitamin C. tetapi bila cincin lakton dihidrolisis untuk menghasulkan asam L-diketogulonat, maka aktivitas vitamin C hilang.

O C HO HO C C HC HO CH CH2OH O OH O O

OH CH H CH2OH

Atau

Asam L-askorbat
O C HO HO HO C C O HO O C C C O HO O O C C C HC 2OH CH CH

HC 2OH CH C

HC 2OH CH CH

O -2H O O +H2O O OH H

Asam L-askorbat (Aktif)

Asam L-dehidroaskorbat (Aktif)

L-diketogulonat (tidak aktif)

Konfersi dari asam askorbat menjadi dikatogulonat Fungsi biokimiawi yang spesifik dari vitamin C belum diketahui, vitamin C berfungsi sebagai kofaktor dalam reaksi hidroksilasi enzimatik residu prolin pada kolagen jaringan pengikat vertebrata untuk membentuk resedu 4- hidroksi prolin, yang hanya ditemukan pada kilagen, dan tidak pada protein hewan lainnya.

III. Vitamin yang Larut Dalam Lemak Vitamin-vitamin yang larut dalam lemak dimasukkan / digolongkan kedalam lipida. Keempat vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A,D,E, dan K) dibentuk secara biologik dari unit-unit hidrokarbon S-karbon, yang disebut ispren atau 2metilbitadiena, yang merupakan unit pembangunan sejumlah sneyawa alamial minyak / lemak. Fungsi biokimiawi yang khusus atau koenzim vitamin yang larut dalam lemak masih belum diketahui secara jelas. Satu sifat yang penting dari vitamin ini adalah, bahwa golongan ini dapat disimpan dalam jumlah besar di dalam tubuh.

1.

Vitamin A Vitamin A untuk pertama kalinya dikenal sebagai faktor nutrisi esensial oleh

Elmer MeCollum pada tahun 1915 dan kemudian dapat diisolasi dari minyak hati ikan. Vitamin A diperlukan oleh semua hewan bertingkat tinggi vitamin A hanya terdapat dalam jaringan hewan, sedangkan pada tumbuhan terdapat sebagai korotensid yang dapat diambil menjadi vitamin A dalam jaringan kebanyakan hewan.
H3c C C C H3 H3C CH3 H C C H CH3 CH3 C H C C H C CH3 CH3 C H C C H C H C CH CH CH3 + CH C CH CH3 CH C CH CH2OH

H2 C H3c

H3C C H

C H

C H

C H H3C CH3

Ada dua macam bentuk kimia vitamin A yaitu vitamin A1 (retinol), diperloleh dari hati ikan laut. Bila gugus primer alkohol dari retinol dioksidasi, dihasilkan aldehidretenal. Bentuk yang lainnya adalah vitamin A2-yang diperoleh dari hati ikan air tawar. Vitamin A2 mempunyai ikatan rangkap yang jumlahnya satu lebih banyak daripada vitamin A1 vitamin vitamin ini adalah alkohol yang mengandung cincin 6 oksiklik, yang mengandung 20 atom karbon, dengan rantai samping yang terdiri dari dua arut isoprem. Walaupun vitamin A diketahui berfungsi dalam proses penglihatan, tetapi kemungkinan mempunyai, peranan metabolik lain, karena semua jaringan dipengaruhi oleh suatu difisiensi : satu peranan umum diduga dalam transpor itu kalsium melintasi membran tertentu. 2. Vitamin D

Vitamin D atau kalsiteral merupakan turunan steroid. Vitamin D terdapat dalam dua bentuk, yaitu dalam jaringan hewan terdapat sebagai vitamin D3 atau kalekalsiferal yang selalu dijumpai dalam minyak hati ikan. Vitamin D3 pada manusia dan hewan dibuat dibawah kulit dari prekuensor 7-dehidrokolesteral, melalui penyinaran sinar ultraviolet. Bentuk lainnya adalah vitamin D2 atau ergokalsiferol, produk komersial yang dihasilkan dari radiasi sinar ultra violet terhadap ergasterol khamir. Kekurangan vitamin D menyebabkan metabolisme kalsium dan fosfat tidak normal, menyebabkan tumbuhnya penyakit Tulang (ricket), kaki bengkak karena terhambatnya pertumbuhan tulang. Pada kondisi normal, manusia mampu untuk menghasilkan cukup vitamin D, melalui reaksi seperti di atas. Fungsi biokimia vitamin D telah dipelajari secara intensif pada tahun-tahun terakhir ini. Vitamin D3 merupakan prekursor dari 1,25-dihiroksikolekalsoferol, yang dibuat dalam ginjal. Senyawa ini dianggap sebagai hormon dan didefinisikan sebagai pembawa pesan kimia yang disintesis oleh satu organ untuk mengatur aktivitas biologi pada jaringan lain. pelacakan dengan isotop membuktikan bahwa vitamin D menaikkan kecepatan pertumbuhan dan sesopsi mineral (Ca) dalam tulang, dan juga mempengaruhi pembuangan fosfat dari ginjal. 3. Vitamin E Vitamin E atau -tokoferol pertama kali diisolasi tahun 1922, sebagai suatu faktor dari suatu minyak sayuran yang menyebabkan infetilitas pada tikus. Karena keterkaitannya dengan reproduksi, maka vitamin ini diberinama tokoferol, dari bahasa yunani, tokos. Yang berarti hamil muda. Vitamin E mengandung cincin aromatik bergugus hidroksil, dengan rantai samping isoprenoid. Kekurangan vitamin E pada tikus dan hewan lainnya menyebabkan sterilitas (hemandulan), kelemahan otot dan kulit bersisik. Pada anak sapi terjadi kerusakan jantung, dan retardasi pertumbuhan pada kelinci.

Aktifitas biokimia yang lekas dari vitamin E belum diketahui, tetapi vitamin ini menghalangi oksidasi non enzimatik pada ikatan rangkap asam lemak tak jenuh. Karena itu vitamin E dikenal sebagia zat antioksidan. Karena sifat prtektif ini, maka vitamin E sering ditambahkan pada makanan berminyak komersial untuk mencegah terjadinya oksidasi, sehingga makanan tidak menjadi tenyik. 4. Vitamin K Vitamin K diberi nama dari bahasa Denmarik, koagulasi oleh penemuannya, Henrik Dam (Hadial Nobel, 1943) dan sesuai dengan makna kata tersebut, vitamin K diperlukan untuk pembekuan darah. Vitamin K ditemuakn dalam dua bentuk, yaitu vitamin K1 (filokurnon) yang ditemukan dalam jaringan tumbuhan temtamo yang berwarna hijau tua yang lainnya adalah vitamin K2 (manakwiron) yang dihasilkan oleh bakteri dalam usus.

O CH3 CH3 CH2 O CH C CH2 CH2 CH2 CH3 CH CH2 CH2 CH2 CH3 CH CH2 CH2 CH2 CH3 CH CH3

Vitamin K1 (memiliki 4 unit isopren pada rantai sampingnya)


O CH3 CH3 CH3 O O CH3 CH C CH2 6 H

Pada individu yang normal, kekurangan vitamin K adalah sangat jarang akan tetapi pemakaian antibioltika yang berkepanjangan dapat menyebabkan kekurangan vitamin K, karena terbunuhnya flora usus. Fungsi biokimia vitamin K adalah diperlukan dalam pembentukan yang baik protein plasma, protrombin yang diperlukan dalma pembekuan darah. Karena itu kekurangan vitamin K, menyebabkan terhentinya pembekuan darah. Dan antagonis vitamin K adalah dikumarol, pertamakali diisolasi dari jerami clover berjamur dan warfarin, analog sintetik dari vitamin K. kedua zat antagonis ini mencegah terjadinya pembekuan darah. Warfarin adalah suatu racun tikus, yang apabila dimakan oleh tikus, dalam suatu periode waktu, menyebabkan kematian dengan menimbulkan pendarahan dalam.